cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
Transformasi Tipologi Denah Bale Daja pada Cottage Hotel Resort Teluk Lebangan Biendra Azizi Wedhantara; Edi Hari Purwono; Bambang Yatnawijaya S
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1204.748 KB)

Abstract

Karya arsitektur nusantara sangat beragam dengan karya yang representatif untuk diaplikasikan, salah satu metode desain arsitektur adalah memasukan unsur arsitektur tradisional pada suatu bangunan modern. Mengambil intisari/ konsep dasar pada arsitektur tradisional dan merepresentasikanya ke dalam arsitektur masa kini adalah salah satu upaya untuk tetap mempertahankan nilai lokal pada kehidupan sehari-hari. Rumah tradisional Bali sarat dengan nilai sejarah dan kepercayaan yang mereka anut. Setiap detail pada tipologi bangunannya mengandung makna dan fungsi tertentu. Hal ini sangat mempengaruhi pembentukan elemen arsitekturnya, setiap corak, pembentukan ruang, elemen, dan ragam hias memiliki filosofi yang merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan kepada alam dan pencipta. Pulau Serangan, merupakan salah satu ikon ekologi pulau Bali, dengan perkembangan pariwisata di pulau Serangan, maka dibutuhkan fasilitas akomodasi yaitu hotel resort. Fasilitas baru ini diharapkan tetap memiliki bentuk wajah dan tipologi Bali. Untuk itu proses perancangan desain, menggunakan teori transformasi tipologi sebagai upaya mempertahankan nilai budaya pada setiap elemen pembangunan.Kata kunci : transformasi, tipologi, Arsitektur Bali
Masjid Raya Jakarta dengan Konsep Arsitektur Betawi Kontemporer Randy Hardyanto; Agung Murti Nugroho; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (932.197 KB)

Abstract

Budaya Betawi merupakan salah satu budaya dari ratusan budaya yang ada di Indonesia dan terdapat di Ibukota Indonesia yaitu Kota Jakarta. Budaya Betawi saat ini mulai diabaikan oleh generasi penerus dikarenakan pengaruh dari budaya luar khususnya dalam bidang arsitektur. Studi ini bertujuan untuk menerapkan ornamen Arsitektur Betawi pada perancangan Masjid Raya Jakarta. Metode yang dilakukan menggunakan metode transformasi dengan memfokuskan arsitektur Betawi pada bagian ornamennya dikarenakan ornamen Betawi merupakan bagian yang paling kuat dalam tampilan dan memiliki ciri khas dari arsitektur Betawi. Ornamen Betawi memiliki geometri dasar berbentuk lingkaran dan segitiga sehingga bentukan dasar tersebut yang ditransformasikan ke dalam bentuk bangunan masjid. Perancangan tersebut diharapkan dapat mengembalikan dan memberikan informasi atau pengetahuan tentang arsitektur Betawi yang telah sesuai dengan kondisi masa kini.Kata Kunci : masjid, arsitektur Betawi, kontemporer
Pola Spasial Fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai Pondokdadap Sendang Biru Malang Aulya Marina; Sigmawan Tri Pamungkas; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.882 KB)

Abstract

PPP Pondokdadap memiliki potensi sumber daya ikan cukup besar yang mencapai 82,9 ribu ton/tahun. Melihat potensi PPP Pondokdadap dan peningkatan status dari PPI menjadi PPP pada tahun 2004 perlu peningkatan dan penambahan fasilitas agar berfungsi lebih optimal. Terdapat beberapa permasalahan dari peningkatan fasilitas di Pondokdadap berdasarkan Laporan Tahunan PPP Pondokdadap (2013). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola spasial yang lebih efektif pada fasilitas Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pondokdadap Sendang Biru berdasarkan teori pola spasial dan standar peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Variabel penelitian yang dikaji meliputi empat hal yaitu, aktivitas pelaku, tata guna lahan, tata letak bangunan, dan tata sirkulasi. Kesimpulan dari hasil sintesis pola spasial PPP Pondokdadap, hal yang efektif tetap dipertahankan dan hal yang tidak efektif diperbaiki. Rekomendasi untuk desain pada PPP Pondokdadap perlu pemisahan jenis pelaku sesuai aktivitas, memberikan vegetasi peneduh, pengarah, dan pemecah angin pada PPP Pondokdadap, memberikan akses sirkulasi langsung menuju pelabuhan lama, pemisahan parkir kendaraan, memberikan median jalan, separator jalan, dan boulevard dengan menambah perabot jalan.Kata kunci: pola spasial, pelabuhan perikanan pantai, Pondokdadap
Penerapan Bambu pada Bangunan Sekolah Kejuruan Pertanian di Kabupaten Tulungagung Irma Zuhria Asfiansari; Edi Hari Purwono; Beta Suryokusumo
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.602 KB)

Abstract

Bambu adalah bahan material lokal di Indonesia yang memiliki potensi sebagai bahan bangunan dan mengurangi penggunaan kayu yang berlebih. Saat ini kemajuan teknologi yang diimbangi dengan kemajuan desain membuat bambu sebagai bahan material alami tidak terbatas sebagai bahan material yang bersifat tradisional, namun juga modern. Untuk mewujudkan visi dan misi Kabupaten Tulungagung di bidang pertanian dengan memanfaatkan bambu sebagai bahan material pada sekolah kejuruan pertanian, maka potensi industri bambu dapat juga dikembangkan. Perancangan Bangunan Sekolah Kejuruan Pertanian di Kabupaten Tulungagung dilakukan dengan mengumpulkan data primer dari hasil wawancara dan observasi langsung ke daerah di sekitar tapak terpilih, dan data sekunder dari pustaka tentang bambu dan sekolah, serta studi komparasi dari bangunan yang menggunakan bahan bambu, yaitu Panyaden School, Green School dan Nw Bar. Penerapan bambu pada bangunan sekolah kejuruan pertanian adalah pada atap, lantai dan dinding yang disesuaikan dengan fungsi bangunan, kemampuan bambu dan bentuk bangunan.Kata kunci: penerapan, konstruksi, bambu, sekolah kejuruan pertanian
Bangunan Industri Makanan Khas BREM Di Desa Kaliabu Caruban Madiun Tasa Antasari; Edi Hari Purwono; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1687.567 KB)

Abstract

Tujuan dari perancangan bangunan industri brem ini untuk memberikan alternatif fasilitas bangunan industri brem kepada masyarakat produsen brem yang mengacu pada standar higienis. Perancangan industri ini menggunakan metode programatik untuk pengumpulan data sedangkan untuk analisis data menggunakan metode prakmatik, metode kanonik, dan metode programatik yang penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing analisis. Faktor higienis pada bangunan industri makanan meliputi kesesuaian dengan alur proses produksi, pemilihan material bangunan yang tidak menimbulkan kontaminasi serta kebersihan pekerja saat melakukan proses produksi. Pada ruang produksi basah dapat menggunakan material epoxy pada lantai dan keramik pada dinding. Pada ruang produksi kering dapat menggunakan lantai keramik dan dinding dilapisi cat anti noda. Penghawaan dalam ruang dapat menggunakan exhaust fan dan cooker hood. Pencahayaan alami dapat menggunakan glass block.Kata kunci: bangunan industri, brem, higienis
Studi Pendinginan Pasif dalam Bangunan Pendidikan Bahasa di Kawasan “Kampung Inggris” Pare Syarifah Khairunnisa; Jusuf Thojib; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.019 KB)

Abstract

“Kampung Inggris” Pare merupakan kampung mandiri dengan usaha di bidang pendidikan sebagai sumber utama penghasilan warga. “Kampung Inggris” Pare merupakan kawasan yang ditujukan pada pengembangan permukiman yang juga dipakai dalam usaha jasa yakni kursus bahasa. Pemilihan objek kajian didasari dengan semakin berkembangnya kawasan “Kampung Inggris” Pare, semakin banyak pula bangunan kelas belajar dibangun. Pembangunan kelas ini bertujuan untuk memaksimalkan jumlah siswa yang masuk. Namun pembangunan ruang-ruang kelas tersebut tidak terencana secara baik sehingga belum memperhatikan sistem pendinginan pasif yang baik sehingga kenyamanan dalam ruang tidak optimal. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah metode penelitian deskriptif analitik. Pada pengolahan data digunakan metode evaluatif dengan menghadapkan kriteria-kriteria bidang studi terhadap data eksisting yang ada sehingga mendapatkan nilai positif dan negatif pada objek studi. Nilai tersebut yang akan menjadi acuan dalam menganalisis solusi dari permasalahan yang sesuai korelasi antar variabel yang diteliti, sehingga akan mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan karakteristik tersebut. Kata kunci: pendinginan pasif, bangunan pendidikan bahasa
Ekplorasi Susunan Bata sebagai Bidang Pembentuk Ruang Ifada Jauharotun Nisa; Triandriani Mustikawati; Bambang S Yatnawijaya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.765 KB)

Abstract

Nilai-nilai tradisi arsitektur Nusantara perlu dilestarikan, salah satunya dengan memanfaatkan ketrampilan kekarya-tanganan dalam mengolah kreatifitas material lokal. Eksplorasi susunan bata sebagai salah satu perwujudan mengolah material lokal batu bata diterapkan sebagai bidang dinding pembentuk ruang. Proses kajian ini mencakup 3 tahap utama, yaitu tahap teoritik, tahap eksplorasi dan tahap analisis. Tahap teoritik untuk mendapatkan variabel yang digunakan dalam proses eksplorasi. Cara penyusunan bata yang dipilih adalah stretcher dan header, sedangkan pola susunan yang digunakan adalah susunan berseling dan sejajar dengan variasi menurut variabel kerapatan dan kerataan. Hasil dari proses eksplorasi adalah 21 pola susunan bata, yang kemudian dianalisis menurut perwujudannya sebagai bidang dinding pembentuk ruang. Proses analisis terdiri dari 4 macam, yaitu berdasarkan sifat bahan dan konstruksi dinding, berdasarkan bentuk bidang dinding, berdasarkan karakter permukaan bidang, dan berdasarkan unsur rupa. Pola susunan berseling merupakan pola yang paling berpotensi untuk diterapkan sebagai dinding vertikal dilihat dari segi visual maupun konstruksi. Pola susunan sejajar hanya dapat diterapkan sebagai dinding vertikal apabila dikombinasikan dengan pola susunan berseling dengan persentase yang sangat kecil.Kata kunci: eksplorasi, pola susunan, batu bata, dinding.
Perancangan Bangunan Instan Fabrikasi Ratri Sekar Noverti; Edi Hari Purwono; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1035.928 KB)

Abstract

Bangunan instan merupakan bangunan cepat bangun. Dalam penggunaannya, bangunan instan dapat digunakan untuk berbagai macam fungsi, yaitu fungsi bernaung, pendidikan, pengobatan, komersial, pertunjukan, operasi militer, dan kamp proyek. Bangunan instan ini memerlukan bahan yang juga cepat dalam produksi dan memiliki modul yang presisi, oleh karena itu bahan atau material fabrikasi cocok digunakan untuk perancangan bangunan instan ini. Metode perancangan yang digunakan sebagian besar adalah metode pragmatis atau trial and error, karena perancangan juga menyesuaikan dengan kriteria bangunan instan, yaitu Universal Application, Effective Performance, Economical, Transportable, Ease of Assembly, Renewable Material, Digitally Pre-Fabricated, Open Work, Urban/Rural, dan Flexibility in Use.Kata kunci: bangunan, instan, fabrikasi
Penerapan Warna Dan Cahaya Pada Interior Ruang Terapi Dasar Dengan Pendekatan Visual Anak Autis Gheista Indina; Rinawati P. Handajani; Triandi Laksmiwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1667.257 KB)

Abstract

Sarana terapi dapat berfungsi maksimal jika dapat berinteraksi dengan penggunanya melalui pendekatan indera yaitu dengan menciptakan susunan elemen pembentuk ruang yang mampu memberikan pengalaman tersendiri, terutama pada anak autis yang merupakan visual learner. Pada autis, terdapat klasifikasi disfungsi sensori yang terdiri dari hiper yang merupakan anak autis aktif dan hipo yang merupakan anak autis pasif. Masing-masing memiliki kemampuan menyerap informasi yang berbeda terutama dalam penglihatan. Untuk itu sebaiknya terdapat pembedaan pengelompokan ruang terapi berdasarkan kemampuan dan kebutuhan sensori yang berbeda. Tiap karakteristik berdasarkan klasifikasi sensori menjadi kata kunci yang dikembangkan menjadi tema dan karakter tiap ruang terapi. Kata kunci anak hiper adalah relaksasi dimana aspek visual lebih sederhana, dan minim detail sehingga dapat membantu mengurangi kelebihan sensori, kecemasan dan stress atau tantrum pada anak autis hiper. Sedangkan hipo, kata kuncinya adalah stimulus dimana aspek visual dapat menarik perhatian dan memicu gerak aktif serta semangat pada anak. Tema dan karakter ruang menjadi dasar analisis unsur dan prinsip interior dengan batasan kajian aspek visual sebagai aspek pembentuk pengalaman ruang yang berbeda disesuaikan dengan alur kegiatan. Warna dan cahaya merupakan elemen yang mudah ditangkap secara visual ruang kemudian menuju ke bentuk dan elemen lainnya dalam ruang. Kata kunci: ruang terapi, sensori, visual, hipersensori, hiposensori
Sistem Ventilasi Alami pada Perancangan Pasar Ikan di Kota Pasuruan Kharisma Mahardika; Jusuf Thojib; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.728 KB)

Abstract

Kota Pasuruan merupakan kota pelabuhan dengan potensi perikanan yang cukup besar.  Potensi perikanan Kota Pasuruan meliputi kawasan perikanan tangkap, kawasan  perikanan budidaya, dan kawasan industri perikanan maka diperlukan fasilitas  distribusi berupa pasar ikan. Sebagai bangunan pasar, Pasar Ikan Kota Pasuruan  memiliki permasalahan yang berhubungan dengan penghawaan yaitu tingginya tingkat  kelembaban udara akibat pengaruh suhu yang tinggi. Penerapan sistem ventilasi alami  pada elemen selubung bangunan akan memberikan kontribusi pada sirkulasi udara  dalam bangunan sehingga ruangan tidak panas, lembab dan permasalahan bau yang  terjadi pada pasar ikan akan terselesaikan. Metode perancangan yang digunakan  meliputi metode pragmatik dan diagramatik untuk konsep perancangan pasar ikan  secara fungsional serta simulasi eksperimental yang akan menguji kinerja  pengoptimalan sistem ventilasi terhadap bangunan pasar ikan. Proses simulasi  dilakukan dengan menggunakan software autodesk Vasari beta 3 untuk kawasan dan  perhitungan matematis untuk debit udara dalam bangunan sesuai standar. Sehingga  nantinya akan muncul kriteria perancangan pasar ikan di Kota Pasuruan.  Kata kunci: pasar ikan, sistem ventilasi, selubung bangunan

Page 4 of 148 | Total Record : 1474