cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
PENGARUH JARAK TANAM DAN PEMUPUKAN TERHADAP PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Yunita, Ina; Heddy, Y. B. Suwasono; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komoditi pangan yang banyak diminati saat ini ialah tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) karena rasanya yang manis mengandung kadar gula, kadar lemak rendah, vitamin A dan C lebih tinggi dibanding jagung biasa. Sektor pertanian menghadapi tantangan untuk meningkatkan efisiensi dan optimalisasi sumber daya lahan. Peningkatan produksi tanaman dilakukan dengan cara pemberian pupuk dan pengaturan jarak tanam di lahan pertanian. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan pemupukan (urin sapi fermentasi) terhadap produksi tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Bahan yang digunakan untuk penelitian ialah jagung manis varietas “Talenta”, air, rempah–rempah (kunyit, jahe, lengkuas), urin sapi fermentasi, pestisida Furadan 3G 1 gram dan Dursban 20 EC 2cc per liter air. Penelitian dilaksanakan bulan September sampai bulan November 2014, di Dusun Dadapan, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Perlakuan yang diberikan yaitu faktor satu adalah perbedaan jarak tanam yang terdiri dari: J1= jarak tanam 75 cm x 30 cm, J2= jarak tanam 75 cm x 25 cm dan J3= 75 cm x 20 cm. Faktor kedua adalah penggunaan pupuk urin sapi fermentasi P1= 50 l ha-1, P2= 100 l ha-1, P3= 150 l ha-1. Hasil penelitian menunjukkan jarak tanam 75 cm x 20 cm berpengaruh terhadap produksi jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) menghasilkan produksi per hektar yang lebih besar dibandingkan perlakuan jarak tanam lainnya (75 cm x 25 cm dan 75 cm x 30 cm) dengan hasil produksi 15,05 ton ha-1. Perlakuan dengan urin sapi fermentasi dan jarak tanam tidak berpengaruh terhadap seluruh komponen pertumbuhan.
PENGARUH PEMBERIAN PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) DAN KOMPOS KOTORAN KELINCI TERHADAP HASIL TANAMAN TERUNG (Solanum melongena L.) Rohmawati, Fauziah Aini; Soelistyono, Roedy; Koesriharti, Koesriharti
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman terung (Solanum melongena L.) adalah dengan pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan kompos kotoran kelinci. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh interaksi PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan kompos kotoran kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok dengan faktor pertama PGPR dengan taraf: P0; 0 ml, P1; 15 ml dan P2;  30 ml dan faktor kedua kompos kotoran kelinci dengan taraf: K1; 5 ton/ha, K2; 10 ton/ha, K3; 15 ton/ha dan K4; 20 ton/ha sehingga terdapat 12 perlakuan dengan 3 ulanga dan 36 satuan percobaan. Penelitian dilaksanakan di Desa Dadaprejo Kecamatan Junrejo, Batu pada bulan April-Juli 2015. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi yang nyata antara perlakuan PGPR dengan kompos kotoran kelinci pada jumlah buah dan bobot buah per Ha. Perlakuan PGPR 30 ml dengan kompos kotoran kelinci 10 ton/ha menghasilkan jumlah buah lebih tinggi dari perlakuan lainnya, sedangkan perlakuan PGPR 30 ml dengan kompos kotoran kelinci 10 ton/ha dan 15 ton/ha menghasikan bobot buah per Ha lebih tinggi dari perlakuan lainnya. PGPR berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, umur berbuah, umur panen pertama dan bobot buah per tanaman dengan perlakuan PGPR 30 ml, sedangkan kompos kotoran kelinci berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, umur berbuah dan umur panen pertama. Perlakuan kompos kotoran kelinci 20 ton/ha dapat mempercepat umur berbunga dan umur berbuah, sedangkan perlakuan kompos kotoran kelinci 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha dapat mempercepat umur panen pertama.
RESPON PEMBERIAN PUPUK NPK DAN MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) TERHADAP PEMBUNGAAN TANAMAN ROMBUSA MINI (Tabernaemontana corymbosa) Dewantri, Marshella Yashinta; Wicaksono, Karuniawan Puji; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman hias Rombusa mini memiliki nilai estetika tinggi sehingga banyak permintaan terhadap tanaman rombusa mini. Tanaman hias rombusa mini memiliki jangka waktu berbunga cukup lama antara 1 sampai 2 tahun serta jarang berbunga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon pemberian pupuk NPK dan Monosodium Glutamat  (MSG) terhadap pembungaan tanaman hias rombusa mini. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Besuki Dusun Selorejo, Desa Surat, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri pada awal bulan Juni hingga akhir bulan Juli 2015. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama pupuk NPK dengan 3 taraf percobaan yaitu N0 : penambahan NPK 0 gram, N1 : penambahan NPK 1,5 gram dan N2 : penambahan NPK 3 gram. Faktor kedua Monosodium Glutamat (MSG) dengan 3 taraf percobaan V0 : Monosodium Glutamat (MSG) 0 ppm, V1 : Monosodium Glutamat (MSG) 3000 ppm, dan V2 : Monosodium Glutamat (MSG) 6000 ppm. Ulangan sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara perlakuan Pupuk NPK dan Monosodium Glutamat (MSG) terhadap tinggi tanaman dan jumlah kuncup bunga tanaman Rombusa mini (Tabernaemontana corymbosa). MSG 6 g per ℓ (6000 ppm) dapat digunakan sebagai pengganti NPK 1,5 g per tanaman per 2 minggu dengan peningkatan jumlah kuncup bunga sebesar 54 % dibandingkan tanpa pupuk.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata) DALAM SISTEM TUMPANGSARI DENGAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Wahyuni, Pipit; Barunawati, Nunun; Islami, Titiek
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan jagung manis di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, namun produksinya belum dapat mencukupi permintaan pasar. Upaya dalam mengembangkan jagung manis untuk meningkatkan hasil perlu dilakukan. Tujuan ini adalah untuk mengetahui pola tanam yang tepat pada tanaman jagung manis yang ditumpangsarikan dengan kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah di Desa Pehwetan Kecamatan Papar Kabupaten Kediri pada Juni  sampai dengan bulan September 2015. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Ortogonal Kontras terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan : J : Jagung manis monokultur, K : Kacang hijau monokultur, P1 : Jagung manis baris tunggal tumpangsari, P2 : Jagung manis baris ganda, P3 : jagung manis baris tiga tumpangsari, P4 : jagung manis baris empat tumpangsari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jagung manis barisan tunggal dalam tumpangsari dengan kacang hijau (P1) mampu menghasilkan luas daun jagung manis, tinggi tanaman kacang hijau, jumlah cabang produktif, dan luas daun tanaman kacang hijau lebih tinggi dari perlakuan lain dan dapat meningkatkan hasil tongkol jagung manis mencapai 19,24 ton ha-1 serta hasil kacang hijau mencapai 1,92 ton ha-1. Berdasarkan Nilai NKL semua perlakuan pada sistem tumpangsari menghasilkan nilai lebih dari 1, yang artinya secara umum memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas lahan.
UJI DAYA HASIL 18 GENOTIP GANDUM (Triticum aestivum L.) DI DATARAN RENDAH Rachmadhani, Sylvia; Damanhuri, Damanhuri; Soetopo, Lita
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gandum (Triticum aestivum L.) adalah salah satu sumber pangan penduduk dunia. Produksi gandum di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu penyebabnya yaitu kemampuan adaptasi gandum belum optimal terutama di daerah dataran rendah tropis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil dari 18 genotip gandum di dataran rendah. Penelitian dilaksanakan di dusun Tangkil, desa Modongan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Lokasi penelitian terletak pada ketinggian 64 m dpl. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni – September 2014. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK).  Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman karakter tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, panjang malai, ∑biji per alai, ∑malai per m2, bobot 1000 butir, bobot 1 liter biji dan potensi hasil  pada 18 genotip gandum yang diuji. Diantara 18 genotip gandum yang diamati, genotip SO-10 berpotensi untuk dikembangkan terutama dilihat dari karakter hasil panen per hektar.
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN AIR DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM PADA PERTUMBUHAN BIBIT TEBU BUCHIP (Saccharum officinarum L.) Effendi, Mokhtar; Sugito, Yogi; Sebayang, Husni Thamrin
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknik pembibitan tebu yang dapat meng-hasilkan bibit yang berkualitas baik, serta tidak memerlukan penyiapan bibit melalui kebun berjenjang ialah dengan teknik pembibitan budchip. Budchip ialah sistem pemotongan tanaman tebu yang akan digunakan sebagai bahan bibit dengan cara mengebor secara melingkar disekitar mata tunas dan sebagian titik tumbuh akar sehingga membentuk chip. Penelitian telah dilakukan pada bulan April hingga Juli 2015 di Pusat Penelitian Gula Jengkol, PTPN X, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari dua faktor, yaitu frekuensi pem-berian air dan komposisi media tanam. Hasil penelitian menunjukkan adanya  interaksi antara komposisi media tanam dan frekuensi pemberian air pada pengamatan tinggi tanaman, panjang akar, luas daun, dan bobot kering total tanaman. Pada pengamatan bobot kering tanaman umur 84 hari setelah tanam, pemberian air 4 kali sehari menunjukkan nilai tertinggi pada komposisi media tanam tanah, pasir dan blotong (50% : 25% : 25%) dibanding dengan media tanam tanah, pasir, blotong (25% : 50% : 25%) dan media tanam tanam tanah, pasir, blotong (25% : 25% : 50%).
PENGARUH JARAK TANAM DAN DOSIS PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Tamura, Panji; Soelistyono, Roedy; Guritno, Bambang
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luas lahan yang tidak terlalu luas petani biasanya mengatur jarak tanam selalu rapat antara tanaman satu dengan yang lain. Dengan lahan yang tidak luas petani beranggapan, semakin rapat jarak tanam yang dipakai maka jumlah tanaman juga akan semakin banyak dan produksi kedelai juga banyak. Namun dengan jarak tanam yang terlalu rapat tidak selalu meningkatklan hasil produksi tanaman. Jarak tanam yang terlalu rapat atau sangat renggang akan menyebabkan produktivitas tanaman kedelai menjadi kurang optimal. Uapaya yang yang dapat dilakukan ialah dengan mengatur jarak tanam yang tepat dan juga melakukan penambahan pupuk kandang ayam dapat meningkatkan hasil dari tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2015 sampai Juli 2015 di Desa Sambangrejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, dengan perlakuan jarak tanam dan dosis pemberian pupuk kandang ayam. Data pengamatan yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (uji F) pada taraf 5% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila hasil yang didapatkan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil pada taraf nyata 5%. Pada perlakuan jarak tanam rerata tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman dan berat kering biji dan kadar air tanah didapat dari perlakuan J1 (40 cm x 10 cm). Sedangakan untuk parameter luas daun, jumlah daun, bobot kering total tanaman dan jumlah polong rerata tertinggi didapat dari pelakuan J3 (30 cm x 20 cm). Pada perlakuan dosis pemberian rerata tertinggi pada pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot kering tanaman dan jumlah polong didapat dari perlakuan A3 (dosis pupuk kandang ayam 15 ton ha-1).
KAJIAN BEBERAPA MACAM SISTEM TANAM DAN JUMLAH BIBIT PER LUBANG TANAM PADA PRODUKSI TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) var. INPARI 30 Nararya, Mas Bagus Aulia; Santosa, Mudji; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mendukung program ketahanan pangan adalah dengan perbaikan sistem tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari berbagai macam sistem tanam dan jumlah bibit per lubang tanam pada  produksi padi sawah. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), Faktor yang diujikan adalah beberapa macam sistem tanam sebagai petak utama dan jumlah bibit per lubang tanam sebagai anak petak dengan 12 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian dilakukan di lahan pertanian di desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro pada bulan Februari−Mei 2015. Hasil penelitian menunjukan terjadi interaksi pada parameter pengamatan jumlah malai per rumpun saat umur 65 hari setelah tanam. Dengan menggunakan sistem tanam Jajar legowo 2:1 memberikan rerata hasil yang rendah disemua parameter pengamatan saat fase vegetatif dibandingkan ketiga sistem tanam yang lain namun dapat meningkatkan hasil produksi tanaman padi sebesar 6,9 ton ha-1 atau meningkat (53%) jika dibandingkan dengan sistem tanam konvensional sebesar 4,5 ton ha-1.
RESPON PEMBUNGAAN DAN HASIL TANAMAN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) cv. SMOOTH CAYENNE TERHADAP PENGURANGAN PEMUPUKAN DAN APLIKASI ETILEN Suwanti, Suwanti; Susilo, Joko; Baskara, Medha; Wicaksono, Karuniawan Puji
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan buah terutama nanas di dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Buah nanas saat ini mendominasi perdagangan dunia untuk buah-buahan tropis. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Desember 2014 sampai Juni 2015 di PT. Great Giant Pineapple Lampung. Percobaan menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama adalah frekuensi aplikasi etilen yaitu 2 dan 3 kali aplikasi etilen dan faktor kedua adalah pengurangan pemupukan sebelum aplikasi etilen yaitu pengurangan pemupukan 15, 30 dan 45 hari sebelum aplikasi etilen. Parameter pengamatan yaitu persentase pembungaan dan hasil bobot segar tanaman, bobot buah, diameter buah serta panjang buah. Hasil analisa ragam menunjukkan pada parameter pembungaan terdapat interaksi nyata terhadap persentase bunga pada pengamatan 35 hari setelah aplikasi etilen dengan nilai tertinggi pada perlakuan pengurangan pemupukan 45 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 3 kali lebih cepat berbunga daripada perlakuan lainnya, pengamatan panen, menunjukkan pada perlakuan pengurangan pemupukan 15 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 2 kali secara konstan pada bobot tanaman, bobot buah, panjang buah dan diameter buah lebih baik daripada perlakuan lain. Didapatkan kesimpulan yaitu pengurangan pemupukan dan aplikasi etilen dapat meningkatkan persentase pembungaan pada perlakuan pengurangan pemupukan 45 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 3 kali dan pada perlakuan pengurangan pemupukan 45 hari sebelum aplikasi etilen dan aplikasi etilen 2 kali dapat meningkatkan hasil dari bobot segar tanaman, bobot buah, panjang buah dan diameter buah pada tanaman nanas.
UPAYA EFISIENSI PEMANFAATAN LAHAN MELALUI SISTEM TANAM TUMPANGSARI SORGUM DENGAN KACANG-KACANGAN DI LAHAN KERING Dewi, Tika Noviana; Sebayang, Husni Thamrin; Suminarti, Nur Edy
Produksi Tanaman Vol. 5 No. 8 (2017)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendala usahatani di lahan kering ialah rendahnya ketersediaan air pada musim kemarau dan tingginya tingkat erosi pada musim hujan. Strategi yang dapat diterapkan ialah melalui penanaman tumpangsari karena terdapat tanaman sela yang berperan sebagai cover crop sehingga dapat meminimalisir terjadinya evaporasi dan erosi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2015 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Desa Jatikerto, Kabupaten Malang, dengan perlakuan sebagai berikut: 1)monokultur sorgum; 2) monokultur kacang tanah; 3) monokultur kacang hijau; 4) monokultur kacang tunggak; 5) monokultur kacang kedelai; 6) tumpangsari sorgum + kacang tanah; 7) tumpangsari sorgum + kacang hijau; 8) tumpangsari sorgum + kacang tunggak; 9) tumpangsari sorgum + kacang kedelai. Data dianalisa menggunakan uji F, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan Uji T taraf 5%. Hasil uji T menunjukkan monokultur sorgum menghasilkan luas daun, bobot kering total tanaman, bobot malai per tanaman, bobot biji per tanaman, bobot 1000 biji dan hasil panen per hektar yang tidak berbeda nyata dengan sorgum yang ditanam secara tumpangsari. Tanaman sela menunjukkan bahwa kacang tanah dan kacang hijau mengalami penurunan hasil pada semua parameter pengamatan pada saat sistem tanam diubah dari monokultur menjadi tumpangsari, sedangkan pada tanaman kacang tunggak dan kacang kedelai tidak menunjukkan perbedaan hasil pada semua parameter pengamatan. Hasil analisis R/C menunjukkan tumpangsari sorgum dengan kacang kedelai lebih menguntungkan karena memiliki nilai terbesar yaitu 1,79.

Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue