cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Kualitas Placemaking Ruang Terbuka Publik Pada Koridor Jalan Di Kawasan Komersial Bersejarah Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu Cahyaningtyas, Adhistya; Jenny, Ernawati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kota Batu memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil dengan sektor yang terus berkembang seperti perdagangan, restoran, dan hotel. Jalan Panglima Sudirman adalah salah satu jalan masuk menuju ke Kota Batu yang didominasi oleh bangunan komersial dan juga banyak bangunan dengan gaya Kolonial. Selain fungsi bangunan komersial sebagai tempat terjadinya kegiatan transaksional, ruang-ruang di sekitar bangunan komersial memiliki fungsi sebagai penunjang aktivitas sosial masyarakat. Dalam fungsinya sebagai ruang terbuka publik, koridor jalan pada Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu, memiliki nilai strategis dari sisi ekonomi, budaya dan sosial. Untuk memastikan bahwa ruang publik di koridor jalan ini dapat mendukung dan memperkaya pengalaman pengguna dari segi komersial dan historis, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengukur kualitas kualitas placemaking dan mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor placemaking terhadap kualitas ruang terbuka publik di Jalan Panglima Sudirman, Batu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan penyajian data berbentuk angka sebagai hasil penelitiannya. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aspek Sociability,Uses and Activies, Access and Linkage dikategorikan dalam kualitas “cukup baik”, sementara aspek Comfort, dan Image dalam kategori “baik”, serta diketahui bahwa faktor-faktor placemaking berpengaruh signifikan terhadap kualitas ruang terbuka publik pada koridor jalan di kawasan komersial bersejarah.
PLACE ATTACHMENT DAN SENSE OF BELONGING DALAM MEMBENTUK SENSE OF PLACE MAHASISWA PADA KAWASAN INDEKOS: Lokasi Studi: Kawasan Indekos Kelurahan Ketawanggede Kota Malang Pertiwi, Nanda Dewi; Ernawati, Jenny
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa rantau yang berkuliah di luar daerah asalnya membutuhkan tempat tinggal selama menjalankan studi. Mahasiswa dapat merasakan keterikatan dan kepemilikan terhadap kawasan tempat tinggalnya yang baru untuk menciptakan kesan baik pada kawasan tersebut. Kegagalan sebuah kawasan dalam mendukung mahasiswa merasakan keterikatan dan kepemilikan dapat memperburuk kesan mahasiswa dan akan menghambat dalam beradaptasi. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplor pengaruh komponen keterikatan pada tempat dan kepemilikan pada tempat dalam membentuk sense of place mahasiswa pada kawasan indekos. Kawasan indekos dipilih karena sebagian besar mahasiswa rantau di Indonesia menggunakan jenis akomodasi indekos. Variabel independen yang merupakan komponen place attachment dan sense of belonging dibentuk melalui kerangka konseptual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan uji analisis yang dilakukan terdiri dari mean score, analisis faktor, analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil dari penilaian responden, sense of place mahasiswa pada kawasan indekos terbentuk dengan baik. Komponen yang berpengaruh terhadap pembentukkan sense of place mahasiswa pada kawasan indekos terdiri dari kenangan dan pengalaman pada tempat, visual kawasan, spasial kawasan, perawatan kawasan, ketersediaan fasilitas perdagangan dan jasa, ketersediaan fasilitas pelayanan publik, ketersediaan ruang terbuka hijau, ketersediaan fasilitas kesehatan, ketersediaan fasilitas peribadatan, hubungan sosial, motivasi, kemampuan, dan komitmen mahasiswa untuk menetap pada kawasan tersebut.
Community Upcycling Center Dengan Pendekatan Hedonistic Sustainability Di Bogor, Jawa Barat Rahmi, Fathiya Alifa; Citraningrum, Andika
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan tentang budaya “membuang” dan konsumerisme yang berkembang di masyarakat menyebabkan penumpukan sampah, terutama sampah anorganik. Kota Bogor diprediksi akan mengalami peningkatan sampah jika masyarakat masih mengadopsi budaya tersebut. Salah satu penyebab utama dari masalah ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah. Perancangan Community Upcycling Center ditujukan sebagai sarana pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berfokus pada meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah dan konsumsi yang bertanggung jawab melalui pengalaman secara langsung, yaitu dengan mengenalkan konsep upcycling. Pendekatan yang digunakan adalah Hedonistic Sustainability yang mengintegrasikan aspek berkelanjutan dengan kesenangan, sehingga kegiatan upcycling diharapkan bisa menjadi sesuatu yang menyenangkan dan menarik bagi masyarakat. Prinsip Hedonistic Sustainability dilibatkan dalam proses perancangan yang menggunakan metode pragmatisme dengan eksplorasi bentuk pada model analog. Hasil perancangan berupa fasilitas Community Upcycling Center dengan fungsi pengelolaan sampah yang juga dilengkapi dengan fungsi rekreasi dan edukasi. Prinsip hedonistic pada rancangan diwujudkan melalui aspek mass transformation dan attraction yang mempromosikan pleasure atau kesenangan. Prinsip sustainability diwujudkan melalui aspek site and land use, community, health and well-being, materials, energy, dan water, yang berkontribusi pada lingkungan yang lebih sehat dan masa depan yang lebih berkelanjutan.
Pusat Informasi Wisata Malang Raya Berbasis Eco-Culture sebagai Respons Pariwisata Berkelanjutan Siagian, Abigail Zarya; Citraningrum, Andika
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat informasi wisata atau pusat layanan pengunjung merupakan salah satu fasilitas yang dapat mengembangkan sektor pariwisata suatu daerah. Malang Raya yang terkenal dengan wisata alam dan buatannya kurang memberi perhatian akan potensi yang dapat dihasilkan dari fasilitas ini. Dalam dunia pariwisata terdapat program pariwisata berkelanjutan yang meminimalisasi dampak negatif pariwisata terhadap lingkungan, sosial budaya, dan ekonomi. Pariwisata berkelanjutan dapat direspons dengan arsitektur eco-culture sebagai salah satu jawaban dalam ranah arsitektural. Lima aspek dalam arsitektur eco-culture berdasarkan Guy dan Farmer (2001), yaitu image of space, source of environmental knowledge, building image, technologies, dan idealized concept of place berfokus pada kelestarian lingkungan, budaya, sosial, dan ekonomi dengan memaksimalkan seluruh sumber daya terdekat sehingga mendorong terjadinya perputaran ekonomi daerah. Dengan begitu, perancangan sebuah Pusat Informasi Wisata se-Malang Raya menggunakan pendekatan arsitektur eco-culture dan metode pragmatis sebagai langkah untuk menjalankan program pariwisata berkelanjutan dapat membantu pengembangan serta kemajuan dari sektor pariwisata regional. Kata kunci: pusat informasi wisata, arsitektur eco-culture, pariwisata berkelanjutan
Unsur Rupa Gorga Pada Fasad Rumaparsaktian Hadomuan Golongansi Radjabatak Toba Sihombing, Pablo Ruberto; Antariksa
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji unsur rupa pada gorga yang terdapat pada Rumaparsaktian Hadomuan Golongansi Radjabatak di Toba. Rumaparsaktian Hadumoan Golongansi Radjabatak adalah satu-satunya rumah bolon parsaktian parmalin di Kabupaten Toba dan sudah tidak difungsikan sebagai tempat ibadah, sehingga perlu dilestraikan sebagai bentuk peninggalan dari umat Umago Malim. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana hubungan antara elemen-elemen rupa ini mempengaruhi hasil akhir dari karya gorga tersebut. Unsur rupa yang dianalisis meliputi bentuk, ukuran, warna, dan barik. Bentuk dalam gorga diidentifikasi melalui pola dan struktur visual yang khas, sementara ukuran diteliti berdasarkan proporsi dan skala elemen-elemen tersebut. Warna dianalisis dengan melihat palet yang digunakan dan kontras yang dihasilkan, sedangkan barik ditinjau melalui tekstur dan motif yang terlihat pada gorga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sinergis antara elemen-elemen rupa ini tidak hanya memperkaya estetika gorga, tetapi juga menjadi alat penting dalam menafsirkan bahasa rupa dalam karya tradisional Batak. Dengan memahami unsur rupa pada gorga, kita dapat lebih menghargai nilai seni dan makna budaya yang terkandung di dalamnya, serta menjaga keberlanjutan warisan budaya Batak di masa depan. Kata kunci: unsur rupa, gorga, ornamen tradisional, batak.
Bentuk dan Makna Ragam Hias pada Pendopo Ronggo Hadinegoro Kabupaten Blitar Putri, Fedelia Aureli
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Blitar merupakan kota yang memiliki banyak bangunan cagar budaya, salah satunya adalah Pendopo Ronggo Hadinegoro Kabupaten Blitar. Pendopo ini memiliki corak kebudayaan Jawa yang tampak pada bentuk atap tajug dan elemen arsitektural yang memiliki ragam hias di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk dan makna ragam hias pada elemen arsitektural, meliputi soko emper, soko penanggap, soko guru, tumpang sari, lantai, balok, dan atap pendopo dikarenakan terdapat isu bahwa Pendopo Ronggo Hadinegoro akan dijadikan sebagai pusat studi dan kebudayaan. Penelitian ini dimulai melalui observasi pada Pendopo Ronggo Hadinegoro serta wawancara dengan narasumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Blitar untuk mendapatkan data primer. Kemudian, dilanjutkan dengan metode analisis deskriptif untuk mengidentifikasi bentuk meliputi jenis dan motif ragam hias, serta mengungkapkan makna filosofis berdasarkan kebudayaan Jawa, makna simbolis berdasarkan warna ragam hias, dan makna kosmologi berdasarkan peletakan ragam hias.
Pengaruh Tata Udara Alami terhadap Kenyamanan Suhu Hunian Tabing Tongkok di Desa Patemon Kabupaten Situbondo Nurlaily, Datin Kamilah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Arsitektur vernakular tumbuh dari pengalaman bertahun-tahun dan dianggap telah beradaptasi terhadap iklim dan lingkungan tempatnya berada. Menurut World Meteorological Organization (WMO), dalam beberapa tahun suhu akan melewati ambang batas suhu panas sepanjang 2023-2027, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang mengalami kenaikan suhu akibat fenomena El-Nino. Rumah Tabing Tongkok merupakan rumah vernakular Suku Madura Pendalungan yang dapat ditemukan di Desa Patemon Kabupaten Situbondo. Kondisi iklim Kabupaten Situbondo yang cukup tinggi dan pemanasan global yang terus terjadi memunculkan sebuah pertanyaan tentang relevan tidaknya tata udara alami Rumah Tabing Tongkok dalam memenuhi kenyamanan suhu saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik visual dan metode deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik studi pustaka untuk mengumpulkan kriteria dan parameter tata udara alami, dokumentasi, observasi lapangan, serta pengukuran lingkungan termal berupa suhu dan kelembapan tiga objek Rumah Tabing Tongkok. Hasil analisis menunjukkan bahwa kinerja tata udara alami pada ketiga rumah masih perlu ditingkatkan, dengan mengoptimalkan beberapa parameter tata udara alami seperti orientasi bangunan, dimensi bukaan, dan perletakan vegetasi yang belum sesuai standar. Kata kunci: Tata Udara Alami, Kenyamanan Suhu, Rumah Vernakular, Rumah Tabing Tongkok ABSTRACT Vernacular architecture evolves from extensive empirical knowledge and is recognized for its adaptation to local climate and environmental conditions. According to the World Meteorological Organization (WMO), temperatures are forecasted to surpass critical heat thresholds between 2023 and 2027, with East Java identified among the provinces experiencing temperature rises due to El-Nino phenomena. Tabing Tongkok houses represent the vernacular dwellings of the Pendalungan Madurese tribe situated in Patemon Village, Situbondo Regency. Given the region's climatic conditions and ongoing global warming, questions arise regarding the relevance of natural ventilation in Tabing Tongkok houses in meeting current thermal comfort standards. This research employed qualitative methods with visual techniques and quantitative descriptive methods. Data collection included a literature review to gather criteria and parameters of natural ventilation, documentation, field observations, and thermal environment measurements such as temperature and humidity in three Tabing Tongkok houses. Analysis results indicated that the performance of natural ventilation in these houses needed improvement, particularly in optimizing parameters such as building orientation, aperture dimensions, and vegetation placement that did not meet standards at the time. Keywords: Natural Air Conditioning, Thermal Comfort, Vernacular House, Tabing Tongkok House
Wellness Center Di Kota Semarang Dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik Retnosari, Zahra Febri; Wulandari, Lisa Dwi
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental sangat mempengaruhi pola hidup serta kesehatan jiwa dan fisikmanusia. Di indonesia, kota semarang tepatnya terdapat peningkatan kasus bunuh diri padatahun 2023 sebanyak lebih dari 200 kasus. Tidak tersedia wadah yang representatif yangmemenuhi standar pelayanan untuk dapat menjadi wadah yang mampu memberikan dukunganmelalui layanan relaksasi dan olah fisik yang baik di kota Semarang, oleh sebab itu, dirancanglahsebuah Wellness Center dengan pendekatan desain biofilik yang dapat memberikan well-beingbagi penggunanya. Rancangan ini didesain dengan menggunakan metode pragmatis melaluimodel analog dengan melakukan metode uji coba terus menerus untuk mencapai solusi daripermasalahan yang ada. Sehingga terciptalah wellness center di kota semarang yangmemfasilitasi pelayanan kesehatan mental dengan menciptakan ruang-ruang yang mewadahiaktivitas fisik dan mental seperti pengendalian emosi (fitness & Yoga), spiritual (Meditasi), danrelaksasi (SPA & Sauna) selain dapat memperbaiki suasana hati juga dapat memberikan rasabugar bagi penggunanya dengan menghadirkan elemen-elemen alami dari 14 aspek pendekatandesainnya yang dapat memberikan efek well-being dalam mendukung penyembuhanpenggunanya.Kata kunci: Pusat Kebugaran, Wellness, Biofilik, Pragmatisme
Youth Empowerment Center dengan Konsep Neuro-Architecture di Kota Malang Carelys, Dinar; Adhitama, Muhammad Satya
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Generasi muda merupakan masa yang potensial dibandingkan dengan masa yang lain, hal ini dikarenakan masa muda merupakan masa yang produktif bagi generasi muda untuk dapat turut andil dalam berbagai bidang. Kota Malang memiliki jumlah pemuda yang banyak, namun tidak diimbangi dengan adanya fasilitas kepemudaan yang mendukung kalangan pemuda untuk berkembang. Fasilitas yang diperlukan sebagai pemaksimalan kegiatan kepemudaan adalah youth empowerment center. Objek perancangan youth empowerment center memiliki program yang menawarkan berbagai fasilitas, seperti fungsi edukasi, kreasi, kesehatan, serta sosialisasi sehingga semua aspek berimbang yang mampu menjaga pemerataan pada aspek fisik, emosional, psikologis sehingga mampu mensejahterakan pemuda. Adapun tahapan proses desain adalah dimulai dari penemuan isu utama yang akan dijawab melalui objek youth center serta akan diwujudkan melalui pendekatan metodologis berupa pragmatisme sebagai acuan proses desain. Lokasi perancangan berada di Jl. Mayjen Sungkono, Kedungkandang dengan luasan 35,884 m2. Objek perancangan terdiri dari 4 massa menyesuaikan fungsi utama youth center serta penataan tata luar yang juga dimaksimalkan untuk kegiatan pemuda. Konsep penerapan neuro-architecture diterapkan pada seluruh aspek rancangan, baik dari lingkup area luar sekitar tapak hingga bagian ruang dalam bangunan sehingga mampu memaksimalkan efektivitas berkegiatan dalam fungsi objek dikarenakan fungsi neuro-architecture dihubungkan dengan respons stimuli manusia terhadap lingkungan arsitekturalnya. Kata kunci: pusat pemberdayaan pemuda, neuro-arsitektur, Kota Malang
Pengaruh Imageability terhadap Identitas Kawasan Kampung Heritage Kayutangan Putri, Putu Ratih Deandra; Ernawati, Jenny
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota di Indonesia yang dikenal dengan kesan visual sejarah kolonial Belanda. Kampung Heritage Kayutangan yang merupakan kampung tua di Kota Malang dengan peninggalan bangunan khas gaya arsitektur kolonial. Namun, seiring waktu tidak sedikit fungsi dan bentuk bangunan yang mengalami perubahan sebagai adaptasi zaman. Perubahan tidak dapat dihindari, sehingga hal yang dapat dilakukan secara signifikan adalah meningkatkan kesan visual kawasan. Penelitian memiliki tujuan untuk membahas pentingnya imageability karena memiliki peran dalam penguatan karakter yang dapat mempengaruhi suatu identitas kawasan. Penelitian ini menggunakan metode gabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa imageability memiliki pengaruh penting dalam membentuk identitas kawasan. Elemen imageability yang terdiri dari variabel visual scope, motion, color, dominance, singularity, time series, material, directional differentiation, form simplicity, clarity of joint, name and meaning, dan continuity memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap identitas kawasan. Temuan ini menegaskan pentingnya upaya pelestarian dan peningkatan kualitas visual dalam membentuk imageability yang memperkuat karakter dan identitas suatu kawasan, khususnya dalam konteks pelestarian kawasan heritage.