cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,492 Documents
Coastal Fish Center Sebagai Pusat Pesisir dengan Prinsip Arsitektur Ekologi di Tuban Rahayuwati, Ratri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Sektor kelautan menjadi salah satu potensi yang sangat strategis bagi negara Indonesia. Kondisi alam Kabupaten Tuban yang berada di daerah pesisir laut utara Jawa dan potensi sumberdaya perikanan yang cukup besar, subsektor perikanan dapat dijadikan sebagai sektor andalan guna memacu pertumbuhan ekonomi Kabupaten Tuban. Banyaknya aktivitas perdagangan ikan yang tidak terwadahi di pinggiran jalan, menyebabkan kesan tidak rapi dan tidak tertata. Sampai saat ini kondisi pasar ikan yang ada masih terkesan kotor, becek dengan bau dan aroma yang tidak sedap sehingga tidak menarik untuk didatangi masyarakat. Perancangan ini bertujuan untuk merancang pasar ikan dan sentra pesisir dengan pendekatan arsitektur ekologi di Kecamatan Palang Kabupaten Tuban. Menggunakan metode desain empirisme dimana tata cara, teknik, atau metode perancangan dikembangkan melalui studi kasus dan pengalaman dalam proses perancangan melalui observasi lapangan secara langsung.  Perancangan didasarkan pada 5 (lima) prinsip arsitektur ekologi menurut Heinz Frick 1998 dan 2006 dengan menghasilkan sebuah desain yang menyelaraskan antara manusia dengan lingkungan alamnya.  Dari rangkaian proses desain menghasilkan sebuah perancangan pusat pesisir  dengan nama Coastal Fish Center, sebuah sentra pesisir yang mewadahi fungsi fasilitas pasar ikan, pengolahan ikan, pusat UMKM, ruang pariwisata, hingga kuliner untuk mendapatkan ruang yang baik dan tertata. Kata kunci: Pusat Pesisir, Pasar Ikan, Empirisme, Arsitektur Ekologi   ABSTRACT   Marine sector is one of the most strategic potentials for Indonesia. The conditions of Tuban Regency, which is located in the northern coastal area of Java and has quite large fishery resource potential, the fisheries subsector can be used as a mainstay sector to spur the economic growth of Tuban Regency. The large number of fish trading activities that are not accommodated on the roadside, causes an untidy and unorganized impression. Until now, the condition of the existing fish market still seems dirty, muddy with unpleasant odors and aromas so that it is not attractive to visit the public. This design aims to design a fish market and coastal center with an ecological architecture approach in Palang District, Tuban Regency. Using an empiricism design method where procedures, techniques, or design methods are developed through case studies and experience in the design process through direct field observation. The design is based on five principles of ecological architecture by producing a design that harmonizes humans with their natural environment. From a series of design processes, a coastal center that accommodates the functions of fish market facilities, fish processing, UMKM centers, tourism space, and culinary to get a good and organized space. Keywords: Coastal Center, Fish Market, Empiricism, Ecological Architecture
Aktivitas Ritual Pembentuk Pola Ruang di Pura Patirtan Taman Pasupati Giri Kawi Cahyanti, Athifah Regita Mirza
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya memegang peranan penting dalam menghubungkan masa lalu dan masa kini melalui tradisi, nilai, dan praktik yang diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat Hindu yang kental akan budayanya mewujudkan praktik melalui aktivitas ritual yang bersifat keagamaan maupun kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola ruang yang terbentuk dari aktivitas ritual kebudayaan di Pura Patirtan Taman Pasupati Giri Kawi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan person centered mapping untuk melihat alur pergerakan ritual, pelaku ritual, penggunaan ruang, hingga waktu yang dapat berpengaruh dalam pemaknaan sakral tiap ruang. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual kebudayaan yang terdapat di pura ini ada tiga, yaitu ritual 7 bulanan, bersih desa, dan keinginan khusus. Ketiga ritual tersebut memperlihatkan perbedaan penggunaan ruang namun membentuk pola yang berulang dengan orientasi ke arah utara. Hal ini karena pengaruh keberadaan Gunung Kawi dan kepercayaan terhadap Dewa Wisnu. Pola ruang yang terbentuk juga mencerminkan organisasi ruang dengan jenis cluster. Dengan demikian, aktivitas ritual menjadi aspek yang krusial dalam membertahankan struktur dan ruang sakral. Kata kunci: pola ruang, aktivitas ritual, kebudayaan, pura
INTEGRASI BERKELANJUTAN PERANCANGAN RUSUNAWA DAN PASAR MODERN DI KOTA SURABAYA Basthulbirri, Muhammad Kemal
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Urbanisasi di Surabaya menimbulkan tekanan multidimensi, termasuk defisit hunian layak (40,3% rumah tidak layak) dan degradasi lingkungan. Penelitian ini merancang prototipe integrasi Rusunawa (rumah Susun Sederhana Sewa) dan pasar modern berbasis arsitektur berkelanjutan untuk mengatasai tiga masalah kritis: (1) kinerja lingkungan rendah (pencahayaan/penghawaan alami), (2) inefisiensi ruang komunal, dan (3) minimnya integrasi fasilitas penunjang. Metode menggabungkan pendekatan sustainable architecture (ekonomi sumber daya, life cycle design, dan desain manusiawi) dan desain pragmatis melalui simulasi visual 3d (SketchUp) serta analisis kinerja lingkungan 40% melalui strategi pasif (Venturi Effect, ventilasi silang, green rooftop) dan aktif (solar panel dan smart building), mengurangi konsumsi energi 35% serta mengintegrasikan ruang konomi inklusif (studio live UMKM). Model ini merepresentasikan solusi Transit Oriented Development (TOD) replikabel untuk kawasan padat tropis. Kata kunci: Arsitektur Berkelanjutan, Integrasi Rusunawa-Pasar, Transit Oriented Development, Efisiensi Energi, generasi Z
Perancangan Artificial Intelligence (AI) Learning Center Dengan Konsep Smart Building di Kota Surabaya Sugiarto, Raihan Adwitiya Maulana; Iyati, Wasiska
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah mengubah lanskap kehidupan manusia secara signifikan. Tidak dapat dipungkiri Teknologi AI telah memiliki peran sendiri dalam andil pada aktivitas manusia baik dari skala besar maupun skala kecil kehidupan manusia. Di balik perkembangan Teknologi AI ini muncul beberapa pertanyaan dan tantangan bagi kehidupan manusia baik berupa ancaman ataupun peluang. Tujuan penelitian atau perancangan tersebut adalah sebagai wadah untuk memberikan alternatif solusi dalam merancang wadah aktivitas yang khusus untuk pengguna yang membahas tentang dampak dan sebagai pusat perkembangan teknologi AI, tentunya perancangan secara infrastruktur berupa pusat edukasi atau biasa disebut leraning center. Metode perancangan yang digunakan juga dipilih berdasarkan kecocokan pemikiran logis dan rasional. Studi preseden yang akan menjadi metode perancangan leraning center tersebut. Pendekatan tematik yang intinya adalah sebagai solusi utama menghadapi permasalahan desain dalam objek perancangan tersebut. Smart Building selain sebagai representasi dari Teknologi AI itu sendiri, juga dapat menunjang proses pembelajaran dan menawarkan berbagai fasilitas yang menjadi solusi. Hasil dari penelitian atau perancangan tersebut berupa implementasi dari Konsep Smart Building pada bangunan learning center, mulai dari fasad bangunan, sistem bangunan, serta fasilitas fasilitas lain seperti audio visual dan fleksibilitas perabot. Kata kunci: Kecerdasan Buatan, Leraning center, Bangunan Cerdas, Edukasi   The development of Artificial Intelligence (AI) technology has significantly changed the landscape of human life. It is undeniable that AI technology has played its own role in human activities, on both large and small scales. Behind this technological advancement, several questions and challenges have emerged for humanity, presenting both threats and opportunities. The objective of this research or design is to provide an alternative solution for creating a dedicated activity hub for users to discuss the impacts of AI and to serve as a center for its technological development. This will take the form of an infrastructural design for an educational center, commonly known as a learning center. The design method was chosen based on its alignment with logical and rational thinking. A precedent study will be the primary method for designing this learning center. A thematic approach will serve as the core solution to address the design challenges of the project. The concept of a "Smart Building" was chosen not only to represent AI technology itself but also to support the learning process and offer various facilities that provide solutions. The outcome of this research or design is the implementation of the Smart Building concept within the learning center. This includes the building's facade, its systems, and other facilities such as audio-visual equipment and flexible furnishings. Keywords: Artificial Intelligence, Leraning center, Smart Building, Education  
Desain Modular Pusat UMKM Kerajinan Kayu di Kota Malang Assaila Putri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kampung Kemirahan di Kota Malang merupakan salah satu sentra industri mebel kayu yang masih bertahan, dengan produk handmade berbahan kayu asli bernilai artistik tinggi. Namun, perkembangan UMKM di wilayah ini terhambat oleh keterbatasan fasilitas, display produk yang kurang menarik, dan tidak adanya pembagian ruang yang jelas antara area produksi dan display, sehingga alur kerja tidak efisien dan kualitas produk menurun. Perancangan pusat UMKM ini bertujuan menyediakan fasilitas produksi, pelatihan, dan pemasaran dalam satu kawasan terintegrasi dan tertata. Pendekatan modular diterapkan untuk membedakan massa bangunan sesuai fungsi. Massa showroom dibentuk dari modul mockup fleksibel agar penataan produk rapidan mudah diubah. Massa workshop mengadopsi prinsip standarisasi dengan memperhatikan alur kerja, ukuran ruang, dan cara kerja mesin untuk mendukung proses produksi yang efisien. Dengan pendekatan ini, ruang kerja menjadi lebih fungsional, efisien, dan nyaman serta mampu beradaptasi dengan pertumbuhan UMKM di masa depan. Perancangan ini diharapkan menjadi solusi atas permasalahan eksisting dan mendorong keberlanjutan industri kerajinan kayu di Kota Malang.
Perancangan Student Co-Working Space di Kota Malang dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik Azwalia, Diva Syafitri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Malang dikenal sebagai kota pendidikan yang setiap tahunnya menerima ribuan mahasiswa baru dari berbagai daerah. Namun, peningkatan jumlah mahasiswa tidak diiringi dengan ketersediaan fasilitas edukatif non-formal yang memadai, sehingga memunculkan fenomena “nugas” di kafe yang kurang mendukung kenyamanan dan produktivitas akademik pelajar. Perancangan ini bertujuan menghadirkan student co-working space sebagai fasilitas belajar di luar kampus yang mengutamakan kenyamanan, kebutuhan, dan kesejahteraan penggunanya melalui pendekatan arsitektur biofilik. Metode preseden digunakan untuk mengkaji penerapan elemen biofilik pada proyek serupa, kemudian diadaptasi dalam desain. Konsep biofilik diterapkan melalui 14 pola desain biofilik pada tiga skala, yaitu tapak, bangunan, dan ruang, yang mencakup koneksi alam pada ruang, representasi alam pada ruang, serta sifat ruang yang mencerminkan alam. Hasil perancangan berupa student co-working space yang menyediakan ruang belajar individu maupun kelompok, dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang meeting, area santai, ruang terbuka hijau, serta area outdoor untuk mendukung interaksi sosial dan kenyamanan visual. Penggunaan elemen alami seperti cahaya alami, vegetasi, air, dan material alami diintegrasikan ke dalam desain untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan produktivitas. Dengan demikian, perancangan ini diharapkan dapat menjadi solusi penyediaan ruang belajar non-formal yang mengedepankan kebutuhan, kenyamanan, dan kesejahteraan pelajar di Kota Malang sebagai pengguna desain. Kata kunci: student co-working space, kenyamanan, kesejahteraan, arsitektur biofilik
Multi-Venue Performing Art Center Dengan Pendekatan Parametric Structure di Bali Lutvia Armi, Putri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan fasilitas seni pertunjukan yang representatif di Bali mendorong perancangan Multi Venue Performing Art Center yang adaptif terhadap budaya lokal dan teknologi desain. Penelitian ini bertujuan merancang pusat seni pertunjukan dengan pendekatan parametrik struktur untuk mengakomodasi kebutuhan ruang fleksibel dan sistem bentang lebar. Metode yang digunakan adalah metode pragmatis, yang memadukan pendekatan teoritis, studi kontekstual, dan eksplorasi desain digital. Proses perancangan dilakukan melalui eksperimen bentuk dan struktur menggunakan pemodelan parametrik dan simulasi struktural berbasis Grasshopper Lunchbox. Parameter utama yang digunakan meliputi kedalaman grid, modul grid, dan diameter elemen struktur, yang memengaruhi efisiensi bentang dan ekspresi bentuk. Hasil spesifik berupa massa bangunan berbentuk elips dengan tiga zona utama (pertunjukan, pameran, dan komunal), serta penggunaan sistem space frame modular yang memungkinkan ruang tanpa kolom. Pendekatan ini menghasilkan bentuk arsitektur yang responsif terhadap fungsi, estetika futuristik, dan kekuatan struktur.   Kata kunci: performing art center, metode pragmatis, parametrik struktur.
Perancangan Creative and Learning Center dengan Pendekatan Arsitektur Hijau di Malang Vardina, Hedya Putri
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pendidikan di Malang memunculkan kebutuhan akan fasilitas edukatif dan kreatif yang tidak hanya fungsional, tetapi juga ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang Creative and Learning Center dengan pendekatan arsitektur hijau, dengan fokus pada enam aspek utama: pemilihan tapak, efisiensi energi, konservasi air, penggunaan material ramah lingkungan, kualitas udara dalam ruangan, dan manajemen operasional berkelanjutan. Metode yang digunakan mencakup studi literatur prinsip-prinsip arsitektur hijau, analisis kondisi iklim mikro kota Malang, fungsi dan standart dari masing – masing fasilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perancangan yang mengoptimalkan orientasi bangunan terhadap angin, ventilasi alami silang dan vertikal, serta penggunaan void dapat meningkatkan kenyamanan termal secara pasif. Sistem penampungan air hujan serta daur ulang air limbah berhasil mengurangi konsumsi air. Pemilihan material lokal dan daur ulang menurunkan jejak karbon konstruksi. sementara kualitas udara dalam ruangan terjaga melalui ventilasi optimal dan ponggunaan material ramah lingkungan. Rekomendasi manajemen bangunan mencakup penerapan program edukatif berkelanjutan yang melibatkan pengguna. Secara keseluruhan, rancangan ini menyajikan model Creative and Learning Center yang tidak hanya memenuhi kebutuhan fungsional, estetis, dan edukatif masyarakat Malang, tetapi juga berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesehatan penggunanya. Model ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan fasilitas publik kreatif dengan nilai arsitektur hijau di kota-kota tropis   Kata kunci: Creative and Learning Center, Arsitektur Hijau, Ramah Lingkungan.
Ruang Interaksi Sosial-Budaya Pada Gudang Atag di Desa Gayasan Kecamatan Ajung Jember Baiz, Fayza Aulia
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Gudang Atag sebagai arsitektur vernakular memiliki peran penting dalam membentuk interaksi sosial-budaya masyarakat Jember yang bergantung pada industri tembakau. Modernisasi yang pesat mengancam kelestarian nilai-nilai tradisional yang terkandung dalam arsitektur vernakular ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana ruang interaksi sosial-budaya terbentuk melalui desain arsitektur dan tata ruang sebagai bagian dari tradisi pengolahan tembakau. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode triangulasi yang meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi di Gudang Atag PTPN 1 Region 4 Desa Ajung Gayasan. Kerangka teoretis menggunakan teori Affordance dan teori Produksi Ruang Henri Lefebvre. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kerja di Gudang Atag berfungsi sebagai tempat produksi sekaligus ruang sosial yang terbentuk melalui praktik sehari-hari. Dimensi praktik spasial tercermin dari rutinitas kerja dalam konfigurasi ruang vertikal dan horizontal, dimensi representasi ruang tampak pada upaya manajemen mengatur efisiensi operasional, sedangkan ruang representasi mengungkap keterikatan emosional dan simbolik para pekerja. Ketiga dimensi ini menunjukkan bahwa ruang kerja merupakan konstruksi sosial kompleks yang menuntut pendekatan pengelolaan berbasis efisiensi sekaligus sensitivitas terhadap dinamika sosial.   Kata kunci: Gudang Atag, Arsitektur Vernakular, Interaksi Sosial-Budaya, Industri Tembakau
Hotel Resort Bintang Lima dengan Pendekatan Arsitektur Kontekstual di Kecamatan Jabung Kabupaten Malang Sadewa, Apricelio
Jurnal Mahasiswa Departemen Arsitektur Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Mahasiswa Arsitektur UB
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Jawa Timur berada di antara dua destinasi wisata populer di Malang Raya, yaitu Kota Wisata Batu dan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Hal tersebut menjadikannya berpotensi sebagai titik temu yang menawarkan akomodasi bagi wisatawan yang hendak mengunjungi kedua destinasi tersebut dalam waktu yang berdekatan. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan dengan baik. Objek pariwisata dan fasilitas akomodasi di Kecamatan Jabung belum mampu menarik wisatawan luar daerah dalam jangka panjang untuk secara efektif memberikan dampak baik pada perkembangan ekonomi masyarakat sekitar. Dengan demikian, perancangan desain Hotel Resort Bintang Lima dengan pendekatan Arsitektur Kontekstual yang menonjolkan suasana alam dan budaya lokal dapat meningkatkan citra dan nilai jual kekayaan Kecamatan Jabung kepada masyarakat yang lebih luas, sehingga dalam jangka panjang dapat mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi lain. Pendekatan Arsitektur Kontekstual yang menonjolkan nuansa alam, elemen kebudayaan tradisional, dan material lokal yang dipadukan dengan gagasan intuitif dari proses desain metode intuisionisme menghasilkan desain arsitektur yang mencerminkan setiap aspek kontekstual spesifik pada area tapak yang dapat dirasakan oleh pengguna secara visual, pendengaran, dan penghawaan. Dipadukan dengan standar hotel bintang lima yang mempertimbangkan tingkat kenyamanan pengguna, maka menghasilkan desain kontemporer yang mengandung nilai-nilai kebudayaan dan kekayaan alam lokal.Kata kunci: arsitektur kontekstual, intuisionisme, hotel resort ABSTRACTKecamatan Jabung, Malang Regency, East Java lies between two popular tourist destinations in Greater Malang—Batu City and Bromo Tengger Semeru National Park—making it strategically positioned to serve as an accommodation hub for travelers visiting both in close sequence. However, this potential remains underutilized: the area’s tourism attractions and accommodation facilities have yet to attract long-term visitors from outside the region, limiting positive economic impact on the local community. In order to address this, a five-star resort hotel is proposed, using a Contextual Architecture approach that emphasizes natural surroundings and local culture, enhancing Jabung’s image and market appeal to a broader audience. “Contextual architecture” refers to designs that are harmoniously integrated with their environment, reflecting its forms, materials, and regional qualities This contextual design leverages nature, traditional cultural elements, and local materials, combined with intuitive ideas from the design process, to create architecture that visually, acoustically, and atmospherically reflects the specific context of the site. By integrating modern five-star hotel standards that consider guest comfort, the result is a contemporary design imbued with cultural and natural heritage.Keywords: contextual architecture, intuitionism, hotel resort