cover
Contact Name
Hakim
Contact Email
luqmanhyacob@gmail.com
Phone
+6281288884883
Journal Mail Official
widyagogik@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Widyagogik : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar
ISSN : 2303307X     EISSN : 25415468     DOI : https://doi.org/10.21107/Widyagogik
Core Subject : Education,
Widyagogik, terbit dua kali setahun berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian di bidang pendidikan dan pembelajaran sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 254 Documents
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS 4 SEKOLAH DASAR Febditya Aji Wijaya; Mawardi Mawardi; Krisma Widi Wardani
Widyagogik Vol 5, No 2 (2018): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.5 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v5i2.3866

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research is to the improve of learning results of the fourth grade science which is the core and achievement school but have learning result that is still felt less of satisfactory.  The types of research which used is Classroom Action Research and it is implemented as much as 2 cycles.  The research learning model used in this research is group investigation. Instruments used in this study are formative test sheets, observation sheets, documentation, and interviews. In the implementation of the first cycle, there is a change in the improvement of cognitive learning outcomes after the action in cycle II. By executing the action using group investigation model on science learning, there is improvement of psychomotor learning results through observation of the students’ cooperation.  In addition, there is also improvement of affective learning results in the students’ behavior.  So, it can be concluded that learning by group investigation model can improve the cognitive, affective, and psychomotor learning results on the teaching and learning of science. Keyword : group investigation, learning results, cognitive, affective, psychomotor. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar muatan IPA kelas IV yang merupakan sekolah inti dan berprestasi namun memiliki hasil belajar yang masih dirasa kurang memuaskan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dan dilaksanakan sebanyak 2 siklus. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah group investigation. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes formatif, lembar observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pada pelaksanaan tindakan siklus I terjadi perubahan peningkatan hasil belajar kognitif setelah dilaksanakan tindakan pada siklus II. Dengan dilaksanakan tindakan menggunakan model group investigation pada pembelajaran IPA terjadi peningkatan hasil belajar psikomotor melalui pengamatan kerja sama siswa. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil belajar Afektif pada perilaku siswa. Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan pembelajaran model group investigation dapat meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif maupun psikomotor pada muatan pembelajaran IPA.
PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK UNTUK MENINGKATKAN KETRAMPILAN BERTANYA SISWA Dwi Ana Lestari
Widyagogik Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.126 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i1.1683

Abstract

Pelaksanaan  Kurikulum 2013 menuntut  keaktifan siswa dalam berfikir ilmiah selama proses pembelajaran. Salah satu indikator keaktifan siswa dalam pembelajaran dapat diamati melalui tingginya intensitas siswa dalam bertanya maupun mengemukakan pendapat. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Tunjungsekar 3 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, dengan tujuan untuk melatih keterampilan bertanya siswa kelas VB Sub Tema Peristiwa-Peristiwa Penting melalui pendekatan saintifk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa terlihat secara aktif, bersemangat, dan gembira dalam belajar dan keterampilan bertanya siswa dalam pembelajaran mengalami peningkatan dari 70% menjadi 77 %,. Siswa yang pada awalnya pasif, mulai berani mengajukan pertanyaan dan mengeluarkan pendapatnya dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas. Hasil belajar mengalami peningkatan pada pra tindakan, siklus I dan siklus II. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan ilmiah dapat meningkatkan keteranpilan bertanya siswa yang akan berpengaruh terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Dengan adanya keberhasilan ini, disarankan kepada guru untuk mengembangkan pendekatan ilmiah menjadi baik lagi dalam menerapkan kurikulum 2013.
DAMPAK PENYULUHAN TENTANG ANAK DAN PERAN ORANG TUA, MASYARAKAT DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG SEHAT DI KELOMPOK KERJA GURU GUGUS SEKOLAH DASAR Ade Irma Noviyanti
Widyagogik Vol 5, No 1 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.521 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v5i1.5308

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat merupakan sekumpulan perilaku yang,dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil,daripembelajaran,yangdipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil dari pembelajaran yang menjadikan seseorang dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Pengertian perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah di sekolah adalah upaya untuk memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat lingkungan sekolah agar tahu mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat  serta berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat Sekolah sehat adalah sekolah yang menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat sekolah dan untuk pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak sekolah melalui berbagai upaya kesehatan sehingga akhirnya mampu mengatasinya. Sedangkan broling, mengungkapkan kecakapan hidup adalah interaksi berbagai pengetahuan dan kecakapan yang sangat penting dimiliki seseorang sehingga mereka dapat hidup mandiri. Kecakapan hidup dipilih menjadi empat jenis yaitu; Kecakapan personal yang mencakup kecakapan mengenal diri sendiri, kecakapan berpikir rasional, dan percaya diri, Kecakapan sosial seperti kecakapan melakukan kerjasama, bertenggang rasa, dan tanggung jawab social, Kecakapan akademik seperti kecakapan dalam melakukan penelitian, percobaan dengan pendekatan ilmiah, Kecakapan vocasional adalah kecakapan yang berkaitan dengan suatu bidang kejuruan/keterampilan tertentu seperti di bidang perbengkelan, jahit menjahit, peternakan, pertanian, produksi barang tertentu
REPRESENTASI TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM INTERAKSI SOSIAL Zetti Finali; Chumi Zahroul Fitriyah
Widyagogik Vol 4, No 2 (2017): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.973 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i2.2885

Abstract

Teknologi komunikasi semakin berkembang, bahkan di Indonesia perputaran dana untuk telepon seluler mencapai 100 triliun. Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat perkembangan teknologi komunikasi khususnya smartphone berkembang secara signifikan. Perkembangan tersebut dipicu dari fleksibilitas smartphon yang dapat digunakan oleh semua kalangan. Mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum pun dapat memanfaatkan smartphone sesuai kebutuhan mereka. Perkembangan smartphone tersebut bisa jadi merubah pola interaksi dari pemakainya. Efektif dan efisiensi menjadi dasar utama penggunaan smartphone. Akan tetapi hal tersebut membuat komunikasi secara tradisional, yaitu adanya kontak langsung semakin berkurang. Masyarakat lebih bersifat individualis. Bagi kalangan mahasiswa khususnya mahasiswa yang menempuh mata kuliah Kajian IPS SD Kelas A tahun ajaran 2016/2017 penggunaan smartphone sendiri membantu mengurangi grogi atau rasa malu, karena bisa melakukan diskusi materi di grup WA atau via e learning.
Pengembangan Bahan Ajar Mata Kuliah Strategi Pembelajaran untuk Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Wanda Ramansyah
Widyagogik Vol 1, No 1: Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.434 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v1i1.2

Abstract

Program studi PGSD adalah sebuah program studi yang menghasilkan lulusan calon guru Sekolah Dasar yang memiliki standar-standar kompetensi yang harus dimiliki seorang guru SD. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai oleh seorang calon guru SD adalah kompetensi dalam bidang strategi pembelajaran. Di mana strategi pembelajaran tersebut akan membekali calon guru untuk memiliki kompetensi dalam bidang konsep dan prinsip dasar pembelajaran, pendekatan, strategi, metode, dan model pembelajaran, kegiatan pembelajaran dengan penekanan pada penggunaan pendekatan, strategi, metode, dan model pembelajaran, prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran, serta merancang pembelajaran yang mempertimbangkan karakteristik anak dan bidang studi untuk mencapai tujuan utuh pendidikan. Masalah yang dihadapi dalam proses pembelajaran adalah jumlah buku teks yang tersedia masih terbatas dan tampilan buku yang tidak sesuai dengan karakteristik mahasiswa sehingga mereka merasa kurang tertarik untuk membaca. Selain itu, mahasiswa juga mengalami kesulitan untuk memahami teks, karena bahasa yang digunakan kurang komunikatif dan ada beberapa kosa kata yang sulit dipahami atau tidak sesuai dengan tingkat pengetahuan mahasiswa. Untuk mengatasi masalah ini, maka dikembangkan bahan ajar yang didasarkan pada kebutuhan dan karakteristik mahasiswa. Bahan ajar ini dikembangkan dengan menggunakan Model R2D2 (Reflective, Recursive, Design, and Development).
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE EXAMPLE NON EXAMPLE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KETERAMPILAN KOOPERATIF SISWA KELAS VII SMP PADA MATERI HIMPUNAN Ariesta Kartika Sari; Muchamad Arif; Sudarsono Sudarsono; Holifah Holifah
Widyagogik Vol 6, No 2 (2019): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.77 KB)

Abstract

This study aims to (1) improve the understanding of 7th-grade students on set material, (2) describe the cooperative skills of students after following the cooperative learning model type Example Non Example. This research is collaborative classroom action research. Participants in this classroom action research are 16 class 7th SMPN 2 Socah Bangkalan Madura. The stages of classroom action research in this study refer to Bachman's Spiral model (in Mertler, 2014: 19). The stages in this classroom action research consist of Plan, Action, Observation, and Reflection. The learning model applied in this study is the cooperative learning model type Example Non Example. The focus of the material in this study is the set material of Mathematics subjects. The implementation of this classroom action research consists of two cycles. The application of cooperative learning model type Example Non Example gives results that: (1) the average student understanding in the first cycle reaches 68.8%. While the understanding of students in the second cycle reached 82.5%. Students' cooperative skills in this study consist of skills: (a) appreciating contributions, (b) being in groups, (c) listening, and (d) asking. After following the implementation of the Example Non-Example cooperative learning model, the cooperative skills of students in the first cycle reached 73% (good). Whereas in the second cycle, students' cooperative skills reached 91% (very good) 
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN LANGSUNG DENGAN LABORATORIUM MINI UNTUK MATERI JAJARGENJANG DI KELAS IV SDN BANCARAN 1 Mohammad Edy Nurtamam
Widyagogik Vol 3, No 2 (2016): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.442 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v3i2.2595

Abstract

Salah satu persoalan dalam pembelajaran matematika yang terjadi di sekolah adalah masih rendahnya daya serap siswa terhadap pelajaran matematika. Sehingga guru perlu mengupayakan alternatif pembelajaran matematika yang lebih variatif. Diantara variasi pembelajaran yang dipilih adalah pembelajaran langsung dengan laboratorium mini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran langsung dengan laboratorium mini.Berdasarkan hasil analisis deskriptif disimpulkan bahwa pembelajaran langsung dengan laboratorium mini efektif untuk mengajarkan materi jajargenjang. Simpulan ini didasari oleh beberapa hal yaitu: (1) kemampuan guru mengelola pembelajaran dikategorikan baik, (2) aktivitas siswa dalam pembelajaran aktif, (3) respon siswa terhadap pembelajaran positif, dan (4) ketuntasan belajar secara klasikal tercapai
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENTS MENGGUNAKAN FLASHCARD SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN SOFTSKILL DAN HASIL BELAJAR SISWA SD Mohammad Edy Nurtamam; Ariesta Kartika Sari
Widyagogik Vol 4, No 1 (2016): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.221 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v4i1.2212

Abstract

This research intends to describe the students’ responses toward the application of cooperative learning, especially Teams Games Tournaments (TGT) using flashcard, and to know the development of students’ soft skills in learning. Moreover, this research also intends to know the difference of learning results of students in elementary school after using TGT and conventional learning. This research conducted at Pejagan 5 Elementary School in Bangkalan. The sample of this research is elementary school students, grade five, especially in math subjects. The research method in this research is experimental research, starting with making lesson plan and worksheets for a group work, and learning evaluation. The research instrument consists of students’ questionnaire, students’ worksheet and learning evaluation. Based on the result of this research, it can be conclude that there is no significant differences between learning using cooperative learning TGT type using flashcard and using conventional learning. However, classical target in experiment group is better than control group which reaches 90%. Moreover, students’ response toward this learning is very good, the presentation shows that 95,3% students’’ soft skills increase up to 16 point in twice meeting. And in the last lesson, the students’ soft skills develop well and also there is a significant difference between TGT groups learning using flashcard with conventional group learning
Pengaruh Penerapan Model Discovery Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Lina Novita; Tustiyana Windiyani; Ananda Rizkiana Sakinah
Widyagogik Vol 7, No 2 (2020): Widyagogik
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.119 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v7i2.7441

Abstract

Penerapan model pembelajaran merupakan salah satu faktor penting keberhasilan pembelajaran. Guru sudah seharusnya dapat memaksimalkan penerapan model pembelajaran tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan peningkatan hasil belajar dengan perlakuan model pembelajaran discovery learning pada materi statistika  kelas IV SD Negeri Ciapus 02 Bogor. Metode yang digunakan quasi eksperimen, dengan memberikan perlakuan pada salah satu kelas. Prosedur pengumpulan data yaitu melalui tes berupa soal pretest dan posttest. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran discovery learning sebesar 34,29 persen dilihat dari perbandingan ketuntasan hasil belajar antara model pembelajaran discovery learning 88,57 persen dan model pembelajaran konvensional 54,28 persen.  Hal tersebut juga ditunjukkan oleh hasil thitung sebesar 2,1126 lebih besar dari ttabel sebesar 1,9959, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa  terdapat pengaruh penerapan model pembelajaran discovery learning  terhadap hasil belajar  pada mata pelajaran Matematika kelas IV SD Negeri Ciapus 02 Bogor.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES BERBASIS KETERAMPILAN PROSES SAINS PADA MATERI BENDA DAN SIFATNYA KELAS V SDN 010 TARAKAN Fauziyah Haniah; Muhsinah Annisa; Kartini Kartini
Widyagogik Vol 6, No 1 (2018): Widyagogik
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.344 KB) | DOI: 10.21107/widyagogik.v6i1.4560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas dan reliabilitas instrumen tes berbasis keterampilan proses sains serta bagaimana kualitas instrumen tes berbasis keterampilan proses sains ditinjau dari segi tingkat kesukaran, daya beda, dan pengecoh pada materi benda dan sifatnya untuk kelas V SDN 010 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development desain Formative Evaluation. Hasil Penelitian terdapat 30 butir soal berupa pilihan ganda, langkah-langkah awal yaitu dilakukannya validasi oleh tim ahli dalam kategori sangat layak. Uji coba one to one dilakukan bersamaan dengan validasi ahli uji coba one to one memperoleh  respon siswa sebesar 90% dalam kategori sangat efektif. Hasil analisis program SPSS 21 menunjukkan 20 butir pertanyaan dalam kategori valid, reliabilitas yaitu r11 = 0,585 lebih dari rtabel =0,284. Hasil analisis program AnatesV4 menunjukkan tingkat kesukaran dengan kategori sukar sejumlah 1 item soal (3,3%), tingkat kesukaran soal yang berada pada kategori mudah sejumlah 1 item soal (3,3%), tingkat kesukaran soal yang berada pada kategori sangat mudah sejumlah 2 item soal (6,7%), tingkat kesukaran soal yang berada pada kategori sedang sejumlah 26 item soal (86,7%), hasil daya beda rata-rata dengan kriteria baik sejumlah 12 soal (40%), dan menghasilkan pengecoh efektif sebanyak 28 item soal (93,3%).

Page 5 of 26 | Total Record : 254