cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 394 Documents
DISTRIBUSI Solen sp DI PERAIRAN KABUPATEN BANGKALAN Eva Ari Wahyuni; I Insafitri; Gatot Ciptadi; Mohammad Nur Ihsan
Jurnal Kelautan Vol 9, No 1: April (2016)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v9i1.1051

Abstract

DISTRIBUTION OF Solen sp IN BANGKALAN WATERSSolen sp potential needs to be developed on the island of Madura, particularly in Bangkalan. Solen sp utilization has increased which has the potential to overfishing. Therefore, this study aims to determine the density of Solen sp and their ecology in the waters Modung village, Modung District, Bangkalan. The experiment was conducted in April 2015 using the descriptive method. The materials used include Solen sp and physico-chemical parameters of the environment (temperature, salinity, pH, and substrate). The analyzes were conducted at the Laboratory of Marine Science, Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura by using the tool grabsampler, sieveshaker, and pipetting with gravimetric method. The analysis shows the range of values of temperature between 29-300C, salinity between 31-32 ppt, pH were 7.9-8.0 and the type of substrate in the form of sandy mud, as well as the density of Solen sp from 8-10 individuals/m2. All measurement results indicate normal conditions and in accordance with the sea water quality standard for marine life, which can be a suitable habitat for the growth and development of Solen sp. This condition is thought to affect the density of Solen sp.Keywords: Bangkalan, density, distribution, Solen sp, substrate.ABSTRAKPotensi Solen sp perlu dikembangkan di pulau Madura, khususnya di Kabupaten Bangkalan. Pemanfaatan Solen sp mengalami peningkatan sehingga berpotensi overfishing. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan Solen sp dan ekologinya di perairan desa Modung, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2015 dengan metode deskriptif. Materi dan bahan yang digunakan diantaranya Solen sp dan parameter fisika-kimia lingkungan (suhu, salinitas, pH, dan substrat). Analisa dilakukan di Laboratorium Ilmu Kelautan, Program studi/Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura dengan menggunakan alat grabsampler, sieveshaker, dan pemipetan dengan metode gravimetri. Hasil analisa menunjukkan kisaran nilai suhu 29-300C, salinitas 31-32 ppt, pH 7.9-8.0, dan jenis substrat berupa lumpur berpasir, serta kepadatan Solen sp 8-10 individu/m2. Semua hasil pengukuran menunjukkan kondisi normal dan sesuai dengan baku mutu air laut untuk biota laut, sehingga dapat menjadi habitat yang cocok untuk tumbuh dan kembang Solen sp. Kondisi ini diduga mempengaruhi kepadatan Solen sp.   Kata kunci:  Bangkalan, distribusi, kepadatan, Solen sp, substrat.
PERUBAHAN KERAPATAN VEGETASI MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT 8 DI KOTA BATAM BERBASIS WEB Sudra Irawan; Jaheskiel Sirait
Jurnal Kelautan Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v10i2.2685

Abstract

Kerapatan vegetasi di perkotaan dan pendesaan sudah sangat sedikit yang dirasakan oleh masyarakat. Informasi mengenai kerapatan vegetasi ini sangat penting diketahui dikarenakan adanya isu pemanasan global. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menghasilkan peta kerapatan vegetasi di Kota Batam berbasis web secara multitemporal waktu tahun 2013 dan 2016 yang meliputi kerapatan vegetasi dengan nilai NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dan luasannya di Kota Batam tahun 2013 dan 2016 serta perubahannya. Proses pengolahan data menggunakan transformasi NDVI (Normalized Difference Vegetation Index) dengan rumus Sturgess yang diklasifikasikan menjadi 5 kelas, yaitu tak bervegetasi, rendah, sedang, rapat, dan sangat rapat. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode overlay dan metode analisis secara deskriptif. Hasil dari penelitian akan berupa web yang dijadikan sumber informasi terkait perubahan kerapatan vegetasi di Kota Batam. Perubahan tingkat kerapatan vegetasi dan luasannya di Kota Batam pada tahun 2013 dan 2016 yaitu, tak bervegetasi memiliki perubahan luas area sebesar 7.600,9 hektar dengan persentase 29,3%, rendah memiliki perubahan luas area sebesar 798 hektar dengan persentase 3,1%, sedang memiliki perubahan luas area sebesar 3.999 hektar dengan persentase 15,4%, rapat memiliki perubahan luas area sebesar 11.006,8 hektar dengan persentase 42,5%, dan sangat rapat memiliki perubahan luas area sebesar 2.508,6 hektar dengan persentase 9,7%.
APLIKASI TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DAN PENGINDERAAN JAUH UNTUK PENENTUAN KONDISI DAN POTENSI KONSERVASI EKOSISTEM HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN Wahyu A'idin Hidayat; Zainul Hidayah; Wahyu Andy Nugraha
Jurnal Kelautan Vol 4, No 2: Oktober (2011)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v4i2.883

Abstract

Given the importance of mangrove ecosystems in supporting the preservation of coastal resources, as well as threats to the sustainablity, a research to determine current conditions and potential for conservation of mangrove ecosystem in the coastal District Kwanyar Regency Bangkalan is needed. This research combines on site observation techniques, Geographical Information System (GIS) and remote sensing to obtain accurate and the latest data. Furthermore, the data is possible to be updated. Objectives of this research are to examine the distribution of mangrove vegetations in Kwanyar District using GIS, to analyze the condition of the mangrove ecosystem based on RBI Map, Landsat Imagery, and field conditions and also to determine the areas that have potential condition as a mangrove conservation area. Methods of this research are adopted from the Ministry of Forestry in 2006. Results of this research showed that based on the RBI Map scale 1: 25.000 from 2006, Landsat imagery from 2002 and field survey on 2008, that are processed by Geographical Information System (GIS), the result showed that area covered by mangrove ecosystem in Kwanyar District are 140.76 ha and have been damaged. The data obtained from the results of scoring according to the rules issued by the Ministry of Forestry in 2006 showed that there was no area in the location that can be recommended as a conservation area. However, it can be argued that the village of Pesanggrahan has the better condition of mangrove ecosystems, therefore it has potency to be developed as a conservation area in the future. Keywords: Geographical Information System, Remote Sensing, Conservation, Mangroves 
PENGUKURAN KONSENTRASI KLOROFIL-A DENGAN PENGOLAHAN CITRA LANDSAT ETM-7 DAN UJI LABORATORIUM DI PERAIRAN SELAT MADURA BAGIAN BARAT Halida Nuriya; Zainul Hidayah; Wahyu Andy Nugraha
Jurnal Kelautan Vol 3, No 1: April (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i1.847

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi klorofil-a perairan khususnya selat Madura bagian barat melalui citra satelit Landsat ETM 7 yang nantinya akan dibandingkan dengan hasil penelitian lapang dari analisa laboratorium. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2009 sampai Januari 2010. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan cara membandingkan data hasil analisa citra dengan analisa laboratorium. Pengujian akurasi terhadap hasil analisa citra dan laboratorium menggunakan RMS Error, dimana hasil dari RMS Error adalah 0,934664 yang menunjukkan data yang didapat bagus. Sedangkan untuk analisa statistik diuji dengan uji-t, dari hasil uji-t hasil analisa citra dan laboratorium tidak berbeda nyata (P0,05) dengan rata-rata konsentrasi klorofil-a hasil analisa citra 0,03536 mg/m3 dan rata-rata konsentrasi klorofil-a hasil analisa laboratorium 0,42055 mg/m3. Kata Kunci : Klorofil-a, citra Landsat ETM 7, akurasi.This research aimed to understand the chlorophyll-a concentration in the western Madura Landsat ETM 7 satellite imagery and compared with real field and laboratory measurement. Research was done between December 2009-Januari 2010. RMS error result showed that the data obtained from satellite imagery was good. There was no difference image analysis and laboratory result. Keywords: Clorophyll-a, Landsat ETM 7 imagery, Accuracy. 
EFEKTIFITAS PENGELOLAAN DAERAH PERLINDUNGAN LAUT (STUDI KASUS DESA MATTIRO LABANGENG KABUPATEN PANGKEP) Dafiuddin Salim; Yusli Wardiatno; Luky Adrianto
Jurnal Kelautan Vol 7, No 2: Oktober (2014)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v7i2.803

Abstract

Makalah ini menilai efektivitas manajemen di Marine Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut atau DPL) dari Mattiro Labangeng Kabupaten Village-Pangkep. Hal ini menunjukkan bahwa dampak dan efektivitas proses manajemen dinilai menggunakan indikator, termasuk indikator biofisik, sosial ekonomi dan institusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada dampak positif dalam beberapa indikator ekologi (karang, ikan dan benthos), sosio-ekonomi dan institusi. The increasion total persen tutupan karang diikuti oleh kelompok meningkatkan ikan karang (indikator, target dan jurusan) dan benthos organisme di DPL. Dari sudut ekonomi ini pandangan, nilai-nilai ekonomi terumbu karang sumber daya dari kegiatan perikanan sebelum dan sesudah DPL adalah Rp 42,635,910.51/ha/tahun dan Rp 52,084,390.18/ha/tahun, masing-masing. Efektivitas DPL ini ditunjukkan oleh grafik teknik Amoeba dan hasil yang disajikan nilai-nilai positif. Ringkasan adalah nilai indikator saat ini lebih besar dari nilai ambang batas kritis / CTV.Kata Kunci: CTV, efektivitas, indikator, perlindungan laut, teknik amubaTHE EFFECTIVITY OF MARINE SANCTUARY MANAGEMENT (CASE STUDY OF MATTIRO VILLAGE OF LABANGENG PANGKEP DISTRICT)ABSTRAKThis paper is assessing management effectiveness in Marine Sanctuary (Daerah Perlindungan Laut or DPL) of Mattiro Labangeng Village-Pangkep Regency. It is showed that impacts and effectiveness of the management process was assessed using indicators, includes biophysical, socio-economic and institution indicators. The results showed that there are positive impacts in some indicators of ecology (corals, fish and benthos), socio-economic and institution. The increasion in percent total of coral cover was followed by the increasing groups of reef fish (indicators, targets, and majors) and benthos organisms in DPL. From economic’s point of views, the economic values of coral reefs resource from fisheries activities before and after DPL were Rp 42,635,910.51/ha/year and Rp 52,084,390.18/ha/year, respectively. Effectiveness of this DPL was shown by graph of Amoeba technique and results of that presented the positive values. The summary is current indicators values were greater than the critical threshold values/CTV.Keywords: amoeba technique, CTV, effectiveness, indicators, marine sanctuary
KARAKTERISTIK HIDRODINAMIKA DI PERAIRAN TELUK AMBON UNTUK MENDUKUNG WISATA SELAM Koko Ondara; Guntur Adhi Rahmawan; Ulung Jantama Wisha
Jurnal Kelautan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v10i1.2170

Abstract

Teluk Ambon terbagi oleh dua ambang yaitu Teluk Ambon Dalam dan Teluk Ambon Luar. Teluk Ambon kaya akan potensi baharinya baik dari keunikan ikan, terumbu karang maupun benda-benda seperti kapal tenggelam yang bisa dikembangkan potensinya sebagai wisata bahari. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gelombang dan pasang surut yang ada di perairan Teluk Ambon dengan menggunakan simulasi numerik. Metode yang digunakan adalah metode purposive kuantitatif, data primer terdiri dari batimetri, pasang surut dan angin, sedangkan data sekunder terdiri dari data peramalan pasang surut menggunakan MIKE 21, Flow Model FM Hydrodynamic Module digunakan untuk mensimulasikan pola pasang surut dan arus yang kemudian dijadikan sebagai input dalam modul spectral wave MIKE 21. Dari data pengolahan pasut didapatkan tipe pasut Teluk Ambon adalah condong harian ganda dengan nilai F= 0.602, Mean Sea Level sebesar 124.76 cm, Zo 148.72 cm dan nilai Chart Datum -23.96 cm. Kecepatan arus rata-rata 0.009-1.463 m/s sedangkan tinggi gelombang signifikan 0-0.00279 m. Kondisi hidrodinamika Teluk Ambon sangat mendukung dalam kegiatan wisata bahari minat khusus salah satunya adalah SS.Aquila. Kata Kunci:Hydrodinamika, SS.Aquila, Gelombang, Arus, Pasang SurutHYDRODYNAMIC CHARACTERISTICS IN AMBON BAY WATERS TO SUPPORT MARINE DIVING TOURISM Ambon Bay is divided by two thresholds, namely Teluk Ambon Dalam and Teluk Ambon Luar. Ambon bay is rich in marine potential both the unique of fisheries and coral reefs as well as the objects such as shipwreck that could be developed as a maritime tourism potential. The aim of this study is to investigate the characteristics of waves and tides in the waters of Ambon Bay (inner and outer of Ambon Bay) by using numerical simulation. The method is using purposive quantitative, the primary data are consisted of Bathymetry, Tide, and wind, while the secondary data is consisted of tide forecasting by MIKE 21, Flow Model FM Hydrodynamic Module is used to simulate tidal and current patterns that are used as input in the wave spectral module MIKE 21. From the data obtained, the tidal type of Ambon Bay waters is mixed tide prevailing semidiurnal based on Formzahl value 0. 0602 which obtained from the diurnal and semidiurnal major tide component calculation, Mean Sea Level is 124.76 cm, Zo is 148.72 cm and the value of Chart Datum is -23.96 cm. Current speed ranged from 0009-1463 m/s while the significant wave height ranged from 0-0.00279 m. Ambon Bay hydrodynamic conditions are calm and not too volatile, fortunately supportive in marine tourism activities of SS.Aquila site. Keywords: Currents, Hydrodynamics, SS. Aquila, Tides
ANALISIS PARAMETER FISIKA KIMIA DI PERAIRAN SUMENEP BAGIAN TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT TM 5 Halida Nuriya; Zainul Hidayah; Achmad Fachruddin Syah
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.922

Abstract

Perairan Sumenep bagian timur rnerupakan perairan yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa, Laut Flores dan Selat Madura. Pada Perairan Sumenep bagian timur ini terdapat aktifitas pelayaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui parameter fisika kimia perairan menggunakan citra Landsat TM 5 dan mengetahui tingkat keakurasian citra. Metode yang digunakan yaitu membandingkan data hasil analisis lapang dengan hasil pengolahan citra. Uji akurasi menggunakan RMS error digunakan untuk mengetahui tingkat kesalahan data citra dalam memberikan informasi tentang keadaan suatu objek yang ada di lapang. Dari parameter yang diuji, parameter klorofil-a mempunyai tingkat keakuratan yang paling baik dibandingkan dengan 2 parameter lainnya.Kata kunci: akurasi, RMS error, citra landsat, perairan Sumenep
KOROSI BAJA DI MUARA BARU JAKARTA DAN INDRAMAYU DENGAN SIMULASI PASANG SURUT UJI WET-DRY Gadang Priyotomo; Siska Prifiharni; Lutviasari Nuraini; S Sundjono; Ibrahim Purawiardi
Jurnal Kelautan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v12i1.4800

Abstract

Kerusakan akibat korosi baja sebagai material Infrastruktur maritim diinvestigasi menggunakan uji simulasi Wet-Dry, kehilangan berat, energy dispersive X-Ray spectroscopy (EDS) dan X-ray diffraction (XRD) dalam media air laut Muara Baru Jakarta, Karangsong dan Eretan, Indramayu. Larutan kontrol digunakan sebagai perbandingan air laut alami yaitu 3,5% NaCl dan 5% NaCl. Hasil penelitian menyatakan bahwa kerusakan merata korosi terjadi pada Baja setelah ekspos. Ketahanan korosi meningkat cepat pada 7 hari pertama kemudian menurun seiring dengan meningkatnya waktu ekspos. Pengaruh nilai konduktivitas, salinitas dan total dissolved solid (TDS) terhadap proses korosi baja hampir sama di setiap waktu ekspos. Penurunan oksigen terlarut meningkatkan laju korosi pada 7 hari pertama, mengindikasikan pembentukan lapisan oksida sebagai penahan laju korosi lebih lanjut. Peran ion klorida yang tinggi, meningkatkan laju korosi setelah 7 hari waktu ekspos, mengganggu terbentuknya lapisan stabil oksida di permukaan logam. Gangguan tersebut menyebabkan laju korosi cenderung akan meningkat kembali. SenyawaγFeO(OH) (Lepidrococite) terbentuk sebagai senyawa utama produk korosi.Kata kunci : Korosi, Infrastruktur, baja, Air laut,Salinitas, Oksigen terlarut .ABSTRACT The corrosive destruction of steel as material of maritime infrastructure had been investigated using simulated wet-dry test, loss weight, energy dispersive X-Ray spectroscopy (EDS) and X-ray diffraction (XRD) in seawater solutions of Muara Baru,Jakarta; Karangsong and Eretan regions, Indramayu. Controlled solution used as the comparison of natural seawater are 3,5% NaCl and 5% NaCl. The results shows that uniform corrosion took place on carbon steel after the exposure. The resistance of corrosion increases rapidly on the first 7 days, then decreases with increasing exposure time. The effect of conductivity, salinity and total dissolve solids (TDS) of test solutions for steel corrosion process was almost same at each interval of exposure time. The decrease of dissolved oxygen (DO) enhances corrosion rate on the first 7 days, which indicated the formation of oxide layer as the further barrier of corrosion process. The role of high concentration for chloride ion increases corrosion rate after 7 days of exposure time, which interfere the forming of stable oxide layer on the metal surface. That interference induces corrosion rate tends to increase again. The compound ofγFeO(OH) (Lepidrococite) formed as predominant corrosion product.         Keywords : Corrosion, Infrastructure, steel, seawater, salinity, dissolved oxygen
PERMODELAN PENGELOLAAN WILAYAH PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL SECARA TERPADU YANG BERBASIS MASYARAKAT (STUDI KASUS PULAU RAAS KABUPATEN SUMENEP MADURA) Adi Waluyo
Jurnal Kelautan Vol 6, No 1: April (2013)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v6i1.835

Abstract

Negara Indonesia adalah negara maritim yang memiliki banyak pulau baik yang bernama maupun yang belum bernama. Salah satunya adalah pulau Raas Madura, dimana pulau ini memiliki sumber daya alam yang melimpah di sepanjang garis pantainya. Dibalik melimpahnya sumber daya alam tersebut masih terdapat masyarakat yang sebagian besar prasejahtera. Pemanfaatan yang berlebih (over exploitation) dan krisis ekonomi yang menyebabkan terjadinya persaingan untuk memperoleh sumber daya alam yang tersisa sehingga mengakibatkan terjadinya degradasi sumber daya alam. Sistem pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang secara terpadu yang dapat mengatisipasi terjadinya degradasi sumber daya alam tersebut. Upaya ini harus didukung oleh pemerintah untuk memberikan kesejahteraan mayarakat di darah pesisir di pulau-pulau kecil. Kata kunci : sumber daya alam, Over exploitation, degradasi, pengelolaan terpadu MODELLING OF COMMUNITY BASED INTEGRATED COASTAL AND SMALL ISLAND MANAGEMENT (CASE STUDY OF RAAS ISLAND SUMENEP DISTRICT MADURA) Indonesia is a maritime nation consists of small islands. One of them is the Raas island of Madura. This island has abundant natural resources along its coastline however most of the population lives under the poverty line. Over exploitation of fisheries resources and economic crisis caused competition to obtain the remaining of natural resources resulting in the degradation of natural resources. Integrated coastal and small island management is expected to prevent the degradation. This effort should be supported by the government in order to provide prosperity for the coastal community.Key words : natural resources, over exploitation, degradation, integrated management
ANALISIS KELEMBAGAAN DAN PENGELOLAAN TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN DI WILAYAH TPI TEGALSARI, KOTA TEGAL JAWA TENGAH Irfina Fitri Mardani; Arif Mahdiana; Teuku Djunaidi
Jurnal Kelautan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v11i1.3114

Abstract

Penelitian dengan judul “Analisis Kelembagaan Dan Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Untuk Peningkatan Kesejahteraan Nelayan di Wilayah TPI Tegalsari, Kota Tegal, Jawa Tengah” bertujuan untuk mengetahui sistem kelembagaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan strategi pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tegalsari Kota Tegal berdasarkan fungsi kelembagaannya. Penelitian ini menggunakan metode survey yang dilakukan dengan observasi dan wawancara. Data yang digunakan merupakan data primer dan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kelembagaan dan pengelolaan di TPI Tegalsari sudah berjalan dengan baik, dilihat dari kinerja pengelola TPI serta sistem pelelangan yang berjalan dengan lancar sesuai dengan peraturan yang berlaku. Strategi pengelolaan TPI Tegalsari yang optimal adalah dengan memperbaiki sistem operasional yang ada di TPI tersebut salah satunya adalah fasilitas air bersih serta akses permodalan bagi nelayan setempat.Kata kunci: Tempat Pelelangan Ikan, Sistem Kelembagaan, Strategi Pengelolaan, Analisis SWOTINSTITUTIONAL AND MANAGEMENT ANALYSIS OF THE AUCTION FISH PLACE (AFP) FOR IMPROVING FISHERMEN’S WELFARE IN TEGALSARI AFP, TEGAL CITY, CENTRAL JAVAABSTRACT“Institutional and Management Analysis of The Auction Fish Place (AFP) for Improving Fishermen’s Welfare in Tegalsari AFP, Tegal City, Central Java” research aimed to find out the institutional system of Auction Fish Place (AFP) and Evaluation Strategy of Auction Fish Place (AFP) Tegalsari based on its institutional function. This research uses survey method which done by observation and interview. The data used are primary data and secondary data which then analyzed descriptively by using SWOT analysis. The result showed that the institutional and management system in Tegalsari AFP has been running well, from the performance of AFP managers and the tender system that runs smoothly in accordance with applicable regulations. The optimal management strategy of Tegalsari AFP is by improving the existing operational system in AFP, one of them is clean water facility and access to capital for local fisherman.Keywords: The Auction Fish Place, Institutional System, Management Strategy, SWOT Analysis

Page 4 of 40 | Total Record : 394