cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 2 (2019): September" : 10 Documents clear
Pengaruh Intensitas Penyiraman terhadap Persemaian Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) dengan Media Semai Pelepah Batang Pisang di Kelompok Tani Margo Utomo Kelurahan Bence, Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur Zainatu Lutfiana; Laratus Fangohoi; Muhammad Saikhu
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.055 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5605

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggaruh penggunaan pelepah batang pisang sebagai media semai cabai rawit (Capsicum frutescents L.). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2019 sampai dengan tanggal 15 April 2019, di Kelurahan Bence, Garum, Blitar. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakukan dan 6 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah intensitas penyiraman terhadap persemaian cabai rawit, sebagai berikut: (C0). Tanpa penyiraman; (C1). Penyiraman 1 kali sehari; (C2). Penyiraman 2 kali sehari dan (C3). Penyiraman 3 kali sehari. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman dan jumlah daun dengan interval pengamatan 5 hari. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelepah batang pisang bisa digunakan sebagai media semai cabai rawit. Berdasarkan hasil pengamatan, perlakuan (C1) menunjukkan hasil yang terbaik. Hal ini terlihat dari hasil pengamatan terhadap parameter pada akhir penelitian (27 HSS), yang meliputi: rata-rata tinggi tanaman sebesar 13,6 cm dan  rata-rata jumlah daun 4 helai. Penggunaan pelepah batang pisang memberikan pengaruh terhadap intensitas penyiraman pada persemaian cabai rawit (Capsicum frutescents L.). Intesitas penyiraman terbaik adalah pada perlakuan C1 dengan penyiraman 1 kali sehari.
Pengaruh Berat Bibit dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jahe pada Tanah Gambut Samiri Samiri; Radian Radian; Sutarman Gafur
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5529

Abstract

Jahe merupakan salah satu komoditi yang sejak ribuan tahun yang lalu digunakan untuk ramuan dan rempah-rempahan yang diperdagangkan secara luas didunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berat bibit dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe pada tanah gambut. Dilaksanakan di SMK N 1 Mempawah Timur, desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah.  Waktu pelaksanaan penelitian berlangsung selama 6 Bulan, mulai bulan April sampai dengan Desember 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Faktor pertama adalah berat bibit (B) Faktor kedua pupuk NPK (P). Rancanagan ini dilakukan Faktorial (4x5) dengan tiga ulangan, maka jumlah bedengan 4 x 5 x 3 sama dengan 60 bedengan, setiap bedengan 25 tanaman. Interaksi terjadi antara berat bibit dan perlakuan pupuk NPK pada variabel pengamatan tinggi tanaman pada umur 150 HST dan 180 HST,  jumlah tunas pada umur 90 HST, 120 HST, 150 HST dan berat kering rimpang pada umur 60 HST.
Ketahanan Empat Kultivar Ubi Kayu terhadap Tetranychus kanzawai KISHIDA (Acari: Tetranychidae) Sugeng Santoso; Widi Astuti
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (627.899 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5741

Abstract

Tungau merah (Tetranychus kanzawai Kishida) merupakan hama penting pada ubi kayu. Hama tersebut menyebabkan kehilangan hasil sebesar 95%. Penggunaan kultivar merupakan faktor yang mempengaruhi kehilangan hasil. Kultivar ubi kayu yang tahan terhadap tungau merah dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pengendalian. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketahanan kultivar Manggu, Roti, Jimbul, dan Mentega terhadap T. kanzawai. Penelitian di rumah kaca dilakukan untuk mengetahui intensitas kerusakan pada kultivar Mannggu, Roti, Mentega, dan Jimbul. Pengamatan biologi T. kanzawai dilakukan di laboratorium. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa setiap kultivar menunjukkan ketahanan terhadap T. kanzawai yang berbeda-beda. Kultivar Manggu menunjukkan intensitas kerusakan paling rendah dan kultivar Mentega menunjukkan intensitas kerusakan paling tinggi. Pada kultivar Manggu T. kanzawai menunjukkan waktu perkembangan yang lebih panjang dan memiliki keperidian yang lebih rendah.
Aplikasi Biochar Sekam Padi dan Tepung Cangkang Kerang untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Kedelai pada Tanah Sulfat Masam Beny Setiawan; Sutarman Gafur; Tatang Abdurrahman
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5558

Abstract

Penggunaan lahan sulfat masam untuk budidaya kedelai memiliki beberapa permasalahan seperti antara lain rendahnya pH tanah dan fosfat tersedia serta tingginya kandungan Fe. Upaya untuk mengatasi kemarginalan lahan sulfat masam adalah dengan penambahan biochar dan pengapuran. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis biochar sekam padi dengan tiga taraf dosis (0, 5 % dan 10 %) dan faktor kedua yaitu dosis tepung cangkang kerang dengan tiga tara dosis (0, 12,14 g/polybag dan 24,28 g/polybag). Parameter yang diamati yaitu pertumbuhan dan hasil tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tepung cangkang kerang dengan dosis 24,28 g/polybag  meningkatkan berat kering biji pertanaman tertinggi jika dibandingkan kontrol yaitu sebesar 65.33 g/tanaman.
Pengaruh Biochar Sekam Padi dan Kompos Paitan (Tithonia diversifolia) terhadap Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.) di Tanah Mediteran Muhammad Amin Sadzli; Slamet Supriyadi
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.451 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5885

Abstract

Biochar adalah padatan berwarna hitam mirip arang hasil pirolisis materi kaya karbon yang mampu memperbaiki sifat-sifat tanah termasuk peningkatkan kandungan C-organik dalam tanah. Penambahan kompos pada biochar kemungkinan akan meningkatkan kinerja biochar sebagai pembenah tanah. Penelitian ini bertujuan mengkaji interaksi antara biochar sekam padi dan kompos Tithonia pada pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata L.). Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei hingga Agustus 2018, dalam Rumah plastik di Kebun Percobaan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, terletak di ketinggian ± 5 m dpl. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor, yaitu  penambahan kompos Thitonia dalam takaran 0 (P0) dan 5 (P1) ton/ha; dan faktor kedua adalah penambahan biochar sekam padi sebanyak 0 (B0), 5 (B1), 10 (B2), dan 10 (B3) ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi biochar sekam padi dan kompos Tithonia terhadap pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata L.) pada parameter tinggi tanaman 3 MST, meningkatan kandungan C-organik tanah hingga 180%, dan menurunkan Bobot Isi (BI) tanah, dan cenderung menurunkan persentase bintil akar efektif.
Hubungan Karakteristik Morfofisiologi Tanaman Kersen (Muntingia calabura) Nurholis Nurholis; Ismail Saleh
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.321 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5418

Abstract

Kersen (Muntingia calabura) merupakan salah satu tumbuhan liar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Tumbuhan ini dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat dengan memanfaatkan daun atau buahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik morfologi dan fisiologi daun, bunga, dan buah kersen. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel tanaman kersen di wilayah Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat dengan ketinggian tempat yang berbeda. Lokasi pengambilan sampel tanaman kersen yaitu Pilang (4 mdpl), Bima (15 mdpl), Gronggong (135 mdpl), Cilimus (476 mdpl), dan Cigugur (960 mdpl).Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2015 – Maret 2016. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daun kersen memiliki karakteristik berdaun tunggal dengan panjang dan lebar daun berturut-turut 10.67 cm dan 4 cm. Bunga kersen termasuk ke dalam bunga sempurna dengan mahkota berwarna putih dan kelopak berwarna hijau. Buah kersen berbentuk bulat dan ketika muda berwarna hijau dan merah ketika sudah matang. Bobot buah kersen yang sudah matang berkisar 1.71 g. Kadar vitamin C buah kersen berkisar 2.31 mg/g bobot basah dan tingkat kemanisan (padatan total terlarut) buah kersen yaitu 19.14 % Brix. Berdasarkan hasil analisis korelasi, luas daun berkorelasi positif dengan diameter ovari dan bobot buah. Bobot buah kersen berkorelasi negatif dengan tingkat kemanisan buah.
Efektivitas Paenibacillus polymyxa dan Pseudomonas fluorescens dalam Pengendalian Penyakit Hawar Daun (Helminthosporium turcicum) pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) Nurlaela Tuszahrohmi; Ugik Romadi; Irianti Kurniasari
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.442 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5578

Abstract

Leaf blight caused by fungi Helminthosporium turcicum is an important disease in Indonesia because of the loss of up to 50%. The use of chemical fungicides continuously has a negative impact on humans and the environment. One of the save and environmentally friendly controls is biological control based on antagonistic microorganisms. This study aims to determine the effectiveness of the biological agents Paenibacillus polymyxa and Pseudomonas fluorescens in the controlling of leaf blight in maize. Randomized Block Design used in this research consist of five treatments and each treatment consist of five replications. The treatment consist of P0 is control, P1 is P.polymyxa 10ml L-1, P2 isP.fluorescens 10ml L-1, P3 is P.polymyxa dan P.fluorescens 10ml L-1, P4 is propineb fungicide 70%. The data were analyzed using analysis of variance, if there were significant followed by Duncan test at 5% level. The results showed that P.polymyxa effective reduce leaf blight in maize by 99,89%, besides that P. polymyxa was able to increase plant height and number of leaves significantly compared to controls.
Peningkatan Pertumbuhan dan Produksi Bawang Putih (Allium sativum L.) melalui Aplikasi Vernalisasi dan Pemberian BAP (Benzil Amino Purin) Edi Siswadi; Sekar Utama Putri; Refa Firgiyanto; Clara Fajarsyah Putri
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.933 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5419

Abstract

Bawang putih (Allium sativum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk berbagai pengunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama vernalisasi dan konsentrasi BAP (Benzil Amino Purin) serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi bawang putih (Allium sativum L.) varietas Lumbu Hijau. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Tanaman Politeknik Negeri Jember dan Di Desa Wonokerto Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo dengan ketinggian 1400 m dpl. Rancangan percobaan  yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Faktor pertama yaitu lima taraf vernalisasi (0, 2, 4, 6, dan 8 Minggu), sedangkan faktor kedua lima  taraf konsentrasi (0, 50, 100, 150 dan 200 ppm). Variabel yang diamati pada percobaan ini meliputi jumlah daun, panjang daun, lebar daun, tinggi tanaman, diameter batang, diameter umbi, jumlah siung, berat basah, dan berat kering umbi. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian perlakuan lama vernalisasi mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah daun, panjang daun, lebar daun,  tinggi tanaman, diameter batang, jumlah siung, berat  basah, berat kering, dan diameter umbi, akan tetapi belum mampu meningkatkan lebar daun 6 MST. Waktu lama vernalisasi terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang putih diperoleh pada perlakuan 4 minggu dan 8 minggu. Pemberian perlakuan konsentrasi BAP (Benzil Amino Purin) serta interaksinya dengan lama vernalisasi masih belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bawang putih varietas Lumbu Hijau.
Kerontokan Bunga dan Polong Tiga Varietas Kedelai pada Pemberian Urin Sapi dan Kambing Fahri Ali; Sakhidin Sakhidin; Darjanto Darjanto
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.649 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5455

Abstract

Permasalahan yang sering dijumpai pada tanaman kedelai adalah tingginya tingkat kerontokan bunga dan polong. Kerontokan bunga dan polong dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah tingginya kandungan etilen dan rendahnya kandungan auksin dan GA. Urin sapi banyak mengandung hormon auksin, sedangkan urin kambing banyak mengandung GA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian urin terhadap kerontokan bunga dan polong beberapa varietas kedelai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), terdiri dari 2 faktor, faktor pertama varietas kedelai : Panderman, Burangrang dan Anjasmoro. Faktor kedua pemberian urin : tanpa urin, urin sapi konsentrasi 30 ml/l; 60 ml/l, urin kambing konsentrasi 30 ml/l; 60 ml/l.  Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, jika nyata dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5% dan analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian urin berpengaruh terhadap jumlah bunga rontok dan persentase bunga rontok. Persentase bunga rontok pada varietas Panderman dapat dikurangi dengan pemberian urin sapi maupun kambing, sedangkan pada varietas Burangrang dapat dikurangi hanya dengan pemberian urin sapi. Pada varietas Anjasmoro pemberian urin baik sapi maupun kambing tidak dapat mengurangi persentase bunga rontok. Penurunan persentase bunga rontok tertinggi pada varietas Panderman dan Burangrang diperoleh dengan pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l yaitu masing-masing sebesar 7,90% dan 6,24%. Bobot biji per hektar pada varietas Panderman dapat meningkat hanya dengan pemberian urin sapi konsentrasi 30 ml/l. Pada varietas Burangrang dapat meningkat dengan pemberian urin sapi baik konsentrasi 30 atau 60 ml/l. Pada varietas Anjasmoro dapat meningkat dengan pemberian urin kambing baik konsentrasi 30 atau 60  ml/l.
Potensi Bakteri Agens Hayati untuk Menekan Infeksi Cucumber mosaic virus (CMV) pada Melon (Cucumis melo L.) Giyanto Giyanto; Iis Purnamawati; Tri Asmira Damayanti
Agrovigor Vol 12, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i2.5834

Abstract

Cucumber mosaic virus (CMV) merupakan patogen penting pada Cucurbitaceae, diantaranya melon. Pengelolaan virus di lapangan cukup sulit dilakukan. Salah satu upaya untuk menekan infeksi virus yaitu melalui penyehatan tanaman menggunakan bakteri agens hayati. Penelitian ini bertujuan menguji potensi isolat bakteri Bacillus cereus (BC), Chromobacterium haemolyticum (CH), Ralstonia pickettii (RP), dan Pseudomonas flourescens (PF) dalam menekan infeksi CMV pada tanaman melon. Pengujian pengaruh bakteri terhadap performa kecambah dilakukan melalui perlakuan perendaman benih dalam suspense bakteri di laboratorium.  Efikasi bakteri dalam menekan infeksi CMV dilakukan dengan cara perendaman benih dan penyemprotan tanaman dengan suspense bakteri dalam percobaan di rumah kaca. Pengamatan dilakukan terhadap peubah penyakit dan agronomi, dan aktivitas enzim peroksidase. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan bakteri BC menunjukkan performa kecambah terbaik di antara perlakuan bakteri lainnya. Perlakuan bakteri tidak berpengaruh terhadap masa inkubasi dan insidensi penyakit, namun secara nyata menurunkan keparahan penyakit dan akumulasi virus dibandingkan kontrol. Aktivitas enzim peroksidase lebih tinggi setelah perlakuan bakteri dan inokulasi CMV dibandingkan perlakuan sebelum inokulasi. Bakteri RP merupakan bakteri terbaik dalam menekan infeksi CMV melalui aktivitas antivirus dan induksi ketahanan dengan peningkatan aktivitas peroksidase.

Page 1 of 1 | Total Record : 10