Articles
441 Documents
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN CONTEKSTUAL LEARNING
Lusiana Lusiana
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 3 (2018): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v16i3.2171
AbstrakPenyampaian makalah ini bertujuan untuk menambah wawasan guru dan calon guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika dengan menggunakan kearifan lokal melalui pendekatan Contekstual Learning. Kearifan lokal merupakan jawaban kreatif terhadap situasi geografis-geopolitis, historis dan situasional yang bersifat lokal. Sedangkan tujuan pelajaran matematika yang disebutkan dalam lampiran Permendiknas No. 20 tahun 2006 tentang standar isi  disebutkan antara lain, agar siswa memiliki kemampuan mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel diagram atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah dan memiliki sifat menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat dalam mempelajari matematika serta sifat ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. Dengan mengintegrasi kearifan lokal dalam pembelajaran matematika melalui pendekatan contekstual learning berarti guru atau calon guru mengupayakan secara maksimal untuk tercapainya tujuan pelajaran matematika sesuai aturan perundangan undangan yang berlaku di Indonesia. Kata Kunci: Pembelajaran Matematika, Integrasi Kearifan Lokal, Contekstual Learning LOCAL INTEGRATION OF MATHEMATICS LEARNING BAGS WITH LEARNING CONTEXTUAL LEARNING APPROACHES AbstractThe submission of this paper aims to increase the insight of teachers and prospective teachers in implementing mathematics learning by using local wisdom through the Contextual Learning approach. Local wisdom is a creative answer to local geographic-geographic, historical and situational situations. Whereas the purpose of the mathematics lessons mentioned in the attachment of Minister of National Education Regulation No. 20 of 2006 concerning the content standards mentioned, among others, so that students have the ability to communicate ideas with symbols, table diagrams or other media to clarify the situation or problem and have the nature of appreciating the usefulness of mathematics in life, namely having curiosity, attention and interest in learning mathematics and tenacity and confidence in problem solving. By integrating local wisdom in learning mathematics through a contextual learning approach means that the teacher or prospective teacher strives maximally to achieve the objectives of mathematics lessons in accordance with the prevailing laws and regulations in Indonesia. Keywords:    Mathematics Learning, Integration of Local Wisdom, Contekstual Learning
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENENTUKAN SIMPULAN BACAAN DAN GROUP SEQUENCING DALAM MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD SISWA KELAS XI SMA ADABIAH PADANG
Redo Andi Marta
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 14 No. 2 (2016): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v14i2.632
Abstrak  Berdasarkan observasi awal dan hasil wawancara dengan guru bahasa Indonesia kelas XI SMA Adabiah Padang, peneliti menemukan beberapa kendala pembelajaran keterampilan membaca khususnya membaca pemahaman. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan kemampuan menentukan simpulan bacaan dan group sequencing dalam membaca pemahaman dengan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa kelas XI SMA Adabiah Padang? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan menentukan simpulan bacaan dan group sequencing dalam membaca pemahaman dengan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD siswa kelas XI SMA Adabiah Padang. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan  subjek penelitian siswa kelas XI IPS 6 SMA Adabiah Padang yang berjumlah 45 orang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data bahwa membaca pemahaman meliputi dua hal, yaitu 1) menentukan simpulan bacaan pada siklus 1 berada kualifikasi cukup menjadi meningkat kualifikasi baik pada siklus 2 dan kedua, 2) menentukan susunan kalimat atau group sequencing pada siklus pertama berada kualifikasi kurang menjadi meningkat kualifikasi cukup pada siklus kedua. Dengan demikian, penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe STAD membawa pengaruh yang sangat besar dalam menerapkan materi membaca pemahaman khususnya menentukan kesimpulan bacaan dan menentukan susunan kalimat atau group sequencing.  Kata Kunci: Group Sequencing, Membaca Pemahaman, dan STAD
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL JURNAL UMUM DI SMK NEGERI 1 BENAKAT
Riswan Aradea
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 3 (2019): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v17i3.3700
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal jurnal umum pada mata pelajaran praktikum akuntansi perusahaan jasa di SMK Negeri 1 Benakat tahun pelajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 40 siswa dengan interval (86-100) persentase 56% dengan kategori “Baik sekaliâ€Â, dan sebanyak 21 siswa interval (71-85) persentase 30% dengan kategori “Baik†serta sebanyak 6 siswa interval (56-70) dengan persentase 8% dengan kategori “Cukup†2 siswa interval (41-55) dengan persentase 3% kategori “Kurang†serta 2 siswa dengan interval (<40) persentase 3% pada kategori “Kurang Sekaliâ€Â. Dan Nilai rata-rata untuk seluruh siswa kelas XI Akuntansi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal jurnal umum adalah sebesar 83,90 pada kategori “Baikâ€Â.maka dapat dinyatakan bahwa siswa kelas XI Akuntansi mampu dalam menyelesaikan soal jurnal umum pada kategori “Baikâ€Â.
PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN DRIBBLING ZIGZAG DAN LATIHAN DRIBBLING BOLAK-BALIK TERHADAP KEMAMPUAN DRIBBLING PEMAIN SEPAKBOLA SSB PERSIMURA MUSI RAWAS
MUTIARA FAJAR
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 15 No. 1 (2017): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v15i1.1122
Masalah dalam penelitian ini adalah lambannya peningkatan kemampuan dribbling pemain sepakbola SSB Persimura Musi Rawas, Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk melihat perbedaan hasil latihan dribbling zigzag dan dribbling bolak-balik terhadap kemampuan dribbling pemain sepakbola SSB Persimura Musi Rawas. Populasi yang digunakan adalah pemain sepakbola SSB Persimura Musi Rawas yang ikut aktif dalam latihan, sampel yang diambil kelompok umur U17-U20 tahun karena didasari oleh program latihannya yang sudah mengacu kepada kondisi fisik sepakbola, jadi teknik yang dilakukan dalam pemilihan sampel penelitian adalah purposive sampling. Dari hasil penelitian pengaruhnya dapat dilihat dari uji t beda mean dimana peningkatan kemampuan dribbling kelompok latihan zigzag adalah 2,50 detik yang lebih tinggi di bandingkan dengan kelompok yang menggunakan latihan dribbling bolak-balik 2,13 detik. Dengan demikian nilai ini mengindikasikan bahwa latihan dribbling zigzag dan latihan dribbling bolak-balik yang diberikan memiliki perbedaan dalam meningkatkan kemampuan dribbling pemain sepakbola SSB Persimura Musi Rawas.Kata Kunci:    Latihan Dribbling Zigzag, Latihan Dribbling Bolak-Balik, Kemampuan Dribbling
HIPOTESIS PEMEROLEHAN BAHASA DAN PEMEROLEHAN SINTAKSIS
Hayatun Nufus
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 12 No. 3 (2014): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v12i3.56
AbstrakPenguasaan aspek-aspek kebahasaan oleh seseorang dapat berlangsung melalui pemerolehan bahasa (language acquisition),  dapat pula berlangsung melalui pembelajaran bahasa (language learning). Rumusan masalah dalam penulisan ini adalah (1) apakah yang  dimaksud dengan pemerolehan bahasa? (2) bagaimanakah pemerolehan bahasa menurut hipotesis nurani? (3) bagaimanakah pemerolehan bahasa menurut hipotesis tabularasa?(4) bagaimanakah pemerolehan bahasa menurut hipotesis kesemestaan kognitif? (5) Bagaimanakah cara pemerolehan sintaksis pada anak-anak? Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan hipotesis pemerolehan bahasa dan pemerolehan sintaksis. Hipotesis pemerolehan bahasa adalah Hipotesis  nurani, hipotesis ini  dibedakan  menjadi hipotesis nurani bahasa dan hipotesis nurani mekanis, hipotesis teori tabularasa yang berasumsi bahwa otak bayi pada waktu dilahirkan sama seperti kertas kosong yang nanti  akan ditulis atau diisi dengan pengalaman dan hipotesis kesemestaan kognitif berasumsi bahwa bahasa diperoleh berdasarkan struktur-struktur kognitif deriamotor.  Kata Kunci:  Hipotesis, Pemerolehan, Bahasa, dan Sintaksis
PENGARUH PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP NEGERI 4 SUNGAI LILIN
Lilis Sunaryani;
Misdalina Misdalina;
Farah Diba
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 12 No. 1 (2014): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v12i1.102
AbstrakKemampuan pemecahan masalah matematis adalah kemampuan seseorang dalam memecahkan soal-soal yang tidak rutin atau tidak dapat segera diselesaikan. Salah satu Pendekatan yang cocok untuk melatih kemampuan pemecahan masalah dalam pembelajaran adalah PMRI. Masalah yang disajikan sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh positif yang signifikan pendekatan PMRI terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP N 4 Sungai Lilin. Metode yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode eksperimen dengan Posttest-Only Control Design. Pengumpulan data dilakukan dengan tes tertulis yang berbentuk tes essay. Data dianalisis menggunakan statistik ujit. Berdasarkan hasil penelitian, dapat simpulkan bahwa ada pengaruh positif yang signifikan pendekatan PMRI terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII SMP N 4 Sungai Lilin. Kata Kunci: PMRI, Kemampuan Pemecahan Masalah
RANCANGAN MODEL PEMBELAJAR BLENDED LEARNING PADA PROGRAM PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS DI UNIVERSITAS TIMOR INDONESIA
Febronia Lasi;
Hery Yanto The
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 16 No. 3 (2018): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v16i3.2104
AbstrakTulisan ini menyajikan rancangan konseptual pengembangan pembelajaran blended learning mata kuliah Percakapan dan Mendengarkan Bahasa Inggris untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Timor (Unimor). Blended learning dianggap sebagai model pembelajaran yang tepat untuk diterapkan di Unimor karena dalam pelaksanaannya memungkinkan adanya perpaduan antara pertemuan tatap muka di kelas dengan komponen-komponen pembelajaran daring. Penggunaan berbagai teknologi daring juga diidentifikasi dengan memperhatikan kebutuhan pemelajar untuk mengembangkan keterampilan sesuai keahlian di bidangnya. Pelaksanaan blended learning dapat mendukung mahasiswa untuk memperoleh kualitas hasil belajar yang lebih baik. Kajian konseptual mengenai pengembangan mata kuliah blended learning ini dimulai dengan memaparkan prinsip-prinsip blended learning yang dapat diterapkan di Unimor, kemudian dilanjutkan dengan identifikasi manfaat pelaksanaannya pada mata kuliah Bahasa Inggris. Rancangan konseptual pada tulisan ini selanjutnya akan digunakan sebagai landasan teori untuk mendukung penelitian pengembangan mata kuliah blended learning Percakapan dan Mendengarkan Bahasa Inggris di Unimor. Kata Kunci: Blended Learning, Desain Pembelajaran, Bahasa Inggris THE DESIGN OF THE SPEAKING AND LISTENING BLENDED LEARNING COURSE IN THE ENGLISH LANGUAGE DEPARTMENT OF TIMOR UNIVERSITY AbstractThis paper is a theoretical framework used to design and develop the blended learning course of Comprehensive Speaking and Listening for the students of the English Language Department in the University of Timor (Unimor). The blended learning is considered the proper learning approach to the learning in Unimor due to the possibility of it to enable the integration of face-to-face class-meeting with the online learning. The use of various online technologies is also being taken into account considering the needs of learners to develop skills related to their field of study. The blended learning implementation in Unimor means to support the students to have quality learning experiences. First, this conceptual paper explains principles of blended learning models that can be applied to the learning process of Unimor’s students. Following that there is an analysis of the benefits of the implementation of blended learning in teaching and learning English. Further the theoretical framework will be used as the literature review of the developmental study to be conducted in developing the blended learning course Comprehensive Speaking and Listening for the students of Unimor Keywords: Blended Learning, Learning Design, English Language Learning
ALAT PENDIDIKAN REPRESIF SEBAGAI PENINGKATAN PEMBELAJARAN EKONOMI BAGI PESERTA DIDIK
Erma Yulaini
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 14 No. 1 (2016): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v14i1.565
AbstrakAlat pendidikan merupakan merupakan perwujudan diri sebagai perbuatan atau situasi, dengan perbuatan dan situasi yang dicita-citakan dengan tegas, untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat pendidikan represif ialah alat-alat pendidikan yang bersifat pencegahan yaitu untuk mencegah masuknya pengaruh-pengaruh buruk dari luar ke dalam diri  peserta didik. Kewajiban pendidik adalah mendidik peserta didik menjadi anak yang baik dan mencegah atau membentangi peserta didik dari masuknya pengaruh-pengaruh buruk ke dalam dirinya.Bentuk alat pendidikan represif diantaranya pembiasaan, pengawasan, perintah, hukuman, ganjaran dan larangan. Guru selaku pendidik telah berupaya untuk melakukan pembiasaan, pengawasan, perintah, larangan ganjaran dan hukuman. Maka, dengan adanya alat pendidikan represif bagi guru sebagai salah satu laternatif untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa. Dengan adanya penggunaan alat pendidikan represif dapat merubah, memperbaiki, dan menyembuhkan sifat-sifat negatif yang ada dalam diri peserta didik menjadi sifat yang positif. Kata Kunci: Alat Pendidikan Represif, Pembelajaran EkonomiÂÂ
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERMAIN BOLAVOLI MAHASISWA MELALUI LATIHAN GAYA SELF CHECK
M Taheri Akhbar;
Farizal Imansyah;
Ilham Arvan Junaidi
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 17 No. 3 (2019): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v17i3.3362
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat keterampilan bermain bolavoli mahasiswa melalui latihan gaya self check. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian metode eksperimen dengan dengan jenis the one group pretest-posttest design yang bertujuan melihat peningkatan hasil belajar matakuliah permainan bolavoli setelah diberikan bentuk latihan gaya self check dan melihat mutu hasil belajar mata kuliah tersebut sebelum dan sesudah diberi bentuk latihan gaya self check. Subjek penelitian adalah 30 orang mahasiswa yang ditetapkan dengan pertimbangan kelas yang memiliki masalah keterampilan bermain bolavoli. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes keterampilan bermain bolavoli. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa keterampilan bermain bola voli melalui latihan gaya shelf check mengalami peningkatan, terbukti dengan hasil analisis data yang telah didapatkan berdasarkan nilai rata-rata dari tes awal dan tes akhir, yang pertama terdapat peningkatan keterampilan servis bolavoli didapat rata-rata tes awal 21,66 dan meningkat pada rata-rata tes akhir 31,27.
MENGEMBANGkAN POTENSI DAN KETERAMPILAN OLAHRAGA PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PENJAS DI SEKOLAH DITINJAU DARI BAKAT BEROLAHRAGA
Rafel Orlando
Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan Vol. 14 No. 3 (2016): Wahana Didaktika Jurnal Ilmu Kependidikan
Publisher : Faculty of teaching training and education
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31851/wahanadidaktika.v14i3.1090
AbstrakMemahami faktor yang mempengaruhi olahraga merupakan langkah yang tepat untuk seorang pendidik yang ingin mengembangkan potensi peserta didik sehingga nantinya mereka dapat menggunakan hal tersebut sebaik mungkin baik di secara pribadi dan kepada lingkungan. Syafruddin (2013:7) mengatakan bahwa “Pada dasarnya kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan belajar motoriknya yang disalurkan melalui kegiatan kecabangan olahraga. Belajar motorik dalam pembinaan olahraga disekolah adalah upaya siswa melalui belajar dan berlatih baik dalam kegiatan intrakurikuler maupun kegiatan ekstrakurikuler untuk menguasai suatu bentuk keterampilan cabang olahraga sehingga ia berprestasi dalam suatu cabang olahraga tertentu sesuai dengan pilihannya. Dengan kata lain terjadi peningkatan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya.†Dengan demikian akan lebih baik jika seorang yang bergelut didalam dunia olahraga khususnya bidang pendidikan olahraga memahami setiap aspek yang mempengaruhi perkembangannya (bakat) sehingga nanti dapat berguna dalam proses pembelajaran itu sendiri. Kata Kunci: Potensi, Olahraga, Peserta Didik, Bakat