cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Hidayat
Contact Email
rifqifebi@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yuliahafizah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
ISSN : 19793804     EISSN : 25489941     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi:This journal is published twice a year in June and December with a focus on economics and the like with the same science
Arjuna Subject : -
Articles 435 Documents
Analisis Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Profitabilitas Bank Syariah di Indonesia (Studi Kasus Bank BCA Syariah Periode 2013-2022) Daffa Aulia Ramadhan; Mushtofa, Muhammad Wakhid
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 15 No 1 (2024): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v15i1.12692

Abstract

According to Forbes, Bank BCA Syariah will be among the top 10 banks in Indonesia by 2022. This study aims to ascertain how financial ratios affect Bank BCA Syariah's profitability in Indonesia. Economic parameters, including the Return on Asset (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non-Performing Financing (NPF), Operating Expenses to Operating Income (BOPO), and Financing to Deposit Ratio (FDR), were utilized in this study. Annual time series data for the years 2013 through 2022 are employed, and they are subjected to multiple linear regression using e-views. According to the findings, CAR, NPF, and only BOPO negatively impact ROA, whereas FDR has no appreciable impact. Bank BCA Syariah adalah salah satu dari sepuluh bank terbaik di Indonesia pada tahun ini 2022 versi Forbes. Studi ini bertujuan untuk menentukan bagaimana rasio keuangan berdampak pada profitabilitas Bank BCA Syariah di Indonesia. Dalam penelitian ini, rasio keuangan seperti Financing to Deposit Ratio (FDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Financing (NPF), Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Return on Asset (ROA) digunakan. Data yang digunakan adalah data time series annual periode 2013-2022 yang dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan E-Views. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel CAR, NPF dan FDR tidak mempengaruhi ROA. Hanya variabel BOPO yang berpengaruh negatif terhadap ROA.
Studi Pemikiran Nizam Al-Mulk dan Relevansinya dalam Ekonomi Islam Kontemporer Sholatiah, Sholatiah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 15 No 1 (2024): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v15i1.12716

Abstract

The problems that arise in the implementation of Islamic economic thought from historical times, including the contributions of figures such as Nizam al-Mulk, with modern times today, include Islamic economic concepts proposed by Nizam al-Mulk that are relevant in their historical context, but not always directly applicable in modern times. The research approach in this article uses a literature study with qualitative research methods, which focuses on analyzing the literature related to Nizam al-Mulk and Islamic economics. The research on the study of Nizam al-Mulk's thought in Islamic economics aims to explore, interpret and examine his thoughts in the field of Islamic economics and their relevance to contemporary economic issues. The findings of this study indicate that there are several contributions of thought and relevance to contemporary economic issues from Nizam al-Mulk, namely: economic regulation based on Islamic principles, infrastructure and economic development, fiscal and monetary policy, state financial management, economic empowerment of the people. Thus, Nizam al-Mulk's contributions in the field of Islamic economics not only have historical value, but are also relevant to the economic challenges and issues faced by Muslim societies and the world today. Permasalahan yang muncul dalam implementasi pemikiran ekonomi Islam dari masa sejarah, termasuk kontribusi dari tokoh seperti Nizam al-Mulk, dengan zaman modern saat ini, meliputi konsep-konsep ekonomi Islam yang diusulkan oleh Nizam al-Mulk yang relevan dalam konteks sejarah mereka, tetapi tidak selalu langsung dapat diterapkan di zaman modern. Pendekatan penelitian dalam artikel ini menggunakan studi kepustakaan dengan metode penelitian kualitatif, yang berfokus pada analisis literatur-literatur yang berkaitan dengan Nizam al-Mulk dan ekonomi Islam. Penelitian mengenai studi pemikiran Nizam al-Mulk dalam ekonomi Islam bertujuan untuk menggali, menafsirkan, dan menelaah pemikirannya dalam bidang ekonomi Islam serta relevansinya dengan isu-isu ekonomi kontemporer. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa sumbangan pemikiran dan relevansi dengan isu-isu ekonomi kontemporer dari Nizam al-Mulk, yaitu: pengaturan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip Islam, pembangunan infrastruktur dan ekonomi, kebijakan fiskal dan moneter, pengelolaan keuangan negara, pemberdayaan ekonomi umat. Sehingga, kontribusi Nizam al-Mulk dalam bidang ekonomi Islam tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga relevan dengan tantangan dan isu-isu ekonomi yang dihadapi oleh masyarakat Muslim dan dunia pada masa kini.
The Role of Halal Certification in Protecting Indonesian and Thailand Producers and Consumers Komariah, Kokom; Desi, Desi Fitriah; muty, yusran
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 15 No 2 (2024): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v15i2.13950

Abstract

This study aims to analyzes the role halal certification protects producers and consumers in Indonesia and Thailand through document analysis from various sources. Halal certification is crucial for ensuring that the food and beverage industry adheres to Islamic sharia norms. A qualitative research approach was employed to gain an in-depth understanding of its purpose. Data collection comprised primary and secondary sources. Primary data included certification standards, evaluation reports, and policy documents from halal certification authorities, which directly address the role of halal certification in production. Secondary data was obtained from previous studies, scholarly articles, and relevant library materials. A thematic analysis was conducted to identify key themes and patterns related to the function of halal certification. The findings indicate that halal certification is vital for consumer protection, as it ensures compliance with sharia law and fosters customer loyalty. For producers, it enables adherence to strict quality standards, enhances competitiveness in domestic and international markets, and facilitates the development of industry regulations. This study highlights that halal certification is an effective tool for safeguarding consumer rights and promoting the growth of the halal market in both Thailand and Indonesia.                                                                       Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sertifikasi halal dalam melindungi produsen dan konsumen di Indonesia dan Thailand melalui analisis dokumen dari berbagai sumber. Sertifikasi halal sangat penting untuk memastikan bahwa industri makanan dan minuman mematuhi norma-norma syariah Islam. Pendekatan penelitian kualitatif digunakan untuk mendapatkan pemahaman mendalam tentang tujuannya. Pengumpulan data terdiri dari sumber primer dan sekunder. Data primer mencakup standar sertifikasi, laporan evaluasi, dan dokumen kebijakan dari otoritas sertifikasi halal, yang secara langsung membahas peran sertifikasi halal dalam produksi. Data sekunder diperoleh dari studi sebelumnya, artikel ilmiah, dan materi perpustakaan yang relevan. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi tema dan pola kunci yang terkait dengan fungsi sertifikasi halal. Temuan menunjukkan bahwa sertifikasi halal sangat penting untuk perlindungan konsumen, karena memastikan kepatuhan terhadap hukum syariah dan membangun loyalitas pelanggan. Bagi produsen, sertifikasi halal memungkinkan kepatuhan terhadap standar kualitas yang ketat, meningkatkan daya saing di pasar domestik dan internasional, serta memfasilitasi pengembangan regulasi industri. Studi ini menyoroti bahwa sertifikasi halal merupakan alat yang efektif untuk melindungi hak-hak konsumen dan mendorong pertumbuhan pasar halal di Thailand dan Indonesia.
Free Ongkir Dalam Perspektif Ulama Akmal, Aria Nur; Maelasari, Nur
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 15 No 2 (2024): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v15i2.14399

Abstract

This research aims to provide a comprehensive explanation of the clarity of the free shipping contract according to the view of ulama. The method used is qualitative with a normative juridical approach. Normative juridical approach is a research method carried out by examining library materials. Which consists of journals and classic books related to muamalah fiqh. Where there is a difference of opinion among existing Fuqaha on the validity of the Hibah Bi Syarth contract. Where there are differences of opinion among the existing Fuqaha. The majority of Ulamas are of the opinion that the hibah bi syarth contract is haram. Because there is maysir, gharar and jihalah (ignorance) in its practice. Meanwhile, the opinion of the minor of Ulamas is that the contract is permissible. Researchers are more interested in taking opinions from minor of Ulamas. Which needs to be underlined that the permissibility of hibah bi syarth with tolerance of the possibility of gharar, jihalah and maysir that occur.                                               Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai kejelasan akad gratis ongkir menurut pandangan ulama. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Yuridis Normatif. Metode pendekatan Yuridis Normatif adalah metode penelitian yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka. Yang terdiri dari jurnal-jurnal dan buku-buku klasik terkait fiqih muamalah. Hasil yang peneliti temukan bahwa akad yang sesuai dengan gratis ongkir adalah Hibah Bi Syarth. Yang mana terjadi perbedaan pendapat para ulama fiqih yang ada terhadap keabsahan akad hibah bi syarth. Mayoritas ulama berpendapat bahwa akad hibah bi syarth tersebut haram. Sebab terdapat maysir, gharar dan jihalah (ketidak tahuan) dalam praktiknya. Sedangkan pendapat ulama yang lain menyatakan akad tersebut diperbolehkan. Peneliti lebih tertarik untuk mengambil pendapat dari sebagian ulama yang lain. Pernyataan mereka mengatakan bahwa hukum hibah bi syarth halal/diperbolehkan. Yang mana perlu diperhatikan lagi dengan lebih seksama bahwa diperbolehkannya hibah bi syarth dengan toleransi kemungkinan gharar, jihalah dan maysir yang terjadi.
Beyond The Intention of Generation Z to Work at Islamic Banks: Case of Universitas Islam Negeri Antasari and Universitas Lambung Mangkurat Students Mujalipah , Mujalipah; Hidayat, Muhammad Rifqi
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 15 No 2 (2024): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v15i2.14804

Abstract

This study examines the influence of learning motivation, perception of Islamic banks, and religiosity on students' interest in careers in Islamic banks. The research was conducted at Antasari State Islamic University and Lambung Mangkurat University with 100 respondents selected using purposive sampling. Data were collected through a Likert scale questionnaire and analyzed using SPSS with multiple linear regression. The results of the study showed that religiosity had a significant influence on career interest in Islamic banks, while learning motivation and perception of Islamic banks partially did not show a significant influence. However, simultaneously, these three variables have a significant influence on career interest with a contribution of 69.1%. These findings show that religiosity is a decisive factor in shaping students' career preferences, as well as indicating the need for Islamic banks to adjust branding strategies and work policies to attract the interest of Generation Z.           Penelitian ini mengkaji pengaruh motivasi belajar, persepsi terhadap bank syariah, dan religiusitas terhadap minat mahasiswa dalam berkarir di bank syariah. Penelitian dilakukan di Universitas Islam Negeri Antasari dan Universitas Lambung Mangkurat dengan melibatkan 100 responden yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan SPSS dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa religiusitas memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berkarir di bank syariah, sedangkan motivasi belajar dan persepsi terhadap bank syariah secara parsial tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Namun, secara simultan, ketiga variabel ini memiliki pengaruh signifikan terhadap minat berkarir dengan kontribusi sebesar 69,1%. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas merupakan faktor penentu dalam membentuk preferensi karir mahasiswa, serta mengindikasikan perlunya bank syariah menyesuaikan strategi branding dan kebijakan kerja untuk menarik minat generasi Z.
Masyarakat Muslim dan Konservasi Lingkungan : Ekonomi dan Politik Sukarni, Sukarni; Sauqi, Muhammad; Aisyah, Lisda; Rafly, Muhammad Raihan
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 16 No 1 (2025): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v16i1.15697

Abstract

The development of the conversion of rice fields and peatlands in Gambut Sub-district, Banjar Regency into residential areas has occurred since the 2000s. Today, 55 new settlement complexes have been established. Several factors are suspected to be the cause and are interrelated, including religious knowledge, power relations and control power from policy holders and economic needs. This study aims to trace the relationship between Muslim communities and environmental conservation and how far regulatory and economic factors affect environmental conservation. This research adopts quantitative research method using survey as the research instrument. The population used in this research is the community of Gambut Sub-district with a sample of 120 respondents. The results were tested using multiple linear regression test method. Based on the results, economic and policy variables partially and simultaneously have a significant influence on environmental conservation variables, where the Muslim community of Gambut plays an important role in environmental conservation by maintaining biodiversity, and preserving local wisdom in social and environmental interactions.  Effective environmental conservation policies, which involve all sectors of society, can balance economic growth and policies that make economic stability and better environmental protection.   Perkembangan alih fungsi persawahan dan lahan gambut di Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar menjadi area perumahan telah terjadi sejak tahun 2000-an. Saat ini telah berdiri 55 komplek permukiman baru. Ada beberapa faktor yang dicurigai menjadi penyebab dan saling berkaitan diantaranya pengetahuan agama, relasi kuasa dan kekuatan kontrol dari pemegang kebijakan dan kebutuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk melacak keterkaitan antara masyarakat muslim dan konservasi lingkungan serta seberapa jauh faktor regulasi dan ekonomi berpengaruh terhadap konservasi lingkungan. Penelitian ini mengadopsi metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan survey sebagai instrumen penelitian. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah masyarakat Kecamatan Gambut dengan sampel sebanyak 120 orang responden. Hasil penelitian diuji dengan menggunakan metode uji regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian, variabel ekonomi dan kebijakan secara parsial dan simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel konservasi lingkungan, dimana masyarakat Muslim Gambut memainkan peran penting dalam konservasi lingkungan dengan menjaga keanekaragaman hayati, dan melestarikan kearifan lokal dalam interaksi sosial dan lingkungan.  Kebijakan konservasi lingkungan yang efektif, yang melibatkan semua sektor masyarakat, dapat menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan kebijakan yang menjadikan kestabilitas ekonomi dan perlindungan lingkungan yang lebih baik.
Analisis Kritis Terhadap Opsi Khiyar Dalam Akad IMBT Untuk Sewa Alat Berat Pada Proyek Infrastruktur Tri Chamauliddah; Yarmunida, Miti; Julir, Nenan
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 16 No 1 (2025): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v16i1.16055

Abstract

The Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) contract is a Sharia-compliant financial instrument that enables lessees to acquire ownership of leased assets at the end of the lease period, as stipulated in DSN-MUI Fatwa No. 27/DSN-MUI/III/2002. However, in practice, assets such as heavy equipment intended to be owned at the end of the contract are often no longer viable due to age or wear and tear. This article examines the option of adding a khiyar (choice) for lessees to lease new equipment at the end of the contract, considering aspects of maslahah (public benefit) and subsidies derived from the previous IMBT agreement. Using a normative-juridical approach and fiqh analysis, the article assesses the compatibility of this option within the framework of Islamic law. Although not explicitly mentioned in hadith, Sharia principles support the development of this concept in a contemporary context. The findings indicate that the khiyar option for leasing new equipment has the potential to increase customer satisfaction, reduce loss risks, and strengthen the relationship between banks and clients. For Islamic financial institutions, this strategy can enhance competitiveness and service transparency. The study emphasizes the importance of enhancing flexibility in IMBT contracts to offer more sustainable solutions, particularly in supporting future Sharia-based infrastructure projects.   Akad Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik (IMBT) merupakan instrumen keuangan syariah yang memungkinkan penyewa memiliki barang sewaan setelah masa sewa berakhir, sebagaimana diatur dalam Fatwa DSN-MUI No. 27/DSN-MUI/III/2002. Namun, dalam praktiknya, aset seperti alat berat yang akan dimiliki di akhir akad sering kali sudah tidak layak guna karena usia atau keausan. Artikel ini mengkaji opsi penambahan khiyar untuk menyewa alat baru pada akhir masa akad, dengan mempertimbangkan aspek maslahah dan subsidi dari akad sebelumnya. Dengan pendekatan yuridis-normatif dan analisis fiqih, artikel ini menilai kesesuaian opsi tersebut dalam kerangka hukum Islam. Meskipun tidak disebutkan secara eksplisit dalam hadith, prinsip-prinsip syariah mendukung pengembangan opsi ini dalam konteks kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa opsi khiyar sewa baru berpotensi meningkatkan kepuasan nasabah, mengurangi risiko kerugian, serta memperkuat hubungan antara bank dan nasabah. Bagi lembaga keuangan syariah, strategi ini dapat meningkatkan daya saing dan transparansi layanan. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan fleksibilitas dalam akad IMBT guna menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan, terutama dalam mendukung proyek-proyek infrastruktur berbasis syariah di masa mendatang.
Menguatkan Ekonomi Informal melalui Keuangan Sosial Islam: Perspektif Prinsip Ekonomi Islam untuk Pembangunan Inklusif Karimah, Husna; Akbariani Ahmad, Azizah; Athallah Akbar, Muhammad Ariq
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 16 No 1 (2025): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v16i1.16301

Abstract

The informal sector continues to dominate employment in many developing countries, including Indonesia, providing livelihoods for millions of workers who often lack access to social protection and economic security. This paper examines the origin and development of the informal economy and explores its structural determinants. Additionally, it highlights the role of Islamic economics, particularly the potential of Islamic social finance instruments—zakat, infāq, ṣadaqah, and waqf (ZISWAF)—in supporting inclusive and sustainable development within the informal sector. Employing a descriptive-qualitative approach, this study integrates content analysis, literature review, and critical analysis of both mainstream and Islamic economic perspectives. The conceptual model developed in this paper positions Islamic economic principles such as falah, maslahah, and social justice as key drivers for empowering informal sector workers. By aligning these principles with the objectives of maqāṣid al-sharī‘ah, the framework provides strategic directions for capacity building, ethical financing, and inclusive growth. The findings suggest that productive utilization of ZISWAF can facilitate the transition of informal workers toward economic resilience and formal sector integration. This study calls for collaborative engagement among government, private sector, and Islamic philanthropic institutions to ensure the realization of sustainable development goals, underpinned by ethical and spiritual commitments. Sektor informal terus mendominasi lapangan kerja di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan menyediakan mata pencaharian bagi jutaan pekerja yang sering kali tidak memiliki akses terhadap perlindungan sosial dan jaminan ekonomi. Penelitian ini mengkaji asal-usul dan perkembangan ekonomi informal serta mengeksplorasi faktor-faktor struktural yang menjadi penentunya. Selain itu, penelitian ini menyoroti peran ekonomi Islam, khususnya potensi instrumen keuangan sosial Islam—zakat, infāq, ṣadaqah, dan wakaf (ZISWAF)—dalam mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di sektor informal. Melalui pendekatan deskriptif-kualitatif, studi ini mengintegrasikan analisis isi, kajian literatur, dan studi kritis terhadap perspektif ekonomi arus utama dan ekonomi Islam. Model konseptual yang dikembangkan dalam penelitian ini menempatkan prinsip-prinsip ekonomi Islam seperti falah (kesejahteraan holistik), maslahah (kemaslahatan umum), dan keadilan sosial sebagai pendorong utama dalam memberdayakan pekerja di sektor informal. Dengan menyelaraskan prinsip-prinsip tersebut dengan tujuan maqāṣid al-sharī‘ah, kerangka ini memberikan arahan strategis dalam penguatan kapasitas, pembiayaan berbasis etika, dan pertumbuhan yang inklusif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan ZISWAF secara produktif berpotensi memfasilitasi transisi pekerja informal menuju ketahanan ekonomi dan integrasi ke dalam sektor formal. Studi ini juga mengajak adanya kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga filantropi Islam guna mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang berlandaskan komitmen etis dan spiritual.
The Usury-Free Social Movement and the Transformation of Islamic Economics: A Case Study of the Interest-Free Community in South Kalimantan Alfinuri, Novita; Hafizah, Yulia; Haisy, Noorwahidah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 16 No 1 (2025): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v16i1.16867

Abstract

The widespread practice of riba (usury) through conventional financial systems—such as interest-based loans and consumer financing—has triggered a crisis of trust among Indonesian Muslims. This study aims to analyze the Masyarakat Tanpa Riba (MTR, or Society Without Usury) movement in South Kalimantan as a form of resistance against usurious systems and as an effort to build an economy based on Islamic values. Employing a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis. The findings reveal that MTR fosters anti-riba awareness through a combination of scriptural (naqli) references, spiritual reflection, and systematic educational methods. Its core strategies include tiered seminars, commitment reinforcement through the Ultimate Life Changing (ULC) sessions, and the cultivation of group solidarity via emotionally charged forums such as What I Feel Like Expression (WIFLE). The community reinterprets riba practices in contexts such as leasing, mortgages, and pilgrimage financing with a literalist reading of Islamic texts. The MTR movement not only provides practical solutions to debt crises but also enables lifestyle transformation and shifts in business practices among its members. This study highlights how religious values can serve as a catalyst for community-driven economic transformation and ethical reform.   Praktik riba yang tersebar luas melalui sistem keuangan konvensional, termasuk pinjaman berbunga dan pembiayaan konsumtif, telah menimbulkan krisis kepercayaan di kalangan masyarakat Muslim Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menganalisis gerakan sosial Masyarakat Tanpa Riba (MTR) di Kalimantan Selatan sebagai bentuk resistensi terhadap sistem ekonomi ribawi serta sebagai upaya membangun model ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan MTR membangun kesadaran anti-riba melalui kombinasi dalil naqli, pengalaman spiritual, dan pendekatan edukatif yang sistematis. Strategi utama mereka meliputi seminar berjenjang, penguatan komitmen melalui forum ULC (Ultimate Life Changing), serta pembentukan solidaritas melalui ekspresi emosional kolektif seperti sesi What I Feel Like Expression (WIFLE). Komunitas ini juga mendefinisikan ulang praktik riba dalam konteks leasing, KPR, dan dana talangan dengan pendekatan yang lebih literal terhadap teks keagamaan. Gerakan MTR tidak hanya menawarkan solusi praktis atas krisis utang, tetapi juga membentuk transformasi gaya hidup dan pola bisnis anggotanya. Studi ini memperlihatkan bagaimana nilai religius dapat menjadi motor penggerak transformasi ekonomi berbasis komunitas dan spiritualitas.
PERAN FINTECH TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU KONSUMEN DALAM BERTRANSAKSI DI ERA MODERN (Study Kasus Pengguna Dompet Digital Pada Generasi Z Di Pekalongan) Rinjani, Tia; Safi’i, Muhammad Aris; Nugraha, Hendri Hermawan Adi
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 15 No 2 (2024): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v15i2.14543

Abstract

This study examines the role of fintech in transforming consumer transaction behavior in the modern era. Employing a qualitative method with a phenomenological approach, this research involved in-depth interviews with 10 active digital wallet users aged 18-25 years. The findings reveal that fintech has altered how Generation Z conducts transactions, enhancing efficiency and convenience, and fostering a cashless culture. The use of digital wallets not only increased transaction frequency and ease but also influenced their consumption patterns and financial management. The majority of informants preferred digital transactions over cash, driven by ease of access and various promotional incentives such as cashback. The study also identified challenges like internet dependency and data security concerns. These findings provide crucial insights for the development of the fintech industry and financial inclusion efforts in Indonesia's medium-sized cities, and offer recommendations for enhancing user education regarding digital security and financial management, as well as leveraging the potential of Generation Z in digital financial transactions.     Penelitian ini mengkaji peran fintech terhadap perubahan perilaku konsumen dalam bertransaksi di era modern. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam dengan 10 pengguna aktif dompet digital yang berusia 18-25 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fintech telah mengubah cara generasi Z bertransaksi, meningkatkan efisiensi dan kenyamanan, serta menciptakan budaya cashless. Penggunaan dompet digital juga tidak hanya meningkatkan frekuensi dan kemudahan transaksi, tetapi juga mempengaruhi pola konsumsi dan pengelolaan keuangan mereka. Sebagian besar narasumber lebih memilih transaksi digital dibandingkan tunai, didorong oleh kemudahan akses dan berbagai insentif promosi seperti cashback. Penelitian juga menemukan tantangan seperti ketergantungan pada internet dan kekhawatiran akan keamanan data. Temuan ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan industri fintech dan upaya inklusi keuangan di kota-kota menengah di Indonesia, serta menawarkan rekomendasi untuk peningkatan edukasi pengguna mengenai keamanan dan pengelolaan keuangan digital, serta memanfaatkan potensi generasi Z dalam transaksi keuangan digital.