cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Surabaya Creative Hub dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik Ekaputri, Salsabila Ananda
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ekonomi kreatif memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB skala nasional. Kota Surabaya mendominasi kegiatan ekspor dari Jawa Timur dan menjadi daerah asal barang tertinggi untuk ekspor produk ekonomi kreatif di Indonesia pada tahun 2022 hingga 2023, serta mendominasi jumlah pelaku ekonomi kreatif di Indonesia. Surabaya memiliki potensi untuk menjadi ‘kota kreatif’. Salah satunya adalah kesempatan mengembangkan ekonomi kreatif dengan adanya pusat kreatif. Di sisi lain, kecenderungan masyarakat kota beraktivitas di dalam ruangan menyebabkan berkurangnya tingkat hubungan antara manusia dengan lingkungan alam (nature deficit disorder). Akibatnya, stress meningkat, kreativitas dan produktivitas menurun. Tujuan perancangan ini adalah merancang Surabaya Creative Hub yang memungkinkan pelaku ekonomi kreatif untuk memanfaatkan kreativitas, keterampilan, dan produktivitas melalui koneksi dengan alam dengan arsitektur biofilik. Metode desain yang digunakan adalah pragmatisme dengan enam tahapan desain yaitu identifikasi & mendefinisikan masalah, eksplorasi dan alternatif desain, pemrograman, penyusunan kriteria, konsep, dan hasil desain. Konsep utama desain ini adalah ‘Connect with people, connect with nature’. ‘Connect with people’ dicapai dengan hasil desain Surabaya Creative Hub yang fleksibel, mendukung kegiatan pelaku kreatif secara terpusat sehingga memungkinkan bagi pelaku kreatif untuk mendapat relasi dan eksposur yang lebih luas. ‘Connect with nature’ dicapai dengan hasil penerapan 12 pola arsitektur biofilik pada desain. Kata kunci: abstrak, simpulan, creative hub, arsitekur biofilik
Intergenerational Care Center dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik di Kota Surabaya Salsabila, Santika Fitri; Asikin, Damayanti
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah lansia dan partisipasi kerja perempuan memunculkan kebutuhan akan fasilitas yang dapat melayani dua kelompok usia sekaligus, yaitu lansia dan anak-anak. Surabaya Barat sebagai wilayah dengan pertumbuhan tinggi belum memiliki fasilitas terpadu yang menggabungkan panti werdha eksklusif dan day care dalam satu kawasan. Intergenerational Care Center dirancang sebagai solusi untuk menjawab kebutuhan tersebut sekaligus mendorong interaksi sosial antar generasi. Pendekatan arsitektur biofilik digunakan untuk menciptakan suasana yang sehat, alami, dan nyaman melalui penggunaan elemen alam seperti pencahayaan alami, ventilasi silang, ruang terbuka hijau, dan material alami. Selain itu, perancangan dilakukan dengan metode empirisme, yaitu melalui pengamatan langsung terhadap aktivitas pengguna dan kondisi eksisting sebagai dasar dalam merumuskan keputusan desain. Proses perancangan dimulai dari analisis kebutuhan pengguna, tapak, dan fungsi ruang, kemudian dikembangkan menjadi konsep tata massa, zonasi, dan perancangan ruang yang seimbang antara fungsi interaksi dan privasi. Diharapkan perancangan ini dapat menjadi alternatif fasilitas sosial yang mendukung kesejahteraan fisik dan psikologis bagi lansia dan juga anak-anak.   Kata kunci: intergenerational care center, lansia, anak-anak, arsitektur biofilik
Evaluasi Kenyamanan Suasana Ruang Berkaitan Dengan Tren Work From Cafe Dwintania Syafira
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 telah mendorong perubahan signifikan dalam pola kerja masyarakat, termasuk munculnya tren Work From Café (WFC). Tren ini berkembang pesat di kota-kota pendidikan seperti Kota Malang, di mana kafe menjadi ruang kerja bagi pekerja dan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kenyamanan suasana ruang pada salah satu kafe di Kota Malang yaitu Nakoa Café dalam mendukung aktivitas WFC. Metode penelitian yang digunakan adalah explanatory sequential mixed methods dengan data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner kepada 100 responden dan data kualitatif diperolah melalui observasi langsung pada objek penelitian. Analisis dilakukan menggunakan interpretasi mean score, analisis faktor, dan analisis kondisi eksisting. Hasil menunjukkan bahwa Nakoa Café telah memenuhi sebagian besar aspek kenyamanan ruang, khususnya dalam unsur interior, akustik, thermal, aroma, dan fasilitas pendukung. Namun demikian, aspek spasial, terutama terkait dimensi dan pengaturan perabot masih memerlukan perbaikan agar sesuai dengan standar. Temuan ini memberikan dasar bagi peningkatan kualitas ruang kafe dalam mendukung kenyamanan dan produktivitas pengguna WFC di masa mendatang.Kata kunci: Work from Cafe (WFC), Kafe, Kenyamanan Ruang
Desain Inklusif Sekolah Luar Biasa Tunagrahita-Tunaganda di Kota Malang Alethania, Maria Chesa; Ir. Rinawati P. Handajani, MT., IPM.
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunagrahita-tunaganda mempunyai kondisi gangguan intelektual yang dikombinasikan dengan keterbatasan lainnya, sehingga memerlukan adanya pendidikan khusus yang mendukung perkembangan mereka. Namun, hanya 7,5% anak berkebutuhan khusus di Indonesia yang mendapatkan akses pendidikan formal. Maka dari itu, diperlukan adanya Sekolah Luar Biasa yang dapat memenuhi kebutuhan anak tunagrahita-tunaganda dalam hal pemenuhan kebutuhan karakter, aksesibilitas secara horizontal dan vertikal, serta kebutuhan untuk menciptakan ruang berekspresi dan pengembangan yang optimal. Metode desain menggunakan metode empiris melalui observasi langsung pada lima subjek anak tunagrahita- tunaganda di SLB Putra Jaya dan SLB Sathithen. Observasi dilakukan terhadap aktivitas, karakteristik pengguna, dan kondisi ruang eksisting. Pendekatan desain menggunakan prinsip desain inklusif CABE yang meliputi kesetaraan penggunaan, fleksibilitas, kesederhanaan, informasi yang jelas, toleransi terhadap kesalahan, upaya fisik rendah, serta ukuran dan ruang yang tepat. Hasil observasi menunjukkan tiga permasalahan utama: kecenderungan distraksi, perilaku pasif, dan keterbatasan aksesibilitas. Berdasarkan temuan tersebut, dikembangkan tiga konsep desain utama: desain minim distraksi melalui zonasi fokus (tinggi, sedang, rendah) dan penerapan strategi separasi-barrier-orientasi, desain ruang aksesibel dengan mempertimbangkan aksesibilitas seluruh pengguna (tunagrahita, tunanetra, dan tunadaksa), serta desain untuk semua yang mempertimbangkan kebutuhan ruang dengan menerapkan aspek-aspek desain inklusif (aksesibilitas, layout ruang, sirkulasi, signage, pencahayaan, penghawaan, material, warna, kontras visual, dan akustik). Kata kunci: Sekolah Luar Biasa, Tunagrahita-Tunaganda, Desain Inklusif
Perancangan Convention Center sebagai Sarana MICE dengan Konsep Green Architecture di Surabaya Yuniar, Dea Fanda; Jono Wardoyo, ST., MT
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya sebagai kota bisnis terbesar kedua di Indonesia dan ibu kota Provinsi Jawa Timur, memiliki berbagai keunggulan lokasi strategis yang mendukung aktivitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions). Keberadaan beberapa kawasan Central Business District (CBD) di Surabaya memperkuat dinamika bisnis di kota ini. Namun, fasilitas MICE yang ada saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan yang terus berkembang, terutama dari segi kapasitas, teknologi, dan aspek keberlanjutan lingkungan. Surabaya juga menghadapi tantangan iklim tropis berupa suhu tinggi, kelembaban, curah hujan deras, dan radiasi matahari yang intens. Oleh karena itu, penerapan prinsip green architecture dalam desain venue MICE baru sangat penting untuk menciptakan bangunan yang adaptif terhadap kondisi iklim tropis sekaligus mendukung efisiensi energi dan kenyamanan pengguna. Pendekatan green architecture diharapkan dapat menjawab kebutuhan kota akan fasilitas MICE modern yang berkapasitas besar, teknologi mutakhir, dan ramah lingkungan, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi dan posisi Surabaya sebagai pusat bisnis dan pariwisata regional. Kata kunci: MICE, Convention Center, Arsitektur Hijau
Padang Bulan: Desain Playground Kreatif Berbasis Behavior Setting untuk Mendorong Perilaku Bermain Anak di Surabaya Ia'nati, A'thy
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bermain merupakan aktivitas penting dalam kehidupan anak yang mendukung proses tumbuh kembang melalui pengalaman yang menyenangkan, bebas, dan kreatif. Anak belum mampu mendefinisikan ruang secara eksplisit, sehingga setiap ruang berpotensi menjadi ruang bermain apabila sesuai dengan kriteria kebutuhan bermain mereka. Menanggapi isu sosial tentang keterbatasan ruang bermain inklusif, penelitian ini bertujuan untuk merancang taman bermain kreatif yang optimal berbasis pendekatan behavior setting. Pendekatan teori behavior setting digunakan untuk mengkaji hubungan antara perilaku anak dan ruang, dengan metode empiris mengamati langsung  behavior anak sebagai actor dari berbagai kelompok usia. Lokasi Desain berada di kawasan bersejarah Surabaya, yang kaya budaya lokal. Inspirasi perancangan diambil dari tembang macapat Jawa, seperti Sinom, Kinanthi, dan Padang Bulan. Desain Padang Bulan Creative Playground mengintegrasikan aktivitas bermain, nilai-nilai budaya lokal, dan lingkungan alami ke dalam ruang edukatif yang aman dan bermakna, menciptakan harmoni antara perilaku anak dan bentuk arsitektur. Kata kunci: Perilaku anak, taman bermain, behavior setting, arsitektur partisipatif. 
Kenyamanan Visual dan Spasial Pengunjung melalui Penerapan Brand Identity Interior Coffee Shop di Kota Malang Miftahul Jannah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan bisnis kafe di Kota Malang meningkat signifikan sebesar 20% pada tahun 2023 dengan total 3.442 usaha (Bapenda, 2023). Persaingan ketat di industri ini menuntut coffee shop untuk memperkuat brand identity melalui desain interior yang nyaman dan konsisten, sebagaimana ditunjukkan oleh merek-merek Top Brand seperti Kopi Kenangan dan Fore Coffee. Identitas merek yang diterapkan secara konsisten pada interior menciptakan kesan yang kohesif dan menyenangkan, sehingga meningkatkan kenyamanan visual melalui kejelasan dan estetika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kenyamanan visual dan spasial pengunjung melalui penerapan brand identity interior coffee shop di kota Malang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi langsung pada dua objek studi: Fore Coffee dan Kopi Kenangan di Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fore Coffee berhasil menerapkan kenyamanan visual 100% dan Kopi Kenangan 95%. Temuan ini membuktikan bahwa desain interior yang terencana tidak hanya memperkuat identitas merek tetapi juga meningkatkan pengalaman pengunjung coffee shop. Kata kunci: brand identity, interior, coffee shop, kenyamanan visual.
Community Learning Center dengan Pendekatan Arsitektur Interaktif di Kota Bekasi, Jawa Barat Majesty Gladys Tiara; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan di Kota Bekasi masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan sarana hingga lingkungan belajar yang kurang optimal. Perancangan Community Learning Center (CLC) bertujuan menyediakan fasilitas pendidikan nonformal yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menstimulus minat belajar. Melalui pendekatan arsitektur interaktif, CLC dirancang bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang yang mendorong partisipasi, eksplorasi, dan keterlibatan aktif. Strategi perancangan menggunakan metode strukturalisme yang menganalisis pola hubungan antar elemen desain. Interaktivitas menjadi inti konsep dengan atribut berbeda yang saling melengkapi di setiap zona. Ruang luar menonjolkan desired context sebagai perpanjangan ruang komunitas yang membangun keterhubungan sosial. Lobi dirancang dengan atribut interface sebagai penghubung ruang, informasi, dan pengguna. Zona anak (11–14 tahun) memadukan beberapa atribut seperti new experience hingga embodied learning untuk eksplorasi dan kreativitas. Zona remaja (15–18 tahun) menekankan fleksibilitas dan kolaborasi melalui atribut transformative space dan practical action. Zona dewasa muda (19–30 tahun) difokuskan pada pembelajaran aplikatif dengan atribut practical action. CLC dirancang sebagai ruang belajar yang aktif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Kota Bekasi, diharapkan mampu meningkatkan minat belajar serta menjadi model fasilitas pendidikan nonformal yang kontekstual dan berkelanjutan.   Kata kunci: community learning center, interaktif, minat belajar
Perancangan Creative Senior Living Communities dengan Pendekatan Healing Environment di Kota Batu Amalia, Aghnia Suci
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lansia di Indonesia menimbulkan tantangan baru dalam penyediaan fasilitas yang mampu menunjang kesejahteraan lansia. Jawa Timur, khususnya Kota Batu, mengalami penuaan penduduk (ageing population) dengan persentase lansia yang cukup tinggi. Seiring bertambahnya usia, lansia rentan mengalami degenaratif yaitu penurunan fungsi fisik, kognitif, dan psikologis yang berdampak pada kualitas hidup mereka. Sayangnya, fasilitas perawatan lansia yang ada belum mampu menjawab kebutuhan ini secara menyeluruh, ditambah adanya stigma negatif terhadap panti jompo. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam bentuk hunian lansia yang ramah, aman, dan mendukung produktivitas, salah satunya melalui konsep Creative Senior Living Communities. Perancangan ini mengusung pendekatan healing environment yang bertujuan menciptakan lingkungan yang nyaman, sehat, dan menyenangkan bagi lansia. Fasilitas yang dirancang juga mewadahi aktivitas seni dan budaya sebagai media ekspresi dan interaksi sosial, guna meningkatkan kesejahteraan psikologis dan memperpanjang masa produktif lansia.   Kata kunci: lansia, degenaratif, senior living, healing environment
Creative Tourism Center dengan Pendekatan Interactive Architecture di Kota Malang Nisrina Qatrunnida
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat informasi wisata atau TIC merupakan sebuah fasilitas penunjang pariwisata yang menjadi salah satu fokus pengembangan pariwisata oleh pemerintah Indonesia. Malang raya, sebagai salah satu tujuan destinasi wisata terbesar di Jawa Timur, juga sedang melalukan pengembangan pariwisata. Potensi alam yang unik pada tiap daerah di Malang Raya kurang terekspos karena fasilitas penunjang pariwisata yang ada belum optimal. Pemerintah Kota Malang dalam Perwali Malang No. 34 Tahun 2014 menyatakan kebutuhan penyediaan fasilitas yang dapat memberi pelayanan dan informasi sesuai dengan kebutuhan para wisatawan dalam lingkup Malang Raya. Konsep pariwisata kreatif dengan pendekatan interactive architecture digunakan pada perancangan ini untuk meningkatkan daya tarik visual dan menghidupkan kembali nyawa TIC karena memberikan pengalaman interaktif yang berkesan bagi pengunjung. Perancangan menggunakan metode pragmatis untuk mengidentifikasikan masalah sesuai konteks lingkungan dengan tahapan merancang menggunakan interactive architecture untuk merasakan hubungan timbal balik antara pengguna, lingkungan, dan bangunan. Hasil perancangan ini merupakan sebuah creative tourism center yang menerapkan basis aktivitas learning, tasting, seeing, dan buying untuk mempromosikan potensi wisata tiap daerah. Aplikasi komponen interaktif pada tiap ruang menciptakan ruang yang multi guna dan sesuai dengan kebutuhan fungsi, aktivitas, dan kapasitas penggunanya.