cover
Contact Name
Andi Octamaya Tenri Awaru
Contact Email
sosialisasi99@gmail.com
Phone
+6285343665103
Journal Mail Official
a.octamaya@unm.ac.id
Editorial Address
Sosiology Education Study Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Gunungsari Makassar, Indonesia, Telp/ Fax. (0411) 885105
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
ISSN : 23560886     EISSN : 27223086     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles 591 Documents
OPTIMALISASI PEMENUHAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI SMP TRIDHARMA MKGR MAKASSAR Abrar, Muh.; Suhaeb, Firdaus W
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.694 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) bagaimana pelayanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di SMP Tridharma MKGR Makassar; 2) faktor-faktor apa yang menghambat dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di SMP Tridharma MKGR Makassar; 3) upaya-upaya yang dilakukan dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di SMP Tridharma MKGR Makassar. Jenis penelitian kualitatif. Jumlah informan pada penelitian ini adalah 14 orang, yang dipilih berdasarkan kriteria; 1) pihak dinas pendidikan; 2) pihak sekolah 3) komite sekolah. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tahap pengabsahan data dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelayanan standar pelayanan minimal di SMP Tridharma MKGR Makassar belum sesuai dengan standar pelayanan minimal yakni pada jumlah peserta didik, laboratorium yang tidak tersedia, ruangan guru yang tidak tersedia, kunjungan pengawas yang hanya dilakukan 3 kali setiap semester, jam bekerja guru perminggunya, dan jumlah jam kegiatan pembelajaran di setiap minggunya. 2) faktor penghambat dalam pemenuhan standar pelayanan minimal di SMP Tridharma MKGR Makassar yaitu tidak adanya fasilitas berupa gedung sekolah, adanya siswa pindahan, fasilitas dari gedung sekolah yang ditempati tidak memadai dan kunjungan pengawas se-kota Makassar serta struktur sekolah tidak berjalan dengan baik. 3) upaya yang dilakukan dalam pemenuhan standar pelayanan minimal di SMP Tridharma MKGR Makassar yaitu membentuk suatu tim dalam rangka pemenuhan standar pelayanan minimal serta melakukan komunikasi yang intens melaui handphone dengan pengawas. 
LABELLING (STUDI KOMPARATIF PADA SISWA JURUSAN IPA DAN IPS DI MAN BINAMU JENEPONTO) Abd Rahman SK; A. Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 1, Maret 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.677 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12801

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Penyebab terjadinya labelling pada siswa jurusan IPA dan IPS di MAN Binamu Jeneponto, 2) Dampak labelling pada siswa jurusan IPA dan IPS di MAN Binamu Jeneponto. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu 1) Wakasek Humas, 2) wakasek kesiswaan, 3) Guru BK dan guru-guru. Jumlah informan sebanyak tujuh orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif deskriptif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Penyebab terjadinya labelling pada siswa jurusan IPA dan IPS di MAN Binamu Jeneponto yaitu pertama adanya tindakan/aksi menyimpang terhadap peraturan atau tindakan yang menyimpang dilakukan oleh kelompok minoritas (siswa IPS) kepada kelompok-kelompok dominan (guru/pihak sekolah) yaitu banyaknya siswa IPS melakukan pelanggaran atau tidak mampu menyesuaikan diri dengan aturan sekolah dibandingkan dengan siswa IPA dan juga kemampuan siswa IPS dibidang eksak (seperti matematika) lebih rendah dibandingkan dengan siswa IPA. Dan yang kedua, adanya reaksi dari kelompok mayoritas atau masyarakat dominan (guru/pihak sekolah) terhadap tindakan/aksi menyimpang seseorang atau kelompok orang (siswa IPS). yaitu guru menjuluki siswa IPS sebagai siswa nakal dan termasuk kelas pembuangan. 2)  dampak labelling pada siswa jurusan IPA dan IPS di MAN Binamu Jeneponto. Yaitu motivasi siswa IPS mengimbangi motivasi siswa IPA disebabkan lemahnya label yang terjadi di MAN Binamu Jeneponto, rasa rendah diri sudah berkurang bagi siswa IPS, adanya prasangka yang kurang menyenangkan bagi siswa IPS, dan salah satu bentuk perlawanan atas julukan yang terjadi pada siswa tersebut, yaitu banyak siswa IPS yang menjadi hafidz atau penghafal al-qur’an serta banyaknya siswa IPS yang diterima di PTN dibandingkan siswa IPA. 
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA SEKOLAH BERASRAMA (BOARDING SCHOOL) DI MAN JENEPONTO Kurniati Kurniati; M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.647 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui cara mengimplementasikan pendidikan karakter pada sekolah berasrama (Boarding School)di MAN Jeneponto dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan pendidikan karakter. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Jumlah informan sebanyak 10 orang. Adapun kriteria informan yaitu kepala asrama MAN Jeneponto selaku penanggung jawab, pembina Asrama putra dan putri dan siswa MAN Jeneponto yang tinggal di Asrama. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data dengan menggunakan member check. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) cara mengimplementasikan pendidikan karakter pada sekolah berasrama (boarding school) di MAN Jeneponto yaitu menggunakan metode percakapan, pembiasaan dan keteladanan. 2) Faktor pendukung dan penghambat dalam mengimplementasikan pendidikan karakter pada sekolah berasrama (boarding school) di MAN Jeneponto yaitu (a)  Faktor pendukungnya yakni faktor kebiasaan dan pendidikan. (b) Faktor penghambatnya yakni fasilitas di lingkungan asrama dan peserta didik.
MAKNA EDUKASI RITUS RAMBU SOLO’ PADA MASYARAKAT TORAJA DI KECAMATAN SALUPUTTI KABUPATEN TANA TORAJA Gersiani Matana; M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 2, Juli 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.43 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) makna edukasi ritus rambu solo’ pada masyarakat Toraja di Kecamatan Saluputti Kabupaten Tana Toraja, 2) bagaimana tanggapan masyarakat mengenai ritus rambu solo’ di Kecamatan Saluputti Kabupaten Tana Toraja. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu tokoh masyarakat dalam hal ini tokoh adat yang paham tentang ritus rambu solo’, pemerintah dan staff di Kecamatan Saluputti, dan masyarakat yang pernah melaksanakan ritus rambu solo’ minimal 2 kali. Informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) makna edukasi ritus rambu solo’ pada masyarakat Toraja di Kecamatan Saluputti yaitu: a) melestarikan nilai-nilai keluarga. Komponen utama dalam ritus rambu solo’ adalah keluarga sehingga membangun rasa tanggungjawab terhadap keluarga dan rasa saling menghargai satu sama lain merupakan aspek penting yang harus dipertahankan oleh masyarakat, b) menghargai/mencintai kebudayaan sendiri diwujudkan masyarakat dengan melibatkan generasi muda dalam pelaksanaan rambu solo’ agar mereka mengenal lalu mempertahankan kebudayaan tersebut, c) membangun jiwa sosial dalam hal ini memperkuat solidaritas dan membentuk sikap peduli terhadap sesama; (2) tanggapan masyarakat mengenai ritus rambu solo’ di Kecamatan Saluputti Kabupaten Tana Toraja yaitu sebagian masyarakat menanggapi dengan positif  alasannya karena: a) memperkuat semangat kekeluargaan, b) sebagai tempat untuk berdonasi dalam sektor pembangunan, c) memotivasi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan dan d) membangun gotongroyong dalam masyarakat. Adapun masyarakat yang menanggapi secara negatif karena adanya beberapa alasan diantaranya: a) adanya pemborosan, b) hadirnya budaya gengsi, dan c) sebagian masyarakat lebih mementingkan rambu solo’ daripada pendidikan anaknya. 
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP DISIPLIN MENGAJAR GURU DI SMA NEGERI 3 WATANSOPPENG Faradisya, Reski
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 1, Edisi 1, Juli 2014
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.2533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah terhadap disiplin mengajar guru di SMA Negeri 3 Watansoppeng. Jenis penelitian ini statistik deskriptif dan inferensial. Variabel penelitian adalah gaya kepemimpinan kepala sekolah yaitu: kepemimpinan otoriter (X1), kepemimpinan demokratis (X2), kepemimpinan leisssez faire (X3) variable bebas (X) dan disiplin mengajar guru variable terikat (Y). Populasi penelitian ini adalah seluruh guru di  SMA Negeri 3 Watansoppeng sebanyak 43 guru atau sampel total. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Data yang diperoleh diolah menggunakan IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Diduga terdapat pengaruh gaya kepemimpinan otoriter (X1) terhadap disiplin mengajar guru (Y), ditolak, dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,139 masuk dalam tingkat hubungan sangat rendah dan nilai R-square ( ) sebesar 0,019 atau 1,9% yang berarti pengaruh gaya kepemimpinan otoriter (X1) terhadap disiplin mengajar guru (Y) sebesar 1,9%. Kedua, Diduga terdapat pengaruh gaya kepemimpinan demokratis (X2) terhadap disiplin mengajar guru (Y), diterima, dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,771, masuk dalam tingkat hubungan yang kuat dan nilai R-square ( ) sebesar 0,594 atau 59,4% yang berarti pengaruh gaya kepemimpinan demokratis (X2) terhadap disiplin mengajar guru (Y) sebesar 59,4%. Ketiga, Diduga terdapat pengaruh gaya kepemimpinan Leissez Fire (X3) terhadap disiplin mengajar guru (Y), ditolak, dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,059, masuk dalam tingkat hubungan sangat rendah dan nilai R-square (r2) sebesar 0,003 atau 0,3% yang berarti pengaruh gaya kepemimpinan leissez fire (X3) terhadap disiplin mengajar guru (Y) sebesar 0,3%. Selanjutnya, diduga terdapat pengaruh gaya kepemimpinan kepala sekolah secara bersamaan terhadap disiplin mengajar guru (Y) diterima, dengan nilai korelasi (r) sebesar 0,783 masuk pada tingkat hubungan yang kuat dan nilai R-square ( ) sebesar 0,613 atau 61,3% yang berarti pengaruh gaya kepemimpinan (X) terhadap disiplin mengajat guru (Y) sebesar 61,3% dan sisanya 38,7%.Kata kunci : Gaya Kepemimpinan dan Disiplin Mengajar
PENYALAHGUNAAN OBAT TRAMADOL DAN TRIHEXYPHENIDYL (STUDI KASUS PADA SISWA PENGGUNA DI KECAMATAN PAMBOANG KABUPATEN MAJENE) Nurjannah Nurjannah; A. Octamaya Tenri Awaru
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.111 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12209

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, Untuk mengetahui faktor penyebab penyalahgunaan Tramadol dan Trihexyphenidyl (THD) pada siswa Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene. Untuk mengetahui  dan dampak penyalahgunaan Tramadol dan Trihexyphenidyl (THD) pada siswa di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tipe deskriptif. Jumlah informan pada penelitian ini sebanyak 8 orang yang ditentukan melalui teknik teknik sampel bola salju (snowball sampling) dengan kriteria adalah  siswa yang pernah menyalahgunakan obat-obatan yang berada di Kecamatan Pamboang Kabupaten. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member check. Hasil penelitian menunjukkan bahawa: 1) faktor penyebab penyalahgunaan Tramadol dan Trihexyphenidyl (THD) pada siswa Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene lebih di sebabkan faktor dari tekanan kelompok sebaya menunjukkan bahwa siswa bergaul dengan teman sebayanya yang juga menyalahgunakan obat-obatan dan faktor kepribadian siswa yang labil, mau mencoba karena mudah diperoleh, harga murah serta pengawasan kurang dari BPOM sehingga lebih mudah terpengaruh untuk menyalahgunakan obat-obatan. 2) Dampak penyalahgunaan Tramadol dan Trihexyphenidyl (THD) pada siswa di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene di antaranya dampak fisik yaitu pemakai mengalami gangguan kesehatan seperti berat badan turun, mukanya pucat, sering lemas, dampak psikis yaitu fly(mabuk) yang menyebabkan siswa pemakai sulit berkonsentrasi, sering tegang dan gelisah serta dampak sosial yaitu pendidikan menjadi terganggu.
PREFERENSI ORANG TUA DALAM MENYEKOLAHKAN ANAKNYA DI DESA AMOLA KECAMATAN BINUANG KABUPATEN POLEWALI Nafa Urbach; Andi Agustang
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 3, November 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.457 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13363

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. 2) Dampak dari preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu orang tua yang memiliki anak perempuan dan laki-laki yang telah lulus pada sekolah tingkat menengah dan salah satunya lanjut ke perguruan tinggi. Jumlah informan sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif tipe deskriptif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan membercheck. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar adalah tidak adanya kemauan dari dalam diri anak untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, nilai-nilai patriarki yang dianut oleh masyarakat dan orang tua tidak memiliki biaya untuk melanjutkan sekolah anaknya. 2) Dampak dari preferensi orang tua dalam menyekolahkan anaknya di Desa Amola Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar yaitu seseorang hanya akan mampu mengerjakan hal-hal yang minim dan bagi anak perempuan hanya mampu mengerjakan pekerjaan dalam hal urusan domestik rumah tangga. Sedangkan bagi anak laki-laki hanya mampu bekerja pada ruang publik seperti bertani, berkebun maupun beternak.
POLA INTERAKSI SATU ARAH DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS XI IPS SMA NEGERI 6 MAKASSAR Herin, Grelsiana
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.699 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.3149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pola interaksi satu arah dalam proses pembelajaran, 2) Faktor penyebab guru menggunakan motode ceramah, 3) Upaya meningkatkan komunikasi dalam proses pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif tipe deskriptif. Jumlah informan sebanyak 10 orang. Teknik dalam menentukan informan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria yang digunakan yaitu guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu mereduksi data, mendisplay data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu Member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : 1) Pola interaksi satu arah menunjukkan bahwa guru memiliki peran yaitu : a.) sebagai fasilitator dilihat dari guru menentukan metode yang akan digunakan, b) sebagai organisator atau pengelola pembelajaran, yaitu guru menyiapkan konsep pembelajaran berupa RPP dan menyiapkan kelas yang kondusif sebelum memulai pembelajaran, c) sebagai pembawa cerita yaitu cara guru menarik perhatian siswa dengan memberikan cerita pendek berkaitan dengan materi pembelajaran. 2) faktor penyebab guru menggunakan metode ceramah yaitu : a) sumber pelajaran disekolah masih kurang, b) fasilitas pembelajaran yang kurang memadai, c) perbedaan peserta didik, d) kebiasaan guru. 3) Upaya meningkatkan komunikasi dalam pembelajaran yaitu : a) melalui penggunaan metode tanya jawab, b) melalui kerja sama kelompok, c) menciptakan suasana kelas yang kondusif dan, d) melalui persaingan atau kompetisi.  Kata kunci : pola interaksi satu arah
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN SOSIOLOGI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARTIKULASI DI SMAN 1 MARIORIWAWO KABUPATEN SOPPENG Hasniar Hasniar; Zainal Arifin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.638 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar sosiologi pokok bahasan masyarakat multikultural melalui model pembelajaran artikulasi di kelas XI IPS Rombongan Belajar Good SMAN 1 Marioriwawo. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 1 Marioriwawo. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI IPS rombongan belajar good yang berjumlah 25 orang siswa. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I sebanyak 2 kali pertemuan dan siklus II sebanyak 2 kali pertemuan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan memberikan tes prestasi belajar sosiologi siswa di setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil prasiklus ke siklus I dan siklus II terdapat peningkatan, pada tes prasiklus jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas adalah 1 orang atau 4%, nilai tidak tuntas pada prasiklus adalah 24 orang atau 96%, pada siklus I jumlah siswa yang mendapat nilai tuntas adalah 7 orang atau 28%, nilai tidak tuntas pada siklus I adalah 18 orang atau 72%, sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan nilai tuntas menjadi 22 orang atau 88%. Berdasarkan hasil tersebut, maka H1 diterima yaitu ada pengaruh model pembelajaran artikulasi terhadap prestasi belajar siswa kelas XI IPS rombongan belajar good SMAN 1 Marioriwawo Kabupaten Soppeng pada pelajaran sosiologi pokok bahasan masyarakat multikultural.  
INTERAKSI SOSIAL SISWA AKSELERASI DAN SISWA REGULER SMP NEGERI 2 PANGKAJENE KABUPATEN PANGKEP Fitriani M, Andi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3, Edisi 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.831 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v3i1.2338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk interaksi sosial serta faktor pendorong dan penghambat terjadinya interaksi sosial siswa akselerasi dan siswa reguler SMP Negeri 2 Pangkajene Kabupaten Pangkep. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purpsosive sampling dengan jumlah informan sebanyak 15 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Kerjasama antara siswa akselerasi dan siswa reguler terwujud dalam kelompok belajar bersama, keterlibatan kepanitian dalam kegiatan yang diselenggarakaan oleh pihak sekolah, serta satu team lomba sebagai perwakilan sekolah. Persaingan yang terjadi disebabkan jumlah siswa yang diikutkan lomba sebagai perwakilan sekolah lebih banyak dipilih dari kelas akselerasi sehingga muncul rasa cemburu pada siswa reguler. Kontravensi yang terjadi merupakan kontravensi yang sederhana berupa tindakan saling memaki baik itu dan melakukan tindakan protes. Serta terdapat konflik yang disebabkan oleh rasa iri maupun rasa tidak adil bagi siswa reguler karena tidak diperlakukan dengan sama oleh pihak sekolah. Sedangkan akomodasi yang digunakan ketika terjadi konflik ialah menggunakan toleransi. 2) Faktor yang mendorong terjadinya interaksi sosial ada tiga yaitu adanya kepentingan-kepentingan yang sama, adanya sebuah pekerjaan yang membutuhkan tenaga yang banyak serta adanya sikap keterbukaan. 3) Faktor penghambat terjadinya interaksi sosial ada dua yaitu kepadatan aspek akademik siswa akselerasi berupa pemberian tugas dari guru dan adanya label yang diberikan kepada siswa akselerasi sebagai siswa yang sombong, egois, dan bersikap semaunya sendiri.Kata Kunci: Interaksi Sosial Siswa Akselerasi Dan Siswa Reguler