cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Kualitas Visual Taman Kota Malang sebagai Taman Kota Ideal menurut Evaluasi Masyarakat Dewantara, I Dewa Agung Wasthu Devasya; Ernawati, Jenny
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruang publik dalam perkotaan berupa taman kota telah lama menjadi integral dari masyarakat setempat dan berfungsi sebagai tempat berkumpulnya komunitas, ekspresi budaya, dan kegiatan rekreasi. Seiring berkembangnya teknologi dan pengetahuan membawa masyarakat pada era digitalisasi mengakibatkan kian menurunya tingkat partisipasi generasi y dan z dalam mengisi kehidupan di sebuah taman kota. Saat ini juga terlihat bagaimana menurunnya jumlah pengunjung pada taman kota di Kota Malang yang dikarenakan ketidakidealan taman kota malang dalam memfasilitasi masyarakat. Mengetahui pandangan masyarakat akan sebuah taman kota ideal di Kota Malang merupakan tujuan penelitian ini. Penggunaan metode penelitian campuran untuk menghasilkan interpretasi data yang mendalam. Hasil penelitian memperlihatkan bagaimana penilaian masyarakat terhadap kualitas visual taman dipengaruhi oleh parameter konseptual penilaian. Parameter konseptual penilaian yang terdiri dari variabel safety, maintenance, economic impact, activity, coherence, built environment, naturalness, order, comfort, complexity, dan excitement memiliki pengaruh positif dan siginifikan terhadap kualitas visual taman kota. Hasil juga memperlihatkan bagaimana generasi y dan z memiliki kecenderungannya sendiri terhadap persepsi mereka akan taman kota ideal. Dari penelitian didapatkan bahwa penilaian masyarakat terhadap taman kota malang sebagai taman kota ideal sangat dipengaruhi oleh parameter konseptual kualitas visual.
Child Development Center dengan Pendekatan Arsitektur Interaktif di Kota Malang Fadhila, Denita Tiara; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuh kembang anak usia dini merupakan hal yang krusial karena akan membentuk karakteristik dan pengetahuan dasar anak untuk kedepannya, yang mana dalam prosesnya tidak luput dari kemungkinan terjadinya gangguan. Untuk itu, diperlukan sebuah fasilitas tumbuh kembang anak yang mampu mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak usia dini dengan mengintegrasi aspek edukasi yaitu pendidikan anak usia dini dengan aspek psikologi yaitu klinik tumbuh kembang anak. Namun, di Kota Malang belum tersedia fasilitas yang mengintegrasi kedua aspek tersebut, dengan kondisi eksisting hanya setengah dari fasilitas pendidikan anak usia dini yang memenuhi standar, termasuk dari segi arsitekturnya. Child Development Center menjadi solusi dengan mewadahi kebutuhan tumbuh kembang anak di Kota Malang secara terintegrasi di satu fasilitas yang sesuai standar dengan memanfaatkan implementasi Arsitektur Interaktif, guna menunjang proses tumbuh kembang anak, baik dari segi sosial maupun segi motorik dan kognitif. Pendekatan paradigma Empirisisme diterapkan melalui observasi lapangan dan sekunder untuk menemukan keterkaitan sifat, karakteristik, serta kegiatan anak dengan Arsitektur Interaktif, lalu diterjemahkan dalam bentuk arsitektur yang sesuai untuk tumbuh kembang anak. Hasil perancangan tidak hanya menghasilkan sebuah fasilitas yang lengkap untuk tumbuh kembang anak, namun juga mampu mengoptimalkan tumbuh kembang melalui tata ruang, alat permainan edukatif sebagai elemen arsitektural, permainan elevasi, serta bentuk bangunan. Kata kunci: child development center, pendidikan anak usia dini, klinik tumbuh kembang anak, arsitektur interaktif.
Senior Living Care dengan Pendekatan Healing Environment di Kabupaten Bandung Barat Reviananda, Sarah Azka; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Fenomena ageing population dan rasio ketergantungan lansia yang semakin meningkat di Kabupaten Bandung Barat memicu penurunan kualitas hidup lansia baik secara fisik maupun secara psikis. Seiring bertambahnya usia, lansia rentan mengalami penurunan fungsi tubuh sehingga memerlukan pengawasan dan perawatan khusus dalam bentuk senior living. Namun, senior living memiliki stigma yang cenderung negatif di kalangan masyarakat karena kurangnya perhatian dalam merancang fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan khusus lansia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu perancangan fasilitas senior living yang tidak hanya mampu meningkatkan kualitas hidup lansia secara fisik dan psikis, melainkan juga mampu menghilangkan stigma negatif lansia melalui konsep healing environment. Perancangan ini menggunakan metode empirisisme dengan melakukan tinjauan literatur dan observasi objek sejenis untuk kemudian ditransformasikan menjadi kriteria desain. Dari kriteria tersebut, dihasilkan rancangan senior living care yang mewadahi area hunian serta dilengkapi dengan fasilitas penunjang aktivitas fisik dan sosial, seperti senior community center, sport & community, dan taman komunal. Penerapan keenam prinsip healing environment pada desain mampu memberikan efek penyembuhan baik secara fisik dan psikis melalui penerapan desain yang aman, aksesibel, dan terintegrasi dengan alam. Kata kunci : hunian lansia, healing environment, aksesibilitas
Perancangan Gedung Perkantoran LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) di KIPP IKN dengan Pendekatan Desain Kontekstual Mosthamir, Megat Awang; Adhitama, Muhammad Satya
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemindahan ibu kota ke Kalimantan Timur diharapkan menjadi simbol identitas bangsa dan kemajuan ekonomi untuk visi Indonesia Maju. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sebagai lembaga yang menjaga stabilitas ekonomi, harus memiliki kantor pusat di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, sesuai dengan master plan yang berfokus pada keberlanjutan, kecerdasan, dan modern. Desain gedung perkantoran LPS representatif dan sejalan dengan perkembangan kawasan, mendukung prinsip transparansi dan akuntabilitas, serta harmonis dengan lingkungan sekitar dan rencana induk kawasan. Metode perancangan ini adalah rasionalisme studi preseden, yang melibatkan penelusuran referensi proyek serupa, analisis mendalam, serta penyusunan katalog kode dan program fungsi, tapak, ruang, dan bangunan. Hasil dari metode ini menghasilkan kriteria desain yang mencakup konsep Permeability, Variety, Legibility, Robustness, Richness, Visual Appropriateness, dan Personalization. Fokus utamanya adalah kemudahan akses, diversifikasi fungsi massa, dan dukungan terhadap kebutuhan publik dan privat, menciptakan gedung perkantoran yang fungsional, estetis, dan terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya.
Pasar Wisata Kuliner Ikan Dengan Konsep Community-Based Tourism di Pantai Payangan Jember Ardiansyah, M. Farhan; Giriwati , Novi Sunu Sri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Payangan merupakan lokasi penghasil perikanan tangkap terbesar kedua di Kabupataen Jember. Namun, potensi tersebut tidak didukung dengan infrastruktur dan fasilitas dalam bidang perikanan. Pasar wisata kuliner ikan di Pantai Payangan hadir sebagai bentuk penyediaan fasilitas bagi masyarakat lokal khususnya nelayan Pantai Payangan. Gagasan pasar wisata ini menggabungkan pasar ikan dengan kegiatan pariwsata yang ada di Pantai Payangan. Kebutuhan akan fasilitas pasar ikan ini muncul dari penelusuran fenomena di kawasan Pantai Payangan, dimana masyarakat lokal menyampaikan terkait kebutuhan infrastruktur dalam bidang perikanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi, dengan menggali informasi dari masyarakat lokal melalui wawancara tidak terstruktur. Konsep tematikn yang digunakan adalah community-based tourism (CBT), yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam perencanaan dan implementasi. Hasil dari penelitian ini adalah gagasan desain pasar wisata kuliner ikan yang diperoleh melalui partisipasi masyarakat lokal dalam CBT. Partisipasi ini difasilitasi melalui kegiatan focus group discussion (FGD) untuk mendapatkan masukan dan ide dari masyarakat lokal. Sehingga desain yang dihasilkan kontekstual dengan lingkungan dan budaya setempat serta sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Kata kunci: Pasar wisata, fenomena, cbt
Pasar Wisata Tepian Air Dengan Konsep Placemaking di Waduk Selorejo Kabupaten Malang Novia Dewantari; Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Selorejo merupakan waduk buatan di Kabupaten Malang yang direncanakan akan dikembangkan menjadi salah satu wisata unggulan di Malang. Meskipun menyuguhkan keindahan pemandangan yang menawan, Waduk Selorejo mengalami penurunan jumlah wisatawan secara drastis, terutama saat masa pandemi Covid-19. Penurunan wisatawan ini juga dilatarbelakangi oleh beberapa faktor lain seperti kurangnya fasilitas bagi pengunjung, kurangnya kerja sama masyarakat dalam pemeliharaan tempat wisata, adanya permasalahan sampah dan limbah, serta kurang menariknya kondisi waduk saat air surut. Untuk mengatasi berbagai permasalah ini, dibutuhkan suatu fasilitas yang dapat menarik minat pengunjung dengan memanfaatkan berbagai potensi yang ada, serta melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya agar tempat wisata dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Dengan menghadirkan pasar wisata yang berfungsi sebagai pusat kegiatan ekonomi dan sarana rekreasi, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan mengatasi berbagai permasalahan pada tempat wisata ini. Dengan memanfaatkan perairan waduk Selorejo, menghadirkan pasar wisata tepian air akan memberikan keunikan tersendiri, yaitu menawarkan pengalaman unik berwisata air di daerah pegunungan yang biasanya identik dengan wisata daratnya. Pasar wisata ini dapat dijadikan sebagai sarana bagi masyarakat lokal untuk menjual hasil perkebunan, peternakan, dan kerajinan, sarana pengembangan wisata kuliner, wisata air, serta berbagai wisata lain. Untuk meningkatkan nilai tempat wisata, placemaking digunakan sebagai konsep perancangan yang mengacu pada aspek dan kriteria palcemaking dalam membuat suatu tempat. Menggunakan pendekatan intuisionisme melalui proses induksi intuitif, menjadikan desain pasar wisata ini memiliki esensi ruang yang lebih bermakna dengan memperhatikan aspek fisik maupun non fisiknya. Kata kunci: Pasar wisata, tepian air, induksi intuitif, placemaking
Pengembangan Museum Kenangan Semeru dengan Konsep Resilient Tourism di Kabupaten Lumajang Mochamad Husni Hakiki; Novi Sunu Sri Giriwati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara yang terletak di Cicin Api Pasifik, menjadikan salah satu daerah dengan aktivitas seisimik dan vulkanik di dunia. Pada tanggal 4 Desember 2021 Gunung Semeru mengalami erupsi yang menimbulkan 62 korban jiwa dan sejumlah 10.395 warga mengungsi, hal ini mengakibatkan tingginya risiko korban jiwa dan harta benda. Pasca bencana erupsi Gunung Semeru Pemerintah Kabupaten Lumajang yang berkerja sama dengan mahasiswa KKN dari Universitas Jember mendirikan Museum Kenangan Semeru. Pemerintah berkomitmen untuk mendukung adanya pengembangan Museum Kenangan Semeru menjadi sarana memorial dan edukasi terkait mitigasi bencana gunung berapi. Karena letaknya yang berada di kawasan rawan bencana 3 (KRB III) maka konsep resilient tourism diterapkan untuk menyelesaikan berbagai permasalahan terkait bencana yang sedang dihadapi di tapak tersebut. Dalam proses pengembangan desain Museum Kenangan Semeru digunakan pendekatan intuisionisme melalui proses induksi intuitif, sehingga selain menghasilkan desain yang solutif namun juga diimbangi dengan esensi ruang yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat umum dan sekitarnya dengan memperhatikan aspek fisik dan non fisiknya. Kata kunci: Museum, resilient tourism, intuisionisme
Pendekatan Barrier-Free Design pada Perpustakaan Tunanetra di Kota Bandung Nasution, Raihana Zahra; Mustikawati, Triandriani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aksesibilitas adalah hak fundamental bagi setiap individu, termasuk penyandang disabilitas. Di Indonesia, 8,5% penduduk merupakan penyandang disabilitas, dengan tunanetra menempati peringkat pertama. Merespons ratifikasi Marrakesh Treaty oleh Indonesia untuk meningkatkan aksesibilitas karya publikasi bagi penyandang tunanetra, serta sejalan dengan kebijakan Kota Bandung yang ramah disabilitas, penelitian ini bertujuan mewujudkan wadah literasi yang memungkinkan penyandang tunanetra mengakses informasi secara mandiri, aman, dan nyaman. Untuk mewujudkan desain Perpustakaan Tunanetra tersebut dilakukan dengan menggunakan pendekatan Barrier-Free Design melalui kriteria mengenai Accesibility, Distinguishability, dan Usability. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan yang terbagi menjadi dua kategori utama yaitu observasi objek dan observasi pengguna. Observasi ini didasarkan pada prinsip Barrier-Free Design dan karakteristik pengguna tunanetra, dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang kebutuhan spesifik penyandang tunanetra dalam konteks perpustakaan. Integrasi antara kriteria desain, hasil observasi, dan program desain menghasilkan empat konsep utama: Cluster Area, Legible Circulation, Distinguishable, dan Guide and Information. Konsep-konsep ini bertujuan menciptakan wadah literasi yang inklusif, aman, dan nyaman bagi penyandang tunanetra.
Perancangan Stasiun KRL Terintegrasi Sebagai Rencana Kawasan TOD di Sukaresmi Kota Bogor Farhan, Muhamad; Martiningrum, Indyah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bogor, sebagai kota penyangga Ibu Kota, memiliki mobilitas penduduk yang tinggi didukung oleh moda transportasi massal salah satunya Kereta KRL. Kemudahan akses ini mendorong minat tinggal di kota penyangga, sehingga kebutuhan akan sistem transportasi massal terus meningkat. Salah satunya adalah Stasiun Bogor yang memiliki jumlah pengguna tinggi setelah Jakarta. Kurangnya stasiun dan jarak antar stasiun menyebabkan kemacetan di Stasiun Bogor. Pemerintah Kota Bogor merespons dengan merencanakan Stasiun KRL baru di Sukaresmi, Tanah Sareal. Stasiun ini diharapkan mengurangi kepadatan di Stasiun Bogor dengan menghubungkan daerah-daerah padat secara efisien. Konsep Transit Oriented Development (TOD) diterapkan untuk mendukung transportasi umum, sepeda, dan berjalan kaki. Perancangan Stasiun KRL Sukaresmi menggunakan paradigma empirisisme, melalui review literatur dan observasi di stasiun-stasiun Bogor. Hasilnya adalah desain stasiun kontekstual, adaptif, sesuai dengan kebutuhan pengguna dan lingkungan sekitar. Stasiun KRL Sukaresmi menjadi fasilitas transit strategis dalam pengembangan TOD di Bogor, mendukung pembangunan perkotaan berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Perancangan Pusat Eko-Eduwisata di Kampung Baran, Kota Malang Kirana, Pramudya Krisnanta Prasetya; Adhitama, Muhammad Satya
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Mahasiswa Arsitektur
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor industri dengan kontribusi pendapatan tertinggi di Indonesia.. Sektor pariwisata nasional mengalami pertumbuhan pada Kota Malang. Total jumlah wisatawan di Kota Malang, baik wisatawan domestik maupun mancanegara terus meningkat tiap tahunnya (Kota Malang Dalam Angka, 2019). Kampung Baran merupakan sebuah kampung yang terletak di wilayah Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Kampung Baran memiliki isu dalam hal perekonomian warganya . Namun, kampung ini memiliki potensi ditinjau berdasarkan aspek lingkungan alam, sumber daya manusia. Beberapa permasalahan yang ditemukan yaitu perlunya fasilitas yang dapat mengakomodasi fungsi pariwisata, budidaya, dan edukasi tanaman hortikultura dan lingkungan sebagai salah satu fasilitas untuk mengakselerasi peningkatan ekonomi masyarakat lokal yang juga mengangkat “local value” dalam langgam arsitekturalnya. Berdasarkan potensi dari aspek yang ada pada Kampung Baran, kampung ini memiliki potensi untuk berkembang dalam sektor pariwisata berbasis ekologi, khususnya terhadap tumbuhan. yaitu suatu obyek perancangan, Pusat Eko-Eduwisata. Pendekatan yang digunakan yaitu dengan Eko-Eduwisata dengan mengelaborasikan dengan pendekatan gaya desain arsitektur hijau. Metode desain yang digunakan yaitu metode pragmatism dengan meninjau prinsip yang digunakan dalam pendekatan desain dan mengimplementasikannya dalam perancangan dengan model analog. Hasil penelitian ini menghasilkan desain obyek perancangan pusat eko-eduwisata di Kampung Baran.Kata kunci : kampung baran, eko-eduwisata, arsitektur hijau, pragmatisme