cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa TEUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 2,116 Documents
ALAT PENGECEKAN PERSEDIAAN MOBIL PADA PERUSAHAAN PERSEWAAN MOBIL MENGGUNAKAN RFID DENGAN SMS SEBAGAI MEDIA TRANSMISI DATA I Putu Putra Darmawan; Raden Arief Setyawan; Eka Maulana
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam skripsi ini, RFID diaplikasikan sebagai alat pengecekan persediaan mobil di perusahaan persewaan mobil. Setiap mobil akan ditempeli sebuah tag, dan sebelum mobil masuk ke garasi sistem akan membaca tag terlebih dahulu. Sistem akan menyimpan data tag tersebut ke dalam sebuah database. Saat mobil tersebut keluar dari garasi, maka sistem akan kembali membaca tag dan perubahan akan terjadi pada database dan jumlah kendaraan yang ada di gudang adalah valid.Hasil pengujian seluruh sistem menunjukkan bahwa sistem dapat mendeteksi adanya mobil masuk maupun mobil keluar, dan semua informasi tersebut disimpan dalam sebuah database. Selain itu, sistem juga dapat memberikan informasi kepada user mengenai jumlah kendaraan yang masih berada di dalam gudang maupun yang sudah keluar melalui pesan SMS.Kata kunci — Pengecekan, RFID, SMS dan Tag.
PENGENDALIAN SUDUT CERMIN DATAR PADA SOLATUBE MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS MIKROKONTROLER Gumilang Saptha Pamega; n/a Purwanto; Muhammad Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Solatube merupakan tabung cahaya yang sistem kerjanya memasukkan cahaya matahari ke dalam tabung reflektor, dipantulkan dan masuk ke dalam ruangan. Cahaya yang masuk ke dalam ruangan benar-benar dari cahaya matahari, bukan listrik buatan. Berbeda dengan solarcell yang memanfaatkan energi matahari menjadi listrik dalam baterai untuk menyalakan lampu listrik. Namun, umumnya solatube menggunakan dome untuk memantulkan cahaya. Pada penelitian kali ini dilakukan penyempurnaan rancangan solatube dari salah satu peneliti yang juga melakukan penelitian tentang solatube, namun solatube yang dirancang tidak memiliki dome diatas tabung solatube-nya. Maka dibuatlah suatu solusi untuk membuat alat yang dapat menggantikan peran dari dome solatube. Yakni dengan menggunakan cermin yang dapat bergerak sesuai dengan sudut yang telah ditentukan sebelumnya, dengan sensor LDR sebagai pendeteksi cahaya dan kontroler yang digunakan ialah kontrol PID. Di mana cermin ini berfungsi untuk merefleksikan cahaya, sehingga cahaya dapat masuk melalui lubang atas solatube. Setpoint sudut yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu sebesar 0°, 45°, 90° dan 135°. Dan sensor LDR yang digunakan berjumlah 8 sensor, di mana apabila salah satu sensor mendeteksi kuat cahaya terkuat maka cermin akan bergerak ke sudut tersebut. Dari hasil perancangan dan pengujian alat yang telah dilakukan, didapatkan paremeter PID dengan metode hand tuning yang paling baik yaitu Kp = 2,4 , Ki = 1,7 , Kd = 0,5 atau Kp = 3,2 , Ki = 0 , Kd = 0.Kata kunci- solatube, dome, PID, LDR, sudut.
IMPLEMENTASI KONTROL LOGIKA FUZZY PADA SISTEM KESETIMBANGAN ROBOT BERODA DUA Shanty Puspitasari; Goegoes Dwi Nusantoro; Muhammad Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

teknologi robotika telahmampu meningkatkan kualitas maupunkuantitas berbagai industri. Teknologirobotika juga telah menjangkau sisihiburan dan pendidikan bagi manusia.Salah satu cara menambah tingkatkecerdasan sebuah robot adalah denganmenambah sensor dan metode control.Robot beroda dua merupakan suatu robotmobile yang memiliki sebuah roda disisikanan dan kirinya yang tidak akanseimbang apabila tanpa adanya kontroler.Penelitian skripsi ini adalah untukmendesain dan membangun robot berodadua yang mampu menyeimbangkan dirinyayang tegak lurus terhadap permukaanbumi di daerah bidang datar Padapenelitian skripsi ini digunakan ArduinoMega 2560, sensor gyroscope sertamenggunakan metode kontrol logika fuzzysebagai pengendali. Kontrol logika fuzzydigunakan untuk menentukan danmerancang kontroler yang diharapakanuntuk membuat robot beroda dua menjadiseimbang atau berada dalam keadaantegak.Kata Kunci: robot roda dua, logika fuzzy,sensor gyroscope, arduino mega 2560
SISTEM PENGENDALI KECEPATAN MOTOR DC PADA LIFT BARANG MENGGUNAKAN KONTROLER PID BERBASIS ATMEGA 2560 Luthfi Fakhrudin Nizar; n/a Retnowati; n/a Purwanto
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lift barang adalah angkutan transportasi vertikal digunakan untuk memindahkan barang. Lift ini sangat khusus fungsinya untuk barang saja, lift ini hampir sama dengan lift penumpang namun ada sedikit perbedaan dalam sistem keamanannya. Lift barang yang sekarang memang sudah otomatis tetapi hanya pada gedung bertingkat tinggi. Untuk minimarket atau home industry yang memiliki struktur bangunan 2 lantai, banyak dijumpai masih menggunakan pengkatrolan secara manual oleh tenaga manusia untuk memindahkan barang. Hal ini cukup tidak efisien. Pada penelitian ini telah dirancang sistem pengaturan kecepatan motor DC pada lift barang menggunakan kontoler PID dengan kontruksi sistem yang sederhana. Digunakan Kontroler PID untuk mengurangi kesalahan, sehingga putaran motor dapat sesuai dengan kecepatan yang diinginkan. Dengan bantuan kontroler PID maka lift barang mampu bergerak dengan aman dan halus. Pada skripsi ini digunakan metode Ziegler-Nichols tunning 2. Dalam pembuatannya digunakan Arduino Mega 2560, rotary encoder Autonic E40H8 500-6-L-5, limit switch, dan motor DC. Berdasarkan data respons sistem yang diperoleh dari pengujian dengan menggunakan metode kedua Ziegler-Nichols, maka parameter kontroler PID dapat ditentukan dengan gain Kp = 7.71, Ki = 7.035 dan Kd = 2.113.Kata Kunci— Lift barang, Pengendalian Kecepatan, PID, Arduino Mega 2560.
IMPLEMENTASI KONTROLER FUZZY TAKAGI SUGENO UNTUK KESTABILAN ROTARY INVERTED PENDULUM Intan Febriana; Goegoes Dwi Nusantoro; Muhammad Aziz Muslim
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendulum terbalik adalah sistem pendulum yang titik beratnya berada di atas titik tumpunya. Pada skripsi ini yang menjadi fokus bahasan adalah pendulum terbalik yang menggunakan lintasan berbentuk lingkaran (Rotary Inverted Pendulum). Lintasan berupa lingkaran tersebut bertujuan untuk menghilangkan batasan lintasan yang terjadi pada pendulum terbalik dengan lintasan lurus sehingga pendulum dapat disetimbangkan dengan leluasaKontrol logika fuzzy merupakan salah satu metode pengontrolan yang sangat baik dan mudah dipahami, perancangan kontroler logika fuzzy berbasis takagi memperbaiki kelemahan yang dimiliki oleh sistem fuzzy murni untuk menambah suatu perhitungan matematika sederhana sebagai bagian THEN.Dari hasil pengujian dilapangan didapatkan bahwa pendulum terbalik sudah dapat mempertahankan kesetimbangannya rata-rata selama 4 detik. Pendulum terbalik sudah bisa mengambil keputusan sendiri apakah akan bergerak ke-kiri atau ke-kanan sesuai dengan arah kemiringannya dengan kecepatan tertentu untuk menjaga kestabilan pendulum terbalik tersebut.Kata Kunci— Rotary Inverted Pendulum, Kontroler Logika Fuzzy, PWM, Duty Cycle
PENGENDALIAN TEKANAN PADA SISTEM HOMOGENISASI SUSU DENGAN KONTROLER PID BERBASIS ARDUINO UNO Garneta Rizke Ayu Cempaka; n/a Purwanto; n/a Rahmadwati
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Homogenisasi susu adalah suatu prosesdimana butiran - butiran atau globula - globulalemak pada susu dipecah menjadi globula-globulayang lebih kecil yang berukuran 2μ atau kurang.Sistem homogenisasi susu dimaksudkan untukmenghindari terbentuknya lapisan krim yang terjadibila air susu didiamkan. Cara kerja dari alathomogenisasi adalah dengan menekan susu padatekanan yang tinggi dan melewatkannya padasebuah lubang yang lebih kecil dari globula-globulalemak awal. Alat homogenisasi susu yang digunakanmerupakan hasil rancangan sendiri sehinggaberbeda dengan alat homogenisasi yang dijual dipasaran pada umumnya. Pada penelitian ini akandigunakan kontroler PID berbasis Arduino Unountuk mengatur tekanan pada sistem homogenisasisusu. Dalam proses pengendalian tekanan, ArduinoUno yang sudah dikontrol dengan PID akanmengendalikan Variable Speed Drive (VSD) dan VSDakan menggerakkan motor induksi yang ada didalam pompa. Pada penelitian ini pemodelan sistemmenggunakan teori pertama metode Ziegler-Nicholsdan didapatkan nilai parameter Kp = 1.91, Ki = 0.62,dan Kd = 1.48. Sensor yang digunakan adalah sensortekanan MPX5700AP. Pada proses ini akandiberikan setpoint berupa tekanan sebesar 3 Bar.Kata Kunci—homogenisasi susu, Variable SpeedDrive, PID
PERANCANGAN KELISTRIKAN PADA KONDOTEL BOROBUDUR BLIMBING KOTA MALANG Ashydiq Chenny Saputra; Mochammad Dhofir; Hery Purnomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akan dibangun sebuah Kondotel pada kawasan Malang Trade Center di Blimbing kota Malang yang bernama Kondotel Borobudur. Kondotel Borobudur ini dibangun diatas tanah seluas ±625,284 m2 dengan tinggi 52,50 m dan terdiri dari 15 lantai. Melihat dari luas dan fungsi bangunan, maka dibutuhkan suatu perencanaan dan perancangan instalasi listrik yang baik. Untuk itu pada penelitian ini akan membahas tentang perancangan kelistrikan pada Kondotel Borobudur Blimbing di kota Malang. Semua persyaratan instalasi sesuai dengan PUIL SNI 04-0225-2000. Instalasi pada penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu instalasi penerangan dan instalasi daya. Instalasi peneranagan terkait dengan penentuan jumlah amatur dan jumlah lampu. Sedangkan untuk instalasi daya terkait dengan penentuan kapasitas AC, penentuan motor pompa dan penentuan besar daya pada stop kontak. Kondotel Borobudur ini terbagi menjadi 5 MEE. MEE 1 menyuplai 109985.56 VA, MEE 2 menyuplai 138194.89 VA, MEE 3 menyuplai 137893.33 VA, MEE 4 menyuplai 137893.33 VA, dan MEE 5 menyuplai 114536.67 VA. Penghantar utama yang digunakan dari MDP ke SDP (MEE1-MEE5) yaitu kabel NYY 5 x 70 mm2. Daya total pada kondotel Borobudur sebesar 638503,78 VA, maka daya tersambung sebesar 231218,63 VA sehingga daya yang dibutuhkan dari PLN untuk penyambungan sebesar 279000 VA dengan pembatas 3x 425 A.Kata Kunci – Instalasi Listrik, Penerangan, Daya, Beban.
ANALISIS PENGARUH PENYAMBUNGAN DISTRIBUTED GENERATION PADA RUGI – RUGI DAYA SALURAN DISTRIBUSI Septian Kevin Aditama; Hadi Suyono; Rini Nur Hasanah
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akhir-akhir ini telah dikembangkan sistem pembangkitan energi mandiri yang dapat dikoneksian pada jaringan distribusi. Pembangkit tersebut adalah pembangkit tersebar atau Distributed Generation (DG). Pembangkit tersebut diantaranya adalah mikrohidro, wind turbine dan sel surya. Beberapa pembangkit tersebut akan disambungkan pada saluran sistem distribusi 20 kV penyulang pujon untuk mengurangi rugi-rugi daya pada saluran tersebut. Rugi daya pada saluran distribusi 20 kV pada penyulang pujon sebelumnya adalah 0,3122 MW dan 0,3752 MVar pada saat beban maksimum dan pada saat beban minimum rugi dayanya adalah sebesar 0,0239 MW dan 0,0286 MVar. Setelah penyambungan tiga pembangkit tadi rugi daya pada penyulang pujon berkurang menjadi 0,31 MW dan 0,3725 MVar saat beban maksimum dan ketika beban minimum rugi dayanya berkurang menjadi 0,0232 MW dan 0,0279 MVar. Penyambungan tiga pembangkit tersebut juga menaikkan nilai tegangan di ujung salurandistribusi 20 kV penyulang pujon, dimana sebelum DG disambungkan nilai tegangan di ujung saluran saat beban maksimum adalah 17,8108 kV dan setelah DG disambungkan tegangan di ujung saluran naik menjadi 17,8344 kV.Kata Kunci—distributed generation, rugi daya, saluran distribusi.
Analisis Koordinasi Rele Arus Lebih Pda Incoming dan Penyulang 20 kV Gardu Induk Sengkaling Menggunakan Pola Non Kaskade Nandha Pamadya Putra; Hery Purnomo; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga listrik sangat berguna baik dalam pemenuhan kebutuhan rumah tangga ataupun kebutuhaan dunia industri. Dalam penyaluran tenaga listrik dari pembangkit ke beban, diperlukan kontinuitas pelayanan yang baik kepada konsumen. Hal ini akan mempengaruhi keandalan sistem penyalurannya. Untuk memperoleh kendalan sistem yang tinggi perlu dipasang peralatan proteksi yang handal untuk meminimalisir gangguan yang terjadi. Agar dapat dikatakan bahwa sistem proteksi yang terpasang itu benar-benar handal, proteksi haruslah memiliki tingkat efektifitas, ekonomis, kecepatan bereaksi dan tingkat kepekaan yang tinggi.Sistem pola pengamanan yang umum digunakan saat ini adalah pengamanan kaskade, namun pola ini masih banyak kelemahannya. Oleh karena itu perlu dilakukan suatu sistem proteksi yang lebih akurat dalam melakukan pengkuran variabel-variabel gangguan, dapat meminimalisir terjadi gangguan dan yang mampu meningkatkan keamanan peralatan sekaligus mengingkatkan keandalan pasokan daya ke sistem 20 kV. Pola yang dapat direkomdansikan adalah pola pengamanan non kasakde karena waktu yang dibutuhkan untuk perlambatan waktunya 0-100mdet dengan rele dihulunya bila dibandingkan dengan pola kaskade yaitu 0,4-0,5 detik.Dari hasil penelitian, didapat bahwa arus gangguan hubung singkat terbesar adalah arus gangguan tiga fasa yang terletak di busbar 20 kV sebesar 6327,84 A dan gangguan terkecil adalah arus gangguan antar gasa yang terjadi di ujung penyulang sebesar 540,04 A. Sedangkan untuk koordinasi rele arus lebih non kaskade di sisi masukan 20 kV dan penyulang diperoleh TMS sisi masukan 20 kV sebesar 0,1978 dan untuk sisi penyulang sebesar 0,1826. Dengan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan waktu kerja untuk menghilangkan gangguan akan lebih cepat daripada pola yang diterapkan saat ini.Kata Kunci—Keandalan, pola pengamanan kaskade dan non kaskade, rele arus lebih.
KAJIAN UNJUK KERJA KELISTRIKAN ARESTER PORSELEN DAN ARESTER POLIMER PADA SISTEM TEGANGAN 20 KV M. Iqbal Bayhaqi Fauzi; Mochammad Dhofir; Teguh Utomo
Jurnal Mahasiswa TEUB Vol 2, No 7 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa TEUB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pengujian arester dalam kondisi kering, nilai arus bocor yang terukur pada arester polimer lebih tinnggi daripada nilai arus bocor pada arester polimer. Tercatat nilai arus bocor pada arester polimer pada pengujian dengan tegangan uji 5 kV sebesar 6.3 μA. Sedangkan untuk nilai arus bocor pada arester porselen nilai tegangan uji yang sama tercatat sebesar 40.5 μA. Untuk pengujian arester dalam kondisi basah, arester diuji menggunakan tegangan 5 kV-20 kV dengan berbagai tingkat pembasahan. Tingkat pembasahan yang digunakan adalah 2.75 – 4.02 liter/menit. Tingkat pembasahan mengacu pada intensitas curah hujan kota Malang. Dalam kondisi basah, nilai arus bocor arester polimer lebih baik dibandingkan nilai arus bocor arester porselen. Pada nilai tegangan uji dan tingkat pembasahan yang sama, nilai arus bocor yang tercatat pada microampermeter sebesar 6070 μA untuk arester porselen dan 38.38 μA untuk arester polimer. Meningkatnya nilai arus bocor pada arester porselen dikarenakan menurunnya nilai resistansi pada permukaan arester. Hal ini disebabkan sifat dari permukaan kedua arester berbeda. Pada pengujian sudut kontak kedua arester, diketahui bahwa arester porselen memiliki sudut kontak sebesar 24.529°. Nilai tersebut masuk dalam kategori hidrofilik. Sedangkan untuk arester polimer sudut kontaknya adalah 109.891°. Berdasarkan perhitungan nilai sudut kontak, arester polimer dikategorikan bersifat hidrofobik atau sifat menolak air.Kunci kunci – arester, porselen, polimer, arus bocor, resistansi permukaan, sudut kontak, hidrofilik, hidrofobik,

Page 32 of 212 | Total Record : 2116


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026) Vol. 13 No. 7 (2025) Vol. 13 No. 6 (2025) Vol. 13 No. 5 (2025) Vol. 13 No. 4 (2025) Vol. 13 No. 3 (2025) Vol. 13 No. 2 (2025) Vol. 13 No. 1 (2025) Vol. 12 No. 6 (2024) Vol. 12 No. 5 (2024) Vol. 12 No. 4 (2024) Vol. 12 No. 3 (2024) Vol. 12 No. 2 (2024) Vol. 12 No. 1 (2024) Vol. 11 No. 6 (2023) Vol. 11 No. 5 (2023) Vol. 11 No. 4 (2023) Vol. 11 No. 3 (2023) Vol. 11 No. 2 (2023) Vol. 11 No. 1 (2023) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022): Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue