cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. purworejo,
Jawa tengah
INDONESIA
SURYA AGRITAMA - Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA" : 11 Documents clear
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN PETERNAKAN AYAM PEDAGING DI KECAMATAN BAYAN KABUPATEN PURWOREJO Anas Malik Taufiqurrohman; Zulfanita Zulfanita; Rinawidiastuti Rinawidiastuti
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.554 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap keberadaan peternakan ayam pedaging dan mengetahui kegiatan yang dilaksanakan pada peternakan ayam pedaging milik Bapak Eling dan Bapak Agung Di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan sampel sebanyak 38 orang. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini statistik deskriptif dengan menggunakan pengelompokan, penyederhanaan, serta penyajian data seperti tabel distribusi frekuensi dan pengukuran dengan menggunakan skala likert. Hasil penilaian responden masyarakat Desa Kalimiru terhadap persepsi secara keseluruhan adalah setuju artinya merasakan dampak negatif terhadap keberadaan peternakan ayam pedaging, sedangkan Desa Bayan terhadap persepsi secara keseluruhan adalah tidak setuju artinya masyarakat merasakan dampak negatif terhadap keberadaan peternakan ayam pedaging. Kata kunci: Persepsi Masyarakat, Usaha Peternakan, Ayam Pedaging
INOVASI PENGETAHUAN PETANI DI LAHAN PASIR PANTAI KABUPATEN PURWOREJO Arta Kusumaningrum; Didik Widiyantono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.464 KB)

Abstract

Penelitian ini mengacu kepada inovasi pengetahuan petani yang melakukan usahatani di lahan pasir pantai Kabupaten Purworejo. Lahan pasir pantai merupakan lahan yang cukup luas yang belum diusahakan secara maksimal khususnya di Kabupaten Purworejo. Inovasi pengetahuan yang dimiliki petani bertujuan untuk mengubah lahan yang tergolong marginal menjadi lahan potensial untuk dapat dikembangkan berbagai komoditas dengan memanfaatkan lahan pasir pantai. Penelitian ini memiliki 3 tujuan yaitu: 1. Mengetahui inovasi pengetahuan petani di lahan pasir pantai, Kabupaten Purworejo, 2. Mengetahui komoditas yang dibudidayakan petani di lahan pasir pantai, Kabupaten Purworejo, dan 3. Mengetahui maanfaat lahan pasir pantai dalam kegiatan budidaya tanaman di Kabupaten Purworejo. Metode penelitian menggunakan deskriptif analisis. Total sampel yaitu 60 petani. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling/acak. Hasil penelitian ini yaitu 1.  Inovasi pengetahuan petani di lahan pasir pantai, Kabupaten Purworejo tergolong kategori sedang, 2. Komoditas yang dibudidayakan petani di lahan pasir pantai, Kabupaten Purworejo yaitu komoditas tanaman pangan, tanaman holtikultur, dan tanaman perkebunan, dan 3. Manfaat lahan pasir pantai dalam kegiatan budidaya tanaman yaitu mudah dalam pengolahan lahan, mudah dalam perawatan, tidak mudah terserang hama dan penyakit, produksi maksimal, pendapatan dan keuntungan meningkat serta mengoptimalkan penggunaan lahan. Kata kunci: Inovasi Pengetahuan, Petani, Lahan Pasir Pantai, Budidaya Tanaman, Kabupaten Purworejo
HUBUNGAN KARAKTERISTIK SOSIAL EKONOMI TERHADAP KEPUTUSAN PETANI DALAM PENGOLAHAN JAHE DI DESA JETIS KECAMATAN LOANO KABUPATEN PURWOREJO Zahrotur Roikhah; Didik Widiyantono; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.805 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang hubungan karakteristik sosial ekonomi terhadap keputusan petani jahe melakukan pengolahan jahe di desa Jetis kecamatan Loano Kabupaten Purworejo. Metode pengambilan sampel dilakukan secara survei dan metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian adalah Rank Spearman. Lokasi penelitian adalah desa Jetis kecamatan Loano kabupaten Purworejo. Jumlah sampel yang diambil adalah 30 petani di desa Jetis yang sudah mengolah dan belum mengolah jahe. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa karakteristik sosial ekonomi yang memiliki hubungan sangat kuat (umur, pendidikan formal dan kemudahan dilakukan) dan kuat (dukungan kelompok tani, ketersediaan sarana prasarana, harga hasil olahan jahe, dan ketersediaan pasar) dengan nilai signifikansi <0,51. Karakteristik yang memiliki hubungan cukup kuat adalah karakteristik perkiraan pasar, bahan baku dan biaya pengolahan memiliki siginikansi 0,25 sampai 0,51. Kata Kunci : Jahe, Karakteristik, Keputusan, Petani, Pengolahan Jahe
TINGKAT PEMAHAMAN PETERNAK KAMBING KALIGESING DALAM PENERAPAN TEKNOLOGI PETERNAKAN DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Suryaman Nur Hidayatudin; Faruq Iskandar; Zulfanita Zulfanita
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.698 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari dan Februari di Desa Pandanrejo dan Tawangsari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) tingkat pemahaman peternak Kambing Kaligesing terhadap penerapan teknologi pakan; (2) tingkat pemahaman peternak Kambing Kaligesing terhadap penerapan teknologi pengolahan limbah.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode observasional. Data hasil observasi dibahas secara deskriptif. Objek penelitian ini adalah peternak kambing Kaligesing di Desa Pandanrejo dan Tawangsari Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling dengan taraf signifikansi (α) 5% atau 0,05. Variabel penelitian ini adalah tingkat pemahaman peternak terhadap fermentasi pakan dan kompos. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat pemahaman peternak Kambing Kaligesing terhadap penerapan teknologi pakan pada level tinggi; (2) tingkat pemahaman peternak Kambing Kaligesing terhadap penerapan teknologi pengolahan limbah pada level tinggi. Kata kunci: pemahaman, teknologi peternakan, Kambing Kaligesing
KONTRIBUSI TENAGA KERJA WANITA PADA PENGOLAHAN GULA KELAPA ORGANIK DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Imron Aziz; Isna Windani; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.995 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pola kemitraan pengrajin gula kelapa organik di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo dengan CV. INTRAFOOD Surakarta, 2) Curahan waktu kerja wanita  pada pengolahan gula kelapa organik di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo, 3) Kontribusi tenaga kerja wanita  pada pengolahan gula kelapa organik di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan Sampel penelitian ini berjumlah 75 orang Hasil analisis diketahui bahwa pola kemitraan antara pengrajin dengan CV INTRAFOOD di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo menggunakan pola kemitraan kerjasama operasional agribisnis (KOA), dimana pihak pengrajin menyediakan lahan dan tenaga kerja, sedangkan pihak CV INTRAFOOD menyediakan sarana produksi berupa panduan pengolahan organik, laru, irus, bumbung dan sabuk pengaman, selain itu CV INTRAFOOD memberikan sosialisasi atau bimbingan teknis berupa pelatihan-pelatihan setiap satu bulan sekali serta memberikan jaminan kepastian pasar kepada pengrajin,  curahan waktu kerja wanita pada pengolahan gula kelapa organik di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten Purworejo adalah penyaringan nira sebesar 0,04 HKO, proses pemasakan sebesar 0,459 HKO, proses pencetakan sebesar 0,046 HKO, dan proses pengemasan sebesar 0,027 HKO. Sedangkan kegiatan pengambilan nira dilakukan oleh tenaga kerja pria yaitu sebesar 0,445 HKO. Kontribusi tenaga kerja wanita pada pengolahan gula kelapa organik di desa Jatirejo kecamatan Kaligesing kabupaten  Purworejo tinggi (56,25%). Kata Kunci: organik, kemitraan, kontribusi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN PENGRAJIN DALAM MEMBUAT GULA KELAPA ORGANIK DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Siswanti Siswanti; Istiko Agus Wicaksono; Didik Widiyantono
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.587 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) karakteristik pengrajin gula kelapa organik; dan 2) faktor yang mempengaruhi keputusan pengrajin melakukan usaha gula kelapa organik. Metode yang digunakan yaitu deskriptif analisis dengan sampel 75 responden dan menggunakan metode proportional stratified random sampling. Kuesioner diuji dengan uji validitas dan reliabilitas. Metode analisis data yaitu rataan skor dan uji regresi linear berganda terhadap variabel yang telah ditentukan. Hasil analisis data menunjukkan nilai adjusted R square sebesar 91,3%. Faktor yang secara bersama-sama mempengaruhi keputusan pengrajin dalam membuat gula kelapa organik yaitu pendidikan formal, pendidikan non formal, pemasaran, sarana dan prasarana, kemudahan dalam membuat gula kelapa organik, dan dukungan mitra. Variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pengrajin dalam membuat gula kelapa organik yaitu pendidikan formal, pendidikan non formal, pemasaran, sarana dan prasarana, kemudahan dalam membuat gula kelapa organik, dan dukungan mitra. Kata Kunci: faktor, gula, hubungan, keputusan, organik, pengrajin.
ANALISIS USAHA INDUSTRI RUMAH TANGGA GULA SEMUT ORGANIK DI DESA HARGOROJO KECAMATAN BAGELEN KABUPATEN PURWOREJO Tri Subekti; Uswatun Hasanah; Isna Windani
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.174 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui besarnya biaya, penerimaan, keuntungan dari industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen kabupaten Purworejo. (2) Mengetahui tingkat kelayakan dari industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen kabupaten Purworejo. (3) Mengetahui peranan koperasi KARMATERA pada industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelenkabupaten Purworejo.Populasi penelitian semua pengrajin gula semut organik di Desa Hargorojo kecamatan Bagelen berjumlah 249 pengrajin. Sampel responden yang diteliti berjumlah 72 pengrajin yang ditentukan menggunakan tingkat kesalahan 10%. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportionale sampling kemudian untuk menentukan responden digunakan teknik Accidental Sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner, analisis menggunakan analisis usaha dan skala likert.Hasil penelitian menunjukkan besarnya rata-rata total biaya yang digunakan oleh 72 responden pemilik industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen, untuk memproduksi gula semut organik dalam satu minggu sebesar Rp 313.328,13 dan penerimaan yang diperoleh rata-ratanya sebesar Rp 374.177,08, serta rata-rata keuntungan yang diterima sebesar Rp 60.848,96. Industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo kecamatan Bagelen kabupaten Purworejo menguntungkan dan layak untuk di usahakan dengan nilai π/C ratio sebesar 18,53%. Peran koperasi KARMATERA pada industri rumah tangga gula semut organik di desa Hargorojo dikatakan tinggi seluruh kegiatan koperasi KARMATERA memberdayakan masyarakat. Kata Kunci: Analisis Usaha, Gula Semut Organik, Peran Koperasi
KARAKTERISTIK INTERNAL DAN EKSTERNAL PETANI DALAM MELAKUKAN USAHATANI BELIMBING (Averrhoa carambola L.) DI LAHAN TEGALAN DESA WALUYOREJO KECAMATAN PURING KABUPATEN KEBUMEN Edi Purwanto; Dyah Panuntun Utami; Uswatun Hasanah
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) karakteristik internal petani dalam melakukan usahatani belimbing di desa Waluyorejo. 2) karakteristik eksternal petani dalam melakukan usahatani belimbing di desa Waluyorejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Pengambilan sampel daerah penelitian dilakukan secara sengaja sengaja atau purposive sampling. Pengambilan sampel petani dilakukan dengan cara proportionate stratified random sampling dengan jumlah responden sebanyak 47 petani. Data penelitan diperoleh dengan cara observasi, wawancara, pencatatan dan dokumentasi kemudian data dianalisis secara deskriptif. Variabel penelitian terdiri dari faktor internal (pendidikan formal, pendidikan non formal, umur dan pengalaman) dan faktor eksternal (kesesuaian dengan aspek lahan, kemudahan untuk dibudidayakan, ketersediaan sarana dan prasarana dan dukungan kelompok tani)Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa karakteristik internal petani responden berpendidikan SLTP sebanyak 40,43 %, mengikuti pelatihan 1 kali sebanyak 53,19 %, umur 34-43 tahun sebanyak 82,98 % dan pengalaman sedang sebanyak 57,45 %. Karakteristik ekternal petani diketahui bahwa kesesuaian dengan kondisi alam mayoritas menyatakan sesuai, terkait kemudahan diusahatanikan petani menyatakan cukup mudah, ketersediaan sarana dan prasarana petani menyatakan cukup tersedia dan dukungan kelompok tani mayoritas petani menyatakan cukup mendukung. Kata Kunci: belimbing, keputusan, petani.
ANALISIS USAHATANI MELON DI DESA WONOSARI KECAMATAN NGOMBOL KABUPATEN PURWOREJO Rekhan Andrianto; Istiko Agus Wicaksono; Dyah Panuntun Utami
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.427 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan keuntungan pada usahatani melon, 2) Kelayakan usaha tani melon. Sampel penelitian berjumlah 57 orang ditentukan dengan mengaplikasikan rumus Yamane, pengambilan sampel di desa penelitian dilakukan dengan sengaja (purposive) dengan mempertimbangkan alasan sesui tujuan penelitian. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dengan menggunakan deskriptif, biaya produksi, penerimaan, pendapatan, keuntungan, dan kelayakan.Hasil analisis diketahui bahwa usahatani melon di Desa Wonosari Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo per 20.747,8 ha membutuhkan rata-rata penggunaan tenaga kerja dalam keluarga Rp 2.153.307, penggunaan tenaga kerja luar keluarga Rp 587.776, dengan biaya sarana produksi Rp13.419.975, biaya penyusutan alat Rp 893.895, biaya lain-lain Rp 4.844.241, dan total biaya sebesar Rp 22.728.534, rata-rata penerimaan Rp 66.262.132, rata-rata pendapatan sebesar Rp 46.040.796, rata-rata keuntungan sebesar Rp 43.533.598. Nilai produktivitas tenaga kerja sebesar Rp 1.176.442/HKO lebih besar dari biaya tenaga kerja per hari di lokasi penelitian sehingga layak untuk diusahakan, nilai produktivitas modal (π/C ratio) sebesar 61,257% lebih besar dari suku bunga KUR Bank BRI yang berlaku yaitu 1,75% sehingga layak untuk diusahakan dan nilai R/C ratio sebesar 2,91 lebih dari 1 sehingga layak untuk diusahakan. Faktor produksi yang berpengaruh signifikan (nyata) terhadap produksi melon adalah benih, curahan waktu tenaga kerja dan luas lahan. Kata kunci : usahatani melon, kelayakan
Produktivitas Burung Puyuh (Coturnix-coturnix japonica) Pengaruh Suplementasi Tepung Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L.) Pada Pakan Komersial Mulianto Muhsaputro; Hanung Dhidhik Arifin; Zulfanita Zulfanita
Surya Agritama : Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan Vol 7, No 2 (2018): SURYA AGRITAMA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.598 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap produktivitas burung puyuh (Cortunix-cortunix japonica). Penelitian dilakukan di Laboratorium Terpadu Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Purworejo. Bahan yang digunakan 100 ekor puyuh betina, tepung daun mengkudu 8,4 kg dan pakan komersil  (BP104) 66,15 kg. Alat yang digunakan antara lain timbangan digital, gelas ukur, kandang, blender. Rancangan yang dipakai adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan dan 5 sampel setiap ulangan, yaitu (T0) perlakuan 0% tepung daun mengkudu, (T2) perlakuan 2% tepung daun mengkudu, (T4) perlakuan 4% tepung daun mengkudu, (T6 ) perlakuan 6% tepung daun mengkudu dan (T8) perlakuan 8% tepung daun mengkudu. Parameter yang diamati adalah konsumsi pakan, PBBH, konversi dan efisiensi. Hasil pemberian tepung daun mengkudu pada burung puyuh pada konsumsi pakan, konsumsi BK tertinggi di T8 31,91 g terendah di T0 22,03 g, PBBH tertinggi di T4 0,90 g terendah di T8 0,63,BB tertinggi di T4 213,43 terendah di T8 200,28, bobot telur tertinggi di T8 12,46 terendah di T2 11,75, konversi tertinggi di T8 2,56 terendah di T0 1,83, efisiensi tertinggi di T0 54,75 terendah di T8 39,06. Pemberian tepung daun mengkudu berpengaruh nyatan (P<0,05) terhadap  konsumsi pakan, PBBH, BB, konversi dan efisiensi pakan burung puyuh.Tepung daun mengkudu dapat digunakan sebagai campuran atau tambahan dalam ransum puyuh. Kata Kunci: Tepung Daun Mengkudu, Produktivitas, Puyuh, Konsumsi Pakan

Page 1 of 2 | Total Record : 11