cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Bahtera - Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : 23560576     EISSN : 25798006     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Bahtera merupakan jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya. Jurnal ini sebagai media publikasi karya tulis ilmiah yang dihimpun oleh Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Muhammadiyah Purworejo
Arjuna Subject : -
Articles 915 Documents
NILAI KEARIFAN LOKAL NOVEL ANAK RANTAU KARYA AHMAD FUADI DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMK Meila Eriska Ayu Pangestika; Kadaryati Kadaryati; Joko Purwanto
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.749 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) struktur novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi, (2) nilai kearifan lokal novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi, dan (3) rencana pelaksanaan novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi. Pengumpulan data dengan teknik studi pustaka dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Berdasarkan data dan pembahasannya, dapat disimpulkan bahwa  (1) struktur novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi terdiri dari: (a) tema: Hepi dan Martiaz pulang kampung di tanah Minang; (b) tokoh utama: Martiaz, Hepi, dan Datuk Marajo Labiah; (c) tokoh tambahan: Attar dan Zen, Pendeka Luko, Mak Tuo Ros, Saldi, dan Bang Lenon; (d) alur:  flask back atau sorot balik; (e) latar yang disajikan dalam novel ini terdiri dari:  latar tempat: kampung Tanjung Durian di Padang; latar waktu: pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari; dan latar sosial budaya: adat  merantau dan aktivitas masyarakat di lapau atau warung; (f) sudut pandang yang yang digunakan adalah sudut padang orang ketiga pengarang serba tahu; dan (g) amanat dalam novel tersebut adalah kita boleh belajar kehidupan di tanah rantau tetapi kita tidak boleh melupakan budaya yang kita miliki. Selain itu, kita tidak boleh menaruh dendam kepada orang tua atau saudara kita; (2) nilai kearifan lokal terdiri dari: (a) bahasa: pepatah Minang, pantun Minang,  dan bahasa Minang; (b) sistem pengetahuan: surau sebagai tempat belajar; (c) sistem peralatan hidup: rumah gadang, selendang, lemang, surau, dan alat untuk beribadah; (c) sistem mata pencaharian: pembuat keramba apung, pedagang kopi, nelayan, petani durian, dan perantau; (d) sistem organisasi sosial: kampung atau nagari; (e) sistem religi: khatam mengaji yang dipadukan dengan kesenian Minang “Gendang Katipik dan tambur”;  dan (f) kesenian: silat Minang dan sarung bugis) dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi dengan langkah-langkah kegiatan pembelajaran, meliputi pendahuluan, kegiatan inti (mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengomunikasikan), dan penutup. Kata Kunci: struktur novel, nilai kearifan lokal, rencana pelaksanaan pembelajaran
ANALISIS TINDAK TUTUR EKSPRESIF PADA DIALOG INTERAKTIF ACARA ROSI KOMPAS TV DAN RELEVANSINYA DALAM RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBICARA PADA SISWA KELAS XII SMA Nurul Hilal; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.527 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini untuk mendeskripsikan: (1) bentuk tindak tutur ekspresif dialog interaktif acara Rosi di Kompas TV yang bertemakan Habibie, kemerdeka-an, dan cinta yang disiarkan Kamis, 17 Agustus pukul 19.30 WIB sampai 21.00 WIB; (2) relevansi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbi-cara dengan media dialog interaktif acara Rosi di Kompas TV yang bertemakan Habibie, kemerdekaan, dan cinta pada siswa kelas XII SMA. Objek penelitian ini adalah tuturan pada pembicara dalam dialog interaktif acara Rosi di Kompas TV yang bertemakan Habibie, kemerdekaan, dan cinta yang disiarkan Kamis, 17 Agustus pukul 19.30 WIB sampai 21.00 WIB, dengan fokus penelitian tindak tutur ekspresif dalam dialog interaktif tersebut yang terdiri dari jenis tindak tutur ekspresif dan relevansinya dalam rencana pelaksanaan pembelajaran berbicara pada siswa kelas XII SMA. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah metode padan. Teknik penyajian data yang digunakan adalah teknik anali-sis informal. Berdasarkan penelitian ditemukan (1) bentuk tindak tutur ekspresif dalam dialog interaktif acara Rosi di Kompas TV yang bertemakan Habibie, ke-merdekaan, dan cinta yang disiarkan Kamis, 17 Agustus pukul 19.30 WIB sampai 21.00 WIB terdiri dari: (a) mengkritik, (b) mengeluh, (c) menyalahkan, (d) me-muji, (e) mengucapkan terima kasih, (f) mengucapkan selamat, (g) menyanjung. (2) relevansi dalam rencana pelaksanaan pembelajaran keterampilan berbicara dengan media dialog interaktif acara Rosi di Kompas TV yang bertemakan Habibie, kemerdekaan, dan cinta pada siswa kelas XII SMA menggunankan kom-petensi dasar 2.1 Menyampaikan gagasan dan tanggapan dengan alasan yang logis dan menggunakan metode pembelajaran diskusi dan tanya jawab.   Kata Kunci: tindak tutur ekspresif, dialog interaktif, rencana pelaksanaan pembelajaran.
ANALISIS KEARIFAN LOKAL NOVEL KALAMATA KARYA NI MADE PURNAMA SARI DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMK Taufan Candra Sentausa; Kadaryati Kadaryati; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.213 KB)

Abstract

Abstrak: penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi: (1) struktur novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari; (2) nilai kearifan lokal pada novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari; dan (3) skenario pembelajaran struktur novel dan nilai kearifan lokal novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari di kelas XII SMK. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian ini adalah nilai kearifan lokal pada novel Kalamata dan skenario pembelajarannya di kelas XII SMK. Sumber data penelitian ini adalah novel Kalamata. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi. Teknik penyajian data dilakukan dengan menggunakan teknik informal. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa (1) struktur novel Kalamata, yaitu (a) tema mayor: kisah perjuangan hidup dua orang wanita Bali, tema minor: kehidupan adat di Bali dan kesetiakawanan seorang sahabat, (b) tokoh utamanya adalah tokoh aku atau Made dan Ni Rumyig, tokoh aku digambarkan sebagai tokoh yang baik hati dan sabar sedangkan Ni Rumyig digambarkan sebagai tokoh yang pantang menyerah dan pandai, sedangkan tokoh tambahannya adalah Irana, Prof. Beck, Metta, Novi, Made Raka, Yanti, Pak Win, dan Wayan Balik, (c) alur: maju, (d) latar dibagi menjadi 3, yaitu latar tempat: Tilburg, Bali, rumah sakit, dan Toya Bungkah, latar waktu: pagi, sore, dan malam, latar suasana: sunyi dan tegang, (e) sudut pandang: orang pertama pelaku utama, (f) amanat: jangan pernah merasa tinggi hati walaupun sudah sukses, nasib seseorang tidak akan pernah berubah kecuali seseorang itu merubahnya, dan selalu berjuang serta berusaha untuk menggapai cita-cita, (2) nilai kearifan lokal pada novel Kalamata karya Ni Made Purnama Sari meliputi (a) aspek religi: agama hindu, (b) aspek kebudayaan: tradisi di Bali dan kesenian di Bali, (c) aspek bahasa: bahasa Bali dan bahasa Jawa, (d) aspek mata pencaharian: juru dalang wanita dan pembuat kerajinan wayang kulit, (3) skenario pembelajaran novel Kalamata di kelas XII SMK dengan tahap pendahuluan guru mengondisikan keadaan siswa agar siap untuk menerima materi pelajaran yang akan disampaikan. Satu minggu sebelum pembelajaran dimulai siswa diminta untuk membaca novel Kalamata agar dapat memahami isi novel. Kemudian, guru membentuk kelompok kecil yang terdiri atas 4-5 siswa. Selanjutnya, guru membagi sinopsis novel Kalamata untuk membantu siswa mengingat kembali isi novel. Selanjutnya, siswa diminta untuk menganalisis struktur dan nilai kearifan lokalnya. Siswa yang unggul memimpin diskusi kelompok. Setelah itu, masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya.Tahap penutup guru merefleksi kegiatan pembelajaran.   Kata kunci : nilai kearifan lokal dan skenario pembelajaran sastra
KAJIAN INTERTEKSTUAL ANTARA CERPEN CINTA LAKI-LAKI BIASA KARYA ASMA NADIA DAN FILM CINTA LAKI-LAKI BIASA SUTRADARA GUNTUR SOEHARJANTO DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XI SMA Yuni Misrini; Mohammad Fakhrudin; Kadaryati Kadaryati
SURYA BAHTERA Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.423 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) struktur karya sastra dan nilai pendidikan akhlak cerpen dan film Cinta Laki-Laki Biasa (CLLB), (2) intertekstual sastra meliputi persamaan, perbedaan, hipogram, dan transformasi yang terdapat dalam struktur karya sastra dan nilai pendidikan akhlak cerpen dan film CLLB, dan (3) skenario pembelajaran cerpen dan film CLLB di kelas XI SMA. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif. Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan teknik studi pustaka dan simak catat. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi dan hasil analisis data disajikan dengan metode informal. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1) struktur cerpen dan film terdiri dari (a) tema: perjuangan dalam mempertahankan cinta dan kasih sayang, (b) tokoh utama: Nania, Rafli, tokoh tambahan: mama, papa, kakak Nania, Lulu, Tole, Tyo, (c) alur: maju, (d) latar tempat: kampus Nania, rumah papa dan mama, rumah sakit, rumah Nania dan Rafli, perkebunan teh, jalan, latar waktu: pagi, siang, sore, malam, latar sosial: status sosial, cara berpikir, pandangan hidup, adat istiadat, dan bahasa daerah. Nilai pendidikan akhlak cerpen dan film: akhlak terhadap Allah, Rasulullah, pribadi, keluarga, dan masyarakat. (2) Intertekstual persamaan struktur: (a) tema, terjadi hipogram ekspansi, (b) tokoh utama dan tokoh tambahan, terjadi hipogram ekspansi dan modifikasi, (c) alur, terjadi hipogram ekspansi, (d) latar tempat, latar waktu, dan latar sosial, terjadi hipogram ekspansi. Intertekstual perbedaan struktur: (a) tokoh tambahan: kakak Nania, terjadi hipogram ekspansi dan modifikasi, (b) latar tempat: perkebunan teh dan jalan, terjadi hipogram ekspansi, latar sosial budaya: adat istiadat dan bahasa daerah, terjadi hipogram ekspansi. Intertekstual persamaan nilai pendidikan akhlak: akhlak terhadap Allah, pribadi, keluarga, terjadi hipogram ekspansi dan konversi, dan perbedaan nilai pendidikan akhlak terhadap Allah, Rasulullah, keluarga, masyarakat, terjadi hipogram ekspansi, konversi, dan modifikasi. (4) Skenario pembelajaran mengon­versi teks cerpen ke dalam fragmen teks film sebagai berikut: membaca cerpen CLLB, memirsa film CLLB, memilih dan menentukan tema, tokoh dan penokohan, dan latar dalam cerpen, mengonversi teks cerpen CLLB ke dalam fragmen teks film, dan mempresentasikan hasil mengonversi. Kata kunci: intertekstual sastra, cerpen dan film, skenario pembelajaran
NILAI PENDIDIKAN AKHLAK NOVEL CINTA DUA KODI KARYA ASMA NADIA DAN SKENARIO PEMBELAJARANYA DI KELAS XII SMA Amir Salis Hidayat; Bagiya Bagiya; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.775 KB)

Abstract

Abstrak: Tujuan  penelitian ini adalah  mendeskripsikan (1) unsur intrinsik, (2) nilai pendidikan akhlak, (3) unsur kebahasaan, dan (4) skenario pembelajaran  novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia di kelas XII SMA. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia. Objek penelitian ini adalah unsur instrinsik, nilai pendidikan akhlak, dan kebahasaan yang terdapat dalam novel Cinta Dua Kodi. Fokus penelitian ini adalah unsur instrinsik, nilai pendidikan akhlak, unsur kebahasaan, dan skenario pembelajaran novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan teknik catat. Instrumen penelitian menggunakan kartu pencatat data. Teknik analisis data dilakukan secara content analysis. Teknik penyajian hasil analisis adalah teknik informal. Hasil penilitian ini dapat disimpulkan: (1) unsur instrinsik novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia meliputi: (a) tema: cobaan yang bertubi-tubi dalam berkeluarga, (b) tokoh utama: Kartika berwatak amanah ketika berjanji; tokoh tambahan Aryani, Bagya, Farid, Anton, Deni, Suci, Mak Ijah dan yang lainya (c) alur: maju, (d) latar tempat: Jakarta, rumah, kos Kartika, sekolah, dan masjid; latar waktu: September, malam hari, siang hari, dan sore hari;  latar sosial: kebiasaan hidup bekerja keras dan adat istiadat budaya Minang (e) amanat: hendaknya manusia selalu bertawakal kepada Allah; (2) nilai pendidikan akhlak meliputi: (a) akhlak kepada Allah: takwa, solat, ikhlas, syukur, dan taubat, (b) akhlak pribadi: shidiq (jujur), amanah, iffah (menjaga kehormatan diri), dan sabar, (c) akhlak dalam berkeluarga: birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua), hak, kewajiban dan kasih sayang suami istri, dan kasih sayang dan tanggung jawab orang tua terhadap anak; (3) unsur kebahasaan meliputi: (a) majas, (b) peribahasa, dan (c) ungkapan; (4) skenario pembelajaran dilaksanakan menggunakan model pembelajaran discovery learning, langkah-langkah pembelajaranya meliputi: (a) guru membuka pelajaran dengan salam, (b) guru memberi tugas siswa membaca novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia, (c) guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok untuk menganalisis unsur instrinsik, kebahasaan dan nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam novel Cinta Dua Kodi karya Asma Nadia, (d) guru memberikan kesempatan kepada perwakilan setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil analisisnya, (e) guru memberikan kesempatan kepada siswa lainya untuk bertanya setelah kegiatan presentasi selesai, (f) guru mengomentari hasil presentasi yang telah dilakukan, (g) guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran. Kata kunci : nilai pendidikan akhlak, novel, skenario pembelajaran, dan model discovery learning.
TINDAK TUTUR KOMISIF PADA DIALOG FILM STIP DAN PENSIL SUTRADARA ARDY OCTAVIAND DAN RELEVANSINYA PADA PEMBELAJARAN SISWA KELAS XI SMA Asep Nugroho; Bagiya Bagiya; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.015 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) macam-macam tindak tutur komisif yang digunakan antartokoh pada dialog film Stip dan Pensil; (2) wujud tindak tutur komisif yang digunakan antartokoh pada film Stip dan Pensil; (3) relevansi tindak tutur komisif antartokoh dengan pembelajaran keterampilan menyimak dan berbicara di kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini adalah film Stip dan Pensil. Objek penelitian ini berupa tindak tutur komisif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat dan teknik catat. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sendiri dibantu alat pencatat data. Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah model padan. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa film Stip dan Pensil terdapat (1) macam-macam tindak tutur komisif yang meliputi: (a) kategori promises (menjanjikan) sebanyak 62 tuturan, yang terbagi menjadi mengutuk 2 tuturan, bersumpah 2 tuturan, berkontrak 31 tuturan, bertaruh 3 tuturan, menjamin 10 tuturan, menyerah 2 tuturan, dan mengundang 12 tuturan, (b) kategori offers (menawarkan) sebanyak 10 tuturan, yang terbagi menjadi mengusulkan 5 tuturan dan menawarkan sebanyak 5 tuturan; (2) wujud tuturan yang digunakan antartokoh pada film Stip dan Pensil adalah wujud tuturan langsung dan tuturan tidak langsung; (3) relevansi antara tindak tutur komisif pada dialog film Stip dan Pensil dengan pembelajaran menyimak dan berbicara di SMA meliputi: (a) keterampilan menyimak: peserta didik mampu memahami tuturan langsung dan tuturan tidak langsung, (b) kete-rampilan berbicara: peserta didik mampu berbicara dengan tepat dan santun yang sesuai dengan konteks dan mampu menerapkan di kehidupan sehari-hari.   Kata kunci: tindak tutur komisif, film, keterampilan menyimak dan berbicara
STUDI KASUS IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA GURU BAHASA INDONESIA DI SMP PGRI 1 BUAYAN TAHUN AJARAN 2017/2018 Bangkit Mulyanto; Sukirno Sukirno; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.015 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) aktivitas guru bahasa Indonesia di SMP PGRI 1 Buayan dalam mengatur dan mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran; (2) aktivitas guru Bahasa Indonesia di SMP PGRI 1 Buayan dalam melaksanakan pembelajaran saintifik; dan (3) aktivitas guru bahasa Indonesia di SMP PGRI 1 Buayan dalam mengevaluasi pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Indonesia di SMP PGRI 1 Buayan dan objek dari penelitian ini adalah kurikulum 2013. Waktu penelitian pada bulan September sampai dengan bulan Agustus 2018. Tempat penelitian di SMP PGRI 1 Buayan. Fokus penelitian  ini pada implementasi kurikulum 2013 pada guru bahasa Indonesia di SMP PGRI 1 Buayan tahun pelajaran 2017/2018. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis data dilakukan dengan metode analisis kualitatif. Teknik penyajian menggunakan teknik informal. Hasil penelitian ini disimpulkan: (1) guru bahasa Indonesia di SMP PGRI 1 Buayan dalam menyusun sebuah rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) sudah sesuai berdasarkan Permendikbud Nomer 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum; (2) guru bahasa Indonesia di SMP PGRI 1 Buayan mengerti tentang pembelajaran saintifik, tetapi dalam mengimplementasikan pembelajaran saintifik tidak dapat dikatakan keseluruhannya berhasil dalam mengimplemen-tasikan kelima langkah pembelajaran saintifik; (3) guru bahasa Indonesia di SMP PGRI 1 Buayan belum dapat dikatakan sesuai dengan Ditjen Dikdasmen tahun 2017 tentang Pedoman Penilaian dalam mengevaluasi pembelajaran.   Kata kunci: implementasi, kurikulum 2013, guru Bahasa Indonesia
ANALISIS TOKOH DAN PENOKOHAN DALAM NOVEL TERBUNUHNYA SANG NABI KARYA DUL ABDUL RAHMAN DAN SKENARIO PEMBELAJARANNYA DI KELAS XII SMA Devi Eka Lestari; Mohammad Fakhrudin; Umi Faizah
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.301 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur intrinsik dalam novel Terbunuhnya Sang Nabi karya Dul Abdul Rahman, (2) hubungan tokoh dan penokohan dengan alur, tokoh dan penokohan dengan latar, dan tokoh penokohan dengan bahasa, dan (3) skenario pembelajaran tokoh dan penokohan dalam novel Terbunuhnya Sang Nabi karya Dul Abdul Rahman di kelas XII SMA. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Novel Terbunuhnya Sang Nabi merupakan sumber yang digunakan daam penelitian ini. Objek penelitian ini berupa tokoh dan penokohan. Teknik observasi dan teknik pustaka merupakan teknik yang digunakan dalam pengumpulan data. Penulis merupakan instrumen utama dengan alat bantu kartu pencatat data. Analisis isi digunakan sebagai metode. Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) unsur-unsur intrinsik yang terdapat dalam novel Terbunuhnya Sang Nabi meliputi tokoh dan penokohan yakni Jamalang Kundung yang digambarkan sebagai tokoh utama yang memiliki kekonsistenan sikap untuk menyampaikan ajaran kebenaran, latar waktu, tempat, dan sosial budaya yang memiliki kesinambungan, dan tema mayor dalam novel tersebut berupa ajaran kebenaran, (2) hubungan tokoh dan penokohan dengan alur, hubungan tokoh dan penokohan dengan latar, dan hubungan tokoh dan penokohan dengan bahasa ketiganya memiliki hubungan yang sinkron dan tidak terdapat perselisihan dalam cerita novel Terbunuhnya Sang Nabi karya Dul Abdul Rahman, dan (3) skenario pembelajaran tokoh dan penokohan dalam novel Terbunuh-nya Sang Nabi sesuai dengan KD menganalisis isi novel dengan materi pokok unsur intrisik pada siswa kelas XII SMA diawali dengan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan model pembelajaran Inkuiri. Adapun rincian dari skenario pembelajaran tersebut, meliputi: guru menjelaskan unsur intrinsik (tema, tokoh dan penokohan, latar, alur) tokoh penokohan yang dibahas dengan tiga dimensi yaitu dimensi psikologi, fisiologi, dan sosiologi dalam novel Terbunuhnya Sang Nabi, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya mengenai materi yang belum dipahami, guru membagi siswa menjadi lima kelompok, siswa membaca novel Terbunuhnya Sang Nabi secara bergantian, siswa mendiskusikan novel Terbunuhnya Sang Nabi serta mencari unsur intrinsik yang sudah dijelaskan, perwakilan dari setiap kelompok maju untuk mempresentasikan hasil diskusi, kelompok lain menanggapi dan menilai hasil presentasi kelompok lain dengan santun, siswa menyimpulkan pembelajaran, dan siswa mendengarkan guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Kata Kunci :Tokoh dan penokohan, hubungan unsur-unsur intrinsik, skenario pembelajaran.
ANALISIS GAYA BAHASA NOVEL MEMELUK KEHILANGAN KARYA FAISAL SYAHREZA DAN RENCANA PELAKSAANYA DENGAN TEKNIK INKUIRI PADA SISWA DI KELAS XII SMK Erma Wijiatun; Sukirno Sukirno; Suryo Daru Santoso
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.651 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) gaya bahasa pada novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza dan (2) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza di Kelas XII SMK. Subjek penelitian ini adalah novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza, objek penelitian ini adalah gaya bahasa novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza yang terdiri atas 4 gaya bahasa, yaitu: gaya bahasa perbandingan, gaya bahasa pertentangan, gaya bahasa pertautan dan gaya bahasa perulangan. Fokus penelitian ini gaya bahasa dalam novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza. Dalam pengumpulan data penelitian ini digunakan teknik observasi dan teknik catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti dengan menggunakan kartu pencatat data. Teknik analisis data penelitian ini adalah analisis isi (content analysis). Dalam penyajian hasil analisis data, digunakan teknik penyajian informal. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa (1) gaya bahasa dalam novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza menggunakan beragam gaya bahasa, yakni gaya bahasa perbandingan meliputi: perumpamaan, metafora, personifikasi, pleonasme, antisipasi; gaya bahasa pertentangan meliputi: hiperbola, paradoks, antiklimaks; gaya bahasa pertautan meliputi: sinekdoke, epipet, metonimia, asidenton, polisidenton; gaya bahasa perulangan meliputi: asonansi; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran novel Memeluk Kehilangan karya Faisal Syahreza dilaksanakan sesuai dengan kompetensi dasar 3.9 menganalisis isi dan kebahasaan novel; metode pembelajaran yang digunakan adalah metode inkuiri; langkah-langkah pembelajaran terdiri dari: (a) pendahuluan, (b) kegiatan inti, (c) orientasi siswa pada masalah, (d) mengorganisir siswa untuk belajar, (e) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, (f) menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah dan kegiatan penutup. Kata kunci: gaya bahasa, novel dan rencana pembelajaran.
TINDAK TUTUR LOKUSI DAN ILOKUSI PADA DIALOG FILM HABIBIE DAN AINUN SUTRADARA FAOZAN RIZAL DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARANNYA DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING PADA SISWA KELAS XI SMA Indah Tri Wahyuni; Sukirno Sukirno; Nurul Setyorini
SURYA BAHTERA Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.388 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) wujud tindak tutur lokusi pada dialog film Habibie dan Ainun sutradara Faozan Rizal, (2) wujud tindak tutur ilokusi pada dialog film Habibie dan Ainun sutradara Faozan Rizal, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran film Habibie dan Ainun dengan model discovery learning pada siswa kelas XI SMA. Sumber data penelitian ini adalah film Habibie dan Ainun sutradara Faozan Rizal. Objek penelitian ini berupa tindak tutur lokusi dan ilokusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu teknik simak dan teknik catat. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu, penulis sendiri beserta alat bantu berupa kartu data, alat tulis, buku-buku tentang teori tindak tutur dan pembelajaran menyimak dan berbicara yang mendukung penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi (content analyst). Hasil analisis data disajikan dengan teknik informal. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini, yaitu (1) wujud tindak tutur lokusi pada dialog film Habibie dan Ainun sutradara Faozan Rizal, (2) wujud tindak tutur ilokusi pada dialog film Habibie dan Ainun sutradara Faozan Rizal, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran film Habibie dan Ainun dengan model discovery learning pada siswa kelas XI SMA yang dikaitkan dengan pembelajaran menyimak dan berbicara yang terdapat pada K.D 3.19 tentang menganalisis isi kebahasaan drama atau film yang dibaca atau ditonton.   Kata Kunci: tindak tutur lokusi, ilokusi, film, keterampilan menyimak dan berbicara

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 2 (2024): Jurnal Surya Bahtera Vol 12, No 1 (2024): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 2 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 11, No 1 (2023): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 2 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 10, No 1 (2022): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 2 (2021): Jurrnal Surya Bahtera Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Surya Bahtera Vol 8, No 1 (2020): Jurrnal Surya Bahtera Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 56 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 55 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 54 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 53 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 52 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 51 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 6, No 50 (2018): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 49 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 48 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 47 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 46 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 45 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 5, No 44 (2017): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 43 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 42 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 41 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 40 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 39 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 38 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 37 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 36 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 4, No 35 (2016): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 34 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 33 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 32 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 31 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 30 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 29 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 28 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 27 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 26 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 25 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 24 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 23 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 22 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 3, No 21 (2015): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 20 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 19 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 18 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 17 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 16 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 15 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 14 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 13 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 12 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 2, No 11 (2014): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 10 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 09 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 08 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 07 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 06 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 05 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 04 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 03 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 02 (2013): Jurnal Surya Bahtera Vol 1, No 01 (2013): Jurnal Surya Bahtera No 01 (2012): Jurnal Surya Bahtera More Issue