cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4 (2016)" : 40 Documents clear
Komponen pada Elemen Fasade Masjid Agung Jami' Malang Periode 1910, 1940, dan 2016 Rizka Pramita Kusumawardhani; Noviani Suryasari; Antariksa Antariksa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.926 KB)

Abstract

Masjid Agung Jami’ Malang merupakan masjid bersejarah dalam penyebaran agama Islam di Kota Malang. Dalam perkembangannya, masjid ini telah mengalami banyak perubahan. Pada periode 1910, 1940, dan 2016, fasade Masjid Agung Jami’ Malang mengalami penambahan dalam elemen-elemennya. Di setiap elemen-elemen fasade ini terdapat komponen-komponen yang menyusunnya. Sebagai bangunan bersejerah, maka komponen fasade yang menyusun elemen fasade, ada yang tetap dan ada yang mengalami perubahan, baik berkurang maupun bertambah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan dan perubahan komponen pada elemen fasade Masjid Agung Jami’ Malang periode 1910, 1940, dan 2016. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada elemen-elemen fasade Masjid Agung Jami’ Malang hanya mengalami penambahan, namun pada komponen-komponennya ada yang mengalami penambahan dan pengurangan. Salah satu faktor perubahan ini ialah pertambahan waktu. Semakin bertambahnya waktu, perubahan yang terjadi pada komponen dan elemen fasade juga semakin bertambah.Kata kunci: arsitektur, elemen fasade, komponen fasade, Masjid Agung Jami’ Malang
Rekayasa Tata Cahaya Alami pada Ruang Baca Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Di Jakarta Rachel Felicia; Jusuf Thojib; Wasiska Iyati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.996 KB)

Abstract

Gedung Perpustakaan merupakan gedung yang membutuhkan kenyamanan visual untuk mewadahi aktivitas utamanya. Pencahayaan alami dalam gedung Perpustakaan Nasional Indonesia dapat dimanfaatkan dengan keberadaan bukaan pencahayaan alami, namun hal tersebut dapat menimbulkan silau apabila tidak didukung dengan pembayang matahari yang didesain sesuai dengan arah orientasi bukaan. Disisi lain, kenyamanan visual di Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia masih memanfaatkan pencahayaan buatan sepenuhnya, keadaan pembayang matahari belum maksimal untuk menghalangi sinar amatahari langsung. Pada penelitian ini variabel bebas yang dipilih adalah penggunaan jenis pembayang matahari, sedangkan variabel terikat yang diamati adalah tingkat pencahayaan alami, faktor pencahayaan alami dan distribusi pencahayaan alami. Sementara itu metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dan analisis kuantitatif, dimana hubungan antar variabel dilakukan dengan cara melakukan simulasi perubahan kondsi pembayang menggunakan sebuah perangkat lunak yaitu DIALux 4.12. Berdasarkan hasil analisis pada 2 buah rekomendasi desain yang dilakukan didapatkan bahwa rekomendasi 2 dapat meningkatkan kualitas pencahayaan alami ruang dalam dan faktor pencahayaan alami secara lebih efektif dibandingkan dengan rekomendasi 1. Hal tersebut menunjukkan bahwa ruang baca pada gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dapat memanfaatkan pencahayaan alami sebagai sumber pencahayaan utamanya, meskipun masih membutuhkan bantuan pencahayaan buatan.Kata kunci : Bukaan pencahayaan alami, pembayang matahari, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Arah Perkembangan Klenteng Di Jawa Timur Ditinjau dari Bentuk Atap Destiyana Dwi S; Beta Suryokusumo; Totok Sugiarto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.153 KB)

Abstract

Arsitektur Tionghoa mengenal lima konsep tipe bentuk atap. Ngang Shan, Hsieh Shan, Hsuah Shan, Wu Tien dan Tsuan Tien. Bangunan klenteng merepresentasikan arsitektur Tionghoa. Tujuan penelitian adalah menganalisis kemungkinan arah perkembangan klenteng berkelanjutan dengan pendekatan nilai-nilai filosofi klenteng. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis kualitatif, untuk mendapatkan nilai-nilai filosofi yang harus dipertahankan dalam konteks bangunan Klenteng. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling, sesuai dengan kriteria UU Cagar Budaya. Kelima sampel terpilih yaitu Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Hok An Kiong dan Pak Kik Bio Surabaya, Eng An Kiong Malang dan Tjoe Hwie Kiong Kediri. Preseden Masjid Cheng Hoo sebagai pandangan arah perkembangan bangunan klenteng. Hasil akhir kajian yaitu rekomendasi arah perkembangan klenteng untuk masa yang akan datang. Rekomendasi bentuk atap, material dan fungsi.Kata kunci: Perkembangan, Klenteng, bentuk atap
Penataan Fasilitas Wisata Waduk Selorejo U Bayu Santosa; Jenny Ernawati; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1414.269 KB)

Abstract

Wisata Waduk Selorejo merupakan salah satu kawasan yang sangat berpotensi keindahaan alamnya. Namun pada kenyataanya, pengunjung yang datang berwisata di kawasan ini mengalami penurunan yang cukup drastis. Fenomena ini didukung oleh hasil penelitian sebelumnya yaitu penataan elemen fisik kawasan wisata Waduk Selorejo dinilai negatif oleh masyarakat (Aisyah, 2015). Tujuan dari penataan ini untuk menata fasilitas wisata sehingga menjadi kawasan yang menarik, aman, dan nyaman. Metode yang digunakan dalam menganalisis objek studi menggunakan metode analisis deskriptif dengan memaparkan kondisi eksisting sesuai dengan variabe amatan untuk mendapatkan permasalahan yang ada, kemudian dilanjutkan penataan fasilitas wisata Waduk Selorejo dengan menggunakan metode pragmatis. Hasil penataan fasilitas wisata Waduk Selorejo yang dihasilkan sesuai dengan variabel amatan yaitu penataan organisasi massa dan ruang luar, penataan elemen fisik kawasan, serta mengembangkan pariwisata di Wisata Waduk Selorejo, dengan memenuhi aspek something to see, something to do, dan something to buy.Kata kunci: Fasilitas Wisata, Waduk Selorejo
Aksesibilitas bagi Penyandang Disabilitas pada Terminal Purabaya – Surabaya Anggi Delizvi Anggraeni; Herry Santosa; Subhan Ramdlani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1018.245 KB)

Abstract

Terminal bus merupakan salah satu bagian dari jaringan sistem transportasi kota yang mempunyai peran penting bagi mobilitas masyarakat. Terminal merupakan salah satu fasilitas penyedia kenyamanan menunggu dan penunjang kenyamanan perpindahan penumpang antar moda transportasi. Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok pengguna terminal bus yang perlu diperhatikan karena minimnya fasilitas yang aksesibel dan tidak sesuai standar yang ditetapkan pemerintah bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi elemen aksesibilitas pada fasilitas terminal berdasarkan pedoman. Objek yang ditinjau adalah penyandang disabilitas sebagai pengguna fasilitas di dalam Terminal Purabaya Surabaya. Evaluasi aksesibilitas dilakukan pada lima jenis penyandang disabilitas menggunakan metode skoring. Hasil dari penilaian tersebut adalah persentase tingkat kesesuaian aksesibilitas fasilitas Terminal Purabaya terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.Kata Kunci: Aksesibilitas, Disabilitas, Terminal, Evaluasi, Observasi
Perancangan Bangunan SPA Di Malang dengan Pendekatan Relaksasi Indera Manusia Della Ayu Pitaloka; Rinawati P Handajani; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.494 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan jaman hiruk pikuk perkotaan dapat memicu tingkat stress seseorang, untuk mengurangi stress seseorang memerlukan relaksasi. Relaksasi dapat dilakukan melalui beberapa cara salah satunya adalah relaksasi melalui fasilitas spa. Dalam fasilitas spa pengunjung akan mendapatkan terapi atau perawatan untuk merelaksasi tubuh serta pikiran. Tubuh manusia menerima rangsang melalui indera, rangsang yang diterima indera manusia dapat mempengaruhi tubuh. Indera manusia memiliki batas-batas tertentu agar tubuh terasa nyaman. Rangsang yang masuk melalui indera dapat diarahkan sedemikian rupa agar tubuh mencapai keadaan relaks. Beberapa penelitian membuktikan bahwa alam luar atau alam bebas mempunyai peran positif dalam tubuh manusia. Alam luar dapat membantu manusia merelaksasi tubuh. Adapun dalam studi ini adalah merancang fasilitas spa dengan pendekatan relaksasi melalui indera manusia. Rangsangan pada indera manusia di dapat melalui pemanfaatan unsur alam. Unsur alam yang dimaksud dalam studi adalah melalui elemen landscape seperti tanaman, air dan batuan, dll.Kata Kunci: spa, relaksasi, indera manusia
Desain Shading Device pada Bangunan Kantor Surabaya Kartika Kusuma W; Jusuf Thojib; Bambang Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.005 KB)

Abstract

Perkembangan ekonomi di Surabaya diperkuat dari data BPS kota Surabaya pada tahun 2013 rata-rata tiap bulan banyaknya TDP (tanda daftar perusahaan) adalah total 983,83 perusahaan. Perusahan baru tersebut tentunya memerlukan tempat yang dapat mewadahi kebutuhan mereka, seperti kantor sewa. Dalam perkantoran, pencahayaan diperlukan untuk memenuhi kenyamanan pekerja. Memperbanyak bukaan akan meningkatkan cahaya alami yang masuk, beserta panasnya. Selain itu, peningkatan suhu akibat sinar matahari membuat beban pendingin bertambah sehingga berdampak pada pemborosan energi. Faktor glare juga harus diperhatikan, karena tingkat kesilauan akan mempengaruhi kondisi kenyamanan dan kinerja pekerja. Sering ditemukan banyak rumah dan bangunan lain yang bersebelahan pada suatu kawasan, namun memiliki perbedaan yang cukup signifikan pada corak arsitekturnya. Diperlukan desain fasade bangunan dengan desain shading device yang mencegah masuknya sun lighting, dengan pendekatan harmoni di setiap sisi bangunan. Kajian perancangan ini menggunakan metode deskriptif analisa untuk menentukan kebutuhan dalam memilih kriteria desain fasade dengan metode simulasi menggunakan software ecotect2011 dan metode pragmatis dalam proses desainnya. Hasilnya untuk mendapatkan desain kantor sewa dengan shading device yang khusus pada sisi bangunan yang berbeda dengan harmonisasi secara keseluruhan.Kata kunci: Shading device, fasade bangunan, bangunan kantor sewa
Kriteria Desain Pasar Seni dengan Pendekatan Semiotika Arsitektur Amiratul Karimah; Chairil Budiarto Amiuza; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.442 KB)

Abstract

Pasar seni pada sebuah kota merupakan salah satu objek wisata denganfungsi sosial, komersil, dan edukasi. Pasar Seni dirancang dengan wujudarsitektural yang mampu mengkomunikasikan makna didalamnya. Secarafisik pasar seni yang sudah terbangun memiliki ciri objek arsitektur yangberbeda-beda, sehingga sampai saat ini belum ada kriteria perancanganpasar seni secara spesifik. Studi ini menghasilkan sebuah kriteria desaindengan pendekatan semiotika arsitektur. Penelitian dilakukan denganmenggunakan metode deskriptif komparatif yang membandingkan empatobjek sampel pasar seni. Kriteria desain pasar seni meliputi aspek bentuk,fungsi dan makna. Aspek bentuk pasar seni adalah kombinasi dari pola-polaelemen ruang-fungsi-massa/konstruksi dengan elemen ruang yang palingdominan diantara yang lain. Aspek fungsi pasar seni merupakan elemenpembentuk pasar seni dengan kecenderungan wisatawan menimbulkankebutuhan ruang-ruang spesifik seperti ATM Center, layanan informasi danakomodasi lainnya. Aspek makna pada pasar seni memuat referensi yangmenerjemahkan dua jenis kode yang diterapkan pada tema keseluruhanbangunan, yaitu bentuk arsitektur tradisional dan gaya arsitektur tertentu.Muatan tanda lainnya pada pasar seni yaitu ekspresi yang menerjemahkannilai-nilai yang diambil dari pola hidup masyarakat lokal.Kata kunci: pasar seni, semiotika arsitektur
Pemaknaan Terhadap Prinsip dan Pola Ruang pada Istana Maimoon Nindya Adhyaksa; Chairil Budiarto Amiuza; Abraham Mohammad Ridjal
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1082.939 KB)

Abstract

Sebagai salah satu elemen terpenting dalam perancangan arsitektur penempatan sebuah ruang juga melalui pertimbangan tertentu yang membentuk suatu pola tata ruang. Dalam pola penataan tersebut setiap susunan ruang memiliki maksud tertentu sehingga hal tersebut dapat dibaca melalui bahasa tanda. Istana Maimoon adalah peninggalan kebudayaan melayu di kota Medan yang harus dijaga kelestariannya. Dalam tatanan pola ruangnya Istana Maimoon memiliki suatu prinsip-prinsip penataan ruang yang memiliki makna dalam setiap susunan dan penempatannya. Pemaknaan tersebut dapat diterjemahkan melalui semantik dengan beberapa aspek yakni dari segi referensi atau kode tertentu, relevansi atau tertentu, maksud atau fungsi tertentu dan ekspresi atau nilai tertentu dari setiap pola dan prinsip-prinsip ruang yang terbentuk. Melalui identifikasi terhadap aspek sepasial pada pola ruang Istana Maimoon akan mengetahui prinsip-prinsip penyusunan pola tata ruangnya, kemudian dikaji makna yang terkandung di dalamnya melalui aspek semantik. Pola dan prinsip tata ruang yang ada pada Istana Maimoon mengacu pada sebuah pola tatanan istana kerajaan pada umumnya yang memiliki makna yaitu gambaran sosok kekuasaan dan kebesaran seorang Sultan Melayu Deli pada masa kepemimpinannya dan nilai-nilai kepemimpinan yang harus dijaga baik hubungan vertikal terhadap Tuhan maupun hubungan horizontalnya kepada sesama manusia.Kata kunci: Pola ruang, Prinsip tata ruang, Semantik, Istana Maimoon
Hotel Bisnis Di Kota Malang dengan Pendekatan Tekno Ekonomi Bangunan Ardi Kurniawan; Tito Haripradianto; Ary Deddy Putranto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.774 KB)

Abstract

Dengan semakin meningkatnya pendatang baik dibidang pariwisata, pendidikan dan ekonomi, perkembangan Kota Malang kian hari kian pesat. Hal ini dapat dibuktikan dengan terus meningkatnya jumlah hotel dan okupansi kamar pada data survey Badan Pusat Statistik Kota Malang tahun 2005-2014. Penambahan pembangunan hotel merupakan solusi dari terus meningkatnya jumlah hotel dan akupansi kamar tersebut. Sesuai dengan capaian data yang diperoleh, hotel bisnis bintang 4 dengan jumlah kamar 78 buah akan dirancang dengan pendekatan tekno ekonomi bangunan. Tapak bangunan seluas 12.840 m² berlokasi di jalan Ahmad Yani yang merupakan jalan arteri sekunder yang menghubungkan Kota Surabaya dan Kota Malang. Pemilihan lokasi strategis karena merupakan kawasan perdagangan dan jasa. Pendekatan tekno ekonomi bangunan yang dilakukan disertakan dalam setiap aspek perancangan untuk mengoptimalkan desain sehingga dapat meningkatkan nilai jual dan peluang investasi. Dengan memasukkan program ruang yang dibutuhkan, perencanaan hotel ini telah diperhitungkan dengan indikasi studi kelayakan bisnis maka diperoleh balik modal investasinya adalah selama 1,3 tahun dengan Net Present Value bernilai Rp376.498.497.203,- (NPV > 0). Selain itu nilai Profitability Index yang diperoleh sebesar 4,04 (PI > 1). Berdasarkan pertimbangan kebutuhan investasi dan perhitungan rencana bisnis (Business Plan) pada perancangan pembangunan hotel bisnis bintang 4, daya ketertarikan bagi para investor untuk menanamkan modalnya akan semakin besar.Kata kunci: Hotel Bisnis, Tekno Ekonomi Bangunan, Investasi, Malang

Page 3 of 4 | Total Record : 40