cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jip@unikama.ac.id
Editorial Address
Jl.S.Supriadi No.48 Malang Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Inspirasi Pendidikan
ISSN : 20889704     EISSN : 25494147     DOI : 10.21067
Core Subject : Education,
The Jurnal Inspirasi Pendidikan is a publication that contains the results of critical research and studies in the fields of education and teaching. Published twice in one year by the Association of Educators of Universitas Kanjuruhan Malang. This journal is expected to be the medium of publication of the results of qualified scientific research as well as scientific disclaimers in the fields of education and teaching.
Arjuna Subject : -
Articles 273 Documents
PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES DASAR IPA KELAS II MI MAMBAUL ULUM Farida Nur Kumala
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.06 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.691

Abstract

Pembelajaran IPA di MI Mambaul Ulum menggunakan metode ceramah yang monoton di dalam kelas, hal ini menyebabkan pembelajaran kurang bermakna dan pasif bagi siswa. Pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan memberikan konsep yang nyata serta dapat melatihkan keterampilan proses yang disyaratkan dalam IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan di kelas II MI Mambaul Ulum dan keterlaksanaan keterampilan proses dasar IPA pada materi posisi cahaya matahari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah guru dan siswa kelas II MI Mambaul Ulum. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sample. Metode pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan tes. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi, pedoman wawancara dan lembar tes hasil belajar siswa. Teknik analisis data pada penelitian ini yaitu pengumpulan, reduksi, penyajian data dan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan proses triangulasi metode pengambilan data dan sumber data Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan di kelas II diterapkan dengan baik karena sesuai dengan indikator keterlaksanaan model pembelajaran inkuiri terbimbing berbasis lingkungan sebesar 90,9% dan tercapainya tujuan pembelajaran yang ditandai dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa serta keterampilan proses dasar IPA telah terlihat pada semua aspek yang dikembangkan sebesar 71,8% – 100%. Kata Kunci: Pembelajaran IPA, Berbasis lingkungan, Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI I GRATI Ch Erghiezha Ninuk Indrati K; Prisca Aini Sofianuddin
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.06 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.692

Abstract

Kecerdasan emosional adalah kemampuan memotifasi diri sendiri, mengatasi frustasi, mengontrol desakan hati (mood), berempati serta kemampuan bekerja sama. Siswa mempunyai perasaan yang lebih positip tentang diri sendiri, sekolah dan keluarga. Individu mampu memahami penyebab perasaan yang timbul, mengenali perbedaan perasaan dengan tindakan. Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai individu dalam penguasaan pengetahuan dan ketrampilan yang dikembangkan dalam pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan tes angka nilai yang diberikan oleh guru. Prestasi belajar merupakan bukti keberhasilan yang telah dicapai individu. Maka prestasi belajar adalah hasil maksimum yang dicapai seseorang    tingkat prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Grati. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri1 Grati sebanyak 282. Sedangkan pengambilan sampel menggunakan  teknik Purposive samping sebanyak 142 responden. Teknik pengumpulan data kecerdasan emosional menggunakan sklala kecerdasan emosional dan pengumpulan data prestasi belajar siswa diperoleh dari dokumentasi berupa nilai rata-rata semester genap 2012/2013. Analisa data menggunakan Rank Sperman. Berdasarkan hasil analisis data dari skala kecerdasan emosional diketahui gambaran kecerdasan emosional dari 142 responden, 39 responden memiliki tingkat kecerdasn emosional sangat tinggi atau sebanyak 27.46%, 80 responden memiliki tingkat kecerdasan emosional tinggi atau sebanyak 56.34%, sedangkan 21 responden memiliki tingkat kecerdasan emosional rendah atau sebanyak 14.47% dan 2 siswa memiliki tinkat kecerdasan emosional sangat rendah atau sebanyak 1.41%.          Dan hasil prestasi belajar yang diambil dari nilai rata-rata siswa semester genap tahun ajaran 2012/2013 yang berjumlah 142 reponden, menunjukkan 25 siswa memiliki prestasi belajar yang sangat baik (17.61%), 81 siswa memiliki prestasi belajar yang sangat baik (57.04%), 36 siswa memiliki prestasi belajar yang kurang (25.35%) dan tidak ada siswa yang memiliki prestasi belajar sangat kurang.           Kata Kunci : Kecerdasan Emosioal, Prestasi Belajar
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) BERTENTANGAN DENGAN HAK ASASI MANUSIA (HAM) DI WILAYAH KELURAHAN TUREN Cahyo Edi; Didik Iswahyudi
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.396 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.693

Abstract

Kekerasan, sebuah kosakata yang cukup popular dan aktual dalam beberapa tahun belakangan ini, telah memasuki wilayah politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun pemikiran keagamaan; bahkan telah memasuki wilayah yang paling kecil dan eksklusif, yaitu keluarga. Sangat ironis, ditengah-tengah masyarakat yang katanya “Modern”, karena dibangun di atas prinsip rasionalitas, demokrasi, dan humanisme yang secara teori seharusnya menekan tindak kekerasan justru budaya kekerasan semakin menjadi fenomena yang tidak terpisahkan. Dewasa ini kita menyaksikan dengan jelas munculnya berbagai tindak kriminalitas, kerusuhan, kerusakan moral, perkosaan, penganiayaan, pelecehan seksual, dan lain-lain yang keseluruhannya adalah wadah budaya kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan merupakan fenomena sosial yang pada saat ini marak terjadi di masyarakat kita. Fenomena tersebut semakin memprihatinkan karena sering kali pelaku kekerasan adalah orang-orang yang dipercaya, dihormati, dan dicintai, serta terjadi di wilayah yang seharusnya menjamin keamanan setiap penghuninya, yaitu keluarga. Ironisnya, kekerasan terhadap perempuan yang dilakukan oleh pasangan intimnya justru menduduki peringkat tertinggi diantara berbagai macam bentuk kekerasan terhadap perempuan (Departemen of Public Information, United Natios, 1995).    Dilihat dari sifat-nya ada kekerasan yang terbuka dan ada yang tertutup. onstran dengan kekerasan, amuk massa atau kerusuhan, pelaksanaan hukum di muka umum merupakan contoh kekerasan terbuka.kekerasan tertutup antara lain, penyiksaan terhadap tahanan, pengancaman terhadap orang lain, KDRT merupakan kekerasan tertutup. Menurut survey yang dilaksanakan di Amerika Serikat, kekerasan tertutup lebih banyak terjadi. dari kekerasan tertutup itu 70% adalah KDRT (Anggarawati, 2006:9). Berdasarkan uraian diatas dapatlah dirumuskan masalah sebagai berikut:Belum diketahui, Persepsi keluarga terhadap KDRT yang di alami oleh Keluarga di Kelurahan Turen.Belum diketahui,  Bentuk KDRT yang telah dialami oleh keluarga di Kelurahan Turen.Belum diketahui, Faktor penyebab terjadinya KDRT dalam keluarga  di Kelurahan Turen.Belum diketahui, Dampak yang ditimbulkan akibat KDRT pada keluarga yang telah mengalaminya. Kata kunci: Kekerasan dan rumah tangga
A study case of passive bilingualism of individuals in Scottish Gaelic Community Salmon Pandarangga
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.057 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.695

Abstract

There are so many different definition and perspective of bilingualism that particularly link to active and passive bilingualism as so many scholars and experts still debated and even contradicted themselves about bilingualism and its definition. It is thus this paper aims to define the definition of bilingualism based on elaboration of some scholars such as Beardsmore, Collin, Skutnabb-Kangas and others. The finding indicates that the ability to use two languages either actively or passively highly related to the level of proficiency. The author also proposes that those who use the other language for limited vocabulary or who understand but not produce the language still considered as bilinguals.        Keywords : bilingualism, bilinguals, proficiency, competence.
URGENCY OF MEDIA BASED LEARNING ENTREPRENEURSHIP IN PRIMARY LEVEL Yulianti Yulianti; Hartatik Hartatik
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.677 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.696

Abstract

Media pembelajaran sebagai alat untuk mengantarkan kemampuan siswa dalam mengapresiasikan sejumlah kemampuan, pengetahuan dan sikapnya dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari dalam proses pembelajaran. Setiap anak memiliki kemampuan yang bervariasi dalam belajar. Hal ini karena latar belakang siswa akibat adanya faktor internal maupun eksternal penyebab kendala anak belajar. Sebagai contoh ada beberapa anak kesulitan untukbisa konsentrasi dalam belajar karena faktor keturunan yaitu keterbelakangan mental orang tuanya sehingga dimungkinkan dapat mempengaruhi totalitas belajar siswa. Selain itu, tuntutan keluarga secara psikologis juga kekurangan gizi nutrisi makanan juga akan mempengaruhi belajar anak. Dan yang menjadi prioritas kegagalan pelaksanaan pembelajaran karena guru atau tenaga pendidik kurang memaksimalkan menggunakan media pembelajaran sebagai alat untuk melatih dan mengasah kemampuan kewirausahaan, yang nantinya dapat memberi wawasan kemandirian siswa dalam terjun di masyarakat nanti. Pada masa modern ini sangat dibutuhkan media pembelajaran yang dapat mengantarkan pemahaman anak dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam proses pembelajaran baik di kelas, di rumah maupun di mana mereka beraktivitas nantinya, sebagai salah satu alternatif media yang digunakan adalah media berbasis entreprenership. Media ini menawarkan bagaimana siswa bisa melatih tanggung jawab diri, kemandirian menanggung resiko, punya komitmen tinggi untuk mengejar cita-citanya. Harapannya anak-anak sekolah dasar tidak hanya mampu dalam pengetahuan kognitif saja akan tetapi mereka dapat memiliki kemampuan dan sikap yang baik dan siap menyongsong masa depannya di masa depan nanti. Kata Kunci: Media Based Learning Entrepreneurship
PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI TERHADAP PENERIMAAN SISWA BARU PADA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DENGAN INTEGRASI VALIDASI NOMOR IJAZAH Muhammad Suharto
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.777 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.697

Abstract

Untuk melakukan pendaftaran ke jenjang pendidikan lebih lanjut tentunya ijazah menjadi salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi bagi peserta didik, dengan berkembangnya tuntutan akan kevalidan terhadap ijazah sangat perlu untuk ditingkatkan dalam mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, bukan hal mustahil dengan kemajuan teknologi saat ini sesuatu bisa dirubah dan dimanipulasi dengan sempurna tanpa adanya kecurigaan terhadap dokumen/ijazah tersebut. Berdasarkan hal tersebut lahirnya ide atau gagasan yang dapat dijadikan rujukan untuk memberikan solusi yang tepat dan sesuai, dengan keadaan yang ada pada saat ini, yakni dengan adanya konsep yang baik. Dengan disusunnya peningkatan pelayanan  dalam penerimaan peserta didik baru  dengan menggunakan pendekatan integrasi validasi nomor seri ijazah.Kata kunci: penerimaan siswa baru, ijazah, dan validasi
Urgensi Self Efficacy Konselor Sekolah dalam Mengembangkan Pendidikan Karakter Siswa (Penelitian Survey terhadap konselor Sekolah di Kota Malang) Erik Teguh Prakoso; Esa Nur Wahyuni
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.793 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.698

Abstract

Tujuan jangka panjang yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah upaya mengembangkan tingkat eficasy konselor sekolah dalam pendidikan karakter  di Kota Malang. Dengan merancang dan menerapkan Strategi efficacy dalam pendidikan karakter yang tepat, tingkat efficacy yang ada dalam diri konselor akan tercapai secara maksimal. Tujuanya adalah menjelaskan tingkat self efficacy konselor sekolah di Kota malang dalam mengembangkan pendidikan karakter yang efektif. Penelitian ini dilakukan selama 2 (dua) tahun. Pada tahun pertama dilakukan kegiatan sebagai berikut: 1) persiapan pembuatan instrument, 2) menganalisis tingkat efficacy konselor di sekolah, 3) menganalisis teori-teori yang mendukung pemecahan masalah self efficasy, dan 4) mendesain Strategi efficasy yang cocok digunakan untuk mengembangkan pendidikan karakter. Sampel penelitian dipilih secara purposive random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman Observasi, pedoman wawancara dan questioner dalam bentuk penelitian survey dengan kajian pustaka. Pada tahun kedua penelitian ini, dilakukan ujicoba peningkatan self efficacy dalam pendidikan karakter bagi konselor sekolah di Kota Malang. Disain penelitian yang digunakan adalah penelitian survey dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Dalam penelitian ini penelitian survey dipilih karena dianggap paling efektif dan effisien untuk mendapatkan data yang tepat, cepat dan akurat tentang informasi Self Efficacy Konselor dalam mengembangkan pendidikan karakter siswa di Jawa Timur. Kata Kunci: Self Efficacy, Konselor Sekolah, Pendidikan Karakter
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOSA KATA DENGAN MENGGUNAKAN TOTAL PHYSICAL RESPONSE PADA SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR SANTA MARIA III MALANG Irene Trisisca Rusdiyanti
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 1 (2015): Januari 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.892 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i1.699

Abstract

Bahasa Inggris sebagai bahasa International sudah diajarkan di berbagai level pendidikan. Bahasa Inggris tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia pada umumnya, karena bahasa Inggris sudah mulai diajarkan di tingkat taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Di era globalisaasi ini penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa asing di Indonesia merupakan suatu keharusan, hal ini di karenakan semua ilmu pengetahun serta buku-buku yang menunjang bagi pembelajaran, banyak ditulis dalam bahasa Inggris. Pengajaran bahasa Inggris yang telah dilakukan kadang-kadang membuat siswa siswi masih belum paham dan khususnya dalam pengajaran kosa kata yang nantinya akan dipakai untuk membuat atau menyusun kata menjadi kalimat masih lemah. Salah satunya dikarenakan metode yang digunakan di kelas membosankan dan tidak begitu menarik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kosa kata dalam bahasa Inggris dengan menggunakan metode Total Physical Response untuk siswa siswi kelas 2 SDK Santa Maria III Malang sehingga para siswa memiliki kemampuan menguasai kosa kata dengan menggunakan bahasa Inggris dengan baik sesuai porsi mereka. Desain yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan berpusat pada sekelompok siswa kelas tertentu. Seperti yang telah dijelaskan oleh Latief (2003:99) penelitian tindakan kelas dilakukan oleh guru untuk mengembangkan strategi dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Penelitian tindakan kelas dapat diterapkan dalam beberapa Siklus/ tahapan, jika hasil yang didapatkan dari tahap 1 belum memuaskan maka peneliti hendaknya merevisi rencana pengajarannya dan melanjutkan pada tahap berikutnya. Setiap tahap dimulai dengan perencanaan, penerapan perencanaan, pengamatan, serta evaluasi proses penerapan metode. Hasil dari evaluasi inilah yang menentukan apakah penelitian perlu dilanjutkan pada tahap berikutnya ataukah tidak. Di sisi lain, Kasbolah (1999:15) berpendapat bahwa penelitian tindakan kelas bertujuan untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di dalam kelas. Adapun kesimpulan yang dapat ditarik adalah penerapan Total Physical Response dalam pengajaran kosa kata dapat meningkatkan kemampuan berbahasa dengan benar baik secara lisan maupun tertulis. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil post-test pada cycle 2, siswa siswi memperoleh nilai rata-rata 7.5. Pada cycle 1, para siswa hanya memperoleh nilai rata-rata 6.0. Para siswa juga memberikan komentar bahwa strategy ini banyak memberikan kemudahan bagi mereka, dan guru juga dapat menerapkan strategy ini di masa yang akan datang. Peneliti juga menyarankan agar para guru pengajar bahasa Inggris dapat memperbaiki strategy ini karena strategy pembelajaran dengan menggunakan Total Physical Response sangatlah menyenangkan untuk dilaksanakan di dalam kelas. Bagi peneliti yang lain, metode ini dapat diterapkan untuk pengajaran yang lain. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mencoba menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama proses belajar mengajar.    Kata Kunci: meningkatkan, penguasaan, Total Physical Response.
PENGARUH METODE PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA Sumadji Sumadji
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.895 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i2.799

Abstract

Proses pembelajaran bagi mahasiswa tidak cukup dilakukan hanya dengan membaca,mendengar dan menulis. Pembelajaran membutuhkan banyak hal termasuk metode efektifuntuk mencapai tujuan belajar secara efisien.Sekarang banyak motode pembelajaran inovatifseperti learning cycle, problem posing, dan brainstormingditerapkan oleh praktisi pendidikandengan hasil positif.Untuk itu dilakukan penelitian untuk menjawab masalah (1) adakahpengaruh metode pembelajaran terhadap hasil belajar? (2) metode manakah yang palingefektif?Desain penelitian ini adalah Pre Test Post Test Control Design.Kelompok yang dikenaimetode pembelajaran problem posing menjadi kelas kontrol.Dua kelas lainnya menjadi kelaseksperimen masing-masing dikenai metode learningcycle dan brainstorming.Dari tabel Anovaangka Sig.0.042 yang kurang dari 0.05 menunjukkan bahwa hipotesis ditolak, berarti terdapatperbedaan sinifikan antara tiga hasil belajar.Perbedaan signifikan tersebut terjadi antara hasilbelajar kelas LC dan kelas BS.Berdasarkan kenyataan seperti itu, disimpulkan bahwa adapengaruh metode pembelajaran terhadap hasil belajar dan metode brainstorming lebih efektifdari dua metode lainnya.Kata-kata kunci: Learning cycle, problem posing, brainstorming dan hasil belajar
PENGEMBANGAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM MEMBENTUK MODEL MATEMATIKA MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN INQUIRY BAGI MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS KANJURUHAN MALANG Nur Farida
Jurnal Inspirasi Pendidikan Vol 5 No 2 (2015): Agustus 2015
Publisher : Universitas Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.218 KB) | DOI: 10.21067/jip.v5i2.801

Abstract

Pemahaman terhadap matematika, dari kemampuan yang bersifat keahlian sampai kepadapemahaman yang bersifat apresiatif akan berhasil mengembangkan kemampuan sains danteknologi yang cukup tinggi. Proses pembelajaran membutuhkan metode yang tepat. Kesalahanmenggunakan metode dapat menghambat tercapainya tujuan pendidikan yang diinginkan. Dampaklain adalah rendahnya kemampuan bernalar siswa dalam pembelajaran matematika. Hal inidisebabkan karena dalam proses siswa kurang dilibatkan dalam situasi optimal untuk belajar,pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan klasikal. Selain itu siswa kurang dilatih untukmenganalisis permasalahan matematika, jarang sekali siswa menyampaikan ide untuk menjawabpertanyaan bagaimana proses penyelesaian soal yang dilontarkan guru. Pemecahan masalahdibangun oleh konsep-konsep pemecahan dan pemecahan masalah. Masalah (problem) adalahsuatu situasi yang tak jelas jalan pemecahannya yang mengkonfrontasikan individu atau kelompokuntuk. Berdasarkan hasil tes 1 diperoleh persentase 77,39% dengan kriteria cukup. Sedangkanhasil tes 2 diperoleh persentase 83,04% dengan kriteria baik. Dari hasil tersebut, maka dapatdikatakan bahwa proses penelitian melalui strategi inquiry dengan pemecahan masalah sudahberhasil, sehingga proses penelitian sudah selesai.Kata Kunci: Pemahaman konsep, pemecahan masalah, strategi inquiry, model matematika

Page 10 of 28 | Total Record : 273