cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,398 Documents
ANALISA KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA PROYEK MENGGUNAKAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) (STUDY KASUS PADA PROYEK JALAN HOTMIX DINAS PEKERJAAN UMUM KABUPATEN SUMBAWA) Pradipta, Hirzy; Unas, Saifoe El; Hasyim, M. Hamzah
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.558 KB)

Abstract

Proyek jalan hotmix yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumbawa setiap tahunnya membutuhkan konsentrasi peralatan dan tenaga kerja yang cukup besar. Untuk menunjang Pelaksanaan proyek jalan raya ini diperlukan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang baik dan sesuai dengan SOP. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penyebab kurangnya penerapan manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja proyek jalan raya hotmix Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumbawa. Penilitian ini menggunakan metode FTA (Fault Tree Analysis).FTA digunakan untuk mengidentifikasi kombinasi kejadian yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan. Untuk penyelesaian FTA digunakan persamaan Boolean. Penelitian ini merupakan penelitian deekriptif dengan hasil analisa berupa data kualitatif yaitu hasil dari kuisioner. Hasil dari metode fault tree analysis terhadap hasil kuisoner adalah masih banyaknya kekurang lengkapan kriteria K3L berdasarkan modul pelatihan berdasar kompetensi sub sektor sipil, Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan, Kementerian Pekerajaan Umum, Edisi 2012.Faktor yang paling menentukan terhadap kurangnya kelengkapan K3-L pada proyek jalan Hotmix Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sumbawa adalah Faktor Penanganan Terhadap Kecelakaan Kerja dimana pekerja kurang menerapkan pelaksanaan Standar Operational Procedure (SOP) dalam bekerja dan kurang penerapan pelaksanaan jaminan kesehatan.   Kata kunci: Fault Tree Analysis (FTA), Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan
PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA RUMAH M-PANEL DENGAN RUMAH KONVENSIONAL PROYEK PEMBANGUNAN RUMAH TIPE 60/99 PONDOK PERMATA SUCI GRESIK Atsaruddin, Achmad Tharis; Negara, Kartika Puspa; Unas, Saifoe El
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.981 KB)

Abstract

Pada umumnya rumah konvensional masih menggunakan material bata merah pada dinding, dan material beton pada kolom, balok, dan plat kantilever. Seiring berkembangnya teknologi konstruksi, maka ditemukanlah inovasi rekayasa material konvensional menggunakan material M-Panel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan rencana anggaran biaya rumah tipe 60/99 yang menggunakan material M-Panel dengan material konvensional. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode analisis deskriptif dengan jenis job analisis yaitu penelitian yang bukan bersifat eksperimen. Data yang diperlukan berupa gambar kerja, RAB rumah tipe 60/99, data M-Panel, dan data penunjang lainya. Dari data tersebut diolah untuk mengetahui RAB dan standar yang digunakan pada rumah M-Panel dan rumah konvensional. Sehingga dapat diketahui perbandingan biaya dari rumah konvensional dan rumah M-Panel. Standar yang digunakan pada rumah konvensional yaitu gabungan antara SNI dan analisa dari proyek. Khusus untuk material dinding M-Panel menggunakan standar M-Panel. Pada pekerjaan pondasi dan keramik material M-Panel membutuhkan biaya lebih rendah. Namun untuk pekerjaan lainya rumah M-Panel membutuhkan biaya yang lebih tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya rumah konvensional adalah sebesar Rp. 122.141.934,81, sedangkan biaya rumah M-Panel adalah sebesar Rp. 152.863.248,35. Sehingga dapat disimpulkan bahwa rumah M-Panel membutuhkan biaya yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan rumah konvensional.
EVALUASI DAN PERENCANAAN DRAINASE DI JALAN SOEKARNO HATTA MALANG Faisal, Muhammad; Pujiraharjo, Alwafi; Wijatmiko, Indradi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.544 KB)

Abstract

Kota Malang adalah salah satu kota yang berkembang dan sering terkena banjir, salah satu titiknya adalah Jl.Soekarno Hatta. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi saluran eksisting untuk mengetahui kondisi dan debit kapasitas saluran yang ada. Setelah itu menghitung debit rancangan dengan kala ulang 5, 10, 25, 50 dan 100 tahun. Hasil penelitian ini adalah saluran existing sudah tidak mampu menampung debit rancangan. Oleh karena itu direncanakan saluran baru di bawah permukaan tanah dengan 80% debit rancangan kala ulang 25 tahun sebesar 13,7795 m3/dt.. Kata kunci : evaluasi , drainase, banjir
STRUKTUR MIKRO PADA BETON DENGAN LIMBAH BATU ONYX SEBAGAI PENGGANTI AGREGAT KASAR Natalia, Karisa Ratih; Setyowati, Edhi Wahyuni; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.65 KB)

Abstract

Beton merupakan,material konstruksi yang banyak digunakan pada berbagai macam elemen, struktur bangunan. Beton terbentuk dari suatu pasta yang terbuat dari semen dan air beserta campuran agregat kasar dan halus. Setiap agregat”kasar dan halus memiliki susunan molekul atau struktur mikro yang berbeda-beda yang sangat menentukan proses pembentukannya. Selama proses”pembentukan terjadi perubahan”sifat-sifat dan berpengaruh pada struktur”mikronya. Kebutuhan akan material”penyusun beton sangatlah tinggi”sehingga inovasi untuk menggunakan”material pengganti dilakukan dengan mengganti bagian beton dengan”bahan yang lain, misalnya limbah”batu onyx. Penelitian ini dilakukan dengan membuat benda uji beton dimana agregat kasarnya diganti dengan limbah batu onyx. Kemudian dilakukan pengujian SEM (scanning electron microscope), edax dan XRD (x-ray diffraction) untuk melihat kenampakan struktur mikro, unsur-unsur penyusunnya serta fasa kristalnya. Dari hasil penelitian ini, struktur mikro antara beton dengan agregat kasar limbah batu onyx dan batu pecah memiliki perbedann yang tidak terlalu jauh. Beton normal memiliki pori-pori yang lebih banyak namun dengan diameter yang lebih kecil dan beton limbah batu onyx memiliki pori-pori yang sedikit namun dengan diameter yang lebih besar. Unsur utama dalam beton limbah batu onyx adalah CaK, SiK, dan OK untuk FAS 0,4; 0,5; 0,6 persentase massanya secara berurutan sebesar 31,36%; 35,65%; 32,11% kemudian 12,08%; 11,32%; 9,08% dan 36,95%; 32,75%; 37,37%. Pengaruh FAS pada kenampakan struktur mikro beton adalah semakin besar faktor air semennya maka akan terjadi penambahan air pada adukan pasta sehingga menyebabkan timbulnya rongga atau pori. Kata-kata kunci : limbah batu onyx, faktor air semen, struktur mikro, scanning electron microscope.  
KAJIAN KERUNTUHAN BANGUNAN INDUSTRI PADA SAAT PROSES KONSTRUKSI Lathifah, Layalia; ., Wisnumurti; Hidayat, Taufik
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (418.607 KB)

Abstract

Baja Struktur adalah suatu jenis baja berupa batang dan pelat, yang berdasarkan pertimbangan ekonomi, kekuatan dan sifatnya, cocok untuk pemikul beban.Perencanaan konstruksi baja harus memperhatikan beberapa faktor, diantaranya adalah besarnya pembebanan yg digunakan dalam perhitungan. Namun disisi lain juga terdapat faktor pemicu, terutama ketika terjadi suatu kegagalan konstruksi. Penyebab kegagalan pada saat proses konstruksi diantaranya adalah dengan belum terpasangnya semua bagian secara lengkap, mengakibatkan kestabilan struktur terganggu. Beracuan pada grafik hubungan tegangan-regangan baja, dimana adanya tegangan ijin, leleh dan batas. Dari data tersebut dapat diketahui berapa besar beban yang bekerja sehingga dapat merobohkan bangunan. Data berupa foto menunjukkan arah roboh bangunan, sehingga ada kecondongan pada puncak rafter kearah utara. Perhitungan yang dilakukan dengan meninjau profil rafter pada arah sumbu y didapatkan besar beban (P) pada tegangan ijin dan didapatkan deformasi yang akan membentuk sudut kemiringan. Dengan adanya sudut akibat deformasi maka berat sendiri profil tersebut tidak lagi diabaikan, karena adanya penguraian berat sendiri kearah sumbu x dan sumbu y. Dari perhitungan tersebut didapatkan tegangan yang terjadi akibat sudut dari deformasi. Kata Kunci : Struktur baja, kegagalan konstruksi, deformasi
PENGARUH LETAK LAP SPLICE DAN RASIO TULANGAN LONGITUDINAL TERHADAP POLA RETAK KOLOM BERTULANGAN RINGAN AKIBAT BEBAN SIKLIK Adnin, Chaniva; Wibowo, Ari; Budio, Sugeng P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.918 KB)

Abstract

Kolom berperan penting dalam menahan beban gempa. Kegagalan pada kolom sama dengan keruntuhan total bangunan. Meskipun Indonesia memiliki intensitas gempa tinggi, banyak bangunan tua dan rumah penduduk yang menggunakan kolom dengan rasio tulangan dibawah 1% atau dikenal kolom bertulangan ringan. Dengan banyaknya bangunan bertingkat dibutuhkan adanya lap splice pada penulangan kolom. Berdasarkan penelitian yang telah ada sebelumnya, letak lap splice dapat mempengaruhi perilaku dari kolom. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh rasio tulangan longitudinal dan letak lap splice terhadap pola retak kolom bertulangan ringan akibat beban siklik. Pada penelitian ini digunakan empat benda uji kolom dengan dimensi 150 mm x 160 mm x 800 mm. Terdapat 2 variasi dalam penelitian ini, yaitu rasio tulangan longitudinal (0,8% dan 1,1%) dan letak lap splice (dasar kolom SB dan ½ tinggi kolom SM). Benda dengan mutu beton 25 Mpa dan dilakukan pengujian pada umur lebih dari 28 hari. Pengujian ini dilakukan dengan memberikan beban aksial konstan sebesar 0,1 P, serta beban lateral siklik pada ketinggian 640 mm dengan metode displacement control. Diperoleh data beban dan perpindahan, serta pola retak tiap siklusnya. Hasil dari pembahasan data secara analisis aktual maupun teoritis menunjukkan benda uji dengan ρv lebih tinggi (1,1%) tentunya memiliki momen kapasitas yang lebih besar daripada benda uji dengan ρv lebih rendah (0,8%). Berdasarkan letak lap splice, retak pertama pada benda uji SM terjadi dengan perpindahan lebih kecil dibandingkan benda uji SB. Sehingga benda uji SM lebih kaku dibandingkan benda uji SB. Selain itu, dengan letak lap splice pada dasar kolom (SB), retak utama terjadi pada dasar kolom dengan pola retak dominan lentur. Dan untuk letak lap splice pada ½ tinggi kolom (SM), retak utama bergeser pada ketinggian sekitar 7,5 cm dengan pola retak dominan geser. Kata kunci: Beban gempa, metode displacement control, retak geser, retak lentur.
PENGARUH RASIO TULANGAN LONGITUDINAL DAN LETAK LAP SPLICE TERHADAP DAKTILITAS KOLOM BERTULANGAN RINGAN AKIBAT BEBAN SIKLIK Kurniasari, Desi Putri; Wibowo, Ari; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1119.149 KB)

Abstract

Kolom merupakan struktur yang sangat vital dalam bangunan, jika terjadi kegagalan pada kolom maka kemungkinan gagalnya seluruh bangunan sangat lah tinggi. Bangunan tua dan rumah penduduk banyak yang dibangun dengan rasio tulangan longitudinal kurang dari 1% atau umumnya dikenal sebagai kolom bertulangan ringan, karena kurangnya pengetahuan pelaksana tentang struktur. Disisi lain, kerap muncul bangunan bertingkat yang mengharuskan penggunaan lap splice pada kolom untuk dapat meneruskan tulangan, dimana peletakan lap splice yang tidak tepat dapat mempengaruhi kegagalan suatu kolom. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku kolom bertulangan ringan dengan lap splice akibat gempa, perilaku yang dimaksud adalah daktilitas perpindahan. Pada penelitian ini digunakan dua jenis variasi yaitu rasio tulangan longitudinal (0.8% dan 1.1%) dan letak lap splice (bawah dan tengah). Terdapat 4 spesimen yang mewakili variasi tersebut dengan ukuran 150x160 mm dan f’c 25 MPa. Pengujian dilakukan dengan memberikan beban aksial konstan sebesar 0.1 Pu dan beban siklik hingga kolom melewati keruntuhan beban lateral dengan metode displacement control. Data yang dicatat untuk analisis daktilitas berupa data beban dan perpindahan tiap siklusnya. Hasil eksperimental dari penelitian ini menunjukkan bahwa kolom dengan rasio tulangan longitudinal 0.8% memiliki daktilitas yang jauh lebih besar dari kolom dengan rasio 1.1%, sedangkan kolom dengan letak lap splice di tengah memiliki daktilitas lebih besar dari kolom dengan letak lap splice di bawah, meskipun perbedaannya tidak signifikan. Kata kunci : perilaku kolom, beton bertulangan ringan, daktilitas perpindahan, beban gempa, keruntuhan kolom
PENGARUH RASIO TULANGAN LOGITUDINAL DAN JARAK SENGKANG TERHADAP KAPASITAS BEBAN LATERAL MAKSIMUM KOLOM BERTULANGAN RINGAN AKIBAT BEBAN SIKLIK Theophilus, Stefan; Wibowo, Ari; Nurlina, Siti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.207 KB)

Abstract

Kolom merupakan komponen struktural yang berfungsi sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Di Indonesia masih sering dijumpai bangunan dengan  kolom berrasio tulangan longitudinal kurang dari 0.01 kali luas bruto penampang atau bisa disebut kolom bertulangan ringan. Kolom bertulangan ringan seringkali dipercaya memiliki performa yang buruk dalam menahan gempa. Padahal di beberapa kasus yang ditemui bahwa di banyak negara, walaupun kolomnya bertulangan ringan, mereka cukup mampu bertahan terhadap gempa. Apabila ditinjau dari bidang ketekniksipilan, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai kolom tulangan ringan tersebut dengan dikaitkan dengan aspek-aspek konstruksi. Aspek-aspek tersebut diantaranya adalah mengenai kekuatan struktur kolom tulangan ringan beserta komponen penyusunnya, daktilitas, kuat kapasitas beban lateral, ketahanan terhadap gempa, pola retak dan lain sebagainya Dalam penelitian ini kolom beton bertulang digunakan sebagai benda uji dengan banyak benda uji sebanyak 4 buah kolom dengan variasi rasio tulangan longitudinal (0,8% dan 1,1%) dan variasi jarak sengkang (15cm dan 25 cm). Kolom benda uji diletakkan diatas frame pengujian. Beban lateral siklik dan beban aksial yang juga akan dianalisa kapasitas beban lateral terhadap perpindahan. Hasil dari penelitian dan pembahasan data menjelaskan bahwa benda Uji L25C (r = 0.8% ; Æ6-250)  dapat menahan 2270,5 kg saat kondisi push dan 1778,5 kg pada kondisi pull. Benda Uji L15C (r = 0.8% ; Æ6-150)  dapat menahan 1508,5 kg saat kondisi push dan 2061,25 kg pada kondisi pull. Benda Uji M25C  dapat menahan 2080 kg(r = 1,1% ; Æ6-250) saat kondisi push dan 2322,5 kg pada kondisi pull . Benda Uji M15C  dapat menahan 2202,5 kg (r = 1,1% ; Æ6-150) saat kondisi push dan 2079,5 kg pada kondisi pull. Kata kunci: kolom, ringan, kapasitas beban lateral, sengkang, rasio tulangan
PENGARUH JARAK SENGKANG DAN RASIO TULANGAN LONGITUDINAL TERHADAP DAKTILITAS KOLOM BERTULANGAN RINGAN AKIBAT BEBAN SIKLIK Vadra, Karina Pearlaura; Wibowo, Ari; Budio, Sugeng P.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (636.552 KB)

Abstract

Kolom merupakan struktur batang tekan vertikal yang memiliki fungsi utama sebagai penyalur beban-beban bangunan dari atas hingga ke pondasi, sehingga kolom memiliki peran yang sangat penting pada sebuah struktur bangunan. Di Indonesia, masih sering dijumpai bangunan tua dan rumah tinggal yang memiliki rasio tulangan longitudinal kurang dari 1% atau biasa dikenal dengan  kolom bertulangan ringan. Jarak sengkang merupakan salah satu aspek konstruksi yang penting pada kolom, dimana perencanaan jarak sengkang yang kurang tepat dapat mempengaruhi kegagalan suatu kolom. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku kolom bertulangan ringan akibat gempa, dimana perilaku yang akan diteliti adalah daktilitas perpindahan. Pada penelitian ini digunakan kolom beton bertulangan ringan sebagai benda uji sebanyak 4 buah dengan 2 variasi, yaitu rasio tulangan longitudinal (0,8% dan 1,1%) dan variasi jarak sengkang (15 cm dan 25 cm). Pengujian dilakukan dengan memberikan beban aksial konstan sebesar 0.1 Pu dan beban siklik hingga kolom melewati keruntuhan beban lateral dengan metode displacement control. Data berupa beban dan perpindahan setiap siklusnya dicatat untuk analisis daktilitas. Hasil eksperimental dari penelitian ini adalah kolom L15C dengan rasio tulangan 0.8% dan jarak sengkang 15 cm, memiliki nilai daktilitas sebesar 1.6 sampai 2.4. Untuk kolom L25C dengan rasio tulangan 0.8% dan jarak sengkang 25 cm, memiliki nilai daktilitas sebesar 1.5 sampai 2.9. Kemudian untuk kolom M15C dengan rasio tulangan 1.1% dan jarak sengkang 15 cm, memiliki nilai daktilitas 2.2 sampai 2.4. Sedangkan untuk kolom M25C dengan rasio tulangan 1.1% dan jarak sengkang 25 cm, memiliki nilai daktilitas 1.8 sampai 1.9. Hal ini menjelaskan bahwa kolom dengan rasio tulangan longitudinal 0.8% memiliki daktilitas yang lebih besar dari kolom dengan rasio 1.1%, sedangkan kolom dengan jarak sengkang 15 cm memiliki daktilitas lebih besar dari kolom dengan jarak sengkang 25 cm. Kata Kunci: kolom bertulangan ringan, daktilitas, jarak sengkang, rasio tulanganlongitudinal, beban siklik
INTERAKSI KEKUATAN LENTUR DAN BERAT VOLUME PELAT BETON RINGAN TUMPUAN SEDERHANA BERTULANGAN BAMBU Sasmita, Mochamad Hadi; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.06 KB)

Abstract

Berada di daerah rawan gempa, meningkatnya kebutuhan manusia dan terbatasnya sumberdaya alam menuntut adanya alternatif pada dunia konstruksi. Teknologi tahan gempa memerlukan adanya inovasi yaitu beton ringan. Beton ringan adalah beton yang memiliki berat volume lebih ringan daripada beton konvensional. Dengan menggunakan beton ringan dapat mengurangi berat struktur dan berdampak pada desain struktur itu sendiri. Penelitian ini dirancang dengan dua benda uji pelat dengan dimensi 100 x 80 x 5 cm dengan rasio tulangan minimum (ρmin) / AXH dan rasio tulangan 0,5 rasio maksimum (0,5 ρmaks) / BXH. Pengujian diletakkan diatas dua tumpuan sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, pelat BXH dengan berat volume 2085,932 kg/m3 mampu menahan beban vertikal maksimum 54,7% lebih besar dibandingkan pelat AXH yang memiliki berat volume 2109,932 kg/m3. Pada saat kondisi elastis pelat AXH memiliki defleksi 19,62% lebih besar dibandingkan pelat BXH. Pelat BXH memiliki kekakuan lebih tinggi dibanding pelat AXH. Terdapat selisih kekakuan sebesar 17%. Pada pengamatan pola retak, keruntuhan terjadi pada momen maksimum yang berada ditengah bentang, dimana pola retak ini sesuai dengan teori garis leleh akibat beban terpusat garis ditengah bentang. Kata kunci : pelat, kuat lentur, berat volume, beton ringan, tulangan bambu.

Page 21 of 140 | Total Record : 1398