cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
ESTIMASI POPULASI ORANGUTAN (Pongo pygmaeus morio) BERDASARKAN SARANG PADA RESORT MAWAI-MUARA BENGKAL SPTN WILAYAH II TAMAN NASIONAL KUTAI. Population Estimates based on nests Orangutans (Pongo pygmaeus morio) in Kutai National Park in Resort Mawai - Muar Alqaf, Alqaf; Kamarubayana, Legowo; Tirkaamiana, Mohammad Taufan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1774

Abstract

Estimasi Populasi Orangutan berdasarkan sarang (Pongo pygmaeus morio) di Taman Nasional Kutai di Resort Mawai-Muara Bengkal. Penelitian ini dilakukan di Taman Nasional Kutai Resort Mawai-Muara Bengkal, Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, yang berlangsung selama 3 (tiga) bulan, mulai bulan Maret hingga Mei 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung kepadatan individu populasi Orangutan. Arti penting dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai keberadaan populasi Orangutan di Taman Nasional Kutai yang terkait langsung dengan keberadaanya sebagai habitat mereka sehingga dimasa depan informasi ini akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan instansi terkait dalam merumuskan kebijakan yang secara langsung relevan dengan Pelestarian Orangutan di Taman Nasional Kutai.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah line transek dengan koleksi data langsung, yaitu dengan menghitung sarang Orangutan di lapangan. Data juga dikumpulkan dengan menggunakan metode tidak langsung, yaitu dengan mendapatkan informasi yang diberikan oleh petugas teknis kehutanan, dari penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kerapatan sarang Orangutan di areal penelitian sebanyak 313 sarang Orangutan/km2, dan kerapatan individu populasi Orangutan sebanyak 0,39 Orangutan/km2.Keberadaan Orangutan tergantung dengan kondisi kawasan dan ketersediaan pohon pakan.Upaya untuk melestarikan spesies hewan ini adalah dengan menjaga habitat mereka dimana mereka tinggal, Taman Nasional Kutai menjadi habitat Orangutan.
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L) Terhadap Pengaruh Berbagai Media Tanam Dan Pemberian Mikro Organisme Lokal (Mol) Keong Mas ., Mahdalena
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 2 (2016): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i2.2079

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh MOL mas keong pada pertumbuhan dan hasil bawang merah dan untuk menentukan media tanam terbaik untuk pertumbuhan dan produksi bawang merah.Penelitian ini dilakukan selama empat bulan, dari bulan April sampai Agustus 2016, sebuah studi pada lokasi Pertanian Training Institute (Bapeltan) Jl. Desa Thoyib Hadiwijaya Sempaja Timur Provinsi North Samarinda Kalimantan Timur.Penelitian ini menggunakan rancangan acak (RAK) dengan percobaan 4 x 4 faktorial yang terdiri dari tiga ulangan. Faktor pertama adalah Media Tumbuh yang terdiri dari empat tingkatan: yaitu M0 (Control), M1 (humus dan pasir), M2 (humus dan Sekam Padi) dan M3 (humus, Sekam Padi dan Pasir). Faktor kedua adalah konsentrasi mikroorganisme lokal (MOL) siput terdiri dari empat tingkat yaitu P0 (kontrol) P1 (100 ml / liter air) P2 (200ml / liter air) dan P3 (300 ml / liter).Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam (M) secara signifikan mempengaruhi parameter jumlah daun umur 60 HST dan tidak dipengaruhi secara signifikan, tinggi tanaman, jumlah anakan, jumlah umbi, umbi-umbian dan berat media tumbuh pH. Sedangkan pemberian MOL Keong Mas (P) tidak berpengaruh signifikan pada semua parameter. Tidak ada interaksi antara pabrik pengolahan dan penyediaan berbagai media MOL Keong Mas pada semua parameter yang diamati.
Trend Analysis of Rainfall Data in Magelang District Using Mann-Kendall Test and Modification Mann-Kendall Variation Suryanto, Joko; Krisbiyantoro, Joko
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3616

Abstract

The objective of the research was to analyzed rainfall trends from 6 rainfall stations Kajoran, Mendut, Muntilan, Ngablak, Salaman and Tempuran rainfall station in different time scales (monthly, 3-months periodicityand annual). Identification homogenity of the rainfall data period 1986-2016 for Magelang district using Rescaled Adjusted Partial Sums (RAPS) methode. The three non-parametric tests, Mann-Kendall (MK), modified Mann-Kendall (MMK), trend free prewhitening Mann-Kendall (TFPW-MK) and Sen’s slope wereemployed to assess significance of trends and detecting magnitude of trends.The results shows that monthly rainfall have no significant trend using MK, MMK, and TFPW-MK test at 0.05 level significance. Rainfall 3-month based January-February-March (JFM) period Kajoran station have negative significant trend with magnitude 19.4 mm/3-month. Mendut station have positive trend for April-May-June (AMJ) period with magnitude 6.75 mm/3-month. No significant trends at 0.05 level significance using MK trend test were detected in annual rainfall for 6 rainfall stations.
UJI COBA VARIASI LUBANG RESAPAN DALAM UPAYA MENGURANGI LIMPASAN PERMUKAAN DI PEMUKIMAN REMAJA PERMAI KOTA SAMARINDA Eswirielda, Gasang; Sarminah, Sri
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 23, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v23i2.7609

Abstract

Teknologi Lubang Resapan merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan yang dimanfaatkan untuk meminimalisir limpasan permukaan dan genangan air ataupun banjir. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penerapan lubang resapan terhadap limpasan permukaan dan mengetahui seberapa besar pengaruh variasi pola lubang resapan serta kontribusi lubang resapan dalam mengurangi limpasan permukaan. Pembuatan plot Lubang Resapan berukuran 7 m x 3 m sebanyak 3 buah plot,  plot 1 dengan pola zig-zag, plot 2 pola lurus, dan plot 3 tanpa Lubang Resapan. Plot penelitian tersebut ditempatkan pada kelas kelerengan landai (8-15%). Pengumpulan data meliputi curah hujan, limpasan permukaan, dan massa tanah tererosi. Analisis sampel tanah meliputi: struktur tanah, tekstur tanah dan permeabilitas tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi pola lubang resapan dengan pola lurus memiliki nilai persentase koefisien limpasan paling kecil dibandingkan variasi lubang resapan dengan pola zig-zag dan tanpa lubang resapan. Nilai kontribusi yang dihasilkan pada plot dengan pola berbentuk lurus memiliki nilai sebesar 0,42 sedangkan plot dengan pola berbentuk zig-zag memiliki nilai kontribusi sebesar 0,58 yang artinya limpasan permukaan pada plot lurus lebih mudah meresapkan air kedalam tanah. Massa tanah tererosi 1981,08g/22,5 m2 dalam waktu 1 bulan dengan curah hujan sebesar 207,47 mm2. Variasi Lubang Resapan Pola Lurus ini dapat diterapkan dan disosialisasikan di Lingkungan Pemukiman Remaja Permai Samarinda khususnya dan daerah-daerah lain yang rawan banjir.
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP REGENERASIBAWANG PUTIH (Allium sativum L) SECARA KULTUR JARINGAN Sulichantini, Ellok Dwi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1831

Abstract

Pengaruh  Konsentrasi  Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Regenerasibawang Putih (Allium sativum L) Secara Kultur Jaringan. Bawang putih merupakan salah satu bahan bumbu yang dapat digunakan untuk bahan obat-obatan. perbanyakan bawang putih pikir kultur jaringan dipengaruhi oleh konsentrasi zat pengatur tumbuh dalam medium kultur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NAA dan Kinetin untuk regenerasi bawang putih pikir budidaya. Eksplan itu disterilkan dari diinokulasi pada media, k0 (0 mg / l NAA + 0 mg / l kinetin); k1 (4 mg / l NAA + 0 mg / l kinetin); k2 (3 mg / l NAA + 1 mg / l kinetin); k3 (2 mg / l NAA + 2 mg / l kinetin); k4 (1 mg / l NAA + 3 mg / l kinetin); Dan k5 (0 mg / l NAA + 4 mg / l kinetin).Hasil hasilnya menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi NAA + kinetin significally dilakukan pada tahap awal pertumbuhan, jumlah daun, tunas dan panjang akar. Pertumbuhan tanaman pengatur konsentrasi (NAA 1 mg / l + Kinetin 3 mg / l) mampu meningkatkan eksplan morfogenesis dalam membentuk planlet, seperti, daun, akar, serta kalus.
Physical And Physiological Quality Of Sweet Corn Seeds Of Unpad Hybrid Parental line seed after 2 and 4 Month Storage Rahmani, Annisa Nur; Dedi Ruswandi, Agus Wahyudin, Anne Nuraini, Sumadi,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3458

Abstract

Sweet corn is a cultivated plant grown dor fresh consumpption or food industry. The purpose of this study was to examine the physical seed quality and physiological seed quality during storage. The research was conducted in Laboratorium Teknologi Benih Universitas Padjajaran in July 2017 until November 2017. The study consisted of one experiments carried out by using a completely randomized design with two replication using 16 genotypes between Unpad sweet corn seed crossed with released varieties such as Bonanza, Latanza, Sweet boy and Talenta and Unpad sweet corn seed were not crossed with released varieties. Results from this study showed that genotype 533 as the best physical quality in the parameters of 100 grain weight and water content of seed. genotype 871 as the best physical quality in the parameters of germination capacity and seed growth simultaneously. Results from this study also showed that genotype 974 as the lowest physical quality in the parameters of 100 grain weight and water content of seed. genotype 858 as the lowest physical quality in the parameters of germination capacity and seed growth simultaneously.
ANALISIS SEBARAN Nepenthes spp. DI HUTAN KERANGAS CAGAR ALAM PADANG LUWAY DI KABUPATEN KUTAI BARAT Sulistianto, Sulistianto; Sumaryono, Muhammad; Suhardiman, Ali
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4354

Abstract

Cagar Alam Padang dengan luas ± 5.000 Ha Luway merupakan kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan/keunikan jenis tumbuhan dan/atau keanekaragaman tumbuhan seperti berbagai jenis anggrek dan Nepenthes spp. beserta gejala alam dan ekosistemnya berupa hutan kerangas dengan ciri khas lantai hutan berupa pasir (kersik) berwarna putih yang memerlukan upaya perlindungan dan pelestarian agar keberadaan dan perkembangannya berlangsung secara alami, secara administrasi berada di tiga kecamatan yaitu Melak, Damai dan Sekolaq Darat Kabupaten Kutai Barat. Pengelolaannya oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran Nepenthes spp. dengan menggunakan indeks Morisita dan Nearest Neighbor Analysis serta untuk mengetahui potensinya dengan menggunakan metode analisa vegetasi. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui terdapat 3 (tiga) jenis Nepenthes yaitu N. Reinwardtiana hijau dan merah, N. Ampullaria dan N. Gracilis hijau dan merah, yang tersebar pada tiga lokasi penelitian yaitu di lokasi Kersik Luway ditemukan 137 individu N. Reinwardtiana yang tersebar di 10 (sepuluh) plot penelitian, di lokasi Kersik Mencege ditemukan 120 individu N. Ampullaria yang tersebar di 5 (lima) plot penelitian dan N. Gracilis di 2 (dua) plot penelitian serta di lokasi Kersik Serai ditemukan 80 individu N. Gracilis hijau pada 2 (dua) plot penelitian dan 162 individu N. Gracilis merah pada 8 plot penelitian. Dari Indek Nilai Penting (INP) diketahui dominasi tertinggi adalah N. Gracilis Merah sebesar 58,420 % dan terendah adalah N. Gracilis Hijau yaitu 15,953 %. Sedangkan hasil Indeks Morisita untuk semua jenis nepenthes  di CA. Padang Luway adalah lebih dari 1 (Id˃1) yang menunjukan pola penyebaran mengelompok, begitu pula hasil pengolahan data dengan menggunakan Nearest Neighbor Analysis dengan hasil mengelompok (Cluster).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN KAILAN ( Brassica oleraceae L ) Akas Pinaringan Sujalu, Silvester, Marisi Napitupulu,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 12, No 2 (2013): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v12i2.353

Abstract

The rised aims to investigate the influence of chicken  manure and urea fertilizer on growth and yield of kailan (Brassica oleraceae L ) varietas acephala DC.The experiment was conducted using randomized Block Design 9 RBD) with 4 x 4 factorial experiment consisted of 3 ( three) replications. The first in chicken  manure four levels : p0 : 0 g plot -1(control), p1: 500 g plot-1 equivalent to 500 g ha-1, p2 : 1000 g plot-1 equivalent of 1 ton ha-1 and p3 : 1500 g plot-1 equivalent to 1.5 tons ha-1. Urea Manure 4 second level : n0; 0 plot-1(control), n1: 2,5 g plot-1 equivalent to 25 kg ha-1, n2: 5 g plot-1 equivalent to 50 kg ha-1 and n3 : 7,5 g plot-1 equivalent to 75 kg ha-1.                The result showed : (1) that chiken manure application significantly affected plant growth and production, except for plant height age of 10 days, p3 treatment dose ( 1500 g plot-1) showed the lowest weight of plant per hectare of 8,02 tons ha-1, (2) The results showed that administration of urea significantly affected growth and yield, plant heigt except age 10 and 20 days and the average number of leat age 10 days, n3  treatmant with a dose (7,5 plot-1) showed the highest weight of plants per hectare , 15,48 tons ha-1, n0 treatment (0 g plot-1) showed the lowest weight of plants per hectare, 11,57 tons ha-1 and (3). Interaction of chicken manure and urea fertilizers provide a very real effect on all parameters, but did  not significantly affect plant height average age of 10 and 20 days and the average number of leat age 10 days. Interaction p3n3 showed the greatest weight of plant per hectare 22.70 tons ha-1, whereas p0n0  showed the smallest weight of plant per hectare of 6,45 tons ha-1.
PENILAIAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI DI KAWASAN CAGAR ALAM PADANG LUWAY KABUPATEN KUTAI BARAT Nordiansyah, Hasrul; Bakrie, Ismail; Ismail, Ismail
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1780

Abstract

Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi di Kawasan Cagar Alam Padang Luway Kabupaten Kutai Barat.  Kawasan Konservasi memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai sebuah sistem penyangga kehidupan. Meski demikian, karakteristik biologis dan kepentingan pengelolaannya yang kompleks menyebabkan selama ini kawasan konservasi belum dikelola secara efektif sehingga mengalami kerusakan secara terus menerus. Hal tersebut mendorong dilakukannya penelitian ini yang bertujuan untuk mengkaji efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Cagar Alam Padang Luway berdasarkan nilai penting pada setiap siklus pengelolaan yaitu perencanaan, masukan, proses, dan keluaran dan mengetahui nilai komponen yang kurang pada setiap siklus pengelolaan yang mempengaruhi efektivitas pengelolaan kawasan Cagar Alam Padang Luway.Penelitian dilakukan pada kawasan Cagar Alam Padang Luway dengan menggunakan pendekatan Rapid Assessment and Prioritization of Protected Area Management (RAPPAM). Sebagai kawasan suaka alam, Cagar Alam Padang Luway merupakan kawasan yang memiliki fungsi sebagai lokasi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan. Kondisi dan realitas objektif kawasan Cagar Alam Padang Luway menuntut upaya pengelolaan yang lebih terarah dan berkesinambungan serta lebih mendayagunakan potensi sumberdaya alam yang ada untuk kepentingan pendidikan dan kelestarian ekologis kawasan tersebut sehingga untuk mengetahui efektivitas pengelolaan Cagar Alam Padang Luway perlu dilakukan penilaian dengan menggunakan metode RAPPAM. Hasil penelitian dengan menggunakan metode RAPPAM menunjukkan bahwa kawasan Cagar Alam Padang Luway memiliki nilai biologis maupun ekonomis tinggi tetapi kawasan ini belum dikelola secara efektif. Strategi yang dihasilkan RAPPAM lebih sesuai untuk kebijakan nasional, Untuk dapat diaplikasikan di tingkat kawasan konservasi masih dibutuhkan analisis lanjutan berdasarkan kondisi masing-masing kawasan sehingga diperoleh suatu strategi yang menjawab kebutuhan lokal kawasan tapi tetap dalam kerangka kebijakan nasional.Pengelolaan Cagar Alam Padang Luway mempunyai potensi alam yang besar untuk penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan konservasi alam, penyerapan dan penyimpanan karbon, serta pemanfaatan sumber plasma nutfah untuk penunjang budidaya,  akan tetapi belum termanfaatkan secara optimal.  Kegiatan prioritas tersebut adalah memberikan kesempatan kepada semua pihak (stakeholders) di dalam menjaga keberadaan Cagar Alam Padang Luway untuk kepentingan semua pihak serta meningkatkan keterpaduan pengelolaan dengan kerjasama kemitraan dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya konservasi sumber daya alam.
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI PEMBIBITAN BUAH DURIAN LOKAL (Durio zibethinus L.) PADA TINGKAT KELOMPOK TANI KECAMATAN BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT Abdul Kholik Hidayah, dan Puji Astuti, Meri Febriati,
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2592

Abstract

Analisis Finansial Usahatani Pembibitan Buah Durian Lokal (Durio zibethinus L.) Pada Tingkat Kelompok Tani Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Tujuan Penelitian ini adalah  (1) Untuk mengetahui tahapan usaha pembibitan buah Durian lokal yang diusahakan oleh masyarakat di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat; (2) Untuk mengetahui kelayakan finansial usaha pembibitan Durian lokal di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat.Objek penelitian ini adalah petani di Kampung Ombau Asa dan Geleo Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur, khususnya menyangkut pengelolaan, biaya produksi, produksi dan pendapatannya serta permasalahan yang ada.Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, dimulai Bulan Maret sampai dengan Bulan Mei 2014, dengan metode sensus kelompok tani di Kampung Ombau Asa dan Geleo Asa, dimana semua bibit tanaman sebanyak 110.000 bibit sebagai objek penelitian yang terdapat di pembibitan pada Kampung Ombau Asa dan Geleo Asa Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat.Analisis kelayakan finansial pada usaha pembibitan Durian Lokal di Kampung Ombau Asa dan Geleo Asa Kecamatan Barong Tongkok, menunjukan total biaya produksi sebesar Rp. 38.330.000, sedangkan penerimaan sebesar Rp. 150.000.000, dan keuntungan sebesar Rp. 111.670.000.Usahatani pembibitan Buah Durian Lokal di Kampung Ombau Asa dan Geleo Asa layak diusahakan. B/C rasio yang diperoleh sebesar 3,91, produktivitas produksi lebih besar dari BEP produksi yaitu 110.000 bibit > 5.679 bibit dan harga yang diterima oleh pemilik pembibitan lebih besar dari BEP harga yaitu Rp. 2.000 > Rp.348,45.