cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Kesesuaian Aksesibilitas Bagi Penyandang Tunadaksa Pengguna Kursi Roda Pada Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya Atikah, Athirah; Handajani, Rinawati P
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Masjid Raden Patah (MRP) merupakan fasilitas keagamaan di Universitas Brawijaya (UB) Malang. Universitas Brawijaya merupakan perguruan tinggi yang menerapkan kebijakan kampus inklusif sejak tahun 2012 dan sudah semestinya fasilitas yang ada pada Universitas Brawijaya menyediakan aksesibilitas yang ramah disabilitas dan sesuai dengan standar pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 14/PRT/M/ Tahun 2017 mengenai Persyaratan Kemudahan Bangunan Gedung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana kesesuaian aksesibilitas pada MRP. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Strategi yang dilakukan yaitu skoring dan simulasi dengan partisipan yang merupakan salah satu jamaah penyandang disabilitas pengguna kursi roda. Hasil analisis yang dilakukan diinterpretasikan secara deskriptif. Didapatkan hasil kesesuaian elemen fisik dan fasilitas terpilih bahwa mayoritas masih dianggap tidak cukup sesuai, dan hanya ruang salat yang dikategorikan sangat sesuai dan ramah disabilitas. Hasil tersebut didapatkan dari analisis hasil skoring dan simulasi. Namun hasil kesesuaian tersebut juga dipengaruhi oleh faktor pembangunan masjid yang dilakukan sebelum standar peraturan tersebut dibuat. Kata kunci: aksesibilitas, penyandang tunadaksa, pengguna kursi roda, masjid ABSTRACT Raden Patah Mosque (MRP) is a religious facility at Brawijaya University (UB) Malang. Brawijaya University is a university that has implemented an inclusive campus policy since 2012 and the facilities at Brawijaya University should provide disability-friendly accessibility and comply with the standards in the Regulation of the Minister of Public Works and Public Housing of the Republic of Indonesia Number 14/PRT/M/ Year 2017 regarding Building Facilities Requirements. The purpose of this research is to find out how the suitability of accessibility at MRP. The research used a qualitative method with a case study approach. The strategy carried out is scoring and simulation with a participant, namely one of the disabled wheelchair users. The results of the analysis carried out were interpreted descriptively. The results of the suitability of physical elements and selected facilities show that the majority are still considered not quite suitable, and only the prayer room is categorized as very suitable and disability-friendly. These results were obtained from the analysis of scoring and simulation results. However, the existing suitability is also influenced by the factor of mosque construction build before the regulatory standards were made. Keywords: accessibility, disabled people, wheelchair users, mosque
Pengaruh Elemen Interior pada Brand Identity Fashion Store  di Mall Olympic Garden Malang Amalia, Khairunnisa Deitra; Handajani, Rinawati Puji
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perkembangan industri fashion dan era digital yang meningkat signifikan menyebabkan persaingan bisnis fashion yang semakin ketat dan memunculkan gaya hidup baru yang menyebabkan retail offline mengalami penurunan minat. Penerapan brand identity pada elemen interior retail fashion menjadi strategi persaingan bisnis yang dapat digunakan untuk bertahan dan menaikan kembali eksistensinya. Pusat perbelanjaan atau mall menjadi tren dan gaya hidup yang belakangan ini sedang digemari, pada pusat perbelanjaan terdapat banyak tenant untuk berbelanja, selain itu pusat perbelanjaan juga dilengkapi oleh tempat hiburan lainnya. Mall Olympic Garden yang merupakan mall terbesar di Malang dan destinasi wisata belanja favorit yang tersedia berbagai tenant fashion yang tersebar termasuk 3Second, Hammer, dan Kattoen yang menjadi objek penelitian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penerapan elemen interior yang digunakan sebagai brand identity fashion store dan untuk mengetahui pengaruh brand identity pada elemen interior tersebut terhadap daya tarik pengunjung. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah mix method. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ketiga objek penelitian telah berhasil menerapkan brand identity pada elemen interior retail dengan persentase yang berbeda dengan urutan keberhasilan yang tertinggi adalah Kattoen, dilanjutkan dengan 3Second dan Hammer. Pengaruh brand identity pada elemen interior juga ditemukan berpengaruh terhadap daya tarik pengunjung. Kata kunci: interior, brand identity, fashion store, daya tarik pengunjung ABSTRACT The development of the fashion industry and significantly increasing digital age led to increasing competition in the fashion business and new lifestyles that led to a decline in interest in offline retail. Applying brand identity to interior elements becomes a competitive business strategy that can be used to survive. Shopping centers have become a lifestyle that has been popular lately, at shopping centers there are many tenants to shop, besides the shopping center is also equipped with other entertainment venues. Mall Olympic Garden is the largest mall in Malang and a favorite shopping destination available to various fashion tenants spread out including 3Second, Hammer, and Kattoen. This research was conducted to find out the application of interior elements used as brand identity fashion stores and to know the influence of brand identities on the interior elements on the attractiveness of visitors. The method used in this research is mix method. The results of this research show that the three objects have successfully applied brand identity to the interior element with different percentages and showed that brand identity on the interior element influences the attractiveness of visitors with the highest success sequence is Kattoen, continued with 3Second and Hammer. Keywords: interior, brand identity, fashion store, visitor attractiveness
KINERJA KENYAMANAN TERMAL RUANG LUAR KAMPUNG TRIDI (3D) KOTA MALANG Salwa, Lina
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kenyamanan termal ruang luar adalah kondisi di mana manusia merasa nyaman dengan lingkungan sekitarnya, yang dipengaruhi oleh suasana, kondisi iklim, pembayangan, dan elemen pembentuk ruang luar. Di Kota Malang, kawasan kumuh seperti Kampung Tridi (3D) di Kecamatan Blimbing dapat menurunkan kualitas kenyamanan termal ruang luar. Hal ini mempengaruhi kenyamanan masyarakat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi kenyamanan termal ruang luar berdasarkan standar Temperature-Humidity Index (THI), menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kenyamanan termal, dan mengetahui persepsi warga tentang kenyamanan termal di Kampung Tridi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis THI dan pendekatan deskriptif-evaluatif. Hasil studi menunjukkan bahwa rata-rata nilai THI di Kampung Tridi berada pada tingkat tidak nyaman. Faktor-faktor seperti iklim (suhu, kelembaban, dan kecepatan angin), pembayangan, vegetasi, dan elemen pola spasial berkontribusi terhadap hasil ini. Namun, kurang dari 50% warga dan pengunjung menyatakan merasa tidak nyaman menurut kuesioner, mungkin karena adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pertimbangan untuk memperbaiki kualitas kenyamanan termal ruang luar di Kampung Tridi. Kata kunci: kenyamanan termal, ruang luar, THI, Kampung Tridi. ABSTRACT Outdoor thermal comfort is a state where people feel comfortable with their surroundings, influenced by the atmosphere, climate conditions, shading, and elements shaping outdoor spaces. In Malang City, slum areas like Kampung Tridi (3D) in Blimbing District can reduce the quality of outdoor thermal comfort, affecting residents' comfort during daily activities. This study aims to identify the outdoor thermal comfort conditions based on the Temperature-Humidity Index (THI), analyze the factors influencing thermal comfort, and understand residents' perceptions of thermal comfort in Kampung Tridi. The research employs a quantitative method using THI analysis and a descriptive-evaluative approach. The study found that the average THI value in Kampung Tridi indicates an uncomfortable level. Factors such as climate (temperature, humidity, and wind speed), shading, vegetation, and spatial pattern elements contribute to this result. However, less than 50% of residents and visitors reported feeling uncomfortable according to the questionnaire, possibly due to adaptation to the environmental conditions. The findings can be used to improve the quality of outdoor thermal comfort in Kampung Tridi. Keywords: thermal comfort, outdoor spaces, THI, Kampung Tridi.
Fire Mitigation Strategy in Densely Populated Settlements in the Kertosentono Area, Malang City Aulia, Fakhita; Sufianto, Heru
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Kertosentono area is one of the dense residential areas around the campus in Malang City. The settlement around the campus is always growing every year which is filled with stalls and boarding houses. The denser the buildings in an area, the higher the potential for fire disasters to occur, if a fire occurs, the fire will quickly spread from one building to another so that it will be difficult to extinguish it. This study aims to determine the value of the level of risk posed in the event of a fire disaster in a dense settlement in the Kertosentono Area, Ketawanggede Village and formulate an appropriate fire mitigation strategy. The level of fire risk is reviewed through observation, measurement, and weighting analysis using parameters of building density, distance between buildings, number of building functions, range of water sources, area of open space, and accessibility. Data shows that the entire area is classified as high risk of fire disasters because of the very dense residential conditions reaching 93.8 units/ha accompanied by the lack of fire protection infrastructure in the area. Mitigation strategies are in the form of structural and non-structural mitigation. Structural mitigation directives are in the form of the use of fire-resistant materials, the provision of RTH at least 10% of the total area of the area, and the procurement of firefighting infrastructure in the area. Meanwhile, non-structural mitigation directives are focused on community preparedness when facing fire disasters so that they can act safely in fire situations.
Perancangan Environmental Sustainable High-Rise Apartment di Surabaya Alessandro, Daniel; Citraningrum, Andika
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim adalah proses dan komponen kehidupan manusia yang berdampak pada masyarakat, budaya, flora, dan fauna. Berbagai masalah lingkungan disebabkan oleh aktivitas manusia yang menyebabkan perubahan iklim. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, penyakit seperti gizra, malaria, diare, dan angin topan akan menyebabkan 250.000 kematian setiap tahun akibat perubahan iklim. Perubahan iklim akan meningkatkan risiko kesehatan sebesar USD 2 hingga 4 triliun pada tahun 2030. Suhu normal Indonesia pada Agustus 2023 adalah 26,2°C, menunjukkan bahwa negara tersebut menghadapi tantangan perubahan iklim. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah dapat membantu mengurangi kerusakan lingkungan dan mendorong pembangunan berkelanjutan dengan memilih proyek yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), yang berfokus pada isu-isu sosial, ekonomi, manusia, dan lingkungan. Pendekatan yang digunakan dalam desain ini yaitu pendekatan ekologis melalui teori ekologis Ken Yeang. Dengan pendekatan tersebut dapat dihasilkan desain yang berdampak minimal terhadap lingkungan. Hal ini dapat dicapai dengan memperhatikan penggunaan material, sumber daya, dan lingkungan. Pendekatan ekologis tersebut menjadi sebuah sistem untuk mencapai pilar environmental dari Sustainable Development Goals.
KOMUNIKASI KONTEKS ARSITEKTURAL MELALUI VISUALISASI IDENTITAS LOKAL PADA MATA UANG KERTAS RUPIAH EMISI TAHUN 2000 – 2005 Ineru, Bunga Pasadena; Kusdiwanggo, Susilo
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mata uang kertas Rupiah merupakan objek budaya visual yang menampilkan elemen identitas lokal dan memiliki kemampuan menghadirkan narasi visual yang membangkitkan memori kolektif. Mata uang kertas Rupiah emisi 2000 – 2005 mempertahankan pola desain di setiap nominalnya, dengan gambar pahlawan nasional di bagian depan dan identitas lokal di bagian belakang yang mencerminkan kekayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia. Penelitian terkait budaya visual yang berfokus pada memori kolektif yang mengarah pada konteks komunikasi arsitektural belum banyak dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kritik arsitektur untuk mengkaji dan mengkritisi peran visualiasi identitas lokal dalam komunikasi pada konteks arsitektural yang mengungkap memori kolektif akan kesejarahan dengan landasan konsep budaya visual. Melalui visualisasi elemen identitas lokal pada mata uang kertas Rupiah emisi 2000 - 2005 yang mengangkat tema suatu daerah pada setiap nominalnya sebagai representasi arsitektural, terbentuk komunikasi yang hadir dalam bentuk memori kolektif menarasikan pengenalan identitas budaya yang mengarah pada konteks arsitektural. Dari hasil penelitian ini, melalui kajian representasi objek aritektural dapat menambah kekayaan wawasan terkait budaya visual dan keterkaitannya dengan hadirnya memori kolektif akan identitas lokal.
Kesesuaian Aksesibilitas Fisik Penyandang Tunanetra di Perpustakaan Umum Kota Malang: The Physical Accessibility Suitability for Visually Impaired Individuals at the Malang City Public Library Nanesya Putri Praditya; Dr. Triandriani Mustikawati, ST., MT.
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian aksesibilitas fisik untuk penyandang tunanetra di Perpustakaan Umum Kota Malang yang telah berupaya memenuhi kebutuhan literasi penyandang tunanetra dengan menyediakan Layanan Pojok Braille (Lapobra). Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan melakukan komparasi terhadap prinsip desain universal dari standar Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2017, penelitian ini menemukan bahwa dari 27 elemen aksesibilitas fisik yang dikaji, hanya 8 elemen sirkulasi yang sudah sesuai dengan ketidaksesuaian terbanyak terdapat pada sarana dan prasarana. Berdasarkan analisis aksesibilitas sesuai alur sirkulasi pengunjung tunanetra, ketidaksesuaian standar juga menimbulkan empat jenis hambatan fisik, yaitu ketidaksesuaian dimensi, kesulitan sirkulasi, kesulitan informasi, serta kurangnya elemen pendukung. Penelitian ini menunjukkan bahwa aksesibilitas fisik Perpustakaan Umum Kota Malang masih menimbulkan hambatan fisik sehingga belum sepenuhnya aksesibel bagi pengunjung tunanetra. Kata kunci: aksesibilitas, penyandang disabilitas, tunanetra, perpustakaan ABSTRACT This study aims to assess the physical accessibility for visually impaired individuals at the Malang City Public Library which has made efforts to meet the literacy needs of the visually impaired by providing the Braille Corner Service (Lapobra). Using a qualitative descriptive method and comparing it against the universal design principles from the standards of the Minister of Public Works and Housing Regulation No. 14/PRT/M/2017, the study found that out of 27 physical accessibility elements assessed, only 8 circulation elements were compliant with most non-compliance found in the facilities and infrastructure. Based on an analysis of accessibility in line with the circulation flow of visually impaired visitors, non-compliance with standards also resulted in four types of physical barriers: dimension mismatches, circulation difficulties, information difficulties, and lack of supporting elements. This study indicates that the physical accessibility of the Malang City Public Library still poses physical barriers, making it not fully accessible for visually impaired visitors. Keywords: accessibility, people with disabilities, visually impaired, library
SPORT CENTER DI SEDAYU CITY JAKARTA TIMUR DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING Althafani, Nabiila; Asikin, Damayanti
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Minat masyarakat Indonesia terhadap olahraga meningkat signifikan sejak pandemi Covid-19 dan menjadikan olahraga sebagai tren gaya hidup. Olahraga rutin meningkatkan daya tahan tubuh, mencegah penyakit, serta memberikan manfaat mental dan sosial. Kualitas olahraga dipengaruhi oleh fasilitas seperti sport center yang menawarkan berbagai aktivitas fisik. Sport center berperan penting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat dengan menyediakan fasilitas dan program olahraga untuk berbagai kelompok usia dan tingkat kebugaran. Pembangunan sport center di Sedayu City diharapkan dapat mengembangkan kawasan ini dari segi ekonomi dan pariwisata, menarik pengunjung dari luar kawasan. Konsep arsitektural dengan pendekatan placemaking digunakan untuk menciptakan ruang publik yang fungsional dan dinamis. Placemaking menekankan keterlibatan komunitas dan desain responsif terhadap kebutuhan lokal, menciptakan lingkungan nyaman, aman, dan menarik. Integrasi ruang hijau, area rekreasi, dan fasilitas publik yang mudah diakses menjadikan sport center sebagai pusat interaksi sosial, kesejahteraan mental, dan kebersamaan komunitas. Proses perancangan dirancang menggunakan metode rasionalisme yang berdasar pengetahuan preseden dengan cara pembongkaran/analisis objek preseden terhadap bangunan serupa yang sudah ada. Hasil rancangan berupa sport center dengan berbagai fasilitas olahraga yang layak dan nyaman bagi masyarakat. Kata Kunci: Pusat Olahraga, Placemaking, Ruang Publik, Rasionalisme ABSTRACT Indonesian people's interest in sports has increased significantly since the Covid-19 pandemic and has made sports a lifestyle trend. Regular exercise increases endurance, prevents disease, and provides mental and social benefits. The quality of sports is influenced by facilities such as sports centers that offer various physical activities. Sports centers play an important role in improving public health by providing sports facilities and programs for various age groups and fitness levels. It is hoped that the construction of a sports center in Sedayu City can develop this area from an economic and tourism perspective, attracting visitors from outside the area. Architectural concepts with a placemaking approach are used to create functional and dynamic public spaces. Tension placement, community involvement and design responsive to local needs, create a comfortable, safe and inviting environment. The integration of green space, recreation areas and easily accessible public facilities makes the sports center a center for social interaction, mental well-being and community togetherness. The design process was designed using a rationalistic method based on knowledge of precedents by dismantling/analyzing precedent objects for similar existing buildings. The design results are a sports center with various sports facilities that are suitable and comfortable for the community. Keywords: Sport Center, Placemaking, Public Space, Rationalism
Kualitas Placemaking Pada Koridor Jalan Guntur Untuk Membangun Ruang Publik Kota Malang Cantika Bela Novanza; Asikin, Damayanti
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya penggunaan lahan permukiman di Kota Malang telah memperparah kepadatan populasi dan menimbulkan pandangan bahwa kota ini membutuhkan ruang publik yang baik. Jalan Guntur merupakan salah satu jalan di permukiman elit bekas penjajahan Belanda yang memiliki berbagai kegiatan yang dapat dilakukan yang didukung adanya Pasar Oro Oro Dowo, Hutan Kota Malabar, Taman Merbabu, serta berbagai cafe dan restoran. Dengan beragamnya aktivitas yang pada kawasan ini elemen ruang publik seperti jalur pedestrian, ruang untuk bersosialisasi serta keterkaitan antara destinasi wisata yang ada di lingkungan ini masih kurang untuk mewadahi aktivitas masyarakat sehingga perlu dioptimalkan. Placemaking merupakan salah satu pendekatan dari perencanaan dan perancangan suatu ruang publik. Penerapan placemaking di Jalan Guntur penting untuk membantu menciptakan lingkungan yang nyaman dan menyenangkan untuk berbagai aktivitas, termasuk bagi pejalan kaki, pedagang, dan pengunjung. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan observasi menggunakan teknik place centered mapping dan wawancara semi terstruktur untuk mengetahui keempat aspek placemaking yaitu sociability, access & linkage, uses & activities, comfort & image pada Koridor Jalan Guntur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat aspek placemaking teridentifikasi pada Koridor Jalan Guntur namun belum menyebar secara merata sehingga placemaking di kawasan ini masih lemah.
Optimasi Tata Pencahayaan Buatan pada Museum Tembakau dan Perpustakaan Jember Balqis, Devina
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Jumlah kunjungan ke museum di Indonesia masih rendah karena ketidaktertarikan masyarakat untuk mengunjungi museum yang disebabkan oleh promosi dan sajian benda koleksi yang kurang menarik. Museum Tembakau dan Perpustakaan Jember merupakan satu-satunya museum tembakau milik instansi pemerintah yang dikelola oleh UPT. PSMB-LT Jember. Sayangnya, kondisi eksisting di museum kurang terang sehingga belum mencapai standar pencahayaan museum 500-750 Lux (SNI-03-6575-2001) karena lampu spotlight digunakan untuk penerangan umum sekaligus benda koleksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan memberikan solusi optimasi tata pencahayaan buatan pada Museum Tembakau untuk mencapai standar pencahayaan buatan pada museum. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan eksperimental menggunakan DIALux evo 12. Yang termasuk variabel bebas dalam penelitian ini adalah jumlah dan spesifikasi lampu, serta elemen interior. Sedangkan variabel terikat berupa tingkat intensitas pencahayaan. Sebelum proses rekomendasi desain, dilakukan olah data dengan melakukan uji validitas hasil pengukuran eksisting dan simulasi pada software DIALux evo 12. Hasil rekomendasi optimasi tata pencahayaan buatan yang diberikan berupa perubahan elemen interior, alur sirkulasi, dan tata letak serta spesifikasi lampu menggunakan penerangan umum dan penerangan benda koleksi sesuai teori penyajian di dalam museum untuk mencapai standar pencahayaan buatan museum. Kata kunci: pencahayaan buatan, museum, DIALux evo 12 ABSTRACT The number of visitors to museum in Indonesia is still low due to the public's unattractiveness to visit museums caused by the promotion and distribution of less attractive collections. The Tobacco Museum and Jember Library is the only tobacco museum owned by a government agency managed by UPT. PSMB-LT Jember. Unfortunately, the existing conditions in the museum are so illuminated that it has not reached the museum lighting standard 500-750 Lux (SNI-03-6575-2001) because the spotlight is used for public lighting as well as collection objects. The research is aimed at evaluating and providing solutions to optimize artificial lighting systems at Tobacco Museums to artificial illumination standards at museums. The research method used is a quantitative and qualitative research method with an experimental approach using DIALux evo 12. The variables are the intensity of lighting. Before the design recommendation process, the data process is carried out by testing the validity of the existing measurement results and simulations on the DIALux evo 12 software. The results of the recommendation for optimization of the lighting layout are changes in the interior elements, circulation circuits, and layout as well as lighting specifications using the general description and illustration of collection objects according to the theory of presentation in the museum to the standard of artificial lighting. Keywords: artificial lighting, museum, DIALux evo 12