cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 394 Documents
TINGKAT PENETASAN TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA KERANG MUTIARA (Pinctada maxima) PADA SALINITAS YANG BERBEDA Muhammad Awaluddin; Sainida Yuniarti L; Alis Mukhlis
Jurnal Kelautan Vol 6, No 2: Oktober (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i2.788

Abstract

Mutiara (Pinctada maxima) merupakan komoditas sektor perikanan yang bernilai ekonomis dan memiliki prospek pengembangan di masa datang. Tingginya permintaan pasar terhadap mutiara baik dari dalam maupun luar negeri telah mendorong para pembudidaya untuk meningkatkan produksi melalui pembenihan. Tingkat penetasan telur dan kelangsungan hidup larva pada usaha pembenihan kerang mutiara sangat dipengaruhi oleh salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salinitas terhadap tingkat penetasan telur dan kelangsungan hidup larva kerang mutiara. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas empat perlakuan salinitas yaitu 25 ppt, 28 ppt, 31 ppt, dan 34 ppt dengan lima kali ulangan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium PT. Autore Pearl Culture Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara, pada bulan September 2012. Parameter yang diamati adalah hatching rate dan survival rate. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salinitas media berpengaruh nyata terhadap tingkat penetasan telur dan kelangsungan hidup larva (p0,05). Tingkat penetasan telur dan kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada salinitas 34 ppt dengan nilai 95.8% dan 72% dan terendah pada salinitas 25 ppt yaitu 72.5%dan  38%. Selama penelitian kualitas air (DO, suhu dan pH) masih berada pada kisaran yang baik untuk kondisi telur dan larva kerang mutiara.Kata Kunci: kerang mutiara, salinitas, penetasan telur, kelangsungan hidup larva
ESTIMASI PERBANDINGAN KARBONDIOKSIDA DALAM BATANG DAUN DAN AKAR Rhizophora mucronata DI DESA SEDAYU LAWAS KECAMATAN BRONDONG KABUPATEN LAMONGAN Muhammad Gufron
Jurnal Kelautan Vol 5, No 1: April (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i1.940

Abstract

The increasing of CO2 on the atmosphere is one of the causes of global warming. The other factor of global warming is the unbalance between the emission of glass house gas on the atmosphere and the absorbtion of the flora Mangrove forest are the place where a group of trees which have biologic activities such as photosynthesis and respiration. The purpose of this research is to know the biomass of Rhizophora  mucronata on the root, stem, and leafs, and to know the number of CO2 which is absorbed by the root, stem and the leafs in Rhizophora mucronata in Sedayu Lawas village Brondong, Lamongan. The result of the calculation of the biomass and the carbon by using allometric equivalence for the Rhizophora mucronata of the mangrove in the class of the diameter about 0.44-8.8 cm, it is gotten the biomass of stem Y=1.070 (DBH), for the leafs biomass Y=0.853 (DBH), and for the root's biomass Y=1.173 (DBH). The total of the CO2 in the stem is 14.82 kg/ha, on the leafs is 22.96 kg/ha and on the root is 129.03 kg/ha. Based on the analysis, the content of the carbon which is absorbed by the root is larger than the carbon which is absorbed by the leafs and the stem. The closest value is owned by the leafs and the root it is supponed by the content of the N which is large (1.26%) with the average of pH content 9.225, C-organic content 3.7%, and C/N ratio content 2.94.Keywords : Rhizophora mucronata, Sedayu Lawas, CO2
STUDI TRANSPOR SEDIMEN DI TELUK BENOA MENGGUNAKAN PEMODELAN NUMERIK Herlambang Aulia Rachman; I Gede Hendrawan; I Dewa Nyoman Nurweda Putra
Jurnal Kelautan Vol 9, No 2: Oktober (2016)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v9i2.1617

Abstract

Teluk Benoa merupakan daerah estuari semi tertutup yang terdapat di wilayah selatan Bali. Kawasan ini merupakan daerah yang  menjadi muara bagi beberapa sungai besar yang terdapat di Bali. Sungai merupakan salah satu sumber aliran material seperti angkutan sedimen yang dialirkan menuju ke laut. Proses transpor sedimen di Teluk Benoa dapat didekati dengan pemodelan numerik FVCOM (Finite Volume Coastal Ocean Model) untuk mengetahui distribusi sedimen yang terdapat di daerah teluk. Hasil model numerik menunjukkan bahwa proses pergerakan sedimen akan mengikuti bentuk pola arusnya. Pola pergerakan arus di Teluk Benoa akan mengikuti pola pasang surutnya dimana saat akan pasang pola arus akan mengarah ke dalam teluk dan sebaliknya pada saat surut. Kecepatan arus rata-rata pada bagian mulut mencapai 0.8 m/s pada saat menuju pasang dan 0.9 m/s pada saat menuju surut. Besar kecepatan arus akan mengalami perlambatan pada saat kondisi pasang tertinggi dan surut terendah yakni hanya mencapai rata-rata sekitar 0.3 m/s. Konsentrasi sedimen tertinggi pada saat pasang atau surut terjadi pada bagian dekat muara sungai yang mencapai 100 mg/L dan mulut teluk yang mencapai 150 mg/L. Tingginya konsentrasi sedimen di mulut teluk diakibatkan adanya erosi pada bagian dasar perairan akibat kecepatan arus yang cukup tinggi. Hasil validasi elevasi pasang surut pada model didapatkan root mean square error (RMSE) sebesar 9.18 cm dengan koefisien determinasi (R2) mencapai 0.97. Untuk perbandingan hasil model sedimen dengan data observasi berupa Total Suspended Solid memiliki tingkat korelasi sebesar 0.77. STUDY OF SEDIMENT TRANSPORT AT BENOA BAY USING NUMERICAL MODELLINGBenoa Bay is a semi-enclosed estuary area located in the south of Bali. This area is became estuary for several rivers in Bali. The river is a source of material such as sediment transport stream that flowed into the sea. Sediment transport processes in Benoa Bay can be approximated by numerical modeling FVCOM (Finite Volume Coastal Ocean Model) to determine the distribution of sediments found in the bay area. Research carried out by the whole domain Benoa Bay area in January 2016. The results of numerical models show that the process of sediment movement will follow the current pattern shape. The pattern of the movement of currents in the Benoa Bay will follow the pattern of tide where the current will flow lead into the bay at high tide and vice versa. Average flow velocity at the mouth reaches 0.8 m/s at the time to the tide and 0.9 m / s at the time towards low tide. Current speed will slow down when the condition of the highest and lowest tide that is only reached an average of about 0.3 m/s. The highest sediment concentrations at high tide or low tide occurs in the section near the mouth of the river that reached 100 mg/L and the mouth of the bay, which reached 150 mg/L. The high concentration of sediment at the mouth of the bay due to the erosion of the bottom waters due to the flow velocity is high. The results of the validation by tidal elevation models obtained root mean square error (RMSE) of 9:18 cm with a coefficient of determination (R2) reached 0.97. For the comparison of model results with observational data in the form of sediment Total Suspended Solid has a level of correlation of 0.77.Keywords: Benoa Bay, Sediment, Numerical modelling
PERBANDINGAN FLUKTUASI MUKA AIR LAUT RERATA (MLR) DI PERAIRAN PANTAI UTARA JAWA TIMUR DENGAN PERAIRAN PANTAI SELATAN JAWA TIMUR Anugrah Dewi Mahatmawati; Makhfud Efendy; Aries Dwi Siswanto
Jurnal Kelautan Vol 2, No 1: April (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i1.900

Abstract

Perairan laut di sisi selatan pulau Jawa Timur mempunyai karakteristik dengan topografi dasar laut yang curam dan gelombang besar, serta berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Sedangkan perairan laut di sisi utara pulau Jawa Timur memiliki karakteristik dengan kondisi topografi dasar laut yang lumayan landai dan bergelombang relatif kecil serta berbatasan langsung dengan laut Jawa. Perbedaan dua karakter ini menjadi hal yang menarik untuk diamati, terutama Muka Air Laut Rerata (MLR). Metode admiralty adalah metode perhitungan pasang surut yang digunakan untuk menghitung dua konstanta harmonik yaitu amplitudo dan kelambatan phasa. Perhitungan dengan cara admiralty diperoleh konstanta harmonik yang akan dilanjutkan dengan analisa data dengan menggunakan bilangan Formzahl yakni pembagian antara amplitudo konstanta pasang surut harian utama dengan amplitudo konstanta pasang surut ganda utama. Dari hasil perhitungan bilangan Formzahl ini akan diketahui tipe pasang surut di perairan Perak Surabaya dan perairan Prigi Trenggalek. Perbandingan tipe pasang surut di perairan utara Jawa (Perak Surabaya) dengan perairan selatan Jawa (Trenggalek) menggunakan bilangan Formzahl tidak menunjukkan perbedaan, berdasarkan penelitian ini diperoleh tipe pasang surut antara perairan perak surabaya dengan perairan prigi Trenggalek berkisar antara 0.26-1.5 maka tipe pasang surut antara kedua perairan ini adalah tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda . Perbandingan fluktuasi Muka Laut Rata-rata (MLR) di perairan utara Jawa Timur (Perak Surabaya) dengan perairan selatan Jawa Timur (Trenggalek) berdasarkan uji analisa Man Whitney U-Test diperoleh P0.05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai MLR di dua lokasi adalah sama nyata, dan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan metode admiralty, fluktuasi Muka Air Laut Rerata (MLR) di perairan Perak Surabaya rata-rata 1237.76 mm sedangkan rata-rata Muka Air Rerata (MLR) di perairan Prigi Trenggalek berkisar antara 1158.3 mm.Kata kunci : Pasang Surut, Admiralty, Man Whitney U-Test
KAJIAN KONDISI EKOSISTEM MANGROVE DI SUB DISTRIK BAZARTETE DISTRIK LIQUISA TIMOR-LESTE Antonio de Jesus
Jurnal Kelautan Vol 5, No 2: Oktober (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i2.867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi ekosistem mangrove dan bagaimana pengaruh parameter lingkungan fisika-kimia terhadap struktur komunitas vegetasi mangrove di kawasan pesisir Tibar Ulmera dan Kaitehu daerah Bazartete District Liquisa. Timor-Leste.  Parameter  yang diamati  meliputi kondisi vegetasi mangrove, substrat tanah, unsur hara dan kelimpahan plankton di daerah itu. Hasil penelitian  menunjukkan bahwa jenis Sonneratia alba paling banyak mendominasi di daerah Bazartete, dibandingkan jenis Rhizophora dan Brugueira cylindrica, yaitu 967phn/ha, 967phn/ha dan 1333phn/ha.  Hasil analisis laboratorium terhadap kondisi kualitas fisika-kimia lingkungan menunjukkan terdapat perbedaan yang nyata (p0) pada substrat dan hara tanah berturut-turut:Substrat tanah; kandungan rata-rata C organik adalah: 0,67%, 2,47% dan 0,21%, K: 1,17 Me/100g, 1,20Me/100g, dan 1,14Me/100g; Ca=32,39Me/100g, 25,83Me/100g  dan  27,09Me/100g; Mg=11,46Me/100g, 9,81Me/100g dan 9,78Me/100g; Na= 8,47Me/100g,8,26Me/100g dan 9,78Me/100g. Konsentrasi kation masing-masing stasiun adalah  K= 0,023mg/l, 0,023mg/l dan 0,046mg/l. Konsentrasi Ca= 0,05mg/l, 0,04mg/l dan 0,04mg/l.  Konsentrasi Mg adalah : 0,02 mg/l, 0,03 mg/l, 0,026 mg/l, dan konsentrasi Na= 0,03 mg/l, 0,03 mg/l dan 0,02 mg/l Kata kunci : Ekosistem, mangrove
EVALUASI KONDISI TERUMBU KARANG DI PULAU KETAWAI KABUPATEN BANGKA TENGAH Sudirman Adibrata
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.829

Abstract

Penelitian ini mengupas mengenai perolehan data terumbu karang di Pulau Ketawai dari hasil analisis citra satelit Aster, survey line intercept transect (LIT), studi literature, wawancara, dan analisis kondisi terumbu karang berdasarkan Kepmen LH No.4 tahun 2001 tentang Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang. Evaluasi kondisi terumbu karang pada bagian timur pulau dinyatakan BAIK (Baik) dan dapat direkomendasikan untuk lokasi wisata diving, pada bagian selatan dan utara pulau dinyatakan BAIK (Baik) dan RUSAK (Sedang) dan dapat direkomendasikan untuk lokasi calon zona inti daerah perlindungan laut, sedangkan pada bagian barat pulau dinyatakan RUSAK (Sedang) dan dapat direkomendasikan untuk lokasi rehabilitasi ekosistem terumbu karang. Ancaman terhadap kesehatan terumbu karang di Pulau Ketawai terutama bersumber dari kegiatan antropogenik sehingga perlu menerapkan pendekatan ekosistem untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan dan melaksanakan daerah perlindungan laut secara efektif. Kata kunci: terumbu karang, Ketawai, ekosistem, pengelolaan, LIT
STRATEGI ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR BANGKALAN TERHADAP DAMPAK BANJIR ROB AKIBAT PERUBAHAN IKLIM Achmad Fahruddin Syah
Jurnal Kelautan Vol 5, No 1: April (2012)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v5i1.931

Abstract

Perubahan iklim berpotensi memberikan dampak pada berbagat aspek kehidupan. Fenomena ini ditunjukkan dengan adanya pencairan es di kutub dan kenaikan perniukaan air laut. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan air laut adalah banjir di wilayah pesisir atau yang dikenal dalam istilah Indonesia sebagai rob. Dibutuhkan suatu upaya adaptasi sebagai bentuk tindakan responsif yang dilakukan untuk meminimalisir dan mengantisipasi dampak yang diterima. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengkaji upaya adaptasi masyarakat melalui pendekatan lingkungan Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu kabupaten yang sebagian besar wilayahnya terletak di wilayah pesisir dan juga mengalami rob. Oleh karena itu masyarakat Bangkalan melakukan berbagai macam upaya adaptasi misalnya dengan dibangunnya revetment berupa tembok yang sebagian dari konstruksi batu bertumpuk dan ada juga dengan meninggikan lantai rumah guna menghindari masuknya air laut ke dalam rumah.Kata kunci: perubahan iklim, banjir rob, adaptasi
KAWASAN KONSERVASI MANGROVE: SUATU POTENSI EKOWISATA Maulinna Kusumo Wardhani
Jurnal Kelautan Vol 4, No 1: April (2011)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v4i1.891

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki komponen sumberdaya alam berupa bentang alam, flora, fauna, dan masyarakat setempat saling berinteraksi menjadi satu kesatuan ekosistem yang memiliki fungsi ekologis, ekonomis dan sosial penting dalam pembangunan di wilayah pesisir . Makalah ini mengkaji potensi ekowisata mangrove serta upaya pengelolaannya pada suatu kawasan konservasi yang didasarkan pada dinamika dan status kerusakan ekosistem. Hal ini dilatarbelakangi bahwa ekosistem hutan mangrove saat ini banyak mengalami tekanan yang secara nyata telah mengurangi luasan mangrove. Penggalakan kegiatan konservasi sebagai alat dan pengikutsertaan masyarakat dalam kegiatan pemulihan serta pengelolaan  mangrove sebagai upaya antisipasi yang dapat dilakukan merupakan kunci keberhasilan pelestarian mangrove. Upaya ini harus disertai dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui kegiatan ekowisata. Hal ini dilakukan untuk mencapai pembangunan pesisir yang berkelanjutan, sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang optimum bagi pemerintah daerah dan masyarakat sekaligus mempertahankan kualitas ekosistem mangrove sebagai sistem penyangga kehidupan. Kata kunci: ekosistem mangrove, konservasi, ekowisata, pengelolaan terpadu 
ANALISIS KONSENTRASI LOGAM BERAT TIMBAL (Pb) DI MUARA SUNGAI PORONG Dewi Parawita; I Insafitri; Wahyu Andy Nugraha
Jurnal Kelautan Vol 2, No 2: Oktober (2009)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v2i2.862

Abstract

Laut merupakan tempat bermuaranya semua sungai, baik sungai kecil maupun sungai besar. Pembuangan lumpur lapindo ke laut yang di alirkan melalui muara sungai Porong mengandung logam berat, salah satunya yaitu timbal. Konsentrasi timbal yang melebihi baku mutu akan berpengaruh pada efek negatif biota. Tujuan dari penelitian adalah mengetahui konsentrasi timbal di muara sungai Porong. Metode yang digunakan adalah observasi, pengambila sampel dilakukan tiga kali tiap minggu pada waktu pagi hari. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kondisi fisika kimia perairan antara lain : konsentrasi timbal di muara sungai Porong berada jauh di ambang batas dengan nilai konsentrasi timbal yaitu berkisar antara 0-0,490 mg/l, pH berkisar antara 7,6-7,7, suhu berkisar antara 30-32 0C, salinitas berkisar antara 11,3-12,3 ‰, DO berkisar antara 4,7-5,3 mg/l, dan TSS berkisar antara 482,6-926,6 mg/l. Kata Kunci : Konsentrasi, Timbal (Pb), Muara.  HEAVY METAL CONCENTRATION ANALYSIS OF LEAD (Pb) IN PORONG RIVER DELTALapindo mud disposed into the sea which is piped through Porong river estuary contain heavy metals, one of which is lead. Lead concentrations that exceeded the quality standard will have the negative effects to biota. The aim of the study was to determine the concentration of lead in the Porong river estuary. The method used is observation, the samples was taken three times per week in the morning. Results of this research showed that the physical condition of the water chemistry, among others: the concentration of lead in the Porong river estuary was above the threshold value of lead concentrations ranging from 0 to 0.490 mg / l, pH ranging from 7.6 to 7.7, the temperature ranging from 30-32 oC, salinity ranged from 11.3 to 12.3 ‰, DO ranged from 4.7 to 5.3 mg / l and TSS ranged from 482.6 to 926.6 mg / l.Keywords: Heavy metals, Concentration, Lead (Pb), Delta
PENGARUH PERLAKUAN ASAP CAIR TERHADAP SIFAT SENSORIS DAN MIKROSTRUKTUR SOSIS ASAP IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) E Ernawati
Jurnal Kelautan Vol 8, No 2: Oktober (2015)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Research was conducted on the effects of the treatment liquid smoke sensory properties and microstructure of fish smoked sausage catfish (Clarias gariepinus). Research using randomized block design (RAK) the treated liquid smoke concentration and length of immersion in liquid smoke. Chemical analysis includes the measurement of water content, protein content, fat content and phenol. Organoleptic analysis includes taste, flavor, color and texture using preference level (Hedonic Scale). The results obtained showed that the catfish fish sausage liquid smoke concentration of 20% and 30 minutes immersion time is best treated with a score of 0.67, and 62.56 on the analysis of water content, fat content 12.33 ± 0.61%, and phenol 292.74 ppm. Penetration of liquid smoke clearly visible on the microstructure of smoked sausage, both on the best treatment sausage and smoked sausage commercial. Overall penetration is formed on the surface of the sausage and closing most of its surface, forming a layer on the surface of the sausage. 2.500x magnification SEM microstructure shows that the best smoked sausage has a structure of emulsion more evenly with globules are smaller and smoother than smokeless and smoked sausage commercial.Key Words: catfish, liquid smoke, scanning electron microscope