cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,458 Documents
Pengaruh Ekspresi Pertumbuhan Generatif Terhadap Krisan (Chrysanthemum morifolium) Potong Tipe Spray Akibat Pencahayaan Buatan Qisthi, Dios; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.07

Abstract

ABSTRAK Tanaman krisan (Chrysanthemum morifolium) merupakan bunga potong yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia karena memiliki berbagai bentuk kelopak dan warna yang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari respon pertumbuhan dan pembungaan tanaman krisan potong tipe spray melalui pemberian cahaya tambahan LED 9 watt dan CLF 20 watt selama fase hari panjang tanaman krisan. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah plastik pada bulan Januari hingga Maret 2023 di Desa Semanding, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, provinsi Jawa Timur dengan ketinggian 1200 mdpl. Lampu LED (9 watt) memberikan pengaruh pada panjang tangkai yang lebih tinggi dibandingkan CLF (20 watt) pada krisan potong tipe spray. Tetapi tidak menunjukkan ekspresi yang berbeda pada variabel jumlah daun, luas daun, indeks klorofil, diameter bunga, diameter batang, jumlah total bunga, jumlah bunga mekar, jumlah kuncup bunga, dan vase life. Penyinaran menggunakan LED 9 watt menunjukkan tinggi tanaman dengan 7,37% lebih besar dari CLF 20 watt, meskipun pada dua perlakuan menunjukkan tanaman krisan potong yang telah mencapai Standar Nasional Indonesia. ABSTRACT Chrysanthemum morifolium is a cut flower that is very popular in Indonesia because it has various shapes of petals and attractive colors. This study aimed to study the growth and flowering response of spray-type cut chrysanthemum plants by providing additional light of 9-watt LED and 20-watt CLF during the long day phase of chrysanthemum plants. This study aimed to study the growth and flowering response of spray-type cut chrysanthemum plants by providing additional light of 9-watt LED and 20-watt CLF during the long day phase of chrysanthemum plants. This activity was carried out in a plastic house from January to March 2023 in Semanding Village, Tutur District, Pasuruan Regency, East Java province with an altitude of 1200 meters asl. LED light (9 watts) had a higher effect on stalk length compared to CLF (20 watts) on spray-type cut chrysanthemums. But it did not show different expressions for the variables number of leaves, leaf area, chlorophyll index, flower diameter, stem diameter, total number of flowers, number of blooms, number of flower buds, and vase life. Illumination using a 9 watt LED showed plant height 7.37% greater than CLF 20 watts, although the two treatments showed cut chrysanthemum plants that had reached the Indonesian National Standard.
Efektivitas Berbagai Kombinasi Mulsa dan Pola Tanam terhadap Efisiensi Intersepsi Radiasi Matahari (Ei) dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt.) cv. Sweet Boy Raunica, Elsha Afry; setiawan, adi; Suryanto, Agus
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.02.03

Abstract

Jagung manis merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang banyak dibudidayakan dan memiliki permintaan yang cukup tinggi. Peningkatan permintaan pasar akan jagung manis harus diiringi dengan produksi secara berkelanjutan, ekonomis, efisien, serta ramah lingkungan. Radiasi matahari menjadi faktor penting dalam kegiatan budidaya pertanian. Namun kenyataanya, hanya cahaya tampak saja yang dapat ditangkap oleh tanaman dan berperan dalam kegiatan fotosintesis. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi intersepsi radiasi matahari dan produksi jagung manis pada berbagai mulsa dan sistem tanam. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2023 di Lahan Penelitian PSDKU Universitas Brawijaya, Mrican, Kota Kediri, Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 10 kombinasi perlakuan mulsa dan sistem tanam dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan mulsa plastik hitam perak dengan sistem tanam baris ganda mampu meningkatkan produksi jagung manis dan meningkatkan nilai efisiensi intersepsi radiasi matahari dibandingkan perlakuan tanpa mulsa dengan sistem tanam baris tunggal.
Keberhasilan Persilangan Intraspesies pada Ercis (Pisum sativum L.): Cross Compatibility in Intraspecific Hybridization in Pea (Pisum sativum L.) Oldisya, Oldisya; Budi Waluyo
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.08

Abstract

ABSTRAK Ercis (Pisum sativum L.) merupakan tanaman yang mempunyai nutrisi tinggi seperti karbohidrat sebanyak 36,1 g, protein 13,7 g, lemak 8 g, asam askorbat 54 mg, kalsium 45 mg, dan fosfor 29 mg. Tanaman ercis mempunyai kadar manfaat bagi tubuh manusia untuk menurunkan kolesterol, meremajakan kulit dan mencegah osteoporosis. Selain itu, ercis mengandung vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C. Ercis berpotensi di Indonesia karena pada beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan permintaan ercis, karena masyarakat sudah banyak peduli akan kesehatan dan mengetahui bahwa kandungan baik untuk tubuh. Namun ketersediaan ercis di Indonesia masih belum cukup untuk memenuhi permintaan pasar tersebut, dikarenakan masih minimnya budidaya ercis di Indonesia. Bahan yang digunakan adalah 4 genotipe ercis berbeda yaitu G1, G2, G3 dan G4. Proses analisis menggunakan statistika deskriptif yang menggunakan pola perkawinan diallel lengkap sehingga dapat melihat tingkat keberhasilan persilangan. Setelah itu dapat membandingkan jumlah persilangan yang dilakukan dengan keberhasilan terbentuknya polong dan biji. Faktor perubahan morfologi juga dibandingkan dengan tanaman yang menyerbuk sendiri. Keberhasilan persilangan memicu adanya perubahan bentuk, ukuran, warna dan bobot pada polong dan biji. Keberhasilan polong dari 12 seri persilangan tertinggi terdapat pada seri 1, 2, 4, 5, 7 dan 11 yang memiliki persentase 100%, persentase keberhasilan biji terdapat pada seri persilangan 1, 2, 5 dan 7 yaitu 50%, 54%, 51% dan 52%. Perubahan karakter bentuk polong terdapat pada seri persilangan 5, 7 dan 10, lalu perbedaan warna terdapat pada seri persilangan 3, 4, 7, 8, 10 dan 11. Kata Kunci: Ercis; Keberhasilan Persilangan; Diallel. ABSTRACT Ercis (Pisum sativum L.) is a plant that has high nutrients such as carbohydrates as much as 36.1 g, protein 13.7 g, fat 8 g, ascorbic acid 54 mg, calcium 45 mg, and phosphorus 29 mg. Peas have levels of benefits for the human body to lower cholesterol, rejuvenating the skin, and preventing osteoporosis. In addition, peas contain vitamins A, B1, and vitamin C. Peas have potential in Indonesia because in recent years there has been an increase in demand for peas because people care a lot about health and know that the ingredients are good for the body. However, the availability of pea in Indonesia is still not enough to meet market demand, due to the lack of pea cultivation in Indonesia. The materials used were 4 different pea genotypes namely G1, G2, G3, and G4. The analysis process uses descriptive statistics using complete diallel mating patterns so that the success rate of crosses can be seen. After that, you can compare the number of crosses that were carried out with the success of the formation of pods and seeds. Morphological change factors were also compared with self-pollinated plants. The successful crosses triggered changes in the shape, size, color, and weight of the pods and seeds. The success of the pods from the 12 series of crosses was highest in series 1, 2, 4, 5, 7, and 11 which had a percentage of 100%, the percentage of seed success was found in series 1, 2, 5 and 7, namely 50%, 54%, 51% and 52%. Changes in the character of the pod shape were found in series 5, 7, and 10, then differences in color were found in series 3, 4, 7, 8, 10, and 11. Keywords: Ercis; Success of Crossing; Diallel.
Upaya Pembungaan Kembali Krisan Pot (Chrysanthemum sp.) dengan Berbagai Konsentrasi Ecoenzyme dan Frekuensi Aplikasi Paclobutrazol Nisa, Fitrotun; Sitawati, Sitawati
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.02.07

Abstract

Tanaman krisan pot dapat dibungakan kembali dengan pemberian ecoenzyme. Tinggi tanaman perlu dikontrol dengan paclobutrazol agar sesuai dengan standar tanaman hias pot. Di CV VNT Garden, 1 kali aplikasi paclobutrazol belum memberikan hasil yang sesuai standar. Perlu dipelajari pembungaan kembali krisan pot tipe standar dengan berbagai konsentrasi ecoenzyme dan frekuensi aplikasi paclobutrazol. Percobaan ini bertujuan untuk mempelajari interaksi antara ecoenzyme dan paclobutrazol serta untuk mendapatkan konsentrasi ecoenzyme dan frekuensi aplikasi paclobutrazol yang tepat untuk pembungaan kembali krisan pot tipe standar. Percobaan ini dilaksanakan Januari 2023 - April 2023 di dalam greenhouse di Desa Sidomulyo, Kota Batu, Jawa Timur. Alat dan bahan yang digunakan yaitu meteran, SPAD, LAM, pot, gelas ukur, alat tulis, timbangan, krisan pot tipe standar yang overblooming, ecoenzyme, paclobutrazol. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial. Ecoenzyme berinteraksi dengan paclobutrazol pada tinggi tanaman, indeks klorofil, ketebalan daun, jumlah bunga dan waktu muncul bunga. Ecoenzyme 27 ml.l-1 dengan frekuensi paclobutrazol 2 kali menghasilkan tinggi tanaman yang optimum dan sesuai standar tanaman hias pot. Pada ecoenzyme 45 ml.l-1 dengan frekuensi paclobutrazol 2 kali menghasilkan indeks klorofil, specific leaf area, dan jumlah bunga yang lebih besar serta mempercepat waktu muncul bunga. Ecoenzyme 45 ml.l-1 menghasilkan jumlah daun, luas daun, jumlah cabang, diameter bunga, dan diameter tajuk yang lebih besar dan mempercepat umur coloring. Frekuensi paclobutrazol 2 kali menghasilkan jumlah cabang yang lebih banyak serta mempercepat umur coloring. Kualitas bunga krisan pot pada semua perlakuan konsentrasi ecoenzyme dan frekuensi paclobutrazol masih memenuhi standar kualitas.
Observasi Hasil Persilangan Intraspesifik dan Interspesifik pada Beberapa Galur Labu Huda, Vina Alfa Centauri; Arifin, Azeri Gautama; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2023.011.08.06

Abstract

Labu merupakan tanaman penting di Indonesia. Pembuatan keragaman dalam rangka pembentukan varietas unggul dapat dilakukan dengan persilangan intraspesifik maupun interspesifik. Namun, sering kali timbul permasalahan pada rekombinasi gen dalam persilangan interspesifik. Penelitian ini bertujuan mempelajari kompatibilitas persilangan intraspesifik dan persilangan interspesifik pada beberapa galur labu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2022 - February 2023 di green house CV. Blue Akari Kel. Dadaprejo Kec. Junrejo, Kota Batu. Bahan tanam yang digunakan dalam penelitian ini ialah 3 galur inbrida jantan generasi S2, yaitu C. moschata(T44), C. maxima (KJ17), dan C. maxima(JP70). Galur betina yang digunakan adalah 5 galur inbrida C. moschata (T30 dan T45), C. maxima (H59, KJ19, dan KJ24) generasi S2. Penelitian ini menggunakan rancangan perkawinan Line x Tester. Hasil menunjukkan semua galur betina self-compatible. Persilangan Intraspesifik dan Interspesifik pada C. moschatadan C. maxima memiliki tingkat kompatibilitas yang bervariasi. Perbedaan perlakuan menunjukkan adanya pengaruh perlakuan penyerbukan terhadap karakter bobot buah dan bobot 100 biji.
Uji Daya Hasil Jagung Pakan (Zea mays L.) Dari Hasil Top Cross Mitreka, Raka Fauzi; Sugiharto, Arifin Noor
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.03.07

Abstract

Jagung pakan (Zea mays L.) berperan penting sebagai bahan makanan ternak dan bahan baku industri. Selain padi, kebutuhan akan jagung sebagai alternatif kebutuhan karbohidrat semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan permintaan pasar salah satunya disebabkan oleh perkembangan industri peternakan yang pada proses produksinya memerlukan jagung sebagai campuran pakan ternak. Penggunaan varietas hibrida merupakan salah satu solusi dalam meningkatkan produksi jagung dalam negeri terutama pada jagung pakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Desember 2022 di Kebun Percobaan Agrotechnopark (ATP) Universitas Brawijaya yang terletak di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 kali ulangan. Pengamatan dilakukan pada karakter kualitatif dan kuantitatif tanaman. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan Program Statistik PKBT-STAT 3.1 dan dilanjut dengan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 5%, serta perhitungan nilai KKG, KKF, dan nilai heritabilitas. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan pada setiap karakter, didapatkan bahwa setiap galur yang diuji pada pengamatan warna silk, anther, dan glume memiliki karakter dengan tingkat skor presentase keseragaman yang berbeda-beda. Berdasarkan hasil jumlah skor potensi penampilan dibandingkan dengan karakter potensi hasil dari 27 galur yang diuji, terdapat 2 galur yang memiliki potensi nilai penampilan tinggi disertai dengan nilai potensi hasil tinggi diatas rata-rata seluruh galur dan dibandingkan dengan varietas pembanding Syngenta Perkasa (NK6172). Galur tersebut adalah UB14 dan UB23. Sementara itu didapatkan bahwa nilai KKG, KKF, dan Heritabilitas pada 19 karakter yang diamati termasuk dalam kategori rendah hingga tinggi.
Tingkat Agrobiodiversitas Pertanian pada Sistem Usaha Tani Padi di Kota Kediri Azzahra, Rivana Nadia; Khumairoh, Uma
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.02.06

Abstract

Keberadaan agrobiodiversitas mengalami kemunduran akibat dari penerapan sistem pertanian monokultur secara intensif. Penyusutan agrobiodiversitas dalam jangka panjang berdampak pada keutuhan pangan, ekonomi, kesehatan, hingga lingkungan. Penelitian ini dilakukan guna mempelajari tingkat agrobiodiversitas pada sistem pertanian padi di Kota Kediri berikut dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Sampel penelitian terdiri atas 89 petani yang menanam tanaman padi sebagai tanaman utama. Tingkat agrobiodiversitas ditentukan dengan mempertimbangkan jumlah komoditas yang terdapat pada lahan pertanian, baik tanaman budidaya maupun tanaman pematang. Data penelitian dikelompokkan menggunakan cluster analysis untuk mempermudah identifikasi responden pada setiap tingkatan agrobiodiversitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat agrobiodiversitas diidentifikasi berdasarkan hasil wawancara dengan pertanyaan terbuka, principal component analysis (PCA), ANOVA satu arah, serta uji lanjut BNT. Hasil penelitian menunjukkan sistem pertanian padi di Kota Kediri didominasi oleh tingkat agrobiodiversitas sedang sebanyak 54%, sedangkan agrobiodiversitas tingkat tinggi sebanyak 31%, dan tingkat rendah sebanyak 15%. Selain itu, ditemukan variabel yang mempengaruhi diantaranya usia, pengalaman usahatani, luas lahan, jumlah tenaga kerja, biaya tenaga kerja, dan dosis pupuk
Respon Lima Varietas Kacang Panjang (Vigna Sinensis L.) Terhadap Perbedaan Dosis Pupuk Nitrobakter Pada Fase Vegetatif dan Generatif Roudhotul Rizki Novita Putri; Kuswanto
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 1 (2024): Januari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.01.05

Abstract

Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Rendahnya produktivitas kacang panjang dapat disebakan adanya beberapa kendala, salah satunya ialah cara budidaya yang dilakukan petani. Penggunaan pupuk organik jarang dilakukan oleh petani dikarenakan pupuk organik tidak memiliki kandungan unsur hara tinggi seperti pupuk anorganik, namun pupuk organik memiliki manfaat lain yaitu dapat memperbaiki sifat fisik tanah serta dapat meningkatkan metabolisme pada fase vegetaif dan fase generatif tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari respon lima varietas tanaman kacang panjang terhadap perbedaan dosis pupuk nitrobakter pada fase vegetatif dan fase generatif. Penelitian dilaksanakan bulan Februari sampai Mei 2023 di Kebun Percobaan IP2TP Jambegede, berlokasi di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan RPT (Rancangan Petak Terbagi). Percobaan terdiri dari dua faktor dan di ulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu dosis pupuk sebagai petak utama dan faktor kedua varietas sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas memberikan respon yang berbeda terhadap berbagai dosis pupuk nitrobakter dan ditunjukkan pada variabel jumlah daun, jumlah bunga per tanaman, umur terbentuk polong, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, dan potensi hasil per varietas. Varietas Brawijaya 1 memberikani pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan keempat varietas yang lain. Kacang Panjang (Vigna sinensis L.) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi di Indonesia. Rendahnya produktivitas kacang panjang dapat disebakan adanya beberapa kendala, salah satunya ialah cara budidaya yang dilakukan petani. Penggunaan pupuk organik jarang dilakukan oleh petani dikarenakan pupuk organik tidak memiliki kandungan unsur hara tinggi seperti pupuk anorganik, namun pupuk organik memiliki manfaat lain yaitu dapat memperbaiki sifat fisik tanah serta dapat meningkatkan metabolisme pada fase vegetaif dan fase generatif tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari respon lima varietas tanaman kacang panjang terhadap perbedaan dosis pupuk nitrobakter pada fase vegetatif dan fase generatif. Penelitian dilaksanakan bulan Februari sampai Mei 2023 di Kebun Percobaan IP2TP Jambegede, berlokasi di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian disusun menggunakan RPT (Rancangan Petak Terbagi). Percobaan terdiri dari dua faktor dan di ulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu dosis pupuk sebagai petak utama dan faktor kedua varietas sebagai anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas memberikan respon yang berbeda terhadap berbagai dosis pupuk nitrobakter dan ditunjukkan pada variabel jumlah daun, jumlah bunga per tanaman, umur terbentuk polong, jumlah polong per tanaman, bobot 100 biji, dan potensi hasil per varietas. Varietas Brawijaya 1 memberikani pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan keempat varietas yang lain.
Pengaruh Dosis Pupuk Organik Kotoran Kambing terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Varietas Kedelai (Glycine max L.) Erika Meidina; Suwardi
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 3 (2024): Maret
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.03.03

Abstract

Kedelai (Glycine max L.) merupakan salah satu komoditas pertanian yang digunakan sebagai sumber protein nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi dosis pupuk organik kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa varietas kedelai. Penelitian dilaksanakan periode bulan Agustus hingga Desember 2022 di UD. Sertanio Desa Turus, Singojuruh, Banyuwangi. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang diulang sebanyak tiga kali. Faktor pertama yaitu dosis pupuk organik kotoran kambing yang terdiri dari 2 ton/ha (D1), 4 ton/ha (D2), 6 ton/ha (D3). Faktor kedua yaitu beberapa varietas yang terdiri dari Grobogan (V1), Gepak Kuning (V2), Dena 1 (V3). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan ANOVA, dan dilanjutkan menggunakan uji DMRT 5%, jika menunjukkan pengaruh yang berbeda nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara dosis pupuk organik kotoran kambing 4 ton/ha dan varietas gepak kuning pada jumlah polong pertanaman 108,62 polong, jumlah biji per tanaman 216,38 butir, dan produksi per hektar 2,45 ton/ha.
Pengaruh Waktu Tanam dan Varietas Cabai Besar pada Tumpang Sari dengan Bawang Merah salman, anisah; permanasari, Paramyta Nila; Widaryanto, Eko
Produksi Tanaman Vol. 12 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2024.012.02.05

Abstract

Sistem tanam tumpang sari bawang merah dan cabai besar merupakan salah satu teknologi alternatif yang dapat dikembangkan. Bawang merah ditumpangsarikan dengan cabai besar untuk pengoptimalan lahan dan pemanfaatan ruang tumbuh. Sehingga pada saat panen, petani dapat memperoleh hasil yang menguntungkan dibandingkan penanaman secara monokultur. Penelitian dilaksanakan pada bulan September–Desember 2021 di Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan perlakuan monokultur bawang merah (P0), monokultur cabai besar varietas Gada MK (P1), monokultur cabai besar varietas Baja MC F1 (P2), cabai besar varietas Gada MK dan bawang merah ditanam secara bersamaan (P3), cabai besar varietas Gada MK ditanam 15 HST setelah bawang merah (P4), cabai besar varietas Gada MK yang ditanam 30 HST setelah bawang merah (P5), cabai besar varietas Baja MC F1 dan bawang merah ditanam secara bersamaan (P6), cabai besar varietas Baja MC F1 ditanam 15 HST setelah bawang merah (P7), cabai besar varietas Baja MC F1 ditanam 30 HST setelah bawang merah (P8) dengan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cabai besar varietas Baja MC F1 yang ditanam 30 HST setelah bawang merah menghasilkan jumlah umbi, bobot basah dan bobot kering bawang merah tertinggi dibandingkan perlakuan lainnya.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue