cover
Contact Name
Nur Arifin
Contact Email
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
diskursus@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Diskursus Islam
ISSN : 23385537     EISSN : 26227223     DOI : -
Jurnal Diskursus Islam adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Pascasarjana UIN Alauddin Makassar yang merefleksikan diri sebagai wadah akademik untuk publikasi artikel ilmiah. Jurnal ini menfokuskan pada kajian/studi islam dalam berbagai aspeknya yang diharapkan dapat memberi referensi bagi pembaca dalam pengembangan wawasan akademik dan keilmuan.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 (2017): April" : 7 Documents clear
PERGOLAKAN ANTARA KEPENTINGAN DAKWAH DENGAN KEPENTINGAN POLITIK DALAM PERJUANGAN PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) DI SULAWESI TENGGARA Iyatna Supriatna; Muliaty Amin; Usman Jasad
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.6787

Abstract

Tulisan ini akan mengurai tentang pergolakan antara kepentingan dakwah dengan kepentingan politik dalam perjuangan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian bertempat di Kota Kendari Sulawesi Tenggara yaitu strategi dakwah PKS di kota Kendari, Kab.Muna dan Anggota legislatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan normatif, dakwah, komunikasi dan pendekatan sosiologis. Sumber data primer berasal dari hasil wawancara peneliti dengan pengurus inti Partai Keadilan Sejahtera di Kota Kendari yakni ketua umum dan sekretaris umum, dan ketua bidang dakwah DPW Sulawesi Tenggara, sekretaris DPD PKS Kab.Muna dan anggota legislatif, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta dokumentasi mengenai pelatihan yang pernah diikuti oleh para kader. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan instrumen masing-masing sesuai metodenya. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data diuji keabsahannya dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan Kepentingan dakwah dan politik dalam perjuangan PKS di Sulawesi Tenggara bukanlah menjadi persoalan yang berarti karena para kader terutama yang menjadi anggota legislatif ditingkat provinsi dan kota/kabupaten cukup dinamis dalam memerankannya. Terutama bagi mereka yang terlibat langsung dalam politik praktis, yakni mereka yang sudah teruji komitmen dan loyalitasnya terhadapa ajaran Islam. Dan tentu saja telah memiliki kredibitas yang tinggi bukan saja dalam pandangan internal partai akan tetapi dalam kehidupan masyarakat juga. Sebagaimana dalam konsep teori citra dai bahwa semakin tinggi kredibilitas seseorang maka semakin tinggi tingkat pemerimaan orang lain terhadapnya.
KONDISI DANA MBOJO (BIMA) PRA ISLAM DALAM TINJAUAN HISTORIS Saidin Hamzah; Ahmad M. Sewang; Syamzan Syukur
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.7294

Abstract

Tulisan mengurai kondisi dana Mbojo (bima) pra Islam dalam tinjauan historis. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan historis, antropologi dan sosiologi. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian juga menggunaka studi kepustakaan (library research) melalui data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari BO’ Sangaji Kai, dokumen dan peninggalan lain yang otentik, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tesis. Adapun data yang telah diperoleh diolah dan dianalisis secara mendalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa daerah Bima telah mengalami berbagai macam bentuk pemerintahan sebelum kehadiran Islam yang diantaranya adalah masa Naka, masa Ncuhi dan masa kerajaan. Pada kurun waktu yang begitu lama masyarakat diselimuti oleh kepercayaan Makakamba, Makakimbi dan agama Hindu. Pada masa Naka taraf kehidupan masyarakat masih primitif, berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain dan senantiasa hidup berkelompok. Setelah posisi Naka diganti oleh Ncuhi taraf kehidupan terjadi banyak perubahan sampai berdirinya kerajaan Bima.  Daerah Bima dari dulu sampai sekarang memiliki dua nama yaitu Mbojo dan Bima. Sebutan untuk Mbojo sering dipergunakan ketika menyebutnya dalam bahasa lokal untuk masyarakat Bima itu sendiri. Sedangkan Bima merupakan nama bangsawan Jawa atau tokoh yang berasal dari luar yang mampu mendamaikan konflik internal Paran Ncuhi (kepala daerah) sehingga namanya diabadikan menjadi nama daera Bima. Dan dalam sejarahnya sebutan Mbojo itu merupakan panggilan Sang Bima untuk isterinya (Bojonya) kemudian diabadikan menjadi nama daerah Mbojo.
MANAJEMEN DAKWAH MA‘HAD AL-SUNNAH KABUPATEN SIDRAP Isman Iskandar; Baharuddin Ali; Mahmuddin Mahmuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9640

Abstract

Tulisan ini mengungkap dan mengelaborasi secara deskriptif manajemen dakwah Ma‘had al-sunnah Kabupaten Sidrap. Penelitian ini merupakan bentuk penelitian sosial yang menggunakan format deskriptif kualitatif. penelitian ini bertempat Ma‘had al-sunnah Sidrap yang berlokasi di Jl Andi Pannyiwi, Dusun II Labempa, Desa Kanie Kecamatan Maritenggngae Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Pendekatan yang digunakan dalah pendekatan manajemen dakwah dan pendekatan ilmu komunikasi. Sumber data primer ialah data yang diperoleh secara langsung melalui wawancara, dokumen (buku-buku yang telah ditulis oleh tokoh salafiyyah) dan para informan kunci yaitu para jama>’ah salafiyyah yang akan memberikan informasi tentang gerakan dakwahnya. Sedangkan informan luar jama>’ah salafiyyah adalah masyarakat dan aparat pemerintah. pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian observasi dan juga wawancara dengan daftar pertanyaan yang telah disediakan sebelumnya, dibutuhkan kamera, alat perekam (recorder) serta alat tulis menulis yang berupa buku catatan juga pulpen, dan bisa juga alat technology seperti smartphone. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang diuji keabsahannya dengan Credibility (validasi internal), Transferability (validasi eksternal), Dependability (reabilitas), dan Confirmability (obyektifitas).Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen dakwah salafiyyah dalam ma’had ini dapat dilihat dari fungsi manajemen yaitu: a. Perencanaan dakwahnya dibagi menjadi perencanaan dakwah perhari, perpekan, perbulan dan pertahun. Karakteristik yang paling menonjol dalam Ma‘had ini seluruh biaya pendidikan gratis  dan sumber pendanaannya mengandalkan sistem saling tolong menolong dan kerjasama diantara mereka dengan menggunakan pola pengajaran tersendiri yaitu talaqqi dan sanad. b. Pengorganisasian dakwahnya bersifat terbuka dan mempersilahkan siapapun untuk ikut andil. Pembagian tugas dilakukan melalui cara musyawarah. c. Pelaksanaan dakwahnya terlaksana dengan baik dan tetap istiqa>mah walaupun dengan sumberdaya seadanya. Mereka melakukan dakwah dengan dasar keikhlasan yang tinggi dan mengharap rida Allah swt. Gerakan dakwah salafiyyah yang dilakukan dikelompokkan dalam tiga bentuk yaitu: 1) Gerakan dakwah salafiyyah kepada non muslim adalah dengan tidak melakukan jihad syar’i (berperang dengan orang kafir) khususnya di Indonesia karena salah satu syaratnya harus bersama waliy al-amr. Adapun kondisi umat Islam yang terzalimi di berbagai negara di bolehkan untuk berjihad syar’i di negara masing-masing sesuai dengan syariat. Mereka melakukan interaksi dan toleransi yang baik dengan non Islam yang ada di Kab. sidrap salah satunya dengan komunitas agama lokal yaitu to lotang. 2) Gerakan dakwah salafiyyah kepada kaum muslimin dengan cara beramar makruf nahi mungkar, hajr al-mubtadi dan tahz|i>r 3) Gerakan dakwah salafiyyah kepada pemerintah adalah wajib taat kepada pemerintah, tidak boleh memberontak, tidak boleh dicela tapi hendaknya dinasehati atau bersabar dan berdoa. Namun mereka sangat menolak demokrasi dan politik. Mereka memandang keterlibatan dalam semua proses politik praktis seperti pemilihan umum sebagai sebuah bidah dan penyimpangan. d. Pengawasan dakwah yang dilakukan dimulai dari penentuan kegiatan serta aktivitas yang harus sesuai dengan dalil dan petunjuk Nabi saw. Ustaz memililki posisi sebagai rujukan utama dalam memberi pencerahan atau solusi atas permasalahan yang terjadi.
KOMPETENSI KOMUNIKASI DAI DUTA PEMINANGAN DALAM PROSESI NEDUTA DAN NESURO PADA SUKU KAILI DI KOTA PALU Moh Yusuf; Nurhidayat Muh. Said; Abd. Khalik
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9650

Abstract

Tulisan ini menganalisis secara singkat tentang kompetensi komunikasi para dai baik yang telah berhasil atau gagal ketika diutus keluarga calon mempelai laki-laki mengawal prosesi neduta dan nesuro. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Lokasi penelitian yang dipilih adalah wilayah Provinsi Sulawesi-Tengah. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologis, fenomenologis, komunikatif serta teori-teori yang relevan dengan kajian kompetensi dai dalam proses peminangan. Sumber data penelitian ini dikategorikan menjadi tiga bagian, data tertulis, data lapangan dan dokumentasi. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen ada tiga: Panduan observasi; pedoman wawancara dan data dokumentasi adalah catatan peristiwa dalam bentuk tulisan lansung, instrumen penilaian, foto kegiatan pada saat penelitian. Data diolah dengan mengklasifikasi materi data transkrip wawancara, catatan lapangan (hasil wawancara/observasi), data primer dan sekunder dan berdasarkan keterkaitan antar komponen dalam konteks fokus permasalahan penelitian. Data dianalisi dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji dengan triangulasi tekni dan sumber.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dai yang mendapat amanah untuk prosesi meminang harus memiliki kompetensi yang kompleks, mencakup kompetensi komunikasi, kompetensi spriritual, kompetensi intelektual, kompetensi sosial budaya, kompetensi strata sosial (posisi dai yang harus lebih tinggi dari mad’unya). Secara empiris tanpa lima kompetensi yang telah dijelaskan di atas, akan sulit peminangan berhasil dengan penerimaan. Dapat dibayangkan seseorang yang tidak saling kenal atau tidak ada perasaan suka, secara tiba-tiba di atur dalam sebuah perjodohan, hal ini tentu tidak akan berhasil tanpa ditunjang kompetensi dan dukungan strategi komunikasi yang mumpuni dari seorang dai peduta dan pesuro. Dalam hal ini tingkat kesulitan neduta lebih tinggi dari nesuro karena neduta merupakan tradisi perjodohan bagi suku kaili yang berusaha merapatkan kembali hubungan darah atau kerabat yang sudah jauh. Tradisi ini berlaku bagi suku kaili, sejak ratusan tahun lalu, karena mereka hidup berpencar di lembah Palu, sehingga dengan menjodohkan anak-anak mereka garis keturunan mereka tetap bertahan. Sedangkan nesuro merupakan model peminangan yang saling suka atau telah ada kesepakatan untuk melanjutkan kehidupan berumah tangga, sehingga prosesnya tidak terlalu memaksa. Oleh karena itu baik neduta maupun nesuro dai harus memiliki kompetensi yang kompleks, dalam situasi ini kompetensi komunikasi (mencakup kemampuan komunikasi bathiniah, kemampuan membaca gestur, kemampuan dalam memberi penjelasan secara komunikatif persuasif verbal dan non verbal), kompetensi spriritual (menguasai fikih khitbah, kemampuan ini mencakup pemahaman dai dalam menjelaksan tentang perintah Allah dalam al-Quran tentang perintah menikah dan menikahkan, bagaimana nabi Muhammad saw meminang hingga ke proses pernikahan dan tahapan yang beliau lakukan dalam menikahkan para sahabatnya), kompetensi intelektual (kemampaun dai menjelaskan berbagai hal mencakup wawasan kekinian dai, dampak negatif pergaulan bebas, meliputi wawasan managemen, wawasan ekonomis, wawasan empiris atau dampak memaksakan pesta terlalu besar), kompetensi sosial budaya (hal ini mencakup pemahaman dai terhadap budaya-budaya, pemahaman dai tentang pengaruh akulturasi, pengaruh tradisi etnis setempat dan sekitarnya), kompetensi strata sosial atau menyandang jabatan (hal ini mencakup posisi dai yang harus lebih tinggi dari mad’unya), sehingga ada rasa patuh yang muncul dari kehadiran dai yang memiliki strata yang lebih tinggi dari mad’unya, apabila  kompetensi ini dimiliki seorang dai duta peminangan orang tua calon mempelai bisa di arahkan kemana saja. Kompetensi sosiolingustik (Kemampuan memahami bahasa setempat atau minimal istilah-istilah setempat). Kemampuan atau kompetensi yang telah dijelaskan diatas menjadi modal kekayaan materi dai dalam berdakwah pada saat meminang sehingga benar-benar mad’u mendapat pencerahan serta terhindar dari perselisihan.
PEMURNIAN AJARAN ISLAM KH FATHUL MUIN DG MAGGADING Syandri Syandri; Salahuddin Salahuddin; M. Darwis Muhdina
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9652

Abstract

Tulisan ini membahas tentang pemurnian ajaran Islam dengan melakukan studi terhadap pemikiran KH Fathul Muin Dg Maggading. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field Research) yang bersifat kualitatif. Penelitian lapangan ini berhadapan dengan keluarga, murid langsung, dan para pemuda Muhammadiyah yang senantiasa bersama KH Fathul Muin Dg Maggading semasa hidup. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan historis, sosiologis dan filosofis. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah buku hasil karya KH Fathul Muin Dg Maggading, Diktat pelajaran Keimanan 1 dan 2, Diktat Pelajaran Tafsir 1, Gerak Langkah Muhammadiyah Terlibat Dalam Kekaburan, melakukan observasi di kalangan keluarga dan para murid KH Fathul Muin Dg Maggading juga dengan merujuk pada agenda harian 1970 dan 1971. Sedangkan sumber sekunder adalah buku-buku yang menyangkut biografi ringkas KH Fathul Muin Dg Maggading, diantaranya: Matahari Pembaharuan di Serambi Madinah Menelusuri tepak sejarah Muhammadiyah Kota Makassar, Menepak Jejak Menata Langkah Sejarah Gerakan Dan Biografi Ketua-Ketua Muhamddiyah Sulawesi Selatan, dan terkhusus buku yang ditulis pada tahun 1966 berjudul Beginilah Muhammadijah Langkah dan Dharma Bakti Muhammadijah Tjab. Makassar. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang pada penelitian ini adalah dengan wawancara, wawancara mendalam, observasi, studi pustaka, dan data lokasi penelitian. Analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa data deduktif yang bertitik tolak dari pengetahuan umum tentang pemurnian ajaran Islam, kemudian mengambil kesimpulan yang bersifat khusus, setelah melakukan kajian mendalam terhadap pemikiran KH Fathul Muin Dg Maggading. Pekerjaan analisis data dalam hal mengatur, mengurutkan, mengelompokkan, memberi kode, dan mengkategorisasikan data yang terkumpul, baik dari catatan lapangan, gambar, foto atau dokumen berupa laporan.Hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa KH Fathul Muin Dg Maggading mendefenisikan kata tajdīd sebagai pemurnian, banyak hal yang mendorongnya untuk melakukan pemurnian, diantaranya masalah pudarnya pemahaman ummat Islam akan fungsi utama dari al-Quran dan al-Sunnah. Selain itu, kondisi sosial seperti kondisi ummat Islam yang dalam masa transisi atau peralihan kebudayaan, dimana ilmu-ilmu Barat sudah menjadi penentu ukuran kebenaran dalam kehidupan, demikian juga dengan politik, dimana Masyumi dibubarkan dan para pemimpin revolusioner disudutkan. Menurutnya hanya ada satu jalan untuk merealisasikan pemurnian ini yaitu kembali kepada al-Quran dan al-Sunnah. Ia membagi pemurnian kedalam tiga bagian yaitu pemurnian dalam bidang aqidah yaitu menjadikan al- Quran dan al-Sunnah sebagai satu-satunya landasan dalam kehidupan, ibadah yaitu tunduk dan patuh terhadap peraturan-peraturan yang telah disyariatkan dan muamalah yaitu menjadikan Islam sebagai jalan hidup (way of life) dimana ketiga bentuk pemurnian ini terinspirasi dari surah al-Fatihah.
STRATEGI DAKWAH JAMAAH TABLIG DALAM REALITAS KONFLIK SOSIAL DI KECAMATAN MASAMBA KABUPATEN LUWU UTARA Abdin Subu; Arifuddin Arifuddin; Usman Jasad
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9637

Abstract

Tulisan ini akan mengelaborasi tentang strategi dakwah Jamaah Tablig dalam mengatasi konflik sosial di Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (fild reseach) yang bersifat deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologis, pendekatan komunikasi, dan pendekatan historis, serta teori-teori yang relevan dengan kajian konflik sosial dan gerakan dakwah Jamaah Tablig. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer yang diperoleh dari informan baik itu melalui wawancara atau peneliti sendiri yang melakukan observasi. Sedangkan data sekunder merupakan data yang tidak langsung diambil dari para informan akan tetapi memalui dokumen. Metode pengumpulan data kualitatif dapat dilakukan dengan observasi (pengamatan), interview (wawancara), dokumentasi. Dalam upaya memperoleh data yang empiris mengenai masalah yang diamati dalam penelitian ini digunakan seperangkat instrumen dalam bentuk pedoman wawancara (interview guide), alat rekam peristiwa seperti tape recorder dan kamera, serta catatan lapangan (field note) untuk menghimpun informasi mengenai strategi dakwah Jamaah Tablig dalam mengatasi konflik sosial di Kecamatan Masamba Kabupaten Luwu Utara. Data diolah dan dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengn uji keabsahan data melalui triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dakwah yang dilakukan oleh Jamaah Tablig dalam mengatasi konflik sosial di Kecamatan Masamba adalah dengan cara; a) Jaulah, yakni silaturahmi mengunjungi para pelaku konflik untuk mengingatkan agar sama-sama taat kepada Allah; b) Bayan, yakni memberikan penerangan atau ceramah agama; c) Tasykil, yakni mengajak para pelaku konflik dengan memberikan semangat untuk meluangkan waktu di jalan Allah; dan d) Bersinergi dengan pemerintah yang menghasilkan resolusi konflik yakni khuru@j berbasis pesantren atau pelaku konflik di pesantrenkan.
SISTEM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN KOLEKSI DI PERPUSTAKAAN STIKES MEGA RESKI MAKASSAR Akbar Akbar; Noer Jihad Saleh; Muliaty Amin
Jurnal Diskursus Islam Vol 5 No 1 (2017): April
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jdi.v5i1.9658

Abstract

Tulisan ini akan mengungkapkan secara deskriptif sistem pembinaan dan pengembangan koleksi pada perpustakaan STIKES Mega Reski Makassar. Jenis penelitianini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan manajerial dan pedagogik. Sumber data dalam penelitian ini adalah Ketua STIKES, dosen, kepala perpustakaan, kepala bagian /staf, petugas perpustakaan, dan mahasiswa yang berada di STIKES Mega Reski Makassar. Data dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokuementasi dengan instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri, sedangkan instrumen sekunder adalah lembar observasi, pedoman wawancara, arsip dan dokumen, kamera, dan perekam visual. Data diolah dan dianalsisi dengan reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Data diuji keabsahannya dengan menggunakan triangulasi waktu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan dan pengembangan koleksi di Perpustakaan STIKES Mega Reski Makassar dilakukan dengan pengadaan koleksi bahan pustaka dalam bentuk buku di Perpustakaan STIKES Mega Reski Makassar dilakukan dengan menyediakan daftar judul buku yang hendak akan diadakan. Daftar ini pada umumnya dibuat dengan mempertimbangkan beberapa unsur yang dimulai dari intensitas penggunaanya dan keterbatasan eksemplarnya. Selain itu, penginventarisan koleksi bahan pustaka berupa buku diperpustakaan STIKES mega reski Makassar sudah berbasis Teknologi Informasi (TI) yaitu dengan melakukan pembubuhan stempel pada bagian-bagian tertentu pada buku dan selanjutnya melakukan pengimputan koleksi buku kedalam aplikasi slims yang terdapat didalam perangkat keras (komputer). Selanjutnya pemeliharaan bahan pustaka terlihat bahwa perpustakaan tidak melakukanya dalam perpustakaan melainkan membutuhkan jasa yang ada diluar perpustakaan. Alasanya karena jumlah tenaga kerja perpustakaan yang masih terbatas serta ketersediaan alat penjilidan bahan pustaka yang belum ada yang menjadi factor penghambat pemeliharaan koleksi buku perpustakaan di STIKES Mega Reski Makassar. Kemudian penyiangan yang dilakukan di Perpustakaan STIKES mega Reski Makassar didasari atas beberapa factor diantaranya koleksi yang sudah tidak terpakai lagi, dalam bahasan yang sudah tidak dikenal lagi pemustaka, bidang subjek yang sesuai untuk koleksi, jarang digunakan, serta jumlah copy yang terlalu banyak denga pengguna yang terbatas. Pelaksanaan penyiangan di Perpustakaan STIKES Mega Reski Makassar dilakukan 1 kali setahun namun terkadang juga tidak dilakukan sama sekali dalam setahun.

Page 1 of 1 | Total Record : 7