Al-Iqtishad : Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah (Journal of Islamic Economics)
This journal focused on Islamic law on economics and finance studies and present developments through the publication of articles. Specifically, the journal will deal with topics, including but not limited to Islamic law on Islamic Banking, Islamic Marketing, Islamic Human Resources, Islamic Finance, Zakah, Waqf, Poverty Alleviation, Islamic Public Finance, Monetary Economics, Economic Development, Maqasid al-Shariah, Institutional Economics, Islamic management, Behavioural Economics and Finance, Corporate Governance, Risk Management, Shariah issues, Financial Engineering, Securitization and Sukuk, Islamic Capital Markets, Insurance and Takaful, Regulatory Issues, Corporate Social Responsibility in Islam and other topics which related to this area. The journal is intended to communicate original research and current issues on the subject. This journal warmly welcomes contributions from scholars of related disciplines.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 14 No. 2 (2022)"
:
10 Documents
clear
Settlement Of Cross-Border Sharia Economic Disputes Through Arbitration Forum
Lita, Helza Nova
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/aiq.v14i2.25177
In the practice of national and international business contracts, the parties can choose the forum and choice of law that will be used if there is a dispute that occurs in the implementation of the contract. In the resolution of international business disputes, the choice of law chosen can use one of the material law provisions of a particular country, while the choice of forum can choose a particular institution such as the Court, arbitration or other dispute resolution institutions. In practice, the choice of forum for settlement through arbitration is widely used because it is relatively easy and fast. Arbitration institutions are generally used in the resolution of international business disputes. In this article, we will study further about the role of arbitration in the settlement of sharia economic disputes that cross national borders. This is certainly interesting to study because it is related to sharia aspects as well as national and international regulations. The analytical method used is normative juridical, with reference to the provisions of aspects of Islamic law, national law, and international law. In Islamic law, every form of agreement must be obeyed by the parties who make it as long as it does not conflict with sharia principles. In International Civil Law, there is a Choice of Law and Choice of Forum in the resolution of international business disputes. This can also be used by the parties to choose a sharia arbitration forum as a dispute resolution institution in their business which is stated in the contract clauses they have agreed to. Recognition of the implementation of foreign arbitral awards must first have an agreement between countries and the decision does not conflict with public order and the legal provisions of the country where the implementation of the arbitral award is implemented.AbstrakDalam penyelesaian sengketa ekonomi syariah lintas batas, para pihak dapat menyepakati pilihan hukum dan forum. Forum arbitrase dapat digunakan dalam kesepakatan, namun dalam praktiknya putusan tidak selalu dapat dilaksanakan karena bertentangan dengan hukum nasional. Artikel ini membahas pengaturan lembaga arbitrase ini dan penerapan prinsip hukum perdata internasional, hukum Islam, ketentuan hukum nasional maupun internasional. Dalam hukum Islam, setiap pihak harus melaksanakan perjanjiannya sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Dalam hukum perdata Internasional, para pihak dapat memilih hukum Islam sebagai choice of law, dan arbitrase syariah sebagai choice of forum. Untuk melaksanakan putusan arbitrase syariah, harus ada kesepakatan antar negara untuk saling mengakui putusan tersebut dan tidak boleh bertentangan dengan hukum nasional.
Sharia Supervisory Board in Limited Company-Based Sharia Banks
Nurhasanah, Nurhasanah
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/aiq.v14i2.26190
Abstract. This paper aims to examine the function of the Sharia Supervisory Board (SSB) due to the inconsistency of laws and regulations concerning this body. Law No. 21 of 2008 on Sharia Banking has required every Sharia Bank and Sharia Business Unit in the Banks to form an SSB. However, Law No. 40 of 2007 on Limited Liability Companies has not regulated the SSB as a corporate organ. This paper analyzes laws and regulations on the SSB and court decisions on cases resulting from legal inconsistencies, with the organizational structure and fiduciary duty theories as analytical frameworks. This study finds out that legal ambiguity results in the absence of coordination between the SSB and other bodies in the organization. Thus, this prevents the SSB from optimally carrying out its functions and roles. Among the consequences is the inability to ensure sharia compliance in business contracts leading to lawsuits to cancel the contracts.Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi Dewan Pengawas Syariah (DPS) di tengah inkonsistensi peraturan terkait dengan lembaga tersebut. UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah telah mewajibkan setiap Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah pada Bank untuk membentuk DPS. Namun, UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas tidak mengatur DPS sebagai organ perusahaan. Studi ini mengkaji berbagai peraturan tentang kedudukan DPS dan putusan pengadilan yang menunjukkan konsekuesi dari inkosistensi undang-undang tentang DPS, dengan menggunakan teori struktur organisasi dan fiduciary duty. Kajian ini menemukan bahwa inkonsistensi undang-undang membuat DPS tidak memiliki garis koordinasi dengan organ lain dalam organisasi bank dan tidak dapat sepenuhnya menjalankan fungsi dan perannya. Konsekuensinya adalah fungsi pengawasan tidak optimal, sehingga muncul tuntutan hukum untuk membatalkan kontrak yang dianggap tidak sesuai syariah.
Gen Z' Halal Cosmetic Purchasing: Merely a Way of Life?
Fiddarayni, Akfini Farihah;
Mardian, Sepky
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/aiq.v14i2.26866
Generation Z (Gen Z) have distinctive consumer behavior as trends massively influence them. This study aims to determine the effect of financial literacy, halal certification, and halal awareness of halal-labelled cosmetics among Gen Zs, using the case of undergraduate students in Depok. The methodology used is quantitative with a causal approach. The data were obtained from 101 female students filling out the questionnaire. The data was processed using Partial Least Squares-Structural Equation Model (PLS-SEM). The findings indicated that f inancial literacy influenced the users of halal cosmetics. However, halal variables related to halal certification and awareness have not significantly influenced cosmetic consumption. Abstrak. Gen Z memiliki perilaku konsumen yang khas karena tren me mengaruhi mereka secara besar-besaran. Penelitian ini bertujuan untuk menge tahui pengaruh literasi keuangan, sertifikasi halal, dan kesadaran halal kosmetik berlabel halal di kalangan Gen Z dengan menggunakan kasus mahasiswa S1 di Depok. Metodologi yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kausal. Data diperoleh dari 101 mahasiswi yang mengisi kuesioner. Data diolah dengan menggunakan Partial Least Squares-Structural Equation Model (PLS SEM). Temuan menunjukkan bahwa literasi keuangan memiliki pengaruh signifikan terhadap pengguna kosmetik halal. Namun variabel halal terkait sertifikasi dan kesadaran halal tidak berpengaruh signifikan terhadap konsumsi kosmetik halal.
The Effect of Peer-Banks on Bank Liquidity Management: The Case of Islamic Banks in Indonesia
Warninda, Titi Dewi;
Aisy, Diamantin Rohadatul
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/aiq.v14i2.27206
This study aims to analyze the influence of peer banks on the liquidity management of Islamic banks in Indonesia and whether such influence is robust during the periods of the global financial crisis. This research uses fixed-effect panel data regression with robust standard error and the data of Islamic banks in Indonesia for the years 2007-2020. This research finds that peer-banks have a negative impact on Islamic bank liquidity, and it is robust in the global financial crisis periods. This study contributes to the policymakers and literature regarding the peer bank effect, especially in the liquidity management of Islamic banks. The liquidity management of Islamic banks is not only influenced by the conditions of the Islamic banks themselves but also affected by the behavior of other Islamic banks. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peer bank terhadap pengelolaan likuiditas bank sharia di Indonesia dan apakah pengaruh tersebut tetap ada selama periode krisis keuangan global. Penelitian ini menggunakan regresi data panel fixed-effect dengan robust standard error dan data bank sharia di Indonesia tahun 2007-2020. Penelitian ini menemukan bahwa peer-banks berdampak negatif terhadap likuiditas bank sharia, dan pengaruh tersebut tetap ada pada periode krisis keuangan global. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengambil kebijakan dan literatur mengenai adanya peer bank effect khususnya dalam pengelolaan likuiditas bank sharia. Pengelolaan likuiditas bank sharia tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi bank sharia itu sendiri, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku bank sharia lainnya.
Institutional and Empowerment Models of Integrated Zakāh Village in Jember
Mahardiyanto, Agus;
Fathorrazi, Moehammad;
Hardinawati, Lusiana Ulfa
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/aiq.v14i2.27793
Indonesia has a significant zakāh potential. However, the challenges faced by zakāh management are related to the collection and distribution. This research aims to analyze the institutional patterns and empowerment models of the Integrated Zakāh Village in Jember using the Participatory Rural Appraisal (PRA) theory. Using observations, a document study, Focused-Group Discussions (FGD), and in-depth interviews with the zakāh stakeholders, this research assesses the compatibility of the PRA theory in the development of Kampung Zakāh. This study finds that the obstacles in the Zakāh Village program are related to mustaḥiq's work ethics and enthusiasm. Among the aspects that need to be improved is the promotion of the program through social media to make it a massive community movement. Furthermore, this program empowers marginalized groups, including women, and encourages them to be independent. Abstrak:Indonesia memiliki potensi zakat yang signifikan. Namun, tantangan yang dihadapi oleh pengelola zakat di antaranya terkait dengan pengumpulan dan distribusi dana zakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola kelembagaan dan model pemberdayaan Kampung Zakat Terpadu Jember menggunakan teori Participatory Rural Appraisal. Dengan data observasi, studi dokumen, diskusi kelompok terfokus, dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan zakat, penelitian ini menganalisis kesesuaian teori PRA dalam pengembangan Kampung Zakat. Studi ini menemukan bahwa hambatan dalam program Kampung Zakāh terkait dengan etos dan semangat kerja mustaḥiq. Di antara aspek yang perlu ditingkatkan adalah promosi program melalui media sosial untuk membuatnya menjadi gerakan masyarakat yang masif. Selanjutnya, program ini memberdayakan kelompok marjinal, termasuk perempuan, untuk menjadi mandiri.
Waqf Forest Development Strategy in Cibunian Bogor
Munandar, Asep Nurimam;
Pakkana, Mukhaer;
Amrizal, Amrizal
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/aiq.v14i2.28119
Indonesia has a significant waqf potential. However, its realization has not been optimal. Using the Bogor Waqf Forest Foundation as the case study, this research analyzes the implementation of the waqf forest development strategy. It assesses the priority Benefits, Opportunities, Costs, and Risks (BOCR) faced. This study uses the business model canvas (BMC) to the BOCR by mapping the nine business blocks of the canvas model. The study finds that the main priorities to strengthen the management and development of the forest waqf project are 1) nāẓir professionalism and competence in knowledge of waqf laws, 2) research and discourse development, and 3) personal approach to collecting waqf funds. Abstrak. Indonesia memiliki potensi wakaf yang signifikan, namun realisasinya belum optimal. Dengan memilih Yayasan Hutan Wakaf Bogor sebagai studi kasus, penelitian ini menganalisis implementasi strategi pengembangan hutan wakaf dan menilai prioritas manfaat, peluang, biaya, dan risiko (BOCR) yang dihadapi. Kajian ini menerapkan business model canvas (BMC) pada BOCR, dengan memetakan sembilan blok BMC. Studi ini menemukan bahwa prioritas utama untuk memperkuat pengelolaan dan pengembangan proyek wakaf hutan adalah 1) profesionalisme nāẓir dan kompetensi dalam pengetahuan hukum wakaf, 2) penelitian dan pengembangan wacana, dan, 3) pendekatan personal dalam pengumpulan dana wakaf
The Influence of Knowledge, Service Quality, Trust, and Perceived Value on Sharia Fintech Customer Satisfaction
Fauzi, Siti Ismi Diningty;
Beik, Irfan Syauqi;
Munandar, Jono Mintarto
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/aiq.v14i2.28327
Abstract. The existing fintech in Indonesia is changing the landscape of the global financial sector significantly. Using SEM-PLS analysis, this study aims to determine the effect of knowledge, service quality, trust, and perceived value on customers’ satisfaction of sharia fintech. Using the sharia fintech ALAMI customers, this study finds that knowledge, trust, quality of services, and perceived behavior have a positive significant influence on ALAMI's customer satisfaction. This could be attributed to the easy access provided by fintech.Abstrak. Fintech yang ada di Indonesia mengubah lanskap sektor keuangan global secara signifikan. Dengan menggunakan Analisa SEM-PLS, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan, kualitas layanan, kepercayaan, dan nilai yang dipersepsikan terhadap kepuasan nasabah fintech syariah. Dengan fokus pada nasabah fintech syariah ALAMI, penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan, kualitas layanan, kepercayaan, dan nilai yang dipersepsikan berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan nasabah fintech syariah ALAMI. Hal ini dapat dikaitkan dengan kemudahan akses yang disediakan oleh fintech.
Religious Humanism Synergy to Develop Creative Industry-Based Halal Tourism in Indonesia
Fariana, Andi;
Saripudin, Saripudin;
Rukmana, Ovalia
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/aiq.v14i2.28354
his study aims to propose a halal tourism model by adopting religious humanism integrated with the creative industry as a baseline. This is a legal study with a statutory approach, relying on various laws and regulations as the primary data, including MUI’s fatwas. This study found that religious humanism can be integrated into the development of the halal tourism industry based on creative industries, with Regional Regulations (Perda) as the guideline. The integration of religious humanism in development is possible with the participation of all stakeholders. This is because the development of halal tourism is not merely about tourism objects but also the community. In this case, religious people easily accept the idea and are willing to participate as long as the integration is structured. Abstrak. Studi ini bertujuan menawarkan model wisata halal dengan meng adopsi humanisme religius dan mengintegrasikannya dengan industri kreatif. Penelitian dilakukan dengan pendekatan perundang-undangan dengan data primer yang berasal berbagai peraturan perundang-undangan, termasuk fatwa MUI. Kajian ini menemukan bahwa humanisme religius dapat diintegrasikan dalam pengembangan industri wisata halal berbasis industri kreatif, dengan menggunakan Peraturan Daerah (Perda) sebagai pedoman. Mengintegrasikan humanism religi dengan pembangunan dimungkinkan dengan partisipasi seluruh pemangku kepentingan. Hal ini karena pengembangan wisata halal tidak hanya mengenai objek wisata tetapi juga masyarakat. Umat beragama mudah menerima gagasan dan mau berpartisipasi asalkan integrasi dilakukan secara terstruktur.
Amwal Zakat Management: A Case Study in Yogyakarta
Waharjani, Waharjani;
Jailani, Mohammad
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/aiq.v14i2.28586
Abstract. Zakāh collection in Nitikan village of Yogyakarta has experienced an increase since 2017, which previously had been stagnant. This paper aims to investigate the current development of the zakāh collection in that area, as it represents Muhammadiyah's efforts in the religious philanthropic movement. T his is a qualitative study, with the data obtained from participatory observation and in-depth interviews with zakāh stakeholders. This study finds that the improvement of the zakāh collection has contributed to several factors. These include the role of ulama and Bapelurzam of Muhammadiyah, leading to the increasing trust of the people. This is strengthened by the changing paradigm of the muzakki regarding zakāh al-māl from merely gold and silver into any properties equal to niṣāb and has reached the haul; and the strong determination of mustaḥiq to transform themselves into muzakki.Abstrak. Penghimpunan zakat di desa Nitikan Yogyakarta mengalami peningkatan sejak tahun 2017 yang sebelumnya stagnan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan penghimpunan zakat di daerah tersebut, sebagai representasi dari upaya Muhammadiyah dalam gerakan filantropi Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan data yang diperoleh dari observasi partisipatif dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan zakat. Studi ini menemukan ada beberapa faktor yang berkontribusi dalam peningkatan zakat di Nitikan. Diantaranya adalah peran ulama dan Bapelurzam Muhammadiyah yang berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat. Hal ini diperkuat dengan perubahan paradigma muzakki tentang zakat mal dari semula terbatas pada emas dan perak menjadi harta apapun yang setara nisab zakat mal dan telah mencapai haul; serta tekad kuat mustahiq untuk bertransformasi menjadi muzakki.
Sharia Integration in Hospital Service: Implementation of Purity and Ikhtilāṭ Aspect
Maksum, Muhammad;
Wahyuni, Afidah;
Fuad, Sahlul;
Rina, Ade;
Hasanah, Farida Latifatul;
Bonhomme, Fabien
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 14 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15408/aiq.v14i2.29057
Penerapan rumah sakit syariah berimplikasi pada peningkatan pelayanan. Ada dua standar yang harus dipenuhi, yaitu kesucian dan penghindaran ikhtilāṭ. Namun, upaya tersebut membutuhkan biaya yang besar sehingga berdampak pada prinsip pelayanan yang sederhana, cepat, dan murah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien dan keluarganya memperoleh manfaat dari penerapan standar kesucian dan penghindaran ikhtilāṭ. Namun, penerapan standar kesucian belum sepenuhnya memiliki manajemen yang memadai untuk memastikan kepatuhan terhadap standar. Sementara itu, penerapan standar penghindaran ikhtilāṭ sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya dan infrastruktur. Namun, pada kondisi tertentu, penerapan standar tersebut terabaikan. Implikasi Penelitian ini menekankan perlunya manajemen dan pedoman yang rinci dalam penerapan standar tersebut.Abstrak:Penerapan rumah sakit syariah berimplikasi pada meningkatnya pelayanan. Ada dua standar yang harus dipenuhi, yaitu standar kesucian dan penghindaran ikhtilāṭ. Namun, upaya ini mebutuhkan biaya besar sehingga mempengaruhi prinsip pelayanan sederhana, cepat, dan murah. Temuan mengindikasikan bahwa pasien dan keluarganya mendapat manfaat dari penerapan standar kesucian dan penghindaran ikhtilāṭ. Implementasi kemurnian standar, bagaimanapun, tidak sepenuhnya memiliki manajemen yang memadai untuk memastikan pemenuhan standar. Sedangkan penerapan standar penghindaran ikhtilāṭ sangat dipengaruhi oleh ketersediaan sumber daya dan infrastruktur. Namun, dalam kondisi tertentu, penerapan standar tersebut terabaikan. Rekomendasi Penelitian ini menekankan perlunya pengelolaan dan pedoman yang detail dalam penerapan standar tersebut.