cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 396 Documents
POPULASI BAKTERI PADA RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottonii) YANG TERSERANG PENYAKIT ICE-ICE S Supatno; Wahyu Andy Nugraha; I Insafitri
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.923

Abstract

The period of sea-weed growing under low condition is a problem that is generally faced by the farmers. The spreading of ice ice disease is affected by the environment changes that suppress the sea-weed growing and become the cause of organic substances releasing, MUCUS on thallus and also stimulate the presence of bacteria around the plantation area. The aim of this research is to know the population of bacteria on E. cottonii infected by ice-ice disease at different location. The method used in the measurement of the population bacteria is total fiat analysis (TFA). Data collection was done three times weekly on three different places Lobuk village, Bluto sub district, Sumenep. The result of observation shows that the average of bacteria population on those three different locations and also different time-observing are significantly different. The total average of bacteria populations ranges from 7278 to 18060 coloni/gr. The high value of this population is assumed as a part of the environment parameter that supports the growing of E. cottonii such as temperature and velocity.Keywords : Bacteria population, Ice-ice, E. cottonli
PREFERENSI HABITAT SPESIES OPHIUROIDEA DI ZONA INTERTIDAL PANTAI PANCUR TAMAN NASIONAL ALAS PURWO Rendy Setiawan; Tri Atmowidi; Kanthi A. Widayati; Pradina Purwati
Jurnal Kelautan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v11i2.4741

Abstract

Karakteristik zona intertidal Pantai Pancur Taman Nasional Alas Purwo berupa paparan karang mati, bebatuan, area lamun, dan area makroalga. Kondisi habitat yang heterogen ini menarik untuk diteliti, terutama dalam rangka memahami preferensi habitat populasi spesies Ophiuroidea yang ada, dengan posisi pantai yang menghadap laut lepas Samudera Hindia yang dikenal bergelombang tinggi dan berarus deras. Untuk menentukan relung yang dipilih tiap populasi Ophiuroidea, dilakukan metode road sampling dengan cara ‘tracking’ tipe-tipe habitat dengan GPS sehingga bisa dipetakan dalam peta tematik. Di atas peta ini, kemudian di gambarkan posisi (dengan GPS) tiap individu Ophiuroidea yang ditemukan. Penggambaran peta sebaran tersebut menggunakan program ArcGIS 9.3. Persebaran Ophiuroidea di wilayah Pantai Pancur tidak merata dan cenderung mengelompok pada wilayah yang terdapat substrat batu berpasir, area alga, dan area lamun. Ophiocoma scolopendrina merupakan spesies yang dominan ditemukan di Pantai Pancur dan menempati area yang paling luas dibandingkan spesies yang lain. Macrophiothrix longipeda adalah spesies yang menempati area paling sempit. Berdasarkan hasil overlay peta persebaran alga dan lamun di Pantai Pancur, Ophiuroidea menempati wilayah bersama pada substrat batu berpasir dengan area lamun dan alga Area. O. brevipes, O. annulosa, dan M. longipeda ditemukan tidak bersinggungan saat penelitian. Ini menunjukkan salah satu strategi berbagi ruang.Kata Kunci: Ophiuroidea, Pantai Pancur, Taman Nasional Alas PurwoABSTRACTCharacteristics of Intertidal zone Pancur Coastal Alas Purwo National Park has dead coral, bed rock, seagrass, and seaweed. This heterogeneous habitat condition is interesting to study, especially in order to understand the habitat preferences of the existing Ophiuroidea species population, with the position of the beach facing the sea off the Indian Ocean which is known to be high wave and swift flow. For determine the niche chosen by each Ophiuroidea population, the road sampling method is carried out by means of 'tracking' habitat types with GPS so that they can be mapped on thematic maps. On this map, then describe the position (with GPS) of each Ophiuroidea individual found. The depiction of the distribution map uses the ArcGIS 9.3 program. The distribution of Ophiuroidea in the Pancur Beach area is uneven and tends to cluster in areas with sandy stone substrates, algae areas, and seagrass areas. Ophiocoma scolopendrina is the dominant species found on Pancur Beach and occupies the most extensive area compared to other species. Macrophiothrix longipeda is a species that occupies the narrowest area. Based on the results of overlaying maps of algae and seagrass distribution in Pancur Beach, Ophiuroidea occupied a shared area on sandy rock substrate with seagrass areas and seaweed Area Ophiocoma brevipes, Ophiomastix annulosa, and M. longipeda found not intersecting during the study. This shows one of the space sharing strategies. Keywords: Ophiuroidea, Pancur Coast, Alas Purwo National Park
POTENSI EKOSISTEM MANGROVE DI TAMAN WISATA TELUK YOUTEFA KOTA JAYAPURA PAPUA Yunus P Paulangan
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.836

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki keanekaragaman hayati baik dari manfaat  ekologi maupun sosial. Ekosistem ini berperan dalam siklus ekologi di wilayah pesisir dengan ketergantungan biota perairan dan manusia terhadap keberadaannya. Kawasan ekosistem mangrove Taman Wisata Teluk Youtefa yang berada dekat dengan perkotaan, menjadikan kawasan tersebut berkaitan langsung dengan keberagaman aktivitas tersebut, seperti pemanfaatan kayu mangrove sebagai kayu bakar, bahan bangunan dan sebagainya yang mengakibatkan penurunan kualitas ekosistem mangrove. Selain itu terdapat aktivitas, seperti konversi lahan menjadi tambak, pemukiman dan industri, serta tingginya pencemaran dan sedimentasi dari lahan perkotaan. Sebagai upaya pengelolaannya berdasarkan konsep dan prinsip terpadu, maka perlu disusun rencana strategis pengelolaanya agar dapat berkelanjutan. Dari proses penyusunan tersebut, terlihat bahwa peranan stakeholder sangat dibutuhkan dalam setiap langkah penyusunan program. Selain itu, dimensi pengelolaan, yaitu ekologi, sosial ekonomi maupun kelembagaan menjadi pertimbangan utama sebagai satu kesatuan tahapan. Kata Kunci : Mangrove, Pengelolaan Terpadu, Teluk Youtefa
TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP SPAT KERANG MUTIARA (Pinctada maxima) DENGAN KEPADATAN YANG BERBEDA DI BALAI PERIKANAN BUDIDAYA LAUT (BPBL) LOMBOK Tri Oktaviani; Nunik Cokrowati; Baiq Hilda Astriana
Jurnal Kelautan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v11i1.3136

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepadatan yang berbeda terhadap Survival Rate (SR) spat kerang mutiara (Pinctada maxima) serta kepadatan yang tepat pada wadah pemeliharaannya di laut. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan, yakni perlakuan 1 (kontrol) 60 ind/poket; perlakuan 2 (93 ind/poket); perlakuan 3 (126 ind/poket); perlakuan 4 (159 ind/poket); perlakuan 5 (192 ind/poket); dan perlakuan 6 (225 ind/poket). Ukuran spat yang digunakan 0,8-1,7 cm (45 hari) pada pocket net (47 x 60 cm). Hasil penelitian selama 45 hari menunjukkan perhitungan persentase SR tertinggi (100%) dimiliki oleh kepadatan 225 ind/poket (P6) dan kepadatan 93 ind/poket (P2).  Nilai SR terendah berada pada P1 dengan kepadatan 60 ind/poket dan disusul oleh perlakuan lainnya seperti P3, P4 serta P5. Namun laju pertumbuhan rerata cangkang spat pada kepadatan 192 ind/poket (P5) cenderung lebih cepat dengan nilai 1,71 cm dibandingkan kepadatan 60 ind/poket (P1) yang memiliki nilai paling rendah yakni 1,43 cm. Pertumbuhan berat dengan nilai tertinggi pada P4 (159 ind/poket) dengan nilai 1, 30 gr dan nilai terendah yakni 1,00 gr berada pada P5 (192 ind/poket). Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa padat penebaran yang berbeda tidak berpengaruh nyata (P0,05) terhadap SR spat yang dipelihara selama 45 hari dan padat penebaran terbaik untuk SR diperoleh pada perlakuan 2 (93 ind/poket) dan perlakuan 6 (225 ind/poket). Kata kunci: Kelangsungan Hidup, Pertumbuhan, Spat, Pinctada maxima, Kualitas Air.THE SURVIVAL RATE OF PEARL SHELL SPAT WITH DIFFERENT DENSITIES AT THE MARINE AQUACULTURE CENTER LOMBOKABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of different densities on Survival Rate (SR) spat pearl shells (Pinctada maxima) and the right density on the maintenance container in the sea. The method used is Completely Randomized Design (CRD) which consists of 6 treatments and 3 replications, namely treatment 1 (control) 60 ind / pocket; treatment 2 (93 ind / pocket); treatment 3 (126 ind / pocket); treatment 4 (159 ind / pocket); treatment 5 (192 ind / pocket); and treatment 6 (225 ind / pocket). Spat size used is 0.8-1.7 cm (45 days) in pocket net (47 x 60 cm). The results of the study for 45 days showed the highest SR percentage calculation (100%) owned by 225 ind / pocket (P6) density and 93 ind / pocket (P2) density. The lowest SR value is at P1 with 60 ind / pocket density and followed by other treatments such as P3, P4 and P5. However, the average growth rate of spat shell at 192 ind / pocket (P5) density tends to be faster with a value of 1.71 cm compared to 60 ind / pocket (P1) density which has the lowest value of 1.43 cm. Weight growth with the highest value in P4 (159 ind / pocket) with a value of 1, 30 gr and the lowest value of 1.00 gr was at P5 (192 ind / pocket). Based on the results of the study it was concluded that different stocking densities did not significantly (P 0.05) the SR spat maintained for 45 days and the best stocking density for SR was obtained in treatment 2 (93 ind / pocket) and treatment 6 (225 ind / pocket). Keywords: Survival, Growth, Spat, Pinctada maxima, Water Quality.
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN BAU LUMPUR IKAN BANDENG (Chanos chanos) DARI DUA LOKASI YANG BERBEDA H Hafiluddin; Yudhita Perwitasari; Slamet Budiarto
Jurnal Kelautan Vol 7, No 1: April (2014)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v7i1.795

Abstract

Bandeng (Chanos chanos) merupakan salah satu komoditas yang strategis untuk memenuhi kebutuhan protein yang relatif murah dan digemari oleh konsumen di Indonesia.Bau lumpur pada ikan umumnya pada ikan tawar disebabkan senyawa kimia yaitu 2-Methylisoborneol dan Geosmin.Tujuan untuk mengetahui kandungan kandungan gizi dan geosmin ikan bandeng (Chanos chanos) dari dua lokasi yang berbeda yaitu perairan tambak Lamongan dan Pamekasan.Penelitian ini menggunakan metode Uji Test-T dengan menggunakan dua faktor untuk analisa uji proksimat. Kandungan gizi ikan bandeng bervariasi, yaitu kadar air ikan bandeng Lamongan 74,71-76,06% dan Pamekasan 68,50-73,34%, protein ikan bandeng Lamongan 14,84-19,47 dan Pamekasan 21,29-23,53%.Bau lumpur ikan bandeng Lamongan mempunyai rata-rata 2,848 (sedikit berbau lumpur) dan Pamekasan 4,303 (sedikit sekali berbau lumpur).Kata Kunci: ikan bandeng, kandungan gizi, bau lumpurANALYSIS ON THE NUTRITION AND MUD SMELL OF MILKFISH (Chanos chanos) FROM TWO DIFFERENT LOCATIONSABSTRACTMilkfish (Chanos chanos) is one of strategic commodities for the fulfillment of protein needs that is relatively cheap and favored by consumers in Indonesia. The mud smell from the fish, usually freshwater fish, is caused by chemical compounds, namely 2-Methylisoborneol and Geosmin. The objective of this research was to find out the nutrition and geosmin of milkfishes (Chanos chanos) that were from two different locations, namely Lamongan and Pamekasan fish ponds. This research used testing method T-Test with two factors for proximate test analysis. The nutrition consisted in a milkfish varies, in which the water content contained in Lamongan milkfish was 74.71-76.06% whereas Pamekasan milkfish was 68.50-73.34% and the protein contained in Lamongan milkfish was 14.84-19.47 whereas Pamekasan milkfish was 21.29-23.53%. The mud smell of Lamongan milkfish was in average 2.848 (a bit mud smelling) whereas Pamekasan milkfish was 4.303 (hardly mud smelling).Keywords: milkfish, mud smell, nutrition
LIMBAH IKAN SEBAGAI ALTERNATIF UMPAN BUATAN UNTUK ALAT TANGKAP PANCING TONDA Indah Wahyuni Abida; Firman Farid Muhsoni; Aries Dwi Siswanto
Jurnal Kelautan Vol 2, No 1: April (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i1.907

Abstract

Masalah yang dihadapi alat tangkap pancing adalah ketersediaan umpan yang tidak kontinyu. Tujuan penelitian ini untuk memanfaatkan limbah ikan agar mempunyai nilai tambah, mengetahui kemampuan dan kemanfaatan teknologi umpan buatan. Metode yang digunakan eksperimen, dengan uji anova dan analisa usaha. Daerah uji di perairan desa Pangeranan Kabupaten Bangkalan perairan Laut Jawa. dengan koordinat   060.59’.734” LS dan 1120.42’.827” BT. Hasil dari uji coba lapangan mendapatkan ikan Karapu Lumpur, Kerapu Toke, Pari, Keting. Rata-rata penangkapan 38 ekor dengan berat 11,4 kg tiap trip, dengan rata-rata hasil umpan alami sebanyak 51,5%, limbah rajungan  19,9%, limbah pemindangan 17,3% dan limbah udang 11,3%. Perlakuan terbaik menggunakan umpan alami (ikan belanak). Sedangkan perbandingan antara umpan buatan  menunjukkan hasil yang sama (tidak berbeda nyata). Perhitungan analisis ekonomi mendapatkan hasil nilai NPV0 (Rp. 30.655.975), Gros B/C rasio1 (1,57), nilai Net B/C1 (5,2). Nilai pay back period 3,69 tahun, Sedangkan  rentabilitas 27,07%. Kata Kunci : Pancing Tonda, Umpan Buatan, Bangkalan
KADAR LOGAM BERAT Pb PADA IKAN BERONANG (Siganus sp), LAMUN, SEDIMEN DAN AIR DI WILAYAH PESISIR KOTA BONTANG-KALIMANTAN TIMUR Muhammad Zainuri; S Sudrajat; Evi Sulistiani Siboro
Jurnal Kelautan Vol 4, No 2: Oktober (2011)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v4i2.874

Abstract

Study biomagnifition of lead (Pb) of sea water, Seagrass, “baronang” species of fish and sediment, on Bontang coastal waters. The objective of this research was to know the compound Pb in sea water, sediment, seagress and “baronang”. And to know the adsorption and bioconcentration of them. This research conducted through field survey and laboratorium analysis, where the result elaborated as quantitative descriptive since Mei to October 2009, covering had taken the samples, sample preparation, laboratorium analysis, tabulation and data analysis. The samples analyzed by purposive method to provide accurate and efficient data in order to achive the research objective. The result showed that, the heavy metal of Pb in the sea water from 0,796 to 0,997 ppm, in sediment from 2,862 to 3,970 ppm, in seagrass from 0,114 to 0,567 ppm), and in baronang from 0,044 to 0,229ppm (samples of liver of fish) and from 0,269 to 0,574 ppm (samples of muscle). By this result had be known that, the Pb content in sediment is higher than in both seagrass and baronang. By the partial statistical analysis result shows that the Pb content in all of samples (water, seagrass,sediment and baronang fishes) differed, significantly. The adsorption and bioconsentration factors analysis toward Pb shows that in sediment were from 3,312 to 3,982 ppm, seagrass were from 0,116 to 0,712 ppm, and baronang”’ muscle from 0,272 to 0,721 ppm, also in liver from 0,044 to 0,287 ppm. Keywords: Pb, Heavy Metals, Seagrass, Baronang 
ANALISIS DAMPAK PELABUHAN IKAN - PPN PRIGI TERHADAP EKONOMI WILAYAH KECAMATAN WATULIMO, KABUPATEN TRENGGALEK DENGAN METODE INPUT- OUTPUT ANALISIS N Nurhadi; S Sumarsono
Jurnal Kelautan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v10i2.3132

Abstract

Pembangunan pelabuhan perikanan mempunyai peranan penting dalam upaya untuk membangun masyarakat perikanan di sekitar pelabuhan. Dengan adanya pelabuhan perikanan di suatu daerah diharapkan mampu mewujudkan daerah tersebut berpotensi unggul dalam sektor perikanan dan industri terkait, sehingga mampu meningkatkan ekonomi kawasan tersebut.Pelabuhan Perikanan Prigi adalah salah satu contoh pelabuhan yang dibagun dan memiliki berbagai pendukung industri dan fasilitas bagi sektor perikanan, serta hasil produksi yang cukup bersaing. Dengan analisa Input-Output (IO) dilihat seberapa besar produk-produk perikanan di pelabuhan Prigi mempengaruhi perkembangan ekonomi wilayah tersebut.Dari hasil terlihat adanya keunggulan sektor perikanan yang kurang memiliki keterkaitan kebelakang, sehingga diperlukan upaya peningkatan pembinaan dan investasi bidang tersebut
TINGKAT KEKRITISAN DAN KESESUAIAN LAHAN MANGROVE DI KABUPATEN SAMPANG DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Firman Farid Muhsoni; Mahfud Efendy; Haryo Triajie; Aries Dwi Siswanto; Indah Wahyuni Abida
Jurnal Kelautan Vol 6, No 2: Oktober (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i2.786

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi kondisi kekritisan dan kesesuaian lahan mangrove di kabupaten Sampang. Tahap pekerjaan: (1) tahap persiapan; (2) proses pengolahan citra; (3) cek lapangan; (4) analisis data; (5) uji akurasi; dan (6) hasil analisis. Penentuan tingkat kekritisan dan kesesuaian lahan dengan menggunakan pemodelan SIG dengan model indeks. Hasil analisis citra mendapatkan mangrove di Kabupaten Sampang mencapai 914,54 Ha, yang tersebar di 6 Kecamatan. Tingkat kekritisan mendapatkan mangrove dalam kondisi rusak 600,8 Ha (65,7%), mangrove dalam kondisi baik  292,5 Ha (32%) dan mangrove dalam kondisi rusak berat 21,1 Ha (2,3%). Mangrove dalam kondisi tidak rusak sebagian besar terdapat di Kecamatan Sampang mencapai 109,6 Ha atau 11,98%. Mangrove kondisi rusak sebagian besar di Kecamatan Sreseh (39,39 Ha atau 39,39%), mangrove dalam kondisi rusak berat sebagian besar di Kecamatan Sreseh (11,1 ha  atau 1,21%). Kesesuaian lahan mangrove mendapatkan lahan yang sesuai untuk mangrove seluas282,9 Ha (30,9%), cukup sesuai untuk lahan mangrove 624,1 Ha (68,2%) dan sesuai bersyarat mencapai 7,6 Ha (0,8%). Daerah yang sangat sesuai sebagian besar di Kecamatan Sampang (155 Ha).Kata Kunci: kekritisan mangrove, kesesuaian lahan, sistem informasi geografis
PEMETAAN TERUMBU KARANG DI PERAIRAN PULAU TABUHAN KABUPATEN BANYUWANGI MENGGUNAKAN CITRA SATELIT QUICKBIRD Reina Damayanti
Jurnal Kelautan Vol 5, No 1: April (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i1.938

Abstract

Pulau-pulau kecil di Jawa Timur mempunyai potensi terumbu karang yang masih tergolong balk salah satunya terumbu karang yang berada di perairan Pulau Tabuhan. Pulau Tabuhan terletak 20 km dari Kabupaten Banyuwangi tepamya berada di Desa Bangsring Kecamatan Wongsorejo. Ketersediaan data dan informasi mengenai potensi sumber daya alam pesisir dan lautan Pulau Tabuhan yang akurat, up to date dan slap pakai menjadi hal penting dalam upaya pengembangarmya. Pemetaan temmbu karang menggunakan teknik penginderaan jauh yaitu menggunakan citra satelit Quickbird memberikan banyak kemudahan dan diperlukan pengecekan lapang (field check) yang bertujuan sebagai data pembanding.Keywords: Quiekbird, Pulau Tabuhan, terumbu karang, pemetaan

Page 10 of 40 | Total Record : 396