cover
Contact Name
Rangga Bayu Kusuma Haris
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
perikanan.pgri@gmail.com
Editorial Address
9 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30116
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
ISSN : 16936442     EISSN : 26204622     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan dan Budidaya Perikanan ber ISSN 1693-6442 diterbitkan oleh Jurnal Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang dengan focus bidang Perikanan, Budidaya Perikanan, pengolahan hasil perikanan dan sumberdaya perairan.
Articles 260 Documents
PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana. L) DENGAN KOMPOSISI BERBEDA SEBAGAI PEWARNA ALAMI DALAM PENGOLAHAN TERASI BUBUK Riyadi, Slamet; Wiranata, Arno; Jaya, Fitra Mulia
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4406

Abstract

Terasi merupakan bumbu tradisional yang banyak disukai oleh masyarakat. Permasalahan penggunaan pewarna buatan terasi diduga dapat diatasi dengan penambahan ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana. L) yang kaya akan anthosianin. Perlakuan pada penelitian ini berupa penambahan Ekstrak Kulit Manggis pada pengolahan terasi dengan berbagai konsentrasi (B/B) yaitu : 0 %, 2.5 %, 5 %, 7.5 %, 10 % (dari berat bahan baku). Nilai analisa fisik dari hasil terasi bubuk terbaik terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak kulit manggis 10 % (W5) dengan nilai lightness 47.61, chroma 27.11 dan hue 50.01. Nilai mutu organoleptik terasi bubuk terbaik terdapat pada perlakuan penambahan ekstrak kulit manggis 10 % (W5) dengan nilai  warna 3.76 %, penampakan 3.60 %, aroma 3.52 %, rasa 3.60 %. Nilai mutu kimia terasi bubuk terbaik berdasarkan nilai mutu fisik dan  organoleptik terbaik adalah kadar air  19.75%, abu 11.14%, protein 40.41%, lemak 2.00 %, karbohidrat 26.30 %.
STUDI KADAR NITRAT DAN FOSFAT PERAIRAN RAWA BANJIRAN DESA SEDANG KECAMATAN SUAK TAPEH KABUPATEN BANYUASIN Ramadhan Ramadhan; Indah Anggraini Yusanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4407

Abstract

Aktivitas yang terjadi di perairan rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin menghasilkan limbah buangan dan mengakibatkan perairan tersebut menjadi tercemar. Masuknya limbah buangan tersebut menyebabkan menurunnya kualitas perairan yang ditandai dengan kenaikan konsentrasi zat hara.  Zat hara yang umum di lingkungan perairan adalah nitrat dan fosfat. Penelitian ini dilakukan di rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Sampling kualitas air dilakukan pada Agustus 2016, Juni 2017 dan April 2018 di 3 (tiga) stasiun pengamatan, yaitu stasiun 1 Rawa Nebong Kuning, stasiun 2 Rawa Poron dan stasiun 3 Rawa Banan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa keberadaan kadar nitrat dan fosfat di rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin termasuk dalam kriteria perairan eutrofik.
STUDI KADAR NITRAT DAN FOSFAT PERAIRAN RAWA BANJIRAN DESA SEDANG KECAMATAN SUAK TAPEH KABUPATEN BANYUASIN Ramadhan, Ramadhan; Yusanti, Indah Anggraini
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4407

Abstract

Aktivitas yang terjadi di perairan rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin menghasilkan limbah buangan dan mengakibatkan perairan tersebut menjadi tercemar. Masuknya limbah buangan tersebut menyebabkan menurunnya kualitas perairan yang ditandai dengan kenaikan konsentrasi zat hara.  Zat hara yang umum di lingkungan perairan adalah nitrat dan fosfat. Penelitian ini dilakukan di rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Sampling kualitas air dilakukan pada Agustus 2016, Juni 2017 dan April 2018 di 3 (tiga) stasiun pengamatan, yaitu stasiun 1 Rawa Nebong Kuning, stasiun 2 Rawa Poron dan stasiun 3 Rawa Banan. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa keberadaan kadar nitrat dan fosfat di rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin termasuk dalam kriteria perairan eutrofik.
ANALISIS FOTOPERIODE TERHADAP KECERAHAN WARNA, PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KOMET (Carassius auratus) Muhammad Hafiz; Dian Mutiara; Rangga Bayu Kusuma Haris; Tyas Dita Pramesthy; Rahma Mulyani; Arumwati Arumwati
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4287

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama penyinaran berpengaruh terhadap kecerahan warna, pertumbuhan panjang dan berat serta kelangsungan hidup ikan komet (Carassius auratus). Penelitian dilaksanakan di kampus C Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang. Kegiatan penelitian dilakukan selama 30 hari. Ikan uji yang digunakan adalah Ikan komet ukuran 5 cm dengan menggunakan akuarium sebanyak 12 buah yang berukuran 40 x 30 x 20 cm. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 4 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu perlakuan P0 dipelihara tanpa adanya perlakuan penyinaran, P1 lama penyinaran (LP) 6 jam/hari, P2 lama penyinaran (LP) 12 jam/hari, dan P3 lama penyinaran (LP) 18 jam/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan lama penyinaran selama 18 jam setiap harinya (P3) memberikan hasil terbaik terhadap parameter kecerahan warna badan ikan komet (Carassius auratus) sebesar 20,96 serta pertumbuhan berat rata-rata dan panjang ikan komet (Carassius auratus) yang terbaik terdapat pada perlakuan P3 dengan berat 0,66 gram dan panjang 0,4 cm. Untuk kelangsungan hidup ikan komet (Carassius auratus) nilai tertinggi tertinggi terdapat pada perlakuan P2 yaitu sebesar 93.33%.Kata kunci : Ikan Komet (Carassius auratus), Fotoperiode, Kecerahan warna
ANALISIS FOTOPERIODE TERHADAP KECERAHAN WARNA, PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP IKAN KOMET (Carassius auratus) Hafiz, Muhammad; Mutiara, Dian; Kusuma Haris, Rangga Bayu; Pramesthy, Tyas Dita; Mulyani, Rahma; Arumwati, Arumwati
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4287

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui lama penyinaran berpengaruh terhadap kecerahan warna, pertumbuhan panjang dan berat serta kelangsungan hidup ikan komet (Carassius auratus). Penelitian dilaksanakan di kampus C Fakultas Perikanan Universitas PGRI Palembang. Kegiatan penelitian dilakukan selama 30 hari. Ikan uji yang digunakan adalah Ikan komet ukuran 5 cm dengan menggunakan akuarium sebanyak 12 buah yang berukuran 40 x 30 x 20 cm. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 4 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan yaitu perlakuan P0 dipelihara tanpa adanya perlakuan penyinaran, P1 lama penyinaran (LP) 6 jam/hari, P2 lama penyinaran (LP) 12 jam/hari, dan P3 lama penyinaran (LP) 18 jam/hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan lama penyinaran selama 18 jam setiap harinya (P3) memberikan hasil terbaik terhadap parameter kecerahan warna badan ikan komet (Carassius auratus) sebesar 20,96 serta pertumbuhan berat rata-rata dan panjang ikan komet (Carassius auratus) yang terbaik terdapat pada perlakuan P3 dengan berat 0,66 gram dan panjang 0,4 cm. Untuk kelangsungan hidup ikan komet (Carassius auratus) nilai tertinggi tertinggi terdapat pada perlakuan P2 yaitu sebesar 93.33%.Kata kunci : Ikan Komet (Carassius auratus), Fotoperiode, Kecerahan warna
ANALISIS BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) DI KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN Leza Agriansa; Sumantriyadi Sumantriyadi; Lia Perwita Sari
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4295

Abstract

Ikan Patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting dalam dunia  akuakultur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui parameter kualitas air dan menganalisis seberapa besar total biaya produksi dan tingkat pendapatan pada usaha budidaya pembesaran ikan Patin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2019. Pendekatan penelitian ini adalah studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, pengamatan, wawancara dan studi pustaka dengan menggunakan metode analisa data mix method yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai kualitas air dengan kisaran suhu 27–33º C dan kisaran pH pada nilai 6-8. Biaya produksi pada usaha budidaya pembesaran ikan Patin dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan. Untuk biaya investasi berkisar antara Rp. 18.307.500 hingga Rp. 37.091.875  untuk biaya tetap berkisar antara Rp. 484.667 hongga Rp. 1.527.083 untuk biaya variabel pada kisaran Rp. 49.733.750 hingga Rp. 163.878.750 per siklus dengan penerimaan antara Rp. 87.300.000 hingga Rp. 235.212.500 per siklus, pendapatan yang diperoleh berkisar antara Rp. 18.537.633 hingga  Rp. 69.806.666 per siklus. 
ANALISIS BUDIDAYA PEMBESARAN IKAN PATIN (Pangasius sp.) DI KECAMATAN TALANG KELAPA KABUPATEN BANYUASIN Sari, Lia Perwita; Agriansa, Leza; Sumantriyadi, Sumantriyadi
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4295

Abstract

Ikan Patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomis penting dalam dunia  akuakultur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui parameter kualitas air dan menganalisis seberapa besar total biaya produksi dan tingkat pendapatan pada usaha budidaya pembesaran ikan Patin. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei dan Juni 2019. Pendekatan penelitian ini adalah studi kasus, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, pengamatan, wawancara dan studi pustaka dengan menggunakan metode analisa data mix method yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai kualitas air dengan kisaran suhu 27–33º C dan kisaran pH pada nilai 6-8. Biaya produksi pada usaha budidaya pembesaran ikan Patin dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan. Untuk biaya investasi berkisar antara Rp. 18.307.500 hingga Rp. 37.091.875  untuk biaya tetap berkisar antara Rp. 484.667 hongga Rp. 1.527.083 untuk biaya variabel pada kisaran Rp. 49.733.750 hingga Rp. 163.878.750 per siklus dengan penerimaan antara Rp. 87.300.000 hingga Rp. 235.212.500 per siklus, pendapatan yang diperoleh berkisar antara Rp. 18.537.633 hingga  Rp. 69.806.666 per siklus. 
LAJU PERTUMBUHAN SPESIFIK Diaphanosoma sp. DENGAN PAKAN Chaetoceros sp., Nannochloropsis sp., Porphyridium sp., DAN Tetraselmis sp. Nurmalasari Nurmalasari; Emy Rusyani; Ika Chandra; Syaeful Anwar; Reno Fitriyanti
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4382

Abstract

Diaphanosoma sp. merupakan salah satu spesies dari Cladocera yang dapat diberikan pada larva ikan dimana memiliki keunggulan diantaranya yaitu mudah dikultur dengan pertumbuhan yang singkat sehingga dapat diproduksi secara massal. Diaphanosoma sp. digunakan sebagai pakan alami larva ikan, permasalahannya adalah kebutuhan masih kurang terpenuhi jika hanya dari alam. Maka dari itu dibutuhkan budidaya Diaphanosoma sp. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung laju pertumbuhan spesifik Diaphanosoma sp. dengan pakan fitoplankton berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2019 di Laboratorium Zooplankton Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan (P) yang dilakukan adalah pemberian pakan Diaphanosoma sp. menggunakan fitoplankton berbeda dengan P1 (Chaetoceros sp.), P2 (Nannochloropsis sp.), P3 (Porphyridium sp.), dan P4 (Tetraselmis sp.). Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terhadap Diaphanosoma sp. terdapat pada P3 dengan laju pertumbuhan spesifik (7.64 %).
LAJU PERTUMBUHAN SPESIFIK Diaphanosoma sp. DENGAN PAKAN Chaetoceros sp., Nannochloropsis sp., Porphyridium sp., DAN Tetraselmis sp. Nurmalasari, Nurmalasari; Rusyani, Emy; Chandra, Ika; Anwar, Syaeful; Fitriyanti, Reno
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4382

Abstract

Diaphanosoma sp. merupakan salah satu spesies dari Cladocera yang dapat diberikan pada larva ikan dimana memiliki keunggulan diantaranya yaitu mudah dikultur dengan pertumbuhan yang singkat sehingga dapat diproduksi secara massal. Diaphanosoma sp. digunakan sebagai pakan alami larva ikan, permasalahannya adalah kebutuhan masih kurang terpenuhi jika hanya dari alam. Maka dari itu dibutuhkan budidaya Diaphanosoma sp. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung laju pertumbuhan spesifik Diaphanosoma sp. dengan pakan fitoplankton berbeda. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret-April 2019 di Laboratorium Zooplankton Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 taraf perlakuan dengan 3 ulangan. Perlakuan (P) yang dilakukan adalah pemberian pakan Diaphanosoma sp. menggunakan fitoplankton berbeda dengan P1 (Chaetoceros sp.), P2 (Nannochloropsis sp.), P3 (Porphyridium sp.), dan P4 (Tetraselmis sp.). Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik terhadap Diaphanosoma sp. terdapat pada P3 dengan laju pertumbuhan spesifik (7.64 %).
SUBSTRAT DASAR PERAIRAN FISHING GROUND DAN PERBANDINGAN HASIL TANGKAPAN PADA SETIAP SUBSTRAT DENGAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP BOUKE AMI DI PERAIRAN SELAT KARIMATA Adhe Helmi Youardi Ndun; Nyoman Sudiarsa; Irandha Citra Marasi Siahaan
Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan
Publisher : University of PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/jipbp.v15i1.4473

Abstract

Potensi sumberdaya perikanan di Perairan Indonesia sangatlah besar dan dalam pemanfaatannya salah satunya digunakan alat tangkap bouke ami. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui substrat dasar perairan fishing ground dan membandingkan hasil tangkapan pada setiap substrat dasar perairan fishing ground dengan menggunakan alat tangkap bouke ami di perairan selat Karimata. Penelitian ini dimulai dari tanggal 13 Desember 2019 hingga 23 Maret 2020 atau sebanyak 102 hari. Hasil penelitian menunjukan bahwa alat tangkap bouke ami yang digunakan dioperasikan selama 93 hari penangkapan dengan 32 titik lokasi penangkapn yang terdiri dari substrat dasar perairan berlumpur, berkarang dan juga berpasir. Hasil tangkapan pada daerah berpasir yaitu 4310 kg, daerah berkarang yaitu 2015 kg, dan daerah berlumpur yaitu 3355 kg sehingga total hasil tangkapan adalah 9680 kg, hasil tangkapan paling banyak terdapat pada daerah berpasir sedangkan yang paling sedikit adalah daerah berkarangKata Kunci : Hasil tangkapan, Substrat berlumpur,berkarang,berpasir

Filter by Year

2003 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 20 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 19 No. 1 (2024): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 2 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 18 No. 1 (2023): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol. 17 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu - Ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 2 (2017) Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 12, No 1 (2017) Vol 9, No 1 (2014): JURNAL ILMU - ILMU PERIKANAN DAN BUDIDAYA VOL. 9 NO.1 DESEMBER 2014 Vol 9, No 1 (2014): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2011 Vol 6, No 1 (2011): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan JURNAL ILMU PERIKANAN VOLUME 6 TH 2011 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Juni 2004 Vol 2, No 1 (2004): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu - ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan Desember 2003 Vol 1, No 1 (2003): Jurnal Ilmu-ilmu Perikanan dan Budidaya Perairan More Issue