cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
Rancang Bangun Sistem Monitoring Kualitas Air Berbasis IoT dengan Fitur Pengurasan Air Otomatis untuk Budidaya Lobster Air Tawar Ramadhan, Muhammad Rizky; Nurussa’adah, n/a; Abidin, Zainul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses the design and implementation of an IoT-based water quality monitoring system with automatic drainage features for optimizing freshwater crayfish aquaculture. The system utilizes ammonia (MQ-135), turbidity (SEN0189), temperature (DS18B20), and pH (pH-4502C) sensors to monitor water quality parameters in real-time. Sensor data is transmitted through ESP32 to the Blynk IoT platform for remote monitoring. The system is equipped with an automatic water drainage feature that activates when water parameters exceed predetermined thresholds. Test results show that the system can detect water parameters with high accuracy: ammonia sensor 82,42%, turbidity sensor 91,39%, temperature sensor 98,87%, and pH sensor 98,48%. The system successfully maintains water parameters within ideal ranges: ammonia <0.05 mg/L, turbidity <25 NTU, temperature 24-28°C, and pH 7.0-8.5. The system also successfully provides real-time notifications and activates automatic drainage when needed. The implementation of this system can improve aquaculture management efficiency and freshwater crayfish health.Keywords: IoT, Water Quality Monitoring, Crayfish Aquaculture, Ammonia Sensor, Turbidity Sensor, Automatic Drainage
ANALISIS PERBADINGAN MAXIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT) PADA SISTEM PHOTOVOLTAIC DENGAN ALGORITMA PERTURB AND OBSERVE (P&O) DAN INCREMENTAL CONDUCTANCE (IC) Rofi’i, Hammam; Muslim, Muhammad Aziz; Siswojo, Bambang
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan nergi surya menjadi salah satu solusi penting untuk mengatasi kebutuhan energi yang terus meningkat. Salah satu komponen utama system energi surya adalah photovoltaic (PV), yang mengubah radiasi matahari menjadi energi Listrik. Namun, efisiensi system PV sangat dipengaruhi oleh kondisi radiasi matahari dan suhu yang menyebabkan efisiensi menjadi fluktuatif. Oleh karena itu, diperlukan metode Maximum Power Point Tracking (MPPT) pada system PV agar bisa memaksimalkan hasil daya keluaran dari panel surya walaupun terjadi perubahan dalam kondisi radiasi matahari dan suhu lingkungan yang ada. Pada penelitian ini, penulis akan melakukan percobaan melacak daya maksimal dengan software Matlab Simulink menggunakan algoritma Perturb and Observe (P&O) dan Incremental Conductance (IC). Penulis merancang desain MPPT dengan boost converter untuk mencari daya maksimum panel surya serta menggunakan pengukuran data secara langsung di Lokasi tertentu selama tiga hari berturut-turut yang digunakan sebagai input dari system PV  dalam simulasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma P&O menghasilkan daya keluaran maksimum sebesar 264.9 W lebih tinggi dibandingkan IC yang mencapai 213.8 W. Namun, IC menunjukkan stabilitas efisiensi yang lebih baik dengan nilai tertinggi sebesar 96.96% sedangkan P&O hanya mencapai 96.81% .Kata Kunci― Panel Surya, Maximum Power Point Tracking, Perturb and Observe, Incremental Conductance, PV, Efisiensi
Pengaruh Variasi Posisi Modul Terhadap Biaya Energi dan Reduksi Emisi CO2 pada Perancangan PLTS Atap PT Lotte Packaging Ananda, Redzko; Wibawa, Unggul; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia has immense solar energy potential, with an average intensity of 4.8 kWh/m², equivalent to 112,000 GWp. However, only 10 MWp, or 0.08%, has been utilized. From an environmental perspective, rooftop solar power plants can significantly reduce CO₂ emissions. The tilt angle of solar modules influences both energy production and the performance ratio (PR). This study focuses on the impact of tilt and azimuth angles on energy output, PR, economic feasibility, and CO₂ emission reduction. Two scenarios are analyzed based on different angle combinations. A rooftop solar power plants system is considered technically feasible if the PR falls within the 75-80% range. Economic feasibility is assessed using methods such as Cost of Energy (COE), Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Payback Period (PP), Internal Rate of Return (IRR), and Return on Investment (ROI) over a 30-year project period. Emission reductions are calculated using grid emission factors, assuming a 1% annual degradation rate for the PLTS. Scenario 1 produced 2,479,926 kWh with a PR of 87%, while Scenario 2 generated 2,474,835 kWh with a PR of 86.98%. Both scenarios are economically viable; however, Scenario 1 is more favorable, with a COE of Rp986.35/kWh, an NPV of Rp14,284,057,871, a PI of 1.52, a payback period of 12 years, 3 months, and 11 days, an IRR of 10.89%, and an ROI of 52.01%. Additionally, Scenario 1 achieved greater CO₂ emission reduction, totaling 54,224 tons over 30 years, compared to Scenario 2.Keywords : solar PV, angle variations, economic analysis, CO2 reduction
SISTEM PENGONTROLAN pH AIR PADA AQUASCAPE IKAN NEON TETRA MENGGUNAKAN METODE FUZZY SUGENO Fauzi, Mohamad Reza; Rusli, Moch.; Yudaningtyas, Erni
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aquascape adalah sebuah seni mengatur tanaman air dan batu, batu karang, koral, atau kayu apung, secara alami dan indah di dalam akuarium sehingga memberikan efek seperti berkebun di bawah air (Harsono;2012). pH yang baik untuk neon tetra adalah antara 5,5 – 7,8 serta pH yang baik untuk tanaman air adalah antara 6,5-8. Pengontrolan kadar pH pada air aquascape dilakukan dengan cara pemberian larutan asam (pH down) atau basa (pH up) dengan jumlah tertentu yang dapat menaikkan dan menurunkan kadar pH, sehingga pH pada air aquascape selalu stabil pada rentang yang sudah ditentukan. Penelitian ini akan membahas cara pengontrolan pH pada aquascape menggunakan Fuzzy Logic Control dengan metode Sugeno dan melihat apakah jumlah larutan asam atau basa yang dikeluarkan sudah sesuai dengan yang ditentukan oleh sistem. Berdasarkan data hasil pengujian dan penelitian yang telah dilakukan, maka didapatkan waktu yang dibutuhkan dari keadaan asam ke pH yang diinginkan adalah 240 detik dan waktu yang dibutuhkan dari keadaan basa ke pH yang diinginkan adalah 150 detik. Serta waktu recoverynya adalah 160 detik.Kata Kunci- Aquascape, Neon Tetra, Fuzy Logic Sugeno, pH.
ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN DIRECT DC-LINK CURRENT CONTROL UNTUK MENGURANGI RIAK TORSI PADA MOTOR BRUSHLESS DIRECT CURRENT (BLDC) Diputra, Ariyanta Dafa; Djuriatno, Waru; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak ditemukan oleh Michael Faraday, motor listrik telah berkembang pesat dan digunakan secara luas dalam berbagai industri. Namun, motor konvensional seperti motor DC dan motor induksi memiliki beberapa kekurangan, termasuk efisiensi rendah dan gangguan elektromagnetik. Motor Brushless Direct Current (BLDC) menjadi solusi potensial dengan efisiensi lebih tinggi, umur pakai lebih panjang, dan sistem kontrol yang lebih presisi. Meskipun demikian, motor BLDC memiliki tantangan berupa riak torsi yang memengaruhi performa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas metode Direct DC-Link Current Control (DDLCC) dalam meredam riak torsi pada motor BLDC. Hasil simulasi menunjukkan bahwa metode kontrol konvensional seperti tanpa menggunakan metode kontrol dan menggunakan metode DTC menghasilkan variasi torsi yang signifikan, masing-masing hingga 294% dan 22%, dengan pola riak berulang. Penerapan metode DDLCC berhasil meredam riak torsi secara signifikan, dengan rentang variasi hanya 4% dalam kondisi steady. Pola riak torsi yang dihasilkan tetap mengikuti perubahan sektor selama satu siklus elektrik motor. Temuan ini menunjukkan bahwa DDLCC merupakan pendekatan yang efektif untuk mengurangi riak torsi pada motor BLDC, meningkatkan efisiensi, dan keandalan operasional.Kata Kunci—BLDC, DC-Link, Torsi, Riak Torsi. 
ANALISIS PERFORMANSI QUALITY OF SERVICE (QOS) PROTOKOL MESSAGE QUEUING TELEMETRY TRANSPORT (MQTT) PADA SISTEM MONITORING PENDETEKSI BANJIR BERBASIS WEB Prastyawan, Hermanto; Muttaqin, Adharul; Razak, Angger Abdul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Protokol Message Queuing Telemetry Transport (MQTT) merupakan salah satu protocol komunikasi yang ringan dan efisien untuk diterapkan dalam sistem Internet of Things (IoT). Penelitian ini mengimplementasikan protocol MQTT pada sistem monitoring pendeteksi banjir berbasis web. Sistem ini dirancang menggunakan perangkat NodeMCU ESP8266 sebagai publisher, yang terhubung dengan beberapa sensor, seperti DHT11 untuk mengukur kelembapan dan suhu udara, JSN-SR04T untuk mendeteksi ketinggian air, serta sensor curah hujan untuk mengukur intensitas hujan. Pada sisi subscriber, WebSocket digunakan pada sisi web untuk memfasilitasi monitoring secara real-time. Protokol MQTT mendukung tiga tingkatan Quality of Service (QoS), yaitu QoS 0, 1, dan 2, yang diuji untuk menganalisis pengaruhnya terhadap performa pengiriman data pada sistem monitoring pendeteksi banjir berbasis web yang dirancang. QoS 0 tidak memberikan jaminan pengiriman, sedangkan QoS 1 menjamin pesan dikirikan setidaknya satu kali, dan QoS 2 memastikan pesan dikirimkan tepat satu kali. Hasil pengujian menunjukkan bahwa QoS 2 menghasilkan throughput tertinggi, yaitu 6,711 Kbps, yang 26,68% lebih tinggi dibandingkan QoS 0 (5,298 Kbps) dan 14,48% lebih tinggi dibandingkan QoS 1 (5,862 Kbps). Namun, peningkatan throughput ini diikuti dengan kenaikan delay. Delay rata-rata pada QoS 2 adalah 2,98 ms, yang 297% lebih tinggi dibandingkan QoS 0 (0,75 ms) dan 114% lebih tinggi dibandingkan QoS 1 (1,39 ms). Sebaliknya, QoS 0 memiliki delay terendah, menjadikannya opsi yang lebih efisien dalam hal waktu pengiriman data pada sistem yang dibangun di penelitian ini. Selain itu, selama pengujian tidak ditemukan packet loss pada semua tingkat QoS.Kata Kunci: MQTT, Sistem Monitoring Banjir, Throughput, Delay, Packet loss, IoT, WebSocket.
Dampak Variabilitas Downtime terhadap Kerugian Energi dan Kerugian Ekonomis pada Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Cikaengan-2, PTCikaengan Tirta Energi (CTE) Akbar, Muhammad Yoga Rochmanu; Wibawa, Unggul; Utomo, Teguh
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Downtime merupakan waktu tidak berfungsinya mesin akibat kegagalan mekanik dan elektrik serta kerusakan pada penstock, waterway, dan DAS, yang berdampak pada efisiensi dan produksi energi di PLTM Cikaengan-2 dengan kapasitas terpasang 7,2 MW (2 unit, masing-masing 3,6 MW) dan faktor kapasitas 75%. Penelitian ini menggunakan metode Specific Water Consumption (SWC), Failure Mode Effect and Analysis (FMEA), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Break Event Point (BEP), dan Return on Investment (ROI) untuk menganalisis efisiensi, keandalan, dan dampak downtime terhadap energi dan ekonomi. Hasil menunjukkan bahwa SWC target (1,0735 m³/MWh) tidak tercapai pada 2022 (0,9815 m³/MWh) dan 2023 (0,9632 m³/MWh), namun membaik pada 2024 (1,0648 m³/MWh). Kerugian energi akibat downtime tercatat sebesar 1.110,862 MWh (2022), 1.937,417 MWh (2023), dan 35,827 MWh hingga Juni 2024, dengan penyebab utama pada penstock (2022: 60,57%) dan DAS (2023: 70,89%). Penalti 15% akibat ketidaksanggupan memenuhi DOP > 73% menghasilkan kerugian finansial Rp5,80 miliar (2022), Rp6,98 miliar (2023), dan Rp3,10 miliar (2024). BEP maksimum dengan penalti tercapai dalam 10,97 tahun (ROI 8,14%), sementara BEP aktual dengan pertumbuhan produksi 14% membutuhkan 18–20 tahun. Pertumbuhan produksi 27% diperlukan untuk menyamai skenario maksimum dengan BEP 11 tahun dan ROI 22,25% tanpa penalti. Secara keseluruhan, downtime, variabilitas RPN, dan kebutuhan pertumbuhan produksi energi 27% secara signifikan memengaruhi efisiensi, keandalan, serta kelayakan finansial PLTM sesuai permen ESDM No.10 Tahun 2017.Kata Kunci—Downtime, Kerugian Energi, Kerugian Ekonomis, Pembangkit Listrik Minihidro (PLTM)
PENGARUH RANGKAIAN SNUBBER PADA INVERTERFULL-BRIDGE SATU FASA YANG MENGGUNAKAN TEKNIK PENSAKELARAN SPWM UNIPOLAR Himawan, Achmad Faisal; Hasanah, Rini Nur; Nurwati, Tri
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas kinerja rangkaian snubber pada rangkaian inverter full-bridge SPWM unipolar. Dalam merancang rangkaian inverter, salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan adalah masalah kerugian daya yang terjadi pada sakelar elektronik yang digunakan. Kerugian daya pada sakelar elektronik itu sendiri terdiri dari dua bagian yaitu pada kondisi ON dan pada kondisi peralihan. Alternatif untuk mengurangi kerugian pensakelaran adalah dengan menambahkan rangkaian snubber pada sakelar elektronik. Selain itu manfaat lain dari rangkaian snubber adalah untuk melindungi sakelar elektronik yang harganya relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga komponen-komponen yang ada pada rangkaian snubber tersebut.Kata Kunci: Rangkaian Snubber, Rangkaian Inverter, THD, Karakteristik Switching. 
Aplikasi Litz Wire Untuk Mengurangi Rugi Termal Tembaga pada Belitan Transformator Frekuensi Tinggi pada Forward Converter Saputro, Uddhiharta Deca; Djuriatno, Waru; Wijono, n/a
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 1 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan sistem konversi daya yang efisien dan andal semakin mendesak. Maka dari itu dibutuhkan konverter daya seperti konverter DC-DC yang efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis rugi-rugi yang terjadi pada transformator frekuensi tinggi yang terpasang pada rangkaian konverter DC-DC. Metode yang digunakan adalah dengan membandingkan efisiensi dari tiga transformator frekuensi tinggi yang berbeda bahan belitannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformator berbahan belitan litz wire memiliki efisiensi paling baik diantara ketiga transformator lainnya. Dari pernyataan sebelumnya dapat diambil Kesimpulan bahwa penggunaan bahan belitan litz wire dapat meningkatkan efisiensi dari transformator frekuensi tinggi.Keywords: konverter daya, transformator frekuensi tinggi, litz wire, efisiensi transformator.
Implementasi Multilayer Perceptron untuk Pengenalan Digit Tulisan Tangan Berbasis Dataset MNIST pada FPGA Runandra, Surya Agni Wahyu; Sulistiyanto, Nanang; Muttaqin, Adharul
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol. 13 No. 7 (2025)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengenalan digit tulisan tangan merupakan salahsatu aplikasi penting dalam kecerdasan buatan, yang banyakdigunakan pada sistem verifikasi identitas, pengolahandokumen, serta antarmuka visual berbasis citra. Jaringan saraftiruan (JST) seperti Multilayer Perceptron (MLP) telahmenjadi metode yang umum digunakan untuk menyelesaikanpermasalahan ini. Namun, implementasi JST pada CPU danGPU memiliki konsumsi daya yang tinggi dan latensi yangtidak selalu dapat diterima untuk aplikasi real-time dan sistemtertanam.Penelitian ini merancang dan mengimplementasikan sistempengenalan digit berbasis MLP pada FPGA menggunakanrepresentasi data fixed-point 8, 16, dan 32 bit. Model dilatihmenggunakan TensorFlow, kemudian bobot dan biasdikonversi serta dimuat ke dalam sistem FPGA. Implementasidirancang agar memaksimalkan efisiensi sumber daya dankecepatan pemrosesan tanpa mengorbankan akurasi. Hasilevaluasi menunjukkan bahwa sistem FPGA mampu melakukaninferensi dengan waktu rata-rata 12 mikrodetik 46 kali lebihcepat dibandingkan CPU lokal (560 mikrodetik) dan 24 kalilebih cepat dari GPU T4 di Google Colab (292 mikrodetik). Darisisi akurasi, sistem memperoleh hasil sebesar 84% (8-bit), 96%(16-bit), dan 96% (32-bit). Dari sisi konsumsi daya sistemmengonsumsi daya sebesar 1,9 Watt (8-bit), 2.0 Watt (16-bit),dan 2,2 Watt (32-bit).Kata kunci—FPGA, MNIST, Multilayer Perceptron,Representasi Fixed-point

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue