cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Pangan
ISSN : 19784163     EISSN : 26545292     DOI : -
Jurnal Teknologi Pangan is one of Food Technology Journal in Indonesia managed by Department of Food Technology at UPN Veteran East Java. This journal has been published since 2007 and registered with ISSN 1978-4163, ISSN 2654-5292 (Online). Recently, Jurnal Teknologi Pangan begin to be upload ine-journal of UPN Veteran Jatim and will be one of the e-jpurnals that can be read by every people all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 201 Documents
PERANAN STARTER DAN CRYOPROTECTAN TERHADAP KUALITAS YOGURT BEKU BUAH PEPINO (Enfluence of Starter and Cryoprotectan on Frozen Yogurt of Pepino Fruit) Putri Minja, Ratna Yulistiani Tri Mulyani
REKAPANGAN Vol 6, No 2 (2012): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractFrozen yogurt is a type of yogurt as the result of fermentation of milk by lactic acidbacteria (Streptococcus thermophilus and Lactobacillus bulgaricus) which are experiencingthe freezing process. The main problem is a frozen yogurt as the product of freezingprocess which can lead to damage to the cell membrane so that the lactic acid bacteria canreduce the viability of lactic acid bacteria which result in loss of quality frozen yogurt.Therefore, it should be added cryoprotectant compounds that play a role in maintaining cellsurvival of bacteria during freezing. This research aim is to study the effect of starterconcentration and the addition of skim milk as a cryoprotectant compounds on thephysicochemical, microbiological and organoleptic pepino fruit frozen yogurt quality. Theresults showed that the best treatment is on 5 % starter concentration (Streptococcusthermophilus and Lactobacillus bulgaricus) and 10 % skim milk concentration. The treatmentproduces frozen yogurt with a total composition of lactic acid bacteria 8.735 log CFU / ml,the viability of lactic acid bacteria 98.471%, melt velocity 19.444 (menit/5gr), totalcarotenoids mg/100g 68.278, Vitamin C15.570 mg/100g with the level of preference sense(156), aroma (162.5), color (133) and texture (126).Keywords: frozen yogurt, pepino fruit, skim milk, starter concentrationAbstrakYogurt beku merupakan jenis yogurt hasil proses fermentasi susu oleh bakteri asamlaktat (Streptococcu sthermophilus dan Lactobacillus bulgaricus) yang mengalami prosespembekuan. Permasalahan utama produk yoghurt beku adalah proses pembekuan dapatmengakibatkan kerusakan pada membran sel bakteri asam laktat sehingga dapatmenurunkan viabilitas bakteri asam laktat yang berakibat penurunan kualitas yogurt beku.Oleh karena itu perlu ditambahkan senyawa cryoprotectant yang berperanan dalammempertahankan ketahanan sel bakteri selama pembekuan. Penelitian ini bertujuan untukmempelajari pengaruh konsentrasi starter dan penambahan susu skim sebagai senyawacryoprotectant terhadap kualitas fisikokimia, mikrobiologi dan organoleptik) yoghurt bekubuah pepino.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terdapat padaperlakuan konsentrasi starter (Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus) 5%dan konsentrasi susu skim 10%. Perlakuan tersebut menghasilkan yogurt beku dengankomposisi total bakteri asam laktat 8,735 log CFU/ml, viabilitas bakteri asam laktat 98,471%,kecepatan meleleh 19,444 (menit/5gr), total karoten 68,278 mg/100g, kadar Vitamin C15,570 mg/100g dengan tingkat kesukaan rasa sebesar 156, aroma 162,5, warna 133 dantekstur 126.Kata Kunci: yoghurt beku, buah pepino, susu skim, konsentrasi starter
SUBJECT INDEX JURNAL TEKNOLOGI PANGAN, REKAPANGAN
REKAPANGAN Vol 10, No 1 (2016): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SUBJECT INDEX
PROFIL GUGUS FUNGSIONAL DAN MASA MOLEKUL EKSTRAK KASAR HIPOKOTIL Bruguiera gymnorhiza (L) Lamk. FASE MATANG (mature phase) Sri, Sri Handayani
REKAPANGAN Vol 11, No 2 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profile gugus fungsional dan massa molekul senyawa yang terdapat pada ekstrak kasar metanol, etanol, aseton dan n-heksana hipokotil Bruguiera gymnorhiza warna hijau (umur 77 HSA), hijau-ungu (umur 89 HSA) dan ungu (umur 107 HSA).Profile gugus fungsional pada penelitian ini dilakukan dengan Fourier Transform Infra Red (FTIR) dan profile massa molekul dengan Liquid Chromatografi-Mass Spectra (LCMS). Hasil analisa dengan FTIR menginformasikan bahwa gugus fungsional dengan serapan puncak kuat  adalah metil, metilen, keton, aldehid, eter, alkohol dan ester. Ekstrak aseton hipokotil B. gymnorhiza warna ungu memiliki sebaran senyawa bioaktif lebih beragam  dibanding ekstrak metanol, etanol, dan n-heksan. Hasil analisa LC-MS menginformasikan bahwa profile massa molekul tergambarkan sebagai puncak relative. Puncak relatif ekstrak metanol hipokotil hijau, hijau-ungu dan ungu adalah sama, yaitu 217,03; 410,93; 322,88; 364,94; 232,99; 306,90; 388,85; dan 203,02 m/z. Puncak relatif ekstrak etanol hipokotil hijau, hijau-ungu dan ungu adalah sama, yaitu 217,03; 410,93; 203,02; 233,00; dan 396,93 m/z. Puncak relatif ekstrak aseton hipokotil warna ungu lebih beragam dibandingkan warna hijau dan hijau ungu. Puncak relatif 802,70; 604,87, dan 428,90 m/z hanya muncul pada hipokotil warna ungu, sedangkan puncak relatif 413,08; 149,04, dan 163,04 m/z terdeteksi di ketiga hipokotil. Puncak relatif ekstrak n-heksan menunjukkan bahwa semakin hipokotil berwarna ungu sempurna, semakin beragam. Puncak relatif 274,16; 413,03; 149,01 m/z muncul pada ketiga warna hipokotil, 338,21; 360,16; 429,15; 469,14; dan 165,09 m/z muncul pada hipokotil warna hijau-ungu dan ungu, sedangkan 230,17 dan 163,03 m/z hanya terdeteksi pada hipokotil warna hijau, dan 592,89 m/z hanya terdeteksi pada warna ungu. Diduga nilai puncak dasar atau puncak relatif yang terdeteksi pada spektrum massa pada ekstrak metanol dan etanol hipokotil B. gymnorhiza adalah sebagian dari fragmen senyawa metabolit sekunder alkaoid, fenol/polifenol, steroid, antosianin, terpenoid, flavonoid, tanin dan saponin, sedangkan ekstrak aseton dari golongan fenol dan flavonoid, ekstrak n-heksan dari golongan terpenoid dan steroid.   Key word: FTIR, LC-MS, ekstrak kasar hipokotil B. gymnorhiza fase matang.
PENGARUH KOMBINASI JENIS DAN TEKNIK PENGEMASAN TERHADAP SIFAT KIMIA, MIKROBIOLOGI DAN ORGANOLEPTIK BUMBU AYAM TALIWANG KHAS LOMBOK SELAMA PENYIMPANAN Suhaemi, Emi; Basuki, Eko; Prarudiyanto, Agustono
REKAPANGAN Vol 11, No 2 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi pengaruh jenis kemasan dan teknik pengemasan terhadap sifat kimia, mikrobiologi dan organoleptik bumbu ayam taliwang khas Lombok selama penyimpanan. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan faktor tunggal (pengaruh kombinasi jenis kemasan dan teknik pengemasan) yang terdiri atas lima perlakuan (kontrol, kemasan PP Non-Vakum, kemasan PP Vakum, kemasan alumunium foil Non-Vakum dan kemasan alumunium foil Vakum) dengan 4 kali ulangan. Parameter yang diamati yaitu kadar air, pH, kadar thiobarbituricacid (TBA), pertumbuhan kapang, rasa, aroma dan kenampakan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman pada taraf nyata 5% menggunakan software Co-Stat dan diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) apabila terdapat beda nyata. Analisis dilakukan pada hari ke 0, 10 dan 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap kadar air pada penyimpanan 0 dan 10 hari, nilai pH pada penyimpanan 0, 10 dan 20 hari dan angka TBA pada penyimpanan 0 hari, namun berbeda nyata terhadap kadar air pada penyimpanan 20 hari dan angka TBA pada penyimpanan 10 dan 20 hari. Pada penyimpanan hari ke 20, pertumbuhan kapang. hanya terdapat pada perlakuan tanpa kemasan. Semua perlakuan memberikan hasil yang tidak berbeda nyata terhadap semua parameter organoleptik pada penyimpanan 0 dan 10 hari, namun memberikan hasil yang berbeda nyata pada penyimpanan 20 hari. Sampel bumbu ayam taliwang yang diberi perlakuan pengemasan menunjukkan hasil uji yang lebih baik dari kontrol. Perlakuan kemasan Alumunium foil vakum merupakan perlakuan terbaik dari semua parameter uji setelah 20 hari penyimpanan bumbu ayam taliwang. Kata Kunci: Bumbu, Bumbu Ayam Taliwang, Pengemasan, Umur Simpan
PENGARUH PENAMBAHAN KAYU MANIS (CINNAMOMUM BURMANNII) TERHADAP KADAR AIR, pH, KETENGIKAN DAN TEKSTUR WINGKO SELAMA PENYIMPANAN Wahyudi, Imam; Purwandari, Umi
Jurnal Teknologi Pangan Vol 11, No 2: Desember 2017
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/jtp.v11i2.894

Abstract

ABSTRAK Wingko merupakan kue semi basah tradisional khas Kabupaten Lamongan yang berbahan dasar parutan kelapa, tepung beras ketan dan gula. Selama ini produk wingko sangat mudah untuk mengalami kerusakan. Kerusakan yang paling cepat adalah terjadinya proses ketengikan akibat oksidasi lemak yang berasal dari kelapa dan mentega. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah umur simpan wingko dengan menghambat proses oksidasi lemak menggunakan bubuk kayu manis sebagai antioksidan. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF). Faktor yang digunakan adalah konsentrasi penambahan bubuk kayu manis dan lama penyimpanan. Konsentrasi kayu manis yang digunakan yaitu 0%, 0,25 %, 0,5 % dan 0,75 % sedangkan lama penyimpanan yang digunakan adalah 0, 3, 6 dan 9 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi kayu manis tidak berpengaruh nyata (P&ge;0,05) terhadap tingkat kadar air, pH, dan ketengikan wingko selama penyimpanan. Penambahan penambahan kayu manis berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap sebagian besar parameter tekstur wingko selama penyimpanan yaitu hardness, adhesiveness, springiness, cohesiveness, gumminess, dan chewiness. Sedangkan pada parameter resilience tidak berpengaruh nyata (P&ge;0,05). Lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata (P&ge;0,05) terhadap kadar air, tetapi lama penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH, nilai %FFA dan tekstur yang meliputi hardness, adhesiveness, springiness, cohesiveness, gumminess, chewiness dan resilience. Kaca kunci : wingko, pengawetan, antioksidan, kayu manis. DOI : https://doi.org/10.33005/jtp.v11i2.894
Pendugaan Umur Simpan Cabai Bubuk Fermentasi dari Cabai Rawit (Capsicum frutences L.) dan Cabai Merah (Capsicum annuum L.) Menggunakan Metode Akselerasi Pendekatan Labuza Bilang, Mariyati; Laga, Amran; ,, Trinoviyani .
REKAPANGAN Vol 11, No 2 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The aim of this research was to determine the shelf life of pepper powders derived from cayenne and red pepper fermented spontaneously. The pepper powders packed with plastic sac of HDPE (High Density Poly Ethelene) type then predicted their shelf life using acceleration method based on Labuza Aprroach. This research was devided into two stages: a preliminary and the main research; fermentation of pepper, dried of fermented pepper, and pulverization, followed by main research to predict the shelf life fermented pepper powders with accelerated method based on the Labuza equation wich was into derived from data of initial moisture content, critical water content, then determined of sorption isotherm curve, also the parameters supporting to predict of shelf life. Based on the results of sorption isotherm curve, that the lowest value of Mean Relatif Deviation (MRD) indicated the appropriate equation obtained for two peppers (Cayenne and red pepper powders) were Hasley and Caurie equation with value of MRD respectively 4,70 and 2,34. Based on the results of organoleptic test (hedonic test), shows that the aroma was not accepted at 76 days for fermented of cayenne powder and 52 days for fermented of red pepper powder, that indicated the critical water content of pepper powders (0,098 g H2O/g solid for cayenne powder and 0,132 H2O/g solid for red pepper powder). Plotting the value of the water activity (Aw) to equilibrium moisture content obtained from seven chambers with different range of RH (7-90%) acquired sorption isotherm curves for both types of pepper powders. Entering of all the measured parameters (initial moisture content, critical moisture content, permeability plastic sac as packaging, dry weight, and the saturated vapor pressure) into the Labuza equation then acquired the shelf life of fermented cayenne and red pepper powders were 78 days (2,6 months) and 62 days (2,1 months) respectively. Key words : Chili, Fermentation, Acceleration, Labuza
STUDI PEMBUATAN KUE KERING DARI TEPUNG SAGU DENGAN PENAMBAHAN TEPUNG BLONDO (Study of Making Cookies from Sago Flour With Addition of Blondo Flour) Tahir, Mulyati M; Mahendradatta, Meta; Mawardi, Ahmad
REKAPANGAN Vol 11, No 2 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RINGKASAN Blondo merupakan protein nabati yang diperoleh dari hasil samping pembuatan minyak kelapa dengan proses basah yakni proses ekstraksi minyak kelapa dari bahan santan kelapa. Blondo mengandung asam amino esensial dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan atau alternatif makanan bergizi tinggi yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan kue kering yang terlebih dahulu diolah menjadi tepung. Tujuan dari penelitian ini yaitusebagai pemanfaatan produk samping dari pembuatan minyak kelapa, yang diaplikasikan dalam pembuatan kue kering, menentukan formulasi terbaik tepung blondo yang digunakan dalam pembuatan kue kering sehingga dapat diterima oleh konsumen dan mampu memberi asupan nutrisi yang tinggiberdasarkan analisis kimia dan uji organoleptik.Pembuatan tepung blondo dilakukan dengan pengeringan menggunakan oven blower pada suhu 600C selama 12 jam. Setelah itu dilakukan penghalusan menggunakan grinder kemudian diayak 80 mesh. Perlakuan yang diterapkan pada penelitian ini terbagi atas formula A1 (65% tepung sagu : 35% tepung blondo), A2 (60% tepung sagu : 40% tepung blondo) dan A3 (55% tepung sagu : 45% tepung blondo). Parameter pengamatan pada penelitian ini yaitu perlakuan uji proksimat (kadar air, kadar abu, protein, lemak, karbohidrat) dan mutu organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur). Pengolahan data dilakukan secara Rancangan Acak Lengkap (RAL) berdasarkan data hasil pengamatan terhadap parameter pengujian dengan tiga kali ulangan. Data hasil pengamatan dianalisa dengan uji sidik ragam (ANOVA) menggunakan SPSS dan MS.Excel.Berdasarkan hasil  uji organoleptik perlakuan terbaik adalah A3 dengan skor organoleptik warna 3,6 (suka), aroma 3,6 (suka), rasa 3,8 (suka), dan tekstur 3,66 (suka), sedangkan hasil uji proksimat yaitu dengan nilai kadar air 2,53%, kadar abu 3,25%, protein 11,45%, lemak 27,41%, dan karbohidrat 55,36%. Kata kunci : Blondo, Kue kering, protein.
PENGEMBANGAN OLAHAN KERUPUK IKAN MANYUNG PADA WARGA GANG DOLLY SURABAYA ,, Sani; Hapsari, Nur; Rosida, Dedin F; Sri, Sri Djajati
REKAPANGAN Vol 11, No 2 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyuluhan dan pelatihan dari Program Abdimas ini merupakan aplikasi dari hasil penelitian untuk menjadikan aneka produk pangan yang berbasis ikan sebagai alternatif produk pangan bergizi tinggi dan berpeluang untuk dikembangkan pada warga Gang Dolly Surabaya untuk meningkatkan pendapatan. Metoda yang digunakan dalam memfasilitasi peningkatan ketrampilan olahan ikan di wilayah Gang Dolly Surabaya ini adalah dengan mengadakan pelatihan dengan metode pelatihannya adalah : metode ceramah, metode praktek dan metode pendampingan untuk keberlanjutan kegiatan usaha dan pemasaran hasil. Kondisi Obyektif  yang ada adalah rendahnya produktivitas produsen olahan perikanan  yang dihasilkan selama ini lebih disebabkan oleh lemahnya sumberdaya manusia di bidang manajemen, organisasi yang kurang professional, kurangnya penguasaan teknologi pengolahan dan informasi serta pemasaran yang lemah, dan rendahnya kualitas kewirausahaan dari para pelaku  usaha . Untuk itu pada program ini dilakukan pelatihan ibu-ibu warga Putat Jaya (Gang Dolly) dalam pembuatan kerupuk dari ikan Manyung. Dalam bidang ekonomi ataupun bisnis, ikan manyung merupakan ikan ekonomis yang penting sebagai ikan konsumsi yang dapat dijadikan sebagai bahan penghasil uang. Dibanding dengan ikan tengiri yang banyak digunakan sebagai bahan kerupuk ikan, ikan manyung lebih menjanjikan untuk menghasilkan uang karena harga ikan manyung relatif lebih murah dibanding ikan tengiri. Dan yang pasti kandungan protein dalam ikan manyung sangat tinggi. Kata Kunci : dolly, manyung, kerupuk, pangan, protein, gizi, murah
STRATEGI PENGENDALIAN MUTU PROSES PRODUKSI MINUMAN TEH MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA (STUDI KASUS DI PT. DHARANA INTI BOGA) Latief, Rindam; Laga, Amran; Muchtar, Munirah
REKAPANGAN Vol 11, No 2 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Teh Cup hasil produksi dari PT. Dharana Inti Boga selalu berusaha agar tetap sehat, bermutu, halal dan aman dikonsumsi oleh pelanggan. Namun demikian masih mengalami tantangan dalam mengontrol proses produksi dan memenuhi keinginan pelanggan. Proses poduksi yang tidak terkontrol berpotensi menghasilkan produk cacat yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab utama produk cacat dalam proses produksi teh cup serta memperoleh rancangan solusi untuk meminimalisasi produk cacat. Untuk meminimalisasi produk cacat dapat dilakukan dengan metode Six Sigma yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, Control (DMAIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Deffect Per Million Opportunity (DPMO) produk cacat teh cup pada Line 1 sebesar 8.525 dan nilai sigma sebesar 3.89. untuk Line 2 diperoleh nilai DPMO sebesar 856 dan nilai sigma sebesar 4,64. Baik Line 1 maupun Line 2 masih perlu dilakukan perbaikan mutu terus-menerus menuju level 6 sigma. Berdasarkan Failure Mode Effect Analysis (FMEA), permukaan mould yang tidak rata pada mesin heater, Napple angin yang rusak pada mesin filler, photo eye yang bengkok serta bearing seal pecah pada mesin sealer menjadi prioritas dalam penyelesaian masalah. Kata kunci: Strategi, Pengendalian Mutu, Teh Cup, Six Sigma
FOOD BAR PEDADA DENGAN PROPORSI TEPUNG TALAS DAN TEPUNG KACANG HIJAU (Food Bar Pedada With Proportion Taro Flour and Green Bean Flour) Basuki, Enny Karti; Susilowati, Titi; Hajati, Tatiek Sri
REKAPANGAN Vol 11, No 2 (2017): REKAPANGAN
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Food bar pedada merupakan salah satu pangan berkalori tinggi yang terbuat dari tepung buah pedada (Sonneratia caseolaris), tepung talas dan tepung kacang hijau. Penelitian ini bertujuan mencari kombinasi tepung talas dan tepung kacang hijau sehingga dihasilkan food bar yang disukai oleh panelis. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola factorial, dua factor dengan dua kali ulangan. Faktor pertama penambahan tepung talas (30%, 40% dan 50% b/b) dan factor kedua penambahan tepung kacang hijau (30%, 40% dan 50% b/b).   Perlakuan terbaik terjadi pada penambahan tepung talas 40% (b/b) dan tepung kacang hijau 50% (b/b) dengan hasil kadar air 3,95%, kadar abu 3,07%, kadar protein 10,08%, kadar lemak 9,76%, kadar karbohidrat 53,63%, kalori 346,61 kkal, daya patah 32,15 N, nilai rasa 3,82, warna 4,68, aroma 4,34 dan tekstur 4,80. Kata kunci: food bar, buah pedada, talas, kacang hijau