cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Pengaruh Pola Arsitektur Biofilik Terhadap Kualitas Hidup Taman Kota (Studi Kasus: Taman Singha Merjosari) Andini Puspita Sucahyawati
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Kota Malang menyebabkan penurunan jumlah ruang terbuka publik disertai dengan penurunan kualitasnya. Arsitektur biofilik menghubungkan manusia dengan alam pada tata ruang luar dan dalam meningkatkan kualitas hidup. Namun, penelitian terkait penerapan arsitektur biofilik yang sesuai dengan kondisi taman kota Indonesia masih belum banyak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan pola arsitektur biofilik pada Taman Singha Merjosari serta menganalisis persepsi pengunjung terkait tingkat layanan dan kepentingan bagi kualitas hidup. Jenis penelitian kuantitatif digunakan dengan pengumpulan data melalui observasi visual, dokumentasi, dan kuisioner. Data dianalisis melalui analisis visual dan Importance Performance Analysis. Penerapan pola arsitektur biofilik di Taman Singha Merjosari yang paling banyak adalah kelapangan, sedangkan pola yang paling sedikit diterapkan adalah ketegangan/resiko. Sementara itu, kualitas hidup Taman Singha Merjosari yang paling tercapai adalah kesegaran fisik, sedangkan yang kurang tercapai adalah keakraban sosial. Taman Singha Merjosari memerlukan optimalisasi penerapan pola arsitektur biofilik untuk pola keberadaan air, pencahayaan dinamis, bentuk dan pola biomorfik, kerumitan dan tatanan alam, misteri, perlindungan, serta koneksi material dengan alam. Optimalisasi pada penerapan pola-pola tersebut dapat meningkatkan kualitas taman yang dapat memenuhi kebutuhan dan kepuasan pengunjung dengan mempertimbangkan pengaruhnya terhadap kualitas hidup. Kata kunci: Arsitektur biofilik, kualitas hidup, ruang terbuka, Taman Singha Merjosari
Analisis Kualitas Visual Arsitektur Bioklimatik pada Rumah Gadang di Sumatera Barat Fahriansyah, Rahmadatul; Nugroho, Agung Murti
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modernization has led to the gradual abandonment of Rumah Gadang, the vernacular architecture of the Minangkabau people, in favor of modern residential buildings that often neglect bioclimatic principles necessary for achieving passive thermal comfort and energy efficiency. This study addresses this issue with the aim of inspiring modern architectural design by analyzing the application of bioclimatic principles in two Rumah Gadang located in the Seribu Rumah Gadang area, Solok Selatan. A qualitative approach was employed through direct observation, visual documentation, and literature review. The findings provide a fundamental understanding of how physical elements of Rumah Gadang contribute to natural thermal comfort, particularly through passive strategies such as high-pitched roofs with spacious cavities, wooden walls, continuous overhangs and window openings, and raised floors that facilitate air circulation. However, both case studies revealed a lack of vegetated landscaping, which could be improved to enhance environmental performance. From a multidisciplinary perspective, this research underscores the importance of preserving local architecture as a reference for climate-adaptive design while simultaneously serving as a culturally contextual and sustainable architectural expression.
RE-CREATION HAVEN BUILDING DESIGN FOR THE RECOVERY OF MENTAL HEALTH SYMPTOMS IN YOUNG ADULTS Monica Sheira; Ema Yunita Titisari
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mental health issues among young adults in Malang City have shown a significant increase; however, the lack of awareness to seek professional help remains a major obstacle to recovery. This study aims to design a recreation-coping facility called Re-creation Haven as an alternative space that supports the self-recovery process of young adults. The research uses a qualitative method with a case study approach, field observations, expert interviews, questionnaires, and site surveys. The design approach is based on the healing environment concept and the operational empiricism method to explore users’ direct experiences. The study results indicate that the design of Re-creation Haven—intended as a mental recovery space for young adults—should emphasize simplicity, extensive use of natural materials, visual friendliness, abundant vegetation, and various recreational activities, all in accordance with the characteristics of the healing environment concept. Re-creation Haven offers an alternative spatial concept that integrates recreation and psychological healing elements, addressing the need of young adults for a safe and comfortable place for independent recovery.
Penerapan Konsep Adaptive Reuse pada Gedung Rajabally Bagian Utara, Kota Malang Tumanggor, Fakhrun Nisa
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gedung Rajabally bagian utara di Kota Malang merupakan bangunan kolonial yang mengalami alih fungsi menjadi Lafayette Coffee & Eatery. Perubahan fungsi ini menimbulkan tantangan terhadap keberlanjutan nilai sejarah dan arsitektural bangunan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan konsep adaptive reuse melalui pendekatan kualitatif deskriptif, dengan fokus pada empat unit amatan: fasad, permukaan ruang dalam, penambahan lantai baru, serta aksesibilitas dan sirkulasi. Analisis dilakukan menggunakan strategi desain adaptive reuse Cramer & Breitling (2007). Hasil menunjukkan bahwa strategi modernisation dan adaptation paling banyak diterapkan, terutama pada transformasi visual dan fungsi ruang. Sementara corrective maintenance dan replacement diterapkan secara terbatas dan tidak selalu memperhatikan nilai keaslian. Intervensi pada atap, paviliun baru, dan interior ruang menghasilkan degradasi gaya asli Nieuwe Bouwen. Adapun fungsi sosial bangunan berhasil diaktifkan kembali. Namun, adaptive reuse yang dilakukan belum sepenuhnya seimbang antara kebutuhan komersial dan pelestarian. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan adaptif yang lebih sensitif terhadap konteks sejarah dalam upaya pelestarian bangunan bersejarah.
Pengaruh Pola Arsitektur Biofilik terhadap Kualitas Hidup Ruang Terbuka Hijau (Studi Kasus Alun-alun Kota Batu) Cayadi, Jeanetta
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ruang terbuka hijau di Kota Batu semakin berkurang seiring perkembangan pesat menjadi kota wisata. Kota Batu dihadapkan dengan tantangan untuk menjaga kualitas ruang terbuka publik akibat pertumbuhan penduduk serta industri pariwisata. Keberadaan alun-alun sebagai tempat rekreasi ikonik belum banyak dikaji terkait kualitas hidup ruang terbuka publik. Arsitektur biofilik sebagai konsep hubungan manusia dengan alam pada tata ruang luar dan dalam dapat berdampak pada kualitas hidup atau kesejahteraan pengunjung. Arsitektur biofilik tidak hanya bermanfaat bagi individu, tetapi dapat memperkuat identitas kota dan menjadikan kota lebih menarik. Penelitian ini mengkaji tingkat kepentingan dan kinerja penerapan pola arsitektur biofilik terhadap kualitas hidup (kesegaran fisik, kesehatan mental, ketenangan jiwa, keakraban sosial, dan kedekatan ekologis) di Alun-alun Kota Batu, dengan menggunakan metode kuantitatif berupa analisis visual dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-alun Kota Batu telah menerapkan seluruh pola arsitektur biofilik. Hasil analisis dengan metode Importance Performance Analysis (IPA) adalah pada kuadran I (keep up the good work) terdapat 7 pola arsitektur biofilik, dan pada kuadran III (low priority) terdapat 7 pola arsitektur biofilik. Tidak terdapat pola pada kuadran II (possible overkill) maupun kuadran IV (concentrate here). Kata Kunci: biofilik, ruang terbuka hijau, kualitas hidup, persepsi   ABSTRACT Green open spaces in Batu City are decreasing along with its rapid development into a tourist city. Batu City is faced with the challenge of maintaining the quality of public open spaces due to population growth and the tourism industry. The existence of the town square as an iconic recreation area has not been widely studied regarding the quality of life of public open spaces. Biophilic architecture as a concept of human relationships with nature in the layout of outdoor and indoor spaces can have an impact on the quality of life or well-being of visitors. Biophilic architecture is not only beneficial for individuals, but can strengthen the city's identity and make the city more attractive. This study examines the level of importance and performance of the application of biophilic architectural patterns on the quality of life (physical fitness, mental health, peace of mind, social intimacy, and ecological closeness) in Batu City Square, using quantitative methods in the form of visual analysis and questionnaires. The results show that Batu City Square has implemented all biophilic architectural patterns. The results of the analysis using the Importance Performance Analysis (IPA) method are in quadrant I (keep up the good work) there are 7 biophilic architectural patterns, and in quadrant III (low priority) there are 7 biophilic architectural patterns. There is no pattern in quadrant II (possible overkill) or quadrant IV (concentrate here). Keywords: biophilic, green open space, quality of life, perception
Perancangan Solo Baru City Sports Clubhouse dengan Penerapan Arsitektur Biofilik Ananta, Eriska Putri; Wibisono, Iwan
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemerintah Kota Surakarta tengah menggagas pengembangan Solo Sport City sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan fasilitas olahraga. Sebagai kawasan satelit dengan potensi pengembangan kawasan yang tinggi, Solo Baru menjadi lokasi yang strategis untuk menghadirkan fasilitas olahraga berskala kota. Di Solo Baru, saat ini terdapat banyak middle rise hingga high rise building yang minim area terbuka hijau di sekitarnya. Perancangan Solo Baru City Sports Clubhouse bertujuan untuk menciptakan fasilitas yang mendukung rencana pemerintah tersebut, melalui pendekatan Arsitektur Biofilik. Perancangan ini menggunakan metode desain rasionalisme dengan objek studi preseden  SAFRA Choa Chu Kang, Singapura. Langkah-langkah desain melibatkan analisis objek preseden, pengembangan aturan perakitan, dan penerapan konsep Arsitektur Biofilik dalam proses desainnya. Hasil desain merupakan Sports Clubhouse yang mengintegrasikan elemen alami ke dalam lingkungan buatan dengan penerapan 14 prinsip Arsitektur Biofilik. Desain ini diharapkan dapat menjadi prototipe perancangan fasilitas olahraga di kawasan urban yang mendukung visi pemerintah dan memberikan kontribusi nyata bagi kegiatan olahraga dan rekreasi dengan memaksimalkan potensi alam.   Kata kunci: Sports Clubhouse, Arsitektur Biofilik, Metode Rasionalisme, Solo Baru     ABSTRACT The Surakarta City Government is currently initiating the development of Solo Sport City as a form of commitment to improving the quality of life of the community through the provision of sports facilities. As a satellite area with high potential for regional development, Solo Baru is a strategic location to present city-scale sports facilities. In Solo Baru, there are currently many middle rise to high rise buildings with minimal green open areas around them. The design of the Solo Baru City Sports Clubhouse aims to create facilities that support the government's plan, through a Biophilic Architecture approach. This design uses a rationalism design method with the object of the precedent study SAFRA Choa Chu Kang, Singapore. The design steps involve analyzing precedent objects, developing assembly rules, and applying the concept of Biophilic Architecture in the design process. The design result is a Sports Clubhouse that integrates natural elements into the built environment by applying 14 principles of Biophilic Architecture. This design is expected to be a prototype for designing sports facilities in urban areas that support the government's vision and provide real contributions to sports and recreational activities by maximizing natural potential.   Keywords: Sports Clubhouse, Biophilic Architecture, Rationalism Method, Solo Baru
Rancangan Hunian Lansia Ramah Demensia di Kota Surabaya Hidayat, Haritsah Alif; Handajani, Rinawati Puji
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Populasi lansia di Surabaya mencapai 9,16% dari total populasi, dengan peningkatan kasus demensia yang menyebabkan penurunan kognitif, sensorik, dan motorik pada lansia serta stigma negatif terhadap panti lansia yang masih dinilai kurang memadai. Oleh karena itu, diperlukan perancangan hunian lansia ramah demensia yang dapat mendukung kebutuhan fisik, psikologis, dan sosial lansia serta meningkatkan kemandirian dan daya cipta. Metode perancangan menggunakan pendekatan empirisme, diawali dengan identifikasi masalah, pengumpulan teori, serta pengujian melalui observasi langsung. Studi literatur mendalam dilakukan untuk memahami standar desain ramah demensia, dilengkapi studi komparasi terhadap objek dengan fungsi sejenis. Perancangan ini berfokus pada enam aspek utama: Familiarity, Distinctiveness, Legibility, Comfort, Accessibility, dan Safety, yang diterapkan untuk mengatasi permasalahan kognitif, sensorik, dan motorik pada lansia dengan demensia. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan aspek-aspek tersebut menciptakan lingkungan yang mendukung mobilitas, kenyamanan, dan keselamatan lansia dengan demensia. Hunian ini tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik dan emosional lansia, tetapi juga mengurangi dampak isolasi sosial. Implementasi desain ini diharapkan melibatkan masyarakat dan keluarga serta mendorong peningkatan kualitas fasilitas pada panti lansia pemerintah agar lebih inklusif. Kata kunci: lansia, demensia, desain ramah demensia, hunian lansia     ABSTRACT The elderly population in Surabaya makes up 9.16% of the total population, with a rising number of dementia cases leading to cognitive, sensory, and motor decline. Additionally, nursing homes are often viewed negatively and seen as inadequate. Therefore, designing dementia-friendly housing is essential to support the physical, psychological, and social needs of older adults, as well as to enhance their independence and creativity. This design process utilizes an empirical approach, beginning with problem identification, gathering relevant theories, and testing through direct observation. A comprehensive literature investigation was performed to comprehend dementia-friendly design requirements, along by a comparison analysis of analogous facilities. The design prioritizes six key elements: Familiarity, Distinctiveness, Legibility, Comfort, Accessibility, and Safety, to address the cognitive, sensory, and motor challenges of dementia sufferers. The outcomes show that these elements create an environment that supports mobility, comfort, and safety. This residence is designed to enhance the elderly’s physical and mental welfare, while also addressing the challenges of social isolation. Furthermore, the design implementation encourages community involvement and improvements to government-run nursing homes, making them more inclusive and suitable for dementia patients.   Keywords: elderly, dementia, dementia-friendly design, elderly housing
Desain Pusat Kreativitas dan Inovasi Bisnis Startup dengan Pendekatan Human Centered di Surabaya Wahyudi, Muhammad Hafizh Risqullah; Handajani, Rinawati Puji
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bisnis startup di Indonesia mulai berkembang pada tahun 2010 yang ditandai dengan mulai bermunculannya beberapa bisnis startup besar seperti Gojek dan Bukalapak. Semenjak saat itu, ekosistem bisnis startup di kota-kota besar semakin berkembang. Sama halnya dengan Kota Surabaya yang menduduki peringkat 3 sebagai kota dengan ekosistem startup terbaik di  Indonesia  pada  tahun  2024.  Namun  perkembangan  ekosistem  yang  baik  ini  tidak diimbangi dengan fasilitas kerja yang sesuai, banyak pelaku bisnis startup yang masih tidak memiliki kantor tetap dan bekerja secara nomaden. Ditambah dengan permasalahan umum pada bisnis startup meliputi kebutuhan modal, sumber daya manusia, dan juga fasilitas. Rancangan  desain  ini  ditujukan  untuk  mengatasi  permasalahan  tersebut  dalam  satu ekosistem fasilitas yang terintegrasi untuk menyediakan fasilitas bekerja, pengembangan, dan pencarian modal. Terdapat berbagai jenis bisnis startup di Surabaya, sehingga terdapat berbagai jenis karakteristik pelaku yang berbeda. Human centered design dapat digunakan untuk  mengatasi  permasalahan  berbagai  macam  karakteristik  penggunanya  dengan menganalisis kebutuhan dan cara kerja dari setiap pengguna. Metode perancangan yang digunakan  adalah  pragmatis  yang  sejalan  dengan  tahapan  proses  desain  dari  human centered design. Hasil dari rancangan ini menunjukkan bahwa pusat kreativitas dan inovasi bisnis startup ini dapat menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh pelaku bisnis startup, serta mendukung proses kerja yang efektif dan efisien. Kata kunci: startup, kantor, human centered, kerjaStartup businesses in Indonesia began to develop around 2010, marked by the emergence of major startups such as Gojek and Bukalapak. Since then, the startup business ecosystem in major cities has continued to grow. Similarly, Surabaya ranked third among cities with the best startup ecosystems in Indonesia in 2024. However, this well-developed ecosystem is not matched by adequate workspace facilities. Many startup entrepreneurs still do not have a permanent office and work nomadically. In addition, common issues faced by startups include the need for capital, human resources, and facilities. This design project aims to address these problems  through  an  integrated  ecosystem  that  provides  working  spaces,  development support, and funding opportunities. Given the diversity of startup businesses in Surabaya, the users of such a facility also have varying characteristics. A human-centered design approach can help respond to the needs of these diverse users by analyzing their requirements and work patterns. The design method used in this project is pragmatic, aligned with the stages of the human-centered design process. The resulting design demonstrates that the creative and innovation center for startup businesses can provide the necessary facilities for startup actors and support an effective and efficient working process. Keywords: startup, office, human centered, work
Perancangan Sport Center Malang dengan Pendekatan Arsitektur Biomimikri Gabriella Listyani
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Kota Malang merencanakan langkah-langkah pengembangan fasilitas olahraga khususnya pada cabang olahraga potensial di Malang, seperti olahraga air. Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dimiliki Malang kian menurun seiring peningkatan populasi di kota, maka pemkot merencanakan untuk mengadakan RTH sebagai taman olahraga. Tapak memiliki permasalahan lingkungan yang membutuhkan “kemampuan adaptasi”, yaitu permasalahan termal dan keterbatasan air tanah. Perancangan Sport Center Malang bertujuan menciptakan ruang publik untuk aktivitas olahraga dan rekreasi yang adaptif terhadap lingkungannya dengan pendekatan Arsitektur Biomimikri. Metode desain yang digunakan adalah metafora tangible yang mentranslasikan masing-masing dimensi biomimikri tumbuhan kaktus kedalam elemen arsitektural. Tumbuhan kaktus dipilih menjadi makhluk hidup biomimikri karena latar belakang lingkungan yang memiliki kesamaan, yaitu permasalahan termal dan keterbatasan air. Pada perancangan ini, biomimikri berfokus pada dimensi proses. Sport Center Malang yang dirancang diharapkan dapat merealisasikan fasilitas olahraga tingkat nasional dengan cabang olahraga air dan menyediakan taman olahraga yang mendukung rencana pemerintah Kota Malang sebagai ruang publik yang adaptif terhadap lingkungannya. Kata kunci: sport center, biomimikri, metafora, kaktus
Kesesuaian Tata Ruang Kelas dengan Model Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar muhammad, fatimah
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia memunculkan paradigma pendidikan baru yang menjadikan murid sebagai fokus utama pendidikan. Hal ini sejalan dengan adanya kebutuhan serta latar belakang murid yang beragam. Keragaman tersebut memunculkan model pembelajaran berdiferensiasi. Dalam mewujudkan implementasi model pembelajaran berdiferensiasi, tentunya dibutuhkan elemen pendukung berupa lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian tata ruang kelas pada SDIT Bina Insan Cendekia yang mana merupakan sekolah dasar yang menerapkan model pembelajaran berdiferensiasi. Jenis penelitian yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada tiga ruang kelas di SDIT Bina Insan Cendekia yaitu kelas 1 Al-A’raaf, kelas, 3 Ar-Rahman, serta kelas 6 Al-‘Ashr. Tingkat kesesuaian tata ruang kelas dengan kebutuhan model pembelajaran berdiferensiasi dinilai dari sejauh mana penerapan prinsip tata ruang kelas yang terdiri dari visibilitas, aksesibilitas, fleksibilitas, kenyamanan, serta keindahan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tata ruang kelas pada sekolah tersebut telah menunjukkan penyesuaian yang baik dengan kebutuhan model pembelajaran berdiferensiasi. Penyesuaian tata ruang kelas tampak pada penerapan aspek fleksibilitas, visibilitas, dan kenyamanan yang baik pada tata ruang di tiap kelas. Meski begitu, dibutuhkan optimalisasi pada beberapa bagian terutama untuk aspek aksesibilitas serta keindahan. Kata kunci: tata ruang kelas, sekolah dasar, model pembelajaran berdiferensiasi