cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 12 (2024): Desember" : 8 Documents clear
The Pengaruh Waktu Tanam Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) pada Tanaman Kacang Bambara (Vigna subterranea L. Verdcourt) dalam Pola Tanam Tumpangsari Addieni, Mulia; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kacang bambara (Vigna subterranea L. Verdcourt) merupakan komoditas yang potensial untuk dikembangkan dalam program diversifikasi pangan sebagai sumber karbohidrat dan protein. Permasalahan utama yang dihadapi dalam budidaya kacang bambara yaitu daya hasil yang masih rendah akibat masih dibudidayakan menggunakan galur-galur lokal pada lahan yang terbatas, sehingga diperlukan intensifikasi melalui tumpangsari dengan tanaman jagung manis dan memperhatikan waktu tanam jagung manis agar dapat mengurangi kompetisi yang terjadi antar tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh waktu tanam jagung manis pada hasil kacang bambara dalam sistem tumpangsari. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2023 di Kebun Percobaan IP2TP Jambegede. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali, meliputi : A (kacang bambara monokultur), B (kacang bambara ditanam serempak dengan jagung), C (jagung manis ditanam 2 minggu sebelum kacang bambara), D (jagung manis ditanam 1 minggu sebelum kacang bambara), E (jagung manis ditanam 1 minggu setelah kacang bambara), dan F (jagung manis ditanam 2 minggu setelah kacang bambara). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kacang bambara monokultur dan tumpangsari dengan jagung manis yang ditanam 2 minggu setelah kacang bambara memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih optimal pada jumlah daun, luas daun, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, berat kering total tanaman, dan hasil panen biji kering. Selain itu, semua perlakuan memiliki NKL yang lebih dari 1 yang artinya sistem tumpangsari lebih menguntungkan dan lebih efisien dalam pemanfaatan lahan dibandingkan sistem monokultur.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Varietas Gypsy Terhadap Pemberian Dosis Nitrogen dan Kalium Ramadhani, Kartika Yudha; Barunawati, Nunun
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura di Indonesia yang digemari masyarakat. Salah satu upaya untuk meningkatkan hasil dari budidaya buncis adalah dengan cara pemberian pupuk nitrogen dan pupuk kalium.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis pemberian nitrogen dan kalium yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis varietas Gypsy. Penelitian dilaksanakan di Desa Gledug, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur pada Bulan Februari hingga Mei 2023. Penelitian ini merupakan percobaan non faktorial yang dirancang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), terdiri dari 9 perlakuan yaitu: P1 = N 100 kg ha-1 + K 150 kg ha-1; P2 = N 100 kg ha-1 + K 200 kg ha-1; P3 = Dosis N 100 kg ha-1 + K 250 kg ha-1; P4 = N 150 kg ha-1 + K 150 kg ha-1; P5 = N 150 kg ha-1 + K 200 kg ha-1; P6 = N 150 kg ha-1 + K 250 kg ha-1; P7 = N 200 kg ha-1 + K 150 kg ha-1; P8 = N 200 kg ha-1 + K 200 kg ha-1; P9 = N 200 kg ha-1 + K 250 kg ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang memberikan hasil tertinggi ialah dosis N 150 kg ha-1 + K 200 kg ha-1 mampu meningkatkan bobot polong per tanaman sebesar 40,68% atau 496,52 g tan-1, bobot polong per petak sebesar 40,71% atau 4,47 kg petak-1 dan bobot polong per hektar sebesar 40,69% atau 33,37 ton ha-1.
Pengaruh Waktu Tanam Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Tipe Tegak dalam Pola Tumpangsari dengan Jagung Manis (Zea mays L.): Pengaruh Waktu Tanam Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Tipe Tegak dalam Pola Tumpangsari dengan Jagung Manis (Zea mays L.) Ulfa Ni'matin; Yurlisa , Kartika; Khumairoh, Uma
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Budidaya jagung dengan pola tanam monokultur pada lahan yang relatif sempit dinilai masih kurang efektif, terutama untuk petani kecil. Penanaman tumpangsari jagung dan tanaman kacang-kacangan dinilai lebih menguntungkan daripada penanaman monokultur. Dalam penanaman tumpangsari, waktu tanam mempunyai peranan penting karena dapat menimbulkan potensi terjadinya kompetisi antara tanaman utama dan sela. Untuk mengurangi kompetisi antara tanaman jagung manis dan buncis, maka waktu tanam buncis harus diatur, sehingga pertumbuhan dan hasil menjadi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh perbedaan interval waktu tanam buncis tipe tegak terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis pada pola tanam tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur pada bulan Februari hingga Juni 2023. Penelitian menggunakan metode RAK satu faktor, dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tumpangsari dengan waktu tanam buncis 10 hari sebelum tanam jagung manis mendapatkan hasil terbaik. Nilai BC Rasio menunjukkan nilai tertinggi sebesar 1,04. Pola tanam secara tumpangsari dengan interval waktu tanam buncis ditanam 10 hari sebelum tanam jagung manis layak dilanjutkan atau efisien.
Pengaruh Dosis Pupuk Kandang dan Konsentrasi PGPR terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Ikhtiarini, Fikry; Maghfoer , Mochamad Dawam
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Buncis merupakan salah satu tanaman hortikultura jenis kacang-kacangan dari genus Phaseolus. Turunnya produksi buncis dipengaruhi oleh kurang optimalnya teknik budidaya khusus tentang penggunaan pupuk. Upaya dalam meningkatkan hasil tanaman buncis yaitu dengan meningkatkan bahan organik melalui pemberian pupuk kandang serta memanfaatkan mikroorganisme seperti PGPR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari interaksi antara dosis pupuk kandang dengan konsentrasi PGPR pada tanaman buncis. Penelitian dilakukan dengan menggunkan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah perbedaan dosis pupuk kandang dan faktor kedua adalah perbedaan konsentrasi PGPR. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi antara dosis pupuk kandang dengan konsentrasi PGPR terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman buncis yaitu pada perlakuan pupuk kandang K0 (0 ton ha-1), K1 (10 ton ha-1) dengan PGPR P0 (tanpa PGPR) secara nyata mampu meningkatkan hasil bobot polong per tanaman sebesar 34,60 g tan-1 dan 41,99 g tan-1. Serta pada perlakuan pupuk kandang K2 (20 ton ha-1) dengan PGPR P2 (2,3 ml l-1) secara nyata mampu menghasilkan bobot polong per tanaman tertinggi sebesar 74,39 g tan-1 .
The Pengaruh Kombinasi Nutrisi dan Pemberian Pupuk Daun terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Keriting (Lactuca sativa L.) dengan Sistem Hidroponik Substrat Tahirah, Salma Mansyurah; Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Kombinasi nutrisi AB mix dan POC kelinci dengan pemberian pupuk daun dapat meningkatkan produksi selada keriting. Tujuan untuk mempelajari interaksi kombinasi nutrisi dan pemberian pupuk daun, serta memperoleh perlakuan kombinasi nutrisi dan pemberian pupuk daun terbaik. Penelitian dilaksanakan bulan Mei-Juli 2023 di Greenhouse, Desa Bocek, Karangploso, Kabupaten Malang. Penelitian disusun faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor 1: P1 (100% AB mix), P2 (100% POC kelinci), P3 (85% AB mix + 15% POC kelinci), P4 (70% AB mix + 30% POC kelinci), dan P5 (55% AB mix + 45% POC kelinci). Faktor 2: W1 (Tanpa pupuk daun) dan W2 (Pupuk daun). Hasil penelitian menunjukan interaksi kombinasi nutrisi dan aplikasi pupuk daun. Bobot segar total pada pupuk daun maupun tanpa pupuk daun dan 100% AB mix, 85% AB mix + 15% POC, 70% AB mix + 30% POC, dan 55% AB mix + 45% POC memberi hasil yang baik. Kombinasi nutrisi 100% AB mix, 85% AB mix + 15% POC, 70% AB mix + 30% POC, dan 55% AB mix + 45% POC memberi hasil yang baik pada panjang akar dan bobot segar akar. Aplikasi pupuk daun tidak berpengaruh nyata. Perlakuan pupuk daun maupun tanpa pupuk daun dengan 100% AB mix dan 85% AB mix + 15% POC lebih menguntungkan.
Pengaruh Frekuensi Penyiangan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Tipe Buncis (Phaseolus vulgaris L.) Putri, Widya Syah; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan salah satu komoditas pangan jenis sayuran buah yang diminati masyarakat. Namun, masih ditemukan masalah yang menyebabkan penurunan produksi buncis, salah satunya adalah kehadiran gulma di lahan budidaya buncis. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiangan gulma pada pertumbuhan dan hasil dua tipe buncis. Percobaan lapang dilaksanakan pada Bulan Maret sampai dengan Juni 2023 di Agrotechnopark Jatikerto, Malang. Percobaan ini merupakan percobaan non faktorial dan dirancang menggunakan RAK yang terdiri dari 8 perlakuan dengan 4 ulangan. Percobaan ini merupakan kombinasi 2 faktor perlakuan. Faktor pertama ialah tipe buncis yang terdiri dari 2 taraf dan faktor kedua ialah frekuensi penyiangan yang terdiri dari 4 taraf. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan frekuensi penyiangan gulma yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil dua tipe buncis. Buncis tipe tegak dengan frekuensi penyiangan 3 kali dan buncis tipe rambat dengan frekuensi penyiangan 2 atau 3 kali mampu menekan pertumbuhan beberapa jenis gulma, berpengaruh nyata terhadap berat kering gulma serta mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil buncis dibandingkan perlakuan tanpa penyiangan. Buncis tipe rambat dengan frekuensi penyiangan 2 atau 3 kali menghasilkan pertumbuhan dan hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya.
Pengaruh Aplikasi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascolonicum L.) Alfarisi, Romzul Islami; Tyasmoro, Setyono Yudo
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu tanaman yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Produktivitas bawang merah di Indonesia dari tahun 2015 - 2019 mengalami penurunan akibat kesuburan tanah yang menurun karena penggunaan pupuk anorganik yang terus menerus dan berlebihan. Pemberian PGPR diharapkan mampu mengurangi ketergantungan penggunaan pupuk anorganik. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh interaksi antara aplikasi PGPR dan Pupuk NPK serta kombinasi yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil bawang. Penelitian dilaksanakan di Desa Bocek, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur mulai bulan April – Juni 2023. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), terdiri atas 6 perlakuan yaitu P0N1= (Tanpa PGPR + NPK 300 kg ha-1), P0N2= (Tanpa PGPR + NPK 400 kg ha-1), P0N3= (Tanpa PGPR + NPK 500 kg ha-1), P1N1= (PGPR + NPK 300 kg ha-1), P1N2= (PGPR + NPK 400 kg ha-1), P1N3= (PGPR + NPK 500 kg ha-1) dan diulang sebanyak 4 kali. Parameter pengamatan ialah panjang tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, luas daun, bobot kering tanaman, laju pertumbuhan, jumlah umbi, diameter umbi, bobot segar umbi, bobot kering umbi, analisis tanah dan analisis serapan hara N, P, K. Analisa data menggunakan analisis ragam taraf 5% dan uji lanjut Duncan Multyple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat interaksi dari aplikasi PGPR dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Perlakuan dosis 400 kg ha-1 NPK yang dikombinasikan dengan PGPR konsentrasi 40 ml menunjukkan hasil yang paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah.
Pengaruh Berbagai Cara Pengendalian Gulma Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Nababan, Gabriel Rivaldo; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Tanaman mentimun merupakan tanaman yang dapat tumbuh serta beradaptasi dalam berbagai kondisi lingkungan. Produksi mentimun mentimun di Indonesia mengalami flutuatif dari 2019 hingga 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengendalian gulma yang tepat terhadap berbagai perlakuan untuk pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2023 sampai bulan Agustus 2023 di Desa Mojorejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Penelitian faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok  (RAK) non Faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan yang dilakukan pengulangan sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 24 satuan petak percobaan dengan perlakuan P0 : Tanpa penyiangan gulma, P1: Bebas gulma (penyiangan setiap 3 hari sekali), P2: Penyiangan manual 21 HST, P3: Herbisida oxyfluorfen  dengan dosis 1,5 l ha-1+ penyiangan manual 21 HST, P4: Mulsa Hitam Perak + penyiangan manual 21 HST, P5 : Mulsa Jerami Padi + penyiangan manual 21 HST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh nyata pada parameter panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, rerata jumlah buah per tanaman, rerata diameter buah, rerata panjang buah, rerata bobot buah per tanaman, dan bobot buah per hektar pada tanaman mentimun. Perlakuan bebas gulma, perlakuan hitam perak + penyiangan manual 21 HST, perlakuan herbisida oxyfluorfen dengan dosis 1,5 l ha-1+ penyiangan manual 21 HST, dan perlakuan mulsa jerami padi + penyiangan manual 21 HST memiliki hasil bobot buah per hektar yang tinggi dibandingkan pada perlakuan tanpa penyiangan gulma dengan hasil sebesar 68,1 ton ha-1, 66,6 ton ha-1, 56,1 ton ha-1, dan 52,1 ton ha-1.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue