cover
Contact Name
Khairiah
Contact Email
khairiah@iainbengkulu.ac.id
Phone
+6285342358888
Journal Mail Official
nazarhusain80@gmail.com
Editorial Address
LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo jl. Gelatik no1 Kota Utara, kota Gorontalo Provinsi Gorontalo, Indonesia.
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Al-Ulum
ISSN : 14120534     EISSN : 24428213     DOI : https://doi.org/10.30603/au.v19i2.1051
Core Subject : Religion, Economy,
Al-Ulum adalah jurnal yang terbit berkala pada bulan Juni dan Desember, ditelaah dan direview oleh para ahli dalam bidangnya, diterbitkan oleh lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, Indonesia ISSN 1412-0534 E-ISSN 2442-8213 Al-Ulum telah diakreditasi dengan peringkat B oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Keputusan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 53/DIKTI/Kep/2013 untuk periode 2013-2018. Sekarang, AL-Ulum telah terakreditasi sistem online dengan peringkat “Sinta 2” untuk periode 2018-2022 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi SK No. 21/E/KPT/2018.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 524 Documents
FRAMING THE RISK OF ISLAMIC BASED EQUITY FINANCING: AN INSIDE LOOK Adawiyah, Wiwiek Rabiatul
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is a review of the literature that aims at bringing into surface the issue of risk management in equity-based financing which is currently less attractive to Islamic banks. There are several forms of Islamic financing offered to potential borrower. Equity financing is less favorable as compared to debt financing due to high risks associated with it. Substantial numbers of strategies have been developed by researchers to mitigate the financing risks nonetheless the attempt is far from succeed. It is evidenced in the literature that both investors and financial intermediaries tend to overlooked profit and loss sharing mode of financing.  Meanwhile Equity financing is adored to be the best form of financing to be offered to small business since it is operating under the principle of justice.  Profit and loss sharing mechanism relieve both fund providers and borrowers from financial burden.  This article shall review potential risks embedded in equity financing and strategies to overcome the problem. -----Artikel ini merupakan kajian literatur yang bertujuan untuk membahas manajemen resiko bagi pembiayaan syariah berbasis ekuitas yang saat ini kurang diminati oleh bank syariah.  Bank syariah menawarkan beberapa bentuk pembiayaan kepada calon nasabah. Pembiayaan berbasis bagi hasil dianggap kurang menguntungkan dibandingkan dengan pembiayaan berbasis hutang karena adanya risiko tinggi terkait pembiayaan bagi hasil. Sejumlah strategi telah dikembangkan oleh peneliti untuk meminimalisir resiko pembiayaan namun strategi tersebut masih jauh dari sukses karena belum mampu meningkatkan jumlah pembiayaan berbasis bagi hasil yang disalurkan oleh bank syariah. Meskipun demikian pembiayaan syariah berbasis ekuitas dianggap sebagai bentuk terbaik dari pembiayaan yang akan ditawarkan kepada usaha kecil karena beroperasi atas prinsip keadilan. Mekanisme pembiayaan berbasis laba rugi meringankan pihak yang bermitra, dalam hal ini bank Islam dan usaha kecil, dari beban keuangan. Artikel ini akan meninjau potensi risiko yang melekat pada pembiayaan ekuitas dan strategi untuk mengatasinya
ZAKAT AND TAX; FROM THE SYNERGY TO OPTIMIZATION Mustofa, Mustofa; Fata, Khoirul
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dualism dilemma between zakat and tax in Indonesia can be relatively mitigated by ratification of Act No. No. 38/1999 on Management of Zakat. In the regulation, zakat has been synergized with tax by placing zakat as a deduction from taxable income element (PKP). But so far it has not been given the significant impact on the acceptance of zakat and awareness of Muslims to pay zakat. There are also some problems in practical level that contribute to that fact. This article explores the zakat and tax synergy that have been achieved through Act No. 38 of 1999, the problems found in its execution, and of course an offer for a solution to optimize the role of zakat and tax for the people welfare. By examining same practice in some countries, this paper recommends zakat as a direct tax deduction (tax credit) as a strategic step in the effort to optimize the role of zakat.-----Dilema dualisme zakat dan pajak di Indonesia relatif bisa diredakan melalui pengesahan Undang-undang No No 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat. Dalam  peraturan itu zakat telah disinergikan dengan pajak dengan menempatkan zakat sebagai unsur pengurang Penghasilan Kena Pajak (PKP). Namun sejauh ini ketentuan itu belum memberi pengaruh yang signifikan bagi penerimaan zakat maupun kesadaran umat Islam untuk membayar zakat. Selain itu juga terdapat problem di tingkat praktis yang turut berperan bagi kenyataan itu. Tulisan ini mencoba membahas sinergi yang telah tercapai melalui UU No 38 tahun 1999, problem-problem yang ditemukan dalam pelaksanaannya, dan tentu saja tawaran bagi solusi optimalisasi peran zakat dan pajak bagi kesejahteraan rakyat.  Dengan mengkaji praktik di beberapa negara, tulisan ini merekomendasikan zakat sebagai pengurang pajak secara langsung (tax credit)  sebagai langkah strategis dalam upaya optimalisasi peran zakat.
POLITICAL ECONOMY OF RELIGIOUS AND CULTURAL SYMBOLS IN THE SOAP OPERA OF TUKANG BUBUR NAIK HAJI AT RCTI Yasir, Yasir
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Television is a very influential media and important tool in capital accumulation. This study aims to reveal the use of Islamic and Betawi ethnic symbols, workers, and also the audiences of Tukang Bubur Naik Haji (TBNH) soap opera at RCTI. This research used a political economy of communication perspective. The data were collected by using interview, observation, documentation, and literature study. The result shows that the religious symbols of Islam and Betawi culture have been exploited as comodity to be traded. Those symbols have been commercialized dan manipulated through the use of sensational, provocative, and hyperbole words or sentences to entertain audiences and to attract the advertisers. The hyper-comercialization and politicization of symbols caused the soap opera workers and Moslem audiences have been exploited. -----Televisi adalah media yang sangat berpengaruh dan juga alat yang penting dalam mengakumulasi modal. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap pemanfaatan simbol agama Islam dan budaya Betawi, pekerja sinetron dan khalayak sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH) di RCTI. Penelitian ini menggunakan pendekatan ekonomi politik komunikasi. Untuk mengumpulkan data peneliti melakukan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol agama dan budaya Betawi dieksploitasi sebagai komoditas untuk diperjualbelikan. Simbol tersebut dikomersialisasi dan diselewengkan melalui penggunaan kata-kata dan kalimat serta tayangan yang sensasional, provokatif dan hiperbola untuk menghibur dan menarik khalayak. Hiper-komersialisasi dan politisasi simbol ini menyebabkan pekerja sinetron dan khalayak muslim ikut dikomodifikasi dan dieksploitasi.
The Rationality Prohibition of Riba (Usury) Sofhian, Sofhian
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usury  (henceforth called as riba) in fact has long been known and have been progressing in meaning.  The study of riba was not only discussed seriously by Muslims but also other religions. If flashed back to more than two thousand years ago, the study of riba has been discussed by non-Muslims, such as Hindu, Buddhist, Jewish, Greek, Roman and Christian. In Islam, debate about riba and bank interest indicated that the problem of riba very closely related to the issue of muamalah especially those that occur in Banks and Non- Bank financial. Riba evolution concept toward interest cannot be separated from the development of the financial institutions. Therefore, this journal examine and analyze the substance of the issues of interest in a rational perspective, and at the end of this journal offers loss and profit sharing system as an alternative solution to the system of interest in transaction systems of bank and non- bank. -----Ketertarikan mengenai kajian riba senantiasa menjadi diskusi yang tidak mengalami kejenuhan, dan bahkan masih sangat hangat didiskusikan dalam ilmu ekonomi dalam Islam. Hal ini terlihat dari pembahasan mengenai riba yang senantiasa memberi warna dalam diskursus pemikiran umat Islam dan perdebatannya hampir tidak menemukan titik temu. Perdebatan pemikiran mengenai riba dan bunga bank menunjukkan bahwa persoalan riba sebenarnya sangat terkait erat dengan persoalan muamalah khususnya yang terjadi pada lembaga-lembaga keuangan Bank dan Non Bank. Evolusi konsep riba ke bunga tidak lepas dari perkembangan lembaga-lembaga keuangan tersebut.  Oleh karena itu,  jurnal  ini  mencermati  dan  menganalisis  secara subtansi tentang persoalan  riba dalam  perspektif  rasional,  dan  di akhir  tulisan  ini menawarkan  sistem loss and profi sharing sebagai solusi alternatif pengganti sistem bunga dalam sistem transaksi pada lembaga keuangan bank dan non bank
THE INFLUENCE OF SERVICE QUALITY, RELIGIOUS COMMITMENT AND TRUST ON THE CUSTOMERS’ SATISFACTION AND LOYALTY AND DECISION TO DO THE TRANSACTION IN MANDIRI SHARIA BANK OF JAWATIMUR Hidayat, Rachmad; Akhmad, Sabarudin
Al-Ulum Vol 15, No 1 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study tested the causal relationship of service quality, religious commitment and trust on customers’ satisfaction, loyalty and decision to repeat their transaction in sharia banking services. This research used quantitative approach to describe the causal relationship between the variables through hypothesis testing. The samples in this research are 160 respondents.  Structural equation modeling (SEM) is used to analyze this research. This research findings shows that the quality of service and customers’ trust, satisfaction and loyalty simultaneously influenced the decision to repeat their transaction in that banking service. The customers’ satisfaction and loyalty are intervening variables that linked the service quality and the customers’ trust with the decision to repeat their banking transaction. The religious commitment had insignificant influence toward the service quality; however, it had significant influence toward the loyalty and decision to repeat their banking transaction. -----Penelitian ini menguji hubungan kausalitas kualitas layanan, kepercayaan dan komitmen beragama nasabah terhadap kepuasan, loyalitas dan keputusan bertransaksi ulang  layanan perbankan syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bermaksud memberikan penjelasan hubungan kausalitas antar variabel melalui pengujian hipotesis. Jumlah sampel penelitian sejumlah 160 responden. Analisis yang digunakan adalah model persamaan struktural (Structural Equation Modeling atau SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dan kepercayaan nasabah, kepuasan dan loyalitas secara bersama-sama berpengaruh terhadap keputusan bertransaksi ulang  layanan perbankan. Kepuasan dan loyalitas nasabah menjadi variabel intervening yang menghubungkan kualitas layanan dan kepercayaan nasabah dengan keputusan bertransaksi ulang  layanan perbankan. Komitmen beragama berpengaruh tidak signifikan terhadap kualitas layanan, namun berpengaruh signfikan terhadap loyalitas dan keputusan bertransaksi ulang  layanan perbankan
Toward Peace-Loving Attitude Trough Education Character Dalmeri, Dalmeri; Gea, Antonius Atosokhi
Al-Ulum Vol 15, No 2 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efforts to solve violence had been faced by multi treatments. Violence in education is action over the standar of ethic and rule in education, either physically or disturbing the rights of ones. The actors can be anyone,  including the chief of school, teacher, staff , student, parents and even society. Violence in education is assumed as effect of certain condition. Externally or internally, and it might happen with any trigger. This paper aims to analyse the importance of character building through peace-loving attitude to revitalize the actors of education as evaluation of structure and culture in the educational world. Our educational world recently sometimes shows its arrogancy and even militaristic behavior. While the basic tenet of education is to appreciate the understanding of human behavior in order to be enlighted and free.-----Upaya untuk menyelesaikan kekerasan pun menemui tantangan yang semakin kompleks. Kekerasan dalam pendidikan merupakan perilaku melampaui batas kode etik dan aturan dalam pendidikan, baik dalam bentuk fisik maupun pelecehan atas hak seseorang. Pelakunya bisa siapa saja: pimpinan sekolah, guru, staf, murid, orang tua atau wali murid, bahkan masyarakat. Kekerasan dalam pendidikan diasumsikan terjadi sebagai akibat kondisi tertentu yang melatar-belakanginya, baik faktor internal dan eksternal, dan tidak timbul secara begitu saja, melainkan dipicu oleh suatu kejadian. Tulisan ini menganalisa topik yang sangat penting untuk digali kembali oleh para insan pemerhati pendidikan sebagai wadah refleksi dan evaluasi kinerja struktural-kultural terhadap praksis dunia pendidikan. Dunia pendidikan yang akhir-akhir ini cenderung bernuansa arogansi intelektual atau bahkan bergaya militeristik yang tidak mengindahkan norma-norma etis. Padahal pendidikan seyogyanya memanusiakan manusia menuju taraf pemahaman yang lebih mencerahkan dan memerdekakan.
Character Education Values That Work in Islamic Senior High School Setting Yaumi, Muhammad; Husain, Rustam
Al-Ulum Vol 15, No 2 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of study is to discover the character education values that are integrated in lesson plan, implemented in the classroom setting, and classroom academic rules. This is a case study research that focused on describing the integration of character education program in the Model Islamic senior high school of Makassar, Indonesia. Fifty lesson plans were collected, twenty six informants were observed, and five informants were interviewed to have data on character education values that work. The data were analyzed using qualitative approach; data reduction, data display, conclusion, and verification. The result showed that (1) there are eighteen character education values written in the lesson plan; religious, honest, tolerant, discipline, hard working, creative, independent, democratic, curiosity, the spirit of nationalism, love to motherland,  appreciation of achievement, friendly, peaceful, love to read, environmental and social care, responsibility, (2) the values that work in the classroom are religious, trustworthy, respectfulness, diligent, fair, care, integrity, responsible, honest, love to motherland, courage, and (3) the values that work in the academic rules are disciplines, care, tolerant, friendly, responsible.-----Studi ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pendidikan karakter yang diintegrasikan melalui Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, diimplementasikan dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas dan aturan akademik sekolah. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang diarahkan pada pendeskripsian integrasi program pendidikan karakter pada Madasah Aliyah Negeri Model Makassar, Indonesia. Sebanyak 50 RPP dikumpulkan, duapuluh enam informan diamati, dan lima informan diwawancarai untuk memperoleh data tentang nilai-nilai karakter yang dijalankan. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan kualitiatif; reduksi data, penyajian data, verifikasi, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat delapan belas karakter yang tertulis pada RPP mencakup religius, jujur, toleran, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, keingintahuan, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggungjawab, (2) nilai-nilai karakter yang diintegrasikan dalam ruang kelas adalah religius,amanah, hormat, rajin, adil, peduli, integritas, bertanggungjawab, jujur, cinta tanah air, keberanian, dan (3) nilai-nilai karakter dalam penegakkan aturan sekolah adalah disiplin, peduli, toleran, bersahabat, dan bertanggungjawab. 
The Implementation of Character Education at Ar-Rahmah Integrated Islamic Elementary School of Makassar Syahruddin, Syahruddin
Al-Ulum Vol 15, No 2 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The implementation of character education as reflected in QS Luqman: 12-19 at the Ar-Rahmah Integrated Islamic Elementary School of Makassar learners is integrated into the whole school programs. Those programs namely: integrated in every subjects, the development of school culture, extra-curricular activities, cooperation with learners’ parents, the control card (yaumian card) and means of communication via group in website. The impact of character education on learners’ attitude and behavior can be identified from their daily attitude and behavior like being discipline, praying dhuha, praying dhuhur in congregation, keeping the school environment clean, keeping mutual appreciating among their friends, being responsible towards the task assigned by the teachers, maintaining order in the learning process, and asking for permission when they want to get out.-----Implementasi pendidikan karakter yang tercermin dalam QS Luqman ayat: 12 – 19  pada peserta didik di Sekolah Dasar Islam Terpadu Ar Rahma Makassar di integrasikan ke dalam seluruh program sekolah. Program tersebut, antara lain: terintegrasi dalam setiap mata pelajaran, melalui pengembangan budaya sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, kerjasama antara orang tua peserta didik, menggunakan kartu kontrol (kartu yaumian) dan sarana komunikasi lewat group in website. Dampak pendidikan karakter pada peserta didik terlihat dari perilaku setiap hari: disiplin, melaksanakan shalat duha,  shalat duhur berjamaah, menjaga kebersihan lingkungan sekolah saling menghargai temannya, tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan oleh guru, menjaga ketertiban dalam belajar, dan minta izin jika ingin keluar.
‘Maqashid Al-Sharia’ Perspective for Character Building among Street Children in Makassar, South Sulawesi. Ipandang, Ipandang
Al-Ulum Vol 15, No 2 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negative images to street children have raised attention for all those concerned about the street children’s character building. This article discusses three basic problems; the street children reality in Makassar city, fostering and emergence of factors of street children and ‘maqashid al-sharia’ principles on character building for the street children in Makassar, South Sulawesi. In the perspective of ‘maqashid al-sharia’, the position of street children clearly has rules and normative legal basis. Fostering childrens character has a fundamental meaning which is the basis of values to change the fate of children, as well as a comprehensive approach to man in spiritual education and noble character. This article meant to emphasize the role of ‘maqashid al-sharia’ perspectives in character building; therefore, street children of Makassar will struggle toward a better future.-----Anak jalanan sering mendapat citra negatif, sehingga menjadi fokus perhatian dari semua pihak dalam upaya pembinaan karakter mereka. Artikel ini secara fokus membahas tiga pokok masalah antara lain; realitas anak jalanan Kota Makassar, faktor munculnya dan pembinaannya serta prinsip ‘maqashid al-syariah’ dalam pembinaan karakter anak jalanan di Kota Makassar. Dalam perspektif ‘maqashid al-syariah’, kedudukan anak jalanan di Kota Makassar secara jelas memiliki aturan dan landasan hukum normatif.Pembinaan karakter anak memiliki makna yang fundamental yaitu sebagai nilai dasar untuk melakukan perubahan nasib anak, serta sebagai pendekatan komprehensif bagi manusia dalam pendidikan rohani dan kemuliaan karakter. Artikel ini menganalisis perspektif ‘maqashid al-syariah’ dalam pembinaan karakter, sehingga anak jalanan di kota Makassar dapat berubah menuju masa depan yang cerah.
Al-Tarbiyah Al-Syahshiyah fi Indonesia (Diraasah min Al-Ithaar Al-Falsafi, wa Al-Qaanuun, wa Al-Tanfiidz, wa Al-Isykaaliyaat) Widodo, Sembodo Ardi
Al-Ulum Vol 15, No 2 (2015): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article aims to describe the phenomena of character education in Indonesia. The study covers aspects of the philosophical outline about the importance of character education, the rudiments of law used as the basis, the implementation of character education at schools, and problems appeared in the field. Many cases such as corruption, juvenile delinquency, drugs miss-use, social conflict, and environmental damage occurred in Indonesia are among important factors of the implementation of character education. In this case, the government already set up the 18 character values that implanted through education, namely religiousness, honesty, tolerance, discipline, hard working, creativity, independence, democracy, curiosity, nationalism, patriotism, achievement, friendship and communication, peace-loving, reading, environmental care, social care, and accountability. Nonetheless, there are still many obstacles in the implementation of character education in the field. Those problems are analyzed comprehensively in this paper. -----Artikel ini dimaksudkan untuk menggambarkan fenomena pendidikan karakter di Indonesia. Kajian mencakup aspek kerangka filosofis tentang pentingnya pendidikan karakter, dasar-dasar hukum yang dijadikan landansan, implementasi pendidikan karakter di sekolah, dan problem-problem yang muncul di lapangan. Banyaknya kasus korupsi, kenakalan remaja, narkoba, konflik sosial, dan kerusakan lingkungan yang terjadi di Indonesia menjadi faktor yang penting diterapkannya pendidikan karakter. Dalam hal ini, pemerintah sudah menetapkan 18 nilai-nilai karakter yang ditanamkan melalui pendidikan, yaitureligius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Namun demikian dalam realitasnya masih banyak dijumpai kendala dalam implementasinya di lapangan. Permasalahan-permasalahan inilah yang perlu dianalisis secara lebih mendalam dalam tulisan ini.