Articles
312 Documents
Mengungkap Makna “Keuntungan”pada Sistem Paroan Penggemukan Sapi Madura
Bambang Haryadi;
Hanif Yusuf Seputro;
Habi bullah
Agriekonomika Vol 10, No 1: April 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i1.9982
Pulau Madura terkenal sebagai pulau sapi karena populasi budidaya sapi yang masif. Budidaya sapi sudah lama dikembangkan dengan pola kerjasama (paroan). Tujuan penelitian untuk mengungkap faktor yang mempengaruhi penggemukan sapi, model konsep bisnis “Paroan”dan makna keuntungan nilai serta makna di balik keuntungan. Penelitian ini menggunakan model mix method yang memadukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Model kualitatif digunakan setelah penelitian kuantitatif dilakukan. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa konsep keuntungan memiliki pengaruh terhadap perkembangan bisnis sistem paroan. Secara kualitatif, terdapat 2 konsep paroan yaitu paroan uang dan paroan hasil anak sapi. Jenis keuntungan berupa keuntungan material dan non material. Keuntungan materi dimaknai sebagai usaha mencari uang atau rejeki, sebagai penghasilan tambahan, sebagai tabungan. Sedangkan non materi dimaknai sebagai: (1) anugerah produktivitas, (2) bersama beramal, (3) menyambung saudara, (4) menjunjung tinggi budaya.
Penuaan Petani dan Determinan Penambahan Tenaga Kerja di Sektor Pertanian
Dini Yuniarti;
Lestari Sukarniati
Agriekonomika Vol 10, No 1: April 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i1.9789
Penuaan petani menjadi isu di sektor pertanian, padahal sektor pertanian memiliki posisi penting bagi Indonesia. Untuk itu perlu mengkaji fenomena tersebut dan factor yang mempengaruhi penambahan tenaga kerja di sektor pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bagaimana pengaruh usia, pendidikan, lahan, dan upah terhadap penambahan tenaga kerja di sektor pertanianserta kaitannya dengan penuaan petani.Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif. Sumber data merupakan data sekunder dengan dimensi waktu data merupakan data cross section meliputi 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2020. Variabel dependen adalah penambahan jumlah petani,variabel independen meliputi usia, pendidikan, lahan dan upah minimum sektor pertanian. Alat analisis menggunakan regresi berganda dengan metode Ordinary Least Square. Hasil penelitian menunjukkan kelompok usia 25-59 tahun, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan upah berpengaruh terhadap penambahan tenaga kerja, sedangkan variabel usia 15-24 tahun, pendidikan tinggi, dan lahan tidak berpengaruh terhadap penambahan tenaga kerja di sektor pertanian.
Reconstruction of the Social Capital-Based Agricultural Extension System in the Tengger Tribe Society in Tosari, Pasuruan, East Java, Indonesia
Ugik Romadi;
Kliwon Hidayat;
Keppi Sukesi;
Yayuk Yuliati
Agriekonomika Vol 10, No 1: April 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i1.9983
This study aims to examine the “how” and “what kind of” implementation process of extension by the needs of the Tengger Tribe in optimizing their social capital as an effort to accelerate the process of information and technology transfer to achieve the goals of extension that have been outlined in the philosophy of extension, namely behavior change farmers as an effort to improve welfare. This research useed a qualitative approach with a phenomenological method. Based on the research found that a system and implementation of extension were needed by local conditions, and accommodates tribe characteristics. The reconstruction of the extension system must be carried out thoroughly in terms of the institutional aspects of extension, extension workforce, and implementation of extension so that it could achieve the expected goals of changing farmer’s behavior to improve the welfare of farmers in the Tosari Sub-District of Pasuruan Regency.
Analisis Risiko dan Distribusi Pendapatan Budidaya Bandeng (Chanos chanos) Kabupaten Pati
Nurul Aeni;
Endang Siti Rahayu;
Raden Kunto Adi;
Ernoiz Antriyandarti
Agriekonomika Vol 10, No 1: April 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i1.9838
Pesisir Kabupaten Pati sebagian besar digunakan sebagai budidaya bandeng. Terdapat faktor-faktor penghambat proses pembudidayaan hingga penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, pendapatan, risiko (produksi, harga dan pendapatan) dan penanggulangannya, serta distribusi luas tambak dan pendapatan. Proporsi sampel ditentukan melalui proportional sampling. Metode analisis data berupa Analisis usahatani; Analisis risiko; Analisis deskriptif analitis; serta Indeks Gini dan Kurva Lorenz. Hasil penelitian per luas rata-rata menunjukkan risiko produksi dan risiko pendapatan yang tinggi. Risiko produksi dan pendapatan per ha dan risiko harga tergolong rendah. Nilai batas bawah pendapatan per luasan rata-rata adalah negatif sedangkan per ha bernilai positif. Upaya penanggulangan risiko dilakukan melalui tindakan pencegahan. Nilai IG distribusi luas tambak dan distribusi pendapatan usahanya berada dalam tingkat ketimpangan sedang. Distribusi pendapatan diluar budidaya bandeng bernilai tinggi, karena sumber pendapatannya berbeda. Tingkat kelengkungan kurva Lorenz menunjukkan kecenderungan yang sama dengan nilai distribusinya.
Adopsi Inovasi Jajar Legowo oleh Petani di Desa Balahu, Kabupaten Gorontalo
Zulham Sirajuddin
Agriekonomika Vol 10, No 1: April 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i1.10133
Penyuluhan pertanianberperan dalam memperkenalkan metode tanam jajar legowo kepada petani padi dan jagung. Meski begitu, metode tanam jajar legowo belum banyak diadopsi oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui sejauh mana tingkat adopsi jajar legowo oleh petani padi dan jagung berdasarkan tahapan keputusan inovasi pengadopsi, (2) mengetahui persepsi petani terhadap atribut inovasi jajar legowo, (3) mengetahui hubungan antara faktor demografi dengan tingkat adopsi jajar legowo, dan (4) mengetahui hubungan antara persepsi terhadap atribut inovasi terhadap tingkat adopsi jajar legowo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Wawancara terstruktur dengan menggunakan lensa teori difusi inovasi disebar kepada 122 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi jajar legowo oleh petani padi dan jagung masih tergolong rendah. Petani memiliki persepsi yang cukup baik mengenai observabilitas dan kompatibilitas jajar legowo. Luas lahan dan persepsi petani terhadap kompatibilitas, kompleksitas, maupun observabilitas berkorelasi kuat dengan posisi petani pada tahapan keputusan inovasi jajar legowo.Penyuluhan pertanianberperan dalam memperkenalkan metode tanam jajar legowo kepada petani padi dan jagung. Meski begitu, metode tanam jajar legowo belum banyak diadopsi oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengetahui sejauh mana tingkat adopsi jajar legowo oleh petani padi dan jagung berdasarkan tahapan keputusan inovasi pengadopsi, (2) mengetahui persepsi petani terhadap atribut inovasi jajar legowo, (3) mengetahui hubungan antara faktor demografi dengan tingkat adopsi jajar legowo, dan (4) mengetahui hubungan antara persepsi terhadap atribut inovasi terhadap tingkat adopsi jajar legowo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Wawancara terstruktur dengan menggunakan lensa teori difusi inovasi disebar kepada 122 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi jajar legowo oleh petani padi dan jagung masih tergolong rendah. Petani memiliki persepsi yang cukup baik mengenai observabilitas dan kompatibilitas jajar legowo. Luas lahan dan persepsi petani terhadap kompatibilitas, kompleksitas, maupun observabilitas berkorelasi kuat dengan posisi petani pada tahapan keputusan inovasi jajar legowo.
Efficiency Comparison of the Cacao Intercropping Farming in Kolaka Regency
Nursalam Nursalam;
Kabul Budiman;
Campina Illa Prihantini;
Hasbiadi Hasbiadi;
Masitah Masitah
Agriekonomika Vol 10, No 2: Oktober 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i2.11090
The intercropping system is well-known for its extremely low risk of crop failure, its potential to overcome the risk of fluctuating product prices, and this system can save the production inputs. The study aims to compare the level of technical, allocative, and economic efficiency using the stochastic frontier production function model in the intercropping of cacao with annual crops with the pattern: cacao+coconut+patchouli; cacao+coconut+cashew; and cacao+coconut+banana. This research was conducted from March 2018 until April 2018 by determining the samples in the Kolaka Regency, which covered 17 sub-districts, taken from 3 sub-districts with purposive sampling. Each district was represented by 3 villages with purposive sampling. Each sub-district was represented by9 villages with total random samples of 270 respondents. The analysis used wasa technical, allocative, and economical efficiency analysis based on frontier analysis, with 270 respondents from 9 villages representing 3 sub-districts, using the random sampling method. The results discovered that the cacao intercropping farming system of cacao+coconut+patchouli had better technical, allocative, and economic efficiency values and was more feasible to cultivate compared to other patterns. The research results can be beneficial in developing cacao farmers’ performance relating to the annual intercropping crops. For academics, this research is expected to support the frontier production theory with the stochastic frontier efficiency model in cacao intercropping with annual crops.
Alokasi Belanja untuk Ketahanan Pangan Rumahtangga Petani Waduk Pacal, Bojonegoro
Bambang Yudi Ariadi;
Rahayu Relawati
Agriekonomika Vol 10, No 2: Oktober 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i2.10613
Petani di sekitar Waduk Pacal memanfaatkan lahan waduk saat air surut sebagai tempat berusahatani, sehingga waktu budidaya terbatas. Tujuan penelitian untuk menganalisis pendapatan petani, alokasi belanja konsumsi pangan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pemenuhan konsumsi pangan. Data primer diperoleh dari 100 petani sampel di sekitar Waduk Pacal, dan dianalisis secara deskriptif dan PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani berkisar Rp250.000/bulanRp 5.000.000/bulan. Keluarga petani yang hanya bertanam di waduk mempunyai pendapatan sangat rendah, sebagian menambah pendapatan dengan bekerja sebagai buruh tani atau pekerjaan non-pertanian. Alokasi belanja pangan paling besar untuk membeli beras (26,2%) dan sumber protein hewani (16,3%). Secara umum konsumsi pangan masih dominan karbohidrat (beras). Konsumsi pangan rumahtangga petani dipengaruhi oleh usahatani, dan alokasi belanja pangan. Hasil penelitian merekomendasi perlunya pemanfaatan tepi waduk saat pasang untuk budaya ikan, sehingga hasilnya dapat meningkatkan konsumsi protein hewani. Selain itu perlu dibuka lapangan kerja pedesaan sebagai sumber pendapatan yang layak bagi petani untuk meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga mereka.
Daya Dukung Lingkungan dan Fasilitas Wilayah Pesisir Kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep
Jakfar Sadik;
Dyah Wulansari;
Ni Made Sukartini
Agriekonomika Vol 10, No 2: Oktober 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i2.13757
Penelitian ini bertujuan untuk mengukur daya dukung lingkungan, daya dukung fasilitas dan kemampuan pelayanan di wilayah pesisir Kepulauan Sapeken Kabupaten Sumenep. Tehnik analisis data yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, diantaranya: 1) daya dukung lingkungan meliputi ketersediaan lahan; ecological foot print, biocapacity, dan carrying capacity, 2) daya dukung fasilitas dan kemampuan pelayanan menggunakan scallogram dan indeks sentralis Marshal (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kepulauan Sapeken mampu berswasembada pangan, setiap orang memiliki penggunaan dan dukungan sumber daya alam sebesar 222,64 Ha dan 0,444 Ha, kondisi ekosistem tidak mampu mendukung penduduk di dalamnya, dan Desa Sapeken memiliki fasilitas terlengkap serta mempunyai kemampuan sebagai pusat pelayanan.
Supplier Performance Evaluation and Selection on Apple Agro-Industry
Silvana Maulidah;
Djoko Koestiono;
Taufik Rizal Dwi Adi Nugroho
Agriekonomika Vol 10, No 2: Oktober 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i2.10697
Understanding supplier performance is very vital to ensuring a well-functioning of apple agro-industry supply chain network. It will help the process of potential supplier sevaluation and selection, it is also improving both the performance of firms and its suppliers. The purposes of this research are to evaluate the performance and select the potential of apple supplier. The results of this study are as follows: categories (drivers) priority for the evaluation of apple supplier performance are price (0.406), quality (0.335), delivery (0.130) and services (0.070). Based on that categories, the selection of potential of apple supplier sequentially areSupplier A (0.429), Supplier C (0,316), Supplier D (0.129) and Supplier B (0.125). Hopefully, the apple agro-industry can determine the best of suppliers in fulfilling their raw material.
The Effect of Price and Tariff Policy on Shallot Import in Indonesia
Ernoiz Antriyandarti
Agriekonomika Vol 10, No 2: Oktober 2021
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/agriekonomika.v10i2.14048
Shallot is an agricultural commodity whose prices fluctuate depending on the season and cannot always be predicted in advance. In order to stabilize prices, the government often imports shallots. The government also imposes tariffs on imports so that the price of imported shallots increases. As a result, domestic production can be more competitive. Then domestic production can compete with imported goods, so it is hoped that imports of shallots will decrease. This study aims to determine the effect of price and tariff policies on shallot imports using Ordinary Least Square (OLS). In addition, a partial correlation analysis was carried out to identify the relationship between price and tariff policy variables with shallot imports. The results show that the increase in imported shallot prices and tariffs reduces imports of shallots. Those findings indicate that the tariff policy can control the import of shallots. In addition, the tariff policy has a negative relationship with shallot imports.