cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 117 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 3 (2023)" : 117 Documents clear
Pengaruh Faktor Air Semen terhadap Kuat Lentur Balok Beton dengan Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% Talitha Anindya Yuniar; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya suatu konstruksi pastinya memerlukan pembangunan gedung dengan waktu yang relatif singkat. Maka, dibutuhkan bahan komponen struktural yang memiliki kekuatan beton mutu tinggi. Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) merupakan green concrete atau pengganti semen. Pada penelitian ini dilakukan perbandingan mengenai pengaruh FAS 0,3 dan FAS 0,4 terhadap kuat lentur balok beton dengan mengganti 20% semen Gresik menjadi semen GGBFS. Penelitian ini menggunakan benda uji balok dengan ukuran 100 cm x 15 cm x 20 cm dengan tambahan tulangan didalamnya. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa FAS dapat berpengaruh terhadap kuat lentur yang terjadi pada beton. Nilai kuat lentur yang terjadi antara beton yang menggunakan GGBFS dengan beton yang tidak menggunakan GGBFS tidak memiliki nilai perbedaan yang signifikan. Balok dengan campuran GGBFS 20% dan FAS 0,3 pada hari ke 45 memiliki nilai kuat lentur 14,46% lebih tinggi dibandingkan dengan balok dengan FAS 0,4. Sedangkan untuk balok dengan FAS 0,3 tetapi tidak menggunakan GGBFS pada hari ke 45 memiliki nilai 9,42% lebih tinggi dibandingkan balok dengan FAS 0,4. Semakin rendah nilai FAS, maka nilai kuat lentur yang didapat akan semakin tinggi. Kata Kunci: Balok beton bertulang, Semen GGBFS, Faktor air semen, Uji lentur, Beton mutu tinggi.
Kekuatan Lentur Berdasarkan Umur Balok Beton Bertulang dengan Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% Ivan Zunanda Aufar; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi terus ditemukan dan dikembangkan untuk menyelaraskan antara kebutuhan konstruksi dengan penyedia material yang utama yakni lingkungan. Beton merupakan bahan struktural yang selalu dipakai dalam dunia konstruksi. Material alam berupa pasir, batu split dan semen menjadi bahan penyusun saat ini. Masifnya penggunaan semen dalam dunia konstruksi yang akan terus menyumbang dampak negatif pada lingkungan. Salah satu alternatif untuk mengurangi emisi CO² adalah dengan mengganti sebagian semen portland, disubsitusi dengan menggunakan Ground Granulated Blast Furnace Slag. Ground Granulated Blast Furnace Slag digunakan sebagai penggantimsebagianmsemen karena mengandungikalsium,ialuminium dan silica yang memiliki komposisi kimia tidak berbeda dengan bahan-bahan mineral alami termasuk bahan hidrasi seperti Semen Portland. Dalam Penelitian ini digunakan Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% sebagai pengganti semen dengan FAS 0,3 serta mutu beton disesuaikan pada hasil eksperimen dengan adanya variasi umur balok, setiap variasi terdapat 3 benda uji balok. Terdapat benda uji kontrol yakni balok tanpa menggunakan GGBFS untuk dibandingkan. Pada umur 50 hari dan 56 hari, dilakukan pengujian lentur pada benda uji balok. Pada penelitian ini dihasilkan Balok dengan campuran GGBFS 20% umur 50 hari menghasilkan kuat lentur rata-rata 10,4 MPa, sedangkan balok variasi umur 56 menghasilkan kuat lentur 4,67 Mpa, dimana secara teori hipotesis semakin tua umur beton semakin besar nilai kuat lenturnya, hal ini disebabkan beberapa faktor saat pembuatan benda uji. Balok kontrol yang tidak menggunakan GGBFS menghasilkan kuat lentur rata-rata 10,45 MPa. Balok dengan Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% dapat menghasilkan kuat lentur yang sama dengan balok tanpa Ground Granulated Blast Furnace Slag. Kata Kunci : Ground Granulated Blast Furnaced Slag, Balok Bertulang, Kuat Lentur, Umur
Regangan dan Pola Retak Balok Beton Bertulang Berdasarkan umur pada Presentase Ground Granulated Blast Furnace Slag 20% Tania Almira Vionalita; Lilya Susanti; Ming Narto Wijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan di indonesia bukan hanya terfokus pada daerah di perkotaan saja namun jugaterfokus pada daerah pedesaan. Beton merupakan salah satu material yang digunakan pada saat membangun suatu bangunan yang dimana beton tersebut tersusun dari air semen dan agregat. Material GGBFS ini bisa digunakan untuk pengganti dari sebagian semen, karena material ini rendah akan panas sehingga sesuai untuk beton yang bermutu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari apakah GGBFS yang diproduksi oleh PT Krakatau Semen Indonesia sebagai parsial semen pada beton yang dihasilkan khususnya pada umur beton. Penelitian ini menggunakan FAS yaitu 0,3. Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil akhir dari pengujian beton dengan umur 50 dan 56 hari yang menggunakan GGBFS 20% dapat dilihat bahwa variasi umur 50 hari nilai regangannya lebih kecil daripada umur 56 hari, dan penelitian ini tidak sesuai dengan hipotesis awal semakin tua umur beton yang terjadi semakin kecil dikarenakan karung goni kemungkinan tidak dalam keadaan basah. Besar lendutan yang muncul akibat dari uji kekuatan lentur pada balok dengan kondisi pembebanan dua titik menunjukkan variasi yang cukup lendutan dibandingkan dari 3 variasi balok tersebut. Hasil pengujian kuat lentur yang dilakukan pada beton menghasilkan retakan pertama di setiap benda uji dengan pembebanan yang berbeda. Dari keseluruhan grafik tegangan regangan yang dihasilkan oleh strain gauge yang dipasang pada balok beton bertulang menghasilkan grafik yang berbeda.Kata Kunci : beton, material GGBFS, renggangan, pola retak
Uji laik Fungsi Jalan dengan Pemeringkatan Bintang (Studi Kasus Jalan Provinsi Nomor Ruas 128 Jalan Borobudur, Kota Malang) Muhammad Wahyu Hidayat; Anugerah Cahya Syahputra; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keselamatan transportasi jalan telah menjadi salah satu masalah sosial khususnya mengenai kecelakaan lalu lintas. Sebagai salah satu cara untuk mencegah kecelakaan lalu lintas, jalan harus memenuhi semua standar teknis, persyaratan fisik dan kondisi lingkungan yang selanjutnya disebut dengan keselamatan jalan. Pada ruas jalan di Kota Malang dalam kajian ini yaitu Ruas Jalan nomo 128 (Jalan Borobudur, Kota Malang) telah diuji pada tahun 2016. Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 11/PRT/M/2010 dilakukan Uji Laik Fungsi Jalan yang berlaku sampai suatu keadaan dimana jalan tersebut dipandang perlu untuk dievaluasi kembali minimal 7 tahun namun tidak lebih dari 10 tahun. Uji Laik Fungsi Jalan merupakan inspeksi dan audit jalan guna mengetahui kondisi suatu ruas jalan apakah telah memenuhi persyaratan teknis kelaikan sehingga dapat mewujudukan jalan dengan ketentuan keselamatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelaikan fungsi pada Ruas Jalan Borobudur berdasarkan pemeringkatan bintang yang diadopsi dari Peraturan Menteri PUPR Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pedoman Uji Laik Fungsi Jalan dan memberikan rekomendasi perbaikan yang diperlukan pada Ruas Jalan Borobudur apabila mendapat penilaian buruk. Pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer diperoleh melalui survei secara langsung di lapangan dan pengamatan melalui rekaman terkait atribut penilaian ruas Jalan Borobudur terhadap standar teknis, meliputi: (1) teknis struktur perkerasan jalan; (2) teknis struktur bangunan pelengkap dan penghubung jalan; (3) teknis geometrik jalan; (4) teknis pemanfaatan bagian-bagian jalan; (5) teknis penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas; (6) teknis perlengkapan jalan. Sedangkan pengumpulan data sekunder diperoleh dari instansi-instansi terkait. Hasil uji lapangan dilakukan analisis laik fungsi jalan secara teknis menggunakan Metode Pemeringkatan Bintang berdasarkan Surat Edaran Nomor 21/SE/Db/2023 tentang Pedoman Petunjuk Teknis Uji Laik Fungsi Jalan dengan Pemeringkatan Bintang. Hasil analisis kelaikan fungsi jalan pada ruas jalan Borobudur, Kota Malang dengan pemeringkatan bintang didapatkan Bintang 3 (tiga) dengan SRS (star rating score) sebesar 6,95 dikarenakan terdapat atribut penilaian yang berpotensi membahayakan pengguna jalan seperti kekesatan & perkerasan jalan yang buruk, kualitas persimpangan yang buruk, dan jenis objek sisi jalan berupa kendaraan parkir. Sehingga direkomendasikan beberapa perbaikan perkerasan jalan, peletakan rambu dan penyedian lahan parkir agar dapat memenuhi ketentuan keselamatan, kelancaran, ekonomis, dan ramah lingkungan.Kata kunci: Uji Laik Fungsi Jalan, Pemeringkatan Bintang, Jalan Berkeselamatan
Studi Potensi dan Analisis Faktor Perpindahan Penumpang pada Transportasi Umum Massal di Kota Malang Muhammad Fajri Almunawar; Adif WIldan Waladilmawa; Ludfi Djakfar; Rahayu Kusumaningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang mengalami kemacetan lalu lintas akibat pertumbuhan cepat kendaraan pribadi dan angkutan kota yang tidak efektif, menyebabkan diperlukannya solusi salah satunya angkutan umum massal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami karakteristik umum dan perjalanan pengguna kendaraan pribadi, mengeksplorasi pengaruh selisih waktu tempuh perjalanan dan potensi penghematan biaya terhadap keputusan pengguna kendaraan pribadi untuk beralih ke angkutan umum, mengembangkan model peluang perpindahan pengguna dari angkutan pribadi ke angkutan umum menggunakan moda transportasi minibus, untuk lebih memahami faktor-faktor yang mendorong atau menghambat perubahan preferensi transportasi masyarakat. Karakteristik umum dan karakteristik perjalanan dianalisis menggunakan analisis deskriptif, sedangkan faktor yang mempengaruhi keputusan untuk berpindah dan model peluang perpindahan dianalasis menggunakan stated preference. Melalui pemahaman mendalam tentang preferensi, kebutuhan, dan hambatan yang dihadapi oleh pengguna transportasi umum, diharapkan penelitian ini dapat memberikan rekomendasi yang konkret bagi pemerintah kota dan pihak terkait untuk meningkatkan layanan transportasi umum.
Pengaruh Penggunaan Geopolimer Berbahan Dasar Fly Ash sebagai Coating Agregat Kasar Daur Ulang pada Kuat Tekan dan Modulus Elastisitas Beton Nabila Rachma Auia; Eva Arifi; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri konstruksi telah mendorong industrialisasi dan ubranisasi yang pesat. Namun, industri ini dianggap bertanggung jawab atas beberapa masalah lingkungan. Agregat kasar daur ulang (RCA), yang berasal dari limbah konstruksi dan pembongkaran, dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengurangi dampak negatifnya. Namun, agregat kasar daur ulang (RCA) memiliki kualitas yang lebih rendah daripada agregat kasar alami (NCA). Dikarenakan hal tersebut, maka dibutuhkan perbaikan terhadap kualitas RCA, salah satunya adalah penggunaan geopolimer berbahan dasar fly ash sebagai bahan coating RCA, sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak dari penggunaan geopolimer bebahan dasar fly ash sebagai coating agregat kasar daur ulang pada kuat tekan dan modulus elastisitas. Dari penelitian ini, alkali aktivator yang digunakan adalah NaOH dan Na2SiO3 digunakan perbandingan alkali aktivator dengan fly ash adalah 0,4 dan 0,5. didapatkan penggunaan geopolimer berbahan dasar fly ash dapat meningkatkan kualitas dan mutu pada agregat kasar daur ulang, sedangkan pada pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas penggunaan geopolimer tidak memberikan hasil yang signifikan, kedua variasi perbandingan alkali aktivator dengan fly ash yang digunakan memiliki nilai kuat tekan dan modulus elastisitas yang lebih rendah dibandingkan dengan variasi agregat kasar alami (NCA) dan variasi agregat kasar daur ulang (RCA). Kata Kunci : Geopolimer, agregat kasar daur ulang, kuat tekan beton, modulus elastisitas beton
Pengaruh Flushing Waduk Sengguruh terhadap Gerusan di Sekitar Pilar Jembatan Kemiri - Kanigoro Muhammad Akbar Tafzila Janika; Alwafi Pujiraharjo; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flushing pada Waduk Sengguruh menyebabkan kecepatan aliran pada Sungai Brantas meningkat. Hal tersebut dikhawatirkan dapat berpengaruh pada pilar Jembatan Kemiri-Kanigoro yang berjarak ± 1 km ke arah hulu dari Waduk Sengguruh. Selain itu, adanya pilar jembatan lama dapat mengubah pola aliran di sekitar jembatan sehingga dapat memperparah gerusan pada pilar Jembatan Kemiri-Kanigoro. Gerusan yang terjadi dapat mengakibatkan terganggunya stabilitas pilar sehingga dapat mengakibatkan runtuhnya jembatan. Simulasi dilakukan dengan menggunakan software Delft3D untuk memodelkan pola arus, pola transpor sedimen, dan gerusan di sekitar Jembatan Kemiri-Kanigoro pada saat flushing Waduk Sengguruh. Adanya pilar jembatan lama mengakibatkan pola aliran berubah dan kecepatan aliran meningkat. Gerusan yang terjadi pada kondisi eksisting mencapai sekitar 0,46 m sedangkan pada kondisi tanpa pilar mencapai sekitar 0,31 m. gerusan yang terjadi di sekitar pilar Jembatan Kemiri-Kanigoro menyebabkan kehilangan daya dukung pondasi sebesar 5,8% dari daya dukung total. Kata kunci: gerusan, pola arus, flushing, stabilitas pilar
Pengaruh Flushing pada Waduk Sengguruh terhadap Arus, Pola Sedimentasi/Erosi dan Perubahan Morfologi Sungai Brantas Tiantara, Salma Fidela; Alwafi Pujiraharjo; Eko Andi Suryo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Sengguruh merupakan salah satu waduk yang mengalami penurunan daya tampung diakibatkan oleh adanya sedimentasi. Hal tersebut dikarenakan lokasi Bendungan Sengguruh berada pada bagian hilir pertemuan dua sungai yaitu Sungai Lesti dan Sungai Brantas. Maka Perum Jasa Tirta I sebagai pengelola rutin melakukan kegiatan penggelontoran sedimen (flushing) pada Waduk Sengguruh. Dengan dilakukannya operasi flushing dirasa akan berdampak signifikan pada perubahan morfologi di sepanjang sistem Sungai Brantas. Ketika flushing berlangsung, kecepatan aliran pada semua lokasi sungai mengalami kenaikan secara perlahan dikarenakan terjadi penurunan elevasi muka air sungai. Sedangkan setelah 18 jam keatas, justru terjadi peningkatan kecepatan aliran yang cukup besar pada sisi hilir Sungai Brantas, sehingga besar erosi yang terjadi pada sisi hilir mencapai 6 meter. Pada longsection sungai, hulu Sungai Brantas cenderung mengalami degradasi dengan perubahan rata-rata 1-4 meter, sedangkan di bagian hilir Sungai Brantas mengalami degradasi hingga kedalaman 7 meter. Selain itu didapatkan hasil berdasarkan cross section sungai diketahui bahwa perubahan kedalaman dasar sungai terlihat paling signifikan pada bagian hilir Sungai Brantas. Kata kunci: morfodinamika, flushing, erosi/sedimentasi
Analisis Kinerja Waktu dan Penjadwalan Berbasis Building Information Modelling pada Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya Stephanus Indraswara Catur Febriarta; Indradi Wijatmiko; Christin Remayanti Nainggolan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan BIM sebagai sebuah sistem dalam manajemen konstruksi masih belum terlaksana secara penuh dikarenakan penyedia jasa konstruksi di Indonesia masih menggunakan BIM hanya pada model 3D tanpa mengintegrasikan model dengan kinerja waktu, analisis biaya, dan energi. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi pada Proyek Pembangunan Gedung Fakultas Kedokteran Gigi UB dengan menganalisis efisiensi durasi menggunakan metode Critical Chain Project Management menggunakan perangkat lunak Autodesk Revit untuk membuat model BIM 3D, Autodesk Naviswork untuk membuat visualisasi BIM 4D, dan Microsoft Project untuk membuat penjadwalan proyek serta melakukan analisis efisiensi durasi. Pada penyusunan jadwal menggunakan BIM menghasilkan durasi akhir 90 hari dan dilakukan efisiensi yang menghasilkan durasi akhir 83,31 hari, sedangkan pada durasi total proyek pada data sekunder adalah selama 92 hari. Didapatkan persentase perbandingan durasi pada jadwal BIM adalah 2,17 % dan 10,97% setelah dilakukan efisiensi dengan metode CCPM. Kata kunci : Analisis durasi, Building Information Modelling (BIM), Critical Chain Project Management (CCPM), Efisiensi penjadwalan.
ANALISIS PERILAKU LENTUR PELAT BETON BERTULANG SATU ARAH DENGAN VARIASI KETEBALAN PELAT MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Fajar Shodiq; Bhondana Bayu Brahmana Kridaningrat; Desy Setyowulan
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol. 1 No. 3 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu metode pelaksanaan konstruksi yang mendukung dalam percepatan pembangunan infrastruktur jembatan adalah penggunaan pelat beton precast, dimana dalam perencanaan analisis dimensinya dapat menggunakan metode elemen hingga dengan bantuan software ABAQUS. Pada penelitian ini, analisis dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi ketebalan terhadap perilaku lentur pelat beton bertulang satu arah menggunakan metode elemen hingga dengan pemodelan software ABAQUS. Ketebalan pelat yang digunakan diantaranya 125 mm (T-125), 150 mm (T-150), 175 mm (T-175), dan 200 mm (T-200), dengan tebal selimut beton untuk masing-masing benda uji adalah 25 mm. Output analisis berupa kapasitas beban, nilai lendutan, tegangan aksial dan regangan aksial yang kemudian akan divalidasi dengan hasil pengujian. Pada pemodelan analisis, beban diberikan di bagian atas spreader beam dan tumpuan di bagian bawah baja WF. Mesh yang digunakan berbentuk persegi/kubus dengan ukuran 25 mm. Hasil analisis membuktikan bahwa ketebalan pelat berbanding lurus dengan nilai kapasitas beban lentur maksimum dan berbanding terbalik dengan nilai lendutan maksimum, tegangan aksial (S11) maksimum dan regangan aksial (E11) maksimum. Presentase selisih kapasitas beban lentur maksimum dari hasil analisis ABAQUS untuk benda uji T-125, T-150, T-175 dan T-200 secara berturut turut adalah 8,51%, 0,76%, 0,54%, dan 0,84% lebih besar daripada hasil pengujian. Sedangkan presentase selisih nilai lendutan maksimum dari hasil analisis adalah 36,12%, 19,71%, 28,18%, dan 32,62% lebih kecil daripada hasil pengujian. Selain itu, presentase selisih nilai tegangan aksial (S11) maksimum dari hasil analisis adalah 24,95%, 19,80%, 19,16%, dan 19,96% lebih kecil daripada hasil pengujian. Sedangkan untuk regangan aksial (E11) maksimum dari hasil analisis adalah 24,43%, 18,53%, 19,16%, dan 19,96% lebih kecil daripada hasil pengujian. Hasil analisis juga menunjukkan bahwa grafik hubungan beban dan lendutan maupun grafik hubungan tegangan aksial dan regangan aksial memiliki tren yang serupa dengan hasil pengujian. Kata kunci : Pelat Beton Bertulang Satu Arah, Perilaku Lentur, Ketebalan Pelat, Metode Elemen Hingga, Software ABAQUS

Page 11 of 12 | Total Record : 117