cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 2 (2021): September" : 12 Documents clear
Pengaruh jenis dan waktu aplikasi pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis (Zea Mays L. Saccarata Strurt) Widyana Rahmatika; Marista Anggraini
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.9845

Abstract

Jagung manis termasuk komoditi yang dapat diusahakan secara intensif karena banyak digemari sehingga terbuka peluang pasar yang baik. Kebutuhan pasar akan jagung manis yang terus meningkat dan harga jagung manis yang tinggi merupakan faktor yang dapat merangsang petani untuk mengembangkan usahatani jagung manis (Hayati, 2006). Aplikasi pupuk organik dalam budidaya jagung manis dapat menjaga kesehatan dan keberlanjutan lahan, melalui penambahan pupuk organik ke lahan pertanian dapat memperbaiki kesuburan tanah karena pupuk organik dapat memperbaiki  sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  interaksi jenis pupuk organik dan saat pemberian terhadap produktivitas tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt). Penelitian ini bertempat di Kelurahan Manisrenggo Kecamatan Manisrenggo Kota Kediri . Waktu penelitian di mulai pada bulan September 2019 – November 2019. Jenis tanah yang ada di Kelurahan Manisrenggo yaitu Lempung berpasir, pH 5,5 dan ketinggian tempat 68 m dpl. Metode Penelitian yang digunakan adalah rancangan faktorial dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) terdiri dari 2 faktor, faktor pertama 2 level dan faktor yang kedua 3 level dan di ulang sebanyak empat kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi akibat pengaruh jenis pupuk organik dan saat pemberian terhadap produktivitas tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt) pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun (35, 45 hst), diameter batang (28,35,42 hst).
Pemanfaatan Limbah kulit Buah Kakao Terhadap Pertumbuhan Tanaman Tomat (Lycopersicon esculentum Mill.) Retno Putri Andini; Revis Asra; Ade Adriadi
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10205

Abstract

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman perkebunan rakyat yang menghasilkan limbah limbah kulit buah kakao. Limbah limbah kulit buah kakao dapat berdampak pada lingkungan. Salah satu alternatif pemanfaatan limbah limbah kulit buah kakao yaitu sebagai penutup tanah untuk mengatasi cekaman kekeringan pada tanaman tomat (Lycopersicon esculentum Mill.). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian limbah limbah kulit buah kakao dan hari penyiraman terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada kondisi cekaman kekeringan. Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan, perlakuan terdiri dari C0P0 (tanpa limbah kulit buah kakao+penyiraman 1 hari sekali), C0P2 (tanpa limbah kulit buah kakao+penyiraman  2 hari sekali), C0P4 (tanpa limbah kulit buah kakao+penyiraman  4 hari sekali), C1P0 (limbah kulit buah kakao 100gr+penyiraman 1 hari sekali), C1P2 (limbah kulit buah kakao 100gr+penyiraman 2 hari sekali), C1P4 (limbah kulit buah kakao 100gr+penyiraman 4 hari sekali), C2P0 (limbah kulit buah kakao 200gr+penyiraman 1 hari sekali), C2P2 (limbah kulit buah kakao 200gr+penyiraman 2 hari sekali), C2P4 (limbah kulit buah kakao 200gr+penyiraman 4 hari sekali). Hasil menunjukkan bahwa pemberian limbah limbah kulit buah kakao dan variasi frekuensi penyiraman berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan tanaman tomat pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan biomassa. Perlakuan pemberian limbah kulit buah kakao sebanyak 100gr dan interval penyiraman 2 hari sekali berpengaruh signifikan pada parameter tinggi tanaman. Namun tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada perlakuan jumlah cabang.
Respons sepuluh kultivar mentimun (Cucumis sativus L.) terhadap infeksi Tobacco mosaic virus Mhd Rifqi Abdillah; Tri Asmira Damayanti
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10001

Abstract

Mentimun adalah sayuran penting yang dibudidayakan secara luas di Indonesia. Baru-baru ini mentimun dilaporkan sebagai inang alami Tobacco mosaic virus (TMV), sehingga data respons mentimun terhadap infeksi TMV belum diketahui. Penelitian bertujuan menguji respons sepuluh kultivar komersial mentimun terhadap infeksi TMV. Penularan TMV melalui inokulasi mekanis dan respons mentimun terhadap infeksi TMV diukur berdasarkan peubah penyakit dan agronomi. Hasil penelitian menunjukkan waktu inkubasi berkisar dari 6.9˗12.4 hari setelah inokulasi (HSI) dengan insidensi penyakit berkisar 30-100% tergantung kultivar. Tanaman yang terinfeksi TMV menunjukkan gejala bervariasi dari mosaik ringan hingga berat. Skor keparahan berkisar dari 1.8˗3.0 dengan indeks keparahan penyakit berkisar 0.1-33.3 dan titer virus berkisar dari 0.266˗0.646. Secara umum, infeksi TMV kurang menghambat pertumbuhan tinggi tanaman, namun mengurangi jumlah daun pada kultivar Yupiter dan jumlah bunga pada kultivar Alicia F1, Baby 007 F1, Yupiter secara signifikan. Berdasarkan parameter yang diamati, kultivar Vanesa F1 dan Kancil dikategorikan sebagai kultivar tahan, kultivar Naya F1, Panda, Wulan F1, dan Yupiter dikategorikan toleran, serta kultivar Alicia F1, Baby 007 F1, Maestro, dan Monza F1 dikategorikan rentan terhadap infeksi TMV. Kultivar Vanesa F1 dan Kancil tahan dapat dimanfaatkan sebagai tetua untuk perakitan kultivar tahan TMV.
Evaluasi status kesuburan tanah sawah di Subak Kerdung dan Subak Kepaon, Kecamatan Denpasar Selatan Made Sri Sumarniasih; Debora Desclarita Simanjuntak; I Dewa Made Arthagama
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10899

Abstract

 Evaluasi kesuburan tanah adalah proses penilaian masalah-masalah keharaan tanah dan pembuatan rekomendasi pemupukan. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah dan faktor pembatasnya, serta menyusun arahan pengelolaan kesuburan lahan. Penelitian dilakukan dengan metode survei untuk pengambilan sampel tanah dan selanjutnya tanah di analisis di laboratorium. Parameter yang dianalisa adalah KTK, KB, C-Organik, P-Total, K-Total dan data pendukung seperti tekstur, kadar air dan pH tanah. Berdasarkan hasil penilaian status kesuburan tanah di Subak Kerdung dan Subak Kepaon Denpasar Selatan adalah sedang dan tinggi. Status kesuburan sedang pada SLH III (Subak Kerdung) dan IV (Subak Kepaon), sedangkan status kesuburan tinggi terdapat pada SLH I (Subak Kerdung), II (Subak Kerdung), dan V (Subak Kepaon). Faktor pembatas dalam status kesuburan tanah di Subak Kerdung dan Subak Kepaon adalah kandungan P-total dan KTK yang tergolong sedang pada SLH III dan IV. Arahan pengelolaan kesuburan tanah adalah pengembalian sisa panen atau menambahkan bahan organik kedalam tanah dan penambahan pupuk yang mengandung unsur P dalam bentuk pupuk tunggal atau pupuk majemuk.
Pengaruh tinggi batang bawah dan macam varietas pada sambung pucuk terhadap persentase tumbuh tanaman kelengkeng (Dimocarpus longan L.) Nunuk Helilusiatiningsih; Belinda Adeana; Fajar Setyawan
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.9196

Abstract

Tanaman Kelengkeng (Dimocarpus longan L. ) digemari masyarakat Indonesia karena mudah dibudidayakan dan rasa buah manis , mengandung kadar air tinggi serta memiliki nilai gizi yang baik. Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh tinggi batang bawah dan macam varietas pada sambung pucuk terhadap persentase tumbuh kelengkeng. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Perlakuan Acak Kelompok dengan 2 jenis perlakuan yaitu Tinggi batang bawah ada 3 level 15 cm, 20 cm, 25 cm) dan Macam Varietas (new kristal, diamond river, matalada). Parameter yang diukur adalah jumlah tunas, jumlah daun, panjang batang, persentase keberhasilan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tinggi batang bawah T3 yang panjangnya 25 cm memepangaruhi perkembangan 8 minggu  jumlah daun 33, 22 helai, jumlah tunas 4,35,  panjang batang 8,35 cm dan persentase pertumbuhan kelengkeng  sebesar 79 % yang paling baik. Perlakuan macam varietas tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter dan  tidak terjadi interaksi antara tinggi batang bawah dan macam varietas  pada sambung pucuk terhadap persentase tumbuh kelengkeng.
Deteksi perakaran kelor (Moringa oleifera Lamk) dengan metode geolistrik resistivitas Catur Wasonowati; Endang Sulistyaningsih; Didik Indradewa; Budiastuti Kurniasih
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10064

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera Lamk) sebagai tanaman multiguna dan mengandung zat nutrisi yang cukup tinggi sehingga dapat dijadikan bahan pangan alternatif. Tanaman dengan perakaran yang baik mampu tumbuh, berkembang dan berproduksi secara maksimal.  Pengambilan sampel akar kelor dengan cara destruktif membutuhkan waktu yang lama dan kurang efektif serta membutuhkan tenaga kerja. Salah satu metode non destruktif adalah menggunakan metode geolistrik resistivitas (tahanan jenis) untuk mendeteksi akar tanaman dan mempelajari hubungan tanah dan akar. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bluto dan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei  2017. Penelitian untuk mengetahui bagaimana pola sebaran akar tanaman kelor. Pada penelitian ini dilakukan identifikasi sebaran akar primer, sekunder, dan tersier pada tanaman kelor dengan metode geolistrik. Sebaran akar kelor di Bluto dan Guluk-guluk bervariasi terdiri dari akar tersier, sekunder dan primer dapat dilihat hasil resistivitas secara horisontal dan vertikal. Nilai resistivitasnya  lokasi tanam kelor di Bluto lebih tinggi dibandingkan dengan di Guluk-guluk.
Pertumbuhan dan produksi rumput gajah odot dan kacang tanah pada sistem pertanian campuran dengan berbagai jarak dan waktu tanam Alama Dian Rahayu; Didik Wisnu Widjajanto; Sutarno Sutarno
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.11212

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji perlakuan jarak tanam rumput gajah var. odot dan waktu tanam kacang tanah terhadap pertumbuhan serta produksi rumput gajah var. odot dan kacang tanah. Penelitian lapang dilaksanakan di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Analisis karakteristik tanah dan tanaman dilakukan di Laboratorium Ekologi dan Produksi Tanaman, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang dari bulan September 2020 sampai Februari 2021. Percobaan faktorial 2 x 4 dengan rancangan acak kelompok dengan 3 kelompok ulangan. Faktor pertama jarak tanam rumput gajah var. odot terdiri dari J1 : 90 cm x 60 cm, dan J2 : 90 cm x 45 cm. Faktor kedua waktu tanam kacang tanah terdiri dari T1 : 2 minggu sebelum potong paksa, T2 : 1 minggu sebelum potong paksa, T3 : pada saat potong paksa, dan T4 : 1 minggu setelah potong paksa.  Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan analisis varians dan selanjutnya diuji menggunakan uji Duncan pada taraf kepercayaan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada perlakuan jarak tanam rumput gajah var. odot berpengaruh nyata pada jumlah polong kacang tanah, sedangkan perlakuan waktu tanam kacang tanah menunjukkan pengaruh nyata terhadap jumlah anakan dan berat basah rumput odot, tinggi, jumlah daun, dan berat 100 biji kacang tanah.Berdasarkan hasil percobaan dapat disimpulkan bahwa budidaya kacang tanah dapat direkomendasikan untuk ditanam campur dengan rumput gajah var. odot.
Respon pertumbuhan tiga jenis sulur cabe jawa dengan pemberian berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh Wuri Prameswari; Anandyawati Anandywati; Agustian Efendi; Hermansyah Hermansyah
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabe jawa merupakan tanaman obat dan rempah yang penting dalam industri obat di Indonesia. Cabe jawa diperbanyak dengan cara stek sulur, namun kendala yang dihadapi dalam penanaman adalah mudah layu dan lambat pertumbuhannya. Penggunaan jenis sulur dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (Rootone F) merupakan salah satu upaya untuk mempercepat pertumbuhan stek tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tiga jenis sulur cabe jawa terhadap pemberian berbagai konsentrasi Rootone F. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi Rootone F yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 mg/liter, 100 mg/liter, 200 mg/liter, 300 mg/liter, dan faktor kedua adalah jenis sulur yang terdiri dari 3 taraf yaitu sulur tanah, sulur panjat, dan sulur produktif. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara jenis sulur dan konsentrasi Rootone F pada variabel jumlah tunas. Konsentrasi Rootone F tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Sulur tanah merupakan jenis sulur terbaik dalam pertumbuhan stek cabe jawa.
Efektifitas Lama Perendaman Benih dengan ZPT IAA terhadap Pertumbuhan Bibit Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Alqamari, Muhammad; Cemda, Abdul Rahman; Yusuf, Muhtar
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September (inpress)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.10108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama perendaman benih cabai merah (Capsicum annuum L.) pada Zat Pengatur Tumbuh Indole Acetic Acid (ZPT IAA) terhadap pertumbuhan bibit varietas lokal Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan di laboratorium dan kebun percobaan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara pada Maret-Mei 2020. Metode percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial yaitu lama perendaman benih dalam ZPT IAA (L0= 0 jam; L1= 3 jam; L2= 6 jam; L3= 9 jam; L4= 12 jam; L5= 15 jam; dan L6= 18 jam) dengan dosis 1 g/100 ml aquades dan 3 ulangan. Parameter yang diamati meliputi: persentase daya berkecambah, tinggi bibit, jumlah daun bibit, berat basah, dan berat kering bibit serta diolah menggunakan sidik ragam dan dilanjutkan DMRT level 5% ± standart error dengan menggunakan software IBM SPSS statistics v.20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman benih dalam ZPT IAA dapat meningkatkan persentase daya kecambah, tinggi bibit, jumlah daun, berat basah, dan berat kering bibit cabai merah varietas lokal Sumatera Utara dengan peningkatan tertinggi terdapat pada lama perendaman benih 12 jam masing-masing sebesar 64,52%; 48,94%; 57,14%; 117,26%; dan 162,50% dibandingkan kontrol.
Tingkat serangan Spodoptera frugiperda J.E. Smith pada pertanaman jagung di Kota Tasikmalaya dan perkembangannya di laboratorium Efrin Firmansyah; R Arif Malik Ramadhan
Agrovigor Vol 14, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v14i2.9517

Abstract

Spodopera frugiperda J.E. Smith merupakan hama baru tanaman jagung di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat serangan hama baru Spodoptera frugiperda J.E. Smith pada pertanaman jagung di wilayah Kota Tasikmalaya. Penelitian dilaksanakan dengan metode observasi lapangan pada 10 Kecamatan yang berada di Kota Tasikmalaya, dan pemeliharaan serangga dilaksanakan di laboratorium Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Perjuangan Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan hama baru S. frugiperda telah menyerang pertanaman jagung di empat kecamatan yaitu Purbaratu, Cibeureum, Tamansari dan Kecamatan Tawang. Lama perkembangan stadia telur, larva, prapupa, pupa dan imago berturut-turut adalah 5 hari, 19,75 hari, 1,47 hari, 7,09 hari dan 10 hari.

Page 1 of 2 | Total Record : 12