cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 1 (2015)" : 11 Documents clear
PENGARUH BIOURINE SAPI DAN BERBAGAI DOSIS N TERHADAP TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae L.) Puspita, Putri Bella; Sitawati, Sitawati; Santoso, Mudji
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman kailan (Brassica oleraceae L.) merupakan sayuran yang memiliki kandungan gizi seperti protein, mineral, dan vitamin serta rasa daun dan batang yang manis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biourine sapi dan dosis N dengan komposisinya yang terbaik pada tanaman kailan. Penelitian di-laksanakan di Dusun Ngujung, Batu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor 1 yaitu B1 = 10.000 ppm; B2 = 20.000 ppm; B3 = 30.000 ppm. Faktor 2 yaitu P1= 100% N anorganik (urea 220 kg ha-1); P2 = 50% N anorganik : 50% N organik (urea 110 kg ha-1 + pupuk kandang sapi 5 ton ha-1); P3 = 100% N organik (pupuk kandang sapi 10 ton ha-1). Sehingga didapatkan 9 perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi konsentrasi biourine dan dosis nitrogen pada semua parameter pertumbuhan dan hasil. Pemberian biourine 20.000 ppm dan pupuk anorganik 110 kg urea ha-1 dan pupuk organik 5 ton ha-1 memberikan hasil bobot segar total tanaman sebesar 21,28 ton  ha-1 dan meningkatkan 46,65% dari biourine 20.000 ppm dan pupuk organik 10 ton ha-1 sebesar 14,51 ton ha1.Kata kunci : Kailan, Biourine, Pupuk Kandang Sapi, Pupuk Anorganik (Urea).
KARAKTERISASI BUNGA DAN BUAH MANGGA HASIL PERSILANGAN ARUMANIS-143 (A) X SWARNARIKA (S), ARUMANIS-143 (A) X HADEN (H) DAN ARUMANIS-143 (A) X CARABAO (A) Fitriani, Ristianing Dwi; Roviq, Mochammad; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mangga merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia. Tujuan penelitian untuk mengkarakterisasi bunga dan buah mangga hasil persilangan Arumanis-143(A) x Swarnarika(S), Arumanis143(A) x Haden(H) dan Arumanis143(A) x Carabao(C). Percobaan dengan metode deskriptif. Parameter pengamatan karakter bunga yaitu saat muncul bunga, jumlah klaster bunga per pohon, jumlah bunga dan jumlah buah per klaster, fruitset, warna tangkai, petal dan bakal buah. Parameter pengamatan karakter buah yaitu umur panen, jumlah buah dan berat buah per pohon, panjang dan lebar buah, tebal daging dan kulit buah, kekerasan buah, panjang dan lebar biji, bentuk buah dan ujung buah, warna kulit buah masak, kulit biji dan daging buah. Uji organoleptik parameter kesukaan rasa dan kesukaan ukuran buah. Hasil pada karakter bunga persilangan 34 progeni (97,14%) mirip dengan tetua Arumanis-143. AS 2 (2,86%) memiliki jarak kekerabatan yang jauh dengan tetua Arumanis-143 dan progeny lain. Karakter buah, 22 progeni (84,61%) mirip tetua Arumanis-143. Progeni AH 6.1, AH 1.2 dan AC 17 dan AS 2 membentuk klaster baru. Uji organoleptik 61,53% memiliki rasa mirip tetua Arumanis-143. Kata Kunci : Persilangan, Progeni, Morfologi, Organoleptik, Deskriptif.
KARAKTERISASI BEBERAPA GALUR INBRIDA JAGUNG PAKAN (Zea mays L.) Siswati, Anini; Basuki, Nur; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, masih terdapat beberapa kendala yang menghambat produksi maksimum jagung. Penggunaan varietas unggul adalah salah satu upaya untuk peningkatan produksi. Karakterisasi merupakan salah satu tahapan penting dalam pembentukan varietas unggul yang bertujuan untuk mengetahui karakter-karakter penting yang bernilai ekonomis dan sebagai penciri dari varietas yang bersangkutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejumlah galur jagung hasil dari proses seleksi yang akan digunakan sebagai tetua dalam pembuatan varietas hibrida. Pelaksanaan penelitian di Kebun Percobaan Jatikerto, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Malang pada bulan Nopember 2013 sampai Pebruari 2014. Penelitian dilakukan dengan RAK sederhana sebanyak 3 ulangan dengan cara menanam 4 galur jagung yang disusun dengan pola persilangan. Penanaman dua baris Seri A (tetua jantan) diselang satu baris dengan G6, G3-34 dan G 10 (tetua betina). Data pengamatan terdiri dari karakter kuantitatif dan kualitatif yang mana masing-masing karakter dibedakan menjadi dua yaitu komponen morfologi tanaman (Seri A, G6, G3-34 dan G10) dan komponen hasil (G 6, G3-34 dan G 10). Hasil penelitian dari 4 galur jagung yang diuji, secara umum karakter morfologi dan karakter komponen hasil telah menunjukkan karakteristik yang khas. Bahkan pada beberapa galur telah menunjukkan karakter umur berbunga betina, tinggi tanaman, tinggi tongkol, letak tongkol, panjang tangkai, panjang kelobot, tip filling, diameter tongkol, jumlah baris tongkol-1 dan bobot 100 butir yang menunjukkan potensi untuk dipilih sebagai galur tetua pembuatan varietas hibrida. Kata kunci : jagung, Zea mays L., karakterisasi, karaker kualitatif dan kuantitatif
UJI KADAR ANTOSIANIN DAN HASIL ENAM VARIETAS TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss) PADA MUSIM HUJAN Pebrianti, Charolin; Ainurrasjid, Ainurrasjid; Purnamaningsih, Sri Lestari
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bayam merah (Alternanthera amoena Voss) ialah salah satu jenis dari varietas bayam cabut yang mempunyai ciri khusus yaitu tanamannya berwarna merah. Dikenal sebagai salah satu sayuran bergizi tinggi karena banyak mengandung protein, vitamin A, vitamin C dan garam-garam mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh dan mengandung antosianin yang berguna dalam menyembuhkan penyakit anemia. Antosianin adalah senyawa fenolik yang masuk kelompok flavonoid dan berfungsi sebagai antioksidan (Damanhuri, 2005). Bayam terkenal dengan sayuran sumber zat besi, selain mengandung vitamin A, vitamin C, dan kalsium (Suwita, Maryam, dan Rizqa, 2010). Purnawijayanti (2009), juga menyebutkan bahwa bayam mengandung karotenoid dan flavonoid yang merupakan zat aktif dengan khasiat antioksidan.  Penelitian ini menitikberatkan pada tingkat kadar antosianin dan hasil enam varietas bayam merah pada musim hujan. Varietas yang digunakan yaitu varietas Clara, Delima, Abbang, Red Leaf, Baret Merah dan Red Spinach. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Lawang, Malang pada bulan Desember 2013 – Maret 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 perlakuan dan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman bayam merah pada varietas Red Leaf menghasilkan tertinggi kadar antosianin pada daun sebesar 6350 ppm dan kadar antosianin pada batang sebesar 2480 ppm. Sedangkan bobot segar terberat yaitu varietas Delima 13 ton/ Ha. Kata kunci: Kadar Antosianin, Enam Varietas, Bayam Merah, Hasil Produksi
KERAGAMAN JENIS SALAK BANGKALAN {Salacca Zalacca (Gaertner) Voss} MENGGUNAKAN PENANDA MORFOLOGI DAN ANALISIS ISOZIM Ariestin, Yuliamita; Kuswanto, Kuswanto; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Bangkalan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi cukup besar dalam sektor pertanian khususnya salak. Keragaman tanaman salak yang ada di Kabupaten Bangkalan perlu diidentifikasi untuk melihat sifat dan keragaman genetik. Untuk tujuan pemuliaan tanaman salak, telah dilakukan penelitian identifikasi tanaman pada bulan Februari sampai bulan Maret 2014. Berdasarkan hasil survey dan wawancara dengan petani telah ditemukan enam jenis tanaman salak antara lain salak Apel, Bunter, Cocor, Kerbau, Penjalin, dan Senase. Jenis-jenis salak tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode morfologi dan isozim. Pengamatan morfologi kualitatif berdasarkan Radford (1986) dan Departemen  Pertanian  Rebuplik  Indonesia (2006), sedangkan analisis isozim menggunakan metode Wendel dan Weeden (1989) dan beberapa modifikasi menurut prosedur Fajriani (2008). Pengamatan morfologi dilakukan di Desa Bilaporah, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan dan analisis isozim di Laboratorium Sentral Ilmu Hayati (LSIH) Universitas Brawijaya Malang. Analisis isozim mengunakan enzim esterase dan peroksidase. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan hasil dari 2 metode yang digunakan.  Berdasarkan karakter morfologi, salak Bangkalan memiliki jarak genetik sebesar 18-25%, sedangkan analisis isozim menghasilkan jarak genetik yang lebih longgar, yaitu 0-70%. Dua jenis enzim yang digunakan juga menunjukkan hasil yang berbeda. Enzim Esterase mempunyai pola pita yang sama. Sedangkan enzim Peroksidase menunjukkan keragaman. Berdasarkan enzim Peroksidase terdapat 3 variasi pola pita. Pola pita I adalah Apel, Bunter, dan Cocor, pola pita ke-II adalah Kerbau dan Senase dan pola pita ke-III adalah Penjalin. Keragaman genetik kultivar-kultivar salak tersebut sesuai dengan sifat salak Bangkalan yang menyerbuk silang sehingga keturunannya akan berbeda satu sama lain.Kata kunci : Salak Bangkalan, Salacca Zalacca (Gaertner) Voss, Morfologi kualitatif, Analisis Isozim.
PENGARUH MEDIA DASAR DAN 6-BENZYLAMINOPURINE (BAP) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN NODUS TANGKAI BUNGA ANGGREK BULAN (Phalaenopsis amabilis) DALAM PERBANYAKAN SECARA IN VITRO Fithriyandini, Ainun; Maghfoer, Mochammad Dawam; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbanyakan anggrek selama ini lebih banyak menggunakan teknik perkecamba-han biji secara in vitro yang menghasilkan warna bunga beragam. Hal ini tidak sesuai dengan permintaan produsen dan konsu-men yang menginginkan tanaman anggrek dengan warna bunga yang seragam. Alter-natif dari permasalahan ini adalah perban-yakan vegetatif secara in vitro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan media dasar dengan penambahan konsen-trasi BAP yang optimal untuk perbanyakan vegetatif in vitro anggrek P. amabilis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang. Penelitian dilaksanakan bulan Mei 2013 hingga Januari 2014. Eksplan yang digunakan adalah tunas berasal dari induksi nodus tangkai bunga anggrek P. amabilis. Penelitian mengguna-kan kombinasi dua media dasar dengan lima konsentrasi zat pengatur tumbuh BAP, yaitu: (P1) media ½ MS + BAP 0 ppm, (P2) media ½ MS + BAP 0,5 ppm, (P3) media ½ MS + BAP 1,5 ppm, (P4) media ½ MS + BAP 2 ppm, (P5) media ½ MS + BAP 2,5 ppm, (P6) media NP + BAP 0 ppm, (P7) media NP + BAP 0,5 ppm, (P8) media NP + BAP 1,5 ppm, (P9) media NP + BAP 2 ppm, (P10) media NP + BAP 2,5 ppm. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa media ½ MS dengan penambahan BAP 2,5 ppm menghasilkan jumlah PLB lebih banyak yaitu 21,67 buah, waktu muncul tunas lebih cepat yaitu 3 MST, jumlah tunas yang dihasilkan paling tinggi yaitu 3,33 tunas dan juga jumlah daun yang dihasilkan lebih banyak yaitu 6 helai. Kata kunci : Phalaenopsis amabilis, 6-benzyl amino purine (BAP), Protocorm Like Bodies (PLB), in vitro
TINGKAT VIABILITAS BENIH MENTIMUN (Cucumis sativus L.) HASIL PERSILANGAN Rahmi, Yusvita Maulidia; Purnamaningsih, Sri Lestari; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam usaha budidaya pertanian, benih memegang peran yang sangat penting. Penggunaan benih untuk budidaya akan menentukan hasil panen. Kualitas benih yang dapat diperoleh melalui persilangan antar tetua unggul. Viabilitas benih yang tinggi dapat membantu para petani untuk meminimalisir pemborosan benih. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui viabili-tas benih hasil persilangan varietas Panda dan varietas Marissa. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Landungsari, Keca-matan Dau, Kabupaten Malang dengan ketinggian tempat lebih kurang 400-700 meter diatas permukaan laut dan laborato-rium pemuliaan tanaman Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Penelitian berlang-sung pada Juni sampai Oktober 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mentimun hasil persilangan alami varietas Panda menghasilkan viabilitas benih terbaik. Kata Kunci: Mentimun, Benih, Persilangan, Viabilitas
KAJIAN THERMAL UNIT AKIBAT PENGARUH KERAPATAN TANAMAN DAN MULSA PLASTIK HITAM PERAK PADA TANAMAN SAWI HIJAU (Brassica juncea L.) Huda, Maulana Nuril; Sunaryo, Sunaryo; Soelistyono, Roedy
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thermal unit ialah jumlah panas yang harus tersedia bagi tanaman untuk optimalisasi pertumbuhan dengan akumulasi suhu rata-rata harian diatas suhu dasar tanaman. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk meng-kaji thermal unit akibat kerapatan tanaman dan penggunaan mulsa plastik hitam perak terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau. Penelitian dilakukan di desa Ampeldento, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Metode yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 8 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama ialah perlakuan jarak tanam (J), yakni jarak tanam 10x10 cm, 20x20 cm, 30x30 cm dan 40x40 cm. Faktor kedua ialah penggunaan mulsa (M), yakni tanpa mulsa dan mulsa plastik hitam perak. Dari hasil penelitian menunjukkan pengaturan kerapatan tanaman dan peng-gunaan mulsa menyebabkan perbedaan akumulasi thermal unit, kecepatan per-tumbuhan dan hasil sawi hijau. Penggunaan mulsa plastik hitam perak (M2) memiliki akumulasi nilai thermal unit saat per-kecambahan 132.95 hari oC (9.00 hari), saat muncul daun pertama 621.13 hari oC (42.25 hari) dan saat panen 2111.26 hari oC (100.75 hari) dibandingkan tanpa peng-gunaan mulsa (M1). Sedangkan, perlakuan kerapatan tanaman memberikan pengaruh nyata pada saat panen, dengan jarak tanam 10x10 cm (J1) memiliki akumulasi nilai thermal unit 2182.20 hari oC (105.00 hari) lebih besar dibandingkan dengan perlakuan jarak tanam lainnya. Hasil tertinggi pada Jarak tanam 20x20 cm (J2) mencapai 340.91 g.tan-1 dan pada plastik hitam perak (M2) memiliki nilai segar konsumsi  309.05 g.tan-1 lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Kata kunci: Thermal Unit, Kerapatan Tanaman, Mulsa, Sawi Hijau.
IDENTIFIKASI TUMBUHAN PAKU EPIFIT PADA BATANG TANAMAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis J.) DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Prastyo, Wahyu Ragil; Heddy, Suwasono; Nugroho, Agung
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan paku ialah tumbuhan yang heterogen ditinjau dari segi habitat dan cara hidupnya. Tumbuhan paku memiliki zat hijau daun (klorofil) yang  berfungsi untuk memasak makanan  (fotosintesis). Tum-buhan paku saat ini berjumlah ±10.000 jenis. Penelitian bertujuan  untuk mempelajari dan mengidentifikasi ke-anekaragaman jenis tumbuhan paku epifit yang terdapat pada batang kelapa sawit di lingkungan Universitas Brawijaya. Alat yang digunakan  antara lain roll meter, penggaris, alat tulis, kamera digital, dan buku identifikasi tumbuhhan paku. Bahan yang digunakan ialah tumbuhan paku epifit pada batang kelapa sawit, alkohol dan plastik. Metode yang digunakan  ialah metode observasi dan identifikasi langsung dan studi pustaka.  Teknik pengambilan sampel meng- gunakan metode Slovin. Penelitian di-laksanakan di Kampus Universitas Brawijaya Malang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2014 sampai dengan April 2014. Dari hasil identifikasi diperoleh 9 spesies ialah Davallia sp, Davallia trichomanoides Bl., Drymoglossum piloselloides (L) Presl., Drynaria rigidula (Sw.) Bedd, Drynaria sparsisora Moore, Microsorum scolopendria (Burm. f.) copel., Nephrolepis bisserata (Sw.) Schott, Pyrrosia sp, Vittaria elongata Sw. komposisi setiap jenis yang ditemukan kondisinya rendah. Kerapatan relatif paling tinggi yaitu spesies Nephrolepis bisserata (Sw.) Schott. Frekuensi relatif paling tinggi adalah pada spesies Nephrolepis bisserata (Sw.) Schott. Pola penyebaran tumbuhan  paku ke- banyakan bersifat teratur dan mengelompok. Kata kunci: Identifikasi tumbuhan paku, Paku epifit, Klasifikasi tumbuhan paku, Nephrolepis bisserata (Sw.) Schot.
PENGARUH APLIKASI LEGIN DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP HASIL TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) VARIETAS JERAPAH Nuha, Muhammad Ulin; Fajriani, Sisca; Ariffin, Ariffin
Produksi Tanaman Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan produksi kacang tanah di Indonesia dapat dilakukan melalui intensifikasi menggunakan legin (Legume inoculant) dan pupuk kompos. Aplikasi legin dapat meningkatkan bintil akar yang berfungsi mengikat nitrogen dari atmosfer untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah. Kondisi tanah yang keras dapat menghambat pertumbuhan akar dan ginofor. Perbaikan tanah yang keras dapat dilakukan menggunakan pupuk kompos karena kompos dapat meningkatkan aktifitas organisme tanah. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh aplikasi legin pada lahan tanpa kompos dan diberi kompos dosis sedang dan tinggi terhadap hasil tanaman kacang tanah. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian desa Jatikerto, Malang bulan Desember 2013 sampai Febuari 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aplikasi legin 12 g/kg benih pada lahan tanpa kompos (K0L3) dapat meningkatkan hasil tanaman kacang tanah sebesar 20,3%. Penambahan legin 8 g/kg benih pada lahan yang diberi kompos 2 ton/ha (K1L2) dan penambahan legin 12 g/kg benih pada lahan yang diberi kompos 4 ton/ha (K2L3) dapat memberikan hasil tanaman kacang tanah lebih tinggi dibandingkan tanpa legin masing-masing sebesar 16,5% dan 32,6%. Kata kunci: Legin, Kompos, Kacang Tanah, Varietas 

Page 1 of 2 | Total Record : 11


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue