cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Lokalitas Aspek Visual Arsitektur Pendopo Wahyawibawagraha Kabupaten Jember Haniyah, Hafizh
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lokalitas arsitektur dapat tercermin pada aspek visual bangunan. Asepk visual ini memuat ekspresi lokal arsitektural khas. Pendopo Wahyawibawagraha di Kabupaten Jember menjadi salah satu landmark arsitektur bernuansa tradisional Jawa yang berada dalam konteks budaya masyarakat Pandhalungan. Namun, dinamika zaman dan pemerintahan menyebakan adanya beberapa adaptasi, sehingga aspek visual tradisional pada bangunan ini berpotensi mengalami pergeseran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lokalitas pada aspek visual arsitektur Pendopo Wahyawibawagraha. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan observasi langsung, wawancara, dokumentasi visual, dan kajian pustaka mengenai lokalitas arsitektur dan prinsip arsitektur tradisional Jawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokalitas visual pendopo tercermin melalui penggunaan atap Joglo Mangkurat, bentuk geometri simetris, ornamen khas flora, fauna, dan kepercayaan, serta motif tembakau sebagai simbol ekspresi lokal Jember. Selain itu, penggunaan warna emas sebagai warna dominan merepresentasikan makna simbolik kekuasaan dan kehormatan. Temuan ini memperlihatkan bahwa aspek visual pendopo masih mempertahankan nilai arsitektur tradisional Jawa, walaupun telah mengalami penyesuaian dalam konteks perubahan zaman dan fungsi bangunan pemerintahan pada masa kini. Kata kunci: Lokalitas arsitektur, pendopo, arsitektur tradisional Jawa.
HOTEL RESORT BINTANG LIMA DENGAN KONSEP TROPICAL LUXURY DI KOTA BATU Fisary, Aura Putri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia berpotensi besar dalam pengembangan fasilitas akomodasi kelas atas. Meningkatnya permintaan pengalaman menginap yang nyaman, mewah serta berorientasi alam menjadi latar belakang perancangan hotel resort bintang lima dengan konsep Tropical Luxury. Tujuan perancangan ini adalah menciptakan lingkungan resort yang menyatukan kemewahan, kenyamanan termal tropis, serta integrasi harmonis dengan lanskap Kota Batu. Metode perancangan dilakukan melalui tahapan analisis tapak, studi preseden, transformasi massa bangunan, hingga pengolahan ruang luar dan dalam berdasarkan hirarki zonasi—publik, semi-publik, dan privat. Tata letak bangunan memanfaatkan kontur alami untuk orientasi visual dan efisiensi energi. Sedangkan konsep bentuk dikembangkan melalui pendekatan subtraktif aditif dengan material lokal seperti batu alam, kayu, dan genteng tanah liat. Hasil desain mencakup penataan ruang luar yang ramah pejalan kaki, komposisi massa yang menyesuaikan iklim, serta sistem utilitas terintegrasi seperti distribusi air bersih, penghawaan buatan, kelistrikan, proteksi kebakaran, dan penangkal petir. Kesimpulan perancangan ini menunjukkan bahwa konsep Tropical Luxury dapat diterapkan secara optimal untuk menciptakan resort bintang lima yang responsif terhadap iklim, estetis secara visual, dan memenuhi kebutuhan kalangan atas. Saran untuk pengembangan berikutnya adalah memperluas fasilitas eksklusif dan teknologi berbasis smart hospitality untuk menjangkau pasar premium serta mendukung identitas Kota Batu sebagai destinasi wisata mewah berkelanjutan.   Kata kunci: Hotel Resort, Kota Batu, Tropical Luxury, Arsitektur Tropis   ABSTRACT   Batu City, as a leading tourist destination in Indonesia, has significant potential for the development of high-end accommodation facilities. The growing demand for comfortable, luxurious, and nature-oriented accommodation experiences is the driving force behind the design of a five-star resort hotel with the Tropical Luxury concept. The goal of this design is to create a resort environment that combines luxury, tropical thermal comfort, and harmonious integration with the Batu City landscape. The design methodology encompasses site analysis, precedent studies, building mass transformation, and the processing of outdoor and indoor spaces based on a zoning hierarchy—public, semi-public, and private. The building layout utilizes natural contours for visual orientation and energy efficiency. The form concept was developed through a subtractive-additive approach using local materials such as natural stone, wood, and clay roof tiles. The design results include pedestrian-friendly outdoor spaces, climate-adaptive mass composition, and integrated utility systems such as clean water distribution, artificial ventilation, electricity, fire protection, and lightning protection. The design's conclusions demonstrate that the Tropical Luxury concept can be optimally applied to create a five-star resort that is climate-responsive, visually aesthetic, and meets the needs of the upper class. Suggestions for future development include expanding exclusive facilities and smart hospitality-based technology to reach the premium market and support Batu City's identity as a sustainable luxury tourism destination.   Keywords: : Resort Hotel, Batu City, Tropical Luxury, Tropical Architecture
Family Center dengan Pendekatan Arsitektur Interaktif di Kota Malang Rosyida Chusdanar Nopramadani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan angka perceraian dan kekerasan anak tertinggi di Indonesia. Kota Malang menjadi salah satu kota dengan kepadatan penduduk tertinggi di provinsi Jawa Timur. Namun, kondisi permasalahan keluarga dan kepadatan penduduk terserbut tidak diimbangi dengan penyediaan fasilitas keluarga terpusat yang mengintegrasikan setiap kebutuhan atas permasalahan setiap anggota keluarga. Tugas Akhir ini bertujuan untuk merancang sebuah pusat fasilitas keluarga terintegrasi menggunakan pendekatan arsitektur interaktif. Konsep ini bertujuan menyediakan fasilitas keluarga yang menjadi wadah dalam menangani permasalahan keluarga dengan mengedepankan interaksi positif baik antar pengguna maupun lingkungannya. Objek desain berupa Family Center yang berlokasi di Jl. Mayjend Sungkono, Wonokoyo, Kec. Kedungkandang, Kota Malang. Proses desain menggunakan paradigma empirisisme melalui metode observasi dengan mengidentifikasi aspek-aspek arsitektur interaktif yang diterapkan pada objek observasi. Selanjutnya, dilakukan analisis terhadap tapak, fungsi, ruang, dan bangunan. Hasil analisis ini dijadikan dalam penyusunan konsep desain hingga pengimplementasian konsep dalam desain Family Center. Hasil desain merupakan Family Center yang menerapkan 10 prinsip arsitektur interaktif pada aspek tata massa, ruang luar, bangunan, dan ruang dalam. Family Center dengan pendekatan arsitektur interaktif dapat menjadi solusi untuk menyediakan fasilitas keluarga yang membantu menyelesaikan permasalahan setiap anggota keluarga melalui peningkatan interaksi positif.   Kata kunci: Family Center, Arsitektur Interaktif, Empirisisme
Konsep Arsitektur Bioklimatik pada Compound Space sebagai Ruang Rekreatif di Jakarta Selatan Zahri, Nurul Aini Fadilah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global dan urbanisasi yang tinggi telah meningkatkan risiko lingkungan dan tekanan psikologis, terutama di kawasan pusat bisnis (CBD) Jakarta Selatan. Stres yang dialami para pekerja didukung oleh polusi udara, kemacetan, dan kurangnya ruang terbuka hijau. Compound space dengan pendekatan arsitektur bioklimatik di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, dapat menjadi solusi ruang rekreatif yang mampu merespons iklim serta memberikan kenyamanan termal. Pendekatan yang digunakan adalah perpaduan metodologi strukturalisme dan prinsip arsitektur bioklimatik agar terciptanya ruang terbuka publik yang ramah lingkungan dan adaptif terhadap iklim. Objek rancangan mencakup fungsi komersial dan rekreatif yang mengoptimalkan ventilasi alami, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengolahan tapak yang disesuaikan dengan iklim setempat. Desain ini dapat meningkatkan kualitas hidup para pekerja dan masyarakat setempat serta mendukung agenda pembangunan rendah karbon di Jakarta.
Perancangan Lifestyle Centre dengan Pendekatan Placemaking di Kota Kepanjen, Kabupaten Malang Wirapati, Raisha Cana Putri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernisasi dan globalisasi berperan dalam pergeseran gaya hidup masyarakat menjadi lebih kompleks. Perubahan ditandai dengan banyaknya ragam aktivitas masyarakat  yang mendorong pemenuhan kebutuhan ruang multifungsi dalam satu tempat seperti lifestyle centre. Kota Kepanjen salah satu kota yang mengalami peningkatan transformasi gaya hidup.  Namun, belum memiliki fasilitas representatif yang mampu menggambarkan citra Kota Kepanjen. Tujuan rancang desain ini untuk menunjang perekonomian serta memenuhi transformasi gaya hidup masyarakat Kota Kepanjen melalui pendekatan placemaking dengan metode paradigma desain rasionalisme. Rancang dimulai dengan analisis studi preseden terhadap empat aspek utama antara lain Uses and Activities (Kegunaan & Aktivitas), Access and Linkages (Aksesibilitas & Hubungan), Comfort & Images (Kenyamanan & Citra ), Sociability (Sosiabilitas) yang menghasilkan susunan aturan perakitan (rules of assembly) yang dikombinasikan dengan hasil analisis pada tapak, sehingga menghasilkan rumusan sintesis kriteria desain yang sesuai. Hasil perancangan desain menunjukkan bahwa penerapan kriteria desain tersebut menghasilkan fasilitas berupa Lifestyle Centre yang tidak hanya menjadi wadah pemenuhan kebutuhan transformasi gaya hidup masyarakat maupun pusat pengembangan ekonomi, namun juga mampu mewadahi berbagai kegiatan dalam satu area yang memiliki konektivitas yang baik terhadap lingkungan sekitarnya, sehingga mampu mendorong terbentuknya ruang-ruang sosial yang kontekstual dengan konteks lokal sekaligus menjadi sebuah fasilitas representatif yang mampu menggambarkan citra Kota Kepanjen sebagai ibukota Kabupaten Malang.
Pola Pemanfaatan Area Pedagang Kaki Lima di Koridor Jalan Soekarno Hatta Malang Berdasarkan Perilaku Pengguna Iklima, Aliza Lula; Pamungkas, Sigmawan Tri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koridor Jalan Soekarno Hatta Kota Malang merupakan salah satu kawasan perdagangan dan jasa strategis yang berkembang pesat. Perkembangan yang diikuti oleh meningkatnya kepadatan dan keramaian memunculkan tantangan dalam pengelolaan ruang publik perkotaan. Aktivitas penggunaan ruang publik dipicu oleh keberadaan pedagang kaki lima (PKL) sebagai pelaku sektor informal yang menyebabkan singgungan antar pengguna ruang dan penumpukan aktivitas di beberapa titik koridor jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pemanfaatan area pedagang kaki lima di koridor Jalan Soekarno Hatta Malang berdasarkan perilaku pengguna. Penelitian ini berjenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif-evaluatif menggunakan metode observasi pemetaan perilaku berjenis place-centered mapping. Penelitian ini berfokus pada aktivitas pemanfaatan ruang yang dipicu oleh keberadaan PKL dengan meninjau pengaruh setting fisik ruang publik terhadap perilaku pemanfaatan ruang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setting fisik ruang mempengaruhi perilaku dan kecenderungan pengguna ruang dalam beraktivitas. Pola aktivitas pemanfaatan ruang yang terbentuk dipengaruhi oleh keterbukaan/akses dari area-area yang diamati dan ketersediaan elemen-elemen fisik penunjang aktivitas. Kata kunci: pemanfaatan ruang, aktivitas, PKL, pemetaan perilaku
Perubahan Spasial dan Visual Hunian Masyarakat di Tepi Sungai Jeneberang Benteng Sumba Opu Kabupaten Gowa Aryandi, Adinda Azizatul Visi
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Bugis-Makassar merupakan arsitektur vernakular berupa rumah panggung yang berkembang di Sulawesi Selatan. Permukiman rumah ini dapat ditemukan di sekitar Benteng Sumba Opu, tepi Sungai Jeneberang, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa. Perubahan terhadap rumah Bugis-Makassar yang dilakukan sebagai bentuk adaptasi berdampak terhadap pelestarian arsitektur aslinya. Konsep adaptive reuse tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan kembali bangunan untuk fungsi baru, tetapi juga sebagai strategi pelestarian warisan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola perubahan spasial dan visual pada hunian masyarakat dengan menggunakan pendekatan adaptive reuse. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan case study. Analisis dilakukan melalui strategi integrasi, taktik renovasi, dan tipe intervensi. Pola perubahan spasial meliputi penambahan bangunan yang mengubah organisasi ruang dan intensitas penggunaan ruang lama, penambahan ruang untuk aktivitas baru, penggunaan lemari sebagai sekat, serta penambahan sirkulasi berupa tangga dari bangunan baru ke rumah lama. Secara visual, rumah dengan integrasi rendah menampilkan dominasi bentuk rumah lama. Perubahan visual lainnya mencakup penambahan bukaan dan pencahayaan, penggunaan material modern, modifikasi fasad, serta penambahan atap. Kata kunci: Rumah Bugis-Makassar, Adaptive Reuse, Pola Perubahan
Desain Arsitektur Hemat Energi pada Surabaya SOHO Co-Living Apartment Saputra, Lovenie
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan remote working dan meningkatnya kebutuhan hunian bagiremote worker di kawasan urban seperti Surabaya mendorong lahirnya konsep hunian baru yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan. Permasalahan seperti tingginya konsumsi energi dan isolasi sosial pada hunian vertikal menjadi latar belakang perancangan Surabaya SOHO Co-Living. Perancangan ini bertujuan menghadirkan hunian vertikal berkonsep SOHO dan Co-Living yang mendukung gaya hidup produktif, kolaboratif, serta efisien dalam penggunaan energi, dengan target utama remote worker kelas menengah di Surabaya Timur. Metode yang digunakan adalah empirisme dengan observasi tipologi bangunan sejenis dan wawancara terkait perilaku remote worker. Pendekatan arsitektur hemat energi diterapkan melalui strategi desain pasif, seperti orientasi bangunan, optimalisasi penghawaan pencahayaan alami, serta pemanfaatan sumber daya terbarukan yang disesuaikan dengan kondisi pada tapak. Hasil desain berupa hunian multifungsi yang dapat dengan efisien menyatukan fungsi ruang tinggal, area bekerja, dan area komunal. Kata kunci: Hunian Vertikal, Remote Worker, Hemat Energi, Interaksi Sosial
WELLNESS CENTER DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOFILIK DI MALINO Hardyan Wimana Aprillio
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan gangguan kesehatan mental dan fisik setelah era pandemi di daerah perkotaan memerlukan strategi arsitektur yang mampu mendukung pemulihan secara menyeluruh. Penelitian ini merancang sebuah Wellness Center di Malino dengan pendekatan arsitektur biofilik yang menggabungkan unsur-unsur alam ke dalam ruang. Masalah utama yang dihadapi mencakup kenyamanan suhu di iklim sejuk, pengalaman sensorik yang melibatkan alam, aksesibilitas yang mudah dijangkau, serta kesesuaian skala bangunan dengan lingkungan ekologis setempat. Metode yang digunakan meliputi pendekatan rasionalisme studi preseden berdasarkan 14 Pola Desain Biofilik. Hasil rancangan menunjukkan bahwa cahaya alami, tumbuhan, air, material lokal, serta ventilasi pasif mampu menciptakan ruang yang mendukung pemulihan psikologis maupun fisik. Fasilitas yang tersedia meliputi area olahraga, ruang meditasi, serta layanan terapi fisik dan mental, yang diatur dalam ruang yang inklusif dan fleksibel. Penelitian ini berkontribusi pada bidang arsitektur kesehatan dengan mengusung konsep desain berbasis alam yang mengombinasikan aspek fungsional, sensorik, dan konteks lingkungan untuk meningkatkan kualitas kehidupan.
Perancangan Pusat Rehabilitasi Mental dengan Strategi Healing Environment di Malang Aqila, Firdatunnisa Fairani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan mental menjadi isu krusial dalam beberapa tahun terakhir, khususnya pascapandemi yang menyebabkan meningkatnya jumlah individu dengan gangguan psikologis di Indonesia. Data menunjukkan bahwa 69% dari 2.364 responden mengalami permasalahan psikologis, dengan kelompok rentan seperti perempuan, anak-anak, remaja, dan lansia sebagai pihak yang paling terdampak. Di sisi lain, keterbatasan fasilitas dan stigma negatif terhadap gangguan jiwa memperburuk kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan profesional. Jawa Timur sebagai salah satu provinsi berpopulasi besar dengan proporsi kelompok rentan yang tinggi, masih kekurangan fasilitas rehabilitasi mental yang terstandar dan inklusif. Menjawab kebutuhan tersebut, perancangan Pusat Rehabilitasi Mental di Malang ini menggunakan pendekatan Optimal Healing Environment (OHE) yang menekankan pada penciptaan lingkungan fisik dan psiko-sosial yang kondusif bagi penyembuhan. Hasil rancangan berupa pusat rehabilitasi mental dengan menerapkan enam aspek utama healing environment, meliputi suasana home-like, akses terhadap alam dan pencahayaan alami, pengendalian kebisingan, keterjangkauan fisik, serta tata ruang fleksibel. Dengan demikian, desain ini tidak hanya berperan sebagai fasilitas pemulihan, namun juga sebagai upaya mengurangi stigma terhadap kesehatan mental dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental melalui arsitektur yang empatik dan manusiawi.Kata kunci: Pusat Rehabilitasi, Kesehatan Mental, Healing Environment, Malang.