cover
Contact Name
subehan khalik
Contact Email
subehan.khalik@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
aldaulah@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
AL-Daulah
ISSN : 2303050x     EISSN : 25805797     DOI : -
Core Subject : Social,
Al Daulah : Jurnal Hukum Pidana dan Ketatanegaraan (Al-Daulah : Journal of Criminal Law and Constitution) focuses on areas in Islamic Criminal and Constitution Law.
Arjuna Subject : -
Articles 251 Documents
KEBIJAKAN HUKUM PIDANA DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA KORUPSI Alsabah, Andi Febriansyah
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 6 No 1 (2017): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v6i1.4875

Abstract

Sebagai Negara yang berdaulat, Indonesia memiliki cita-cita yang mulia yaitu menciptakan kesejahteraan umum yang merupakan landasan utama bagi setiap pengambilan kebijakan, termasuk kebijakan legislatif untuk terus berupaya meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang merupakan hak konstitusional setiap warga negara Indonesia. Namun demikian, cita-cita tersebut dapat terhambat oleh tindakan korupsi yang berkembang sangat cepat, bahkan merusak sendi-sendi kehidupan bangsa, dan tidak hanya merugikan keuangan atau perekonomian negara, tetapi merusak perekonomian rakyat, serta menjadi ancaman bagi stabilitas Nasional dan internasional. Untuk itu diperlukan kebijakan hukum pidana khususnya mengenai tindak pidana korupsi, karena itu permasalahan difokuskan pada dua hal pokok yaitu bagaimana kebijakan hukum tindak pidana korupsi dalam perundang-undangan yang berlaku saat ini dan yang akan datang. Tujuan penelitian adalah menganalisa kebijakan hukum pidana yang berkaitan dengan pemberantasan tindak pidana korupsi saat ini serta untuk mengetahui dan menganalisa mengenai kebijakan formulasi yang harus dilakukan dalam rangka pemberantasan tindak pidana korupsi yang akan datang. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif, dengan mengkonsepsikan hukum sebagai kaidah norma yang merupakan patokan prilaku manusia, dengan menekankan pada sumber data sekunder yang dikumpulkan dari sumber primer yaitu perundang-undangan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa kebijakan hukum pidana dalam pemberantasan tindak pidana korupsi masih terdapat beberapa kelemahan, sehingga diperlukan pembaharuan dengan menekankan rumusan tindak pidana pada unsur “merugikan negara”. Mengingat perkembangan korupsi semakin cepat dari tahun ke tahun, maka Konsep KUHP dirasakan sebagai kebijakan hukum pidana yang tepat bagi penanggulangan tindak pidana korupsi yang akan datang.
Etika Makan dan Minum dalam Pandangan Syariah Sohrah, Sohrah
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 5 No 1 (2016): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v5i1.1439

Abstract

Aktivitas makan dan minum merupakan hal urgen bagi manusia yang setiap hari dilakukan secara berulang-ulang. Terkait adab makan dan minum merupakan kebiasaan alamiah dalam kehidupan yang sangat bermanfaat  bagi  kelangsungan  hidup  manusia.  Hal  ini  pula  telah diatur oleh syariat tentang variasi serta asupan makanan dan minuman, termasuk kebersihan makanan dan minuman serta kebiasaan atau adab makan dan minum dan sebagainya. Atas dasar tersebut, maka praktik makan dan minum mestinya dilakukan secara benar  dan  sesuai  dengan  syariat  Islam,  baik  dilakukan  sendiri, bersama keluarga ataupun dengan teman atau orang lain. Menjaga kebersihan anggota badan termasuk mencuci tangan sebelum  makan atau minum, tidak makan  secara  berlebih-lebihan hingga kekenyangan, begitu pula tidak makan dan minum sambil berdiri merupakan adab makan dan minum yang telah dikenal dalam ajaran Islam. Meskipun demikian, adab makan dan minum tersebut seringkali terabaikan bahkan terkadang hampir tidak lagi dilakukan. Dari sudut syariat Islam, makan dan minum sebagai kebutuhan manusia adalah perbuatan mubah. Akan tetapi, syariat yang mulia ini tetap memberi aturan atau tata cara sebagaimana lazimnya perkara- perkara lain.
Penetrasi Meraih Kesuksesan Dengan Metode Titah Al-qur’an Abdullah, Dudung
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 4 No 2 (2015): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v4i2.1484

Abstract

Al-Qur’an berulang kali memberikan motivasi kepada seluruh manusia terutama kepada orang-orang mukmin untuk meraih kesuksesan (al-falah). Cara meraih kesuksesan tersebut, Al-Quran menegaskan dengan titahnya berupa usaha dan langkah-langkah yang harus ditempuh oleh manusia yang ingin sukses di dunia dan di akhirat. Usaha dan langkah tersebut secara umum berupa perintah untuk beriman, beribadah, dan berbuat kebajikan. Semua itu dijalani dengan penuh kesungguhan dan kesabaran.
Misi Emansipatoris Alqur’an dalam Relasi Seksualitas Antara Majikan dan Budak Perempuan Rosmini, Rosmini
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 4 No 1 (2015): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v4i1.1511

Abstract

The Qur'an was revealed during the oppression of man by man more institutionalized in the form of slavery. This institution fostered and developed by international public civilization in a variety of ways in which the war became a major facility in the preservation of slavery in addition to other facilities. Among of the them are human trafficking because of poverty, slave inheritance itself and by other means inhumane. In this context,  the Qur’an’s transformative declaration in restoring human status of slaves should be appreciated including the concept of Qur'an in managing sexuality relations between male employer and female slaves. Emancipatory movement of the Qur'an in this case implementated by positioning  the women slave as part of a marginal women community who able to accompany the life of a man in a "married" or "marry her" with the believer independent men (mukmin).
PERKEMBANGAN FIQH PADA ERA MODERN SERTA PARA TOKOHNYA Azman, Azman
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 6 No 1 (2017): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v6i1.4865

Abstract

Penulisan ini membahas tentang Perkembangan Fiqh Pada Era Modern Serta Para Tokohnya dimana pada perkembangan fiqh ini meliputi Periodesasi Perkembangan Sejarah Sosologi Hukum Islam, Modernisme menuju rasionalisasi ajaran islam, Faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya kelompok modernis, Karakteristik kelompok modernis, Kondisi hukum Islam masa kini, System mempelajari fiqih modern, Tokoh-Tokoh Tajdjid (Pembaru) Islam, Kondisi Umat Islam Di Negara-Negara Minoritas Muslim Pada Periode Moder, Aplikasi metodologi Fiqih Realitas dalam kasus Fiqih Kontempore, dan Biaya hidup dalam keluarga Modern. Gerakan ini merupakan aliran dalam Islam yang pola pikir sesuai dengan perkembangan modern. Modernisme Islam adalah gerakan untuk mengadaptasi ajaran Islam kepada pemikiran dan kelembagaan modern. Modernis dalam bahasa Arab sering diasosiasikan dengan istilah tajdid, yang diartikan pembaharuan. Tokohnya disebut mujaddid, berarti pembaharu.
JUAL BELI SECARA ONLINE MENURUT PANDANGAN HUKUM ISLAM Salim, Munir
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 6 No 2 (2017): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v6i2.4890

Abstract

Penggunaan teknologi modern (seperti komputer atau telepon genggam) sebagai alat bantu guna memperlancar kegiatan usaha jual beli merupakan salah satu strategi pemasaran yang sangat menguntungkan. Di era digital sekarang ini terdapat banyak transaksi perdagangan melalui dunia maya (online atau via internet), sehingga antara penjual dan pembeli tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.  Dahulu, pada masa belum ditemukannya teknologi internet apabila seseorang bermaksud membeli suatu barang maka ia akan mendatangi tempat dimana barang itu dijual, pembeli dapat memeriksa secara langsung kondisi barang yang ia inginkan kemudian terjadi tawar menawar antara pembeli dan penjual, apabila tercapai kesepakatan antara penjual dan pembeli barulah terjadi serah terima uang dan barang. Proses jual beli konvensional inilah yang diatur dalam fiqh muamalah, yang mensyaratkan adanya empat hal yaitu Sighat al’aqd (ijab qabul), Mahallul ‘aqd (obyek perjanjian / barang), Al’aqidaian (para pihak yang melaksanakan isi perjanjian) dan Maudhu’ul’aqd (tujuan perjanjian). Dalam sighat al’aqd (ijab qabul) dilaksanakan dengan ucapan lisan, tulisan atau isyarat bagi mereka yang tidak mampu berbicara atau menulis. Bahkan dapat dilaksanakan dengan perbuatan (fi’li) yang menunjukkan kerelaan kedua belah pihak untuk melakukan suatu perjanjian (jual beli) yang umumnya dikenal dengan al mu’athah. Mahallul ‘aqd mensyaratkan obyek atau barang yang diperjanjikan sudah ada nyata, dapat diserahkan ketika terjadi kesepakatan serta bukan barang yang dilarang menurut syara’. Al’aqidaian adalah para pihak yang melaksanakan isi perjanjian haruslah memenuhi syarat seperti aqil baligh, berakal, sehat, dewasa/bukan mumayyid dan cakap hukum. Sedangkan maudhu’ul ‘aqd berarti yang menjadi tujuan dibuatnya perjanjian (jual beli) yakni penjual menyerahkan barang atau jasa sedangkan pembeli menyerahkan sejumlah uang
Sejarah Perkembangan Ilmu Falak Alimuddin, Alimuddin
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 2 No 2 (2013): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v2i2.1475

Abstract

Awal mulanya, peradaban India, Persia dan Yunani adalah peradaban yang punya kedudukan istimewa. Dari tiga peradaban inilah secara khusus muncul dan lahirnya per- adaban falak Arab (Islam), di samping peradaban lainnya. Peradaban India adalah yang terkuat dalam pengaruhnya terhadap Islam (Arab). Dalam melihat perkembangan ilmu  Falak secara historis, dapat diperiodesasikan menjadi Ilmu  Falak sebelum Islam, ilmu Falak dalam peradaban Islam, ilmu Falak dalam peradaban Eropa dan ilmu Falak di Indonesia
Money Politic pada Pemilu Legislatif Tahun 2014 di Kabupaten Gowa Rahmatiah, Rahmatiah
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 3 No 2 (2014): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v3i2.1510

Abstract

Para  calon  wakil  rakyat  hanya  merakyat  pada  saat  masa kampanye saja. Pendekatan yang biasanya dilakukan untuk mengambil hati rakyat, khususnya ketika menjelang pen- coblosan di bilik suara ialah “money politic”. Akan tetapi, para calon wakil rakyat tidak dapat sepenuhnya disalahkan dalam kasus tersebut. Masyarakat idealnya dapat berfikir lebih pintar dan logis dalam menyikapi fenomena tersebut. Karena pemilu merupakan kegiatan seseorang atau kelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik, antara lain dengan jalan memilih wakil rakyat secara langsung berdasarkan keputusan  ideal  dan  rasional  tanpa  intervensi  materi  atau money politik. 
MANUSIA DAN PAEDAGOGIK Telaah atas Manusia sebagai Subjek dan Objek Pendidikan fathani, hamzah
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 5 No 2 (2016): (December)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v5i2.4852

Abstract

Esensi paedagogik adalah pendidikan yang dilakukan manusia terhadap manusia lainnya dengan menggunakan berbagai perangkat yang relevan agar terjadi perubahan pada diri objek didik ke arah yang lebih baik. Kegiatan pendidikan hanya dapat dilakukan manusia, sedangkan makhluk lainnya berupa hewan tidak memungkinkan terlibat di dalamnya, baik sebagai objek terlebih lagi sebagai subjek. Dikatakan demikian sebab pendidikan tidak sebatas melibatkan potensi fisik, melainkan pula psikhisnya. Secara psikologis, manusia memiliki akal pikiran, perasaan, dan nafsu, dengan potensi tersebut menjadi modal yang sangat besar untuk menjalankan kegiatan pendidikan. Potensi itu tidak dimiliki oleh hewan yang menyebabkan terhalang untuk terlibat dalam kegiatan pendidikan. Mamang manusia dan hewan keduanya memiliki nafsu, namun berbeda satu sama lain. Nafsu hewan sebatas mendorong untuk memenuhi kebutuhan biologisnya seperti makan, minum, hubungan seksual, dan menghindar dari gangguan, sedangkan nafsu manusia sangat kompleks, mulai yang bersifat buruk sampai yang bersifat sangat mulia yakni dorongan untuk berhubungan dengan Tuhan. Tulisan ini memaparkan tentang penyebutan “manusia makhluk paedagogik”, keragaman pandangan tentang potensi manusia, dan pentingnya pendidikan bagi manusia. Dengan mengetahui hal tersebut, dapat dipahami salah satu fungsi manusia di muka bumi, yakni sebagai makhluk paedagogik
Orientalis dan Tokoh Islam yang Terkontaminasi dengan Pemikiran Orientalis dalam Penafsiran Al-qur’an Noor, Noer Huda
Al-Daulah : Journal of Criminal Law and State Administration Law Vol 2 No 1 (2013): (June)
Publisher : Jurusan Hukum Tatanegara Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ad.v2i1.1425

Abstract

Kaum orientalis yang senantiasa berusaha untuk mempelajari seluruh yang ada di negara belahan timur, pada akhirnya tidak hanya menjadi peneliti dan mencari ilmu tentang Timur khususnya Islam, tetapi sekaligus untuk menguasai dan menaklukkan   secara   fisik   maupun   yang   non   fisik   seperti ekonomi dan ideologi. Konotasi orientalis  bagi bangsa Timur adalah negative, namun dalam kenyataannya juga ada yang positif dan memberi manfaat bahkan ada yang memeluk Islam.