cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 07 (2025): Juli" : 7 Documents clear
Pengaruh Pemberian Pupuk P dan K Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Tambun, Rani Leonita; Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.07

Abstract

Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman merambat yang termasuk dalam keluarga Cucurbitaceae. Mentimun cukup digemari oleh masyarakat Indonesia karena mengandung banyak vitamin dan mineral. Produksi mentimun di Jawa Timur mengalami fluktuasi pada lima tahun terakhir. Produksi yang masih fluktuatif dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu kesuburan tanah yang menurun, sehingga perlu dilakukan pemupukan P dan K untuk meningkatkan produksi tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara pupuk P dan pupuk K serta mendapatkan dosis pupuk yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil buah mentimun (Cucumis sativus L.). Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2023 di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Penelitian merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara pemberian dosis pupuk P dan K terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Pemberian dosis fosfor dan kalium berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Dosis pupuk fosfor 90 kg ha-1 dan 120 kg ha-1 memberikan hasil yang lebih tinggi pada bobot buah per buah, bobot buah per tanaman dan hasil per hektar dibandingkan dengan dosis 60 kg ha-1. Dosis pupuk kalium 200 kg ha-1 memberikan hasil yang lebih tinggi pada bobot buah per tanaman dan hasil per hektar dibandingkan dengan dosis 50 kg ha-1.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Bit Merah (Beta vulgaris L.) Terhadap Dosis Pupuk N dan K di Dataran Medium Wijayanti, Annisa Kartika; Roviq , Mochammad; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.03

Abstract

Budidaya tanaman bit merah di dataran medium masih jarang dilakukan karena tidak sesuainya syarat tumbuh. Penggunaan pupuk N dan K diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman bit merah di dataram medium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari pupuk N dan K serta mendapatkan dosis yang optimum terhadap pertumbuhan dan hasil bit merah. Penelitian dilakukan di lahan Jatimulyo, Kota Malang pada bulan Juni hingga September 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis pupuk nitrogen yang terdiri dari N1 (50 kg ha-1), N2 (100 kg ha-1) dan N3 (200 kg ha-1) serta pupuk kalium yang terdiri dari K1 (50 kg ha-1), K2 (100 kg ha-1) dan K3 (200 kg ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi terhadap parameter bobot kering tanaman yaitu pada perlakuan dosis pupuk nitrogen sebesar 200 kg ha-1 dengan penambahan pupuk kalium sebesar 200 kg ha-1, pada volume umbi pada perlakuan dosis pupuk nitrogen sebesar 200 kg ha-1 dengan penambahan pupuk kalium sebesar 50 kg ha-1 dan 200 kg ha-1 serta pada betasianin total pada perlakuan dosis pupuk nitrogen sebesar 200 kg ha-1 dengan penambahan pupuk kalium sebesar 100 kg ha-1 dan 200 kg ha-1. Secara terpisah, nitrogen sebesar 200 kg ha-1 memberikan pengaruh nyata pada parameter panjang tanaman, luas daun, diameter dan volume umbi, bobot segar dan kering tanaman, bobot segar umbi per petak dan per hektar. Sedangkan secara terpisah kalium sebesar 200 kg ha-1 memberikan pengaruh nyata pada parameter luas daun, diameter umbi, volume umbi, bobot segar dan kering tanaman.
Pengaruh Dosis Pupuk Nitrogen dan Kalium terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) Alfarisiy, Naufal Afif; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.04

Abstract

Sawi Pagoda (Brassica narinosa L.) merupakan tanaman yang memiliki ekonomi yang tinggi dimana komoditas tersebut belum banyak dibudidayakan secara konvensional. Minimnya penelitian tentang dosis N dan K menyebabkan belum banyak acuan dosis yang tepat untuk sawi pagoda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis nitrogen dan kalium yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Jatimulyo Universitas Brawijaya, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada bulan Agustus hingga september 2023. Penelitian ini dilaksanakan secara faktorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Ada dua faktor dalam pelaksaanan penelitian ini, yaitu faktor 1 yang terdiri dari N1 (30 kg ha-1), N2 (100 kg ha-1), dan N3 (170 kg ha-1) dan faktor 2 yang terdiri dari K1 (0 kg ha-1), K2 (60 kg ha-1), K3 (120 kg ha-1), dan K4 (180 kg ha-1). Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil bahwa tidak terdapat interaksi antara nitrogen dan kalium pada pertumbuhan maupun hasil tanaman sawi pagoda. Bobot segar total per tanaman dan bobot segar konsumsi per tanaman pada perlakuan nitrogen dengan dosis 170 kg ha-1 memperoleh hasil terbaik. Dosis kalium sebanyak 180 kg ha-1 merupakan dosis terbaik untuk memperoleh bobot segar konsumsi yang maksimal.
Pengaruh Pemangkasan Pucuk dan Dosis Pupuk Urea terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Putri Fadilla Anggreani; Paramyta Nila Permanasari; Bambang Guritno
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.05

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang termasuk ke dalam famili Cucurbitaceae yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Kebutuhan buah mentimun cenderung terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk, peningkatan taraf hidup, tingkat pendidikan, dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nilai gizi sedangkan produktivitas mentimun secara nasional masih rendah. Upaya untuk meningkatkan produksi mentimun dapat dilakukan dengan teknik pemangkasan dan pemberian pupuk urea yang tepat. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari dan memperoleh informasi kombinasi waktu pemangkasan pucuk dan dosis pupuk urea yang tepat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli - September 2023 di Desa Sidowarek, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan P0 = Tanpa pemangkasan + Urea 0 kg/ha; P1 = Pemangkasan pucuk 14 HST + Urea 100 kg/ha; P2 = Pemangkasan pucuk 14 HST + Urea 150 kg/ha; P3 = Pemangkasan pucuk 20 HST + Urea 100 kg/ha; P4 = Pemangkasan pucuk 20 HST + Urea 150 kg/ha. Analisis data dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ pada taraf 5%. Perlakuan pemangkasan pucuk 14 HST dan 20 HST dengan dosis pupuk urea 150 kg/ha memberikan hasil yang lebih baik pada jumlah buah panen per tanaman, bobot buah per tanaman dan panen per hektar. Perlakuan pemangkasan pucuk 20 HST + urea 150 kg/ha memberikan jumlah cabang produktif dan nilai R/C ratio yang paling tinggi. Sedangkan perlakuan 14 HST dan 20 HST dengan urea 100 kg/ha memberikan bobot 100 benih yang lebih tinggi.
Pengaruh Mulsa Plastik Hitam Putih dan Hitam Perak Pada Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Varietas Inpari-32 Dengan Sistem Irigasi Tetes Fikrie Rizqy Juan Bismaditya; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.02

Abstract

Di Indonesia, padi merupakan tanaman pokok yang dikonsumsi dalam jumlah besar. Mulsa plastik disebar, dan irigasi tetes digunakan untuk meningkatkan hasil tanaman padi sawah sekaligus memaksimalkan efisiensi konsumsi air untuk irigasi. Mengkaji dampak penerapan mulsa plastik hitam perak dan hitam putih pada padi sawah (Oryza sativa L.) kultivar Inpari-32 menjadi tujuan penelitian ini. Penelitian dilakukan di Desa Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, pada bulan November 2023 hingga Februari 2024. Dengan menggunakan pendekatan uji T, penelitian dilakukan dengan dua perlakuan yaitu mulsa plastik hitam perak dan mulsa plastik hitam putih. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hasil terbaik diperoleh dari penerapan mulsa hitam perak dan hitam putih. Parameter tersebut meliputi panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, indeks luas daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, bobot gabah kering giling per tanaman, bobot gabah kering giling per meter, bobot gabah kering giling per hektar, dan berat kering total tanaman pada umur 30, 70, dan 110 hari setelah tanam. Berat gabah kering giling yang diberi mulsa hitam dan putih lebih tinggi dibandingkan dengan yang diberi mulsa hitam dan perak; selisihnya sebesar 6,57 ton/ha untuk mulsa hitam putih dan 4,96 ton/ha untuk mulsa hitam dan perak.
Pengaruh Pupuk Hayati dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhandan Hasil Tanaman Bawang Merah  (Allium Ascalonicum L.) Putri, Rani; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.06

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) memiliki nilai ekonomis tinggi. Produksinya di Indonesia fluktuatif, menurun akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan yang menurunkan kesuburan tanah. Kombinasi pupuk hayati dengan pupuk NPK dapat meningkatkan produksi berkelanjutan dan mengurangi dampak negatif pada tanah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji pengaruh kombinasi pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah serta mengetahui kombinasi terbaik untuk kedua jenis pupuk tersebut. Penelitian dilaksanakan di Lahan Tegalan Dusun Kasin, Desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada bulan Oktober hingga Desember 2023. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 petak dengan total 8.100 tanaman. Perlakuan meliputi kontrol, NPK 100% dan 75%, serta pupuk hayati 150%, 100%, dan 50%. Variabel pengamatan mencakup panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot segar umbi, jumlah umbi, bobot umbi kering matahari, persentase susut umbi, dan produksi per hektar. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji BNJ taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pada semua variabel pertumbuhan dan hasil bawang merah. Perlakuan terbaik untuk panjang tanaman adalah P1: NPK 100% (500kg/ha) + PH 150% (22,5 liter) dengan panjang 28 cm. Produksi terbaik per hektar dicapai oleh P1 dengan 14,294 t.ha-1, sementara kombinasi NPK 75% terbaik adalah P5: NPK 75% (375kg/ha) + PH 100% (15 liter) dengan hasil 12,105 t.ha-1. Penggunaan pupuk hayati yang dikombinasikan dengan pupuk NPK (anorganik) terbukti efektif mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan meningkatkan produksi bawang merah, menawarkan solusi berkelanjutan untuk praktik pertanian.  
Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Elisitor Terhadap Pertumbuhandan Hasil Dua Varietas Tanaman Jagung Lokal (Zea mays L.) Dea Cahya Ningsih; Gubali, Hayatiningsih; Silvana Apriliani
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 07 (2025): Juli
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.07.01

Abstract

Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman jagung, petani sering menggunakan pupuk anorganik secara terus menerus dan berlebihan dalam mengejar produksi yang tinggi tanpa mengembalikan sisa tanaman dan bahan organic ke dalam tanah sehingga menyebabbkan penurunan kualitas lahan yang mengabkibatkan penurunan produktivitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai jenis elisitor serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung local dan mengetahui jenis elisitor yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman jagung local. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan November 2024. Lokasi penelitian bertempat di Desa Tunggulo, Kecamatan tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terpisah (split Plot), petak utama adalah varietas jagung local dan anak petak adalah elisitor. Pemberian berbagai jenis elisitor memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman jagung local pada parameter tinggi tanaman, luas daun, jumlah baris dan berat per 100 biji. Terdapat interaksi antara pemberian berbagai jenis elisitor terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas tanaman jagung pada parameter tinggi tanaman dan bobot tongkol tanpa kelobot. Jenis elisitor yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pada varietas pulut yaitu elisitor 1 (tumbuhan sambiloto, tumbuhan daun gamal, tumbuhan anting – anting, tumbuhan gulma siam, dan tumbuhan paku). Sedangkan pada varietas motorokiki tidak terdapat elisitor  terbaik untuk pertumbuhan. Akan tetapi saat panen elisitor 1 memberikan hasil terbaik yaitu pada parameter berat per 100 biji.  

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue