cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 394 Documents
ANALISIS SPASIAL DAN TEMPORAL AKTIVITAS KAPAL IKAN DI PERAIRAN SELATAN ARU MENGGUNAKAN CITRA MODIS DAN RADARSAT-2 Dendy Mahabror; Abdul Rohman Zaky
Jurnal Kelautan Vol 9, No 2: Oktober (2016)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v9i2.1695

Abstract

Perairan selatan Aru merupakan daerah penangkapan  ikan yang potensial dengan sumberdaya ikannya yang berlimpah. Kapal-kapal ikan melakukan penangkapan ikan dengan mempertimbangkan kondisi kesuburan perairan yaitu fenomena upwelling melalui parameter suhu permukaan laut dan kelimpahan konsentrasi klorofil-a. Penggunaan citra MODIS secara periodik dapat menggambarkan waktu dan lokasi upwelling. Variabilitas suhu permukaan laut dan konsentrasi klorofil-a di lintang 7 LS dan 7.5 LS, bujur 133.1 – 136 BT menunjukkan fenomena upwelling pada musim Timur dimana suhu permukaan laut menurun hingga 24 oC sedangkan konsentrasi klorofil-a rata-rata meningkat hingga 3.61 mg/m3. Fenomena downwelling terjadi di musim Barat dimana suhu permukaan laut di lintang yang sama menjadi hangat berkisar 30 oC dengan konsentrasi rata-rata klorofil-a 1 mg/m3. Jumlah kapal ikan yang beroperasi di daerah penangkapan diketahui dengan menggunakan citra Radarsat-2 dan data VMS yang disesuaikan dengan waktu pengambilan citra di setiap bulannya dengan lokasi yang sama. Analisis spasial dan temporal dilakukan untuk mengetahui sebaran kapal ikan pada musim timur saat kesuburan perairan tinggi dimana konsentrasi klorofil-a di titik penangkapan mencapai 5.01 mg/m3 dan jumlah kapal ikan yang beroperasi 150 unit/hari. Pada musim Barat kesuburan perairan rendah dimana konsentrasi klorofil-a di titik penangkapan 1 mg/m3 dan jumlah kapal ikan yang beroperasi 40 unit/hari. KATA KUNCIklorofil-a, Modis, perairan selatan Aru, Radarsat-2, suhu permukaan laut. SPATIAL AND TEMPORAL ANALYSIS OF WATER PRODUCTIVITY AFFECTING ACTIVITIES IN FISHING VESSEL AT SOUTH ARU FISHING GROUND USING MODIS IMAGE AND RADARSAT-2Southern Aru waters is a potential fishing areas with abundant fish resources. Fishing boats catch fish by considering the condition of the waters productivity such as upwelling phenomenon through the parameters of sea surface temperatures and an abundance of chlorophyll-a concentration. The use of MODIS imagery can periodically describe the timing and location of upwelling. Variability of sea surface temperature and chlorophyll-a concentration in latitude 7 LS and 7.5 LS, longitude 133.1 - 136 BT showed the phenomenon of upwelling in the east season where sea surface temperature decreased from 30° C to 24° C while the chlorophyll-a concentration increased by an average of 0,3 mg/m3 to 3.61 mg/m3. Downwelling phenomenon took place in the west season where the sea surface temperature in the same latitude range 30° C to be warm with an average concentration of chlorophyll-a 1 mg/m3. The number of fishing vessels operating in the fishing area known using RADARSAT-2 imagery and data VMS were later adapted to capture images of each month at the same location. Based on the spatial and temporal analysis was conducted to determine the distribution of fishing vessels in the eastern summer time high waters productivity where the concentration of chlorophyll-a at the point reached 5:01 mg m3, the number of fishing vessels in operation increased to 150 units/ ay. While in the West season low waters productivity where the concentration of chlorophyll-a at the point of 1 mg/m3 and the number of ships in operation decreased to below 40 units/day. This suggests that the increase in the number of fishing fleets affected by the level of waters productivity or fishing season in the East to Transition II at the southern Aru Islands waters. Keywords: Chlorophyll-a, Modis, the south of Aru, RADARSAT-2, Sea surface temperature.
TINGKAT KETAHANAN KESEGARAN IKAN MAS (Cyprinus carpio) MENGGUNAKAN ASAP CAIR R Riyantono; Indah Wahyuni Abida; Akhmad Farid
Jurnal Kelautan Vol 2, No 1: April (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i1.904

Abstract

Salah satu potensi hayati sumber perikanan yang ada di wilayah perairan Indonesia adalah ikan mas. Permasalahan yang sering dihadapi pada saat pasca panen ikan mas adalah banyaknya tingkat kerusakan (pembusukan ikan) karena kurangnya tingkat pemahaman tentang kualitas ikan. Asap cair (Bio-Awet) merupakan produk penemuan yang digunakan sebagai pengganti formalin, borak, H2O2 Antisept, dan lain sebagainya yang selama ini masih banyak digunakan  masyarakat. Dari hasil pengamatan dengan uji organoleptik dapat dilihat bahwa ikan mas menggunakan asap cair bertahan hingga jam ke-28, Sedangkan ikan mas tanpa menggunakan asap cair hanya bertahan sampai jam ke-20. Lama waktu berlangsungnya proses prorigor motis adalah kurang dari 1jam. Fase rigor motis ikan mas tanpa menggunakan asap cair hanya jam ke-8, sedangkan ikan mas menggunakan asap cair bertahan hingga ke-16. Untuk ikan mas tanpa menggunakan asap cair fase autolisis dimulai jam ke-12, sedangkan fase autolisis pada ikan mas dengan menggunakan asap cair dimulai diatas jam ke 16. Perbedaan lamanya waktu fase penurunan mutu ikan mas tanpa menggunakan  asap cair dengan ikan mas menggunakan asap cair, karena adannya kandungan karbonil, fenol, asam pada kandungan asap cair yang berperan sebagai antioksidan sehingga dapat memperpanjang masa simpan produk asapan atau pun ikan. Kata Kunci  : Asap cair, Ikan Mas dan Tingkat Kesegaran ikan.
PERBEDAAAN PADAT TEBAR TERHADAP TINGKAT PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP POST PEURULUS LOBSTER PASIR (Panulirus homarus) PADA BAK TERKONTROL Nunik Cokrowati; Pujiati Utami; S Sarifin
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.871

Abstract

Prospek budidaya Panulirus homarus menjanjikan dari segi ekonomi dan keadaan alam di wilayah NTB serta merupakan spesies komoditi ekspor utama di Indonesia.Potensi akuakultur lobster pasir tentunya membutuhkan teknik budidaya yang sesuai agar mendapatkan hasil yang optimal.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan padat tebar terhadap pertumbuhan dan nilai Survival rate (SR) serta untuk mengetahui padat tebar yang dapat menghasilkan pertumbuhan dan nilai SR optimum post puerulus Panulirus homarus.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan faktor tunggal yaitu padat tebar dengan densitas 20 ekor/m2, 40 ekor/m2, 60 ekor/m2, dan 80 ekor/m2. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup (SR) post puerulus Panulirus homarus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan perbedaan padat tebar berpengaruh (P0,05) terhadap pertumbuhan spesifik dan kelangsungan hidup (SR) post puerulus Panulirus homarus. Nilai SGR dan SR tertinggi terdapat pada kepadatan 20 ekor/m2 sebesar 2,15425% dengan nilai SR 75%, dengan kualitas air sebagai faktor pembatas dengan nilai rata-rata pH 7,2, suhu 26,930 C, salinitas 34,4 ppt dan DO 5,86 mg/l nilai tersebut dalam batas toleransi  sebagai kehidupan biota air khususnya  lobster pasir. Kata kunci : Panulirus homarus, padat tebar, survival rate
PENGARUH JARAK LOKASI PEMELIHARAAN TERHADAP MORFOLOGI SEL DAN MORFOLOGI RUMPUT LAUT Kappaphycus alvarezii DI DESA LOBUK KECAMATAN BLUTO, KABUPATEN SUMENEP Ardiansyah Rozaki; Haryo Triajie; Eva Ari Wahyuni; Apri Arisandi
Jurnal Kelautan Vol 6, No 2: Oktober (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i2.783

Abstract

Lokasi pemeliharaan rumput laut pada jarak yang berbeda akan dipengaruhi oleh parameter oceanografi. Rumput laut memiliki syarat hidup pada kondisi yang baik dan mendukung pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi sel dan rumput laut terhadap jarak lokasi pemeliharaan berbeda pada rumput laut jenis Kappaphycus alvarezii di desa Lobuk, kecamatan Bluto, kabupaten Sumenep. Pemeliharaan Kappaphycus alvarezii menggunakan  metode rakit apung  sebanyak 3 buah diletakkan pada jarak 300 m, 600 m, 900 m. Rancangan percobaan menggunakan RAK kemudian hasil dianalisis dengan sidik ragam untuk mengetahui perbedaan perlakuan. Hasil penelitian didapatkan rata – rata panjang thallus utama rumput laut 13,85 cm (300 m), 13,58 cm (600 m), 14,26 cm (900 m). Rata – rata diameter thallus utama rumput laut 10,19 mm (300 m), 9,97 mm (600 m), 10 mm (900 m). Kemudian untuk hasil ADG, diperoleh 2,43 % (300 m), 3,09 % (600 m), 3,46 % (900 m). Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa  morfologi sel dan morfologi rumput laut tidak menunjukkan perbedaaan yang nyata dari setiap jarak lokasi pemeliharaan. Jarak lokasi pemeliharaan 300 m dari garis pantai masih layak digunakan untuk pembudidayaan rumput laut.Kata Kunci: jarak lokasi, morfologi , Kappaphycus alvarezii
PEMODELAN GENANGAN BANJIR PASANG AIR LAUT DI KABUPATEN SAMPANG MENGGUNAKAN CITRA ALOS DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI Moh Holli; Muhammad Zainuri; Firman Farid Muhsoni
Jurnal Kelautan Vol 5, No 1: April (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i1.935

Abstract

Daerah yang daratannya lebih rendah dari permukaan air laut akan menimbulkan permasalahan klasik yaitu banjir pasang air laut (rob). Kabupaten Sampang bagian selatan merupakan salah satu wilayah yang daratannya rendah dan landai. Penelitian ini melihat genangan banjir pasang air laut yang masuk kedaratan dari garis pantai dengan skenario yang di tentukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini memanfaatkan aplikasi Penginderaan Jauh untuk memperoleh informasi Tutupan Lahan dan Koefisien Kekasaran Permukaan serta menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menyusun model genangan banjir pasang air laut, pemodelan genangan banjir pasang air laut menggunakan skenario tinggi run — up 0,5m, 1 m, 1,5m, 2m, 2,5m dan 3m. Berdasarkan hasil pemodelan genangan banjir pasang air laut (Rob) di Kabupaten Sampang bagian selatan menunjukkan bahwa daerah terjauh tergenangi banjir pasang air laut (rob) dari garis pantai ke daratan yaitu di Desa Tambaan Kecamatan Camplong tetapi dengan skenario 3 meter daerah yang paling jauh tergenangi dari garis pantai yaitu Desa Aengsareh Sampang.Kato kunci: SIG, Citra ALOS, Rob, Pemodelan Genangan Rob
DISTRIBUSI NITRAT, OKSIGEN TERLARUT, DAN SUHU DI PERAIRAN SOCAH-KAMAL KABUPATEN BANGKALAN Dewy Septiyanti Yolanda; Firman Farid Muhsoni; Aries Dwi Siswanto
Jurnal Kelautan Vol 9, No 2: Oktober (2016)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v9i2.1052

Abstract

Kondisi dan dinamika perairan laut sangat dipengaruhi oleh beberapa parameter, diantaranya adalah parameter fisika, kimia, biologi, dan lain sebagainya. Diantara parameter penting tersebut adalah nitrat, oksigen terlarut, dan suhu. Ketiga parameter ini penting karena berpengaruh terhadap kondisi dan kualitas perairan, khususnya di perairan Socah, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dan distribusi nitrat, oksigen terlarut, dan suhu di perairan Socah-Kamal Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2014 dengan 10 titik sampling. Analisa nitrat dianalisa dengan menggunakan spektrofotometri dengan panjang gelombang 410 nm dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura. Hasil analisa menunjukkan konsentrasi nitrat berkisar 0.002-0.022 mg/l, oksigen terlarut berkisar 6,01-9,04 mg/l, dan suhu permukaan berkisar 29.0-32,7˚C. Hasil analisa menunjukkan kondisi baik dan cocok untuk kehidupan biota laut sesuai standar baku mutu yang sudah ditetapkan oleh Kementrian Negara Lingkungan Hidup (KMNLH).Kata Kunci : Nitrat, Oksigen Terlarut, Suhu, Perairan Socah-KamalDISTRIBUTION OF NITRATE, DISSOLVED OXYGEN AND TEMPERATURE IN SOCAH WATERS, DISTRICT OF KAMAL, BANGKALANThe conditions and the dynamics of ocean waters is influenced by several parameters, including the parameters of physics, chemistry, biology, and others. Among the important parameters are nitrates, dissolved oxygen, and temperature. Those parameters are important because it affects the quality and condition of the waters, particularly in Socah waters, District of Kamal, Bangkalan. The purpose of this study was to determine the characteristics and distribution of nitrate, dissolved oxygen, and temperature in the Socah waters, Kamal, Bangkalan. The study was conducted in October 2014 with 10 sampling points. Nitrate was analyzed using spectrophotometry with a wavelength of 410 nm performed at the Laboratory of Marine Science Trunojoyo University of Madura. An analysis showed that nitrate concentrations ranging from 0002-0022 mg/l, dissolved oxygen ranges from 6.01 to 9.04 mg/l, and the surface temperature ranges 29.0-32,7˚C. The analysis shows good condition and suitable for marine life appropriate quality standards set by the Ministry of Environment (KMNLH). Keywords: Nitrates, Dissolved oxygen, Temperature, Socah waters
INVENTARISASI DATA POTENSI SUMBERDAYA WILAYAH PESISIR KABUPATEN SUMENEP Firman Farid Muhsoni; Muhammad Syarief; Mahfud Effendi
Jurnal Kelautan Vol 4, No 1: April (2011)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v4i1.895

Abstract

Aim of this research is to inventory  data of the coastal area resource potential in Sumenep residence (the use of land in coastal area, mangrove, coral reef).  The variables collected comprise of physical variables and land ecology, topography (biometrics), coastal area ecosystem (the land utility, coral reef and mangrove), type of soil.  The map of land utility obtained from the interpretation of satellite image (citra satelit) by Maximum Likelihood method to get surface area (6.632 ha), field (4.032 ha), dry field (131.223 ha), fishpond (4.143 ha), forest (21.761 ha), mangrove (11.742 ha), coral reef obtained by Lizenga Method (47.760 ha).  The depth average of Sumenep waters 51.9 m.  The height average of land 95.27 m.  The length of river is 1,736 km.  The dominant kind of land is Kompleks Mediteran Merah and Litosol.  The road length is 4.160.5 km.           Keywords : Anguilla bicolor, artificial feed, Tubifex tubifex, protein retention, fat retention, energy retention.
STRATEGI NAFKAH RUMAH TANGGA NELAYAN DALAM MENGHADAPI KEMISKINAN Slamet Widodo
Jurnal Kelautan Vol 2, No 2: Oktober (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i2.856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempetakan strategi nafkah yang dilakukan oleh rumah tangga nelayan miskin berdasarkan dua basis nafkah, yaitu sektor perikanan dan sektor non perikanan. Strategi nafkah yang merupakan kombinasi antara modal dan sumberdaya manusia tersebut dipengaruhi oleh sistem sosial masyarakat yang berlaku. Penelitian ini juga ditujukan untuk menganalisis sistem sosial yang mempengaruhi rumah tangga nelayan miskin dalam mengkombinasikan modal dan sumberdaya manusia yang dimilikinya. Daerah penelitian ditentukan secara sengaja (purposive) yaitu di wilayah Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Penentuan lokasi penelitian ini didasarkan pada pertimbangan bahwa di Kecamatan Kwanyar terdapat beberapa desa yang termasuk wilayah pesisir dengan mata pencaharian utama penduduknya adalah nelayan. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan metode purposive. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Persepsi dan kondisi kemiskinan di perdesaan (rural) ditunjukkan dengan ciri atau indikator yakni kepemilikan aset baik natura, rumah, ternak, emas maupun simpanan uang. Selain itu kemiskinan ditandai oleh ketiadaan akses terhadap  pendidikan dan kesehatan yang layak. Strategi nafkah yang dilakukan selama ini dapat dibedakan menjadi strategi ekonomi dan strategi sosial. Strategi ekonomi meliputi sektor perikanan dan sektor non perikanan. Pada sektor perikanan, nelayan miskin berusaha meningkatkan jumlah tangkapan dengan cara memperpanjang waktu tangkap dan memperluas wilayah tangkapan. Sedangkan upayah penghematan biaya dilakukan dengan mengoplos bahan bakar mesin yang seharusnya solar menjadi solar dan minyak tanah. Pola perpindahan ke sektor non perikanan juga mulai menggejala terutama pada generasi muda. Sedangkan strategi sosial yang dilakukan adalah dengan berhutang, menabung dan menggadaikan perhiasan. Kata kunci : rumah tangga, kemiskinan,nelayan, pesisir, strategi nafkah. 
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA SEDERHANA STRUKTUR DAN ORGAN DALAM IKAN UNTUK MEMPERMUDAH PEMBELAJARAN PADA PRAKTIKUM IKHTIOLOGI PERIKANAN Arief Budiyanto
Jurnal Kelautan Vol 8, No 2: Oktober (2015)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v8i2.817

Abstract

Simple structure and organs model of fish used to help students collage in observing fish organ structure in Ichtiology practicum. In fact, there are many observers found difficulties to learn fish organs structure. During the practicum, there are several part of organs that cannot be clearly seen or too small. Moreover, it happened for the fishes that has small size. Another, If the organ structure is not in a good condition it will be difficult to be observed. As a replecement, observer can see dan observe by using tool model to see inside organs of fish. Beside, it make PJMK/Assistant to explain inside part of fish organ structure. Simple structure and organs model of fish is validated by academic civitas that have expertised in fisheries. The result was very worthy to be used in learning process in inchtiology practicum. Score that has been gotten is 100 %. In the class observation, it included 100 observer of Ichtiology. The result of the questionair are: the interesting of fish shape model is 72% was very satisfied.  Model, tool design, accessories and completeness of tool model is 70% was satisfied. The beneficial of the ichtiology praticum is 80% was helped. The corellation of tool and praticum material ichtiology 80%. The suggestion from the tool user in the future, 96%, suggested to use the tool model. Observer comments that mastery assitant in the used of the tool model 65% still less. 70% observer stated that the tool is still need improvement.Keywords: ichtiology practicum, observer, tool model
BIODIVERSITAS DAN POPULASI IKAN KARANG DI PERAIRAN SELAT SEMPU SENDANG BIRU KABUPATEN MALANG JAWA TIMUR Oktiyas Muzaky Luthfi; Putri Pujarahayu; Kirana Fajar S; Ahmad Wahyudiarto; Saifur Rizal Fakri; Muhammad Sofyan; Faruk Ramadhan; M Abdul Ghofur A; Syakanov Murian; Irham Tovani; M Mahmud; Danang Adi; Firdaus Abdi
Jurnal Kelautan Vol 9, No 1: April (2016)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v9i1.1019

Abstract

REEF FISH BIODIVERSITY AND POPULATION IN SEMPU STRAIT WATERS SENDANG BIRU MALANG REGENCY EAST JAVAReef fish is one of the conspicuous inhabitant in the reef ecosystem. Damage to coral reefs in many countries due to human factors (anthropogenic) and naturally has an impact on the abundance of different species of reef fish. Over fishing is one of the causes of death of reef fish are widely reported. The nature reserve of Sempu Island also became conservation areas for reef fish. Monitoring of reef fish actually can determine on condition of coral reefs, fisheries potential and suitability of ecosystem based on the number of fish that live in the surrounding reef. Observations were made at 3 m depth in the Sempu strait. We used the Reef Check line intercept transect along 100 meters in two research stations. Result showed that 5 families of reef fishes was found, there were Chaetodontidae, Haemulidae, Lutjanidae, Scaridae and Muraenidae. Diversity Index (H ') reef fish in Teluk Semut was 0.215, and dominance index (C) was 0.083. Observations showed that coral reef conditions have correlation to the distribution of reef fish, and the presence of reef fishes can be used as bio indicator of the coral reef damage.   Keywords: coral reef, nature reserve, reef check, reef fishes, Sempu Island.ABSTRAKIkan karang adalah salah satu penyusun ekosistem utama di terumbu. Kerusakan terumbu karang di berbagai negara diakibatkan faktor manusia (anthropogenic) dan alamiah telah berdampak pada kelimpahan berbagai jenis ikan karang. Over fishing adalah salah satu penyebab kematian ikan karang yang banyak dilaporkan. Pulau Sempu yang berstatus cagar alam menjadi kawasan konservasi bagi ikan karang. Pengamatan ikan karang dilakukan untuk mengetahui kondisi terumbu karang, potensi perikanan dan kesesuaian ekosistem berdasarkan jumlah ikan karang yang hidup di sekitarnya. Pengamatan dilakukan pada kedalaman 3 meter di Selat Sempu Kabupaten Malang Jawa Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Reef Check menggunakan Line Intercept Transect sepanjang 100 meter. Ikan yang ditemukan adalah dari family Chaetodontidae, Haemulidae, Lutjanidae, Scaridae dan Muraenidae. Indeks Keanekaragaman (H’) ikan karang di Teluk Semut sebesar 0.215, Indeks Dominansi (C)  yaitu sebesar 0.083. Hasil pengamatan menunjukan adanya hubungan antara kondisi terumbu karang dan potensi perairan dengan keberadaan ikan karang.  Kata kunci: cagar alam, ikan karang, Pulau Sempu, reef check, terumbu karang.