cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02161192     EISSN : 25414054     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian (J.Pascapanen) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian pascapanen pertanian. Jurnal ini diterbitkan secara periodik dua kali dalam setahun oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Arjuna Subject : -
Articles 258 Documents
APLIKASI VINEGAR AIR KELAPA TERHADAP MUTU KARKAS AYAM DI RUMAH POTONG AYAM (RPA) DAN PASAR TRADISIONAL (STUDI KASUS DI RPA JAMBU RAYA DAN PASAR SHANGRILA KEBAYORAN LAMA) nFN Miskiyah; nFN Juniawati; Sri Suryamiyati
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v14n1.2017.53-66

Abstract

Uji coba aplikasi vinegar air kelapa pada karkas dilakukan di Rumah Potong Ayam (RPA) dan Pasar Tradisonal. Tujuan penelitian untuk mengetahui kinerja vinegar air kelapa terhadap karakteristik fisik dan mikrobiologi karkas ayam, dengan studi kasus di RPA Jambu Raya dan Pasar Shangrila Kebayoran Lama. Uji coba aplikasi dilakukan pada dua suhu penyimpanan yaitu suhu ruang (27-300oC) dan suhu dingin (5-7 oC) dimana pada masing-masing suhu penyimpanan terdiri dari dua perlakuan (dengan perendaman dan tanpa perendaman) dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil Uji aplikasi di RPA menunjukkan bahwa karakteristik fisik karkas ayam dengan perlakuan vinegar air kelapa secara umum menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan dengan karkas ayam tanpa perendaman. Hal ini ditunjukkan dengan susut masak yang menurun, pH yang relatif stabil, tekstur yang semakin meningkatkan keempukannya, namun memberikan kecerahan yang sedikit menurun. Sedangkan secara mikrobiologis karkas ayam yang diberi perlakuan vinegar mampu menurunkan bakteri patogen (E.coli O157:H7 O157:H7, Salmonella, S. aureus, L. monocytogenes). Hasil uji aplikasi di pasar tradisional menunjukkan performa fisik yang berbeda dengan aplikasi di RPA dimana susut masak dan kecerahan cenderung meningkat, pH dan tekstur cenderung menurun. Sedangkan secara mikrobiologis aplikasi vinegar mampu menurunkan kontaminasi bakteri uji selama penyimpanan. Secara umum vinegar air kelapa prospektif digunakan sebagai biopreservatif pada karkas ayam.
Stabilisasi Bekatul Dengan Ekstruder Ulir Ganda Menggunakan Response Surface Methodology Ineke Kusumawaty; Dedi Fardiaz; Nuri Andarwulan; Sri Widowati; Slamet Budijanto
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v10n1.2013.27-38

Abstract

Keterbatasan pemanfaatan bekatul dalam pangan disebabkan oleh sifatnya yang mudah tengik sehingga perlu dilakukan stabilisasi. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum stabilisasi bekatul dengan ekstruder ulir ganda tanpa die sebagai bahan bakuekstraksi protein. Optimasi kondisi stabilisasi bekatul dilakukan dengan menggunakan response surface methodology (RSM) dengan central composite design (CCD)dua faktor yaitu X1 (suhu/oC) dan X2 (kecepatan ulir/Hz).Pengolahan data menggunakan program Design Expert 7.0® yang memberikan model persamaan pengaruh suhu dan kecepatan ulir ekstruder terhadap respon kadar air, kadar protein terlarut, dan aktivitas lipoksigenase. Hasil optimasi memberikan kondisi suhu ekstrusi 130,96oC dan kecepatan ulir 26,65 Hz. Bekatul yang dihasilkan memiliki kadar air 7,02%, kadar protein terlarut 2,04%(bk), aktivitas lipoksigenase 0,007?mol/menit/ml, dan stabilitas oksidatif yanglebih tinggi yaitu 20,00 jam daripada bekatul yang tidak distabilisasi 13,50 jam.
TEKNOLOGI PENGEMASAN ATMOSFIR TERMODIFIKASI (MODIFIED ATMOSPHERE PACKAGING/MAP) DAN VAKUM PADA BUAH DURIAN Ira Mulyawanti; Enrico Syaefullah; Dwi Amiarsi
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v14n1.2017.1-10

Abstract

Durian tergolong buah klimakterik dengan tingkat respirasi tinggi, sehingga menyebabkan umur simpannya pendek karena proses pematangan buah berlangsung cepat. Laju respirasi dapat ditekan dengan mengatur kondisi atmosfir lingkungan dan penyimpanan pada suhu rendah. Mengkondisikan atmosfir lingkungan untuk buah dapat dilakukan dengan mengaplikasikan teknik pengemasan atmosfir termodifikasi (Modified Atmosphere Packaging/MAP) dan vakum. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi teknik pengemasan terhadap umur simpan buah durian. Penelitian dilakukan terhadap buah durian Perwira dengan tingkat ketuaan 1-3 hari sebelum jatuh yang berasal dari Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Sebelum dilakukan pengemasan, buah durian dibersihkan kemudian dicelupkan ke dalam ekstrak lengkuas 5%, dicelupkan dalam larutan lilin 4 % dan selanjutnya ditiriskan. Masing-masing sebanyak 16 buah durian yang sudah kering kemudian dikemas secara MAP menggunakan plastik PE ketebalan 0,04 dan 0,06 mm dengan 16 perforasi berdiameter 0,5 cm dan secara vakum. Buah yang sudah dikemas kemudian disimpan pada suhu 13-15°C dan 20-22°C. Respon yang diamati meliputi umur simpan, total padatan terlarut (TPT), keretakan, pH, vitamin C, total asam, warna, tekstur, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kemasan vakum menunjukkan kandungan TPT dan tingkat keretakan buah yang lebih rendah dibandingkan dengan kemasan MAP, namun tidak berpengaruh terhadap pH, vitamin C, dan total asam. Jenis kemasan juga tidak berpengaruh terhadap warna buah durian, namun pada tekstur menunjukkan bahwa jenis kemasan vakum dapat mempertahankan tekstur lebih baik dibandingkan dengan kemasan MAP. Buah durian dikemas secara MAP menggunakan plastik PE berketebalan 0,06 mm dengan perforasi 0,5 cm ataupun vakum dan disimpan pada suhu dingin 12-15°C dapat meningkatkan umur simpan buah durian hingga 21 hari.
Influences of Curd Concentrations Towards Milk Snack Quality Dodik Suprapto; nFN Nurliyani; Yudi Pranoto
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v12n3.2015.115-123

Abstract

Curdis a white mass precipitate as milk solids (rich of casein protein) obtained by adding acids or enzymes in milk. Addition curd in the snack production is expected to improve the nutritional product. The study aims to determine the effect of different concentrations of curd against physico chemical characteristics, sensory evaluation, and microstructure of milk snack that fried using deep fat frying at atmospheric pressure (70 cmHg). Percentage between curd : mix flours are 0% : 100%; 20% : 80%; 30% : 70% and 40% : 60%. Variables measured include physico chemical characteristics and sensory evaluation that analyzed by one-way anova with four replications, while microstructure analyzed by description. The results showed that the addition of curd are significant (P<0.05) against milk snack physico chemical characteristics and sensory evaluation. The microstructure of milk snack that fried at atmospheric pressure showed not complete starch gelatinization with the air cavities are unevenly formed in the product. Milk snack with proportion of curd: mix flours, 40%: 60% as the best treatmentof physico chemical characteristics, sensory evaluation and microstructure with average of physical characteristics (crispness 15.60 N/m2, expand volume 106.03%, moisture 7.88%), chemical characteristics (crude protein 9.94%, fat 25.78 %), and sensory evaluation (scale 1-9) such as color 6.71, flavor 6.24, crispness 5.81, oily after taste 6.10.PENGARUH KONSENTRASI CURD TERHADAP MUTU SNACK SUSUCurd adalah endapan massa berwarna putih berupa bahan padatan susu (kaya protein kasein) yang diperoleh dengan cara menambahkan asam atau enzim ke dalam susu. Penambahan curd dalam pembuatan snack diharapkan dapat meningkatkan gizi produk yang dihasilkan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi curd terhadap karakteristik fisiko kimia, evaluasi sensori, dan mikrostruktur snack susu yang digoreng secara deep fat frying pada tekanan atmosfer (70 cmHg). Imbangan persentase curd : campuran tepung yaitu 0% : 100%, 20% : 80%, 30% : 70% dan 40% : 60%. Variabel yang diuji meliputi karakteristik fisiko kimia dan evaluasi sensori yang dianalisis menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 ulangan, sedangkan mikrostruktur dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan curd memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap karakteristik fisiko kimia dan evaluasi sensori snack susu yang dihasilkan. Mikrostruktur snack susu yang digoreng pada tekanan atmosfer menunjukkan profil gelatinisasi pati yang belum sempurna dengan rongga udara yang tidak meratadi dalam produk. Snack susu dengan imbangan curd : campuran tepung sebesar 40% : 60% mempunyai kualitas terbaik ditinjau dari karakteristik fisiko kimia, evaluasi sensori dan mikrostrukturnya dengan rata-rata karakteristik fisik (kerenyahan 15,60 N/m2, daya kembang 106,03%, kadar air 7,88%), karakteristik kimia (protein kasar 9,94%, lemak 25,78%), dan evaluasi sensori (skala 1 – 9) antara lain warna 6,71; rasa 6,24; kerenyahan 5,81 dan oily after taste 6,10.
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI HIDROKOLOID TERHADAP MUTU MINUMAN JELI MIX PEPAYA (Carica papaya) DAN NANAS (Ananas comosus) Riyanti Ekafitri; Rima Kumalasari; Dewi Desnilasari
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v13n3.2016.115-124

Abstract

Jenis dan konsentrasi hidrokoloid akan menentukan kualitas dari minuman jeli baik sifat fisikokimia dan penerimaan sensorinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh jenis dan konsentrasi hidrokoloid terhadap mutu fisikokimia dan penerimaan minuman jeli berbahan baku sari buah campuran pepaya (Carica papaya) dan nanas (Ananas comosus). Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 2 faktor, yaitu faktor jenis hidrokoloid, terdiri dari 2 taraf (karagenan dan karagenankonjak) dan faktor konsentrasi hidrokoloid, terdiri dari 3 taraf (0,5%,0,7%, 0,9%, dan 1,1%). Analisis yang dilakukan adalah analisis pH, total asam tertitrasi (TAT), total padatan terlarut (TPT), dan uji organoleptik. Produk terbaik diuji dan dibandingkan teksturnya dengan produk komersial. Produk terbaik diuji proksimat, kandungan serat pangan dan warna. Hasil penelitian menunjukkan jenis dan konsentrasi hidrokoloid berpengaruh terhadap pH, tetapi tidak berpengaruh terhadap TPT dan TAT minuman jeli. Tingkat kesukaan panelis berdasarkan uji organoleptik pada paramater warna, aroma, rasa, daya sedot, dan penerimaan keseluruhan terhadap minuman jeli dipengaruhi oleh konsentrasi hidrokoloid tetapi tidak dipengaruhi oleh jenis hidrokoloid. Produk terbaik yang mendekati produk komersial adalah minuman jeli pepaya nanas dengan penambahan hidrokoloid karagenan 1,1% dengan sifat fisik : kekerasan 62,5 gf dan kekuatan gel 7,33 Mj, mengandung kadar air 84,02%, abu 0,17%, lemak 0,39%, protein 0,26%, serat pangan sebesar 6,39%, vitamin C sebesar 19,99 mg/ 100g dan warna dengan nilai L 28,64; a 4,73 ; dan b 9,52.English Version Abstract(Effect of Type and Concentration of Hidrocolloid on the Quality of Jelly Drink from Papaya-Pineapple Mixed Juice.)The type and concentration of hydrocolloids will determine the quality of jelly products both physicochemical and sensory evaluation. Beside has a high gel strength and low syneresis, carrageenan and konjac (konjac glucomannan) also contain high dietary fiber. The purpose of this study was to find out the effect of the type and concentration of hydrocolloid on the physicochemical and sensory evaluation of the jelly drink made from a papaya pineapple mixed juice. This study uses a factorial completely randomized design (CRD) to evaluate the effect of two kinds of hydrocolloids (carrageenan and mixture of carrageenan konjac) and four concentrations of hydrocolloid (0.5; 0.7; 0.9; 1.1%), in manufacture of jelly drink. An analysis of eight treatments i.e., pH, total acid, total dissolved solids, and organoleptic test. Samples will be selected into two products using DeGarmo effectiveness index, which its texture will be tested and compared to commercial products. The best products analyzed proximate value, the content of dietary fiber and color. Results showed that the type and concentration of hydrocolloids influenced the levels of pH jelly drink, but did not affect on dissolved solids and total acid. Hydrocolloid concentration also affects the assessment of the panelists of the jelly drink products. The best product is papaya pineapple jelly drink with the addition of 1.1% carrageenan hydrocolloid with physical properties: hardness 62.5 gf and gel strength 7,33 Mj, containing moisture 84.02%, ash 0.17%, fat 0.39 %, 0.26% protein, dietary fiber 6.39%, vitamin C 19.99 mg/100 g and color properties : value of L 28.64; a 4.73; and b 9.52.
PENGARUH PENAMBAHAN LIGNIN TERHADAP STABILITAS TERMAL BIOKOMPOSIT POLIASAM LAKTAT / LIGNIN Muhammad Ghozali; Yan Irawan; Wihatmoko Waskitoaji
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v14n1.2017.46-52

Abstract

Biomassa merupakan sumber daya alam terbarukan yang ketersediaanya sangat melimpah di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai polimer biodegradabel terbarukan. Poliasam laktat atau polylactic acid (PLA) dan lignin merupakan material polimer biodegradabel yang secara ekonomi memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan lignin terhadap stabilitas termal biokomposit PLA/Lignin. Pembuatan biokomposit PLA/Lignin dilakukan dengan cara mencampurkan PLA dengan lignin dalam rheomix dengan suhu 200ºC, kecepatan pengadukan 70 rpm selama 30 menit. Komposisi lignin yang ditambahkan adalah 5, 10, 15 dan 20 phr. Analisis menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR) dilakukan untuk menentukan gugus fungsi biokomposit PLA/Lignin. Stabilitas termal biokomposit PLA/Lignin dipelajari menggunakan Termogravimetric Analysis (TGA). Hasil analisa stabilitas termal menunjukkan degradasi termal utama biokomposit PLA/Lignin pada berbagai komposisi terjadi pada rentang suhu 230-360°C. Penambahan lignin ke dalam biokomposit PLA/Lignin akan meningkatkan massa tersisa sehingga dapat meningkatkan stabilitas termal biokomposit PLA/Lignin tersebut. Meningkatnya massa yang tersisa ini disebabkan oleh struktur kimia lignin, yang menunjukkan kurang berkontribusi terhadap kemampuan terbakar material yang disebabkan karena tingginya kemampuan menjadi arang dan rendahnya pelepasan panas ketika dibakar, sehingga sangat berpotensi digunakan sebagai flame retardant untuk berbagai aplikasi.
OPTIMASI FORMULA TEPUNG PISANG CAVENDISH (MUSA CAVENDISHII) INSTAN DENGAN METODE RESPON SURFACE Ermi Sukasih; nFN Setyadjit; nFN Sunarmani; Sri Rejeki R. Pertiwi
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v15n1.2018.1-11

Abstract

Salah satu diversifikasi pengolahan pisang adalah menjadi tepung pisang instan dengan pengering drum dryer. Teknologi pengeringan ini memerlukan bahan pengisi dan agen anti pencoklatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengoptimasi konsentrasi tapioka, asam sitrat dan puree pisang dalam proses pembuatan tepung pisang Cavendish instan. Penelitian ini menggunakan rancangan Response Surface Methodology (RSM), tiga parameter yang dioptimasi adalah konsentrasi tapioka, asam sitrat dan puree pisang. Level dari input parameter adalah tapioka 3-10%, asam sitrat 150-300 ppm dan puree pisang 1-50%. Karakteristik fisiko-kimia produk tepung pisang instan kemudian dianalisis, meliputi kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, serat kasar, kalori, dan warna (oHue). Hasil prediksi variabel respon dari formula optimal yaitu kadar air 2,67 %, abu 1,60 %, lemak 3,09%, protein 2,38%, karbohidrat 90,26%, serat kasar 7,49%, kalori 398,84 Kkal/100g, dan warna 67,78oHue (kuning kecoklatan). Formula optimum tepung pisang instan adalah formula 6, yaitu dengan penambahan tapioka 6,50%, asam sitrat 225 ppm dan puree pisang 30%. Tepung pisang instan berpotensi untuk digunakan sebagai makanan sarapan melalui formulasi dengan penambahan bahan yang lain seperti lemak dan protein. Optimisation of The Instant Cavendish Banana Flour Formula by Response Surface Method. 2018. Ermi Sukasih, Setyadjit, Sunarmani and Sri Rejeki R. Pertiwi.One of diversification products of banana is instant flour using drum dryer. It requires filler and anti-browning agents. The purpose of this research was to get the optimum concentration of tapioca, citric acid and banana puree to produce instant banana flour.The experiment used Response Surface Methodology (RSM), with three parameters being optimized, i.e. the concentration of tapioca, citric acid and banana puree. The percentage used for tapioca in the range of 3-10 %, citric acid 150-300 ppm and banana puree 1-50%. TThe instant banana flour was analyzed for its physicochemical characteristics, i.e: moisture, ash, fat, protein, carbohydrate, crude fiber content, energy, and color 67.78 (oHue). The result of variable response prediction from the optimum formula was moisture content 2.67%, ash 1.60%, fat 3.09%, protein 2.38%, carbohydrate 90.26%, crude fiber 7.49%, color 67.78oHue brownish yellow, energy 398.84 kcal/100g. The optimum formula was formula 6, with the addition of tapioca 6.50%, citric acid 225 ppm and banana puree 30%. This product has a potential to be used as a breakfast food through further formulations with the addition of other ingredients such as fat and protein.
PENGGUNAAN RESPONSE SURFACE METHODOLOGY PADA OPTIMASI PROSES PENGOLAHAN BAWANG MERAH IRIS IN BRINE nFN Ratnaningsih; Desty Vidiantika; Ermi Sukasih; nFN Setyadjit
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v15n1.2018.12-24

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang mudah rusak dan terkadang mengalami kelangkaan di pasaran. Hal ini menimbulkan masalah serius, seperti harga yang fluktuatif dan terjadinya inflasi. Citarasa bawang merah yang khas menyebabkan keberadaannya dipandang penting oleh masyarakat. Untuk mengatasi tidak kontinunya stok bawang merah di pasaran, perlu dilakukan pengolahan minimal proses, seperti pengolahan bawang merah iris in brine. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kondisi optimum proses pembuatan bawang merah iris in brine. Optimasi proses dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Pengolahan data menggunakan Program Design Expert 7.0 dengan tiga faktor, yaitu X1 (konsentrasi garam, %), X2 (konsentrasi asam sitrat, %) dan X3 (lama pemanasan, menit). Hasil optimal diperoleh pada kondisi konsentrasi garam 2,5%, asam sitrat 0,73% dan lama pemanasan 5 menit. Bawang merah iris in brine hasil optimasi memiliki nilai Aw 0,895; nilai chroma 16,97; pH 3,47; total padatan terlarut (TPT) 7,84 ᵒBrix dengan kandungan antosianin 20,21 ppm, kandungan senyawa volatil 91,30 ppm dan aktivitas antioksidan 154,25 ppm. The use of Response Surface Methodology on optimization of in brine shallot slices productionShallot is a horticultural commodity that easily damaged and sometimes become scarcity in the market. This triggered serious problems, such as fluctuating prices and inflation. Typical of shallot flavor causes its existences to be considered as important by society. To overcome the uncontinuous stock of shallot in the market, it is necessary to process shallot using minimal processing, such as shallot slices in brine. The objective of this study was to determine the optimum condition of the shallot slices in brine making process. Optimization of the prosess was done using Response Surface Methodology (RSM). Data were processed using Design Expert 7.0, with three factors, namely X1 (salt concentration,%), X2 (citric acid concentration,%) and X3 (duration of heating, minutes). The optimization result was 0.75% citric acid concentration, 2.5% salt concentration and 5 minutes of heating time. The resulting shallot slices in brine has 0.895 of Aw value; 16.97 of Chroma value; 3.47 of pH; 7.84oBrix of total soluble solid (TSS); 20.21 ppm of anthocyanin content; 91.30 ppm of volatile reducing substances (VRS); and 154.25 ppm of antioxidant activity.
PENGEMASAN UNTUK MENGURANGI RESIKO CEMARAN TIMBAL (PB) DAN DAN PENURUNAN MUTU PADA SISTEM PENJUALAN BUAH PEDAGANG KAKI LIMA Nofa Andriastuti Dewi Hartono; nFN Sutrisno; Emmy Darmawati
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v15n1.2018.52-62

Abstract

Belimbing merupakan buah tropikal dengan bentuk dan rasa yang unik, serta kandungan gizi yang baik. Belimbing banyak kita jumpai pada pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan raya, dimana belimbing mudah tercemar oleh bahan berbahaya dan penurunan mutu yang lebih cepat. Timbal (Pb) yang terdapat dalam asap kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber pencemar yang berdampak buruk bagi kesehatan. Terkait hal tersebut, pengemasan menjadi penting untuk menjaga mutu buahan yang di jual di PKL. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh jenis kemasan dan lama pemajangan terhadap resiko cemaran Pb dan penurunan mutu, mengkaji pengaruh pencucian belimbing kontrol (tanpa kemasan) dalam mengurangi residu Pb, dan memilih jenis kemasan terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan dua faktor yaitu jenis kemasan dan lama pemajangan. Jenis kemasan yang digunakan styrofoam+plastik tcstretch, plastik stretch, polipropilen dan polietilen. Belimbing dipajang selama 10 (sepuluh) hari pada display PKL. Dari penelitian ini didapatkan bahwa residu Pb pada belimbing kontrol (tanpa kemasan) mulai terdeteksi pada hari ke-4 yaitu 0.058 mg/kg, sedangkan belimbing yang dikemas residu Pb masih dibawah batas penetapan alat AAS (< 0.05 mg/kg). Pencucian dapat mengurangi residu Pb pada belimbing yang tidak dikemas sebesar 52.36%. Berdasarkan hasil pengukuran parameter mutu dan skor evaluasi tingkat kepentingan atribut mutu menunjukkan bahwa polipropilen merupakan kemasan terbaik. Packaging for Reduce the Risk of Lead (Pb) Contamination and Quality Degradation on Fruit Street Vendors Sales SystemStar fruit is a tropical fruit which has a unique shape and taste and also tnutritious. Star fruit are ussually marketed in many vendors along the busy streets in big cities, where star fruit is easily contaminated by hazardous materials and quickly degradation of fruit quality. Lead (Pb) contained in motor vehicle fumes is one of pollution source which adverse effect onon human health. Fruit packaging is vitalvital to maintaininging the quality of fruits on the street vendors. The objectives of this research are toze analyze the effects of the type of packaging and the time display to the level contamination of Pb and quality degradation, to zeanalyze theimpact impact of washing treatment to reduce the residue of Pb in unpackaged star fruit, and also to chosed the best packaging type of star fruit. The experimental design used in this study was a Completely Randomized Design (CRD) with twotwo factorss, these are the type of packaging and the time of display. Star fruit displayed for 10 (ten) days on street of vendors. Types of packaging used are styrofoam+tcstretch plastic, stretch plastic, polypropylene and polyethylene. Pb residue during display at street vendors on star fruit control (unpacked) began to be able to detect on the 4th day and accounted of 0.058 mg/kg, while Pb for star fruit packed was still below the Atomic Absorption Spectroscopy (AAS) tool limit (below 0.05 mg/kg). Pb residues in unpacked star fruit can be reduced by washing up to 52.36%. Based on the measurement of quality parameters and evaluation score of importance level of quality attribute indicate that polypropylene packaging was selected as the best packaging for star fruits.
OPTIMASI PRODUKSI BAWANG MERAH UTUH (Allium AscAlonicum l) IN BRINE nFN Setyadjit, M.App.Sc; nFN Risfaheri; Aisya Ayu Handayani
Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jpasca.v15n1.2018.25-35

Abstract

Bawang merah utuh in brine adalah bawang merah segar yang diawetkan dalam larutan garam, asam atau keduanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi NaCl, asam sitrat, serta waktu pasteurisasi yang optimum dalam proses pembuatan bawang merah utuh in brine. Optimasi ini dilakukan dengan metode Response Surface Methodology (RSM), didapatkan 18 variasi konsentrasi NaCl, asam sitrat, dan lama pemanasan yang kemudian dihasilkan satu formula proses optimum. Parameter respon analisis meliputi aktivitas antioksidan metode DPPH, total antosianin, kecerahan warna, kadar keasaman (pH), angka lempeng total (ALT)), aktivitas air (Aw), volatile substances dan total padatan terlarut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penambahan 10% NaCl, 1% asam sitrat, dan lama pemanasan 20 menit merupakan formula yang optimum.. Dengan perlakuan tersebut bawaang merah utuh in brine memiliki pH 3,38, aktivitas air 1,0, TPT 15,4 °Brix, ALT 45,45 x 10² CFU/g, chroma chromatic)15.9, aktivitas antioksidan 191,841 ppm dengan persentase inhibisi 66.905%, total antosianin 23.83 ppm, dan volatil Substance 4701 ppm.Optimation of Producing Whole Shallot (Allium ascalonicum L) in Brine.The whole shallot in brine is fresh shallot preserved in a salt solution. The purpose of this research was to determine the optimum concentration of NaCl, citric acid and time of pasteurisation to get the optimum product, This optimation was done using Response Surface Methodology (RSM) DX7 tool programme. DX7 formulated 18 variation of NaCl, citric acid, time of pasteurization, after processing data one optimum formula was obtained. Parameters measured were antioxidant as DPPH, anthocyanin content, color, pH, total plate count, water activity and total soluble solid. The results showed that the addition of 10% salt, 1% citric acid, and 20 minutes of heating time was the optimal formula,. With this treatment the whole shallot in brine has a pH value of 3.38, a water activity of 1.0 TPT 15.4 ° Brix, ALT 45.45 x 10² CFU / g, Chromameter (chromatic) 15.9, antioxidant activity 191.841 ppm with 66.905% inhibition percentage, 23.83 ppm anthocyanin and VS 4701

Page 10 of 26 | Total Record : 258


Filter by Year

2004 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 18, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 17, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 16, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 15, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 14, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 13, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 12, No 1 (2015): Journal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Pascapanen Pertanian Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Pascapanen Pertanian More Issue