cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
Tipologi Fasade Bangunan Di Jalan Kawi Atas Kota Malang Titik Indra Setyowati; Lisa Dwi Wulandari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1406.015 KB)

Abstract

Jalan Kawi Atas, Jalan Terusan Kawi dan Jalan Raya Dieng merupakan kelompok jalan yang mengalami pergeseran fungsi dari kawasan perumahan elite yang terdiri dari bangunan-bangunan rumah tinggal berlanggam kolonial Belanda menjadi kawasan komersial yang terdiri dari bangunan pertokoan, perkantoran dan fasilitas publik lainnya. Fenomena pergeseran fungsi mengakibatkan perubahan fasade bangunan pada kawasan studi dalam skala koridor jalan. Kajian ini bertujuan meneliti karakteristik fasade bangunan pada kawasan studi dalam skala koridor jalansetelah mengalami pergeseran fungsi. Karakteristik fasade bangunan ini selanjutnya akan digunakan sebagai masukanuntuk desain fasade bangunan sehingga dapat membentuk keserasian dalam visual kawasan. Penelitian tipologi fasade bangunan ini menggunakan pendekatan tipologi bentuk dasar dan fungsi bangunan pada tahapan analisisnya sehingga menghasilkan komposisi antar elemen fasade bangunan dalam skala koridor jalanpada tiap kelompok jalan. Kajian penelitian ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dalam menganalisis tipologi fasade bangunan dalam skala koridor jalandan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya tentang fasade bangunan di kawasan studi.Kata kunci: tipologi, fasade bangunan, koridor jalan
Bangunan Sekolah Alam dengan Konsep Arsitektur Ramah Lingkungan melalui Penerapan Material Limbah Padi di Lombok Tengah Abdurrahman Shidqul Qudwah; Agung Murti Nugroho; Rinawati Puji Handajani
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1275.989 KB)

Abstract

Lombok Tengah merupakan bagian dari provinsi NTB yang merupakan provinsi dengan penghasilan beras sepuluh besar di Indonesia. Dari hasil panen kemudian akan menghasilkan limbah padi berupa jerami dan sekam. Kebanyakan limbah dibakar dan sebagian kecil dibuat kompos atau dimanfaatkan sebagai makanan ternak. Namun saat ini telah banyak dilakukan pengembangan bahan bangunan yang memanfaatkan limbah padi baik jerami maupun sekam sebagai material yang terbarukan. Pendidikan sekolah alam mengenalkan bagaimana cara memanfaatkan sumber daya alam Indonesia yang sangat melimpah ini melalui kegiatan-kegiatan bernuansa alam. Penerapan material limbah padi pada sekolah alam di Lombok Tengah tidak hanya mendukung nuansa alam yang diusung, namun juga dapat mengenalkan dan memberikan pembelajaran baik bagi siswa maupun masyarakat bahwa material limbah padi yang banyak terbuang di sekitar mereka dapat dimanfaatkan dan berpotensi sebagai material bangunan untuk dapat dikembangkan dan dimanfaatkan lagi lebih luas. Metode perancangan menggunakan pendekatan programatik dengan mengkompilasikan penelitian-penelitian tentang pemanfaatan material limbah padi dengan memahami potensi material dan kekurangannya untuk diterapkan. Perancangan menghasilkan penerapan material limbah padi pada bangunan yang dapat memenuhi kebutuhan fungsional dan estetika pada tiap fasilitas-fasilitas bangunan sekolah alam.Kata kunci: sekolah alam, material limbah padi
Perancangan Galeri Klub Sepakbola Arema Di Malang Dengan Metode Programatik Dan Semantik Danar Aly; Edi Hari Purwono; Bambang Yatnawijaya S.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1010.615 KB)

Abstract

Perkembangan sepakbola kian tahun makin berubah menjadi sebuah pertunjukan yang menghibur masyarakat umum. Saat ini, sepakbola dapat masuk ke setiap sisi sosial masyarakat mulai dari sosial tingkat bawah sampai tingkat atas. Karena begitu popular, olahraga sepak bola kini berkembang menjadi sebuah industri olahraga yang bertujuan komersial. Seperti yang telah diatur dalam Peraturan Mendagri, bahwa dana hibah APBD tidak dapat dialirkan langsung ke klub sepak bola di Indonesia. Sumber pendapatan klub yang dapat diperoleh dari luar klub adalah hak siar televisi, investor (football trust), dan sponsor. Sedangkan sumber dana yang berasal dari dalam klub sendiri yaitu penjualan tiket, merchandise, suporter, makanan dan supermarket. Saat ini belum ada pemusatan bisnis (industrialisasi) yang dilakukan oleh Arema sebagai klub professional. Galeri sebagai pusat income internal dari klub sepakbola Arema yang akan dirancang sesuai dengan permasalahan yang ada dengan memusatkan beberapa aspek pendapatan internal klub Arema. Perancangan Galeri Klub Sepakbola Arema di Malang ini menggunakan metode programatik, yaitu metode analisis terhadap data-data yang ada untuk menghasilkan sintesa atau keputusan, yaitu konsep perencanaan (planning). Konsep perencanaan tersebut menjadi bahan utama yang akan ditransformasi secara skematik menjadi konsep perancangan (designing). Metode yang akan diterapkan adalah Semantik Referensi dan Semantik Ekspresi untuk merancang tampilan bangunan yang mengidentitaskan (bermakna) persepakbolaan.Kata kunci : arema, sepakbola, galeri dan semantik
Pola Aktivitas Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik Di Alun-Alun Batu Cantya P. Marhendra; Lisa Dwi Wulandari; Sigmawan Tri Pamungkas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.319 KB)

Abstract

Alun-alun Batu adalah ruang terbuka kota yang disediakan oleh Kota Batu untuk kepentingan interaksi antar warga dan berlaku untuk umum. Ruang terbuka publik ini memiliki kawasan yang terbatas sehingga agar tetap dapat berjalan dengan baik, maka behaviour setting harus tetap dikendalikan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pola aktivitas pemanfaatan ruang terbuka publik di Alun-alun Batu dengan keterkaitan pelaku aktivitas, waktu aktivitas dan ruang aktivitas. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengembangan Alun-alun Batu di masa yang akan datang sehingga perubahan yang terjadi dapat tepat sasaran. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Pengamatan dilakukan di ruang-ruang yang ada di Alun-alun Batu pada pagi, siang dan malam hari pada hari kerja, hari ibadah dan hari libur. Dengan demikian akan didapatkan pola aktivitas pemanfaatan ruang terbuka publik di Alun-alun Batu yang menjadi kajian untuk menjelaskan keterkaitan antara pelaku aktivitas, waktu aktivitas dan ruang ativitas di Alun-alun BatuKata kunci : pola, aktivitas, alun-alun
Fleksibilitas Interior Unit Hunian pada Rumah Susun di Kota Malang Ahsana Nurul Fauzia; Rinawati Puji Handajani; Agung Murti Nugroho
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1165.703 KB)

Abstract

Hunian vertikal urban sebagai solusi pemecahan masalah kependudukan di perkotaan, memiliki permasalahan dalam kenyamanan tinggal sebagai wadah beraktivitas di tengah keterbatasan ruang. Fleksibilitas interior pada unit hunian dalam studi kasus di Rumah Susun Sederhana Milik, Kedungkandang Kota Malang ini merupakan salah satu inovasi dalam mengatasi permasalahan tersebut. Fleksibilitas interior merupakan sebuah upaya optimalisasi dan efektifitas ruang di tengah keterbatasan ruang pada unit hunian sebagai wadah beraktivitas penghuninya. Metode yang dilakukan dalam kajian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan programatik berdasarkan acuan teori-teori sebagai dasar analisis. Fleksibilitas ruang dikaji menurut teori Carmona dengan tiga kriteria aspek temporal dimension. Time cycle and management dimana ruang dikembalikan hakikatnya sebagai wadah beraktivitas yang sifatnya dinamis, dapat berubah-ubah sesuai kebutuhan rutinitas aktivitas didalamnya. Continuity and stability dimana perubahan ruang masih optimal pada reaksi terhadap lingkungannya yang mempengaruhi kenyamanan penghuninya juga. Serta implemented overtime dimana perubahan ditelaah dalam jangka yang lebih panjang menyangkut kemungkinan pertumbuhan jumlah penghuni serta aspek teknis elemen ruang. Kata kunci: fleksibilitas, interior, rumah susun, hunian
Fasad Bioklimatik Pada Rancangan Perpustakaan Umum Di Kedung Kandang Kota Malang Nurul Amalia; Agung Murti Nugroho; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1128.623 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota yang menyandang ikon pendidikan di Jawa Timur, sehingga salah satu penyeimbang kebutuhan pendidikan ialah fasilitas perpustakaan. Meningkatnya institusi-institusi pendidikan yang menyebabkan pertambahan penduduk yang bermigrasi di Kota Malang juga menjadi sebab terhadap pengalihfungsian lahan-lahan hijau menjadi bangunan baru guna mewadahi kebutuhan pendatang baru. Hal ini yang menyebabkan tidak ada lagi penutup vegetasi yang dapat menurunkan suhu lingkungan. Menyikapi permasalahan tersebut maka dibutuhkan suatu pemecahan desain yakni bangunan yang dapat menyesuaikan iklim untuk mendapatkan kenyamanan di dalam bangunan. Metode perancangan yang digunakan ialah programatik dan pragmatik. Pengumpulan data dilakukan dengan melihat kondisi real tapak dan penggunaan teori yang dipaparkan secara kualitatif. Analisis dan sintesis dilakukan dengan metode programatik yang merupakan metode penyelesaian suatu masalah dengan cara yang sistematis dan berurutan sedangkan konsep bioklimatik dikembangkan melalui metode pragmatik. Komparasi yang digunakan ialah komparasi bangunan perpustakaan yang khusus menerapkan bioklimatik dengan fokus utama penerapan parameter bioklimatik yang dicetuskan oleh Ken Yeang. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep arsitektur bioklimatik yang diterapkan di bangunan perpustakaan khususnya pada desain fasad dapat meningkatkan kemampuan insulasi fasad sehingga dapat menurunkan suhu pada beberapa ruang di perpustakaaan.Kata kunci: Malang, perpustakaan, bioklimatik
Interior Ruang Kelas Unit Pelayanan Anak di GPIB Margo Mulyo Batu dengan Konsep Holistic Child Development Serra Vin Cornelia; Damayanti Asikin; Triandi Laksmiwati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.926 KB)

Abstract

Ruang kelas Sekolah Minggu sebagai ruang ibadah anak seharusnya dapat mendukung aktivitas ibadah secara menyeluruh sesuai dengan karakter anak, yaitu perkembangan fisik, sosio-emosional, kognitif, dan spiritual. Keempat aspek perkembangan tersebut bersifat menyeluruh dan saling terkait, yang dapat dipahami sebagai Holistic Child Development (HCD). Untuk menjawab kebutuhan perancangan, maka konsep HCD inilah yang akan diterapkan ke dalam 3 ruang kelas anak. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara serta pengumpulan data sekunder berupa pustaka dan studi komparasi objek sejenis. Dari hasil perancangan dapat diketahui penerapan aspek perkembangan anak dalam ruang kelas, tema interior, dan karakter ruang kelas yang berbeda sesuai dengan tahapan usia anak pada masing-masing kelas. Selain itu, sebagai wadah untuk aktivitas ibadah bagi anak maka nilai-nilai Kristiani juga dapat dimunculkan dalam desain.Kata kunci: interior, anak, sekolah minggu, perkembangan anak holistik
PUSAT WISATA KULINER DI KOTA BATU DENGAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA PUBLIK Hasby Nur Saputra; Beta Suryakusuma; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (906.743 KB)

Abstract

Kota Batu berkembang pesat semenjak menjadi kota wisata. Transformasi tersebut di sambut antusias oleh masyarakat Kota Batu dan sekitarnya.Seiring berkembangnya industri pariwisata,hal tersebut memberikan perubahan pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat Kota Batu. Salah satu kawasan yang ikut merasakan perubahan adalah alun-alun Kota Batu dan adanya Batu Tourism Centre sebagai tempat perdagangan.Namun keberadaan BTC dinilai kurang berhasil, hal itu ditandai dengan kembalinya para pedagang kaki lima yang berjualan dikoridor kawasan alun-alun. Hal ini membuat area disekitar alun-alun kembali kumuh. Sehingga muncul isu dan gagasan untuk merancang pusat wisata kuliner yang berada disekitar alun‐alun Kota Batu.Site perancangan berada di Jalan Sudiro. Perancangan pusat wisata kuliner yaitu dengan memanfaatkan ruang terbuka publik pada site. Peletakan ruang terbuka ditentukan dari pintu masuk yang kemudian menjadi simpul. Selanjutnya menentukan jalur sirkulasi pengunjung serta penempatan massa sesuai dengan jenis sarana dan kriteria dagangan.Perancangan pusat wisata kuliner juga berfungsi sebagai penghubung dua simpul utama yaitu alun-alun Kota Batu dan BTC. Keberadaan pusat wisata kuliner sebagai wadah bagi para PKL diharapkan mampu menampung serta menyejahterakan, dan tidak lagi berjualan disembarang tempat disekitar kawasan alun-alun. Sehingga kawasan pusat Kota Wisata Batu lebih tertata rapi, seperti predikat yang disandanganya. KataKunci : transformasi, isudangagasan, site, keberadaan
Perpustakaan Umum Malang Dengan Kombinasi Taman Vertikal dan Ventilasi Untuk Perancangan Ruang Baca Marisa Sugangga; Beta Suryokusumo; Indyah Martiningrum
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.307 KB)

Abstract

Kualitas udara dalam ruang merupakan sebuah interaksi yang dapat berubah baiksecara konstan mau pun tidak yang diakibatkan oleh beberapa faktor yangmempengaruhi baik dari lingkungan luar mau pun lingkungan dalam. Salah saturuangan yang berpotensi tinggi untuk mengalami masalah polusi udara dalam ruangadalah ruang perpustakaan. Hal ini disebabkan oleh kondisi lingkungan eksternalseperti debu yang terbawa angin dan kondisi internal yaitu bakteri yang terbawa padabuku-buku lama yang dihirup oleh pelaku aktifitas perpustakaan. Dari faktor eksternal,salah satu penyebabnya ialah debu, tanah, dan polutan yang terbawa di udara masuk kedalam ruang perpustakaan. Pengoperasian sistem ventilasi bangunan berperan pentingdalam membawa udara masuk ke dalam ruangan. Salah satu strategi yang telahdisebutkan ialah penggunaan filter. Filter pada ventilasi berfungsi sebagai penyerappolusi yang terbawa angin luar masuk ke ruang dalam. Terdapat beberapa cara untukfiltrasi pada bangunan salah satunya adalah taman vertikal. Diharapkan penggunaankombinasi taman vertikal dan ventilasi dapat menjadi sumber penghawaan alami yangtetap memperhatikan kualitas udara dalam pada perpustakaan agar masalah buruknyakualitas udara ruang dalam pada perpustakaan dapat direduksi.Kata kunci: ventilasi, taman vertikal, penghawaan alami
Taman Sensori pada Ruang Luar Autism Center di Kota Batu Mitya Haliimah; Damayanti Asikin; Haru Razziati
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.939 KB)

Abstract

Setiap tahun jumlah kelahiran anak autis tercatat semakin bertambah pesat, termasuk di Kota Batu. Salah satu gangguan yang ada pada individu autis adalah gangguan sistem sensoris yang menyebabkan anak gagal respon dan tidak adaptif terhadap lingkungannya. Beberapa terapi dapat membantu sistem sensoris anak autis, namun terapi-terapi tersebut dilakukan di dalam ruangan dan belum banyak memanfaatkan ruang luar. Padahal, menurut beberapa peneliti, ruang luar berpengaruh positif bagi perkembangan anak, termasuk anak berkebutuhan khusus, serta menurunkan tingkat stress seseorang. Salah satu ruang luar yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan terapi adalah taman sensori. Kota Batu, selain memiliki tingkat kelahiran anak autis yang cukup tinggi, memiliki potensi alam yang masih segar dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan, sehingga berpotensi untuk dirancangnya sebuah taman. Proses analisis menggunakan metode programatik, sedangkan konsep perancangan dihasilkan melalui metode pragmatik. Hasil kajian menunjukkan, adanya perbedaan karakter antara kedua tipe anak (hipersensitif dan hiposensitif) mempengaruhi pemilihan material baik hardscape dan softscape, bentuk fisik, unsur-unsur, dan fitur taman. Selain perbedaan zonasi, secara visual bentuk taman sensori di antara keduanya juga terpengaruh, yaitu area hipersensitif cenderung terbentuk dari unsur-unsur melingkar/lengkung, sedangkan area hiposensitif terbentuk dari unsur-unsur tegas.Kata kunci: taman sensori, ruang luar, autism center

Page 6 of 148 | Total Record : 1474