cover
Contact Name
Andi Octamaya Tenri Awaru
Contact Email
sosialisasi99@gmail.com
Phone
+6285343665103
Journal Mail Official
a.octamaya@unm.ac.id
Editorial Address
Sosiology Education Study Program, Faculty of Social Science, Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Gunungsari Makassar, Indonesia, Telp/ Fax. (0411) 885105
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
ISSN : 23560886     EISSN : 27223086     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles 591 Documents
HUBUNGAN ANTARA LATAR BELAKANG PENDIDIKAN GURU, PENGALAMAN MENGAJAR DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI DI SMA NEGERI 1 SINJAI SELATAN Satriani Nurdin
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 1, Edisi 1, Juli 2014
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i1.2536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara latar belakang pendidikan guru, pengalaman mengajar dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi di SMA Negeri 1 Sinjai Selatan. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa (1) Terdapat hubungan antara latar belakang pendidikan guru dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Hal ini terbukti dari hasil analisis korelasi product moment, menunjukkan bahwa korelasi antara latar belakang pendidikan guru (variabel X1) dengan motivasi belajar siswa (variabel Y) dengan koefesien r = 0,631 dikonsultasikan pada tabel interpretasi nilai r berada pada interval 0,60 – 0,799 memiliki tingkat pengaruh yang kuat, (2) Terdapat hubungan antara pengalaman mengajar guru dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Hal ini terbukti dari hasil analisis korelasi product moment, menunjukkan bahwa korelasi antara pengalaman mengajar guru (variabel X2) dengan motivasi belajar siswa (variabel Y) dengan koefesien r = 0,585 dikonsultasikan pada tabel interpretasi nilai r berada pada interval 0,40 – 0,599 memiliki tingkat pengaruh yang sedang. (3) Terdapat hubungan antara latar belakang pendidikan guru, pengalaman mengajar dengan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Hal ini terbukti dari hasil analisis regresi linear berganda.. Kata kunci: Latar belakang pendidikan, pengalaman mengajar
PERAN KEGIATAN KELOMPOK BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 SUNGGUMINASA Ozakawaty, Okky; Torro, Supriadi
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 1, Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.998 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12212

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan kegiatan kelompok belajar dalam meningkatkan prestasi belajar  siswa dan kendala-kendala yang dihadapi dalam melakukan kegiatan kelompok belajar untuk meningkatkan prestasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Sungguminasa kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan penarikan informan dalam penelitian dilakukan dengan cara purposive sampling dengan kriteria siswa yang maksimal tiga kali seminggu mengikuti kegiatan kelompok belajar, informan penelitian ini sebanyak 11 siswa. Tehnik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) peran kegiatan kelompok belajar dalam menunjang prestasi belajar siswa sangat berpengaruh, Siswa yang aktif dalam kegiatan kelompok belajar memiliki prestasi yang lebih baik dari pada siswa yang memilih untuk belajar sendiri. Dimana nilai rapor rata-rata informan yang aktif dalam kegiatan kelompok belajar yaitu berada rata-rata 80 keatas, sedangkan nilai siswa yang kurang atau tidak aktif dalam kegiatan kelompok belajar yaitu rata-rata 77 kebawah. (2) Kendala-kendala dalam melakukan kegiatan kelompok belajar yaitu kelompok belajar bersifat eksklusif atau di dominasi siswa yang mampu, kepemimpinan yang menentukan keberhasilan kelompok, dan keaktifan siswa yang kurang.
PERILAKU SISWA BERPRESTASI TERHADAP TEMAN SEBAYA DI SMA NEGERI 2 SOPPENG Rahma Safitri; Muhammad Syukur; Muhammad Watif Massuanna
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 6 Edisi 3, November 2019
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.313 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.13366

Abstract

Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui faktor yang memengaruhi perilaku siswa berprestasi terhadap teman sebaya di SMA Negeri 2 Soppeng. 2) Untuk mengetahui dampak perilaku sosial siswa berprestasi terhadap teman sebaya di SMA Negeri 2 Soppeng. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Jumlah informan sebanyak 12 orang siswa. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria informan yaitu siswa SMA Negeri 2 Soppeng, siswa yang meraih juara umum 1-3 dalam bidang akademik kelas XI IPA dan IPS. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data diperoleh melalui tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data dengan menggunakan member check. Hasil penelitian ini menunjukkan bagian; 1) Faktor yang membentuk perilaku sosial siswa yang berprestasi yaitu (a) faktor perilaku dan karakter orang lain (b) faktor kognitif (c) faktor lingkungan (d) dan faktor latar budaya yang sesuai dengan pola pikir masyarat yang selama ini berkembang. 2) Dampak perilaku siswa berprestasi terhadap teman sebayanya yaitu (a) secara umum mereka dapat diterima (b) bergaul dalam hal-hal yang baik, (c) dari jurusan IPS terlihat lebih ramah dibanding dari jurusan IPA (d) kesemua siswa yang berprestasi memiliki rasa simpatik.
PERAN GURU SOSIOLOGI DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 LIUKANG TUPABBIRING KABUPATEN PANGKEP Makmur Makmur
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 1, Maret 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.748 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.3152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Peran guru sosiologi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Liukang Tupabbiring. 2) Faktor-faktor yang mendorong dan menghambat motivasi belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Liukang Tupabbiring. Jenis penelitian ini kualitaif dengan penentuan informan melalui teknik purposive sampling yang menentukan informan secara sengaja sesuai kebutuhan penelitian. Informan dalam peneltian ini adalah guru dan siswa SMA Negeri 1 Liukang Tupabbiring. Jumlah informan, yaitu sebanyak 8 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penilitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dengan tahapan mereduksi data, mendisiplaykan data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data  yaitu member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peran guru sosiologi dalam meningkatkan motivasi belajar siswa adalah menyusun perangkat pembelajaran seperti silabus dan RPP, memberikan tas, pulpen dan buku kepada siswa yang berprestasi, memberikan hukuman seperti berdiri di depan kelas, alpa walaupun hadir dan pemberian PR, menggunakan multi metode, seperti metode ceramah dan tanya jawab, metode diskusi, dan metode pemberian tugas, dan pemberian buku paket atau LKS dalam proses pembelajaran. 2) Faktor-faktor yang mendorong motivasi belajar siswa itu, adalah pemberian pujian/hadiah kepada siswa yang berprestasi, penggunaan metode mengajar yang bervariasi, dan ketepatan waktu mengajar guru. Sedangkan faktor-faktor yang menghambat motivasi belajar siswa itu, adalah lingkungan belajar yang tidak mendukung misalnya, penataan ruang kelas, sarana dan prasarana sekolah tidak memadai seperti meja dan kursi masih kurang, bermain handphone pada proses pembelajaran dan media pembelajaran power point belum diaplikasikan dalam proses belajar mengajar. Kata Kunci: Peran Guru Sosiologi dan Motivasi Belajar Siswa 
PERILAKU SOSIAL PENGAMEN PADA PELAJAR DI KOTA PALOPO Kardilla, Kardilla; Awaru, A. Octamaya Tenri
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 2, Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.605 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12234

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Alasan pelajar di Kota Palopo pergi mengamen; 2) Perilaku sosial pengamen pada pelajar di Kota Palopo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tipe deskriptif dengan teknik purposive sampling dengan kriteria informan pengamen yang masih berstatus sebagai pelajar. Informan dalam penelitian ini sebanyak 10 orang yang terdiri 4 siswa SD, 2 siswa SMP, dan 4 siswa SMA. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh, dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui tiga tahap yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Selanjutnya, teknik pengabsahan data menggunakan member check.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Alasan pelajar di Kota Palopo pergi mengamen karena adanya tiga hal yaitu adanya motivasi untuk hidup mandiri, pengaruh lingkungan teman sebaya, serta ingin menyalurkan bakat seni yang dimiliki. 2) Perilaku pengamen pada pelajar di Kota Palopo yaitu pergi ke sekolah dipagi hari sepulang sekolah mereka pergi mengamen. Mereka mengamen dari sore hari higga malam hari. Mereka termasuk pribadi-pribadi yang ramah dan suka bergaul dengan teman sebayanya yang terlihat saat mereka mengamen mereka meminta izin terlebih dahulu jika diizinkan mereka melanjutkan bernyanyi dan bermain gitar meskipun tidak diberikan imbalan mereka tetap tersenyum serta mereka peduli terhadap satu sama lain dalam hal bagi hasil yang mereka dapatkan yang digunakan untuk membeli air minum, somay dan juga rokok saat mereka mengamen karena mereka mengamen secara kelompok.
ANAK PUTUS SEKOLAH DI SEKITAR PELELANGAN IKAN DESA TAMASAJU KECAMATAN GALESONG UTARA KABUPATEN TAKALAR Nurfausia Nurfausia
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 3, Edisi 1, Maret 2016
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.678 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v3i1.2343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab anak putus sekolah di sekitar Pelelangan Ikan Desa Tamasaju Kecamatan Galesong Utara Kabupaten Takalar, dampak anak putus sekolah terhadap kehidupan sosial anak, dan upaya Dikbudpora UPTD Galesong Utara dalam menanggulangi anak putus sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1)faktor yang menyebabkan anak putus sekolah diantaranya (a) faktor dari dalam diri individu yang tidak mau bersekolah, menganggap mudahnya mendapat uang di Pelelangan Ikan dan (b) adanya faktor dari luar individu diantaranyakeluarga (kurangnya perhatian orang tua terhadap kalangsungan pendidikan anaknya, rendahnya tingkat pendidikan orang tua), faktor ekonomi, sekolah dan lingkungan sosial yang memberi pengaruh besar terhadap pendidikan seorang anak.2)Dampak putus sekolah terhadap kehidupan sosial anak di pelelangan ikan yakni (a) kehilangan akses untuk mengembangkan diri, (b)dibayar murah(eksploitasi ekonomi), (c)mengerjakan pekerjaan orang dewasa. 3)Upaya DIKBUDPORA UPTD Galesong Utara dalam menanggulangi anak putus sekolah adalah (a)program wajib belajar 12 tahun, (b)pendidikan gratis, (c)SMP Terbuka, dan (d)kejar paket ujian. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria anak putus sekolah dengan usia wajib belajar 12 tahun. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui tiga tahap yaitu reduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan.Kata Kunci: Anak Putus Sekolah
PERAN KELOMPOK SEKUNDER (GENG) SISWA DI SEKOLAH TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI SMA NEGERI 22 MAKASSAR Eka surianti; Supriadi Torro
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.296 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11790

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) peran kelompok sekunder (geng) siswa di sekolah terhadap kenakalan remaja di SMA Negeri 22 Makassar, 2) faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja pada siswa yang tergabung dalam kelompok geng di SMA Negeri 22 Makassar, dan 3) upaya yang dilakukan dalam menanggulangi tindak kenakalan remaja di SMA Negeri 22 Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 22 Makassar. Jumlah informan sebanyak 14 orang yang terdiri dari 12 orang siswa dan 2 orang guru Bimbingan dan Konseling. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purvosive  sampling dengan kriteria yang digunakan adalah siswa yang tergabung dalam anggota suatu kelompok sekunder (geng). Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peran kelompok sekunder (geng) siswa di sekolah terhadap kenakalan remaja yaitu peran pembentukan ikatan solidaritas dalam kelompok, peran imitasi atau meniru yaitu adanya peniruan yang dilakukan oleh anggota kelompok seperti cara berpakaian, tutur kata, dan tingkah laku, peran kekuasaan yaitu ditunjukkan dengan berusaha untuk mempertahankan daerah atau tempat berkumpul dengan anggota kelompok gengnya sehingga dengan bebas melakukan tindak kekerasan baik secara fisik maupun psikis. 2) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja yaitu adanya faktor internal yaitu adanya dorongan dalam diri seseorang yang karena ketidakmampuan seseorang berbaur dengan lingkungan sekitarnya sehingga melakukan perbuatan yang melanggar tata tertib dan menganggu lingkungan sekitarnya. Faktor eksternal yang meliputi keluarga, lingkungan, dan media. 3) upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kenakalan remaja yaitu tindakan preventif (pencegahan), tindakan represif (penindakan), dan tindakan kuratif (pembinaan). 
KINERJA GURU BK MENGHADAPI SISWA BERMASALAH DI SMK YPKK LIMBUNG KABUPATEN GOWA Amalia, Sri Wahyuni Reski; Ahmad, M. Ridwan Said
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 5 Edisi 3, November 2018
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.695 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana kinerja Guru BK menghadapi siswa bermasalah di SMK YPKK Limbung Kabupaten Gowa, 2) Faktor apa yang menghambat kinerja Guru BK menghadapi siswa bermasalah di SMK YPKK Limbung Kabupaten Gowa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik dalam menentukan informan menggunakan purposive sampling, dengan kriteria yaitu guru BK yang ada di SMK YPKK Limbung Kabupaten Gowa. Jumlah informan sebanyak 14 orang diantaranya guru BK sebanyak 3 orang, siswa sebanyak 10 orang dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan tahapan meeduksi data, mendisplaykan data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Kinerja guru BK menghadapi siswa bermasalah memang belum maksimal walaupun aktivitas-aktivitas kerja sudah dilakukan dari segi menasehati, mengarahkan, membimbing, melakukan kunjungan rumah, memberikan surat panggilan orang tua, dan tanda tangan diatas materei, tapi terbukti pelanggaran-pelanggaran itu masih terjadi berulang-ulang. 2) Faktor penghambat Kinerja guru BK mengahadapi siswa bermasalah antara lain karena guru BK yang ada di SMK YPKK Limbung bukan berlatar belakang Bimbingan dan Konseling dan tidak sesuai dengan profesi yang dimiliki sebagai guru BK akan tetapi berprofesi sebagai guru bidang studi yang hanya diangkat oleh kepala sekolah untuk menjabat sebagai guru BK, selain itu kurangnya sarana dan prasarana yang bisa membantu mereka melaksanakan tugasnya sebagai guru BK seperti dari segi sarana tidak tersedianya komputer di ruangan BK, kemudian dari segi prasarana ruangan BK yang ada di SMK YPKK Limbung sempit sehingga hanya bisa melayani beberapa siswa saja.
PARTISIPASI ORANGTUA DALAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) DI DESA MALIMONGENG KECAMATAN SALOMEKKO KABUPATEN BONE Abdul Rasyid
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 2, Edisi 2, Juli 2015
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.792 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v2i2.2538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bentuk partisipasi orangtua dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) di Desa Malimongeng Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone. 2) faktor-faktor  yang berpengaruh pada partisipasi orangtua dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) di Desa Malimongeng Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriftif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu suatu penentuan informan berdasarkan tujuan atau pertimbangan tertentu. Informan dalam penelitian ini adalah orang tua, guru/pengajar, kepala sekolah dan kepala Desa Malimongeng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Bentuk partisipasi orangtua dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) di Desa Malimongeng Kecamatan Salomekko Kabupaten Bone yaitu, mengikutkan anaknya dalam program PAUD, kontribusi pemikiran, tenaga, waktu dan dana untuk peningkatan mutu pendidikan, menjalin komunikasi yang baik dengan pengajar/pendidik PAUD dan memberi motivasi serta kepedulian terhadap pendidikan anak, 2) faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi orangtua yaitu: a) tidak ada waktu untuk jaga anak, orangtua tidak punya waktu untuk mengurus anak terutama mengantar dan menjemput anak di sekolah, b) faktor geografis masyarakat yang tinggal diperbukitan memiliki jarak yang cukup jauh dari sekolah dan tidak memiliki kendaraan sehingga sulit menempuh perjalanan, c) faktor ekonomi, keadaan ekonomi keluarga ini telah menyita dan membuang energi orang tua untuk hal pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan perhatian mereka tidak terpusat untuk terlibat menolong anak pada proses pendidikannya.Kata Kunci: Partipasi Orang Tua, Pendidikan Anak Usia Dini.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION PADA MATA PELAJARAN SOSIOLOGI SEMESTER II SISWA KELAS XI IIS 2 SMAN 3 MAROS Madjid, Misriah; Arifin, Zainal
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 Edisi 3 November 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.663 KB) | DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.12107

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar melalui model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada mata pelajaran sosiologi semester II siswa kelas XI IIS 2 SMAN 3 Maros. Teknik pengumpulan data melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IIS 2 SMAN 3 Maros seba nyak 30 siswa yang terdiri dari 17 siswa laki-laki dan 13 perempuan, tahun ajaran 2016/2017 semester genap pada mata pelajaran sosiologi pokok bahasan integrasi dan reintegrasi. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus, masing-masing siklus melalui 4 tahap yaitu, perencanaan, pekasanaan, observasi, dan refleksi. Data yang diperoleh peneliti diolah dengan menggunakan analisis  kuantitatif deskriptif untuk mengetahui peningkatan hasil belajar sosiologi pokok bahasan integrasi dan reintegrasi pada siswa kelas XI IIS 2 SMAN 3 Maros melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada pratindakan adalah 46,10 sedangkan nilai presentasi ketuntasannya 7%. Pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar siswa menjadi 77,87 sedangkan nilai presentasi ketuntasan hasil belajar pada siklus I adalah 77%, namun setelah dilakukan perbaikan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata hasil belajar 86,50, atau 97%. Jadi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada mata pelajaran sosiologi pokok bahasan integrasi dan reintegrasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IIS 2 SMAN 3 Maros. Berdasarkan hasil tersebut maka, hipotesis tindakan pada penelitian ini yaitu Jika model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation diterapkan dalam mata pelajaran sosiologi semester II, maka hasil belajar siswa kelas XI IIS 2 SMAN 3 Maros akan meningkat, dinyatakan diterima.