cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 334 Documents
Pondok Pesantren Nahdlatul ‘Ulum di Kecamatan Lau Kabupaten Maros (2002-2018) syahrir, miftahul jannah
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.20190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Nahdlatul ‘Ulum di Kecamatan Lau Kabupaten Maros dalam kurun waktu 2002―2018, bagaimana  sistem pendidikan yang ada, serta respon masyarakat sekitar terhadap keberadaan pondok pesantren ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdirinya Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum tidak dapat dilepaskan dari peran AG. H. M. Sanusi Baco sebagai tokoh yang memprakarsai berdirinya pondok pesantren tersebut, selain itu kehadiran tokoh seperti H. M. Jusuf Kalla dan tokoh lainnya yang juga berkontribusi dalam pendirian pondok pesantren tersebut sehingga pada tahun 2002 pesantren ini secara resmi berdiri dan melakukan penerimaan santri. Pondok Pesantren Nahdlatul ‘Ulum menerapkan materi pelajaran agama yang diajarkan dan disesuaikan pula dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Meskipun dikelola dengan manajemen dan sistem pendidikan modern, tetapi tetap mempertahankan nilai-nilai dan tradisi yang diajarkan pada pesantren tradisional pada umumnya. Dampak keberadaan Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum adalah menjadi wadah bagi para penerus bangsa untuk mendapatkan pendidikan formal serta memperkuat ilmu pengetahuan agama, bagi para alumni pondok pesantren ini adalah berhasil melanjutkan jenjang pendidikan ditingkat universitas serta mendapatkan kesempatan untuk mengajar atau sekaligus menjadi pembina dan bagi masyarakat sekitar adalah terjalinya interaksi dengan santri dan para pembina serta tempat mereka menyekolahkan anak-anaknya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri atas empat tahapan yaitu: (1) Heuristik (pengumpulan data atau sumber), (2) Kritik sumber yang terdiri dari kritik intern dan ekstern, (3) Interpretasi atau penafsiran sumber dan (4) Historiografi yaitu penulisan sejarah. Kata Kunci : Pondok Pesantren, Pendidikan, Masyarakat
Perpaduan Tradisi dan Inovasi: Kisah Sukses Serabi Notosuman Saputra, Andri; Setiaji, Abdurrahman rahman; Mariesa R, Fani
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.61106

Abstract

Serabi Notosuman merupakan salah satu makanan tradisional khas Surakarta yang telah ada sejak lama. Serabi Notosuman memiliki warisan sejarah yang telah berlangsung turun-temurun sejak tahun 1923. Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup masyarakat, terdapat kekhawatiran bahwa eksistensi serabi ini akan terancam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan Serabi Notosuman dari masa ke masa, perkembangan dari segi bahan baku, proses produksi, varian rasa, dan strategi pemasaran. Permasalahan yang diajukan adalah: (1) Serabi Notosuman dari masa ke masa, (2) tradisi dan inovasi Serabi Notosuman  Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan deskriptif naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta studi literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Serabi Notosuman telah mengalami perkembangan dari segi bahan baku, proses produksi, varian rasa, dan strategi pemasaran untuk bersaing dengan kuliner modern. Meskipun terdapat variasi dan sentuhan lokal, Serabi Notosuman tetap menjaga esensi autentiknya sebagai jajanan tradisional yang kaya akan sejarah dan budaya. Ia menjadi simbol kekayaan kuliner Nusantara yang terus lestari meski zaman terus berubah.
Perjalanan Politik Era Kepemimpinan Gus Dur wahyudi, ilham
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.54524

Abstract

Gus Dur  merupakan seorang presiden sangat unik dan fenomenal. bagaimana tidak, dalam kurun waktu maksimal dua tahun sejak menjabat  presiden, Gus Dur mampu melakukan reshuffle lebih dari sepuluh menteri di kabinet miliknya. Apalagi, beberapa tokoh menteri tersebut sebenarnya adalah tokoh penting dari partai politik yang berpengaruh saat itu. Yang menarik untuk diketahui adalah bagaimana pola kepemimpinan atau model kepemimpinan politik yang  sebenarnya sedang dipraktikkan oleh Gus Dur. Bagaimana bisa  Gus Dur yang selama ini  dianggap masyarakat sebagai presiden yang kontroversial serta nyeleneh, ternyata di depan masyarakat begitu besar pengorbanannya, di manakah letak kebijakan yang telah diberikan oleh Gus  Dur dan bagaimana kepemimpinan yang baik itu dilihat dari sudut pandang masyarakat. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif untuk memperoleh data yang komprehensif mengenai perjalanan politik era  kepemimpinan Gus Dur, dapat disimpilkan dari penelitian ini adalah Gus Dur merupakan pemimpin yang karismatik dan transformasional, hal ini dapat dibuktikan berdasarkan beberapa fakta dan data politik yang diberikan oleh Gus Dur. kebanyakan mengarah pada pola perilaku kharismatik dan transformatif
Bertahan Hidup dalam Bencana: Peran Perempuan Minang Pasca Gempa Bumi 2009 di Padang Sumatera Barat Putri, Selfi Mahat; Fitri Ramadani, Ana; Amelia Furqon, Rizky; Zulqaiyyim, Zulqaiyyim
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 1, April 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i1.56868

Abstract

Padang City, West Sumatra is one of the areas that is prone to earthquake and tsunami disasters. One of the biggest disasters that hit this city was the earthquake of September 30, 2009, which had a wide impact on the people of West Sumatra, especially Padang City. This study aims to analyze the role of Minang women in post-earthquake recovery in 2009 in Padang, West Sumatra. This study uses historical methods with data sources from literature studies and interviews. The results of this study show that Minang women are not only vulnerable victims of disasters, but also agents of change in the family and society. Minang women became the backbone of the family when men (husbands) lost their jobs or income sources due to disasters. Minang women also play an active role in earning a living, helping the rehabilitation and reconstruction process.Keywords: Earthquake, Padang, Role, Women, Minang
Dinamika Gerakan dan Hak Buruh di Amerika Serikat Pada Tahun 1791-1886 Putri, Kamelia
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i3.53578

Abstract

Kajian Sejarah Amerika ini memuat judul “Dinamika Gerakan Dan Hak Buruh Di Amerika Serikat Pada Tahun 1791-1886”. Kajian ini berisikan tentang perjuangan para pekerja atau kaum buruh di Amerika Serikat dalam mendapatkan kembali hak-hak mereka sebagai pekerja yang dihilangkan oleh para pemilik modal (kaum kapitalis). Banyak peristiwa yang membuat pekerja buruh bisa mendapatkan haknya kembali hingga saat ini karena awal mula gerakan ini dipelopori oleh sesama pekerja buruh dimana organisasi pergerakan buruh ini dapat berdiri di kota-kota yang terdapat di wilayah bagian negara Amerika Serikat. Organisasi pergerakan buruh di Amerika Serikat diantaranya adalah  Persatuan Buruh Nasional (National Labor Union) di Baltimore tahun 1866, Para Ksatria Buruh (Knight Of Labor) di Philaderphia tahun 1869, Federasi Serikat Buruh Industri dan Kerajinan Amerika Serikat dan Canada (Federation of Industrial and Craft Workers' Unions of the United States and Canada) di Pittsburgh pada tahun 1869, Federasi Buruh Amerika (American Federation of Labor) di Ohio pada tahun 1881, dan lain-lain. Pembentukan gerakan ini pada awalnya didirikan untuk membantu para sesama buruh yang tidak mendapat kehidupan yang jauh dari kata layak, akibatnya banyak buruh yang resah dan melakukajn demo besar-besaran sekaligus terwujudnya hak-hak para buruh yang telah dirampas. Kajian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi dokumen yang penilisannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kata Kunci: Amerika, Buruh, Gerakan, dan Kapitalis.
Tradisi Massaung Manuk Pada Upacara Adat Rambu Solo’ di Toraja Utara Palayukan, Kurniati Mana'; Syukur, Muhammad; Amirullah, Amirullah
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i3.50505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) persepsi masyarakat terkait praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' dan 2) jejak dari praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' bagi masyarakat. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) persepsi masyarakat terkait praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' yakni, a) tidak setuju: berpendapat bahwa praktik perjudian bukan bagian dari tradisi Massaung Manuk karena tidak sesuai dengan tujuan dari tradisi Massaung Manuk, dimana tujuan dari tradisi Massaung Manuk itu hanya sebagai hiburan bagi keluarga/masyarakat yang Thailand. b) setuju: masyarakat berpendapat bahwa praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' sudah dianggap lumrah oleh sebagian masyarakat. 2) dampak dari praktik perjudian a) dampak positif: sebagai mata unsur tambahan, dan perluasan hubungan sosial. b) dampak negatif: lunturnya budaya putus/tradisi asli, meresahkan/mengganggu ketenteraman masyarakat, terjadinya tingkah laku di rumah tangga, banyaknya generasi muda putus/bolos sekolah, maraknya kasus pencurian, pelaku perjudian menjadi malas dan menghapusnya harta benda. masyarakat berpendapat bahwa praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' sudah dianggap lumrah oleh sebagian masyarakat. 2) dampak dari praktik perjudian a) dampak positif: sebagai mata unsur tambahan, dan perluasan hubungan sosial. b) dampak negatif: lunturnya budaya putus/tradisi asli, meresahkan/mengganggu ketenteraman masyarakat, terjadinya tingkah laku di rumah tangga, banyaknya generasi muda putus/bolos sekolah, maraknya kasus pencurian, pelaku perjudian menjadi malas dan menghapusnya harta benda. masyarakat berpendapat bahwa praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' sudah dianggap lumrah oleh sebagian masyarakat. 2) dampak dari praktik perjudian a) dampak positif: sebagai mata unsur tambahan, dan perluasan hubungan sosial. b) dampak negatif: lunturnya budaya putus/tradisi asli, meresahkan/mengganggu ketenteraman masyarakat, terjadinya tingkah laku di rumah tangga, banyaknya generasi muda putus/bolos sekolah, maraknya kasus pencurian, pelaku perjudian menjadi malas dan menghapusnya harta benda.Kata kunci : Perjudian, Massaung Manuk, Rambu Solo' This research aims to determine 1) public perceptions regarding the practice of gambling in the Massaung Manuk tradition at the Rambu Solo' traditional ceremony and 2) the impact of the gambling practice in the Massaung Manuk tradition at the Rambu Solo' traditional ceremony for the community. This type of qualitative research with a descriptive approach. The data collection techniques are observation, interviews and documentation. Data analysis namely data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: 1) public perceptions regarding the practice of gambling in the Massaung Manuk tradition at the Rambu Solo' traditional ceremony namely, a) disagree: the community believes that the practice of gambling is not part of the Massaung Manuk tradition because it is not in line with the objectives of the Massaung Manuk tradition , where the purpose of the Massaung Manuk tradition is only as entertainment for the grieving family/community. b) agree: the community believes that the practice of gambling in the Massaung Manuk tradition at the Rambu Solo traditional ceremony is considered normal by some people. 2) the impact of the practice of gambling a) positive impact: as an additional livelihood, and expanding social relations. b) negative impacts: the erosion of original culture/traditions, disturbing/disturbing public peace, occurrence of disputes in the household, many young people dropping out/skipping school, rampant cases of theft, gambling actors become lazy and loss of property.  Keywords: Gambling Practices, Massaung Manuk, Rambu Solo'.  
Strategis Pendidikan dan Teknologi di Era Smart Society 5.0 Kamaruddin, Syamsu A
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72931

Abstract

Perkembangan sains dan pengetahuan pada prinsip-prinsip mendasar atas pengetahuan adalah bukan hanya output yang diharapkan tetapi “setting paradigm” menjadi tolok ukur untuk merespon perkembangan ilmu pengetahuan. Menurut Thomas Kuhn (1974) dalam satu bukunya yang berjudul “The structure of scientific revolution” memberikan dua pola perkembangan yakni; eksat sains bersifat statis dan berkembang secara evolusioner. Sementara social sains bersifat revolusioner dan berkembang secara dinamis. Teori-teori sosial berkembang dengan terus-menerus dari waktu ke waktu. Sehingga tidak mengherankan kalau kemudian perkembangan sains dan pengetahuan manusia demikian cepat dan agresif. Di berbagai negara atau tempat (Habitus menurut istilah Pierre Bourdieu) menjadi penting untuk me-maping perkembangan sains. Dan era revolusi industri sosial di berbagai negara juga sebagai penanda pergeseran peradaban ummat manusia akibat perkembangan sains dan penegtahuan manusia. Dan revolusi industri menjadi embrional bergesernya peran-peran manusia di dalam mengaksentuasikan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan yang saat ini kita kenal dengan Smart Society 5.0 yakni suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia dan mengintegrasikan pada tehnologi canggih untuk mengatasi tantangan sosial dan meningatkan kualitas hidup. Konsep ini sangat menenkankan pada kolaborasi antara manusia dengan tehnologi secara efektif, kreatif dan inovatif. Karena itu pendidikan memainkan peran penting dalam mempersiapkan masyarakat untuk memasuki era Society 5.0 dengan berfokus pada pengembangan keterampilan digital, pemikiran kritis, kreativitas dan kolaboratif.Kata Kunci : Strategis, Pendidikan, teknologi & smart society AbstractIn the development of science and knowledge on the basic principles of knowledge is not only the expected output but “paradigm setting” becomes a benchmark for responding to the development of science. According to Thomas Kuhn (1974) in one of his books entitled “The structure of scientific revolution” provides two patterns of development, namely; exact science is static and develops evolutionarily. While social science is revolutionary and develops dynamically. Social theories develop continuously from time to time. So it is not surprising that the development of science and human knowledge is so fast and aggressive. In various countries or places (Habitus according to Pierre Bourdieu's term) it is important to map the development of science. And the era of the social industrial revolution in various countries is also a marker of the shift in human civilization due to the development of science and human knowledge. And the industrial revolution became the embryonic shift in human roles in accentuating the principles of science that we currently know as Smart Society 5.0, namely a concept of a human-centered society and integrating advanced technology to overcome social challenges and improve the quality of life. This concept emphasizes collaboration between humans and technology effectively, creatively and innovatively. Therefore, education plays an important role in preparing society to enter the Society 5.0 era by focusing on developing digital skills, critical thinking, creativity and collaboration.Keywords: Strategic, Education, Technology & Smart Society
Awal Mula Jayengan Kampung Permata ditetapkan menjadi Kampung Wisata Tahun 2015-2024 Utami, Nuraniki Afif; Utami, Nurul Huda; Kaafi, Surya Syaukaany
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i3.61087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana awal mula Jayengan kampung permata ditetapkan menjadi kampung wisata. Pertanyaan penelitian yang diajukan berupa hal istimewa apa saja yang menjadikan Jayengan kampung ditetapkan menjadi kampung wisata serta Hambatan apa saja yang menghalangi dalam proses perkembangan Jayengan kampung permata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah mulai dari pengumpulan data, kritik dan seleksi sumber hingga dengan interpretasi dan historiografi. Analisis data yang dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan fenomena tersebut secara rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Jayengan kampung permata memiliki beberapa hal menarik seperti adanya bubur Samin khas Banjar, penghasil permata, bangunan Masjid Darussalam, sebagai pusat kuliner yang kemudian hal tersebut mendorong Jayengan kampung permata menjadi kampung wisata. Pada pengembangannya sendiri, pemerintah Kota Solo ikut berperan dalam pengembangannya. karena di JKP memiliki hambatan berupa kurang kompaknya pengusaha besar dan rendahnya semangat masyarakat dalam mengembangkan JKP. Bahkan dari hasil wawancara yang telah dilaksanakan, Jayengan telah berusaha untuk membangun museum yang hingga saat ini telah mencapai 50% dari tahap penyelesaian.Kata Kunci : Jayengan, Kampung Wisata, Permata, Perkembangan AbstrakThis research aims to find out how the beginning of Jayengan gem village was determined to be a tourist village. The research questions asked were what special things made Jayengan village become a tourist village and what obstacles hindered the development process of Jayengan gem village. This research uses historical research methods ranging from data collection, criticism and selection of sources to interpretation and historiography. The data analysis used a descriptive approach to describe the phenomenon in detail. The results showed that Jayengan gem village has several interesting things such as the existence of Banjar's special Samin porridge, gem producers, the Darussalam Mosque building, as a culinary center which then encouraged Jayengan gem village to become a tourist village. In its own development, the Solo City government played a role in its development. because JKP has obstacles in the form of lack of cooperation from large entrepreneurs and low community enthusiasm in developing JKP. Even from the results of interviews that have been carried out, Jayengan has tried to build a museum which has reached 50% of the completion stage.Keywords: Jayengan, tourist village, Permata, development
Pembelajaran Sejarah Berbasis Flipbook untuk Meningkatkan Literasi Sejarah Peserta Didik Amirullah, Amirullah; Patahuddin, Patahuddin; Widyahwati, Fitrah
Jurnal Pattingalloang Vol. 12, No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.72933

Abstract

Pembelajaran sejarah pada era digital menuntut inovasi pemanfaatan media agar mampu meningkatkan literasi sejarah peserta didik. Flipbook interaktif sebagai bentuk e-learning multimedia memberikan pengalaman belajar yang memungkinkan peserta didik tidak hanya mengingat fakta, tetapi juga menganalisis sumber sejarah secara kritis. Artikel ini mengkaji penerapan pembelajaran sejarah berbasis flipbook dalam peningkatan literasi sejarah peserta didik melalui telaah teori, model literasi sejarah, dan integrasi teknologi pembelajaran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan flipbook efektif meningkatkan motivasi belajar, pemahaman kronologis, analisis sumber, dan kemampuan komunikasi sejarah. Penelitian sebelumnya menguatkan bahwa media digital interaktif dalam pembelajaran sejarah berkontribusi signifikan pada perkembangan kemampuan berpikir historis. Pengembangan media flipbook direkomendasikan sebagai alternatif media pembelajaran sejarah abad ke-21.AbtractHistory learning in the digital era demands innovative media use to improve students' historical literacy. Interactive flipbooks, as a form of multimodal e-learning, provide a learning experience that enables students not only to memorize facts but also to critically analyze historical sources. This article examines the application of flipbook-based history learning in improving students' historical literacy through theoretical review, historical literacy models, and the integration of learning technology. The study results indicate that the use of flipbooks effectively increases learning motivation, chronological understanding, source analysis, and historical communication skills. Previous research confirms that interactive digital media in history learning contributes significantly to the development of historical thinking skills. The development of flipbook media is recommended as an alternative medium for 21st-century history learning.
Prasasti Talang Tuo: Jejak Pelestarian Alam dalam Sejarah Sriwijaya Wulandari, Sekar Ayu; Yusuf, Hudaidah
Jurnal Pattingalloang Vol 12, No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v12i1.71508

Abstract

 Prasasti Talang Tuo merupakan salah satu prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di daerah Talang Tuo (sekarang dikenal dengan Talang Kelapa) pada tahun 1920 oleh pejabat Inggris, LC Westenegh. Artikel ini akan membahas mengenai Prasasti Talang Tuo sebagai bukti jejak peradaban Sriwijaya dalam sejarah nusantara. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari 4 tahap yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Dalam prasasti ini, Dapunta Hyang Sri Jayanasa menegaskan bahwa taman tersebut harus dipelihara demi kebahagiaan semua makhluk hidup, mencerminkan pandangan hidup yang berakar kuat pada ajaran Buddha.Kata Kunci: Prasasti Talang Tuo, Pelestarian Alam, Sejarah Sriwijaya Abstract The Talang Tuo inscription is one of the relics of the Srivijaya Empire that was discovered in the Talang Tuo area (now known as Talang Kelapa) in 1920 by a British official, LC Westenegh. This article will discuss the Talang Tuo inscription as evidence of Sriwijaya civilisation in the history of the archipelago. This research uses the historical research method which consists of 4 stages, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. In this inscription, Dapunta Hyang Sri Jayanasa asserted that the garden should be maintained for the happiness of all living beings, reflecting a view of life deeply rooted in Buddhism.Keywords: Talang Tuo Inscription, Nature Preservation, Srivijaya HistoryTranslated with DeepL.com (free version)