cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
The Pengaruh Media Tanam dan Bahan Bibit Terhadap Pertumbuhan Bibit Bud Chip Tanaman Tebu (Saccharum oficinarum L.) Varietas Cenning Gestiyana Ayu Kurnia Puteri; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 11 (2023): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.11.04

Abstract

Produktivitas tebu yang relatif rendah disebabkan oleh teknik penyiapan bibit, kualitas bibit yang digunakan, dan ketersediaan lahan pembibitan semakin berkurang. Teknik pembibitan bud chip dapat menjadi solusi terkait permasalahan tersebut. Pertumbuhan bud chip dipengaruhi oleh media tanam dan bahan bibit sehingga penelitian ini dilakukan bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan bud chip tanaman tebu varietas Cenning dengan penggunaan kombinasi media tanam dan bahan bibit yang tepat. Penelitian dilaksanakan bulan Februari hingga Mei 2023 di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Desa Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok 3 ulangan meliputi; A: tanah dan bud chip dari batang atas, B: tanah dan bud chip dari batang tengah, C: tanah dan bud chip dari batang bawah, D: tanah+arang sekam dan bud chip dari batang atas, E: tanah+arang sekam dan bud chip dari batang tengah, F: tanah+arang sekam dan bud chip dari batang bawah, G: tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang atas, H: tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang tengah, I: tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang bawah. Perlakuan tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang tengah mampu meningkatkan pertumbuhan panjang tanaman 42,51% lebih tinggi dibandingkan tanah dan bud chip dari batang bawah. Perlakuan tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang atas mampu meningkatkan pertumbuhan jumlah anakan 27,31% lebih tinggi dibandingkan tanah dan bud chip dari batang bawah. Perlakuan tanah+kompos blotong dan bud chip dari batang tengah menghasilkan bobot kering 68,77 g.tanaman-1 lebih tinggi dibandingkan perlakuan tanah+arang sekam dan bud chip dari batang bawah.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Berbagai Kombinasi Sumber Nitrogen dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Marpaung, Christina Adela; Moch. Dawam Maghfoer
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.08

Abstract

ABSTRAK Bawang merah (Allium ascalonicum L.)merupakan tanaman hortikultura yang dibutuhkan masyarakat Indonesia sebagai bumbu pelengkap masakan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk N anorganik, pupuk organik kotoran sapi, dan PGPR yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga Maret 2023 di Desa Mlorah, KecamatanRejoso, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 9 perlakuan dan 3 kali ulangan, meliputi : P0 {150 kg N Urea + 50 kg N ZA}, P1 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P2 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P3 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P4 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton. ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P5 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P6 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P7 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 2,5 ton.ha-1+ PGPR 20 ml.l-1}, P8 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Pupuk organik kotoran sapi 5 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1}. Hasil penelitian menunjukkanbahwa P7 memiliki pengaruh yang tidakberbeda nyata dengan P8. Kedua perlakuan inidapat mengurangi penggunaan pupukanorganik dan menunjukkan hasil yang lebih tinggi pada seluruh variabel pengamatan.Kombinasi dosis P7 menghasilkan bobot kering umbi sebesar 12,47 ton.ha-1 lebih tinggi 69% dan berbeda nyata dibandingkan dengan dosis P0 yang menghasilkan bobot kering umbi sebesar 7,37 ton.ha-1. Kata Kunci: Bawang Merah; Pertumbuhan; PGPR; Pupuk Organik ABSTRACT Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural crop that is needed by Indonesian people as a complementary seasoning for food. This research was carried out using a Randomized Block Design consisting of 9 treatments and 3 replications, including: P0 {150 kg N Urea + 50 kg N ZA}, P1 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P2 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton.ha-1 + PGPR 5 ml.l-1}, P3 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P4 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton. ha-1 + PGPR 10 ml.l-1}, P5 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P6 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton.ha-1 + PGPR 15 ml.l-1}, P7 {112,5 kg N Urea + 37,5 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 2,5 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1}, P8 {75 kg N Urea + 25 kg N ZA + Cow dung organic fertilizer 5 ton.ha-1 + PGPR 20 ml.l-1}. The results of the research showed that P7 has an effect which was not significantly different from the combination of P8. Both of these treatments can reduce the use of inorganic fertilizer and showed higher results in all observed variables. The combined dose of P7 produced a tuber dry weight of 12.47 tons. ha-1 so that it is 69% higher and significantly different compared to the dose of P0 which produces a tuber dry weight of 7.37 tons. ha-1. Keywords : Growth; Organic Fertilizer; PGPR; Shallots
Pengaruh Kombinasi Media Tanam dan Umur Pindah Bibit terhadap Pertumbuhan Bibit Bud Chip Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Varietas PS 862 Tyary Airivia; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 11 (2023): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.11.01

Abstract

Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) termasuk tanaman famili graminae atau rumput-rumputan. Peningkatan produksi bibit dilakukan melalui penggunaan bibit bud chip yang mudah. Pemindahan bibit dengan umur tanam serta pemberian media tanam yang sesuai mampu membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman tebu saat fase vegetatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh umur pindah bibit dan media tanam terhadap pertumbuhan bibit bud chip tanaman tebu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juni 2023 di Kebun Percobaan Jatimulyo yang terletak di Kelurahan Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Kombinasi menggunakan 9 kombinasi yang diulang 3 kali dengan perlakuan umur pindah tanam 14 HST, 21 HST, dan 28 HST yang dikombinasikan dengan media tanam tanah, tanah + pupuk kandang, dan tanah + blotong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam tanah - blotong pada berbagai umur bibit menghasilkan pertumbuhan panjang tanaman, diameter batang, dan jumlah anakan per rumpun yang lebih baik pada 30 HST saja. Pada pengamatan 90 HST, kombinasi media tanam tanah - blotong dengan berbagai umur bibit mempunyai luas daun dan jumlah daun yang relatif sama. Umur bibit bud chip pada 14 HST - 28 HST kombinasi media tanam memiliki hasil bobot kering relatif sama, kecuali pada umur bibi 14 HST dan 28 HST kombinasi media tanam tanah dan 21 HST dengan kombinasi media tanam tanah - blotong memiliki nilai bobot kering yang lebih rendah.
Pengaruh Pemberian Dosis Biourine Sapi terhadap Pertumbuhan Rumput Gajahan (Axonopus compressus) Dan Rumput Manila (Zoysia matrella) Natasya Zuitshi Shima; Baskara, Medha
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 11 (2023): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.11.08

Abstract

Rumput lanskap merupakan tanaman penutup tanah yang menutupi permukaan dengan cepat. Seiring waktu, peminat rumput lanskap semakin besar dan kebutuhan meningkat. Untuk mendukung kebutuhannya didukung pula dengan ketersediaan unsur hara. Oleh karena itu, alternatif pupuk lokal seperti biourine sapi yang mengandung unsur hara dalam merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman. Tujuan mengetahui respon pertumbuhan rumput gajahan terhadap dosis biourine sapi dan dosis yang optimal untuk pertumbuhannya, serta mengetahui respon pertumbuhan rumput manila terhadap dosis biourine sapi dan dosis yang optimal untuk pertumbuhannya. Penelitian dilaksanakan bulan Februari – Mei 2023 di Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Non Faktorial dengan dua percobaan secara seri dan 4 ulangan yaitu Axonopus compressus dan Zoysia matrella yang diberikan 6 dosis biourine sapi. Hasil penelitian rumput gajahan dengan dosis biourine sapi menunjukan pengaruh terhadap pertumbuhannya. Dosis biourine sapi 2500 L ha-1 menunjukan perlakuan terbaik dengan memberikan jumlah tunas, panjang akar, bobot segar, dan bobot kering tanaman lebih tinggi, serta memiliki presentase penutupan sebesar 90%. Pemberian biourine sapi hingga 2500 L ha-1 meningkatkan bobot kering rumput gajahan secara linier (y = 0,0008x + 2,5483). Rumput manila dengan dosis biourine sapi menunjukan pengaruh terhadap pertumbuhannya. Dosis biourine sapi 2500 L ha-1 menunjukan perlakuan dengan meningkatkan jumlah tunas, panjang akar, bobot segar, dan bobot kering yang lebih tinggi, serta persentase penutupan sebesar 89%. Pemberian biourine sapi hingga 2500 L ha-1 meningkatkan bobot kering rumput manila secara linier (y = 0,0007x + 2,3457).
Respon Pertumbuhan Rumput Bermuda (Cynodon dactylon) Terhadap Panjang Bibit dan Berat Stolon Sindi Puspita Sari; Baskara, Medha
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.06

Abstract

Rumput lanskap merupakan salah satu tanaman yang dibudidayakan sebagai penutup tanah. Peningkatan permintaan rumput akan menjadikan produksi rumput yang semakin naik. Salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi pertumbuhan rumput adalah panjang bibit dan jumlah bahan tanam stolon. Semakin panjang bibit yang digunakan, masa pemulihannya semakin lambat, karena panjang bibit juga berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. Selain itu, pengoptimalan pertumbuhan rumput dapat dilakukan dengan melakukan pengaturan berat stolon dalam penanamannya. Tujuan dari peneitian ini adalah mempelajari pengaruh dan menentukan rekomendasi panjang bibit dan berat stolon terhadap pertumbuhan rumput bermuda (Cynodon dactylon). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2023 di Desa Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini disusun menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan panjang bibit yaitu 3 taraf yang terdiri dari P1 (7 cm), P2 (10 cm), dan P3 (13 cm) sedangkan faktor berat stolon 3 taraf yang terdiri dari S1 (2200 kg ha-1), S2 (2400 kg ha-1), dan S3 (2600 kg ha-1). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 27 satuan percobaan. Berdasarkan hasil penelitian terdapat interaksi perlakuan pada panjang bibit 7 cm + berat stolon 2400 kg ha-1, panjang bibit 10 cm + berat stolon 2600 kg ha-1, dan panjang bibit 13 cm + berat stolon 2200 kg ha-1menunjukkan hasil terbaik secara umum pada parameter pengamatan.
Sistem Urban Farming Sukini (Cucurbita pepo L.) dengan Pemanfaatan Kompos Limbah Rumah Tangga Ikbal, Andi Muhtadin Dwi Putra; permanasari, Paramyta Nila; Saitama , Akbar; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.02.01

Abstract

Sukini (Cucurbita pepo L.) mengandung beberapa senyawa bioaktif, seperti fenol, flavonoid, asam amino, vitamin c dan mineral, sehingga menyebabkan kebutuhan sukini menjadi meningkat. Maka dari itu, diperlukan konsep urban farming agar permintaan masyarakat terpenuhi. Konsep ini dapat mengurangi limbah perkotaan dan mengolahnya menjadi kompos. Untuk menghasilkan produksi yang maksimal, diperlukan tambahan pupuk organik dan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dan menentukan rekomendasi kompos limbah rumah tangga dan dosis NPK pada tanaman sukini. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga April 2023, bertempat di Desa Ngudi, Kelurahan Tawangargo, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) terdiri dari faktor pertama yaitu komposisi kompos limbah rumah tangga 100% Tanah, 15%, 30% dan 45% Kompos. Faktor kedua yaitu dosis NPK 2, 4, 6 dan 8 g polibag-1. Hasil penelitian berpengaruh pada 45% kompos dengan dosis NPK 8 g polibag-1 terhadap panjang tanaman, jumlah bunga jantan, jumlah bunga betina, jumlah buah, dan fruit set. Serta berpengaruh terhadap bobot segar buah dan bobot kering total sebesar 105% dan 46,08%. Partisi berat kering menunjukkan persentase berat kering lebih besar pada bagian buah, batang dan daun sebesar 73%; 12,44% dan 11,82%.
Pengaruh Jarak Tanam dan Defoliasi Terhadap Pembentukan Iklim Mikro dan Pertumbuhan serta Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata) Wicaksono, Cahyo Agum; herlina, ninuk
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.01

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays L. saccharata) merupakan komoditas pangan yang populer di Indonesia. Laju produksi tanaman jagung manis masih rendah di angka 6-8ton/ha. Penyebab rendahnya produksi tanaman ini adalah terjadinya mutual shading sehingga laju fotosintesis tanaman menjadi kurang optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh defoliasi dan jarak tanam terhadap pembentukan iklim mikro, pertumbuhan dan hasil pada tanaman jagung manis varietas janisa dan untuk menentukan jenis defoliasi dan jarak tanam yang sesuai pada tanaman jagung manis varietas Janisa. Hipotesis dari penelitian adalah jarak tanam yang berbeda membutuhkan tingkat defoliasi yang berbeda untuk mendapatkan pembentukan iklim mikro dan pertumbuhan yang baik serta hasil yang tinggi pada tanaman jagung manis varietas Janisa. Penelitian dilakukan di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi terhadap 9 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan interaksi jarak tanam dan defoliasi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap luas daun, panjang tongkol dan diameter tongkol tetapi berpengaruh nyata pada pembentukan iklim mikro, dan hasil tanaman. Penggunaan jarak tanam 50cm x 35cm memberikan hasil panen per hektar sebesar 6,08ton ha-1 lebih tinggi 33,04% dibandingkan dengan jarak tanam 70cm x 35cm dengan hasil 4,57ton ha-1. Defoliasi bunga jantan dan 2 daun bendera serta defoliasi 2 daun bawah dapat meningkatkan penerimaan cahaya matahari pada bagian tengah tanaman jagung manis varietas Janisa, tetapi tidak dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil dari tanaman jagung manis varietas Janisa.
Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Mentimun (Cucumis sativus L.) Akibat Pengaplikasian Hormon Giberelin Rosa, Angela Griya Adinda; Setiawan, Adi; Saitama, Akbar; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.02.02

Abstract

Tanaman mentimun (Cucumis sativus L.) adalah salah satu komoditas pertanian yang tak jarang mengalami kendala seperti kualitas buah yang kurang baik dan gugur bunga sebelum berkembang menjadi buah. Aplikasi giberelin pada tanaman dapat memicu pembungaan tanaman mentimun. Penelitian ini dilakukan guna mempelajari pengaruh pengaplikasian hormon giberelin pada pertumbuhan dan hasil dua varietas mentimun dan memperoleh konsentrasi hormon giberelin yang efektif dan efisien. Penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai April 2023. Penelitian dilaksanakan di Politeknik Pembangunan Pertanian Kampus II yang berlokasi di Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan 3 kali ulangan. Petak utama yaitu varietas tanaman mentimun dengan 2 taraf dan anak petak yaitu konsentrasi giberelin dengan 5 taraf. Analisis data menggunakan analisis varian (ANOVA) dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara varietas mentimun dan aplikasi giberelin terhadap luas daun. Varietas mentimun dan aplikasi giberelin mempengaruhi pertumbuhan dan hasil. Aplikasi giberelin konsentrasi 200 ppm mempengaruhi peningkatan pertumbuhan dan hasil.
Respon Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Dan Pupuk Kandang Sapi Sagala, Ivan Tripandi; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 12 (2023): Desember
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.12.03

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang tergolong dalam tanaman sayuran. Bawang merah sangat tergantung pada pupuk anorganik yang memberikan hasil yang tinggi namun banyak menimbulkan masalah dan menurunkan produktivitas lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang sapi terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini dilakukan pada bulan januari-maret 2023 di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Ngajuk, Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdari Faktor 1 yaitu konsentrasi PGPR (P) dengan 3 taraf: P0 = Kontrol, P1 = PGPR 15 ml l-1, P2 = PGPR 30 ml l-1. Faktor ke 2 adalah pemberian pupuk kandang sapi (K) terdiri dari 4 taraf yaitu:  K0 = Kontrol, K1 = 10 ton ha-1, K2 = 20 ton ha-1, K3 = 30 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara konsentrasi PGPR dan dosis pupuk kandang sapi terhadap semua parameter pengamatan. Konsentrasi PGPR 30 ml l-1 mampu meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun saat 42 HST dengan persentasi kenaikan mencapai 10%-20%, diameter umbi, bobot segar umbi dan bobot kering umbi per rumpun dan per hektar memiliki hasil tinggi dengan persentasi kenaikan sebesar 20%-40% dibandingkan perlakuan lainnya. Pupuk kandang sapi 20 ton ha-1 mampu meningkatkan panjang tanaman, jumlah daun dan, jumlah anakan pada 42 HST dengan persentasi kenaikan 15%-20%, diameter umbi, jumlah anakan bobot segar umbi dan bobot kering umbi per rumpun dan per hektar memiliki hasil yang tinggi dengan persentasi kenaikan mencapai 25%-40% dibandingkan perlakuan kontrol.
Efisiensi Intersepsi Radiasi Matahari (Ei) pada Berbagai Mulsa dan Tata Letak Tanaman terhadap Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) Kultivar Talenta Pertiwi Hemida Kusumaningrum; Suryanto, Agus; permanasari, Paramyta Nila
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.02.04

Abstract

Tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) merupakan komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Budidaya jagung manis di Indonesia masih mengalami kendala yaitu penangkapan radiasi matahari yang rendah. Permasalahan tersebut dapat diatasi antara lain dengan aplikasi berbagai jenis mulsa dan penerapan tata letak tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari Efisiensi Intersepsi radiasi matahari (Ei) pada berbagai jenis mulsa dan tata letak tanaman yang tepat terhadap produksi tanaman jagung manis kultivar Talenta Pertiwi. Penelitian dilaksanakan pada Januari hingga April 2023 di kebun praktikum PSDKU Universitas Brawijaya, Kelurahan Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan kombinasi perlakuan mulsa plastik perak-perak + baris ganda dan mulsa plastik hitam perak + baris ganda mampu memberikan pertumbuhan dan produksi yang lebih baik terhadap panjang tanaman, luas daun per tanaman, indeks luas daun, bobot kering total tanaman, laju pertumbuhan tanaman, bobot segar tongkol dengan kelobot, bobot segar tongkol tanpa kelobot, dan Efisiensi Intersepsi radiasi matahari (Ei) dibandingkan tanpa mulsa, mulsa jerami padi, mulsa plastik hitam putih baik baris tunggal maupun baris ganda.  

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue