cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN MUTU BAHAN BAKU DAN PRODUK AKHIR UDANG BEKU DI PT. LESTARI MAGRIS PALEMBANG Slamet Riyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v1i1.1659

Abstract

Quality of a product will determine the market price. The better quality it has the higher the price it will be. To get good quality for frozen shrimp product, the company should do the quality control starting from acquiring the raw material until processing the frozen shrimp product. The objective of this study was to investigate the quality control system of frozen shrimp product at the PT. Lestari Magris Palembang. The data analysis was done by using the P control chart, to examine whether the 2nd quality source received by the company is still acceptable or not. Furthermore, it was also done to evaluate the data of the result of final product test for frozen shrimp to determine whether it fulfill the standard quality to be exported or not. The P control chart showed the amount of defect with size (n) was not constant. The upper level control (BA) = , medium are (GT) = and lower level control (BB). Based on the analysis it shows that 2nd quality for FWS, Pink, Tiger, White, and FSS shrimp received by the company was beyond the control, while for the 2nd quality of Cat Shrimp was within the control. For the 2nd quality shrimp, which received has good quality to raise the income of the company and the supplier as well. The result of the final product evaluation of frozen shrimp, which was produced by the company, showed that the product has fulfilled the standard of quality to be exported.Keywords : Quality Control System
KOMBINASI PAKAN KOMERSIL DENGAN CACING DARAH (Chironomus sp) TERHADAP PERTUMBUHAN, DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN MAS KOKI (Carrassius auratus) Herman Suhendri; Helmi Harris; Rih Laksmi Utpalasari
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v13i1.2061

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Mei 2017 sampai dengan Juni 2017 di Kampus C Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang, Kecamatan Sematang Borang Palembang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui pertambahan pertumbuhan dan kelangsungan hidup Ikan Mas Koki. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang masing masing perlakuan dilakukan 3 kali ulangan. P0 : Tanpa Cacing Darah (kontrol), P1 : Pemberian tepung Cacing Darah 25%  pada pakan pellet 75%, P2 : Pemberian tepung Cacing Darah 50%  pada pakan pellet 50%, dan P3 : Pemberian tepung Cacing Darah 75%  pada pakan pellet 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan berat Ikan Mas Koki (Carrassius auratus) tertinggi terletak pada perlakuan P2 yaitu pemberian tepung Cacing Darah 50% pada pakan pellet 50% dengan rata-rata pertambahan berat sebesar 0.694 gram, sedangkan pertambahan panjang Ikan Mas Koki (Carrassius auratus) tertinggi terletak pada perlakuan P3 yaitu pemberian tepung Cacing Darah 75% pada pakan pellet 25% dengan rata-rata pertambahan panjang sebesar 0.96 cm. Kelangsungan hidup Ikan Mas Koki (Carrassius auratus) tertinggi terletak pada perlakuan P3 yaitu pemberian tepung Cacing Darah 75% pada pakan pellet 25% dengan rata-rata persentase sebesar 83,33%. Kata Kunci  :   Cacing Darah (Chironomus sp), Pertumbuhan, dan Kelangsungan Hidup.
ANALISIS PEMBESARAN IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) SUNGAI KOMERING DI KECAMATAN SIRAH PULAU PADANG Sumantriyadi Sumantriyadi; Elisa Wildayana; Mochamad Syaifudin
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i2.1424

Abstract

Abstrak Potensi sumberdaya perikanan budidaya pada perairan sungai merupakan peluang besar untuk pengembangan budidaya ikan dalam keramba. Pemeliharaan ikan dalam keramba di sungai jika tidak dilaksanakan dengan prinsip berkelanjutan (sustainability) akan menimbulkan dampak penurunan mutu perairan yang digunakan dan tidak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian dilakukan bulan Mei  2017 di sungai Komering pada Desa Ulak Jermun, Mangun Jaya dan Terusan Menang Kecamatan Sirah Pulau Padang kabupaten Ogan Komering Ilir. Analisis SWOT jumlah total skor pembobotan variabel internal yaitu 5,66 dalam posisi unggul dalam persaingan dan nilai total faktor eksternal sebesar 5,64 bahwa posisi dominan berkembang dan usaha ideal. Berdasarkan faktor strategi internal dan eksternal hasil pembobotan dan rating dilakukan pembuatan strategi didasarkan atas besarnya jumlah skor dari faktor internal dan eksternal adalah sebagai berikut : Strategi S – O =  2,86 + 3,00  = 5,86, meningkatkan jumlah produksi budidaya ikan patin agar dapat memenuhi permintaan pasar yang cenderung meningkatkan tiap tahunnya; meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga pemerintah dan memanfaatkan potensi SDM yang ada; terus melakukan inovasi dan penggunaan teknologi mutakhir untuk menunjang kualitas budidaya perikanan yang lebih baik.Kata Kunci : Ikan Patin, Keramba, Analisis SWOTAbstrak Potensi sumberdaya perikanan budidaya pada perairan sungai merupakan peluang besar untuk pengembangan budidaya ikan dalam keramba. Pemeliharaan ikan dalam keramba di sungai jika tidak dilaksanakan dengan prinsip berkelanjutan (sustainability) akan menimbulkan dampak penurunan mutu perairan yang digunakan dan tidak dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Penelitian dilakukan bulan Mei  2017 di sungai Komering pada Desa Ulak Jermun, Mangun Jaya dan Terusan Menang Kecamatan Sirah Pulau Padang kabupaten Ogan Komering Ilir. Analisis SWOT jumlah total skor pembobotan variabel internal yaitu 5,66 dalam posisi unggul dalam persaingan dan nilai total faktor eksternal sebesar 5,64 bahwa posisi dominan berkembang dan usaha ideal. Berdasarkan faktor strategi internal dan eksternal 513 hasil pembobotan dan rating dilakukan pembuatan strategi didasarkan atas besarnya jumlah skor dari faktor internal dan eksternal adalah sebagai berikut : Strategi S – O =  2,86 + 3,00  = 5,86, meningkatkan jumlah produksi budidaya ikan patin agar dapat memenuhi permintaan pasar yang cenderung meningkatkan tiap tahunnya; meningkatkan koordinasi dengan lembaga-lembaga pemerintah dan memanfaatkan potensi SDM yang ada; terus melakukan inovasi dan penggunaan teknologi mutakhir untuk menunjang kualitas budidaya perikanan yang lebih baik.  Kata Kunci : Ikan Patin, Keramba, Analisis SWOT
ANALISIS KEBIJAKAN KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN MUARA ENIM Elok Ilunanwati; Yayuk Farida Balliwati; Dadang Sukdandar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v6i1.68

Abstract

AbstrakKetahanan pangan merupakan urusan wajib pemerintah. Oleh karena itu dibutuhkan perencanaan pembangunan untuk menjamin ketahanan pangan berkelanjutan. Salah satu sasaran yang perlu dicapai adalah jumlah ketersediaan pangan (dalam bentuk ketersediaan energy harian 2.200 kkal/kapita) serta beragam atas dasar gizi seimbang yang ditandai dengan pola makan diinginkan atau Pola Pangan Harapan (PPH) dengan skor 100. Kondisi ketahanan pangan penduduk kabupaten Muara Enim belum memadai oleh karena itu, penelitian retrospektif dengan tujuan utama untuk menganalisis kebijakan pemerintah dan pengembangan ketahanan pangan untuk mencapai kondisi keamanan pangan yang berkelanjutan dilakukan di Kabupaten Muara Enim di Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian dilakukan pada bulan September sampai Oktober 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) situasi ketersedian pangan penduduk kabupaten Muara Enim 2003-2009, rata-rata telah dapat memenuhi total kebutuhan kalori ideal (2.200 kkal/kapita/hari). Namun masih didominasi oleh padi-padian (beras), sedangkan untuk kelompok pangan lain masih belum mencukupi. Mutu ketersedian pangan belum memenuhi skor PPH ketersedian yang dianjurkan dan ditargetkan akan dicapai pada 2015 sesuai dengan SPM (standar pelayanan minimal) bidang ketahanan pangan. Konsumsi pangan dengan sistuasi penduduk pada tahun 2007 dan 2009 sudah melebihi jumlah  yang dianjurkan dari 2000 kkal/kapita/hari tetapi belum seimbang. Dalam kondisi, kualitas konsumsi pangan penduduk menunjukkan perbaikan tetapi belum mencapai kondisi ideal, 2) diperlukan penajaman dalam sinkronisasi antar dokumen perencanaan dan penetapan sasaran pembangunan secara kuantitatif.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DENGAN DOSIS VITAMIN MIX YANG BERBEDA Siti Aidia Mutia; Siswanta Kaban; Sumantriyadi Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i2.3492

Abstract

Penelitian ini mengenai Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila dengan Dosis Vitamin Mix Yang Berbeda. Penelitian dilaksanakan bertempat di Kelompok Tani Tambak Mulia, Kota Palembang. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan D (penambahan Vitamin mix sebesar 3 % dari jumlah pakan)  dipilih sebagai perlakuan terbaik dibandingkan perlakuan lainya. Pada perlakuan D memberikan pertambahan pertumbuhan dan sintasan terbaik yaitu panjang mutlak sebesar 5,77 cm dengan berat sebesar 19,48 gr dan nilai SR sebesar 86,67 %. Untuk perlakuan C pertambahan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,49 cm dengan berat 17,64 gr dan nilai SR sebesar 80 %. Perlakuan B pertambahan pertumbuhan panjang mutlak sebesar 5,20cm dengan berat 15,35 gr dan nilai SR sebesar 76,67 %. Sedangkan perlakuan  A memberikan pertambahan pertumbuhan terendah yaitu panjang mutlak sebesar 5,01 cm dengan berat sebesar 15,03 gr dan nilai SR sebesar 76,67 %. Parameter kualitas air yang diukur selama penelitian masih dalam batas toleransi untuk tumbuh dan berkembang benih Ikan Nila. Dari hasil penelitian yang dilakukan untuk penambahan vitamin mix pada pakan sebaiknya menggunakan dosis 3 %, karena memberikan pertumbuhan dan sintasan yang terbaik. Kata Kunci: Ikan nila, Kandungan Gizi, Vitamin Mix
PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR HASIL FERMENTASI DARI Azolla pinnata TERHADAP KEPADATAN SEL Spirulina sp Anggra Wibowo Leksono; Dian Mutiara; Indah Anggraini yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v12i1.1414

Abstract

Abstrak Kultur Spirulina sp biasanya menggunakan pupuk komersil sehingga diperlukan adanya pengganti pupuk komersil yaitu dengan penggunaan pupuk organik cair dari Azolla pinnata untuk meningkatkan hasil produksi dan menjamin ketersediaan pakan alami secara kontinyu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dosis pupuk organik cair hasil fermentasi dari Azolla pinnata yang terbaik untuk kepadatan sel Spirulina sp, dan mengetahui kepadatan sel serta mengetahui laju pertumbuhan harian Spirulina sp. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Laut (BBPBL) Lampung mulai tanggal 13 Januari sampai 13 februari 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan dengan pupuk organik cair hasil fermentasi dari azolla pinnata dengan dosis yang berbeda, perlakuan P1 (12 ml/l), perlakuan P2 (14 ml/l), perlakuan P3 (16 ml/l) dan perlakuan P4 (18 ml/l).  Hasil ansira kepadatan sel Spirulina sp menunjukan berbeda sangat nyata. Kepadatan Sel Spirulina sp yang tertinggi yaitu pada perlakuan P4 (520x104 sel/ml), perlakuan C (474x104 sel/ml), perlakuan B (435x104 sel/ml) dan P1  (396x104 sel/ml). Hasil ansira laju pertumbuhan harian Spirulina sp menunjukan berbeda tidak nyata. perlakuan P1 (0,39 sel/ml/hari), perlakuan P2 (0,40 sel/ml/hari), perlakuan P3 (0,41 sel/ml/hari), dan perlakuan P4 (0,42 sel/ml/hari).Hasil pengamatan kualitas air selama penelitian yaitu : pH 7,44-7,78, Suhu 25,77-30,25°C, DO 5,45-6,71 mg/l, Salinitas 25-29 mg/l, dan Amonia 0,066-0,256 mg/l. Kata Kunci : Spirulina sp, Azolla pinnata, kepadatan, dan pertumbuhan.
PEMBESARAN UDANG GALAH (Macrobrachium rosenbergii de Man) DENGAN SISTEM MONOSEKS DAN CAMPURAN TERHADAP PERTUMBUHAN, KELANGSUNGAN HIDUP, DAN FCR Derri Syatriawan; Indah Anggraini Yusanti; Syaeful Anwar
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v14i1.3371

Abstract

Giant Freshwater Prawns (Macrobrachium rosenbergii de Man) is a potential freshwater fishery commodity for commercial cultivation. Rapid growth, large size, low prevalence of diseases and widespread market demand, both domestic and export markets, are potentials that make these commodities play an important role in freshwater fisheries business in Indonesia. The purpose of this research is to know growth, survival, conversion of Giant Freshwater Prawnsfeed (Macrobrachium rosenbergi de Man) on monosex and mixed cultivation systems. This research was conducted for three months from September to November 2017. In Installation of Giant Freshwater Prawn Hatchery (IPUG) Central Freshwater Aquaculture (BBPBAT) in Sukabumi, Cisolok KarangPapak, PelabuhanRatu, Sukabumi, West Java. The research method is experimental using Completely Randomized Design (RAL). In this research, there are three treatments and three replications, namely the maintenance of prawns in research containers based on male sex. Treatment P1 (100% male), P2 (100% female), and P3 (mixture of 50% male and 50%  female). The results of this research showed that best total growth and weight were shown by treatment P1 namely of 3.85 cm and 14.62 gram. The best survival rate (SR) was 76.67%in treatment P2, and the best feed conversion (FCR) was 2.50 intreatment P3. The statistical test results showed that H0was accepted and H1was rejected for all treatments. Keywords : Giant Freshwater Prawns, Growth, Survival, FCR
PENAMBAHAN TEPUNG KEONG TUTUT (Bellamnya javanica) DENGAN KOMPOSISI YANG BERBEDA TERHADAP KARAKTERISTIK KERUPUK Halim Aslami; Helmi Harris; Tri Widayatsih
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v9i1.337

Abstract

Kerupuk merupakan jenis makanan yang digemari oleh kalangan usia. Permasalahan rendahnya kandungan protein dan kalsium kerupuk diduga  dapat diatasi  dengan penambahan  atau  substitusi  bahan  dasar  tepung  tapioka  dengan  bahan  tepung  lain  yang kaya  protein dan kalsium. Diduga Keong Tutut (Bellamnya javanica) yang kaya protein dan kalsium dapat diolah menjadi tepung dan diaplikasikan pada pengolahan produk kerupuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik meliputi : rendemen, daya kembang, dan warna kerupuk yang difortifikasi dengan tepung Keong Tutut (Bellamnya javanica), mengetahui nilai mutu kimia Keong Tutut (Bellamnya javanica) yang meliputi : kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak dan kadar karbohidrat, mengetahui kalsium pada Keong Tutut (Bellamnya javanica) dan mengetahui nilai mutu organoleptik pada Keong Tutut (Bellamnya javanica) yang meliputi :  penampakan, warna, aroma, tekstur dan rasa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Maret 2014 di Workshop Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (WSTPHP) Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dan di Laboratorium Kimia Hasil Pertanian Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Indralaya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan taraf 5 (lima) perlakuan, masing-masing perlakuan dilakukan 3 (tiga) kali ulangan.  Perlakuan pada penelitian ini berupa penambahan Keong Tutut (Bellamnya javanica) pada pengolahan kerupuk dengan berbagai konsentrasi (B/B) yaitu : 0 %, 5 %, 10 %, 15 %, 20 %, (dari berat tepung tapioka). Hasil penelitian karakteristik kerupuk yang difortifikasi dengan konsentrasi penambahan tepung Keong Tutut (Bellamnya javanica) yang berbeda. Dapat diperoleh bahwa A2 (5 % tepung Keong Tutut) lebih baik dibandingkan dengan A1 (0 % Tepung Keong Tutut), A3 (10 % tepung Keong Tutut), A4 (15 % tepung Keong Tutut) dan A5 (20 % tepung Keong Tutut ).
PENYEBAB IKAN BERCITA RASA LUMPUR DAN PENANGANANNYA UNTUK KONSUMSI M. Nasyiruddin Arsyad
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v2i1.1670

Abstract

Fish and shrimp lived in bloomed of blue green algae environment commonly face muddy flavour problem. That was cased by geosmin, a metabolite product of blue green algae. It can be found in pounds, both in freshwater or brachiswater,and in open water area. Geosmin absorbed by fish through the gill, skin, intestine and stomach. The concentration of geosmin in fish or shrimp according to be concertation in the environtmen and the length of time of fish or shrimp in such environment. Among several methods to reduce or eliminate this muddy flavour, physical method is the mostly applied by fish farmer or fish saler. In addition to fish processing method is another way to solve the muddy flavour in fish.Keywords: fish, blooming algae, geosmin, physical method
PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana. L) DENGAN KOMPOSISI BERBEDA SEBAGAI PEWARNA ALAMI DALAM PENGOLAHAN TERASI BUBUK Slamet Riyadi; Arno Wiranata; Fitra Mulia Jaya
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4406

Abstract

Terasi merupakan bumbu tradisional yang banyak disukai oleh masyarakat. Permasalahan penggunaan pewarna buatan terasi diduga dapat diatasi dengan penambahan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana. L) yang kaya akan anthosianin. Perlakuan pada penelitian ini berupa penambahan Ekstrak Kulit Manggis pada pengolahan terasi dengan berbagai konsentrasi (B/B) yaitu : 0 %, 2.5 %, 5 %, 7.5 %, 10 % (dari berat bahan baku). Nilai analisa fisik dari hasil terasi bubuk terbaik terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak kulit manggis 10 % (W5) dengan nilai lightness 47.61, chroma 27.11 dan hue 50.01. Nilai mutu organoleptik terasi bubuk terbaik terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak kulit manggis 10 % (W5) dengan nilai  warna 3.76 %, penampakan 3.60 %, aroma 3.52 %, rasa 3.60 %. Nilai mutu kimia terasi bubuk terbaik berdasarkan nilai mutu fisik dan  organoleptik terbaik adalah kadar air  19.75%, abu 11.14%, protein 40.41%, lemak 2.00 %, karbohidrat 26.30 %.

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue