cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 1,474 Documents
Geometri Fraktal pada Candi Singosari sebagai Konsep Desain Museum Purbakala Singosari Sirly Intan Sayekti; Chairil Budiarto Amiuza; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.921 KB)

Abstract

Candi Singosari merupakan salah satu kekayaan arsitektur nusantara yang memiliki karakter lokal. Sebagai arsitektur yang dibangun pada masa Kerajaan Singosari pada abad ke 13, bentuk pada candi peninggalan kerajaan Singosari merupakan ikon peninggalan sejarah Kerajaan Singosari di masa lalu. Keberadaan inilah yang memperkuat bahwa bangunan ini memiliki kedekatan dengan masyarakat sekitarnya, memiliki potensi untuk dikembangkan dengan perubahan fungsi awal candi sebagai tempat peribadatan dan pemujaan menjadi tempat belajar dan melestarikan budaya. Untuk menerjemahkan bangunan perlu mengidentifikasi bentukan dasar bangunan dengan menggunakan ilmu geometri yang merupakan alat dasar arsitektur untuk mendefinisikan ruang di alam semesta. Ilmu geometri dan arsitektur tidak terpisahkan, terjadi perubahan dan perkembangan mengikuti waktu. Geometri fraktal adalah geometri alam yang memiliki bentukan irregular. Arsitektur Candi mengambil bentukan alam ke dalam arsitekturnya. Perulangan geometri alam pada candi memakai aturan perhitungan vastu purusa mandala menggunakan geometri bujursangkar, diulang dengan berbagai ukuran besar dan kecil membentuk pola geometri fraktal, sehingga dengan pengkajian dapat dikembangkan dalam perancangan arsitektur. Berdasarkan permasalahan konservasi peninggalan masa lalu yang perlu dilindungi dan dijaga agar dapat dilestarikan maka dalam penelitian ini akan dilakukan kajian geometri fraktal candi dan akan diterapkan pada perancangan Museum Purbakala Singosari sebagai upaya konservasi dan pengembangan budaya peninggalan Kerajaan Singosari.Kata kunci: geometri fraktal, Candi Singosari, museum
Penginapan Terapung Waduk Batujai Sebagai Fasilitas Penunjang Kegiatan Wisata Di Pulau Lombok Fachruddin Muchsin; Edi Hari Purwono; Chairil Budiarto Amiuza
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (872.88 KB)

Abstract

Melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang arsitektur, bangunan terapung merupakan sebuah inovasi yang unik dalam pemanfaatan daerah air sebagai tempat hunian. Bangunan terapung di Indonesia sebenarnya sudah lama diaplikasikan di daerah-daerah tertentu seperti Kalimantan, Aceh, Irian Jaya dan beberapa daerah di Indonesia. Bagi negara-negara yang memiliki luas wilayah sempit, bangunan terapung merupakan salah satu penyelesaian masalah dalam permasalahan tersebut. Seiring dengan perkembangan zaman, bangunan terapung sering dimanfaatkan sebagai tempat hunian yang memiliki sensasi berbeda dari tempat hunian lainnya. Perancangan penginapan terapung waduk Batujai merupakan sebuah perancangan yang memfokuskan perancangan pada bangunan di atas air, berupa penginapan terapung. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah metode komparatif, yaitu membandingkan bangunan-bangunan apung yang sudah ada lalu diaplikasikan pada bangunan penginapan tersebut. Untuk membantu dalam menentukan parameter perancangan, dilakukan studi literatur untuk mengetahui komponen-komponen penyusun apa saja yang ada pada bangunan terapung (skala kecil).Kata kunci: bangunan apung, penginapan wisata, waduk Batujai, pariwisata Lombok
Sistem Seting Dan Sistem Aktivitas Pada Kampung Nelayan Tambakrejo (Tamban) Kabupaten Malang Kukuh Alfandhi Kurniawan; Jenny Ernawati; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (761.172 KB)

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan yang sebagian besar nenek moyang bekerja sebagai nelayan. Tetapi kenyataannya belakangan ini permukiman nelayan kurang tertata dan diperhatikan. Ada juga beberapa permukiman yang rawan akan bencana alam seperti ombak pasang, tsunami, dan banjir, salah satunya adalah Kampung Nelayan Tambakrejo. Hal itu juga yang menyebabkan adanya wacana relokasi ke tempat yang baru. Maka dari itu perlu adanya penelitian tentang sistem seting dan aktivitas pada Kampung Nelayan Tambakrejo supaya nantinya bisa menjadi masukan rencana desain pada relokasi. Dengan menggunakan metode kualitatif dengan survei lapangan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem seting dan sistem aktivitas Kampung Nelayan Tambakrejo. Pada pesisir pantai Tambakrejo terdapat berbagai macam seting dan aktivitas yang dilakukan oleh penduduk maupun pengunjung. Berdasarkan analisis yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa ada beberapa sistem seting yang harus dimasukan dalam rencana relokasi Kampung Nelayan Tambakrejo, tetapi ada pula yang sebaiknya tetap berada pada kawasan eksisting Kampung Nelayan Tambakrejo.Kata kunci: permukiman nelayan, sistem seting, sistem aktivitas, relokasi
Redesain Pasar Bareng Kota Malang (Perancangan Pasar Tradisional Bercitra Modern) Yogie Maulana Satuhu; Agung Murti Nugroho; Lisa Dwi Wulandari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.187 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman terjadi perubahan tuntutan dan standar konsumen terhadap pasar tradisional sehingga posisi pasar tradisional mulai tergantikan oleh pasar modern. Redesain Pasar Tradisional Bareng Malang bercitra modern adalah sebuah usaha meningkatkan citra pasar tradisional dengan menawarkan fasilitas yang lebih baik dan mengaplikasikan perkembangan teknologi terkini. Guna mewujudkan dan merevitalisasi fungsi pasar tradisional untuk lebih baik dan berkembang, dibutuhkan suatu transformasi berdasarkan perkembangan teknologi masa kini. Metode desain yang digunakan adalah metode deskriptif-analitik melalui pendekatan desain dengan observasi terfokus pada lokasi tapak selanjutnya dianalisa melalui pendekatan perancangan dan munculah sebuah parameter acuan rancang sebuah pasar tradisional. Perwujudan dari aspek-aspek tersebut untuk mendapatkan hasil perancangan pasar tradisional bercitra modern, perlu dilakukan pendekatan pada perkembangan teknologi bangunan masa kini dengan pengaplikasian sistem double skin fasade dan penggunaan material metal deck sehingga diharapkan dengan kerangka acuan dan konsep perancangan pasar tradisional yang bercitra modern ini dapat mengembalikan daya saing pasar tradisional terhadap menjamurnya pasar-pasar modern saat ini.Kata kunci: pasar tradisional, citra modern, teknologi bangunan, double skin fasade
Peran Kosmologi Terhadap Pembentukan Pola Ruang Permukiman Dusun Segenter Yofangga Rayson; Abraham Ridjal Mohammad; Noviani Suryasari
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.714 KB)

Abstract

Rumah dan permukiman tradisional lahir dari sebuah proses panjang ekstraksi nilai budaya suatu masyarakat. Proses ini berawal dari gagasan pola pikir, lalu berkembang menjadi sebuah perilaku dan penentuan sikap yang bersifat turun temurun hingga akhirnya membentuk sebuah identitas. Dusun Segenter yang terletak di kabupaten Lombok Utara memiliki pola ruang permukiman yang teratur dan simetris. Tata letak dan orientasi bangunan dalam permukiman merupakan sebuah ekspresi kosmologi berdasarkan sistem kepercayaan dan tradisi-tradisi masyarakat berbasis budaya. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi peran budaya intangible terhadap pembentukan pola ruang permukiman. Hasil studi menunjukkan bahwa konsep ruang makro Masyarakat dusun Segenter terbentuk berdasarkan konsep filosofi kosmologi gerak matahari dan kesakralan gunung Rinjani.Kata Kunci : Kosmologi, Pola Ruang, Permukiman
Pusat Pembinaan Bulutangkis Berstandar Internasional di Kota Malang Ahmad Alan Cesar; Subhan Ramdlani; Bambang Yatnawijaya S.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.019 KB)

Abstract

Regenerasi atlet Indonesia di cabang olahraga bulutangkis seolah berhenti, salah satu faktor penghambat regenerasi atlet adalah sistem pelatihan nasional yang masih terpusat. PB PBSI saat ini mulai mengembangkan program pelatihan desentralisasi dengan mengoptimalkan PBSI cabang di setiap daerah salah satunya Kota Malang. Diharapkan dengan adanya pusat pembinaan di Kota Malang mampu meningkatkan prestasi atlet bulutangkis Kota Malang di tingkat nasional dan mengharumkan nama Indonesia dalam olahraga bulutangkis internasional. Proses perancangan ini didapat dengan menggunakan metode deskriptif dan programatik. Dari data komparasi yang sudah ada, kemudian dikombinasikan dengan studi literatur baik pada fasilitas pembinaan, sistem struktur bentang panjang, dan data penunjang lainnya untuk kemudian dijadikan sebagai parameter desain Pusat Pembinaan Bulutangkis Berstandar Internasional di Kota Malang. Pusat pembinaan bulutangkis berstandar internasional di Kota Malang adalah sebuah jawaban atas tingginya antusias masyarakat Kota Malang terhadap olahraga bulutangkis dan merupakan wadah pembinaan atlet bulutangkis Kota Malang dengan fasilitas standar internasional yang juga dilengkapi fasilitas penunjang seperti asrama atlet dan lainnya sesuai acuan BWF.Kata kunci: bulutangkis, regenerasi, pembinaan, internasional
Perancangan Double Skin Facade pada Hotel Bisnis di Pusat Kota Surabaya Ariono Taftazani; Jusuf Thojib; Nurachmad Sujudwijono
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.082 KB)

Abstract

Arah pengembangan di UP IV Kota Surabaya mengarah kepada pengembangan hunian vertikal tengah kota yang berfungsi sebagai penunjang fungsi perdagangan dan jasa. Pembangunan mengarah ke bangunan vertikal yang lebih efisien. Penggunaan energi terbesar dalam suatu bangunan dapat dilihat dari pemakaian sistem pendingin buatan. Oleh karena itu, untuk membatasi beban eksternal, selubung bangunan merupakan elemen bangunan yang penting untuk diperhitungkan dalam penggunaan energi menyangkut perancangan bidang-bidang eksterior dalam hubungannya dengan tampilan tampak bangunan tersebut. Perancangan double skin facade pada bangunan tinggi untuk menjalankan fungsinya sebagai lapisan pelindung luar bangunan tinggi, beberapa kriteria yang harus dipenuhi untuk merancang selubung bangunan yang baik yaitu mempunyai estetika, fungsional, struktural, konstruksi dan pemeliharaan. Metode yang digunakan pada kajian ini adalah metode analisis deskriptif yang terbagi menjadi beberapa tahapan mulai dari analisis sampai sintesis. Pada tahap perancangan menggunakan objek studi yang ada di Kota Surabaya yaitu berupa perancangan hotel yang sedang dibangun sehingga menggunakan metode pragmatik hanya pada pengaplikasian double skin façade pada selubung bangunan. Penentuan efektivitas selubung bangunan yang dirancang menggunakan simulasi software autodesk Vasari beta 3 untuk melihat nilai radiasi yang diterima selubung bangunan.Kata kunci: bangunan tinggi, bangunan hemat energi, fasad ganda
Perancangan Ulang Bangunan Hanggar Maintance Pesawat Terbang Milik PT. Pelita Air Service Di Pondok Cabe Galanico Rihardi Adali Putra; Edi Hari Purwono; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1168.201 KB)

Abstract

Bangunan hanggar maintenance merupakan sebuah bangunan yang digunakan untuk mewadahi kegiatan perawatan dan pemeliharaan pesawat terbang. Di Indonesia terdapat tiga perusahaan penerbangan yang mengoperasikan fasilitas ini, diantaranya yaitu, PT. Garuda Indonesia dengan hanggar Garuda Maintenance Facillity-nya, PT. Merpati Airlines dengan hanggar Merpati Maintenance Facility (MMF), dan PT. Pelita Air Service (PAS) dengan hanggar maintenance-nya yang terletak di lapangan terbang pondok cabe. Saat ini, bangunan hanggar maintenance PT. PAS melayani fasilitas tersebut untuk perusahaan penerbangan domestik saja. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang cukup signifikan dalam mendukung fasilitas tersebut diantaranya adalah permasalahan pada kapasitas daya tampung pesawat terbang di dalam ruang hanggar, fasilitas perawatan dan pemeliharaan yang sudah tidak mumpuni, dan terakhir bangunan yang sudah tua dan tidak tepat guna dikarenakan bangunan hanggar sudah berdiri semenjak 1984. Metodologi yang digunakan untuk perancangan ulang bangunan hanggar maintenance ini adalah evaluatif desain, dimana informasi kondisi eksisting bangunan dikumpulkan, dianlaisa, dan digunakan sebagai dasar dari perancangan ini.Kata kunci: perancangan ulang, hanggar, sistem struktur, perawatan dan pemeliharaan
Perancangan Sekolah Alam Dengan Material Alami Di Kota Batu Listya Ambarwati; Beta Suryokusumo Sudarmono; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1215.746 KB)

Abstract

Sekolah alam merupakan sistem pendidikan yang memanfaatkan alam sebagai media pembelajaran dengan metode belajar aktif. Dengan metode pembelajarannya yang unik, sekolah alam dapat menarik minat para siswa, sehingga dapat membantu Pemerintah Kota Batu untuk meningkatkan fasilitas pendidikan. Kota Batu memiliki potensi sumber daya alam berupa material-material bangunan yang bersifat alami. Oleh sebab itu, perlu adanya upaya mendesain sebuah sekolah alam dalam rangka membantu pemerintah Kota Batu untuk meningkatkan minat belajar di Kota Batu serta untuk memaksimalkan potensi alam yang tersedia di Kota Batu itu sendiri dengan memanfaatkan material-material alami yang ada di Kota Batu sebagai bahan bangunan untuk perancangan sekolah alam. Metodologi yang digunakan adalah metode deskriptif, dengan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara serta pengumpulan data sekunder berupa pustaka. Selain itu, juga melakukan studi komparasi dengan objek sejenis. Penggunaan material alami aman bagi kesehatan pengguna bangunan yang mayoritas adalah siswa sekolah dasar berumur 6-12 tahun. Selain itu, material alami dapat memberikan kesan alami pada bangunan dan menjadi sarana edukasi bagi para siswa sekolah alam maupun masyarakat mengenai kegunaan material alami, yaitu salah satunya sebagai bahan bangunan.Kata kunci: sekolah alam, material alami
Penerapan Kinetic Façade dengan Pendekatan Biomimicry pada Pusat Robotika Surabaya Kanoasa Akbar; Agung Murti Nugroho; Ali Soekirno
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1166.478 KB)

Abstract

Perkembangan dunia robotik di Indonesia memiliki rekam jejak yang baik. Sejarah robotika di Indonesia dimulai sejak tahun 80an, pendayagunaan dan pemanfaatan permesinan otomatis telah dilakukan terutama melalui sejumlah industri strategis. Dalam Semiloka Perkembangan Robot di Indonesia pada tahun 2004 dirumuskan bahwa indikator baru dalam perekonomian berkelanjutan yang menyebutkan salah satu faktor investasi adalah "pengetahuan", yaitu : pendidikan tinggi, kegiatan litbang, dan ICT (informasi, komunikasi dan telekomunikasi). Pusat robotika ini akan menjadi tempat untuk penelitian seputar robotika dan terdapat fasilitas seperti laboratorium, akan ada beberapa jenis ruang eksperimentasi, studio komunal, laboratorium, dan ruang pengajaran untuk lokakarya dan kegiatan masyarakat. Fasad yang merupakan bagian terluar bangunan tidak hanya berfungsi sebagai identitas saja tetapi juga dapat mengakomodasi keadaan atau kebutuhan dalam bangunan, seperti halnya kulit yaitu sebagai perantara lansung antara kondisi alam luar dengan dalam bangunan. Dengan kinetic facade membuat fasad dapat “bernafas” atau beradaptasi terhadap kondisi luar dan mengakomodasi kebutuhan dalam bangunan. Dalam hal pengkajian biomimicry dilakukan pertama kali untuk mendapatkan acuan dan parameter dalam merancang kinetik façade, setelah itu pengkajian kinetic façade dilakukan meliputi komponen panel dan juga sistem.Kata kunci: kinetic facade, biomimicry, pusat robotika

Page 5 of 148 | Total Record : 1474