cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN LOKUSI TOKOH UTAMA DALAM FILM SURGA YANG TAK DIRINDUKAN SUTRADARA KUNTZ AGUS DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Fitri Azizah; Bagiya Bagiya; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.549 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) macam-macam kategori tindak tutur ilokusi dan lokusi, (2) wujud tindak tutur ilokusi dan lokusi, dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur ilokusi dan lokusi tokoh utama dengan menggunakan media film Surga Yang Tak Dirindukan di kelas XI SMA. Peneliti-an ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah film Surga Yang Tak Dirindukan. Objek penelitian ini berupa tindak tutur ilokusi dan lokusi. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu dengan pencatat data. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah metode padan. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) tindak tutur lokusi yang digunakan tokoh utama dalam Film Surga Yang Tak Dirindukan terdiri atas asertif (7 tuturan), direktif (7 tuturan), komisif (1 tuturan), ekspresif (2 tuturan), dan deklaratif (2 tuturan), dan tindak tutur lokusi yang digunakan tokoh utama dalam film Surga Yang Tak Dirindukan terdiri dari memberikan informasi (1 tuturan), (2) wujud tindak tutur ilokusi dan lokusi yang digunakan tokoh utama dalam film Surga Yang Tak Dirindukan adalah tuturan langsung dan tidak langsung, dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur ilokusi dan lokusi yang dikaitkan dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara dengan media film Surga Yang Tak Dirindukan kelas XI SMA dengan menggunakan metode discovery learning. Langkah-langkah pembelajarannya: (a) pendidik menyampaikan materi, (b) pendidik menyediakan film Surga Yang Tak Dirindu-kan sutradara Kuntz Agus untuk disaksikan oleh peserta didik, (c) peserta didik mengidentifikasi dan menganalisis tindak tutur ilokusi dan lokusi, (d) pendidik memintra peserta didik untuk mempresentasikan hasil diskusi dan kelompok lain diminta untuk menanggapi, (e) pendidik memberikan penguatan, kesimpulan bersama, dan evaluasi.   Kata kunci: tindak tutur ilokusi, lokusi, film, skenario pembelajaran.
PENGGUNAAN MAJAS DALAM NOVEL CINTA DI UJUNG SAJADAH KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Fitriyani Fitriyani; Bagiya Bagiya; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.012 KB)

Abstract

ABSTRAK:Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur intrinsik; (2) penggunaan majas, dan (3) skenario pembelajaran novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia di Kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah penggunaan majas yang terdapat dalam novel Cinta di Ujung.Instrumen penelitian yang digunakan adalah peneliti sendiri dengan bantuan kartu pencatat data.Sumber data penelitian terdiri atas: sumber data primer novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia, sumber data sekunder penelitian ini meliputi kutipan majas dalam novel Cinta di Ujung Sajadahdan buku-buku referensi.Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan metode observasi dan teknik catat.Dalam analisis data digunakan content analysis. Hasil analisis disajikan dengan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik novel yang terdiri atas: (a) tokoh utama: Cinta (baik, tidak mudah menyerah, dan sabar), (b) tokoh tambahan: Mbok Nah (penuh kasih sayang dan perhatian), Anggun (kasar, ketus, dan iri hati), Cantik(suka mempercantik diri dan pemarah), Makky(perhatian), Aisyah(suka makan dan perhatian),Neta(baik dan perhatian), Adji (suka menolong dan perhatian),dan Sahabat Ayuningsih (tenang), (c) alur: alur maju, (d) latar waktu: pagi, siang, dan malam, latar tempat: stasiun, bus, dan rumah sederhana, latar suasana: menegangkan dan menyedihkan, (e) sudut pandang: orang ketiga serba tahu; (2) majas dalam novel terdiri atas; (a) majas perbandingan: hiperbola, metonomia, personifikasi, perumpamaan atau simile, metafora, alusio, dan eufimisme, (b) majas perulangan: anataklasis, aliterasi, dan retoris, (c) majas sindiran: satire, sarkasme, dan sinisme, (d) majas pertentangan: paradoks, antitesis, dan aksimoron; (3) skenario pembelajaran novel Cinta di Ujung Sajadah karya Asma Nadia dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel. Model pembelajaran yang digunakan adalah model discovery learning. Metode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, dan penugasan. Langkah-langkah pembelajaran; (a) stimulation (pemberi rangsangan), (b) problem statement (identifikasi masalah), (c) data collection (pengumpulan data), (d) data processing (pengolahan data), (e) verivication (pembuktian).   Kata kunci: majas, novel, dan skenario pembelajaran.
IMPLEMENTASI MODEL MIND MAPPING (PETA PIKIRAN) DALAM PEMBELAJARAN MENGONSTRUKSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PATIMUAN KABUPATEN CILACAP TAHUN AJARAN 2017/2018 Nurul Ikhsaniatun; Khabib Sholeh; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.206 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) pengaruh model Mind Mapping terhadap motivasi belajar siswa; (2) pengaruh model Mind Mappingterhadap kemampuan mengonstruksi teks laporan hasil observasi siswa; (3) perbandingan kemampuan mengonstruksi teks laporan hasil observasi antara siswa yang menggunakan model Mind Mappingdengan siswa yang menggunakan metode konvensionalpada siswa kelas X di SMA Negeri 1 Patimuan. Subjek penelitian ini yakni siswa kelas X MIPA 2 SMA Negeri 1 Patimuan, Cilacap yang terdiri atas 26 siswa (kelompok eksperimen) dan kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Patimuan, Cilacapyang terdiri atas 25 siswa (kelompok kontrol). (1) Penerapan model Mind Mappingberdampak positif terhadap motivasi belajar siswa, terbukti bahwa persentasi motivasi siswa yang mendapat perlakuan menggunakan model Mind Mapping meningkat. Aspek orientasi keberhasilan meningkat dari 3 (ragu-ragu) menjadi 4 (setuju). Aspek antisipasi kegagalan meningkat dari 2 (tidak setuju) menjadi 3 (ragu-ragu). Selanjutnya, aspek inovasi dan tanggung jawab mengalami peningkatan skala yang sama yaitu dari skala 3 (ragu-ragu) menjadi 4 (setuju). (2) Penerapan model Mind Mapping memiliki perngaruh yang positif terhadapkemampuanmengonstruksi teks laporan hasil observasi. Hal tersebut dilihat dari peningkatan nilai rerata awal 72,96 meningkat menjadi 77,96. Nilai thitung jauh pada penerimaan ttabel yakni thitung (12,907) > ttabel (1,706) atau -thitung (-12,907) < -ttabel (-1,706). (3) Perbandingan kemampuan siswa kelas eksperimen mendapat hasil yang lebih baik daripada kelas kontrol yaitu dengan nilai rerata kelompok eksperimen 77,92, sedangkan kelompok kontrol 75,52 dengan thitung jauh pada penerimaan ttabel yakni thitung (1,757) > ttabel (1,706) atau -thitung (-1,757) < -ttabel (-1,706).   Kata Kunci: Mind Mapping, motivasi belajar, hasil belajar.    
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS NEGOSIASI DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS X MA MA’ARIF NGALIAN TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Retno Ambarwat; Khabib Sholeh; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.874 KB)

Abstract

ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsi: (1) proses pembelajaran menulis teks negosiasi dengan media audio visual; (2) pengaruh media audio visual terhadap minat siswa dalam pembelajaran menulis teks negosiasi pada; (3) peningkatan kemampuan menulis teks negosiasi dengan media audio visual. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA sebanyak 28 siswa. Penelitian ini terdiri dari tiga tahap, yaitu prasiklus, siklus satu, dan siklus dua. Pengambilan data penelitian dilakukan dengan teknik tes dan nontes. Untuk mengecek keabsahan data, digunakan teknik validitas data melalui triangulasi sumber, media, dan teori. Dalam analisis data, digunakan teknik kualitatif dan kuantitatif. Dalam penyajian analisis data digunakan teknik informal. Dari penelitian ini dapat disimpulkan: (1) Proses pembelajaran menulis teks negosiasi dengan media audio visual pada siswa kelas X MA Ma’arif Ngalian meliputi: siswa menyimak video negosiasi yang ditampilkan, siswa mengidentifikasi struktur dan kebahasaan teks negosiasi yang meliputi orientasi, argumen, dan kesepakatan, siswa menulis teks negosiasi. (2) Pengaruh media audio visual terhadap minat siswa dalam pembelajaran menulis teks negosiasi sangat baik. Hal ini terbukti dari jumlah persentase minat siswa yang diperoleh pada tahap prasiklus sebesar 38,46%. Setelah diterapkan media audio visual, minat siswa meningkat menjadi 49,28% pada siklus I dan meningkat lagi menjadi 77,14% pada siklus II. (3) Peningkatan kemampuan menulis teks negosiasi dengan media audio visual dapat dilihat dari hasil rata-rata siswa pada setiap tindakannya. Pada prasiklus kemampuan siswa mencapai nilai rata-rata 56,23 atau masih dalam kategori kurang. Rata-rata nilai pada siklus I sebesar 74,61 atau dalam kategori cukup dan pada siklus II sebesar 80,21 atau dalam kategori baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa media audio visual dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran menulis teks negosiasi.Hal ini dapat dilihat dari peningkatan skor dari prasiklus sampai dengan siklus II.   Kata kunci: menulis teks negosiasi, media audio visual  
KRITIK SOSIAL NOVEL KERUMUNAN TERAKHIR KARYA OKKY MADASARI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Rizki Laela N.A; Kadaryati Kadaryati; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.387 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan 1) struktur novel, 2) kritik sosial novel, dan 3) skenario pembelajarannya di kelas XII SMA. Sumber data dari novel Kerumunan Terakhir. Penelitian difokuskan pada struktur novel, kritik sosial novel, dan skenario pembelajarannya. Instrumen adalah penulis sendiri dan kartu pencatat data. Dalam pengumpulan data digunakan teknik studi pustaka. Dalam analisis data digunakan metode analisis isi. Penyajian hasil analisis dilakukan dengan teknik informal. Berdasarkan data dan pembahasannya, disimpulkan 1) struktur novel Kerumunan Terakhir meliputi: a) tema: ketidakharmonisan dalam sebuah keluarga yang berdampak pada kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua kepada anak, b) fakta cerita meliputi: (1) tokoh yakni Jay sebagai tokoh utama yang bersifat pemalas, penakut, berpikiran kritis, perhatian dan perduli, pendendam dan pemarah, suka membual sedangkan Maera, Bapak Profesor Sukendar, dan Ibu Sundari sebagai tokoh tambahan, (2) alur maju (Progresif), (3) latar terbagi menjadi latar tempat di Puncak Suroloyo dan rumah simbah, latar waktu pada pagi hari dan siang hari, latar suasana dalam novel yakni sedih, bimbang, dan tegang, latar sosial di kos-kosan, c) sarana cerita meliputi: sudut pandang orang pertama, dan gaya bahasa atau majas yang ditemukan yakni majas metafora dan majas hiperbola; 2) Kritik sosial novel Kerumunan Terakhir meliputi: a) kritik sosial terhadap kemerosotan moral, b) kritik sosial terhadap pola pikir mahasiswa yang tidak benar, c) kritik sosial terhadap penyalahgunaan kekuasaan, d) kritik sosial terhadap kehidupan sosiobudaya masyarakat modern yang terbagi menjadi (1) kritik sosial terhadap pergaulan bebas remaja, dan (2) kritik sosial terhadap pola pikir masyarakat modern, e) kritik sosial terhadap kehidupan sosiobudaya masyarakat tradisional, f) kritik sosial terhadap kepercayaan akan hal ghaib; 3) skenario pembelajarannya di kelas XII SMA difokuskan pada kajian kritik sosial menggunakan KD 3.9 dan 4.9, menggunakan model pembelajaran metode kontekstual (CTL). Kata kunci : kritik sosial, novel, dan skenario pembelajarannya
PENGARUH METODE SUGESTI IMAJINASI TERHADAP KETERAMPILAN MENULIS PUISI PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 6 PURWOREJO TAHUN AJARAN 2017/2018 Santoso Cahya Putra; Khabib Sholeh; Bagiya Bagiya
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.098 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) pengaruh  metode pembelajaran Sugesti Imajinasi terhadap aktivitas belajar siswa kelas X SMA di SMA Negeri 6 Purworejo, (2) pengaruh metode Sugesti Imajinasi terhadap keterampilan menulis puisi pada siswa kelas X SMA Negeri 6 Purworejo, (3) perbandingan hasil belajar siswa dalam menulis puisi yang diajar menggunakan metode Sugesti Imajinasi dengan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X IPA 3 sebagai kelompok eksperimen yang berjumlah 36 siswa dan siswa kelas X IPA 4 sebagai kelompok kontrol yang berjumlah 35. Teknik analisis data menggunakan program SPSS 16.0. data penelitian diperoleh melalui tes dan nontes. (1) hasil penelitian terlihat bahwa penerapan metode Sugesti Imajinasi berdampak positif terhadap aktivitas belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan meningkatnya jawaban siswa terhadap kelima aspek aktivitas belajar siswa sebelumnya pada skala 3 (ragu-ragu) menjadi skala 4 (setuju), meningkat sebesar 1%. (2) penerapan metode Sugesti Imajinasi memiliki pengaruh yang positif terhadap keterampilan menulis puisi siswa. Hal tersebut dilihat dari peningkatan nilai rerata awal 71.09 meningkat menjadi 77.57. Hal itu dibuktikan dari hasil uji hipotesis menggunakan uji t dua pihak  menunjukkan nilai thitung jauh pada penerimaan ttabel yakni  thitung (16.207)> ttabel (1,695) atau thitung (-16,207) < ttabel (-1,695). (3) perbandingan nilai siswa yang diajar menggunakan metode Sugesti Imajinasi lebih baik dibandingkan siswa yang diajar menggunakan metode konvensional. Hal tersebut dibuktikan, siswa yang diajar dengan metode Sugesti Imajinasi mendapat hasil yang lebih baik nilai rerata kelas eksperimen 77,57 sedangkan kelas kontrol 72,86.   Kata kunci: Sugesti Imajinasi, aktivitas belajar, hasil belajar  
NILAI MORAL NOVEL SURGA YANG DIRINDUKAN 2 KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XIISMA Suci Amalia; Bagiya Bagiya; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.601 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai moral, dan (3) skenario pembelajaran sastra dalam novel Surga Yang Dirindukan2karya Asma Nadia di kelas XII SMA.  Sumber data diperolehdari novel Surga Yang Dirindukan2karya Asma Nadia.Fokus penelitian ini berupa nilai moral yang terdapat pada novel Surga Yang Dirindukan2karya Asma Nadia. Pengumpu­lan data dilakukan dengan observasi.Teknik analisis data dilakukan dengan metode analisis isi.Dalam penyajian hasil analisis digunakan teknik penyajian informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) unsur intrinsik meliputi: (a) tema mayor: keikhlasan kedua perempuan dalam poligami; dan tema minor: masalah persahabatan, masalah datangnya musibah, dan masalah rumah tangga; (b) tokoh dan penokohan, tokoh utama: Prasetya berwatak: penolong, tanggung jawab, dan bijaksana, Arini berwatak: pengertian, bijaksana, kuat menghadapi sakitnya, dan empati; yang didukung oleh beberapa tokoh tambahan meliputi:  Mei Rose, Syarief Kristof, Lia, Sita, dan Arman; (c) alur maju; (d) latar tempat: Budapest Hungaira, Bandung, dan rumah sakit, Waktu meliputi: malam dan pagi, sosial: keagamaan; (e) sudut pandang persona ketiga dia mahatau;(2) nilai moral meliputi: (a) hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: bersyukur, berdoa, beribadah, ikhlas, dan mengenakan jilbab; (b) hubungan manusia dengan manusia meliputi: persahabatan, tolong menolong, peduli terhadap orang lain, member nasihat, dan kasih sayang; (c) hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: eksistensi diri, memiliki cita-cita, rindu, sedih, dan tidak mudah menyerah; (d) hubungan manusia dengan alam sekitarmeliputi: memuji keindahan alam; dan (3) Skenariopembelajaran novel denganmaterinilai moral pada novel Surga Yang Dirindukan2karya Asma Nadia berfokus pada aspek membaca Skenario pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dibuat berdasarkan silabus kompetensi dasar 3.9 menganalisisisi dan kebahasaan novel. Pembelajaran sastra novel Surga Yang Dirindukan 2 karya Asma Nadia dilaksanakan satu minggu ada dua kali pertemuan dengan sekali pertemuan waktunya dua jam (2 x 45 menit) sesuai dengan silabus. Model  pembelajaran yang digunakan adalah kooperatif tipe group investigation berbasis saintifik. Aktivitas pada pertemuan pertama meliputi kegiatan mengamati, menanya, dan mengumpulkan informasi. Adapun aktivitas pada pertemuan kedua meliputi kegiatan mengasosiasikan dan mengomunikasikan.   Kata kunci      : nilai moral, novel,skenario pembelajaran SMA
TINDAK TUTUR EKSPRESIF DAN DEKLARATIF PADA FILM NEGERI VAN ORANGE SUTRADARA ENDRI PELITA DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Wafa Nisa Lestari
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.987 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tindak tutur ekpsresif pada film Negeri Van Orange sutradara Endri Pelita; (2) tindak tutur deklaratif pada film Negeri Van Orange sutradara Endri Pelita; dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur bagi siswa kelas XI SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskripsi kualitatif. Fokus penelitian ini adalah penggunaan tindak tutur ekspresif dan deklaratif  pada film Negeri Van Orange sutradara Endri Pelita dan skenario pembelajarannya di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini adalah film Negeri Van Orange sutradara Endri Pelita. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan metode analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan: (1) tindak tutur ekpsresif pada film Negeri Van Orange sutradara Endri Pelita antara lain sebanyak 44 tuturan, yang terbagi menjadi mengucapkan terima kasih 12 tuturan, mengucapkan selamat 9 tuturan, mengecam 5 tuturan, memuji 14 tuturan, mengeluh 3 tuturan, dan belasungkawa 1 tuturan; (2) tindak tutur deklaratif pada film Negeri Van Orange sutradara Endri Pelita antara lain sebanyak 14 tuturan, yang terbagi menjadi memutuskan 4 tuturan, melarang 5 tuturan, menjatuhkan hukuman 2 tuturan, dan memberi nama 3 tuturan; dan (3) skenario pembelajaran tindak tutur bagi siswa kelas XI SMA dilaksanakan dengan dasar KD 3.19 menganalisis isi dan kebahasaan drama yang dibaca atau ditonton dengan pendekatan saintifik dan model pembelajaran pemecahan masalah (problem solving). Kegiatan pembelajaran dilakukan dengan tahap pendahuluan, guru mengkondisikan keadaan siswa agar siap untuk menerima materi pelajaran yang disampaikan, lalu pada tahap inti guru menjelaskan materi pembelajaran tentang tindak tutur ekspresif dan deklaratif pada film Negeri Van Orange sutradara Endri Pelita. Selanjutnya pada tahap inti, yaitu dengan menggunakan model pembelajaran pemecahan masalah (problem solving), guru menyuruh siswa untuk berkelompok memecahkan masalah yaitu menentukan dialog yang termasuk tindak tutur ekspresif dan deklaratif pada film. Dalam tahap penutup, guru merefleksi kegiatan pembelajaran untuk membangun karakter siswa. Kata kunci: tindak tutur ekspresif, deklaratif, dan skenario pembelajaran
ANALISIS NILAI MORAL NOVEL SIRKUS POHON KARYA ANDREA HIRATA DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN METODE PEER TEACHING DI KELAS XII SMA Wahyu Dewi Ambarini; Sukirno Sukirno; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.747 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) analisis isi; (2) nilai moral; dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran isi novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata dengan Metode Peer Taeching di kelas XII di SMA.Dalam penelitian ini sumber data penelitian adalah novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Objek penelitian ini adalah nilai moral pada novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata. Fokus penelitian ini adalah nilai moral, unsur intrinsik novel Sirkus Pohon dan rencana pelaksanaan pembelajarannya dengan metode Peer Teaching di  kelas XII di SMA. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis isi. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan: (1) analisis isi dalam novel Sirkus Pohon Karya Andrea Hirata mencakup enam aspek, yaitu: (a) tema: masalah ekonomi, (b) tokoh utama: Hobri berwatak bodoh, rajin, baik hati, dan setia, sedangkan tokoh tambahan: Suruhudin, Taripol, Tara, Ayah, Tegar, Azizah, Dinda, Adun, dan Gastori, (c) alur: alur berdasarkan urutan peritiwa adalah maju; (d) latar tempat: rumah ayah Hobri, pengadilan, tempat sirkus, kantor polisi, pasar tanjong lantai, bioskop sinar malam, taman kota, stadion belantik, bengkel masa depan, taman bermain pengadilan, dan pelabuhan, latar waktu: pagi, sore, malam hari, Agustus, dan jumat. Latar suasana: menyedihkan, menegangkan, menyenangkan, ramai, hujan, (e) sudut pandang orang ketiga “Ia dan Dia”, (f) amanat: jangan menjadi orang yang malas pekerja, jadilah orang yang optimistis dan pantang menyerah, dan terimalah keadaan orang yang kita sayangi apa adanya; (2) nilai moral novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata meliputi: (a) Hubungan manusia dengan Tuhan: bersyukur, dan taat, (b) Hubungan manusia dengan dirinya sendiri: sabar, pantang menyerah, percaya diri, dan disiplin, (c) Hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial dan lingkungan alam meliputi: tolong menolong, menepati janji, dermawan, dan setia kawan; (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Sirkus Pohon karya Andrea Hirata pada Siswa kelas XII di SMA menggunakan metode Peer Teaching. Langkah-langkah pembelajaran menggunakan metode Peer Teaching antara lain: siswa dalam kelas dibagi menjadi beberapa kelompok belajar, guru memilih beberapa siswa berprestasi untuk dijadikan tutor dalam masing-masing kelompok.   Kata kunci: unsur intrinsik, nilai moral novel dan RPP di SMA.
PENGARUH MODEL KANCING GEMERINCING TERHADAP KEMAMPUAN MENGONSTRUKSI TEKS CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 GOMBONG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Amtina Endah Prastiwi; Khabib Sholeh; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.265 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) pengaruh model kancing gemerincing terhadap motivasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gombong Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2017/2018; (2) pengaruh model pembelajaran kancing gemerincing terhadap kemampuan mengonstruksi teks cerita pendek pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gombong Kabupaten Kebumen Tahun Pelajaran 2017/2018; dan                 (3) perbandingan hasil belajar siswa dalam kemampuan mengonstruksi teks cerita pendek antara siswa yang menggunakan model kancing gemerincing dengan siswa yang menggunakan metode konvensional. Penelitian ekperimen ini menggunakan design pretest-posttest control group design yang terdiri dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 yang terdiri dari 34 siswa (kelompok eksperimen) dan kelas XI IPS 4 yang tediri dari 34 siswa (kelompok kontrol). Subjek tersebut diambil dengan teknik random sampling. Penyajian data menggunakan teknik informal. Data penelitian diperoleh melalui tes dan nontes. Teknik analisis data menggunakan program SPSS (Statistice Package For Social Science) versi 16. Hasil penelitian membuktikan model kancing gemerincing memiliki pengaruh yang positif dalam keterampilan mengonstruksi teks cerita pendek. Hal tersebut dilihat dari perbedaan  nilai rerata awal 69. 38 berubah menjadi 80.44. Penggunaan model kancing gemerincing merubah hasil yang dibuktikan adanya peningkatan sebesar 11. 06 dengan nilai thitung (9.824) > ttabel (2.042) atau -thitung (-9.824) < -ttabel (-1,695). Kemudian, siswa yang diajar dengan model kancing gemerincing mendapatkan hasil yang lebih baik. Kelas ekperimen memiliki rerata yang lebih baik daripada kelas kontrol. Nilai rata-rata kelas ekperimen 80. 44 sedangkan kelas kontrol 74. 88 dengan (5.762) > ttabel (2.042) atau         -thitung (-5.762) < -ttabel (-2.042). Hal tersebut membuktikan bahwa nilai keterampilan menulis teks cerita pendek siswa yang menggunakan model kancing gemerincing lebih baik daripada siswa yang menggunakan metode konvensional. Kata Kunci: Kancing gemerincing, motivasi belajar, hasil belajar.

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue