cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 3,493 Documents
Pengaruh El Nino dan La Nina Terhadap Produktivitas dan Rendemen Tebu (Saccharum officinarum L.) (Studi Kasus di Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi) Indarwati, Lisa Dwifani; Fajriani, Sisca; Soelistyono, Roedy
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/951

Abstract

Anomali iklim yang sering terjadi pada akhir-akhir ini merupakan salah satu permasalahan penting dalam pembangunan pertanian, misalnya fenomena El Nino dan La Nina. Dampak El Nino di Indonesia menyebabkan penurunan curah hujan dibawah curah hujan normal sedangkan La Nina menyebabkan  peningkatan curah hujan diatas curah hujan normal. El Nino mengakibatkan kekeringan pada fase vegetatif tebu dengan gejala daun menggulung untuk mengurangi transpirasi, penurunan luas daun untuk mengurangi serapan sinar matahari dan penurunan kadar klorofil, sedangkan akibat La Nina yang terjadi pada fase generatif tebu menjadikan pertumbuhan tebu terus berlangsung dan tidak ada kesempatan dalam proses pemasakan sehingga rendemen menjadi rendah. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi mulai bulan Maret sampai bulan Mei 2017 dengan metode pendekatan kuantitatif berdasarkan survey menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung berdasarkan wawancara dengan petani tebu Kecamatan Pitu yang dipilih secara acak dan diambil sebanyak 10% dari total populasi petani tebu. Data sekunder berupa data produktivitas dan rendemen tebu serta data unsur-unsur iklim (curah hujan, hari hujan, suhu, dan lama penyinaran). Hasil yang didapatkan menunjukkan fenomena El Nino dan La Nina terbukti memberikan pengaruh terhadap produktivitas tebu di Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi, namun tidak memberikan pengaruh terhadap rendemen tebu. Unsur-unsur iklim secara simultan mempengaruhi produkstivitas tebu sebesar 64%. Unsur iklim hari hujan dan lama penyinaran berpengaruh secara parsial terhadap produktivitas tebu, namun unsur iklim curah hujan dan suhu tidak berpengaruh secara parsial terhadap produktivitas tebu.
Respon Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Terhadap Pemberian Pupuk Kalium dan Pupuk Daun Khuluqi, M. Azrul Ahsani; Armita, Deffi; Koesriharti, Koesriharti
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/952

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum) mengalami penurunan produksi yang disebabkan rendahnya tekanan turgor sel sehingga kandungan air dalam umbi cepat menguap saat penyimpanan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui respon  bawang merah terhadap pemberian pupuk kalium dan pupuk daun serta mengetahui kombinasi pupuk yang terbaik. Penelitian dilaksanakan dilahan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Jatimulyo, Malang, pada bulan Oktober-Desember 2016. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan yaitu : P0: Tanpa pemupukan, P1: Pupuk daun seminggu sekali, P2: 100 kg.ha-1 Urea, 300 kg.ha-1 SP-36 dan 200 kg.ha-1 KCl, P3: 100 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali, P4: 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daunseminggu sekali, P5: 150 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali, P6: 100 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali, P7: 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali, P8: 150 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun dua minggu sekali. Hasil penelitian pemberian pupuk kalium dan pupuk daun berpengaruh nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan per rumpun, luas daun, jumlah umbi, bobot segar umbi, bobot umbi kering matahari, bobot susut umbi, bobot umbi kering matahari per hektar dan indeks panen. Kombinasi pupuk paling baik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman serta bobot susut umbi bawang merah yaitu 120 kg.ha-1 K2O (KNO3) + 2 g.l-1 pupuk daun seminggu sekali.
Pengaruh Komposisi Media Serbuk Gergaji dan Media Tambahan (Bekatul dan Tepung Jagung) pada Pertumbuhandan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Pribady, Mahardian Anggarini; Azizah, Nur; Heddy, Y.B. Suwasono
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/953

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) banyak dibudidayakan menggunakan serbuk gergaji sebagai media utama. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi, diperlukan tambahan nutrisi berupa vitamin dan mineral yang dapat diperoleh dari penambahan bekatul dan tepung jagung. Penelitian ini bertujuan mempelajari pengaruh komposisi media serbuk gergaji dengan bekatul dan tepung jagung pada perkembangan (miselium) dan produksi jamur tiram serta mendapatkan koposisi media serbuk gergaji dengan bekatul dan tepung jagung yang tepat untuk memprtoleh hasil produksi jamur tiram yang optimal.Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2017di CV. Damar ayu, Kecamatan Pakisaji, Malang. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 15 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan terdiri dari serbuk gergaji kayu sengon sebagai media utama (90%,80%,70%) ditambah bekatul dan tepung jagung sebagai media tambahan(0%,5%,10%,15%,20%,25%,30%).Penambahan media tambahan dengan komposisi 5% B+ 5% TJ pada media utama 90% mampu meningkatkan pertumbuhan miselium. Sedangkan penambahan 5% Bl + 15% TJ mampu meningkatkan hasil produksi hingga 35%.
Pengaruh Jarak Tanam dan Frekuensi Pinching Terhadap Pertumbuhan Tanaman Lisianthus (Eustoma grandiflorum Raf.) Shinn. Daraini, Miskah; Nurlaelih, Euis Ellih; Sitawati, Sitawati
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/954

Abstract

Lisianthus merupakan salah satu jenis bunga potong yang belum banyak dibudidayakan di kalangan petani Indonesia dan produktivitas tanaman lisianthus juga masih rendah. Penyebab rendahnya produktivitas ini salah satunya adalah jarak tanam yang belum sesuai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara perlakuan jarak tanam dan frekuensi pinching, serta mengetahui penggunaan jarak tanam yang sesuai pada tanaman lisianthus dan aplikasi pinching yang sesuai untuk meningkatkan tinggi tanaman pada tanaman lisianthus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2017 di screen house yang terletak di Desa Sidomulyo, Kota Batu, dengan ketinggian ± 800 mdpl dan suhu sekitar 15-25°C. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan jarak tanam yang semakin rapat dengan perlakuan  pinching memberikan tinggi tanaman yang semakin tinggi dibandingkan dengan penggunaan jarak tanam yang renggang dengan non pinching. Perlakuan jarak tanam 10cmx10cm (J1) merupakan jarak tanam yang sudah sesuai untuk diterapkan. Karena sudah memiliki kriteria tinggi tanaman yang memenuhi grade A.
Kajian Jumlah Bibit Per Lubang Tanam Pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Inbrida dan Hibrida Ismail, Moch. Taufiq; Suryanto, Agus
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/955

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) ialah tanaman penghasil beras dan dibutuhkan peningkatan produksi. Peningkatan produksi dapat dengan optimalisasi jumlah bibit dan pemilihan varietas unggul. Tujuan penelitian mengetahui jumlah bibit tepat pada padi inbrida dan hibrida. Tempat penelitian di Dusun Templek Desa Sumberduren Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri Provinsi Jawa Timur. Waktu penelitian pada Februari sampai Juni 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT). Petak utama adalah varietas Ciherang, Inpari Sidenuk dan Sembada 168. Anak petak adalah jumlah bibit 1, 3 dan 5. Penelitian dengan 3 ulangan. Parameter pertumbuhan non destruktif 30, 44, 58, 72 dan 86 HST yaitu panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan dan jumlah anakan produktif. Parameter pertumbuhan destruktif 30 HST dan panen yaitu berat kering total tanaman dan laju pertumbuhan tanaman. Parameter pengamatan hasil panen yaitu jumlah malai, berat 1000 butir dan hasil gabah kering giling (GKG). Data diuji uji F taraf 5% dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) taraf 5%. Hasil penelitian tidak terdapat interaksi antar perlakuan. Perlakuan varietas dan jumlah bibit berbeda nyata pada panjang tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, berat kering total tanaman, jumlah malai, berat 1000 butir dan hasil GKG. Laju pertumbuhan tanaman berbeda nyata pada perlakuan jumlah bibit.
Uji Daya Hasil Lanjutan Beberapa Calon Varietas Jagung (Zea mays L) di Nunukan Kalimantan Utara Biamrillah, Muhamad Arief; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/956

Abstract

Peningkatan produksi jagung nasional saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Kalimantan Utara memiliki lahan yang luas namun potensi tersebut belum dapat digunakan untuk membantu produksi jagung nasional. Salah satu masalah yang terjadi di Kalimantan Utara ialah terdapat lahan dengan tingkat kemasaman yang tinggi. Upaya untuk mengatasi masalah tersebut salah satunya dengan menggunakan varietas yang adaptif terhadap lahan masam di Kalimantan Utara.  Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui faktor genetik atau lingkungan yang lebih dominan dalam mempengaruhi fenotipnya dan mengetahui potensi hasil calon varietas hibrida yang adaptif di daerah Nunukan. Penelitian telah dilaksanakan di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara pada 1 Februari – 10 Mei 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga ulangan. Bahan yang diuji ialah 10 calon varietas jagung dan satu varietas standar (BISI 18). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai heritabilitas pada parameter pengamatan didominasi oleh nilai heritabilitas dengan kategori tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa faktor genetik lebih dominan terhadap faktor lingkungan dalam mempengaruhi fenotip tanaman. Calon varietas jagung hibrida yang memiliki nilai tinggi pada nilai heritabilitas pada parameter hasil pipilan per ha dibandingkan dengan varietas standar yaitu BISI 18 (4,35 ton ha-1) adalah UB 1 (6,46 ton ha-1), UB 11 (5,72 ton ha-1) dan UB 12 (6,72 ton ha-1).
Evaluasi Keunikan dan Keseragaman 10 Galur Inbrida Jagung (Zea mays L.) dalam Uji Buss Fathoni, Musthofa Muhammad; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/957

Abstract

Uji BUSS adalah uji yang harus dilakukan sebelum suatu tanaman dinilai layak mendapatkan hak Perlindugan Varietas Tanaman (PVT). Keunikan dan keseragaman merupakan aspek penting yang wajib dipenuhi dalam uji BUSS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunikan dan keseragaman 10 galur inbrida jagung. Galur inbrida yang  diuji adalah 4-5+40C, 4-5+43A, 4-5+43E, 4-5+44G., 4-5+43I, 4-5+43J, 4-5+43K, 4-5+44B, 4-5+44D, 4-5+44H. Pengujian ini dilakukan di lahan percobaan Areng-areng, Batu pada bulan April sampai Juli 2017. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Varietas jagung BIMA 18 dipilih menjadi varietas pembanding. 28 variabel pengamatan berupa karakter kualitatif dan kuantitatif tanaman diamati sesuai panduan pengamatan individual tanaman jagung. Analisis keunikan menggunakan analisis cluster. Keseragaman dianalisis menggunakan perhitungan tipe simpang (offtype) dan nilai koefisen keragaman. Setelah dilakukan analisis data, hasil penelitian menunjukan galur jagung 3-4+44G telah memenuhi aspek keunikan dengan memiliki 8 karakter berbeda dengan  varietas pembanding. Evaluasi ini juga menunjukan semua galur inbrida jagung yang diuji telah seragam pada semua karakter yang diuji.
Pengaruh Aplikasi Pupuk Kandang Kambing dan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame (Glycine max (L) Merrill) Muliandari, Nadya; Setiawan, Adi; Sudiarso, Sudiarso
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/958

Abstract

Edamame (Glycine max (L) Merrill) termasuk kedalam tanaman leguminosa. Masalah utama yang sering terjadi dalam budidaya kedelai edamame yaitu teknik budidaya edamame yang kurang optimal. Upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan cara perbaikan teknik budidaya tanamannya, diantaranya melalui pemupukan dengan pupuk organik dan pemberian bakteri pemacu pertumbuhan tanaman. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui interaksi dari aplikasi dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi PGPR pada peningkatan kesuburan lahan, pertumbuhan dan hasil tanaman edamame. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2017 di desa Wringinsongo Kecamatan Tumpang. Penelitian menggunakan faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) menggunakan faktor dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi PGPR dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor pertama konsentrasi PGPR yang terdiri dari 3 taraf (A0: tanpa PGPR, A1: konsentrasi PGPR 20 ml L-1, A2: konsentrasi PGPR 40 ml L-1) dan faktor kedua dosis pupuk kandang kambing yang terdiri dari 3 taraf (P0: tanpa pupuk kandang kambing, P1: dosis pupuk kandang kambing 10 ton ha-1 dan P2: dosis pupuk kandang kambing 20 ton ha-1). Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pengaruh dosis pupuk kandang kambing dan konsentrasi PGPR. Perlakuan PGPR 40 ml L-1 memberikan nilai hasil panen per hektar yang lebih tinggi yaitu 12,04 ton ha-1 pada perlakuan dosis pupuk kandang kambing 20 ton ha-1, sedangkan nilai hasil panen per hektar lebih rendah sebesar 31,56% pada perlakuan tanpa pupuk kandang kambing dan 41,44% pada perlakuan dosis pupuk kandang kambing 10 ton ha-1. Terdapat peningkatan nilai kandungan unsur hara pada tanah setelah dilakukannya perlakuan PGPR dan pupuk kandang kambing.
Pengujian Efikasi Herbisida Berbahan Aktif Bispyribac Sodium 40 g/L dan Metamifop 100 g/L untuk Pengendalian Gulma pada Budidaya Padi Sawah (Oryza sativa L.) Sinaga, Nico Van Maestro; Tyasmoro, Setyono Yudo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/959

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pangan utama bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Masalah utama yang dihadapi pada budidaya padi di lahan sawah adalah kompetisi antara tanaman  padi dengan gulma, sehingga menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi lambat dan rendahnya produktivitas tanaman. Salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman padi ialah dengan penggunaan herbisida berbahan aktif bispyribac sodium dan metamifop,  sebagai upaya untuk menekan pertumbuhan gulma pada tanaman padi. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui efek yang ditimbulkan herbisida berbahan aktif bispyribac sodium dan metamifop serta untuk menentukan efektivitas dosis herbisida berbahan aktif terhadap tanaman padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi herbisida Leptokil 140 SE berbahan aktif bispyribac sodium 40 g/l dan metamifop 100 g/l mulai dosis 375 ml/ha-1 hingga 1000 ml/ha-1 tidak menyebabkan gejala keracunan (fitotoksisitas) pada tanaman padi sawah. Herbisida Leptokil 140 SE  berbahan aktif bispyribac sodium 40 g/l dan metamifop 100 g/l dapat mengendalikan gulma dominan, antara lain Leptochloa dubia (golongan berdaun sempit), Cyperus iria (golongan teki), dan Fimbristylis miliacea (golongan teki) hingga 6 minggu setelah aplikasi dengan dosis efektif 750 dan 1000 ml/ha-1. Hasil produksi padi sawah tertinggi setelah dilakukan percobaan yaitu terdapat pada perlakuan dengan dosis 1000 ml/ha dengan berat kering panen 3,30 kg/6,25 m2 atau menghasilkan 5,28 ton ha-1.
Uji Daya Hasil Pendahuluan Beberapa Calon Varietas Jagung (Zea mays L.) DI Nunukan, Kalimantan Utara Laksono, Nur Dian; Sugiharto, Arifin Noor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 6, No 10 (2018)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/960

Abstract

Jagung (Zea mays L.) menjadi komoditi penting kedua setelah padi.  Peningkatan produksi jagung belum mampu mengimbangi permintaan jagung secara nasional. Kalimantan Utara mempunyai lahan yang cukup luas, namun potensi tersebut belum dapat digunakan untuk meningkatkan produksi jagung nasional karena masih banyaknya hambatan, salah satunya tingkat kemasaman yang tinggi. Salah satu upaya  mengatasi masalah tersebut ialah dengan menggunakan varietas adaptif terhadap tanah masam di Kalimantan Utara. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui potensi hasil calon varietas hibrida yang diuji yang adaptif di daerah Nunukan, Kalimantan Utara. Penelitian ini dilaksanakan di pulau Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara pada 3 Maret - 15 Juni 2017 menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 10 perlakuan varietas dengan tiga ulangan yaitu 9 calon varietas jagung, satu varietas jagung hibrida sebagai standar yaitu varietas NK6326. Hasil penelitian menunjukan bahwa calon varietas hibrida yang memiliki prospektif untuk dikembangkan lebih lanjut di Nunukan berdasarkan hasil skoring nilai keunggulan yang tinggi yaitu UB1 (7,81 ton.ha-1), UB4 (8,83 ton.ha-1), dan UB7 (9,38 ton.ha-1). Nilai koefisien keragaman genetik pada seluruh variabel yang diamati termasuk kategori rendah kecuali pada variabel panjang tip filling sehingga menunjukkan populasi masing-masing sudah seragam.

Page 88 of 350 | Total Record : 3493


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 01 (2026): Januari Vol. 14 No. 2 (2026): Februari (In-Press) Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue