cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
TINDAK TUTUR DIREKTIF PADA DIALOG FILM SURGA YANG TAK DIRINDUKAN 2 SUTRADARA HANUNG BRAMANTYO DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA PADA SISWA KELAS XI SMA Anissa Nur Latifah; Mohammad Fakhrudin; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.741 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk tindak tutur direktif, (2) mendeskripsikan relevansi tindak tutur direktif dalam dialog film Surga yang Tak Dirindukan 2 Sutradara Hanung Bramantyo dengan pembelajaran kete­rampilan mendengarkan tindak tutur direktif pada siswa kelas XI semester 2 SMA, dan (3) mendeskripsikan skenario pembelajaran keterampil­an mendengarkan tindak tutur direktif dengan media film Surga yang Tak Dirindukan 2 Sutradara Hanung Bramantyo pada siswa kelas XI semester 2 SMA.Objek penelitian ini adalah tuturan pada tokoh film Surga yang Tak Dirindukan 2 Sutradara Hanung Bramantyo, dengan fokus penelitian tindak tutur direktif menurut teori Ibrahim. Dalam penelitian ini digunakan teknik pengumpulan data simak bebas libat cakap;teknik analisis data daya pilah pragmatis; dan penyajian hasil analisis data dengan menggunakan teknik penyajian hasil analisis informal.Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah (1) jenis dan fungsi tindak tutur direktif pada film Surga yang Tak Dirindukan 2 Sutradara Hanung Bramantyo; (2) relevansi tindak tutur direktif dalam dialog film Surga yang Tak Dirindukan 2 Sutradara Hanung Bramantyo dengan pembelajaran kete­rampilan mendengarkan tindak tutur direktif pada siswa kelas XI semester 2 SMA; (3) skenario pembelajaran keterampilan mendengarkan dengan media film dengan materi tindak tutur langsung dan tidak langsung pada film Surga yang Tak Dirindukan 2 Sutradara Hanung Bramantyo di kelas XI SMA menggunakan model pembelajaran Discovery Learning. Langkah-langkah pembelajarannya: (a) siswa mengamati materi mengenai tuturan langsung dan tidak langsung yang disampaikan oleh guru; (b) siswa mendengarkan tuturan yang terdapat dalam film Surga yang Tak Dirindukan 2 Sutradara Hanung Bramantyo; (c) siswa bertanya pada guru mengenai materi yang belum dipahami; (d) siswa mendiskusikan informasi yang diperoleh mengenai tuturan langsung dan tidak langsung berdasarkan jenis dan fungsinya yang terdapat dalam karya sastra; (e) siswa menulis dan menyiapkan hasil diskusi; dan (f) siswa mempresentasikan hasil diskusi mengenai tuturan langsung dan tidak langsung dan melakukan tanya jawab dengan kelompok lain.   Kata Kunci: tindak tutur direktif, film, skenario pembelajaran
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL CINTA DI DALAM GELAS KARYA ANDREA HIRATA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE KUANTUM PADA SISWA KELAS XII SMA Dita Egarlia; Sukirno Sukirno; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.482 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajarannya dengan metode kuantum di kelas XII SMA. Subjek penelitian ini adalah novel Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata (CDDG). Objek penelitian ini adalah nilai moral novel CDDG.. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Teknik yang digunakan penulis untuk menyajikan hasil analisis adalah teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel CDDG digolongkan menjadi (a) tema mayor: perjuangan untuk dihargai sebagai perempuan, sedangkan tema minor: masalah perjuangan seorang perempuan, dan masalah persamaan hak; (b) tokoh dan penokohan dalam novel tersebut tokoh utama: Maryamah (sabar, baik, dan rendah hati) dan Matarom (jahat, pintar, dan sombong), sedangkan tokoh tambahan: Ania, Selamot, Detektif M Nur, Paman, Sersan Kepala, Alvian, dan Mitoha; (c) alur: alur maju;(d) latar terdiri atas latar tempat: Tanjong Pandan, Pasar Ikan, Warung Kopi, Warung Sayur; latar waktu: pagi, sore, malam; latar suasana: sedih, menegangkan, bahagia; latar sosial: keyakinan masyarakat Melayu terhadap ilmu hitam; (e) sudut pandang yang digunakan dalam novel ini adalah sudut pandang persona ketiga dia mahatahu; (f) amanat: belajar untuk mencapai kesuksesan; (2) nilai moral novel CDDG karya Andrea Hirata meliputi tiga hal pokok yaitu (a) nilai moral hubungan manusia dengan dirinya sendiri terdiri atas: sabar, pekerja keras, berfikir cerdas, berpendirian teguh, dan pantang menyerah, (b) nilai moral hubungan manusia dengan manusia lain terdiri atas: memuji, berbakti kepada kedua orang tua, dan tolong menolong, (c) nilai moral hubungan manusia dengan Tuhan-Nya terdiri atas: larangan memandang lawan jenis, menyebut nama Tuhan, berdoa, dan salat; (3) rencana pelaksanan pembelajaran novel Cinta di Dalam Gelas karya Andrea Hirata dengan metode kuantum di kelas XII SMA dilaksanakan dengan kurikulum 2013. Novel tersebut dapat digunakan sebagai bahan apresiasi sastra di SMA, dengan KD 3.1 Menganalisis isi dan kebahasaan novel. Langkah-langkah pembelajarannya meliputi enam pokok yang dikenal dengan istilah TANDUR, yaitu tumbuhkan, alami, namai, demontrasi, ulangi, dan rayakan.   Kata kunci: nilai moral, novel, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, metode kuantum
PENDIDIKAN KARAKTER LIRIK LAGU METROPOLUTAN, OVER KONSUMSI, DAN ORANGUTAN KARYA NAVICULA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS X SMA Evi Setianingsih; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.29 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) pembacaan heuristik dan hermeunetik, (2) struktur batin, (3) pendidikan karakter, dan (4) rencana pelaksanaan pembelajaran lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula di kelas X SMA. Sumber data penelitian ini adalah lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula, fokus penelitiannya adalah pembacaan heuristik dan hermeunetik, struktur batin, pendidikan karakter, dan rencana pelaksanaan pembelajaran lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula di kelas X SMA, teknik pengumpulan datanya adalah teknik simak, pustaka, dan catat, menggunakan teknik analisis isi, dan teknik penyajian hasil analisis teknik informal. Dari analisis data disimpulkan bahwa (1) melalui pembacaan heuristik dan hermeunetik lirik lagu Metropolutan diperoleh makna persoalan lingkungan kota, melalui pembacaan heuristik dan hermeunetik lirik lagu Over Konsumsi diperoleh makna persoalan lingkungan global, melalui pembacaan heuristik dan hermeunetik lirik lagu Orangutan diperoleh makna persoalan eksploitasi orangutan, (2) struktur batin lirik lagu Metropolutan, yaitu tema permasalahan lingkungan, perasaan geram, marah dan resah, nada sinis, suasana penuh perenungan, serta amanat menjaga lingkungan, peduli sosial, dan tertib. Struktur batin lirik lagu Over Konsumsi, yaitu tema permasalahan lingkungan, perasaan sayang, nada memelas, suasana hati iba, amanat cinta tanah air, cinta lingkungan, bersahabat, dan mandiri. Struktur batin lirik lagu Orangutan, yaitu tema eksploitasi orangutan, perasaan terenyuh, nada sinis, suasana penuh perenungan, dan amanat peduli lingkungan dan tanggung jawab, (3) pendidikan karakter lirik lagu Metropolutan, yaitu peduli lingkungan, peduli sosial, disiplin, demokratis, tanggung jawab, dan cinta tanah air, pendidikan karakter lirik lagu Over Konsumsi, yaitu cinta tanah air, peduli sosial, tanggung jawab, bersahabat, semangat kebangsaan, peduli lingkungan, dan mandiri, pendidikan karakter lirik lagu Orangutan, yaitu peduli lingkungan dan tanggung jawab, (4) rencana pelaksanaan pembelajaran lirik lagu Metropolutan, Over Konsumsi, dan Orangutan karya Navicula meliputi identitas sekolah, kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator pembelajaran, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, media belajar, dan penilaian.   Kata kunci: pendidikan karakter, lirik lagu, pembelajaran puisi di SMA
ANALISIS SOSIOLOGI SASTRA NOVEL ANAK RANTAU KARYA AHMAD FUADI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE PROBLEM SOLVING DI KELAS XII SMA Nurul Fatimah; Sukirno Sukirno; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.172 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) unsur intrinsik novel; (2) aspek-aspek sosiologi sastra; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi dengan metode problem solving di kelas XII SMA. Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif, subjek penelitian ini adalah teks novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Objek penelitian ini adalah analisis sosiologi sastra novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Fokus penelitian ini adalah kajian analisis unsur intrinsik, sosiologi sastra, dan rencana pelaksanaan pembelajarannya dengan metode problem solving di kelas XII SMA. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi adalah teknik analisis isi. Teknik yang digunakan untuk penyajian hasil analisis adalah menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan: (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi meliputi enam unsur yaitu (a) tema: petualangan Hepi di kampung Minang, (b) tokoh dalam novel ini dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama: Hepi, tokoh tambahannya: Martiaz, Attar, Zen, Kakek Hepi (Datuk Marajo), Pandeka Luko, dan Lenon. (c) alur: gabungan, (d) latar dalam novel Anak Rantau terdiri dari latar tempat: Minang, Padang, Jakarta, Rumah, Surau, Sekolah, Lapangan, dan Lapau. Latar waktu: pagi, siang, sore, malam, hari Jumat, hari Minggu, dan tahun 1914. Latar susana: kaget, tegang, ramai, sedih, senang, dan ketakutan, dan latar sosial: budaya Minang, (e) sudut pandang: sudut pandang orang ketiga serba tahu, (f) amanat yang diambil dari novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi adalah bolehlah kita merantau asalkan jangan lupakan kampung halaman dan jauhi sesuatu yang merusak hidup kita; (2) aspek-aspek sosiologi sastra yang terdapat dalam novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi digolongkan menjadi tujuh yaitu: (a) kekerabatan, (b) cinta kasih, (c) ekonomi, (d) moral, (e) pendidikan, (f) agama, serta (g) politik, dan; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi di kelas XII SMA menggunakan metode Problem Solving dengan langkah menemukan masalah, identifikasi masalah, merancang alternatif, membuat penilaian dan keputusan, dan evaluasi dan pengujian solusi. Kata kunci: sosiologi sastra, novel Anak Rantau, Rpp, metode problem solving.
NILAI MORAL DALAM NOVEL BAIT-BAIT MULTAZAM KARYA ABIDAH EL KHALIEQY DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS XII SMA Fitria Farrohmah; Sukirno Sukirno; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.485 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral novel Bait-Bait Multazam (BBM) Karya Abidah El Khalieqy, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan model discovery learning sastra dalam novel BBM di kelas XII SMA. Sumber data diperoleh dari novel BBM. Fokus penelitian ini berupa nilai moral yang terdapat pada novel BBM. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pustaka. Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik yang terdapat dalam novel BBM terdiri atas (a) tema: perjalanan dan usaha Henry mempelajari Islam sebagai pedoman hidupnya yang baru; (b) tokoh dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama: Hilya berwatak setia kawan dan rasa ingin tahu yang tinggi, tokoh tambahan: Henry, Nina, Ibu Henry, tante Henry, Martha, Edward, Jonathan, Bang Muhsin, Yusuf Buluthu; (c) alur campuran; (d) latar terdiri atas latar tempat: Arab Saudi, Kedai Albaik, pinggiran toko, masjid, Tanah Haram, sekretariat haji, Mall Sarep Sittin, hotel, lobi, Toko Baba Hamed, tepian laut merah, latar waktu: pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, setelah satu jam, beberapa menit kemudian, beberapa saat kemudian, pagi setengah siang, dan dua puluh delapan tahun silam, sedangkan latar sosial: adat pernikahan masyarakat Batak, adat Batak Kristiani, dan hukum bagi kaum perempuan di Saudi; (e) sudut pandang persona ketiga “Aku” serbatahu; (2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: beribadah, berdoa, muallaf, dan mengaji; (b) hubungan manusia dengan dirinya sendiri meliputi: percaya diri, sabar, tekun, dan kesepian; (c) hubungan manusia dengan manusia lain, meliputi: peduli, tolong menolong, memuji, kasih sayang; (d) hubungan manusia dengan alam sekitar: memuji keindahan panorama semesta dan buatan manusia; dan (3) Rencana pelaksanaa pembelajaran novel dengan materi nilai moral pada novel BBM di Kelas XII SMA  berfokus pada aspek membaca. Pembelajaran sastra novel C2K dilaksanakan satu minggu ada dua kali pertemuan dengan sekali pertemuan waktunya dua jam (2 x 45 menit) sesuai dengan silabus. Model  pembelajaran adalah discovery learning berbasis saintifik yang dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab, diskusi dan pemberian tugas. Kata kunci: nilai moral, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM DIALOG FILM ALIF LAM MIM SUTRADARA ANGGY UMBARA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE INKUIRI DI KELAS XI SMA Hamid Pamungkas; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.277 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara, (2) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan metode inkuiri di kelas XI SMA. Sumber penelitian ini film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara, objek penelitian ini tindak tutur direktif dalam dialog film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, studi pustaka dan teknik catat. Analisis data menggunakan analisis padan. Penyajian hasil menggunakan teknik informal. Berdasarkan data dan pembahasannya, disimpulkan bahwa (1) bentuk-bentuk tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara meliputi permintaan, pertanyaan, perintah, larangan, dan nasihat. Selanjutnya, bentuk tindak tutur direktif pemberian izin tidak ditemukan dalam film Alif Lam Mim sutradara Anggy Umbara dan (2) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah metode Inkuiri. Kompetensi Dasar 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton. Adapun langkah-langkah rencana pelaksanaan pelaksanaan pembelajaran tersebut, antara lain: (1) pendidik menjelaskan tujuan pembelajaran, (2) pendidik menyampaikan materi tindak tutur direktif, (3) peserta didik berkelompok, (4) peserta didik berdiskusi dan menganalisis mengenai tindak tutur direktif dalam film Alif Lam Mim, (5) peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok, peserta didik menanggapi, dan pendidik bersama peserta didik menyimpulkan hasil pembelajaran. Kata kunci: tindak tutur direktif, film, RPP, dan metode inkuiri
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KUANTUM TERHADAP MOTIVASI BELAJAR DAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN PADA SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 GOMBONG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Koko Nur Ramdan; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.751 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan informasi: (1) pengaruh metode pembelajaran kuantum terhadap motivasi belajar siswa kelas XI yang termasuk kelas eksperimen SMK Negeri 1 Gombong Tahun Pelajaran 2017/ 2018; (2) pengaruh metode pembelajaran kuantum terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 1 Gombong Tahun Pelajaran 2017/2018; (3) perbandingan keterampilan menulis cerpen pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Gombong Tahun Pelajaran 2017/2018 yang diajar dengan metode pembelajaran kuantum dengan siswa yang diajar dengan metode konvensional. Subjek penelitian diperoleh melalui teknik purposive sampling yang terdiri dari 36 siswa kelas XI TPB (kelas eksperimen) dan 36 siswa kelas XI TPC (kelas kontrol) di SMK Negeri 1 Gombong. Pengumpulan data didapat dari tes (pretest dan posttest) dan nontes (angket). Kelas eksperimen mendapat perlakuan metode pembelajaran kuantum sebelum melakukan posttest. Koefisien reliabilitas instrumen adalah 0.906. Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini disimpulkan (1) Terdapat pengaruh positif penggunaan metode pembelajaran kuantum terhadap motivasi belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Gombong. Hal ini dibuktikan dengan enam indikator dalam motivasi belajar berubah yang sebelumnya rata-rata berada pada skala 3 (ragu-ragu) menjadi skala 4 (setuju); (2) Terdapat pengaruh positif setelah penggunaan metode pembelajaran kuantum terhadap keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI SMK Negeri 1 Gombong. Hal ini dibuktikan dengan nilai yang didapat dari pretest dan posttest kelas eksperimen Sig. 0.083 dan 0.103, sedangkan pretest dan posttest kelas kontrol Sig. 0.065 dan 0.71 terdistribusi normal (nilai Sig > 0.05). Nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar (72.1) meningkat menjadi (80.5) pada nilai rata-rata posttest dan berdasarkan uji paired sample test diperoleh (thitung (-5.004) < -ttabel (-1.684); (3) Keterampilan menulis cerpen siswa yang diajar dengan metode pembelajaran kuantum lebih baik daripada keterampilan menulis cerpen siswa yang diajar dengan metode konvensional. Hal ini dibuktikan dengan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen yang diajar menggunakan metode pembelajaran kuantum (80.5) lebih baik dibandingkan rata-rata nilai  kete-rampilan menulis cerpen yang diajar menggunakan metode konvensional (67.8) dan berdasarkan uji paired sample test diperoleh (thitung (-9.228) < -ttable (-1.684). Kata Kunci: metode pembelajaran kuantum, motivasi belajar siswa, menulis cerpen
NILAI PENDIDIKAN KARAKTER NOVEL DALAM SUJUD, DIA MENYENTUHKU KARYA FAHRI F. FATHONI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE TANDUR DI KELAS XI SMA Leni Nurmaningtias; Sukirno Sukirno; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.846 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik; (2) nilai pendidikan karakter; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Dalam Sujud, Dia Menyentuhku karya Fahri F. Fathoni dengan metode tandur di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini adalah novel Dalam Sujud, Dia Menyentuhku karya Fahri F. Fathoni. Objek penelitiannya yakni nilai pendidikan karakter dengan fokus penelitian pada unsur intrinsik, nilai pendidikan karakter, dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik studi pustaka dan teknik catat. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan bantuan kartu pecatat data. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi (content analysis). Teknik yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data adalah teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel, yaitu (a) tema: perjuangan menjalani liku-liku kehidupan; (b) tokoh utama: Layla Qonita (jujur, peduli, dan tulus) dan tokoh tambahan: Musthofa (bertanggungjawab, ikhlas, dan selalu bersyukur); Niza (setia kawan dan pantang menyerah); Bu Fatimah (baik hati dan penyayang); Pak Timo dan Bu Farah (pembohong); Paman Handri (kejam dan perlakuannya kasar);  Mbok Ijah (peduli); Pak Kiai Sutomo (peduli dan tamak); Bu Nyai Fadilah (penyayang dan egois); Syaiful (tegar dan peduli); dan Azizah (tegar dan solidaritas tinggi); (c) alur berdasarkan urutan waktunya: maju (Progresif); berdasarkan jenisnya: maju; berdasarkan cara mengakhiri cerita: alur tertutup; berdasarkan kualitasnya: alur longgar; dan berdasarkan kuantitasnya: alur tunggal; (d) unsur latar: (1) latar tempat di gubuk, kamar, desa Nagasari dan Sekarsuli, Masjid Al-Fath, dan rumah Layla; (2) latar waktu malam hari, siang hari, pagi hari, dan sore hari; (3) latar sosial: mengajar mengaji dan kegiatan desa Nagasari dan Sekarsuli; (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (f) gaya bahasa yang pengarang gunakan, yakni personifikasi dan metafora; dan (g) amanat: janganlah memperalat anak sebagai alat pemuas kekuasaan, serta hiduplah dengan rasa syukur, ikhlas, dan sabar meskipun kehidupan kita penuh dengan cobaan; (2) nilai pendidikan karakter yang terdapat pada novel Dalam Sujud, Dia Menyentuhku, yaitu (a) religius; (b) jujur; (c) disiplin; (d) kerja keras; (e) mandiri; (f) demokratis; (g) rasa ingin tahu; (h) komunikatif; (i) cinta damai; (j) gemar membaca; (k) peduli sosial; dan (l) tanggung jawab; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran: (a) menyampaikan KD, indikator, materi, tujuan, dan langkah pembelajaran; (b) melaksanakan pembelajaran menggunakan metode tandur yaitu tumbuhkan, alami, namai, demonstrasikan, ulangi, dan rayakan; (c) merefleksi kembali hasil pembelajaran dengan tanya jawab dan menutup pembelajaran; (d) penilaian hasil pembelajaran: tes tulis (uraian) dan tes praktik-proyek. Kata kunci: nilai pendidikan karakter, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran.
ANALISIS NILAI SOSIOLOGI SASTRA NOVEL HUJAN BULAN JUNI KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE KOOPERATIF PADA SISWA KELAS XII SMA Lia Rosdiana; Sukirno Sukirno; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.502 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) aspek sosiologi sastra, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan metode kooperatif di kelas XII SMA. Subjek penelitian ini berupa novel Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono. Objek penelitian yang diteliti adalah aspek-aspek sosiologi sastra. Fokus penelitian ini adalah aspek-aspek sosiologi sastra dan rencana pelaksanaan pembelajarannya dengan metode kooperatif di kelas XII SMA. Dalam pengumpulan data digunakan teknik pustaka. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Dalam penyajian hasil analisis data digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik meliputi: (a) tema: hubungan sepasang kekasih yang terhalang karena perbedaan, (b) tokoh utama: Sarwono dan Pingkan, tokoh tambahan: bu Pelenkahu, Toar, Tante Heny, Ayah Sarwono, dan Ibu Sarwono, (c) alur: campuran, (d) latar terdiri dari: latar waktu meliputi: pagi, siang, sore, malam, bulan Juni; latar tempat antara lain: Yogyakarta, Menado, Jakarta, Kampus UI, Hotel, Solo, Keraton Kasunanan, Mesjid Gedhe, Rumah Pingkan, Mall, Bandara, Kyoto, Rumah Sakit; latar sosial: keyakinan dan keakraban masyarakat Jawa dengan masyarakat Menado, (d) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (2) aspek sosiologi sastra meliputi: (a) aspek kekerabatan terdiri dari: kekerabatan dan rasa peduli terhadap sahabat, dan kekerabatan orang tua dengan anaknya, (b) aspek pendidikan meliputi: pendidikan formal di perguruan tinggi yang didapatkan oleh Sarwono, Pingkan, dan Toar, (c) aspek perekonomian meliputi: Sarwono dan keluarganya tergolongan ekonomi menengah ke bawah, dan kerja keras seorang anak demi membantu perekonomian keluarganya, (d) aspek cinta kasih antara lain: cinta kasih orang tua kepada anaknya, dan cinta kasih antara Pingkan dengan Sarwono, (e) aspek moral terdiri dari: bekerja keras untuk mencapai cita-cita, bertanggung jawab dalam bekerja, bersyukur, rajin dan taat beribadah; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran dengan metode kooperatif di kelas XII SMA dilaksanakan menggunakan kurikulum 2013. Kompetensi dasar yang digunakan yaitu 3.9 Menganalisis isi dan kebahasaan novel. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode kooperatif. Langkah-langkah pembelajaran terdiri dari: (a) kegiatan awal; (b) kegiatan inti meliputi: mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar, membimbing kelompok bekerja dan belajar, dan presentasi kelas; (c) kegiatan akhir.   Kata kunci: aspek-aspek sosiologi sastra, novel, rencana pelaksanaan pembelajaran.
ANALISIS TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM FILM PERTARUHAN SUTRADARA KRISHTO DAMAR ALAM DAN SKENARIO PEMBELAJARAN MENDENGARKAN KELAS XI SMK Lisa Dian Pertiwi; Mohammad Fakhrudin; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.14 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) wujud tindak tutur direktif yang ada dalam film Pertaruhan Sutradara Krishto Damar Alam dan (2) skenario pembelajaran men­dengarkan dengan media film Pertaruhan Sutra­dara Krishto Damar Alam di kelas XI SMK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah Film Pertaruhan Sutradara  Krishto Damar Alam. Objek penelitian ini adalah tindak tutur direktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan simak catat. Instrumen yang digunakan adalah penulis sendiri selaku peneliti sebagai instrument utama dibantu dengan alat pencatat data. Teknik analisis data yang digunakan adalah daya pilah pragmatik. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa (1) wujud tindak tutur direktif dalam film Pertaruhan sutradara Kristho Damar Alam terdiri dari: (a) jenis permintaan sebanyak 17 tuturan; (b) jenis pertanyaan sebanyak 7 tuturan; (c) jenis perintah sebanyak 6 tuturan; (d) jenis melarang sebanyak 3 tuturan; (e) jenis pemberian izin sebanyak 3 tuturan; (f) jenis nasihat sebanyak 6 tuturan; (2) skenario pembelajaran keterampilan mendengarkan dengan media film dengan materi tindak tutur langsung dan tidak langsung pada film Pertaruhan sutradara Kristho Damar Alam di kelas XI SMK menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning. Langkah-langkah pem­belajaran mendengarkan dengan media film Pertaruhan sutradara Kristho Damar Alam di kelas XI SMK sebagai berikut: (a) peserta didik mengamati materi mengenai tuturan langsung dan tidak langsung yang disampaikan oleh pendidik; (b) peserta didik mendengarkan tuturan yang terdapat dalam film Pertaruhan sutradara Kristho Damar Alam; (c) peserta didik bertanya pada pendidik mengenai materi yang belum dipahami; (d) peserta didik mendiskusikan informasi yang diperoleh mengenai tuturan langsung dan tidak langsung berdasarkan jenis dan fungsinya yang terdapat dalam karya sastra; (e) peserta didik menyiapkan hasil diskusi; (f) peserta didik mem­presentasi­kan hasil diskusi mengenai tuturan langsung dan tidak langsung dan melakukan tanya jawab dengan kelompok lain; dan (g) peserta didik dibantu oleh pendidik untuk membuat kesimpulan tentang tuturan langsung dan tidak langsung. Kata Kunci: Tindak tutur diektif, film, skenario pembelajaran

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue