cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
ISSN : 19793472     EISSN : 25805223     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER" : 15 Documents clear
ATTITUDE AND OBSTACLES OF SOCIAL SCIENCE EDUCATION STUDENTS IN PEKANBARU CITY IN FOLLOWING ONLINE LEARNING Primahardani, Indra; Isjoni, M. Yogi Riyantama
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i1

Abstract

Online teaching and learning activities can be identified as synchronous and asynchronous learning. This forces every education stakeholder to continue to provide innovation in reducing the impact of learning loss during the COVID-19 pandemic. The research was designed in quantitative descriptive using questionnaire and described in the tables and diagrams forms of survey research method. The population was all students of Social Studies Education of Riau University, Sultan Syarif Kasim State Islamic University, and Riau Islamic University. The research sample was chosen by using a Stratified Random Sampling Technique approach, with 15% of the active students. It was shown that the average score of Social Studies Education students on the three attitude indicators was in the response > 50%, indicating that the attitude of Social Studies Education students participating in online learning in Pekanbaru city was quite good even though there were still obstacles in the learning process. Abstrak: Kegiatan belajar mengajar secara online dapat diidentifikasi sebagai pembelajaran sinkron dan asinkron. Hal ini memaksa setiap stakeholder Pendidikan terus memberikan inovasi dalam mengurangi dampak learning loss selama pandemi COVID-19. Desain penelitian berbentuk kuantitatif guna memberikan jawaban terhadap maksud penelitian dan dijabarkan secara deskriptif dalam bentuk tabel dan diagram. Metode penelitian yang dilakukan yakni dalam bentuk. Tanggapan terhadap angket diidentifikasi sesuai 4 tingkatan Skala Likert. Populasi adalah seluruh mahasiswa Pendidikan IPS di Universitas Riau, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim, dan Universitas Islam Riau. Penyampelan dilakukan melalui pendekatan Stratified Random Sampling Technique, di mana dipilih sebanyak 15% dari mahasiswa aktif semester genap. Secara keseluruhan skor rata-rata mahasiswa Pendidikan IPS terhadap tiga indikator sikap yakni berada pada respon >50%, maka sikap mahasiswa Pendidikan IPS di Kota Pekanbaru selama mengikuti pembelajaran online tergolong baik walaupun masih ditemui hambatan baik dalam bentuk keterbatasan jaringan internet maupun kesulitan memahami materi dalam proses pembelajaran.
PLAY-BASED LEARNING FOR CREATING FUN LANGUAGE CLASSROOM Suwastini, Ni Komang Arie; Puspawati, Ni Wayan Nilam; Nitiasih, Putu Kerti; Adnyani, Ni Luh Putu Sri; Rusnalasari, Zulidyana Dwi
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i6

Abstract

Playing is essential for children. Thus, play-based learning has been argued to create engaging learning. Employing literature review research from George, this study aims to provide a comprehensive review of play-based learning, the types of play-based learning, and their strengths and weaknesses for language learning. The data sources were previous studies published from 2015-2020 in reputable international journals and accredited national journals indexed by Sinta and other relevant sources. Play-based learning can be categorized into three types: child-directed play that results in involuntary creative learning; teacher-directed play, which allows teachers to set up more structured plays; and mutually-directed play, which combines both types of play to provide maximum benefits for both teachers and children. It implies that teachers should select the type of play that suits the children's needs, situation, and learning objectives when choosing to implement play-based learning. Abstrak: Bermain sangat penting bagi anak-anak sehingga pembelajaran berbasis bermain dianggap sebagai pembelajaran yang menarik. Dengan menerapkan model Kajian Pustaka dari George, penelitian ini bertujuan untuk menyajikan paparan komprehensif mengenai pembelajaran berbasis permainan, jenis-jenisnya, serta keunggulan dan kelemahannya untuk pembelajaran bahasa. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil penelitian-penelitian yang diterbitkan pada 2014-2020 di jurnal internasional bereputasi atau jurnal nasional terakreditasi Sinta, serta sumber lain yang relevan. Pembelajaran berbasis permainan dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis. Pertama, permainan bebas yang diarahkan anak-anak, yang menghasilkan pembelajaran bahasa spontan dan kreatif tanpa campur tangan guru. Kedua, permainan yang diarahkan guru, yang memungkinkan pembelajaran yang lebih terstruktur dengan arahan guru. Ketiga, permainan kolaborasi yang memberikan manfaat yang maksimal karena baik guru maupun anak-anak merencanakan permainan tersebut. Bagaimanapun, dalam memilih jenis permainan yang akan digunakan, guru diharapkan mempertimbangkan kekuatan dan keterbatasan masing-masing jenis permainan berdasarkan kebutuhan, situasi, dan tujuan pembelajaran anak.
BARRIERS AND PROSPECTS OF LMS APPLICATION IN ISLAMIC HIGHER EDUCATION Nur, Nur Aliyah; Aminah, Aminah; Amir, Reski; Ardin, Hardiani
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i4

Abstract

The study aimed at finding out the students' access and ease with technology, as well as the barriers and prospects of using the Learning Management System (LMS) at Institut Parahikma Indonesia (IPI). An explanatory sequential mixed method was used in this study. There were 16 students from English Education Department and four lecturers selected using the purposive sampling technique. The instruments were a questionnaire and an in-depth interview. The results revealed that the students' access was well-versed in technology and felt at ease utilizing the LMS. Students' and lecturers' common barriers were insufficient bandwidth connections and a lack of personal time management, while their common prospects were enhanced infrastructure and internet connections, and large capacity in LMS for uploading data, lack of training for students, incompatible features in particular assignments, and a limited budget for internet usage. Meanwhile, students' prospects were LMS application on Google Play, direct assignment notification via SMS, and feedback from lecturers. In contrast, the lecturers' prospects were that all IPI materials should be accessible in LMS. Therefore, the institution needs to provide LMS training for the students, evaluate the lecturers, and enhance the capacity of the bandwidth connection. Moreover, the LMS features should be upgraded to maximize the functions. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akses dan kemudahan mahasiswa terhadap teknologi, serta hambatan dan prospek penggunaan Learning Management System (LMS) di Institut Parahikma Indonesia (IPI). Metode campuran sekuensial penjelas digunakan dalam penelitian ini. Ada 16 mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan empat dosen yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akses siswa fasih dalam teknologi dan merasa nyaman memanfaatkan LMS. Hambatan umum mahasiswa dan dosen adalah koneksi bandwidth yang tidak mencukupi dan kurangnya manajemen waktu pribadi, sementara prospek umum mereka adalah peningkatan infrastruktur dan koneksi internet, dan kapasitas besar di LMS untuk mengunggah data, kurangnya pelatihan untuk mahasiswa, fitur yang tidak kompatibel dalam tugas tertentu , dan anggaran terbatas untuk penggunaan internet. Sedangkan prospek mahasiswa adalah aplikasi LMS di Google Play, notifikasi tugas langsung melalui SMS, dan feedback dari dosen. Sebaliknya, prospek dosen adalah bahwa semua materi IPI harus dapat diakses di LMS. Oleh karena itu, institusi perlu memberikan pelatihan LMS kepada mahasiswa, mengevaluasi dosen, dan meningkatkan kapasitas koneksi bandwidth. Selain itu, fitur LMS harus ditingkatkan untuk memaksimalkan fungsi.
ENTREPRENEURIAL COMPETENCE: THE PERCEPTIONS OF SCHOOL PRINCIPALS IN SECONDARY EDUCATION AND ITS IMPACT ON ENTREPRENEURSHIP EDUCATION Faridah, Faridah; Ansar, Ansar
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i2

Abstract

This study explores perceptions of school principals in secondary education about entrepreneurial competence, and how these perceptions affect the development of entrepreneurship education in schools. Using a qualitative approach, interviews were conducted with four principals, two high schools and two vocational schools. The results showed that the principals’ understanding of entrepreneurial competence concerned developing business units for school income. There were differences between the high school and vocational school principals’ perceptions of entrepreneurship education. In vocational schools, the focus was more on developing school production units, while in high schools, the entrepreneurship education was the addition to the local content curriculum through craftsmanship teaching to students. The study found that the schools have limited resources to enhance knowledge to put entrepreneurship education into practice. Entrepreneurship education was viewed as difficult to develop in general schools due to the high school curriculum that focused on academic knowledge, where, there is no subject directly related to entrepreneurship. Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi kepala sekolah pada jenjang Pendidikan menengah atas dan bagaimana persepsi tersebut berdampak terhadap kurikulum Pendidikan kewirausahaan di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Informan yang diwawancarai adalah 4 kepala sekolah, 2 kepala SMA, dan 2 kepala SMK. Pemilihan kepala sekolah dilakukan berdasarkan jenis sekolah, SMA dan SMK. Hasil penelitian menunjukkan persepsi kepala sekolah tentang kompetensi kewirausahaan adalah tentang pengembangan unit bisnis sebagai sumber pendapatan sekolah. Terdapat perbedaan antara SMA dan SMK tentang pendidikan kewirausahaan. Di jenjang SMK, sekolah lebih fokus pada pengembangaan unit produksi dalam pengembangan kewirausahaan sekolah, sedangkan di jenjang SMA, pendidikan kewirausahaan dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal dengan mengajarkan mata pelajaran prakarya pada peserta didik. Pendidikan Kewirausahaan juga dirasakan agak sulit untuk dikembangkan di SMA karena karakteristik kurikulum SMA yang dianggap lebih fokus pada pembelajaran yang sifatnya akademik, dan tidak adanya mata pelajaran khusus yang terkait langsung dengan kewirausahaan.
INTERNALIZATION OF RELIGIOUS MODERATION PRINCIPLES IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL EDUCATION OF TAHFIZUL QUR’AN IN SOUTH SULAWESI Rosmini, Rosmini; Janna, Sitti Riadil; Amin, Muh. Taufiq
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i3

Abstract

This study aims to describe the internalization of religious moderation principles in Islamic boarding school education of Tahfizul Qur’an in South Sulawesi in four districts as research objects, namely Makassar City, Maros, Gowa, and Jeneponto regencies. This study used a phenomenological approach with data collection methods using interviews and Focus Group Discussion. The data were analyzed inductively by presenting meaning, uniqueness, and phenomena. The results of this study indicated that religious moderation in Islamic boarding school education of Tahfizul Qur’an in South-Sulawesi was internalized in two aspects. First, the aspect of the learning process included the formulation of tahfiz material based on the convenience principle starting from memorizing chapter 30 based on curriculum using level, quality, and time. In addition, religious moderation was also internalized in the tahfiz method and evaluation. Second, Islamic boarding schools' mentoring process included giving attention, exemplary, habituation, reward, punishment, controlling, and monitoring. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan internalisasi prinsip moderasi beragama dalam pendidikan pesantren Tahfizul Qur’an di Sulawesi Selatan di empat kabupaten sebagai objek penelitian, yaitu Kabupaten Kota Makassar, Maros, Gowa, dan Jeneponto. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis dengan metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan Focus Group Discussion. Data dianalisis secara induktif dengan menyajikan makna, keunikan, dan fenomena. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa moderasi beragama dalam pendidikan pondok pesantren Tahfizul Qur’an di Sulawesi Selatan terinternalisasi dalam dua aspek. Pertama, aspek proses pembelajaran meliputi perumusan materi tahfiz berdasarkan asas kemudahan mulai dari hafalan bab 30 berdasarkan kurikulum dengan menggunakan tingkatan, kualitas, dan waktu. Selain itu, moderasi beragama juga diinternalisasikan dalam metode dan evaluasi tahfiz. Kedua, proses pendampingan pondok pesantren meliputi pemberian perhatian, keteladanan, pembiasaan, penghargaan, hukuman, pengendalian, dan pengawasan.
PERAN BUDAYA PERGURUAN TINGGI DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONAL DOSEN MELALUI PENDIDIKAN MODERASI AGAMA (STUDI KASUS ORGANISASI MAHASISWA DI INSTITUT ISLAM NEGARA BONE, INDONESIA) Awaluddin, A. Fajar; Mahmud, Bonita
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i7

Abstract

This study aims to examine the role of higher education culture in developing the lecturers' professionalism in religious moderation education and the way religious moderation education help lecturers overcome conflicts of differences in student organizations. This research used a case study method. The subjects were 9 lecturers and 2 students at IAIN Bone. The instruments used were observation, documentation, and interview guidelines. The data were analyzed using Miles and Huberman’s analysis data. The result indicated that the educational culture practices of higher education that contribute to the professional development of lecturers were implemented in the management of institutions and their environment, learning facilities, and relations between lecturers. Religious moderation education could also help lecturers minimize differences in conflicts in each student organization in higher education. Therefore, this research implied that this role is worth learning and disseminating in various universities in Indonesia. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran budaya perguruan tinggi dalam mengembangkan profesionalisme dosen dalam pendidikan moderasi beragama dan cara pendidikan moderasi beragama membantu dosen mengatasi konflik perbedaan dalam organisasi kemahasiswaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus. Subyek penelitian adalah 9 orang dosen dan 2 orang mahasiswa IAIN Bone. Instrumen yang digunakan adalah observasi, dokumentasi, dan pedoman wawancara. Data dianalisis menggunakan data analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik budaya pendidikan perguruan tinggi yang berkontribusi pada pengembangan profesional dosen diimplementasikan dalam pengelolaan lembaga dan lingkungannya, fasilitas pembelajaran, dan hubungan antar dosen. Pendidikan moderasi beragama juga dapat membantu dosen meminimalisir perbedaan konflik di masing-masing organisasi kemahasiswaan di perguruan tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini menyiratkan bahwa peran tersebut layak untuk dipelajari dan disebarluaskan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
IMPLEMENTATION OF SIKOLA AMMA BAPA TO IMPROVE POSITIVE PARENTING COMPETENCE FOR ISLAMIC ACTIVISTS Damayanti, Eka; Rusydi Rasyid, Muhammad
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/10.24252/lp.2022v25n2i8

Abstract

Violence against children continues to increase and needs the appropriate prevention for families who are vulnerable to get violence. This service research applied the treatment of the educational model in the form of Sikola Amma Bapa to the parents or caregivers to get positive parenting competencies. This research was conducted in Gowa Regency for six months, from March to August 2020, where 15 samples were selected with purposive sampling techniques. The data collection instrument used was a parenting competency scale, adapted from the Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) by McCaffrey and was added by some specific parenting competency items based on the Sikola Amma Bapa module. Pre- and post-test data were evaluated using inferential analysis of paired sample t-tests. The results showed that the application of Sikola Amma Bapa became effective. The model can increase the competence of care for Islamic activists in assisting vulnerable families who get violent in the Gowa regency as proven by p = 0.000 (p 0.001). The data showed a very significant difference between the pre-test and the post-test; the average after-treatment (post-test value) is 143.6667, which is higher than the treatment (pre-test value) of 107.0067. Abstrak: Kekerasan pada anak terus mengalami peningkatan sehingga diperlukan pencegahan secara tepat yang menyasar keluarga yang rentan kekerasan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan perlakuan model pendidikan dalam bentuk Sikola Amma Bapa bagi orangtua/pengasuh agar membentuk kompetensi pengasuhan positif. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gowa selama enam bulan dengan melibatkan sampel sebanyak 15 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa skala kompetensi pengasuhan yang diadaptasi dari Mindfulness in Parenting Questionnaire (MIPQ) dari McCaffrey dengan menambahkan item kompetensi pengasuhan secara spesifik yang sesuai dengan modul Sikola Amma Bapa. Data dianalisis menggunakan analisis inferensial paired sample t-test dengan bantuan komputerisasi. Hasil dalam penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sikola Amma Bapa dapat meningkatkan kompetensi pengasuhan pada aktivis Islam dalam mendampingi keluarga yang rentan kekerasan di Kabupaten Gowa. Hal itu dibuktikan dari nilai p = 0.000 (p < 0.001) menunjukkan ada perbedaan sangat signifikan nilai sebelum dan setelah perlakuan dimana rata-rata nilai setelah perlakuan sebesar 143,6667 lebih tinggi dibanding nilai sebelum perlakuan sebesar 107,0067.
THE TRANSFORMATION OF ISLAMIC EDUCATION AND THE GLOBAL FUTURE CHALLENGES OF ISLAMIC HIGHER EDUCATION IN INDONESIA Marjuni, Marjuni
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i5

Abstract

This study aims to reveal the global challenges encountered by Islamic higher education in Indonesia and the transformation of Islamic Education in the era of globalization, namely the digital era and the industrial revolution 4.0. This research employs a qualitative method using a sociological approach. The data were obtained through interviews with lecturers and practitioners of Islamic Education at the Faculty of Education and Teacher Training at Alauddin State Islamic University of Makassar (UIN Alauddin Makassar). The findings of this study revealed that Islamic Education is urgently needed by the community in the midst of advances in science and technology. Islamic Education is viewed as an educational paradigm that can prevent modern society from being trapped in a value shock or culture shock. Transforming Islamic Education's principles and values is critical in countering the current and future global challenges. This study gives insights on the development of Islamic knowledge and the development of community-based human resources, particularly on the integration of Islamic teachings into general studies. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap tantangan global yang dihadapi perguruan tinggi Islam di Indonesia dan transformasi Pendidikan Islam di era globalisasi yaitu era digital dan revolusi industri 4.0. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara dengan dosen dan praktisi Pendidikan Agama Islam pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UIN Alauddin Makassar). Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa Pendidikan Agama Islam sangat dibutuhkan oleh masyarakat di tengah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan Islam dipandang sebagai paradigma pendidikan yang dapat menghindarkan masyarakat modern agar tidak terjebak dalam kejutan nilai (value shock) atau kejutan budaya (culture shock). Transformasi prinsip-prinsip dan nilai-nilai Pendidikan Islam sangat penting dalam menghadapi tantangan global saat ini dan masa depan. Penelitian ini menambah wawasan mengenai perkembangan ilmu keislaman dan perkembangan sumber daya manusia yang berbasis masyarakat khususnya dalam integrasi ajaran Islam ke dalam studi umum.
KNOWLEDGE ISLAMIZATION MODEL OF ISMA'IL RAJI AL FARUQI'S PERSPECTIVES FACING THE EDUCATION CHALLENGES IN THE 21st CENTURY Edison, Edison; Anwar, Abu; Mamla Saidah, Elbina
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i9

Abstract

This study aims to compile the work steps of the Islamization of science based on the Islamization model formulated by Isma'il Raji Al Faruqi. This qualitative approach research uses literature study method. This study identifies unhealthy symptoms in the aspects of scientific jurisprudence among Muslims who have not shown symptoms of recovery even in the 21st century. The results of the analysis then prompted the prioritization of the work plan for the Islamization of science in accordance with the ideas of Isma'il Raji Al Faruqi. The work plan begins with strengthening the five principle of unity and focuses on Islamization with a scientific integration model in the five fields of science, namely religious studies, educational management, research methodology, politics, and economics. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menyusun langkah-langkah kerja Islamisasi ilmu pengetahuan berdasarkan model Islamisasi yang dirumuskan oleh Isma’il Raji Al Faruqi. Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini menggunakan metode studi literatur. Penelitian ini mengidentifikasi gejala tidak sehat dalam aspek fikrah keilmuan di kalangan umat Islam yang belum menunjukkan gejala kepulihan bahkan hingga abad 21 ini. Hasil analisis tersebut kemudian mendorong penetapan prioritas rencana kerja Islamisasi ilmu pengetahuan sesuai dengan gagasan Isma’il Raji Al Faruqi. Rencana kerja tersebut dimulai dengan penguatan prinsip panca kesatuan dan fokus melakukan Islamisasi dengan model integrasi keilmuan pada lima bidang ilmu pengetahuan yakni studi agama, manajemen pendidikan, metodologi penelitian, politik, dan ekonomi.
DEVELOPMENT OF STORY-BASED TEACHING MATERIALS FOR ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION COURSES Ondeng, Syarifuddin; Larissa, Dea; Rahman, Ananda Fathur; Bahraeni, Bahraeni; Usman, Usman
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 25 No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2022v25n2i10

Abstract

The dissemination of the development of story-based teaching materials at the University of West Sulawesi was carried out with a 4D model. The data were obtained based on student learning outcomes and student and lecturer responses. The profile of teaching materials consists of: (a) basic competencies, (b) indicators, (c) objectives, (d) concept maps, (e) materials, equipped with stories of each subject, (f) formative tests, and ( g) bibliography. The effectiveness test was declared complete individually and classically. The normalized gain value is included in the medium category with a value of 0.55 and the level of practicality through the lecturer's response is very good with a value of 3.58 and the student category is very good with a score of 3.64. Abstrak: Dilakukan desimasi pengembangan bahan ajar berbasis kisah di Universitas Sulawesi Barat dengan model 4D. Data diperoleh berdasarkan hasil belajar mahasiswa dan respon mahasiswa dan dosen. Profil bahan ajar terdiri terdiri atas: (a) kompetensi dasar, (b) indikator, (c) tujuan, (d) peta konsep, (e) materi, dilengkapi kisah masing-masing pokok bahasan, (f) test formatif, dan (g) daftar pustaka. Uji keefektifan dinyatakan tuntas secara individual maupun secara klasikal. Nilai Gain Ternormalisasi termasuk dalam kategori sedang dengan nilai 0.55 dan tingkat kepraktisan melalui respon dosen sangat baik dengan nilai 3.58 dan mahasiswa kategori sangat baik nilai 3.64.

Page 1 of 2 | Total Record : 15